Anda di halaman 1dari 25

INFORMED CONSENT

No.Dokumen :
SOP No.Revisi :
Tanggal Terbit :

Puskesmas Sarmi Yohan z.Sosomar,SKM


NIP198403012003121002

1.Pengertian Persetujuan yang diberikan oleh pasien dan keluarga terdekat setelah
mendapatkan penjelasan secara lengkap mengenai tindakan medis yang akan
dilakukan terhadap pasien
2.Tujuan Sebagai acuan untuk memberikan informed consent agar mendapat tindakan
medis yang dilakukan kepada pasien
3.Kebijakan SK Kepala Puskesmas Sarmi………….. Tentang jenis-jenis pelayanan dipoli
gigi
4. Referensi Permenkes No.290 tahun 2008
Sofyan Dahlan , Hukum kesehatan penerbit UNDIP tahun 2000

5.Prosedur Alat dan Bahan


1. ATK
2. Lembar informed consent
1. Setelah diindikasi tentang tindakan yang akan dilakukan oleh Dokter
6.Langkah-langkah atau perawat yang dilimpahi wewenang pasien atau keluarga
menjelaskan mengenai :
a. Diagnosis dan tata cara tindakan medis
b. Tujuan tindakan medis
c. Alternative tindakan lain dan resikonya
d. Resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi
e. Prognosis terhadap tindakan yang akan dilakukan
f. Perkiraan biaya
2. Setelah pasien dan keluarga memahami tentang tindakan yang akan
dilakukan kemudian menandatangani surat persetujuan yang telah
tersedia sesuai dengan format
3. Yang berhak menandatangani persetujuan tindakan adalah:
a. Pasien itu sendiri yang usia lebih dari 18 tahun dan dalam
kondisi sadar penuh
b. Istri/suami
c. Orang tua /wali
d. Keluarga terdekat
USAHA KESEHATAN GIGI SEKOLAH
(UKGS)
No.Dokumen :
SOP No.Revisi :
Tanggal Terbit :
Puskesmas Sarmi Yohan z.Sosomar,SKM
NIP198403012003121002

1.Pengertian Usaha kesehatan gigi sekolah (UKGS) adalah upaya kesehatan yang ditujukan
untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan gigi dan mulut siswa-siswi
disekolah

2.Tujuan 1. Sebagai acuan petugas dalam melaksanakan upaya kesehatan untuk


melaksanakan dan meningkatkan kesehatan gigi dan mulut siswa-siswi
di sekolah
2. Sebagai acuan dalam meningkatkan pengetahuan,sikap dan tingkah
siswa-siswi dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut

3.Kebijakan SK Kepala Puskesmas Sarmi………….. Tentang jenis-jenis pelayanan dipoli


gigi
4. Referensi Direktorat Jendral Bina Upaya Kesehatan. Pedoman usaha kesehatan gigi
sekolah (UKGS).2012.Jakarta:Kementrian kesehatan RI

5.Prosedur 1. Alat :
a. Model gigi/phantom
b. Poster/ leaflet
c. Diagnostic set
d. Masker
e. Handscoon
f. Sikat gigi dan gelas kumur
g. Buku catatan dan alat tulis
2. Bahan :
a. Pasta gigi
b. Kapas
c. Alcohol
6.Langkah-langkah 1. Petugas melakukan koordinasi dengan sekolah yang akan dituju
2. Petugas mendata jumlah siswa-siswi atau murid yang akan dijadikan
sasaran program
3. Petugas melaporkan perencanaan kepada kepala puskesmas
4. Petugas mempersiapkan alat dan bahan untuk pelaksanaan kegiatan
dan buku kunjungan sekolah sebagai bukti pelaksanaan kegiatan
5. Petugas melakukan penjaringan kesehatan gigi dan mulut kepada
siswa-siswi disekolah
6. Petugas memberikan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut kepada
siswa-siswi disekolah
7. Petugas mendemonstrasikan cara menyikat gigi bersama disekolah
PEMBERSIHAN KARANG GIGI
(SCALING)
No.Dokumen:
SOP No.Revisi :
Tanggal Terbit :

