Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Pada dasarnya bumi secara konstan berubah dan tidak ada satupun yang
berada diatas bumi bersifat permanen. Misalnya, batuan yang sekarang ada
diatas bukit mungkin saja dahulunya berasal dari bawah laut. Oleh karena itu
untuk mempelajari bumi maka dimensi waktu menjadi sangat penting, dengan
demikian mempelajari sejarah bumi juga mendjadi sangat penting pula. Ketika
kita berbicara mengenai catatan sejarah tentang manusia maka biasanya
ukuran waktunya dihitung dalam tahun, atau abad, bahkan pula puluhan abad.
Akan tetapi jika kita berbicaa tentang sejarah bumi, maka ukura waktu
dihitung dalam jutaan atau miliaran tahun.
Waktu merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan
sehari-hari. Catatan peeristiwa atau waktu biassanya disimpan dalam suatu
penanggalan yang pengukurannya didasarkan atas peredaran bumi. Sama
dengan halnya perhitungan waktu dalam kehidupan manusia, maka dalam
mempelajari sejarah bumi juga dipakai suatu jenis penanggalan yang dikenal
dengan nama “skala waktu geologi”.
1.2 MAKSUD DAN TUJUAN
 Agar mahasiswa mampu memahami dasar pembagian dan dasar
penamaan skala waktu geologi
 Agar mahasiswa mampu mengetahui skala waktu geologi dan
peristiwa geologi yang terjadi pada kurun kriptozoikum – zaman
Devonian
1.3 RUMUSAN MASALAH
 Apa yang dimaksdu dengan Skala waktu geologi ?
 Apa yang dimaksud dengan Kurun kriptozoikum – zaman Devonian
 Peristiwa geologi apa saja yang terjadi pada kurun kriptozoikum -
zaman Devonian ?

1
1.4 RUANG LINGKUP
Ruang lingkup yang akan dibahas meliputi peristiwa waktu geologi
kriptozoikum hingga devonian.
1.5 METODE
Metode yang digunakan adalah studi pustaka, yaitu memperoleh atau
mengumpulkaninformasi (data) dari buku dan juga internet

2
BAB II
ISI

2.1 SKALA WAKTU GEOLOGI

Skala Waktu Geologi (Gambar 2.1), Para ahli geologi membagi sejarah
bumi menjadi beberapa interval waktu. Pembagian ini didasarkan pada
kejadian-kejadian signifikan yang terjadi selama sejarah bumi. Eon
memiliki interval waktu yang paling besar yaitu ratusan juta tahun. Eon
dibagi lagi menjadi skala yang lebih kecil yang dinamakan Era. Kejadian
yang signifikan selama sejarah bumi digunakan untuk menentukan batas
waktu dari Era. Era dibagi menjadi Periode, kejadian yang terjadi tidak se-
siginifikan pada skala Era. Periode dibagi lagi menjadi Epoch.Para ahli
Geologi telah membagi urutan waktu perkembangan umur bumi
berdasarkan ciri khas untuk masing-masing waktu yang diberi istilah
mulai dari urutan terbesar : kurun (eon) , masa (era) , zaman (period) , kala
(epoch). Sejarah Kehidupan dijelaskan bertahap dari masa ke masa untuk
Kurun Kriptozoikum, kemudian dari zaman ke zaman untuk Masa
Palaeozoikum dan Mesozoikum, lalu dari kala ke kala untuk zaman
Tersier dan Kuarter.

Nama-nama seperti Paleozoikum atau Kenozoikum tidak hanya


sekedar kata yang tidak memiliki arti, akan tetapi bagi para ahli geologi,
kata tersebut mempunyai arti tertentu dan dipakai sebagai kunci dalam
membaca skala waktu geologi. Sebagai contoh, kata Zoikum merujuk
pada kehidupan binatang dan kata “Paleo” yang berarti purba, maka arti
kata Paleozoikum adalah merujuk pada kehidupan binatang-binatang
purba, “Meso” yang mempunyai arti tengah/pertengahan, dan “Keno”
yang berarti sekarang. Sehingga urutan relatif dari ketiga kurun tersebut
adalah sebagai berikut: Paleozoikum, kemudian Mesozoikum, dan
kemudian disusul dengan Kenozoikum. Sebagaimana diketahui bahwa
fosil adalah sisa-sisa organisme yang masih dapat dikenali, seperti tulang,

3
cangkang, atau daun atau bukti lainnya seperti jejak-jejak (track), lubang-
lubang (burrow) atau kesan daripada kehidupan masa lalu diatas bumi.
Para ahli kebumian yang khusus mempelajari tentang fosil dikenal sebagai
Paleontolog, yaitu seseorang yang mempelajari bentuk-bentuk kehidupan
purba. Pada tabel 2.1 diperlihatkan kemunculan dan kepunahan dari
berbagai jenis binatang dan tumbuhan sepanjang 650 juta tahun yang lalu
dalam skala waktu geologi

