Anda di halaman 1dari 15

Pengertian / Definisi & Peralatan Produksi Serta Produk

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah


Konsep Teknologi

Dosen pembimbing : Erdiansyah, S.T., M.Kom

Oleh :

Nama : Teddy Gunawan


NPM : 20151220029

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS KEBANGSAAN
BANDUNG
2016
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Dalam kegiatan produksi terdapat proses atau operasi produksi, peralatan
yang digunakan untuk produksi, dan produk yang dihasilkan dari proses produksi
tersebut.
1.2 Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah yang akan dibahas ialah mengenai definisi proses dan
peralatan produksi serta produk.
1.3 Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan dalam pembahasan ini ialah untuk mengetahui definisi
dari proses dan peralatan produksi serta produk beserta penjelasan lebih dalam.
1.4 Pembatasan Masalah
 Proses produksi
 Jenis-jenis proses produksi
 Persediaan bahan baku produksi
 Fungsi-fungsi persediaan
 Jenis-jenis persediaan
 Peranan persediaan
 Peralatan produksi
 Faktor produksi
 Tujuan produksi
 Produk dan jenis produk

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 PROSES PRODUKSI

Proses produksi adalah tahap-tahap yang harus dilewati dalam memproduksi


barang atau jasa. Ada proses produksi membutuhkan waktu yang lama, misalnya dalam
pembuatan gedung pencakar langit, pembuatan pesawat terbang, dan pembuatan kapal
serta lain-lainnya. Dalam proses produksi membutuhkan waktu yang berbeda-beda ada
yang sebentar, misalnya pembuatan kain, pembuatan televisi, dan lain-lain. Tetapi, ada
juga proses produksi yang dapat dinikmati langsung hasilnya oleh konsumen, misalnya
pentas hiburan, pijat dan produksi lain-lainnya.
Definisi lain dari proses adalah serangkaian kegiatan yang saling terkait atau
berinteraksi, yang mengubah input menjadi output Kegiatan ini memerlukan alokasi
sumber daya seperti orang dan materi. Input dan output yang dimaksudkan mungkin
tangible (seperti peralatan, bahan atau komponen) atau tidak berwujud (seperti energi
atau informasi). Output juga dapat tidak diinginkan, seperti limbah atau polusi.
Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan barang
atau jasa (Menurut Assauri).

Berdasarkan caranya, proses produksi digolongkan dalam tiga macam antara lain
sebagai berikut...

 Proses Produksi Pendek, adalah proses produksi yang pendek atau cepat dan
langsung dalam menghasilkan barang atau jasa yang dapat dinikmati konsumen.
Contohnya adalah proses produksi makanan, seperti pisang goreng, bakwan,
singkong goreng. dan lain-lain.
 Proses Produksi Panjang, adalah proses produksi yang memakan waktu lama.
Contohnya adalah proses produksi menanam padi dan membuat rumah.
 Proses Terus Menerus/Kontinu, adalah proses produksi yang mengolah bahan-
bahan secara berurutan dengan beberapa tahap dalam pengerjaan sampai menjadi
suatu barang jadi. Jadi bahan tersebut melewati tahap-tahap dari proses mesin
secara terus-menerus untuk menjadi suatu barang jadi. Contohnya adalah proses
memproduksi gula, kertas, karet, dan lain-lain

2
 Proses Produksi Berselingan/Intermitten, adalah proses produksi yang
mengolah bahan-bahan dengan cara menggabungkan menjadi barang jadi.
Seperti, proses produksi mobil dimana bagian-bagian mobil dibuat secara
terpisah, mulai dari kerangkanya, setir, ban, mesin, kaca, dan lain-lain. Setelah
semua bagian dari mobil tersebut selesai atau lengkap maka selanjutnya bagian-
bagian mobil tersebut digabungkan menjadi mobil.

Gambar 2.1.1 contoh proses produksi

2.2 JENIS-JENIS PROSES PRODUKSI

Jenis-jenis proses produksi ada berbagai macam bila ditinjau dari berbagai segi.
Proses produksi dilihat dari wujudnya terbagi menjadi proses kimiawi, proses
perubahan bentuk, proses assembling, proses transportasi dan proses penciptaan jasa-
jasa adminstrasi (Menurut Ahyari). Proses produksi dilihat dari arus atau flow bahan
mentah sampai menjadi produk akhir, terbagi menjadi dua yaitu proses produksi terus-
menerus (Continous processes) dan proses produksi terputus-putus (Intermettent processes).