Puskesmas Sarmi Yohan z.Sosomar,SKM


NIP198403012003121002

1.Pengertian Pembersihan karang gigi adalah proses pengeluaran kumpulan plak yang
menempel pada permukaan gigi

2.Tujuan 1. Sebagai acuan dalam meningkatkan mutu pelayanan gigi dan mulut
dipuskesmas khususnya dalam hal pembersihan karang gigi
2. Sebagai acuan untuk mencegah terjadinya penyakit periodontal
3. Sebagai acuan untuk meningkat pengetahuan pasien tentang
kesehatan gigi dan mulut

3.Kebijakan SK Kepala Puskesmas Sarmi………….. Tentang jenis-jenis pelayanan dipoli


gigi
4. Referensi Susilawati, I D A . Melok A. W. 2013. Instrumentasi Scaling dan Root Planing
(Skill Laboratory Manual). Jember : Bagian Periodonsia FKG Universitas
Jember
5.Prosedur Alat dan Bahan :
a. Alat tulis
b. Masker
c. handscoon
d. Diagnostic set
e. Nierbekken
f. Scaler ultrasonic
g. Kapas
h. Betadine
6.Langkah-langkah 1. Petugas menanyakan dan mencocokkan identitas pasien dengan
data yang ada pada kartu status
2. Petugas menanyakan dan mencatat keluhan utama pasien
3. Petugas menanyakan dan mencatat riwayat kesehatan pasien
4. Petugas mencuci tangan
5. Petugas memakai handscoon dan masker
6. Petugas menyiapkan alat-alat dan bahan dalam bak instrument steril
7. Petugas mempersilahkan pasien untuk duduk diatas dental unit
8. Petugas menginstruksikan pasien untuk berkumur-kumur kemudian
membuka mulut
9. Petugas memeriksa rongga mulut pasien secara keselurahan
10. Petugas mencatat hasil pemeriksaan dalam rekam medis
11. Petugas menjelaskan maksud tindakan kepada pasien
12. Petugas menjelaskan tentang Informed consent persetujuan
tindakan medis kepada pasien. Jika pasien setuju, pasien
diinstruksikan untuk menandatangani informed concent
13. Petugas melakukan desinfeksi pada gingival dengan kapas yang
telah diberi betadine
14. Petugas mulai membersihkan karang gigi subgingiva dan
subragingiva per regio dengan menggunakan scaler ultrasonic
15. Petugas menginstruksikan pasien untuk berkumur-kumur
16. Petugas melakukan desinfeksi dengan kapas yang telah diberi
betadine pada gingival
17. Petugas memberi instruksi cara menyikat gigi yang benar kepada
pasien dan cara menjaga kebersihan gigi dan mulut dari makanan
dan minuman yang dapat menimbulkan stain/plak serta karang gigi
18. Petugas memberi instruksi kepada pasien untuk menggosok gigi
minimal 2x sehari ( setelah sarapan pagi dan sebelum tidur ) kontrol
kedokter gigi minimal 6 bulan sekali
19. Petugas memberi resep obat kepada pasien jika diperlukan
20. Petugas menganjurkan kontrol kembali apabila ada keluhan
21. Petugas memberitahu kepada pasien bahwa tindakan sudah selesai
22. Petugas memperbolehkan pasien untuk pulang
PENCABUTAN GIGI SUSU

No.Dokumen :
SOP No.Revisi :
Tanggal Terbit :
Puskesmas Sarmi Yohan z.Sosomar,SKM
NIP198403012003121002

1.Pengertian Pencabutan gigi susu adalah pencabutan gigi yang sudah tidak dapat
dipertahankan lagi sebab sudah ada gigi pengganti ( gigi permanent ) yang
tumbuh atau permintaan pasien dengan alasan tertentu
2.Tujuan Sebagai acuan dalam membantu proses pertumbuhan gigi permanen

