Anda di halaman 1dari 34

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

NUTRISI IKAN

PEMBUATAN PAKAN IKAN BENTUK LARUTAN EMULSI,


ROTI KUKUS DAN CAKE

Disusun oleh :
Kelompok 8/ Perikanan C 2015
Sangga Permana 230110150167
Hendra Iman Saro Lase 230110150175
Sri Astuti Prasetia 230110150189
Irfa Nursyabani 230110150209
Bil Ashabi Ruhamak 230110150221
Mohammad Syarifudin 230110150229

UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
PROGRAM STUDI PERIKANAN
JATINANGOR

2018

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas Rahmat dan
Karunia-Nya penulis telah menyelesaikan laporan akhir praktikum Teknologi
Pembenihan Ikan yang berjudul Pembuatan Pakan Ikan Bentuk Larutan Emulsi,
Roti Kukus dan Cake. Tujuan Penulisan laporan ini adalah memenuhi salah satu
tugas laporan akhir praktikum Nutrisi Ikan semester genap tahun akademik
2017/2018.
Laporan akhir praktikum ini tidak terlepas dari peran serta berbagai pihak,
maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada yang
terhormat :
1. Tim Dosen Mata Kuliah Nutrisi Ikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Universitas Padjadjaran
2. Tim Asisten Praktikum Nutrisi Ikan yang telah membimbing dan
memberikan arahan dalam kegiatan praktikum
3. Kelompok 8 Perikanan C atas kerjasamanya dalam kegiatan praktikum
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna. Kritik
dan saran yang membangun dari berbagai pihak sangat diharapkan untuk
penyusunan laporan berikutnya. Akhir kata, semoga laporan akhir praktikum ini
dapat memberikan manfaat bagi semua pihak.

Jatinangor, Mei 2018

Penulis

ii
DAFTAR ISI

BAB Halaman
KATA PENGANTAR .......................................................................... ii
DAFTAR ISI ......................................................................................... iii
DAFTAR TABEL ................................................................................. v
DAFTAR GAMBAR ............................................................................ vi
DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................... vii

I PENDAHULUAN
1.1 Latar Bel akang ........................................................................... 1
1.2 Tujuan ......................................................................................... 2
1.3 Manfaat ....................................................................................... 2
II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pembuatan Pakan Bentuk Larutan Emulsi.................................. 3
2.1.1 Kandungan Nutrisi dari Pakan Bentuk Larutan Emulsi.............. 3
2.1.2 Kelebihan dan Kekurangan Pakan Bentuk Larutan Emulsi........ 5
2.2 Pembuatan Pakan Bentuk Roti Kukus ........................................ 6
2.2.1 Kandungan Nutrisi dari Pakan Roti Kukus................................. 6
2.2.2 Kelebihan dan Kekurangan Pakan Roti Kukus........................... 8
2.3 Pembuatan Pakan Bentuk Cake .................................................. 9
2.3.1 Kandungan Nutrisi dari Pakan Bentuk Cake .............................. 9
2.3.2 Kelebihan dan Kekurangan Pakan Bentuk Cake ........................ 10
III METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1 Waktu dan Tempat ...................................................................... 11
3.2 Alat dan Bahan............................................................................ 11
3.2.1 Pembuatan Pakan Bentuk Larutan Emulsi.................................. 11
3.2.2 Pembuatan Pakan Bentuk Roti Kukus ........................................ 11
3.2.3 Pembuatan Pakan Bentuk Cake .................................................. 12
3.3 Prosedur Kerja ............................................................................ 13
3.3.1 Pembuatan Pakan Bentuk Larutan Emulsi.................................. 13
3.3.2 Pembuatan Pakan Bentuk Roti Kukus ........................................ 13
3.3.3 Pembuatan Pakan Bentuk Cake .................................................. 13
IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Pembuatan Pakan Bentuk Larutan Emulsi.................................. 15
4.1.1 Hasil ............................................................................................ 15
4.1.2 Pembahasan ................................................................................ 15
4.2 Pembuatan Pakan Bentuk Roti Kukus ........................................ 16
4.2.1 Hasil ............................................................................................ 16
4.2.2 Pembahasan ................................................................................ 16

iii
4.3 Pembuatan Pakan Bentuk Cake .................................................. 17
4.3.1 Hasil ............................................................................................ 17
4.3.2 Pembahasan ................................................................................ 17
V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan ................................................................................. 19
5.2 Saran ........................................................................................... 19

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................... 20


LAMPIRAN .......................................................................................... 21

iv
DAFTAR TABEL

Nomor Judul Halaman


1 Kandungan Nutrisi Dari Bahan Pembuatan Cake ........................... 10
2 Alat dan Bahan Yang Digunakan Pembuatan Pakan Emulsi .......... 11
3 Alat dan Bahan Yang Digunakan Pembuatan Pakan Roti Kukus ... 11
4 Alat dan Bahan Yang Digunakan Pembuatan Pakan Cake ............. 12
5 Data Pengamatan Karakteristik Pakan Bentuk Emulsi.................... 14
6 Data Pengamatan Karakteristik Pakan Bentuk Roti Kukus ............ 16
7 Data Pengamatan Karakteristik Pakan Bentuk Cake....................... 17

v
DAFTAR GAMBAR

Nomor Judul Halaman


1 Pakan Bentuk Emulsi. ..................................................................... 16
2 Pakan Bentuk Roti Kukus ............................................................... 17
3 Pakan Bentuk Cake ......................................................................... 18

vi
DAFTAR LAMPIRAN

Nomor Judul Halaman


1 Alat dan Bahan Praktikum .............................................................. 22
2 Dokumentasi Kegiatan Praktikum .................................................. 24
3 Prosedur Kerja................................................................................. 26

