Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH TRANSIENT VOLTAGE SURGE SUPPRESSOR (TVSS)

OLEH KELOMPOK 6
RAHMAD MULYADI 1410951014
IBNUM RICHAFLOR 1510951024
REVI FERNANDO 1510952056
RUDIAT HARRI SUKMA 1510952026

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Shalawat serta salam selalu
tecurahkan kepada nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, para sahabatnya serta kami
selaku umatnya. Semoga kita mampu meneladani beliau sebagai manusia yang berguna.
Adapun tujuan penyusunan makalah ini yaitu untuk memenuhi salah satu
tugas kelompok dari mata kuliah “Proteksi Tegangan Lebih” dengan judul “Transient Voltage
Surge Suppressor”. Semoga dengan diberikannya tugas ini kami dapat meningkatkan
pemahaman dan dapat meningkatkan kualitas belajar kami.
Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam
pembuatan makalah ini
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik
dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami
menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.

23 Oktober 2018

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Proteksi tegangan listrik sangat penting dalam proses penyaluran daya dari satu tempat ke
tempat yang lain. Ini dikarenakan prinsip dalam tegangan listrik yang baik salah satunya adalah
aman selain andal dan ekonomis. Proteksi tenaga listrik merupakan bagian yang menjamin bahwa
dalam transmisi tenaga lisrik dapat dikatakan aman. Dapat dikatakan aman karena dalam tegangan
listrik akan diberikan suatu alat yang berfungsi untuk mengamankan transmisi dari gangguan
bahkan mengamankan manusia dari bahaya yang ditimbulkan oleh pemindahan daya listrik dari
suatu tempat ke tempat yang lain. Salah satu alat yang digunakan untuk memproteksi tegangan
tersebut adalah TVSS.
TVSS adalah perangkat yang bertindak sebagai pemutus tegangan apabila terjadi kasus
lonjakan sesaat atau lonjakan tenaga listrik pada saluran AC, TVSS memiliki dua jenis yakni;
crowbar devices dan clamping devices. TVSS merupakan salah satu alat proteksi yang paling
banyak dipakai saat sekarang ini.
Dengan memiliki alat proteksi, maka transmisi tidak akan rusak ketika ada sebuah gangguan
yang bersifat sementara. Jika proteksi tegangan listrik baik, maka nilai ekonomis dapat diperoleh
karena jika dalam suatu transmisi terjadi gangguan, maka kerusakan peralatan tidak dapat
menyebar keperalatan yang lain dikarenakan ada sebuah alat proteksi. Nilai ekonomis dan aman
dapat dipadukan menjadi nilai andal. Andal yang dimaksud disini adalah tidak membahayakan
manusia yang berada disekitar tegangan listrik sehingga manusia yang berada disekitar transmisi
ini tidak mengalami gangguan kesehatan maupun gangguan material.
Pembuatan makalah ini bertujuan untuk membahas Transient Voltage Surge Suppressor.
Selain untuk memenuhi tugas mata kuliah Proteksi Tegangan Lebih.

2. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang dibahas pada makalah ini, yaitu :
1. Apa itu TVSS ?
2. Apa saja Material / komponen penyusun TVSS ?
3. Bagaimana prinsip kerja TVSS ?
4. Apa saja karakteristik kerja proteksi TVSS ?
3. Tujuan
1. Untuk mengetahui apa itu TVSS ?
2. Untuk mengetahui apa saja material / komponen penyusun TVSS
3. Untuk mengetahui bagaimana prinsip kerja TVSS
4. Untuk mengetahui apa saja karakteristik kerja proteksi TVSS
BAB II
PEMBAHASAN

1. Pendahuluan

Transien merupakan suatu gejala peralihan, yakni perubahan nilai tegangan atau arus maupun
keduanya yang terjadi dalam waktu sesaat (dalam orde mikrodetik) dari keadaan tunak (steady
state).Umumnya Transien disebut sebagai lonjakan. Penyebab Transien terbagi dua, yaitu :
1. Transients berasal dari pengaruh luar
2. Transients berasal dari pengaruh dalam
Transien yang berasal dari pengaruh luar umumnya memiliki lonjakan yang sangat tinggi,
yaitu berkisar (10kA – lebih dai 200kA) serta memiliki dampak kerusakan yang instant. Contoh
dari Transien berasal dari luar yakni : Petir, Berbeda dengan transient yang berasal dari dalam,
yaitu memiliki lonjakan yang relative kecil, sering terjadi beberapa kali, memiliki dampak
kerusakan yang kecil dari waktu ke waktu. Contoh transien yang berasal dari dalam yakni : Beban
Induksi, Kompressor, Elevator.
Transien memiliki beberapa jenis, yaitu :
1. Transien Impulsif (Impulsive Transient)
2. Transien Osilasi (Oscillatory Transient)
Transien Impulsif adalah sutu respon lonjakan sesaat karakteristik arus atau tegangan tanpa
mengubah frekuensi dari kondisi tunaknya dengan bentuk gelombang yang memiliki polaritas
searah. Sedangkan Transien Osilasi (Oscillatory Transient) adalah sutu respon lonjakan sesaat
karakteristik arus atau tegangan tanpa mengubah frekuensi dari kondisi tunaknya dengan bentuk
gelombang yang memiliki polaritas bolak-balik. Dikelompokkan menjadi: frekuensi tinggi;
frekuensi rendah; frekuensi menengah.
TVSS merupakan suatu alat proteksi yang bekerja ketika terjadi lonjakan secara tiba-tiba pada
saluran AC. Pada saat sekarang, masyarakat umumnya menganggap TVSS sebagai alat untuk
penyimpan energi, padahal tujuan utama dari TVSS merupakan memproteksi peralatan yang
sensitive terdahap lonjakan tegangan/arus. TVSS merupakan sebuah alat yang sensitive terhadap
tegangan, TVSS bekerja dengan membandingkan antara gelombang input dan output AC.
Umumnya pada TVSS digunakan diode Avalanche, ataupun polycrystalline varistors, akan
tetapi untuk selenium rectifiers sudah digunakan lagi karena kemajuan dari varistor. Material yang
digunakan antara lain :
Diode Avalanche adalah terbuat dari silicon tipe solid state, sedangkan untuk varistor biasanya
dibuat menggunakan material metal oxide, dan silicon karbida.