3.Kebijakan SK Kepala Puskesmas Sarmi………….. Tentang jenis-jenis pelayanan dipoli


gigi
4. Referensi Panduan praktik klinis bagi Dokter Gigi Tahun 2014

5.Prosedur 1. Alat :
a. Diagnostic set
b. Bein
c. Spoit jika diperlukan
d. Tang gigi sesuai indikasi
2. Bahan :
a. Chlor etil
b. Kapas
c. Tampon
d. Handscoon
e. Masker
f. Betadine
1. Petugas menanyakan dan mencocokkan identitas pasien dengan data
6.Langkah-langkah yang ada pada kartu status
2. Petugas menanyakan dan mencatat keluhan utama pasien
3. Petugas menanyakan dan mencatat riwayat kesehatan pasien
4. Petugas mencuci tangan
5. Petugas memakai handscoon dan masker
6. Petugas menyiapkan alat-alat dan bahan dalam bak instrument steril
7. Pasien dipersilahkan duduk diatas dental unit
8. Petugas menginstruksikan pasien untuk berkumur-kumur kemudian
membuka mulut
9. Petugas memeriksa rongga mulut pasien secara keselurahan
10. Petugas mencatat hasil pemeriksaan dalam rekam medis
11. Petugas menjelaskan maksud tindakan kepada pasien
12. Petugas memjelaskan tentang informed consent persetujuan tindakan
medis kepada wali pasien. Jika wali pasien setuju, wali pasien
diinstruksikan untuk menandatangani informed concent
13. Petugas melakukan desinfeksi pada daerah kerja
14. Petugas mengambil kapas atau tampon
15. Petugas menyemprotkan Chlor etil pada kapas secukupnya
16. Petugas meletakkan kapas yang telah disemprot chlor etil pada gusi
gigi yang akan dicabut
17. Petugas mengambil tang sesuai gigi yang akan dicabut
18. Petugas menjepit gigi dengan tang sedalam mungkin kemudian
lakukan gerakan rotasi dan luksasi sampai gigi keluar dari socketnya
19. Jika gigi tinggal sisa akar atau pada kasus ulkus decubitus petugas
menggunakan eskavator/bein untuk mengeluarkan sisa akar gigi
dengan gerakan mencungkil sampai gigi terasa goyang
20. Petugas menjepit akar gigi dengan tang sisa akar kemudian
mengeluarkan akar gigi dari soketnya
21. Petugas melakukan pembersihan luka pencabutan dari serpihan gigi
atau tulang-tulang yang tajam bila ada dan tutup dengan kapas yang
telah diolesi dengan larutan betadine
22. Petugas menganjurkan pasien menggigit tampon selama kurang lebih
15 menit sampai darah pada bekas luka berhenti
23. Petugas memberi instruksi kepada pasien :
Tidak berkumur-kumur terlalu keras selama 1x 24 jam setelah
pencabutan
Bekas luka pencabutan tidak boleh dimainkan dengan lidah
Tidak mengkonsumsi makanan dan minuman yang terlalu panas
24. Petugas memberi resep obat kepada pasien jika diperlukan
25. Petugas menganjurkan kontrol kembali apabila ada keluhan
26. Petugas memberitahu kepada pasien bahwa tindakan sudah selesai
27. Petugas memperbolehkan pasien untuk pulang

PENCABUTAN GIGI
PERMANENT/DEWASA/TETAP

No.Dokumen :
SOP No.Revisi :
Tanggal Terbit :
Puskesmas Sarmi Yohan z sosomar,SKM
NIP198403012003121002