vii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kegiatan perikanan budidaya pada saat ini sudah semakin berkembang
dengan pesat. Kesuksesan dalam kegiatan budidaya tentunya tidak terlepas dari
teknik dan cara pengelolaannya. Pada kegiatan pemeliharaan ikan, salah satu hal
yang perlu diperhatikan adalah pemberian pakan. Pakan merupakan faktor penting
dalam usaha budidaya ikan intensif dan termasuk biaya variabel terbesar dalam
proses produksi ikan intensif yaitu 30% - 60% (Webster dan Liem 2002).
Penyediaan pakan yang berkualitas, artinya bahwa pakan tersebut telah
memenuhi persyaratan untuk kebutuhan hidup ikan untuk proses perumbuhannya
dapat peningkatan produksi ikan. Pakan yang berkualitas adalah pakan ikan yang
tidak hanya mampu menjadikan ikan dapat tumbuh dan berkembang dan sehat,
tetapi juga sehat dan memberikan rasa aman bagi konsumen. Pembuatan pakan ikan
perlu memerhatikan beberapa aspek seperti penggunaan bahan baku dengan
kandungan nutrisi yang baik, mudah didapat, harga yang relatif terjangkau, tidak
bersaing penggunaannya dengan manusia, dan tidak beracun (Agustono, 2010).
Pakan ikan dapat berupa pakan alami ataupun pakan buatan. Pakan alami
merupakan pakan yang tersedia di alam sedangkan pakan buatan merupakan pakan
yang sengaja dibuat oleh manusia. Ketersediaan pakan alami tidak selalu dapat
memenuhi keperluan kegiatan budidaya, sehingga pakan buatan dapat dijadikan
alternatif.
Penggunaan pakan buatan dalam jumlah yang cukup, tepat waktu dan
mempunyai nutrisi yang baik merupakan hal yang sangat berperan dalam kegiatan
budidaya ikan namun, pemenuhan kebutuhan pakan tersebut diikuti dengan
peningkatan impor bahan baku utama pakan. Bahan baku pakan ikan yang diimpor
tersebut adalah tepung ikan, tepung cumi, tepung krustasea, Meat Bone Meal
(MBM), Poultry Meat Meal (PMM), tepung kedelai, terigu, serta berbagai jenis
vitamin dan mineral (Direktorat Produksi, Dirjen Perikanan Budidaya,

1
2

Kementerian Kelautan dan Perikanan 2009). Namun kebutuhan pakan ini tidak
dapat dihindari dalam budidaya ikan.
Kebutuhan mutlak pertama adalah pakan, tentunya setiap makhluk hidup
membutuhkan pakan untuk tumbuh mulai dari lahir hingga akan mati. Kebutuhan
makan ikan berbeda menurut umurnya. Ikan yang baru menetas atau disebut juga
dengan larva, akan berbeda kebutuhan makannya dengan ikan dewasa. Dengan
demikian pengetahuan atau keterampilan dalam pembuatan pakan ikan yang sesuai
dengan kebutuhan nutrisi ikan perlu diketahui oleh pembudidaya, terutama bagi
ikan yang masih larva atau benih yang merupakan fase kritis terhadap mortalitas,
sehingga pakan harus tepat sesuai kebutuhan, ukuran bukaan mulut ikan, salah sat
pakan buatan untuk larva atau benih ikan adalah pakan ikan bentuk roti kukus, maka
dalam praktikum ini dilakukan pembuatan pakan ikan bentuk larutan emulsi, roti
kukus cake.

1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum pembuatan pakan bentuk larutan emulsi, bentuk roti
kukus dan bentuk cake ini adalah
 Untuk mengetahui cara pembuatan pakan bentuk larutan emulsi, bentuk roti
kukus dan bentuk cake.
 Untuk mengetahui karakteristik warna, tekstur dan aroma pakan bentuk
larutan emulsi, bentuk roti kukus dan bentuk cake.

1.3 Manfaat
Diharapkan dengan dilakukannya praktikum ini praktikan dapat memahami,
menguasai dan menerapkan ilmu yang didapat serta dapat mengetahui pembuatan
pakan bentuk cake, roti kukus dan emulsi sehingga praktikum ini dapat bermanfaat
bagi masyarakat ataupun di dunia perikanan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pembuatan Pakan Bentuk Larutan Emulsi


2.1.1 Kandungan Nutrisi dari Pakan Bentuk Larutan Emulsi
Kandungan nutrisi pada pakan ikan emulsi memiliki kandungan yang sama
pada pakan pada umumnya, yaitu protein yang terkandung dari kuning telur tepung
ikam, lemak terkandung dari tepung ikan , karbohidrat dari tepung kedelai, vitamin,
mineral dan air.
a. Protein
Protein merupakan hal penting dalam pembuatan pakan ikan, karena ikan
membutuhkan protein sebagai pendongkrak pertumbuhan dan bobot badannya.
Pada umumnya ikan membutuhkan protein sekitar 20 – 60%, dan optimum 30 –
36%. Protein nabati biasanya miskin metionin, dan itu dapat disuplau oleh tepung
ikan yang kaya metionin.Molekul protein mengandung fosfor dan sulfur dan
tersusun atas unsur-unsur C, H, O dan N yang tidak dimiliki oleh lemak atau
karbohidrat. Protein memiliki tiga fungsi bagi tubuh ikan, yaitu :
1. Sebagai zat pembangun yang membentuk berbagai jaringan baru untuk
pertumbuhan, mengganti jaringan yang rusak maupun untuk reproduksi.
2. Sebagai zat pengatur yang berperan dalam pembentukan enzim dan hormon.
3. Sebagai zat pembakar karena unsur karbon yang terkandung di dalamnya dapat
difungsikan sebagai sumber energi pada saat kebutuhan energi tidak terpenuhi
oleh karbohidrat dan lemak.
b. Lemak
Lemak sering diistilahkan dengan fat lipid, minyak atau lemak kasar. Lemak
juga berfungsi sebagai sumber energi yang paling besar di antara protein dan
karbohidrat, untuk satu gram lemak dapat menghasilkan 9 kkal per gram, sedangkan
karbohidrat dan protein hanya menghasilkan 4 kkal per gram. Lemak juga menjadi
sumber fosfolipid, kolesterol dan sebagai pelarut pada proses penyerapan vitamin
A, D, E dan K. Selain itu, berfungsi untuk membantu proses metabolisme,