Perusahaan menggunakan proses produksi terus-menerus apabila di dalam


perusahaan terdapat urutan-urutan yang pasti sejak dari bahan mentah sampai proses
produksi akhir. Proses produksi terputus-putus apabila tidak terdapat urutan atau pola

3
yang pasti dari bahan baku sampai dengan menjadi produk akhir atau urutan selalu
berubah (Menurut Ahyari).

Penentuan tipe produksi didasarkan pada faktor-faktor seperti:

(1) Volume atau jumlah produk yang akan dihasilkan,

(2) Kualitas produk yang diisyaratkan,

(3) Peralatan yang tersedia untuk melaksanakan proses.

Berdasarkan pertimbangan cermat mengenai faktor-faktor tersebut ditetapkan tipe


proses produksi yang paling cocok untuk setiap situasi produksi. Menurut Sofyan
Assauri (1999:75) ada 2 jenis proses produksi :

1. Proses produksi yang terus-menerus (continuous processes)


2. Proses produksi yang terputus-putus (intermittent processes)
Sebenarnya perbedaan pokok antara kedua proses ini terletak pada panjang tidaknya
waktu persiapan / mengatur (set up) peralatan produksi yang digunakan untuk
memprodusir sesuatu produk atau beberapa produk tanpa mengalami perubahan.
Sebagai contoh dapat dilihat apabila kita menggunakan mesin-mesin untuk dipersiapkan
(set up) dalam memprodusir produk dalam jangka waktu yang pendek, dan kemudian
diubah atau dipersiapkan (diset-up) kembali untuk memprodusir produk lain, maka
dalam hal ini prosesnya terputus-putus tergantung dari produk yang dikerjakan. Proses
yang terputus-putus disebut intermitten process / manufacturing. Dalam proses seperti
ini terdapat waktu yang pendek (short run) dalam persiapan (set up) peralatan untuk
perubahan yang tepat guna dapat menghadapi variasi produk yang berganti-ganti,
misalnya terlihat dalam pabrik yang menghasilkan produknya untuk atau berdasarkan
pesanan seperti : pabrik kapal, atau bengkel besi / las. Dalam contoh lain dapat dilihat
adanya perusahaan pabrik-pabrik yang menggunakan mesin-mesin untuk dipersiapkan
(set up) dalam memprodusir produk dalam jangka waktu yang panjang / lama, tanpa
mengalami perubahan, maka dalam hal ini prosesnya terus-menerus selama jenis produk
yang sama dikerjakan. Proses yang terus-menerus ini disebut continuous process /
manufacturing. Dalam proses ini terdapat waktu yang panjang tanpa adanya perubahan-

4
perubahan dari pengaturan dan penggunaan mesin serta peralatannya. Proses seperti ini
terdapat dalam pabrik yang menghasilkan produknya untuk pasar (produksi massa)
seperti pabrik susu atau pabrik ban.

2.3 PERSEDIAAN BAHAN BAKU PRODUKSI

Setiap perusahaan yang menyelenggarakan kegiatan produksi akan memerlukan


persediaan bahan baku. Dengan Tersedianya persediaan bahan baku maka diharapkan
perusahaan industri dapat melakukan proses produksi sesuai kebutuhan atau
permintaan konsumen. Selain itu dengan adanaya persediaan bahan baku yang cukup
tersedia di gudang juga diharapkan dapat memperlancar kegiatan produksi/ pelayanan
kepada konsumen perusahaan dari dapat menghindari terjadinya kekurangan bahan
baku. Keterlambatan jadwal pemenuhan produk yang dipesan kosumen dapat
merugikan perusahaan dalam hal ini image yang kurang baik.

Agar lebih mengerti maksud persediaan, maka penulis akan mengemukakan


beberapa pendapat mengenai pengertian persediaan.

 Menurut Przwirosentono ( 2001), persediaan adalah kekayaan lancar yang terdapat


dalam perusahaan dalam bentuk persediaarr bahan mentah (bahan baku / material),
barang setengah jadi dan barang dalam proses.
 Persediaan adalah bagian utama dari modal kerja, merupakan aktiva yang pada setiap
saat mengalami perubahan ( Gitosudarmo, 2002)
 Soemarso (1999), Mengemukakan pengertian persediaan sebagai barang barang yang
dimiliki perusahaan untuk dijual kembali atau digunakan dalam kegiatan operasional
perusahaan.

