Anda di halaman 1dari 2

BAB I

 Ada dua macam cara untuk memahami pengertian limit fungsi di suatu titik, yaitu :
1. Pengamatan grafik di sekitar titik yang di tinjau. Dapat diseskripsikan menggunakan alat peraga
dua buah potongan kawat dan satu lembar film tipis. Film ini ditempatkan vertikal/tegak lurus
terhadap sumbu x dengan arah permukaaannya menghadap ke kanan dan kekiri.
2. Perhitungan nilai-nilai fungsi di sekitar titik yang ditinjau. Dapat dipahami dengan cara
menghitung nilai-nilai fungsi di sekitar titik yang ditinjau.
 suatu fungsi f(x) didefenisiskan untuk disekitar a, maka lim f(x) = L jika dan hanya jika
lim x  a f(x)  L

 rumus dasar limit fungsi trigonometri dibawah ini:


𝑥 sin 𝑥
a. lim = lim =1
𝑥−0 𝑠𝑖𝑛𝑥 𝑥−0 𝑥
𝑥 tan 𝑥
b. lim 𝑡𝑎𝑛𝑥 = lim =1
𝑥−0 𝑥−0 𝑥
BAB II
 Defenisi Cermal Limit x   , dalam analogi dengan defenisi  ,  kita untuk limit-limit
biasa, kita membuat defenisi berikut:

( Limit bila x   . andai f terdefenisi pada [ c,  ) untuk bilangan c. kita katakan bahwa
lim x f ( x) = L jika untuk masing-masing  >0 , terdapat bilangan M yang berpandangan

sedemikian sehingga: x  M  f ( x)  L  

 langkah penyelesaian bentuk limit tak tentu


1. Tentukan pangkat tertinggi dari x yang terdapat pada fungsi pecahan polinomial tersebut. Pangkat
3
tertingginya adalah x .
2. Kalikan baik pembilang dan penyebut dengan kebalikan pangkat tertinggi
1
3. Subtitusikan nilai x   , kemudian perhatikan bahwa setiap bentuk lim x   0 untuk n
xn
positif

BAB III

 Sifat-sifat turunan

f ( x)  u ( x).v( x)  f ' ( x)  u ' ( x).v( x)  u ( x).v' ( x)


u ( x) u ' ( x).v( x)  u ( x).v' ( x)
f ( x)   f ' ( x) 
v( x) v( x) 2

 Turunan balikan trigonometri


1
f ( x)  sin 1 x  f ' ( x)  : 1  x  1
1  x2
1
f ( x)  cos 1 x  f ' ( x)  : 1  x  1
1  x2
1
f ( x)  tan 1 x  f ' ( x) 
1  x2
1
f ( x)  sec 1 x  f ' ( x)  : x 1
x x2  1
 Teorema aturan rantai
Jika fungsi y   fog x  f g x  f u  dan u  g x, maka turunan fungsi

 fogx tersebut =  fog ' x   f ' g x .g ' x atau dy  dy . du


dx du dx

BAB IV

 Andai S[a,c] daerah asal f, memuat titik c, kita katakan bahwa:


1. f(c) adalah nilai maksimum f pada S jika f(c) > f(x) untuk semua x di S
2. f(c) adalah nilai maksimum f pada S jika f(c) < f(x untuk semua x di S
3. f(c) adalah nilai minimum f pada S jika f(c) > f(x) untuk semua x di S
4. f(c) adalah nilai adalah nilai ekstrim f pada S jika nilai maksimum atau minimum
 Definisi kemonotonan
andai terdefenisi pada selang I (buka, tutup atau tak satupun) kiata katakan:
a. f naik pada I jika untuk setiap pasang bil x1 dan x2 dalam I
xI<x2-> f(x1) < f(x2)
b. f turun pada I jika untuk setiap pasang bil x1 dan x2 dalam I
xI<x2-> f(x1) > f(x2)
c. f monoton murni pada I jika ia naik pada I atau turun pada I.
 Titik stasioner terjadi jika terpenuhi f’(x)= 0, Yaitu titik dimana gradiennya kurva=0.