3
4

osmoregulassi dan menjaga keseimbangan daya apung ikan dalam air serta untuk
memelihara bentuk dan fungsi jaringan.
Nilai gizi lemak dipengaruhi oleh kandungan asam lemak esensialnya yaitu
asam-asam lemak tak jenuh atau PUFA (Poly Unsaturated Fatty Acid) antara lain
asam oleat, asam linoleat dan asam linolenat. Asam lemak esensial ini banyak
terdapat di tepung kepala udang, cumi-cumi. Kandungan lemak sangat dipengaruhi
oleh faktor ukuran ikan, kondisi lingkungan dan adanya sumber tenaga lain.
Kebutuhan ikan akan lemak bervariasi antara 4 – 18%.
c. Karbohidrat
Karbohidrat dalam bentuk yang sederhana pada umumnya lebih mudah larut
dalam air daripada lemak atau protein dan terdiri dari unsur C, H dan O dalam
perbandingan yang berbeda-beda. Selain berperan dalam komponen sumber energi,
juga berperan dalam menghemat penggunaan protein sebagai sumber energi.
Karbohidrat atau hidrat arang atau zat pati, berasal dari bahan baku nabati. Kadar
karbohidrat dalam pakan ikan, dapat berkisar antara 10 –50%. Kemampuan ikan
untuk memanfaatkan karbohidrat ini tergantung pada kemampuannya untuk
menghasilkan enzim pemecah karbohidrat (amilase). Ikan karnivora biasanya
membutuhkan karbohidrat sekitar 12%, sedangkan untuk omnivora kadar
karbohidratnya dapat mencapai 50%.
d. Vitamin
Vitamin berfungsi sebagai agar kebutuhan vitamin dalam tubuh ikan
terpenuhi. supaya ikan tetap sehat, suplai vitamin harus kontinyu, tapi kebutuhan
akan vitamin dipengaruhi oleh ukuran ikan, umur, kondisi lingkungan dan suhu air.
e. Mineral
Mineral adalah bahan an-organik yang dibutuhkan oleh ikan untuk
pembentukan jaringan tubuh, proses metabolisma dan mempertahankan
keseimbangan osmotis. Mineral yang penting untuk pembentukan tulang, gigi dan
sisik adalah kalsium, fosfor, fluorine, magnesium, besi, tembaga, kobalt, natrium,
kalium, klor, boron, alumunium, seng, arsen. Makanan alami biasanya telah cukup
mengandung mineral, bahkan beberapa dapat diserap langsung dari dalam air.
Namun pada umumnya, mineral-mineral itu didapatkan dari makanan. Oleh karena
5

itu, beberapa macam mineral yang penting perlu kita tambahkan pada proses
pembuatan pakan.
f. Serat Kasar
Serat kasar mengandung senyawa selulosa dan lignin. Serat kasar disini
merupakan senyawa yang tidak dapat dicerna dalam organ pencernaan. Kandungan
serat kasar yang tinggi akan mempengaruhi daya cerna dan penyerapan dalam alat
pencernaan ikan. Selain itu, kandungan serat kasar yang tinggi akan menyebabkan
meningkatnya sisa metabolisme dan akan mempercepat penurunan kualitas air serta
menurunkan kualitas pakan ikan.
g. Mikronutrien
Mikronutrien berfungsi sebagai antioksidan, perekat dan pelezat. Sebagai
antioksidan atau zat antitengik dapat ditambahkan fenol, vitamin E, vitamin C,
etoksikuin, BHT, BHA dan lain-lain dengan penggunaan 150 – 200 ppm.

2.1.2 Kelebihan dan Kekurangan Pakan Bentuk Larutan Emulsi


Adapun kelebihan dari pakan berbentuk larutan emulsi adalah sebagai
berikut :
a. Pembuatannya tergolong sangat mudah dan sederhana.
b. Lebih ekonomis karena bahan mudah ditemukan dan harganya terjangkau.
c. Segar saat diberikan ke larva karena pakan yang telah selesai dibuat
langsung dihabiskan sehingga mengurangi kontaminasi dari luar.
Adapun kekurangan dari pakan berbentuk larutan emulsi adalah sebagai
berikut:
a. Daya tahan sangat rendah. Pakan bentuk emulsi termasuk kedalam jenis
pakan basah. Jenis pakan basah harus dihabiskan dalam satu kali pemberian
atau aplikasi karena pakan jenis ini mudah rusak jenis kandungannya.
Namun apabila memang harus disimpan, sebaiknya disimpan dalam
ruangan pendingin (lemari es), itu pun tidak bisa terlalu lama, hanya 2 - 3
hari. Jika terlalu lama disimpan, kualitas pakan turun dan tidak bagus untuk
dikonsumsi.
6

b. Tidak praktis dikarenakan pembuatannya harus dilakukan hanya jika ingin


memberi pakan dan tidak dapat membuat dalam jumlah banyak sekaligus

2.2 Pembuatan Pakan Bentuk Roti Kukus


2.2.1 Kandungan Nutrisi dari Pakan Bentuk Roti Kukus
a. Tepung Ikan
Penggunaan tepung ikan pada ransum merupakan sebagai sumber protein
yang mensuplai asam amino esensial terutama lysine dan methionine. Tepung ikan
yang baik adalah berasal dari ikan-ikan yang berlemak rendah, disamping itu faktor
pengeringan yang tidak tepat akan menyebabkan menurunya kulitas asam amino
yang dihasilkan. Beberapa jenis ikan yang dapat dipakai sebagai bahan tepung ikan
antara lain ikan sero, ikan Petek, ikan lemuru dan lain-lain.
Tepung Ikan mengandung energi sebesar 316 kilokalori, protein 60,1 gram,
karbohidrat 22,4 gram, lemak 6,5 gram, kalsium 3196 miligram, fosfor 1976
miligram, dan zat besi 16,6 miligram. Selain itu di dalam Tepung Ikan juga
terkandung vitamin A sebanyak 1083 IU, vitamin B1 0 miligram dan vitamin C 0
miligram. Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram
Tepung Ikan, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100%.
b. Telur Ayam
Telur ayam sering digunakan sebagai bahan baku pembutan makanan
burayak ikan. Biasanya digunakan dalam bentuk segar setelah direbus/dimasak.
Bagian telur yang dimafaatkan adalah bagian kuning telurnya kemudian dihaluskan
untuk dibuat suspensi atau emulsi. Adakalanya telur yang masih segar dicopyok
dan dicampurkan pada ikan.
Kandungan gizi telur sebagai berikut.
 Protein 12,8 %
 Lemak 11,5 %
 Karbohidrat 0,7 %
 Air 74 %
7