5
Gambar 2.3.1 Sistem persediaan bahan baku produksi

2.4 FUNGSI-FUNGSI PERSEDIAAN

Fungsi-fungsi persediaan (Handoko, 2002):

1. Fungsi Decoupling
Fungsi persediaan ini operasi-operasi perusahaan secara internal dan
ekstrenal sehingga perusahaan dapat memenuhi permintaan langanan tanpa
tergantung pada supplier. Persediaan barang jadi diperlukan untuk memenuhi
permintaan produk yang tidak pasti dari langganan. Persediaan yang diadakan
untuk menghadapi fluktuasi permintaan yang tidak dapat diperkirakan atau
diramalkan disebut Fluctuation Stock.
2. Fungsi Economis Lot Sizing
Persediaan berfungsi untuk mengurangi biaya-biaya per unit saat produksi
dan membeli sumberdaya-sumberdaya. Persediaan ini perlu mempertimbangkan
penghematan-penghematan (potongan pembelian, biaya pengangkutan lebih
murah dan sebagainya) karena perusahaan melakukan pembelian dalam
kuantitas yang lebih besar, dibandingkan dengan biaya-biaya yang timbul karena
besarnya persediaan (biaya sewa gudang, investasi, resiko kerusakan).
3. Fungsi Antisipasi
Persediaan berfungsi sebagai pengaman bagi perusahaan yang sering
menghadapi ketidakpastian jangka waktu pengiriman dan permintaan akan
barang-barang. Persediaan ini penting agar kelancaran proses produksi tidak
terganggu.

6
2.5 JENIS-JENIS PERSEDIAAN

Persediaan ada berbagai jenis. Setiap jenisnya mempunyai karakteristik khusus dan
cara pengelolaannya juga berbeda. Menurut jenisnya, persediaan dapat dibedakan atas
(Handoko, 2002):
1. Persediaan bahan mentah (raw materialis), yaitu persediaan barang-barang
berwujud mentah. Persediaan ini dapat diperoleh dari sumber-sumber alam atau
dibeli dari para Supplier atau dibuat sendiri oleh perusahaan untuk digunakan
dalam proses produksi selanjutnya.
2. Persediaan komponen-komponen rakitan (purchased paris), yaitu persediaan
barang-barang yang terdiri dari komponen-komponen yang diperoleh dari
perusahaan lain, dimana secara langsung dapat dirakit menjadi produk.
3. Persediaan barang dalam proses (work in process), yaitu persediaan barang-barang
yang merupakan keluaran dari tiap-tiap bagian dalam proses produksi atau yang
telah diolah menjadi suatu bentuk, tetapi masih perlu diproses lebih lanjut
menjadi barang jadi.
4. Persediaan bahan pembantu atau penolong (supplies), yaitu persediaan barang-
barang yang diperlukan dalam proses produksi, tetapi tidak merupakan bagian
atau komponen barang jadi.
5. Persedian barang jadi (finished goods), yaitu persediaan barang-barang yang telah
selesai diproses atau diolah dalam bentuk produk dan siap untuk dijual atau
dikirim kepada pelanggan.

2.6 PERANAN PERSEDIAAN

Persediaan mempermudah atau memperlancar jalannya operasi perusahaan yang


harus dilakukan secara berturut-turut untuk memproduksi barang-barang serta
menyampaikan kepada pelanggan. Persediaan bagi perusahaan, antara lain berguna
untuk:

1. Menghilangkan resiko keterlambatan datangnya barang atau bahan-bahan yang


dibutuhkan perusahaan.
2. Menumpuk bahan-bahan yang dihasilkan secara musiman sehingga dapat
digunakan bila bahan itu tidak ada dalam pasaran.
3. Mempertahankan stabilitas atau kelancaran operasi perusahaan.
4. Mencapai penggunaan mesin yang optimal.
5. Memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan sebaik-baiknya.

7
6. Membuat produksi tidak perlu sesuai dengan pengunaan atau penjualannya.

Persediaan sangat penting artinya bagi suatu perusahaan karena berfungsi


menggabungkan antara operasi yang berurutan dalam pembuatan suatu barang dan
menyampaikannya kepada konsumen. Adanya persediaan, dapat memungkinan bagi
perusahaan untuk melaksanakan operasi produksi, karena faktor waktu antara operasi
itu dapat dihilangkan sama sekali atau dimininumkan (Assauri, 1999).

2.7 PERALATAN PRODUKSI

Peralatan produksi (equipment) ialah peralatan-peralatan atau perlengkapan-


perlengkapan yang digunakan oleh perusahaan, di tempat proses produksi itu sendiri
dilangsungkan.