Gambar 1. Contoh Diagram TVSS


2. Cara kerja TVSS
Karena TVSS merupakan sebuah alat yang sensitive terhadap tegangan, ketika terjadi
perbedaan tegangan diantara sumber dengan rangkaian yang diproteksi, maka TVSS akan bekerja
dengan mengalihkan lonjakan tegangan menuju ground agar peralatan yang didalam rangkaian
proteksi akan aman untuk sementara waktu.
Beberapa model dari TVSS adalah :
1. Clamping Model TVSS
2. Crowbar Model TVSS
3. Hybrid Model TVSS

Gambar 3. Rangkaian Varistor


Gambar 2. Dioda Avalanche

1. Cara kerja Clamping TVSS adalah :


Ketika terjadi lonjakan tegangan keadaan rangkaian yang diproteksi masih belum terjadi
perubahan, namun ketika arus yang mengalami kenaikan mulai mengalir akibat adanya lonjakan
pada tegangan. Karena prinsip kerja dari clamping adalah “menjepit” tegangan ke level tertentu,
maka akan terjadi penurunan impedansi secara nonlinear karena akibat dari kenaikan arus yang
mengalir lebih besar dari kenaikan tegangan. Ketika impedansi menjadi sangat kecil, maka TVSS
akan bertindak menjadi short circuit yang akan mengalirkannya menuju ground. Kekurangan dari
TVSS model ini adalah TVSS Tipe Clamp tidak dapat menghandle arus yang sangat besar.
2. Cara kerja Crowbar TVSS adalah :
Cara kerja dari TVSS model crowbar adalah sederhana, yakni ketika terjadi lonjakan tegangan,
maka alat tersebut akan menurunkan impedansinya dari impedansi tinggi, menjadi impedansi
rendah (varistor) yang mana efek dari impedansi rendah ini akan mampu menjadi short circuit,
maka lonjakan tegangan tadi akan diarahkan menuju ground. Kekurangan dari tipe crowbar ini
adalah bekerja lebih lambat daripada tipe clamp terhadap respon dari lonjakan tegangan dan arus.

3. Cara kerja Hybrid TVSS adalah :


Cara kerja dari TVSS model hybrid adalah dengan menggabungkan tipe crowbar dengan
clamping, sehingga rangkaian yang diproteksi menjadi lebih aman, kekurangan dair tipe hybrid ini
adalah harganya yang lumayan mahal, dan pemasangan yang lebih kompleks dari pada tipe
crowbar dan clamping.
3. Karakteristik kerja TVSS
Karakteristik dari diode avalanche adalah dengan memberikan penyesuaian terhadap tekanan
lonjakan. Dimana dalam pembuatan TVSS diode avalanche, hal yang paling diutamakan adalah
besarnya daya puncak yang dapat ditahan oleh diode ini, dalam waktu/periode tertentu. Akan tetapi
yang menjadi perhatian adalah kapasitansi pada diode ini cukup besar. Kapasitansi ini menjadi
perhatian ketika terjad lonjakan dengan frekuensi tinggi yang dapat menimbulkan rugi-rugi.
Sehingga apabila ingin menggunakan diode ini sebagai TVSS adalah dengan menambahkan diode
kapasitansi kecil yang dipasang secara seri dengan diode avalanche.
Sedangkan untuk karakteristik kerja dari varistor adalah untuk menghasilkan efek nonlinear
pada tegangan dengan cara mengubah-ubah besar nya hambatan pada resistor sehingga terjadi
perubahan pada tegangan ketika mengalir dan kemudian akan menyebabkan shortcircuit yang
mengarahkanny langsung menuju ground.
BAB III
PENUTUP

1. Kesimpulan
Kesimpulan pada makalah ini adalah :
1. Transien merupakan suatu gejala peralihan, yakni perubahan nilai tegangan atau arus
maupun keduanya yang terjadi dalam waktu sesaat (dalam orde mikrodetik) dari keadaan
tunak (steady state).
2. TVSS adalah perangkat yang bertindak sebagai pemutus tegangan apabila terjadi kasus
lonjakan sesaat atau lonjakan tenaga listrik pada saluran AC
3. Umumnya pada TVSS digunakan diode Avalanche, ataupun polycrystalline varistors, akan
tetapi untuk selenium rectifiers sudah digunakan lagi karena kemajuan dari varistor
4. Model dari TVSS: Clamping Model TVSS; Crowbar Model TVSS; Hybrid Model TVSS
5. Karakteristik dari diode avalanche adalah dengan memberikan penyesuaian terhadap
tekanan lonjakan.
6. Sedangkan untuk karakteristik kerja dari varistor adalah untuk menghasilkan efek
nonlinear pada tegangan dengan cara mengubah-ubah besar nya hambatan pada resistor
DAFTAR PUSTAKA

Martzloff, F.D., Surge Suppressor and clamps. EMC EXPO 1986


Michaels, Kens. 1999. Demystifying The TVSS.
http://www.ecmweb.com/content/demystifying-tvss (11 Oktober 2017)
Presentasi dalam format PDF “TEGANGAN TRANSIEN” oleh Anonim