c. Tepung Terigu
Tepung terigu merupakan tepung yang berasal dari bahan dasar gandum
yang diperoleh dengan cara penggilingan gandum yang banyak digunakan dalam
industri pangan. Komponen yang terbanyak dari tepung terigu adalah pati, sekitar
70% yang terdiri dari amilosa dan amilopektin. Besarnya kandungan amilosa dalam
pati ialah sekitar 20% dengan suhu gelatinisasi 56 - 62 (Belitz and Grosch 1987).
Tepung terigu dapat dilihat pada Gambar 9.
Tepung terigu yang mempunyai kadar protein tinggi akan memerlukan air
lebih banyak agar gluten yang terbentuk dapat menyimpan gas sebanyak-
banyaknya. Umumnya, dalam pembuatan roti digunakan tepung terigu protein
tinggi untuk mendapatkan volume yang besar, tetapi ada kemungkinan roti menjadi
alot. Oleh karena itu, dalam pembuatan roti perlu penambahan bahan-bahan lain
yang berfungsi untuk mengempukkan roti seperti gula, margarin atau mentega, dan
kuning telur dengan komposisi tertentu. Pencampuran tepung terigu protein tinggi
dengan tepung terigu protein sedang juga dapat dilakukan, tujuannya agar kadar
protein terigu turun sehingga roti yang dihasilkan sesuai dengan keinginan, seperti
tekstur lebih lembut (Mudjajanto & Yuliati 2004).
d. Tepung Tapioka
Tepung tapioka adalah salah satu hasil olahan dari ubi kayu. Tepung tapioka
umumnya berbentuk butiran pati yang banyak terdapat dalam sel umbi singkong
(Razif 2006, Astawan 2009). Tepung sagu adalah tepung yang berasal dari teras
batang pohon sagu. Tepung sagu biasa digunakan sebagai salah satu bahan baku
kue atau penganan lainnya. Pembuatan kue, sagu biasanya digunakan sebagai bahan
pengental karena tepung ini bersifat lengket. Tepung tapioka dapat dilihat pada
Gambar 10.
Tepung sagu kaya dengan karbohidrat (pati) namun sangat miskin gizi
lainnya. Ini terjadi akibat kandungan tinggi pati di dalam teras batang maupun
proses pemanenannya.

e. Tepung Susu
Tepung susu berasal dari susu segar yang dikeringkan. Ada dua macam
tepung susu, yaitu tepung susu whole dan tepung susu skim. Tepung susu whole
8

adalah susu segar yang semua airnya diuapkan sehingga tinggal tepung saja, kadar
airnya tinggal 2%. Sedangkan tepung susu skim adalah hasil dari susu segar yang
kadar lemaknya telah dikurangi tinggal 0,1% dan airnya diuapkan hingga tinggal
3% (Girisonta 1995).
Tepung Susu mengandung energi sebesar 509 kilokalori, protein 24,6 gram,
karbohidrat 36,2 gram, lemak 30 gram, kalsium 904 miligram, fosfor 694 miligram,
dan zat besi 1 miligram. Selain itu di dalam Tepung Susu juga terkandung vitamin
A sebanyak 1570 IU, vitamin B1 0,29 miligram dan vitamin C 6 miligram. Hasil
tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Tepung Susu, dengan
jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %

2.2.2 Kelebihan dan Kekurangan Pakan Bentuk Roti Kukus


Kelebihan pakan bentuk roti kukus yaitu tingkat daya simpan pada roti
kukus lebih lama dari pakan emulsi, karena pakan tersebut berbuat dalam keadaan
lembap karena tingkat kadar air yang masuh cukup tinggi dikarenakan pakan
tersebut dimatangkan dengan cara di kukus. Komposisi pakan roti kukus tergolong
lengkap dimana pakan roti kukus dilengkapi dengan Protein, Karbohidrat, dan
Vitamin. Kadar protein pada pakan roti kukus tergolong tinggi, karena pada
komposisi roti kukus itu mengandung protein dimana terdapat tepung ikan, tepung
susu, dan juga telur.
Sedangkan kekurangan pakan bentuk roti kukus yaitu penggunaan pakan
roti kukus terhadap larva tidak efesien karena, sebelum digunakan atau diberikan
pada larva ikan atau benih ikan, pakan bentuk roti kukus harus disuspensi terlebih
dahulu menggunakan saringan atau kain halus yang mesh size saringan disesuaikan
dengan ukuran larva / burayak / benih ikan yang diberi pakan tersebut. Proses
pembuatan suspensi yaitu dengan gumpalan-gumpalan kecil roti kukus tersebut
diencerkan pada saringan dan kain halus tersebut diatas permukaan air wadah ikan
berada. Proses pembuatan suspensi ini karena larva ikan memiliki ukuran bukaan
mulut yang kecil, sehingga pemberian pakan untuk larva atau burayak ini
disesuaikan dengan ukuran bukaan mulut. Kelemahan pakan jenis ini adalah sering
mengendap di dasar kolam sehingga tidak termakan. Untuk mencegah hal tersebut
9

dan untuk meningkatkan konsumsi pakan, campuran bahan baku harus diayak
terlebih dahulu agar mempunyai bentuk yang seragam dan tercampur merata.
Selanjutnya, campuran disemprot dengan minyak, cairan ikan yang kental, atau
jaringan ikan yang telah dihaluskan sehingga dapat memantulkan cahaya, menolak
air, dan merangsang partikel halus untuk bergabung membentuk partikel yang lebih
besar (Afrianto dan Liviawaty 2005)