Yang termasuk dalam kelompok peralatan antara lain:

 Furniture and fixture/perlengkapan-perlengkapan ruangan yang biasanya


terdapat dalam kantor bagian administrasi
 Delivery equipment/kendaraan-kendaraan atau alat-alat angkutan yang digunakan
untuk memperlancar jalannya kegiatan perusahaan.
 Dan lain-lain

Gambar 2.7.1 peralatan produksi dalam studio

8
2.8 FAKTOR PRODUKSI

Proses produksi mempuyai hubungan yang erat antara input dari proses
produksi dengan output proses produksi pada pelaksanaan kegiatan proses
produksi terdapat pola atau tahap urutan tertentu. Urutan penyelesaian proses
produksi akan berbeda-beda dan bermacam-macam antara satu produk dengan
produk lainnya.
Untuk kegiatan pelaksanaan proses produksi akan menggunakan sumber-
sumber yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Sumber-sumber tersebut adalah
unsur terpenting dalam proses produksi dengan demikian penyelesaian pekerjaan
dapat dilakukan dengan efektif, efisien, serta memperkecil kemungkinan
terjadinya kesalahan.
Suatu perusahaan memerlukan sumber daya yang akan dipergunakan
untuk memproduksi barang-barang. Sumber daya tersebut adalah bahan mentah
, bahan pembantu, mesin-mesin dan peralatan-peralatan lain, tenaga kerja, modal
serta tanah untuk lokasi perusahaan. Tiap-tiap perusahaan tentu saja akan
mempunyai jumlah dan jenis sumber-sumber produksi yang berbeda-beda satu
dengan yang lain. Pengusaha akan berusaha agar dengan faktor-faktor produksi
tertentu yang ada padanya itu menghasilkan barang-barang yang mendatangkan
keuntungan yang sebesar-besarnya. Jenis dan jumlah faktor-faktor produksi inilah
yang menentukan jenis serta jumlah barang-barang yang dapat dihasilkan oleh
perusahaan yang bersangkutan. Jenis serta jumlah faktor-faktor produksi ini
sangat terbatas adanya. Di sinilah letak pentingnya kebijaksanaan pimpinan
perusahaan untuk mengatur jenis dan jumlah barang-barang yang harus
diproduksinya dengan faktor-faktor yang terbatas adanya itu agar keuntungan
yang diperolehnya maksimal. Kurang tepatnya penentuan luas produksi akan
berakibat semakin kecilnya keuntungan yang diperoleh perusahaan. Kerugian ini
terjadi karena orang berproduksi kurang dari optimal, sehingga biaya tetap hanya
ditanggung oleh satuan-satuan hasil (unit-unit produk) yang sedikit sehingga
biaya tetap per unit menjadi terlalu tinggi. Berproduksi lebih dari optimal berarti
adanya sebagian barang-barang hasil yang tidak akan terjual. Hal ini akan
menimbulkan tanggungan beban biaya pergudangan yang terlalu besar, lagi pula
sebenarnya faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang-
barang yang berkelebihan ini dapat digunakan untuk membuat barang-barang
yang dapat mendatangkan keuntungan.
Disamping itu penentuan luas produksi yang tepat akan berarti pula suatu
pengusahaan lebih efektif memanfaatkan faktor-faktor produksi yang tersedia
bagi perusahaan yang bersangkutan. Ketidaktepatan penentuan luas produksi
akan berakibat ketidaktepatan alokasi faktor-faktor produksi. Hal ini membuat

9
semakin besarnya kerugian finansial yang diderita oleh perusahaan. Disamping
faktor-faktor produksi yang tersedia, jumlah permintaan akan menentukan luas
produksi yang paling menguntungkan. Dari uraian di atas jelas bahwa luas
produksi yang optimal akan dipengaruhi atau dibatasi oleh beberapa faktor yaitu;

 Tersedianya bahan dasar


 Tersedianya kapasitas mesin-mesin yang dimiliki
 Tersedianya tenaga kerja
 Batasan permintaan
 Tersedianya faktor-faktor produksi yang lain

2.9 TUJUAN PRODUKSI

Berikut tujuan-tujuan dari produksi antara lain sebagai berikut;

1. Menghasilkan barang atau jasa


2. Meningkatkan nilai guna barang atau jasa
3. Meningkatkan kemakmuran masyarakat
4. Meningkatkan keuntungan
5. Meningkatkan lapangan usaha
6. Menjaga kesinambungan usaha perusahaan