Tabel 2.1

4
Gambar 2.1 Skala waktu geologi

5
2.2 PEMBAHASAN SINGKAT KURUN KIRPTOZOIKUM – ZAMAN
DEVONIAN

2.2.1 KURUN KRIPTOZOIKUM


Kurun kriptozoikum adalah kurun yang belum dijumpai adanya suatu
kehidupan nyata.
A. Masa Arzoikum
Masa ini merupakan masa pemadatan (kondensasi) bumi dan pada
masa ini pula bumi berupa lautan api, dimana sangat sering terjadi
hujan meteorit
B. Masa Arkeozoikum
Arkeozoikum artinya Masa kehidupan purba. Masa Arkeozoikum
(Arkean) merupakan masa awal pembentukan batuan kerak bumi yang
kemudian berkembang enjadi protokontinen. Batuan masa ini
ditemukan di beberapa bagian dunia yang lazim disebut kraton/perisai
benua.
C. Masa Proterozoikum
Proterozoikum artinya Masa kehidupan awal. Pada masa ini kehidupan
mulai berkembng organisme bersel tunggal.

2.2.2 KURUN FANEROZOIKUM


Fanerozoikum adalah suatu kurun pada skala waktu geologi yang
memiliki kehidupan hewan sangat banyak.Periode waktu fanerozoikum
ini, lempengan daratan perlahan bergabung menjadi suatu massa daratan
tunggal yang disebut pangea yang selanjutnya terpisah menjadi bentuk –
bentuk benua seperti sekarang.fanerozoikum dibagi menjadi 3 masa yaitu
Paleozoikum, Mesozoikum dan Kenozoikum.
A. Masa Paleozoikum
Paleozoikum berasal dari bahasa yunani yang terdiri dari dua kata
yaitu palaio yang berarti “tua” dan zoion yang berarti “hewan” yang
digabung menjadi “Kehidupan purba” yang adalah masa pertama pada

6
kurun fanerozoikum. Masa ini berlangsung pada ± 540-240 juta tahun
yang lalu dan di bagi menjadi enam zaman berturut – turut dari yang
paling tua : Kambrium, Ordovisium, Silurian, Devonian, Karbon, dan
Permian.
1. Zaman Kambrium
Kambrium (bahasa inggris: Cambrian) adalah zaman pada
skala waktu geologi yang merupakan zaman pertama pada masa
paleozoikum dari kurun fanerozoikum. Nama “kambrium” berasal
dari kata “cambria”, nama klastik untuk wales, wilayah asal batuan
dari zaman ini pertama kali dipelajari.
Ciri khas zaman ini adalah fenomena letusan kambrium,
dimana terjadi kemunculan mendadak banyak filum yang tidak ada
dilapisan sebelumnya, dan filum-filum ini meliputi makhluk yang
sederhana sampai lebih rumit, yang dahuluya diduga baru akan
muncul berjuta-juta tahun lalu.
2. Zaman Ordovisium
Nama Ordovisium pertama kali diusulkan oleh Charles
Lapworth seorang ahli geologi berkebangsaan Inggris pada tahun
1879. Semula oleh Sedgewick, Ordovisium diusulkan di
Kambrium Atas, sedang oleh Murchison disebut sebagai Silur
Bawah. Di Eropa pada umumnya orang hanya mengenal satu
zaman yaitu Zaman Silur, tetapi zaman ini di Amerika dibagi
menjadi 2 zaman yaitu Zaman Ordovisium = Silur Bawah dan
Silurian = Silur Atas = Gothlandian di Eropa.
Dalam hal ini akan diikuti pembagian yang lazim
dipergunakan di Eropa. Dengan demikian dipergunakan satu
zaman yang dibagi menjadi 2 kala yaitu Kala Silur Bawah =
Ordovisium dan Silur Atas = Silurian = Gothlandian.

7
3. Zaman Silurian
Silur berasal dari suku bangsa silerus zaman romawi di inggris,
merupakan zaman ketiga pada masa paleozoikum dari kurun
fanerozoikum. Zaman ini merupakan waktu peralihan dari air ke
darat.
4. Zaman Devonian
Nama Devon diusulkan oleh Adam Sedgwick dan Murchison pada
tahun 1893. Nama Devon diambil dari nama daerah Devonshire di
Inggris yang merupakan endapan tipenya. Devon merupakan
zaman keempat pada masa paleozoikum dari kurun fanerozoikum.
Zaman Devon dapat dipisahkan dari Zaman Silur yang ada
di bawahnya dan Zaman Karbon yang ada di atasnya baik menurut
paleontology maupun stratigrafi. Zaman Devon berawal dari 408 –
360 juta tahun yang lalu. Merupakan bagian dari Masa
Paleozoikum, Zaman Devon dibagi menjadi 3 yaiitu : Devon Atas,
Devon Tengah dan Devon Bawah.

2.3 PERISTIWA GEOLOGI YANG TERJADI PADA KURUN


KRIPTOZOIKUM – ZAMAN DEVONIAN

2.3.1 KURUN KRIPTOZOIKUM ( PRA-KAMBRIUM )

Kurun Kriptozoikum meliputi : Masa Arzoikum , Masa Arkean


(Arkeozoikum) dan Masa Proterozoikum dikenal juga sebagai masa pra-kambrium.

