Anda di halaman 1dari 8

TUGAS METODE PEMULIAAN TANAMAN

Guiding Question 4A

Kania Fatharani Azahra


150510170064
Kelas D

AGROTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS PADJADJARAN
JAWABAN DAN PERTANYAAN.
1. Jelaskan tujuan dilakukannya pengujian daya hasil pendahuluan !
Uji daya hasil pendahuluan merupakan pengujian penampilan potensi hasil yaitu sifat
kuantitatifnya dari suatu varietas tanaman unggul di daerah yang memiliki kombinasi sifat-
sifat baik sehingga membentuk hasil yang tinggi. Pengujian ini dilakukan pada satu musim
dan satu daerah.

2. Jelaskan maksud gambar dibawah ini !

Ketiga gambar diatas merupakan, persentasi secara grafis dari tipe-tipe G X E interaction. :
a. Interaksi G X E
Interaksi ini terjadi jika genotipe memperlihatkan respon yang berbeda pada kondisi
lingkungan yang berbeda.
b. Heterogenesitas
Adanya dominansi genotip (misal.A) yang kinerjanya mengungguli genotip lain (misal.B)
diseluruh lingkungan yang diuji secara konsisten. Meskipun performa diferensiasinya tidak
sama di seluruh lingkungan. Biasa disebut juga interaksi kuantitatif
c. Interaksi persilangan
Biasa disebut dengan interaksi kualitatif. Terjadi jika suatu genotype (mis.A) lebih
produktif di satu lingkungan, dan genotype yang lain (mis.B) lebih produktif di lingkungan
yang lain. Tujuan dari analisis interaksiini adalah untuk membandingkan performa 2 jenis
genotype berbeda di 2 lingkungan yang berbeda.

3. Apa yang dimaksud dengan stabilitas dan adaptabilitas ?

Stabilitas : Kemampuan genotip tanaman dalam mempertanahkan karakter kuantitatif nya


terhadap perubahan lingkungan pada wilayah kisaran tempat tumbuh yang spesifik.
Pengertian stabilitas bersifat relatif, tergantung tujuan akhir dan karakter yang menjadi
keinginan pemulia. Terdapat dua konsep stabilitas yaitu, konsep statis dan konsep dinamis.
Stabilitas statis adalah penampilan hasil suatu genotip cenderung konstan pada semua
lingkungan. Stabilitas dinamis menunjukkan penampilan genotip stabil, tetapi untuk
beberapa lingkungan saja. Stabilitas statis sejalan dengan konsep biologis, dan stabilitas
dinamis sejalan dengan konsep agronomis. Stabilitas berkaitan dengan konsistensi
penampilan hasil suatu genotip pada beberapa lingkungan yang berbeda.

Adaptabilitas : Adaptabilitas merupakan kemampuan genotip tanaman untuk tetap


menghasilkan pada berbagai lingkungan, karena itu hasil adalah suatu kriteria penting
untuk mengevaluasi daya adaptasi. Pertumbuhannya yang bervariasi dengan memberikan
hasil yang cukup tinggi. Semakin tinggi hasil maka adaptabilitasnya akan semakin tinggi.

4. Apa tujuan dilakukan uji stabilitas dan adaptabilitas ?

Uji stabilitas dan adaptabilitas bertujuan untuk mencirikan kondisi genotype diberbagai
lingkungan dan membatu pemulia tanaman dalam memilih genotype yang unggul. Selain
itu, pengujian ini juga bertujuan untuk mengurangi resiko kerugian petani.

5. Apa yang dimaksud dengan varietas spesifik wilayah ?

Varietas spesifik wilayah merupakan daya tumbuh optimum dan stabil dengan memiliki
kekhususan wilayah baik dalam faktor lingkungan atau lebih tepatnya zona tumbuh
tertentu. Jika wilayahnya tidak sesuai dengan lingkungan yang mempengaruhi sifat tumbuh
tanamannya maka tanaman akan tumbuh, tetapi tidak sebaik di wilayah tersebut atau
bahkan tidak dapat tumbuh.

6. Apa yang dimaksud varietas beradaptasi luas?

Varietas beradaptasi luas adalah varietas yang dapat tumbuh optimum dan stabil dalam
semua wilayah lingkungan yang bervariasi. Dimana tanaman dapat tumbuh di berbagai
wilayah lingkungan dengan optimum dan stabil.