2.10 PRODUK DAN JENIS PRODUK

Mayoritas orang di dunia pasti mengenal istilah produk. Hampir setiap hari,
manusia ataupun perusahaan industri mengonsumsi produk, baik berupa produk
makanan, produk elektronik, produk industri, maupun produk-produk lainnya.
Secara singkat produk dapat diartikan sebagai setiap benda yang dapat memenuhi
kebutuhan manusia. Produk biasanya sengaja dibuat oleh sekelompok orang sebagai
ajang mendapatkan keuntungan melalui proses pertukaran ataupun jual beli produk
yang bersangkutan.
Pengertian Produk Menurut Para Ahli

1. William J. Stanton
Menurut William J. Stanton, produk secara sempit dapat diartikan sebagai sekumpulan
atribut fisik yang secara nyata terkait dalam sebuah bentuk dapat diidentifikasikan.
Sedangkan secara luas, produk merupakan sekumpulan atribut yang nyata dan tidak
nyata yang didalamnya mencakup warna, kemasan, harga, presise pengecer, dan

10
pelayanan dari pabrik dan pengecer yang mungkin diterima oleh pembeli sebagai sebuah
hal yang dapat memberikan kepuasan atas keinginannya.
2. Kotler
Menurut Kotler, pengertian produk merupakan segala sesuatu yang ditawarkan,
dimiliki, digunakan atau pun dikonsumsi sehingga mampu memuaskan keinginan dan
kebutuhan termasuk di dalamnya berupa fisik, tempat, orang, jasa, gagasan, serta
organisasi.

3. H. Djaslim Saladin
Menurut H. Djaslim Saladin, produk dapat diartikan ke dalam tiga pengertian yaitu :
o Dalam pengertian yang sempit, produk merupakan sekumpulan sifat fisik dan
kimia yang berwujud dan dihimpun dalam sebuah bentuk serupa dan telah
dikenal.
o Dalam pengertian yang luas, produk merupakan sekelompok sifat yang berwujud
maupun tidak berwujud yang didalamnya memuat harga, warna, kemasan,
prestise pengecer, prestice pabrik, serta pelayanan yang diberikan oleh produsen
dan pengecer kepada konsumen dalam rangka pemenuhan kepuasan konsumen
atas apa yang diinginkannya.
o Dalam pengertian secara umum, produk dapat diartikan secara ringkas sebagai
setiap hal yang mampu memenuhi dan juga memuaskan kebutuhan atau pun
keinginan manusia, baik yang memiliki wujud (tangible) maupun yang tidak
berwujud (intangible).

4. Fandy Tjiptono
Menurut Fansy Tjiptono, pengertian produk adalah segala sesuatu yang dapat
ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan, serta
dikonsumsi pasar sebagai upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan pasar yang
berkaitan.
Jenis – jenis Produk
Secara umum, produk dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu produk konsumsi dan
produk industri.
1. Produk Konsumsi
Produk Konsumsi merupakan setiap produk yang digunakan oleh konsumen akhir.
Dalam hal ini, produk yang dibeli akan dikonsumsi / digunakan secara langsung dan
tidak akan dijual atau pun dibisniskan kembali oleh orang yang bersangkutan.
2. Produk Industri
Produk Industri merupakan setiap produk yang sengaja dibeli sebagai bahan baku
atau pun sebagai barang yang diperdagangkan kembali oleh pembelinya. Dalam hal ini,

11
produk yang dibeli akan dibuat menjadi produk lain atau pun dijual kembali dengan
tujuan mencari keuntungan.

12
BAB III

KESIMPULAN

Dalam proses produksi terdapat perencanaan (input) melalui proses dan


pengoperasian yang memerlukan persedian dan perlengkapan, serta produk-produk
yang dihasilkan (output) dan hal terakhir evaluasi. Dengan begitu, dapat diketahui apa
saja :

 Proses produksi
 Jenis-jenis proses produksi
 Persediaan bahan baku produksi
 Fungsi-fungsi persediaan
 Jenis-jenis persediaan
 Peranan persediaan
 Peralatan produksi
 Faktor produksi
 Tujuan produksi
 Produk dan jenis produk

13
BAB IV

DAFTAR PUSTAKA

 Situmorang, Alam. 2008. Ekonomi Jilid I untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: ESIS
 M. Tohar. 2000. Membuka Usaha Kecil. Kanisius: Yogyakarta.
 Team Asisten LSP, Sistem Produksi I : Kumpulan Modul Kuliah Sistem Produksi
I, Laboratorium Sistem Produksi FTUA, Padang, 2000.

14