Anda di halaman 1dari 4

PSAK 50

INSTRUMEN KEUANGAN PENYAJIAN

Tujuan PSAK 50 menetapkan: Prinsip penyajian instrumen keuangan sebagai liabilitas atau
ekuitas dan saling hapus aset keuangan dan liabilitas keuangan.
Prinsip dalam pernyataan ini melengkapi :
• Prinsip pengakuan dan pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan dalam PSAK 55
Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran; dan
• Pengungkapan informasi mengenai prinsip tersebut dalam PSAK 60: Instrumen Keuangan:
Pengungkapan

Ruang Lingkup
 Instrumen keuangan kontrak pembelian dan penjualan item non keuangan yang dapat
diselesaikan secara neto dengan kas atau instrumen keuangan lainnya, atau dengan
mempertukarkan instrumen keuangan seolah-olah instrumen keuangan.
 Diterapkan semua entitas untuk semua jenis instrumen keuangan kecuali
 kepentingan di entitas anak, entitas asosiasi atau ventura bersama.
 hak dan kewajiban pemberi kerja berdasarkan program imbalan kerja (PSAK 24)
 kontrak asuransi, namun berlaku untuk derivative yang melekat pada kontrak asuransi jika
PSAK 55 mensyaratkan mencatat kontrak derivatif secara terpisah.
 instrumen keuangan dalam ruang lingkup kontrak asuransi
 instrumen keuangan, kontrak, dan kewajiban dalam transaksi pembayaran berdasarkan
PSAK 53

Definisi Instrumen Keuangan : setiap kontrak yang menambah nilai aset keuangan entitas dan
liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas entitas lain.

Setiap kontrak yang menambah nilai:


 Aset Keuangan
 Kas
 Instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas lain
 Hak kontraktual:
 untuk menerima kas atau aset keuangan lainnya dari entitas lain; atau
 untuk mempertukarkan aset keuangan dengan entitas lain dengan kondisi berpotensi
untung; atau
 Kontrak yang akan diselesaikan dengan penerbitan instrumen ekuitas entitas : nonderivatif,
derivatif
 Liabilitas Keuangan
 Kewajiban kontraktual:
• untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada entitas lain; atau
• untuk mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan dengan entitas lain
dengan kondisi yang berpotensi tidak menguntungkan entitas;
 kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan dengan menggunakan instrumen ekuitas
yang diterbitkan entitas dan merupakan suatu: non derivatif; atau derivatif
 Instrumen ekuitas entitas lain.
Kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah dikurangi dengan seluruh
kewajibannya

 Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan
dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada
tanggal pengukuran.

 Penerbit instrumen keuangan pada saat pengakuan awal mengklasifikasikan instrumen tersebut
atau komponennya sebagai: liabilitas keuangan, aset keuangan, atau instrumen ekuitas sesuai
dengan substansi perjanjian kontraktual dan definisi liabilitas keuangan, aset keuangan,
dan instrumen ekuitas.

 Instrumen-instrumen ekuitas jika, dan hanya jika, kedua kondisi (a) dan (b) berikut
terpenuhi:
o Instrumen tersebut tidak memiliki kewajiban kontraktual untuk:
 menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada entitas lain; atau
 mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan dengan entitas lain
dengan kondisi yang berpotensi tidak menguntungkan penerbit.
o jika instrumen tersebut akan atau mungkin diselesaikan dengan instrumen ekuitas yang
diterbitkan entitas, instrumen tersebut merupakan:
 nonderivatif yang tidak memiliki kewajiban kontraktual bagi penerbitnya untuk
menyerahkan suatu jumlah yang bervariasi dari instrumen ekuitas yang diterbitkan
entitas; atau
 derivatif yang akan diselesaikan hanya dengan mempertukarkan sejumlah tertentu kas
atau aset keuangan lain dengan sejumlah tertentu instrumen ekuitas yang diterbitkan
entitas.

 Instrumen yang mempunyai fitur opsi jual (puttable instrument) adalah instrumen keuangan
yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menjual kembali instrumen kepada penerbit
dan memperoleh kas atau aset keuangan lain atau secara otomatis menjual kembali kepada
penerbit pada saat terjadinya suatu peristiwa yang tidak pasti di masa yang akan datang atau
kematian atau purna karya dari pemegang instrumen.

Penyerahan pada Pihak lain saat Likuidasi


 Instrumen keuangan termasuk kewajiban kontraktual bagi entitas penerbit untuk menyerahkan
kepada entitas lain bagian prorata aset neto hanya pada saat likuidasi. (par 16C)
 Kewajiban timbul karena likuidasi pasti terjadi dan berada di luar kendali atau tidak pasti
terjadi namun berdasarkan opsi dan pemegang instrumen.
 Diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas jika memiliki seluruh fitur:
– Memberikan hak bagian prorata aset neto enttitas
– Instrumen berada pada kelas instrumen yang merupakan subordinat dari seluruh kelas
instrumen lain.
– Seluruh instrumen berada pada kelas subordinat instrumen lain harus memiliki kewajiban
kontraktual identik untuk menyerahkan bagian prorata aset neto pada saat likuidasi

Reklasifikasi Instrumen
 Entitas mengklasifikasikan instrumen keuangan sebagai instrumen ekuitas (sejak tanggal
ketika instrumen memiliki seluruh fitur dan memenuhi kondisi yang ditetapkan.
 Entitas mereklasifikasi instrumen keuangan sejak tanggal ketika instrumen tidak lagi memiliki
seluruh fitur atau memenuhi kondisi di paragraf tersebut.