A. Masa Arzoikum (Hadean/Priskoan)


Masa Tanpa Kehidupan (4.6 - 4 Milyar tahun lalu). Masa ini
merupakan masa pemadatan (kondensasi) bumi dan pada masa ini pula
bumi berupa lautan api, dimana sangat seringterjadi hujan meteorit

8
B. Masa Arkean (Arkeozoikum)
Masa Kehidupan Purba (4–2.5 Milyar tahun lalu). Masa ini
merupakan masa pembentukan Litosfer, Hidrosfer danAtmosfer. Masa
pemunculan kehidupan paling primitif (purba) yang bermula didalam
samudra berupa mikro-organisme dari jenis bakteri dan ganggang. Fosil
yang ditemukan pada masa ini adalah Stromatolites dan Cyanobacteria.

C. Masa Proterozoikum
Masa Kehidupan Awal (2.5 Milyar–540 Juta tahun lalu). Masa
perkembangan kehidupan dari organisme bersel tunggal menjadibersel banyak
(Eukaryotes & Prokaryotes) seiring perkembangan hidrosfer dan
atmosfer.Menjelang akhir masa ini:muncul organisme yang kompleks
sejenis invertebrata bertubuh lunak (ubur-ubur, cacing, koral) di laut
dangkal.Fosil – fosil yang mencirikan masa ini: Stromatolit, Cacing
beruas,Cacing beludru, Cacing gilig dan Ubur-ubur.

9
2.3.2 KURUN FANEROZOIKUM

Pada kurun fanerozoikum teduru dari 3 masa yaitu Paleozoikum,


Kenozoikum, dam Kenozoikum.

A. Masa Paleozoikum
Masa Kehidupan Tua (540–240 juta tahun lalu). Pada masa ini awal
kehidupan invertebrata bawah laut muncul. Kemudian pada masa ini
terbagi atas 6 zaman yaitu: Kambrium, Ordovisium, Silurian, Devonian,
Karbon, Permian.
1. Zaman Kambrium (540-510 juta tahun lalu)

Masa perkembangan kehidupan dari organisme bersel tunggal menjadi


bersel banyak (Eukaryotes &Prokaryotes) seiring perkembangan
hidrosfer dan atmosfer.Menjelang akhir masa ini muncul
organisme yang kompleks sejenis invertebrata bertubuh lunak (ubur-
ubur, cacing, koral) di laut dangkal. Fosil – fo s i l yang
m e n c i r i k a n masa ini: Stromatolit, Cacingberuas, Cacing beludru,
Cacing gilig dan Ubur-ubur

10
2. Z a m a n O r d o v i s i u m ( 5 1 0 - 4 3 9 j u t a t a h u n l a l u )
 Zaman perkembangan hewan invertebrata dan pemunculan
Tetrakoral, Graptolit, Ekinoid (landak laut), Asteroid (bintang
laut), Krinoid (lilia laut) dan Bryozoa..
 Koral dan Alga membentuk karanglaut, graptolit dan trilobite
melimpah, ekinodermata dan brakiopoda mulai menyebar.
 Mulai muncul ikan tanpa rahang

3. Z a m a n S i l u r i a n ( 4 3 9 - 4 0 8 j u t a t a h u n l a l u )
Di zaman ini mulai terjadi migrasi kehidupan dari air ke darat. Muncul
tumbuhan darat seperti Pteridofia(tumbuhan paku). Di dalam laut
hidup kalajengking raksasa (Eurypterid) dan ikan berahang serta ikan
berperisai tulang.

11
4. Zaman Devonian ( 408-362 juta tahun lalu )
Zaman perkembangan jenis ikan dan tumbuhandarat,ikan berahang dan
hiu semakin aktif sebagai pemangsa dilautan, hewan amfibi mulai
berkembang dan beranjak kedaratan dan tumbuhan darat semakin umum dan
mulai muncul serangga.

12
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa setiap waktu dalam skala
geologi yang tercatat dan telah berhasil diteliti, memiliki beberapa peristiwa-
peristiwa atau kejadian tersendiri. Waktu dalam skala geologi berbeda dengan
waktu peristiwa dalam pikiran manusia. Dalam skala geologi waktu
berlangsung ribuan, jutaan, atau bahkan miliaran tahun.
3.2. Saran
Adapun saran yang dapat diberikan kedepannya agar mahasiswa lebih
memahami mengenai materi yang dipelajari serta meningkatkan kemampuan
pemahaman literature dalam sajian bahasa yang berbeda.

13
DAFTAR PUSTAKA

 Katili. J.A. & Mark. P., 1963, Geologi, Departemen Urusan Research
Nasional, Jakarta.
 Sukanndarrumidi, 2005, Geologi Sejarah, Gadjah Mada University Press,
Yogyakarta
 https://www.scribd.com/document/246853098/Paper-Geologi-Sejarah-
Zaman-Devon-New
 https://www.academia.edu/25567593/Skala_Waktu_Geologi

14