2.3 Pembuatan Pakan Bentuk Cake


2.3.1 Kandungan Nutrisi dari Pakan Bentuk Cake
Dalam pembuatan pakan, kandungan nutrisi dari bahan-bahan harus
diketahui. Kandungan gizi dari pakan dapat diketahui dengan cara pengujian di
laboratorium, tetapi cara yang paling mudah adalah dengan mengetahui kandungan
nutrisi dari bahan pakan yang tertera pada bahan pakan tersebut. Selain memiliki
kandungan nutrisi, pakan juga harus memperhatikan kualitas bahan yang digunakan.
Bahan pakan yang baik memiliki kriteria mudah didapat, harga yang murah, tidak
ada persaingan dengan manusia, dan tidak bersifat racun (Mudjiman, 2004). Bahan
pakan yang digunakan juga harus memperhatikan nilai ekonomis agar tidak
menyebabkan kerugian.
Pada pakan bentuk cake yang dibuat pada praktikum kali ini, sumber
proteinnya berasal dari protein hewani dan nabati. Protein hewani yang diperoleh
berasal dari telur dan tepung susu, sedangkan protein nabati diperoleh dari tepung
terigu. Pengujian kandungan nutrisi pada pakan perlu dilakukan dengan uji
proksimat, namun pada aplikasi di lapangan dapat diperkirakan kandungan nutrisi
melalui nilai gizi yang tertera pada kemasan bahan.
Bagian telur ayam yang diambil yaitu bagian kuning telurnya. Biasanya
telur ayam digunakan setelah direbus. Tepung susu yang digunakan pada umumnya
yaitu tepung susu yang tak berlemak. Sedangkan tepung terigu yang digunakan
yaitu tepung terigu yang umum diperoleh di pasaran. Tepung terigu selain menjadi
sumber karbohidrat dapat digunakan pula sebagai binder pada bahan pakan.
10

Kandungan gizi dari pakan berbentuk cake berdasarkan bahan-bahan yang


digunakan disajikan pada tabel 1 dibawah ini.
Tabel 1. Kandungan Nutrisi dari Bahan Pembuatan Pakan Berbentuk Cake
Bahan Kandungan Kandungan Kandungan Kandungan
Protein Lemak Karbohidrat Air
Telur ayam 12,8 % 11,5 % 0,7% 74%
Tepung susu 35,6 % 1% 52 % 3,5 %
Tepung terigu 8,9 % 1,3 % 77,3 % 13,25 %

2.3.2 Kelebihan dan Kekurangan Pakan Berbentuk Cake


Pakan berbentuk cake memiliki kelebihan antara lain :
 Pembuatan yang relatif mudah
 Dapat digunakan pada ikan yang masih dalam stadia larva
 Kandungan nutrisi yang lengkap
 Dapat disimpan dalam lemari es untuk digunakan kembali
Sedangkan kekurangan dari pakan berbentuk cake antara lain :
 Mudah mengalami ketengikan
 Ukuran tidak seragam
BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1 Tempat dan Waktu


Kegiatan pembuatan pakan bentu larutan emulsi, roti kukus dan cake dilaksanakan
pada tanggal 23 April 2018 di Rumah Pakan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Universitas Padjadjaran, Ciparanje.

3.2 Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum pembuatan pakan bentuk
larutan emulsi, roti kukus dan cake adalah sebagai berikut:
3.2.1 Pembuatan Pakan Bentuk Larutan Emulsi
Tabel 2. Alat dan bahan yang digunakan pembuatan pakan bentuk larutan emulsi
Alat dan Bahan Fungsi
Untuk mematangkan campuran dari adonan yang
Panci
telah dihomogenkan
Kompor Sebagai media pemanas
Timbangan Untuk mengukur bobot bahan baku
Gelas ukur plastik Untuk mengukur cairan yang diperlukan
Baskom Untuk wadah mencampurkan adonan
Spatula Untuk alat pengaduk adonan
Telur Sebagai sumber protein hewani
Tepung kedelai Sebagai sumber protein nabati
Tepung sagu Sebagai perekat/binder
Vitamin Sebagai sumber vitamin dan mineral

3.2.2 Pembuatan Pakan Bentuk Roti Kukus


Tabel 3. Alat dan bahan yang digunakan pembuatan pakan bentuk roti kukus
Alat dan Bahan Fungsi
Sebagai alat pengukus adonan dalam wadah
Panci kukusan
cetakan
Kompor Sebagai media pemanas

11
12

Timbangan Untuk mengukur bobot bahan baku


Gelas ukur plastik Untuk mengukur cairan yang diperlukan
Baskom Untuk wadah mencampurkan adonan
Spatula Untuk alat pengaduk adonan
Saringan halus Untuk menutup adonan saat dikukus
Wadah cetakan Untuk mencetak adonan
Lemari es Untuk menyimpan pakan yang telah dibuat
Telur Sebagai sumber protein hewani dan binder
Tepung ikan Sebagai sumber protein nabati
Tepung susu Sebagai sumber protein hewani
Vitamin Sebagai sumber vitamin dan mineral

3.2.3 Pembuatan Pakan Bentuk Cake


Tabel 4. Alat dan bahan yang digunakan pembuatan pakan bentuk cake
Alat dan Bahan Fungsi
Sebagai alat pengukus adonan dalam wadah
Panci kukusan
cetakan
Kompor Sebagai media pemanas
Timbangan Untuk mengukur bobot bahan baku
Gelas ukur plastik Untuk mengukur cairan yang diperlukan
Baskom Untuk wadah mencampurkan adonan
Spatula Untuk alat pengaduk adonan
Saringan halus Untuk menutup adonan saat dikukus
Wadah cetakan Untuk mencetak adonan
Mixer Untuk membuihkan putih telur
Lemari es Untuk menyimpan pakan yang telah dibuat
Telur (putihnya) Sebagai sumber protein hewani dan binder
Tepung terigu Sebagai sumber karbohidrat
Tepung susu Sebagai sumber protein hewani
13