Penyelesaian Kontijensi
 Instrumen keuangan dapat mensyaratkan entitas untuk menyerahkan kas atau aset keuangan
lain tergantung pada terjadi atau tidak terjadinya suatu peristiwa yang tidak pasti di masa depan
(kontiijensi).
 Instrumen dengan penyelesaian kontijensi adalah liabilitas keuangan, kecuali jika:
– Bagian dari ketentuan penyelesaian kontijensi adalah tidak sah
– Penerbit dapat disyaratakan untuk menyelesaikan kewajiban hanya dalam kondisi penerbit
dilikuidasi
– Instrumen tersebut memiliki seluruh fitur dan memenuhi kondisi di paragraf 13 dan 14.

 Jika instrumen keuangan derivatif memberi kepada salah satu pihak pilihan cara
penyelesaian (misalnya penerbit atau pemegang instrumen dapat memilih penyelesaian secara
neto dengan kas atau mempertukarkan saham dengan kas), maka instrumen tersebut adalah
aset keuangan atau liabilitas keuangan, kecuali jika seluruh alternatif penyelesaian yang ada
menjadikannya sebagai instrumen ekuitas.

Instrumen Keuangan Majemuk


 Penerbit instrumen keuangan nonderivatif mengevaluasi persyaratan instrumen keuangan
untuk menentukan apakah instrumen tersebut mengandung komponen liabilitas dan
ekuitas. Komponen tersebut diklasifikasikan secara terpisah sebagai liabilitas keuangan,
aset keuangan,, atau instrumen ekuitas sesuai dengan ketentuan di paragraf 11.
 Entitas mengakui secara terpisah komponen instrumen keuangan yang:
– menimbulkan liabilitas keuangan bagi entitas; dan
– memberikan opsi bagi pemegang instrumen untuk mengkonversi instrumen keuangan
tersebut menjadi instrumen ekuitas dari entitas yang bersangkutan.

Saham Treasuri
 Jika entitas. memperoleh kembali instrumen ekuitasnya, maka instrumen tersebut (saham
treasuri) dikurangkan dari ekuitas.
 Keuntungan atau kerugian yang timbul dari pembelian, penjualan, penerbitan, atau pembatalan
instrumen ekuitas entitas tersebut tidak diakui dalam laba rugi.
 Saham treasuri tersebut dapat diperoleh dan dimiliki oleh entitas yang bersangkutan atau oleh
anggota lain dalam kelompok usaha yang dikonsolidasi. Imbalan yang dibayarkan atau
diterima diakui secara langsung di ekuitas.

 Bunga, dividen, keuntungan, dan kerugian yang terkait dengan instrumen keuangan atau
komponen yang merupakan liabilitas keuangan diakui sebagai pendapatan atau beban
dalam laba rugi.
 Distribusi kepada pemegang instrumen ekuitas didebit oleh entitas secara langsung ke
ekuitas, setelah dikurangi dampak pajak penghasilan terkait.
 Biaya transaksi yang timbul dari transaksi ekuitas, dicatat sebagai pengurang ekuitas, setelah
dikurangi dampak pajak penghasilan terkait.

Pajak Dividen
• Pajak penghasilan yang terkait dengan distribusi kepada pemegang instrumen ekuitas dan
biaya transaksi dicatat sesuai dengan PSAK 46: Pajak Penghasilan.
• Entitas umumnya menanggung berbagai biaya dalam penerbitan atau perolehan kembali
instrumen ekuitasnya.
• Biaya transaksi yang timbul dari transaksi ekuitas dicatat sebagai pengurang ekuitas (setelah
dikurangi dampak pajak penghasilan), sepanjang biaya tersebut merupakan biaya tambahan
yang dapat diatribusikan secara langsung dengan transaksi ekuitas, namun diabaikan jika tidak
dapat diatribusikan secara langsung.
• Biaya transaksi ekuitas yang diabaikan tersebut diakui sebagai beban.

Saling Hapus
• Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan
posisi keuangan jika, dan hanya jika, entitas:
– saat ini memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan sating hapus
atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan
– berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan
liabilitasnya secara simultan.
• Dalam akuntansi untuk transfer atas aset keuangan yang tidak memenuhi kualifikasi
penghentian pengakuan, entitas tidak boleh melakukan saling hapus aset keuangan yang
ditransfer dan liabilitas terkait (lihat PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan
dan Pengukuran paragraf 36).
• Entitas mengungkapkan informasi yang disyaratkan dalam PSAK 60: Instrumen Keuangan:
Pengungkapan paragraf 13B-13E untuk pengakuan instrumen keuangan yang termasuk dalam
ruang lingkup paragraf PSAK 60 paragraf 13A.
• Untuk memenuhi kriteria saling hapus, entitas saat ini harus memiliki hak yang dapat
dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus. Ini berarti bahwa hak saling hapus:
– harus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan; dan
– harus dapat dipaksakan secara hukum terhadap seluruh keadaan : situasi bisnis yang
normal, peristiwa kegagalan, dan peristiwa kepailitan atau kebangkrutan dari entitas dan
seluruh pihak lawan.