7. Apa yang dimaksud dengan uji multilokasi? Apa syarat untuk melakukan pengujian
multilokasi?
Uji multilokasi : Uji lapangan terhadap tanaman dibeberapa agroekologi bagi tanaman
semusim, untuk mengetahui keunggulan dan interaksi varietas terhadap lingkungan. Uji
multilokasi terdiri dari uji lapangan dan uji adaptabilitas calon varietas tanaman yang
dilakukan di berbagai kondisi lingkungan berbeda. Syarat dilakukan pengujian multilokasi,
yaitu :
 Dilakukan oleh pihak yang berwenang.
 Memiliki sarana dan prasarana yang mendukung.
 Adanya varietas pembanding untuk pengujian.
 Lokasi pengujian mewakili 3 status ketinggian (rendah, sedang, tinggi).
 Pengujian dilakukan sebanyak 3 unit uji pada 2 tahun atau 6 unit pada 1 tahun pada
musim yang bersangkutan jika varietas yang rekomendasi penanamannya pada
musim hujan/kemarau.
8. Apa tujuan dilakukan uji BUSS ?

Uji BUSS bertujuan untuk membandingkan varietas dan mengidentifikasi karakter varietas
kandidat (Prakash 2005). Pada pengujian BUSS, sejumlah karakteristik tanaman diamati,
diukur, dianalisis, dan hasilnya menentukan apakah suatu varietas memenuhi unsur BUSS.
Dalam uji BUSS, penentuan karakter unik/beda merupakan salah satu langkah yang paling
penting. Varietas kandidat harus menunjukkan minimal satu perbedaan karakter unik dari
varietas pembandingnya. Karakter pembeda tersebut harus seragam dan stabil. Uji BUSS
pada tanaman pangan dapat dilakukan di lapang, di laboratorium atau rumah kaca pada
kondisi lingkungan optimum.

9. Apa pengertian dari Baru, Unik, Seragam, dan Stabil dalam pengujian Uji BUSS?

 Baru: Varietas yang dianggap baru jika pada saat penerimaan permohonan hak PVT,
hasil panen dari varietas tersebut belum pernah diperdagangkan lebih dari setahun,
atau telah diperdagangkan di luar negeri tidak lebih dari 4 tahun untuk tanaman
semusim dan 6 tahun untuk tanaman tahunan.
 Unik: Varietas tersebut dapat dibedakansecara jelas dengan varietas lain yang sudah
dikenal luas saat penerimaan permohonan hak PVT
 Seragam: Sifat-sifat utama/penting terbukti seragam
 Stabil: Bila Karakteristiknya tidak berubah/ tetap sama setelah ditanam berulang-ulang

10. Apa perbedaan dari pendaftaran dan pelepasan varietas ?

Menurut Peraturan Menteri Pertanian Nomor 37/Permentan/OT.140/8/2006 Tentang


Pengujian, Penilaian, Pelepasan, dan Penarikan Varietas. Pelepasan varietas adalah
pengakuan pemerintah terhadap suatu hasil pemuliaan di dalam negeri dan/atau intruksi
yang dinyatakan dalam keputusan Menteri Pertanian bahwa varietas tersebut merupakan
suatu varietas unggul yang dapat disebarluaskan.

Menurut Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 01/Pert?SR.120/2/2006 Tentang Syarat


Penamaan dan Tata Cara Pendaftaran Varietas Tanaman. Pendaftaran varietas adalah
kegiatan mendaftarkan suatu varietas untuk kepentingan pengumpulan data mengenai
Varietas Lokal, varietas yang dilepas dan Varietas Hasil Pemuliaan yang tidak dilepas,
serta data mengenai hubungan hukum antara varietas yang bersangkutan dengan
pemiliknya dan/atau penggunanya.