3.3 Prosedur Kerja


Prosedur kerja yang dilakukan dalam praktikum pembuatan pakan bentuk
larutan emulsi, roti kukus dan cake adalah sebagai berikut:
3.3.1 Pembuatan Pakan Bentuk Larutan Emulsi
1. Direbus satu butir telur sampai masak, kemudian diambil kuningnya dan
dilarutkan dalam 200 ml air.
2. Sambil Diaduk, ditambahkan tepung kedelai halus, sagu dan vitamin
3. Dipanaskan larutan sambal tetap diaduk, sampai diperoleh cairan kental
seperti lem encer. Larutan siap digunakan setelah dingin
4. Masa simpan larutan 10 jam dan digunakan untuk makanan burayak ikan
yang berumur 3-20 hari.

3.3.2 Pembuatan Pakan Bentuk Roti Kukus


1. Dikocok telur sampai lumat dan berbuih. Ditambahkan secara berangsur-
angsur tepung ikan, tepung terigu dan tepung susu, sambi terus diaduk dan
diberi air sedikit demi sedikit.
2. Dikukus adonan sampai masak selama 30 menit. Roti yang sudah masak
didinginkan.
3. Dibentuk menjadi gumpalan roti kukus yang telah dingin
4. Masa simpan larutan 10 jam dan digunakan untuk makanan burayak ikan
yang berumur 3-20 hari.

3.3.3 Pembuatan Pakan Bentuk Cake


1. Dipisahkan antara telur putih dan kuningnya, ambil kunignya saja
2. Dikocok kuning telur dengan menggunakan mixer sampai putih dan
mengembang
3. Dimasukkan berturut-turut tepung susu krim dan tepung terigu
4. Dicampur sampai merata sambil masukka air sedikit demi sedikit.
5. Dimasukkan adonan yang sudah homogen ke dalam wadah plastik
6. Dikukus sampai masak selama 1 jam
7. Didinginkan cake yang sudah jadi, kemudian larutkan dalam air
8. Disaring dan disimpan endapan dalam lemari es.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Pembuatan Pakan Bentuk Larutan Emulsi


4.1.1 Hasil
Hasil pengamatan karakteristik pakan bentuk larutan emulsi dapat dilihat
pada Tabel 5.

Tabel 5. Data Pengamatan Karakteristik Pakan Bentuk Larutan Emulsi


Pengamatan
Aroma Berbau dominan kuning telur dan kedelai
Tekstur Lembek dan kental, seperti bubur dan larutan tidak terlalu halus
Warna Berwarna kuning kecoklatan

4.1.2 Pembahasan
Pakan ikan bentuk larutan emulsi merupakan salah satu pakan buatan yang
dibuat dari campuran tepung dan air. Emulsi adalah campuran antara partikel-
partikel suatu zat cair (fase terdispersi) dengan zat cair lainnya (fase pendispersi).
Emulsi tersusun atas tiga komponen utama, yaitu: Fase terdispersi, fase pendispersi,
dan emulsifier (Anonim, 2009). Pakan buatan adalah pakan yang dibuat dengan
formulasi tertentu, biasanya didasarkan pada pertimbangan kebutuhan nutrien ikan,
kualitas bahan baku, dan nilai ekonomis (Utami 1987 dalam Hayati).
Hasil pengukusan diamati ciri fisik dari pakan, yaitu aroma, tekstur, dan
warna. Berdasarkan pengamatan, pakan emulsi memiliki aroma khas campuran
kuning telur dan tepung kedelai, memiliki teksturnya lembek dan kental, dan warna
kuning.
Komposisi pakan emulsi yang terdiri dari kuning telur ayam yang telah
direbus, tepung kedelai, tepung sagu dan vitamin mengandung berbagai nutrisi
yang dibutuhkan oleh larva ikan. Keberadaan tiga komponen ini dapat
mempengaruhi rasa, tekstur dan aroma pakan emulsi. Telur ayam yang direbus
terlebih dahulu untuk lebih memunculkan flavor dan aromanya, sehingga berfungsi
pula sebagai atraktan bagi larva ikan. Campuran antara tepung kedelai dan sagu

14
15

juga menciptakan aroma yang khas, dengan aroma kedelai lebih dominan walau
lembut (tak kuat). Pemasakan yang dilakukan pada campuran juga membuat
pengentalan pada larutan emulsi, yang juga merubah warna menjadi lebih kuning.
Telur ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yan memiliki gizi
tinggi dan mudah dicerna. Menurut Komala (2008) kandungan gizi telur terdiri dari:
air 73,7%, Protein 12,9 %, Lemak 11,2% dan Karbohidrat 0,9%. Telur sebagai
sumber protein mempunyai banyak keunggulan antara lain, kandungan asam amino
paling lengkap dibandingkan bahan makanan lain. Protein telur merupakan protein
yang bermutu tinggi dan mudah dicerna. Dalam telur, protein lebih banyak terdapat
pada kuning telur, yaitu sebanyak 16,5%, sedangkan pada putih telur sebanyak
10,9% (Sudaryani, 2003).
Penambahan tepung kedelai juga digunakan untuk menambah sumber
protein pakan ikan. Tepung kedelai memiliki kandungan protein dan komposisi
asam amino esensial yang lebih baik dibandingkan protein nabatu lain untuk
kebutuhan nutrisi ikan (Pongmaneerat dan Watanabe 1992). Menurut Furuichi
(1988), tepung kedelai sebagai sumber protein nabati memiliki ketersediaan asam
amino esensial yang cukup bagi kebutuhan ikan namun kekurangan lisin dan
metionin.
Dalam pakan berbentuk emulsi ditambahkan juga tepung sagu, tepung sagu
merupakan bahan tambahan dalam pembuatan pakan yang berfungsi sebagai bahan
perekat agar pakan mampunyai ketahanan tinggi dalam air dan tidak mudah hancur.
Terakhir adalah penambahan vitamin, vitamin sendiri adalah bahan
tambahan dalam pakan ikan. Vitamin biasanya digunakan sebagai pelengkap
komposisi nutrisi dalam pembuatan pakan sehingga keseimbangan nutrisi dalam
pakan terjaga.
Pakan emulsi yang dibuat ditujukan untuk larva ikan yang berumur 3 - 20
hari karena sesuai dengan bukaan mulut larva ikan. Pakan emulsi perlu diberikan
pada larva ikan karena cadangan makanan berupa kuning telur mulai habis. Jenis
pakan ini dipilih karena paling sesuai dengan bukaan mulut ikan, bergizi baik,
murah dan mudah dibuat, serta mudah dicerna.
16

