Anda di halaman 1dari 7

UJUD KELAINAN KULIT (UKK)

Sumber: Fitzpatrick th 2008

UKK Primer
1. Makula: lesi datar, tingginya sama dengan kulit di sekitarnya, yang berbeda
warnanya dari kulit / membran mukosa di sekelilingnya.
2. Papula: lesi padat, meninggi, berdiameter kurang dari 0,5 cm, dengan bagian
bermakna yang menonjol di permukaan kulit dibanding kulit di sekitarnya.
3. Plakat: lesi padat, meninggi, berdiameter lebih dari 0,5 cm, yang memiliki
luas permukaan relatif besar dibanding tingginya di atas permukaan kulit.
Plakat dapat terbentuk dari perluasan papula atau beberapa papula yang
bergabung menjadi satu.
4. Nodul: lesi padat, meninggi, berbentuk bundar atau elips, berdiameter lebih
dari 0,5 cm. Nodul ditetapkan lebih berdasarkan pada kedalamannya dan
palpabilitasnya yang bermakna, bukan diameternya, untuk membedakannya
dari papula yang besar atau plakat. Berdasarkan kedalamannya, ada 5 tipe
nodul: (1) epidermal, (2) epidermal-dermal, (3) dermal, (4) dermal-
subdermal, dan (5) subkutan.
5. Tumor: istilah umum untuk setiap massa, baik massa jinak maupun ganas.
6. Vesikel: lesi meninggi berupa rongga berisi cairan yang berdiameter kurang
dari 0,5 cm.
7. Bulla: lesi meninggi berupa rongga berisi cairan yang berdiameter lebih dari
0,5 cm (lepuh).
8. Pustul: lesi meninggi berupa rongga yang berisi pus.
9. Urtika (wheal): pembengkakan kulit yang memiliki ciri khas memucat
dengan penekanan, menghilang dalam beberapa jam. Disebabkan oleh edema
karena ekstravasasi plasma dari pembuluh darah di dermis bagian atas. Urtika
dapat berupa papul kecil berdiameter 2-4 mm hingga plakat luas yang
berdiameter lebih dari 10 cm. Urtika berwarna merah jambu atau merah
pucat.

1
10. Kista: kantung berkapsul yang dilapisi oleh epitel dan berisi cairan atau
bahan semisolid (misalnya sel, keratin). Kista berbentuk bundar / oval karena
isi kista meluas secara merat ke segala arah.
11. Kanalikuli (burrow): lesi meninggi berupa terowongan yang tampak seperti
benang, menembus hingga keluar epidermis karena digali oleh “parasit”,
misalnya oleh kutu skabies. Panjang kanalikuli umumnya hanya beberap
milimeter.

UKK Sekunder
1. Erosi: lesi lebih rendah dari permukaan kulit, lembab, berbatas tegas, akibat
hilangnya sebagian atau seluruh epidermis atau epitel mukosa. Erosi
umumnya disebabkan kaerna pecahnya vesikel atau bula, nekrosis epidermal,
trauma.
2. Ekskoriasi: cekungan di permukaan epidermis akibat garukan, umumnya
didapatka pada pasien yang mengalami pruritus.
3. Skuama / deskuamasi: Lempengan / serpihan datar yang muncul dari lapisan
terluar stratum korneum. Terbentuk akibat akumulasi /pengelupasan stratum
korneum yang berlebihan. Skuama dapat berukuran kecil seperti debu hingga
lembaran-lembaran yang luas seperti perkamen.
4. Krusta: timbunan serum, darah atau eksudat purulen yang mengering dan
mengeras di permukan kulit.
5. Ulkus: defek di permukaan kulit di mana setidak-tidaknya seluruh epidermis
dan dermis bagian atas (dermis papiler) telah terkelupas. Kerusakan dermis
dan adneksanya akan menghambat re-epitelisasi, sehingga defek tadi akan
sembuh dengan meninggalkan jaringan parut.
6. Fissura: hilangnya kontinuitas permukaan kulit atau mukosa, berbentuk
linier, akibat regangan yang berlebihan atau berkurangnya elastisitas jaringan
yang terkena. Fissura paling sering ditemukan di telapak kaki dan telapak
tangan.
7. Likenifikasi: lesi berupa penebalan kulit di mana garis-garis di permukaan
kulit menjadi lebih nyata, menyerupai kulit pohon. Likenifikasi disebabkan