Perbedaan antara pendaftaran dan pelepasan varietas tanaman terletak pada tujuan dan
kepentingannya, pendaftaran varietas tanaman lebih menekankan pada pengumpulan data
varietas tanaman, sedangkan pelepasan varietas memastikan benih yang beredar di
masyarakat merupakan varietas unggul. Varietas hasil pemuliaan di dalam negeri, atau
introduksi yang diusulkan untuk dilepas harus melalui uji adaptasi bagi tanaman semusim
atau uji observasi bagi tanaman tahunan.
RESUME
Acquaah G. 2007. Principles of Plant Genetics & Breeding. Section 8 Cultivar release and
commercial seed production

Terdapat 2 macam percobaan lapangan yaitu : percobaan pemulia, percobaan ini dilakukan
untuk mengevaluasi performa genotipe agar pemulia dapat memilih genotipe mana yang akan
dilepas sebagai kultivar. Percobaan resmi, setelah genotipe dapat diidentifikasi sebagai kultivar
yang berpotensi, pemulia akan mencari perlindungan secara legal dengan meregistrasikan kultivar
tersebut pada agensi benih resmi.
Pendaftaran varietas adalah kegiatan mendaftarkan suatu varietas untuk kepentingan
pengumpulan data mengenai varietas lokal, varietas yang dilepas dan varietas hasil pemuliaan
yang tidak dilepas, serta data mengenai hubungan hukum antara Varietas yang bersangkutan
dengan pemiliknya dan/atau penggunanya (PP No. 13/2004). Pelepasan varietas adalah pengakuan
pemerintah terhadap suatu varietas hasil pemuliaan di dalam negeri dan/atau introduksi yang
dinyatakan dalam keputusan Menteri Pertanian bahwa varietas tersebut merupakan suatu varietas
unggul yang dapat disebarluaskan. (Kepmentan No. 902/Kpts/TP.240/12/1996).

Tujuan dari pendaftaran varietas adalah untuk melindungi konsumen dari perolehan benih
yang performa/keragaman varietasnya tidak sesuai dengan deskripsi. Tujuan dari pelepasan
varietas adalah untuk memastikan agar hanya varietas unggul yang dapat di perjualkan agar
varietas yang beredar memiliki keunggulan dan tidak merugikan masyarakat dan lingkungan.

Analisis stabilitas tanaman dibagi menjadi 3 yaitu :Stabilitas lapangan, merupakan


kemampuan genotipe untuk melakukan secara konsisten, baik pada tingkat tinggi atau rendah,
diberbagai lingkungan. Stabilitas statis, Merupakan analog dengan konsep homostasis biologis
(yaitu, genotipe stabil cenderung mempertahankan hasil konstan di seluruh lingkungan).
Pertimbangan utama dalam desain uji coba lapangan adalah Jumlah genotipe untuk
dievaluasi, Di mana melakukan uji coba (lokasi), Desain statistik apa yang digunakan untuk tata
letak lapangan, Data apa yang dikumpulkan, jumlah mjusim, Bagaimana menganalisis dan
menginterpretasikan analisis untuk menarik kesimpulan yang valid.
Peran bibit unggul di pertanian Keuntungan hasil, Pasar benih, Peraturan dalam industri
benih, Sertifikasi benih adalah mekanisme hukum yang ditetapkan untuk memastikan bahwa bibit
yang dihasilkan oleh peternak tanaman mencapai publik dengan kualitas tertinggi, dengan identitas
genetik aslinya, dan dengan kemurnian genetik tertinggi.
Proses sertifikasi benih adalah dengan Aplikasi untuk sertifikasi kultivar, dokumentasi
evaluasi yang dilakukan dibandingkan dengan kultivar lainnya, penjelasan rinci tentang
bagaimana kelas benih (Pemulia, yayasan, terdaftar, bersertifikat) akan dipertahankan, jumlah dari
generasi yang dapat tumbuh dari pemulia benih (atau jumlah panen dari satu generasi dalam kasus
tanaman tahunan), sumber benih untuk penanaman, dan sejarah panen tanah. Sumber benih,
Pemilihan lokasi (tanah), Manajemen di lapangan, Pemeriksaan lapangan, Pemanenan dan
pengolahan. Konsep desentralisasi pemuliaan tanaman partisipatif terdesentralisasi adalah konsep
yang secara aktif melibatkan petani dalam proses pemuliaan tanaman, daripada hanya memberikan
produk benih yang dikemas ke petani. Petani terlibat dalam proses seleksi.
DAFTAR PUSTAKA
Acquaah, G. (2007). Principle of Plant Genetics and Breeding. USA: Blackwell Publishing.

Anda mungkin juga menyukai