Gambar 1. Pakan Bentuk Emulsi


Sumber : dokumentasi pribadi

4.2 Pembuatan Pakan Bentuk Roti Kukus


4.2.1 Hasil
Hasil pengamatan karakteristik pakan bentuk larutan emulsi dapat dilihat
pada Tabel 6.

Tabel 6. Data Pengamatan Karakteristik Pakan Bentuk Roti Kukus


Pengamatan
Aroma Berbau dominan tepung ikan
Tekstur Padat, lembut, sedikit agak kenyal
Warna Berwarna coklat

4.2.2 Pembahasan
Pakan ikan berbentuk roti kukus merupakan pakan yang digunakan untuk
benih ikan saat pendederan. Pakan ini dibuat dengan cara mencampur adonan
berupa telur ayam, tepung ikan, tepung terigu, tepung susu dan air. Faktor-faktor
yang mempengaruhi kualitas roti kukus yaitu kualitas bahan, proses pencampuran
adonan, dan proses pengukusan kualitas bahan yang dilihat yaitu tingkat kesegaran
bahan yang digunakan.
Berdasarkan data karakteristik pakan pada Tabel 9, diketahui bahwa pakan
bentuk roti kukus menghasilkan pakan dengan tekstur yang kenyal dan memiliki
permukaan yang halus atau lembut, beraroma khas tepung ikan dan berwarna coklat
tua. Karakteristik tersebut dipengaruhi oleh komposisi bahan yang digunakan,
dimana bahan yang digunakan terdiri dari berbagai jenis tepung dan telur, sehingga
tekstur adonannya akan halus.
17

Pakan ikan berbentuk roti kukus memiliki kelebihan dan kekurangan.


Kelebihannya yaitu memiliki daya simpan yang lebih lama dibandingkan dengan
pakan ikan berbentuk emulsi. Pakan berbentuk roti kukus ini mampu bertahan
selama 3 hari apabila disimpan dalam lemari pendingin. Selain itu kelebihan pakan
ini yaitu mudah dicerna oleh ikan, hal ini disebabkan karena pakan ini telah
melewati proses pengukusan sehingga komponen-komponen penyusunya menjadi
matang dan terurai menjadi bentuk yang lebih sederhana, sehingga saat dimakan
oleh ikan akan mudah untuk dicerna. Pakan ikan berbentuk roti kukus memiliki
kekurangan dalam hal pemberian pada ikan. Sebelum diberikan pada ikan pakan
ini harus dilarutkan dalam air terlebih dahulu dan dimasukan kedalam saringan. Hal
ini merupakan kelemahan dari pakan roti kukus karena penggunaanya harus dibut
suspensi terlebih dahulu.

Gambar 1. Pakan Bentuk Roti Kukus


Sumber : dokumentasi pribadi

4.3 Pembuatan Pakan Bentuk Cake


4.3.1 Hasil
Hasil pengamatan karakteristik pakan bentuk larutan emulsi dapat dilihat
pada Tabel 7.

Tabel 7. Data Pengamatan Karakteristik Pakan Bentuk Cake


Pengamatan
Aroma Berbau dominan tepung susu
Tekstur Padat dan kompak, empuk
Warna Berwarna kuning
18

4.3.2 Pembahasan
Fungsi pakan yaitu sebagai kelangsungan hidup ikan, menstimulasi
pertumbuhan ikan, daya tahan tubuh ikan, bahkan merangsang perkembangan
gonad dari ikan tersebut. Pakan buatan harus memiliki syarat-syarat dan
karakteristik sebagai berikut :
- Bentuk butiran bahan baku harus halus agar memudahkan dalam pengadonan
dan pencetakan..

- Daya melayang dalam air.

- Mempunyai daya tarik terhadap ikan agar dapat memancing nafsu makan ikan.

- Bentuk pakan buatan harus disesuaikan dengan kebiasaan makan dan umur ikan
yang dipelihara.

Berdasarkan pembuatan pakan berbentuk cake yang dilakukan oleh


kelompok 5, hasil yang diperoleh yaitu aroma khas kue, tekstur yang lembut dan
warna kekuningan. Pakan beraroma khas kue karena bahan-bahan yang digunakan
merupakan bahan-bahan dasar yang digunakan untuk membuat kue yang umum
dikonsumsi oleh manusia. Warna kuning berasal dari adonan kuning telur dan
tekstur yang lembut disebabkan oleh pengukusan. Pakan bentuk cake pada
umumnya digunakan untuk ikan yang masih berada dalam tahap larva.
Kandungan gizi dari pakan berbentuk cake berasal dari telur, tepung susu
dan tepung terigu. Kandungan nutrisi dari pakan berbentuk cake terdiri dari protein,
karbohidrat, air dan lemak. Pakan juga dapat ditambahkan kandungan vitamin dan
antibiotik sesuai dosis bila diperlukan.