2
oleh garukan berulang-ulang pada kulit yang menyebabkan penebalan reaktif
pada epidermis disertai perubahan kolagen dermis superfisial.
8. Atrofi: berkurangnya jumlah sel epidermis sehingga epidermis menipis.
Epidermis yang atrofi tampak berkilat, hampir transparan, setipis kertas dan
mudah berkerut, serta dapat kehilangan garis-garis normal pada kulit.
9. Gumma: lesi nodular granulomatosa pada sifilis tersier.
10. Sklerosis: pengerasan / indurasi kulit yang difus atau berbatas tegas akibat
fibrosis dermal. Sklerosis lebih mudah dideteksi melalui palpasi, di mana
kulit akan teraba seperti papan kayu, tak dapat digerakkan, dan sulit dicubit.
11. Skar / parut: disebabkan oleh proliferasi jaringan fibrosa yang menggantikan
kolagen normal setelah terjadinya luka atau ulserasi yang menembus dermis
retikuler.

Klasifikasi UKK berdasarkan morfologinya (ditambah beberapa UKK


lainnya):
A. LESI MENINGGI
1. Papula
2. Plakat
3. Nodul
4. Kista
5. Urtika / wheal
6. Skar / parut
7. Komedo: infundibulum folikel rambut yang melebar dan tersumbat oleh
keratin dan lemak. Komedo terbuka: bila unit pilosebaseus terbuka ke
permukaan kulit dengan sumbatan keratin yang kasat mata; warna hitam
pada komedo disebabkan oleh oksidasi kandungan lemak di infundibulum
(blackhead). Komedo tertutup: infundibulum tertutup, lubang folikel tak
tampak, dan terbentuk timbunan keratin berwarna keputihan.
8. Tanduk / horn: massa sel tanduk berbentuk konus yang terbentuk dari
diferensiasi abnormal epidermis.

3
9. Kalsinosis: timbunan kalsium pada dermis atau jaringan subkutan, tampak
berupa nodul atau plakat berwarna keputihan, dengan / tanpa perubahan
permukaan kulit. Contoh: kalsinosis kutis pada dermatomiositis.

B. LESI YANG LEBIH RENDAH / Depressed


1. Erosi
2. Ulkus
3. Atrofi
4. Poikiloderma: kombinasi atrofi, teleangiektasis, dan beragam perubahan
pigmentasi (hiper/hipopigmentasi).
5. Sinus: saluran yang menghubungkan antara beberapa rongga berisi nanah,
cairan atau keratin di bawah permukaan kulit atau dari rongga tersebut ke
permukan kulit.
6. Striae: lesi lebih rendah berbentuk linier di permukaan kulit yang
umumnya berukuran panjang beberapa sentimeter, disebabkan oleh
perubahan kolagen retikuler akibat regangan kulit yang berlebihan dan
cepat.
7. Kanalikuli / burrow
8. Sklerosis

C. LESI DATAR DAN MAKULER


1. Makula
2. Patch / bercak: mirip dengan makula, berdiameter lebih dari 0,5 cm, dapat
disertai timbulnya sisik halus di permukaannya.
3. Eritema: perubahan berupa warna merah di kulit atau membran mukosa
yang memucat dengan penekanan, disebabkan oleh dilatasi arteri dan
vena pada dermis papiler dan retikuler.
4. Eritroderma: perubahan warna merah yang nyata pada kulit yang
melibatkan lebih dari 90% permukaan tubuh. Sisik atau deskuamasi
umumnya mengikuti terjadinya eritema generalisata.

4
D. PERUBAHAN PERMUKAAN KULIT
1. Skuama / deskuamasi
2. Krusta
3. Ekskoriasi
4. Fissura
5. Likenifikasi
6. Keratoderma: hiperkeratosis berlebihan pada stratum korneum yang
menyebabkan penebalan berwarna kekuningan pada kulit, umumnya di
telapak tangan / kaki. Kelainan ini dapat diwariskan (pembentukan keratin
abnormal) atau didapat (stimulasi mekanis).
7. Eskar: nekrosis jaringan, infark, luka bakar yang dalam, gangren, atau
proses ulseratif lainnya. Eskar tampak sebagai krusta kehitaman berbatas
tegas yang mengeras dan melekat erat di permukan kulit. Eskar awalnya
basah, kaya protein, dan avaskuler, sehingga mendukung pertumbuhan
mikroba. Eskar dapat terkelupas sendiri atau dihilangkan melalui
debridemen untuk membantu re-epitelisasi dan penyembuhan luka. Eskar
banyak ditemukan pada luka bakar termal.