Gambar 1. Pakan Bentuk Cake


Sumber : dokumentasi pribadi
19

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Pakan buatan merupakan pakan yang sengaja dibuat oleh manusia sebagai
pengganti atau pelengkap pakan alami. Pembuatan pakan harus memperhatikan
kandungan nutrisi, kondisi ikan yang akan diberikan, dan nilai ekonomisnya.
Pertimbangan yang harus dipertimbangkan dalam menggunakan bahan pakan yaitu
mudah didapat, harga yang murah, tidak bersaing dengan manusia dan tidak bersifat
racun.
Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan oleh maka dapat disimpulkan
bahwa ketiga bentuk pakan yang dibuat memiliki kelebihan masing-masing.
1. Pakan bentuk larutan emulsi memiliki karakteristik warna kuning kecoklatan,
tekstur lembut seperti bubur.
2. Pakan bentuk roti kukus memiliki karakteristik warna coklat tua dengan aroma
amis khas tepung ikan dan telur. Tekstur pakan yang dihasilkan kenyal dan padat.
3. Pakan bentuk cake memiliki karakteristik warna kuning dengan aroma khas kue
dan amis dari telur. Tekstur pakan yang dihasilkan empuk, lembut seperti kue.

5.2 Saran
Pada praktikum pembuatan emulsi seharusnya setiap kelompok melakukan
perlakuan agar tiap-tiap praktikan mengetahui cara pembuatan pakan bentuk emulsi.
Selain itu setiap sebelum praktikum dimulai diharapkan praktikan membaca
terlebih dahulu materi-materi mengenai pembuatan pakan bentuk larutan emulsi,
roti kukus dan cake sehingga pada saat praktikum sudah mengerti mengenai
prosedur-prosedur yang harus dilakukan.
DAFTAR PUSTAKA

Agustono, Ir. 2010. Modul Pelatihan Teknik Pembuatan Pakan Ikan. Universitas
Airlangga

Anonim, 2013. Produksi Pakan Buatan. Direktorat Pembinaan Sekolah


Menengah Kejuruan

Aslamsyah, Siti. 2010. Jenis-Jenis Pakan Buatan

Departemen FMIP Universitas Sumatera. Tinjauan Pustaka.


http://repository.usu.ac.id/ diunduh pada tanggal 01 Juni 2015 pukul 17:00
WIB

Direktorat Produksi, Dirjen Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan


Perikanan 2009

Effendi, I. M. 1997. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusantara. Bogor

Gustiano, R., dan Otong Z.A. 2010. Menjaring Laba dari Budidaya Ikan Nila
BEST. Penerbit IPB Press: Bogor. Halaman 1-3

Ilmu Tani Ternak. 2012. Berbagai Komposisi pakan Alternatif. http://ilmu-


taniternak.blogspot.com/ diunduh pada tanggal 01 Juni 2015 pukul 16:00
WIB

Kawahara, Tatsuya, Lee Akinobu, dan Shuji Doshita. 2000 . An Efficient Two-Pass
Search Algorithm Using Word Trells Index, In Proccedings of ICSLP, pp.
1831-1834.

Lim, C. E., and C. D. Webster. 2006. Nutrient Requirement. Pp 469-501. In: C. E.


Lim and C. D. Webster, editors. Tilapia: Biology, culture and nutrion. The
Haworth Press, Inc., Binghamton, New York.

Mufidah, N. Budiatin, B. S. Rahardja dan W. H. Satyatini. 2009. Pengkayaan


Daphnia sp. dengan Viterna terhadap Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan
Larva Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus). Jurnal Ilmiah Perikanan dan
Kelautan, 1(1):59 –65.

Neptunus, Irwan Setyadi. 2007. Produksi Masal Larva Ikan Kerapu Pasir
(Epinephelus Corallicola) dengan Ukuran Bak Berbeda Vol. 14, No. 1 : 42 –
47

Tim Asisten Nutrisi Ikan. 2018. Petunjuk Praktikum Nutrisi Ikan Pertemuan 1-4.
Universitas Padjadjaran

20
LAMPIRAN

21
22

Lampiran 1. Alat dan Bahan Praktikum

Spatula Wadah plastik

Baskom Mixer

Cukil Toples

Timbangan Sendok
23

Kompor Panci pengukusan

Telur ayam Tepung susu

Tepung ikan dan tepung terigu


24

Lampiran 2. Dokumentasi Kegiatan Praktikum

Penimbangan bahan Pencampuran tepung

Mengembangkan kuning telur Pencampuran bahan

Adonan siap cetak Pencetakan adonan

Pengukusan Pemanasan larutan


25

Hasil pembuatan pakan Hasil pembuatan pakan


bentuk larutan emulsi bentuk roti kukus

Hasil pembuatan pakan


Bentuk cake
26

Lampiran 3. Prosedur Kerja

Pembuatan Pakan Bentuk Larutan Emulsi

Direbus 1 telur sampai masak, diambil kuningnya dan dilarutkan dalam 200 ml air

Diaduk dan ditambahkan tepung kedelai halus, sagu dan vitamin

Dipanaskan larutan sambil tetap diaduk sampai memperoleh cairan kental seperti
lem yang encer

Didinginkan larutan

Disimpan selama 10 jam dan siap digunakan

Pembuatan Pakan Bentuk Roti Kukus

Dikocok telur sampai lumat dan berbuih

Ditambahkan tepung ikan dan tepung terigu secara berkala sambil terus di aduk
dan diberi air sedikit demi sedikit

Dimasukan kedalam cetakan

Dikukus selama 30 menit dan dinginkan


27

Pembuatan Pakan Bentuk Cake

Dipisahkan telur antara kuning dan putihnya, hanya diambil kuning telurnya
saja

Dikocok kuning telur menggunakan mixer sampai putih dan mengembang

Dimasukan berturut-turut tepung susu dan tepung terigu

Dicampur sampai merata sambil dimasukan sedikit demi sedikit

Dimasukan adonan yang sudah homogen kedalam wadah cetakan

Dikukus sampai masak selama 1 jam.

Didinginkan cake yang sudah jadi lalu larutkan dalam air


Disaring dan disimpan endapan dalam lemari es.

Disaring dan disimpan endapan dalam lemari es.