E. LESI BERISI CAIRAN


1. Vesikel dan bulla
2. Pustul
3. Furunkel: folikulitis nekrotikan profunda dengan supurasi. Furunkel
tampak sebagai nodul dengan folikel rambut di tengahnya yang meradang
dan berdiameter lebih dari 1 cm, dengan sumbatan nekrotik di bagian
tengah dan pustul di atasnya. Beberapa furunkel dapat bergabung menjadi
satu membentuk karbunkel.
4. Abses: akumulasi material purulen yang dalam di dermis atau jaringan
subkutan, sehingga pus biasanya tak dapat dilihat dari permukaan kulit.
Abses tampak sebagai nodul fluktuan yang nyeri tekan, hangat, berwarna
merah-merah jambu, dan dapat disertai tanda infeksi lainnya, misalnya
demam.

5
F. PURPURA / LESI VASKULER
1. Purpura: ekstravasasi sel darah merah dari pembuluh darah kulit atau
membran mukosa yang menyebabkan lesi berwarna merah-keunguan.
Hasil tes diaskopi-nya positif. Petekie adalah makula purpura berukuran
kecil (ujung jarum / pinpoint). Ekimosis adalah bercak purpura yang lebih
besar, seperti memar. Purpura palpabel disebabkan oleh inflamasi dinding
pembuluh darah sehingga terjadi ekstravasasi sel darah merah dan sel
radang.
2. Teleangiektasia: dilatasi persisten kapiler di dermis superfisial yang
tampak sebagai garis-garis merah halus yang non-pulsatil atau
membentuk anyaman seperti jaring. Hasil diaskopi untuk teleangiektasia
bisa positif atau negatif.
3. Infark: nekrosis kulit akibat sumbatan pembuluh darah kulit. Infark kulit
tampak sebagai makula berwarna merah-keabuan buram berbentuk
ireguler atau plakat yang keras, nyeri tekan, yang kadang-kadang sedikit
lebih rendah dibanding kulit di sekitarnya.

Bentuk / konfigurasi lesi kulit:


1. Anuler: berbentuk seperti cincin, bagian tepi lesi berbeda dari bagian
tengahnya (lebih tinggi, bersisik, atau warnanya berbeda).
2. Bundar / numular / diskoid: seperti koin, lesi berbentuk bundar / oval dengan
morfologi bagian tepi hingga bagian tengah yang seragam.
3. Polisiklik: lingkaran, cincin / cincin tak lengkap yang bergabung menjadi
satu.
4. Arkuata: berbentuk seperti busur.
5. Linier: berbentuk garis lurus
6. Retikuler: berbentuk seperti jaring atau anyaman tali, di mana di tengah-
tengah lesi ada bagian kulityang sehat.
7. Serpiginosa: seperti ular
8. Targetoid: seperti sasaran tembak (target)

6
9. Whorled: seperti kue marmer (marmer cake), ada dua warna berbeda yang
berselang-seling membentuk anyaman; umumnya tampak pada kelainan
mosaik di mana sel-sel dari genotip yang berbeda saling berdampingan
(misal: inkontinensia pigmenti, hipomelanosis Ito).

Susunan lesi multipel


1. Berkelompok / herpetiformis: beberapa lesi mengelompok menjadi satu
2. Tersebar / scattered

Distribusi lesi multipel


1. Dermatomal / zosteriformis: unilateral dan sesuai distribusi saraf aferen yang
terkena
2. Blaschkoid: mengikuti garis migrasi sel kulit selama embriogenesis; biasanya
tersusun longitudinal di ekstremitas dan melingkar di badan; dilaporkan oleh
Alfred Blaschko, dan biasanya ditemukan pada kelainan mosaik
(inkontinensia pigmenti, inflammatory linear verucous epidermal nevus /
ILVEN).
3. Limfangitik: mengikuti distribusi pembuluh limfe
4. Daerah terpajan matahari / sun exposed
5. Daerah terlindung matahari / sun protected
6. Akral: terjadi di lokasi distal, misalnya tangan, kaki, pergelangan tangan dan
pergelangan kaki
7. Trunkal: terjadi di badan
8. Ekstensor
9. Fleksor
10. Intertriginosa: di lipatan kulit
11. Lokalisata: terbatas pada satu bagian tubuh
12. Generalisata
13. Simetris bilateral
14. Universal: melibatkan seluruh permukaan kulit