1.Pengertian Pencabutan gigi dewasa adalah tindakan mengeluarkan gigi dari soketnya
dengan menggunakan anastesi ilfiltrasi untuk pencabutan gigi atas dan
anterior bawah dan blok anastesi untuk pencabutan gigi posterior bawah
kecuali radik atau sisa akar
2.Tujuan Sebagai acuan dalam melakukan pelayanan kesehatan gigi untuk melakukan
pencabutan pada gigi permanen yang telah mengalami kerusakan yang parah
sehingga gigi tidak dapat dipertahankan lagi
3.Kebijakan SK Kepala Puskesmas Sarmi………….. Tentang jenis-jenis pelayanan dipoli
gigi
4. Referensi Permenkes No.5 Tahun 2014 Tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter
Difasilitas Pelayanan Kesehatan Primer
5.Prosedur 1. Alat :
a. Diagnostic set
b. Bein
c. Spoit
d. Cryer
e. Tang gigi permanen sesuai indikasi
2. Bahan :
a. Lidocain compositum
b. Spoit
c. Kapas
d. Tampon
e. Handscoon
f. Masker
g. Betadine
6.Langkah-langkah 1. Petugas menanyakan dan mencocokkan identitas pasien dengan data
yang ada pada kartu status
2. Petugas menanyakan dan mencatat keluhan utama pasien
3. Petugas menanyakan dan mencatat riwayat kesehatan pasien
4. Petugas mencuci tangan
5. Petugas memakai handscoon dan masker
6. Petugas menyiapkan alat-alat dan bahan dalam bak instrument steril
7. Petugas mempersilahkan pasien untuk duduk diatas dental unit
8. Petugas menginstruksikan pasien untuk berkumur-kumur kemudian
membuka mulut
9. Petugas memeriksa rongga mulut pasien secara keselurahan
10. Petugas memeriksa tekanan darah pasien
11. Petugas mencatat hasil pemeriksaan dalam rekam medis
12. Petugas menjelaskan maksud tindakan kepada pasien
13. Petugas menjelaskan tentang Informed consent persetujuan tindakan
medis kepada pasien. Jika pasien setuju, pasien diinstruksikan untuk
menandatangani informed concent
14. Petugas melakukan pemilihan anastesi yang akan digunakan dan
mempersiapkan cairan anastesi yang akan digunakan. Mengisi spoit
injeksi dengan larutan anastetikum
15. Petugas melakukan desinfeksi pada gingival gigi yang akan dicabut
dengan kapas yang telah diberi betadine
16. Petugas melakukan anastesi blok untuk gigi posterior rahang bawah
dan anastesi infiltrasi untuk gigi anterior rahang atas dan gigi anterior
rahang bawah
17. Petugas menginstruksikan pasien unntuk berkumur
18. Petugas melakukan pemeriksaan lokal untuk memastikan bahwa
larutan anastetikum telah bekerja. Jika terlihat bahwa jaringan telah
teranastesi, selanjutnya membuka perlekatan gingiva dengan
menggunakan eskavator kemudian dilanjutkan dengan menggunakan
bein pada sisi mesial distal gigi gigi yang akan dicabut
19. Petugas mengambil tang sesuai dengan indikasi gigi yang akan dicabut
20. Petugas meletakkan beak tang sejauh mungkin sepanjang permukan
akar
21. Petugas melakukan fiksasi tulang alveolar sekitar gigi yang akan
dicabut dengan tangan kiri
22. Petugas melakukkan gerakkan tang kearah bucco lingual atau
labiopalatal, bila gigi sudah terasa goyang lakukan rotasi sambil gigi
ditarik agar keluar dari soketnya
23. Petugas melakukan pembersihan luka pencabutan dari serpihan gigi
atau tulang-tulang yang tajam bila ada dan tutup dengan kapas yang
telah diolesi dengan larutan betadine
24. Petugas menganjurkan pasien menggigit tampon selama kurang lebih
15 menit sampai darah pada bekas luka berhenti
25. Petugas memberi instruksi kepada pasien :
Untuk tidak berkumur-kumur terlalu keras selama 1x 24 jam setelah
pencabutan
Bekas luka pencabutan tidak boleh dimainkan dengan lidah
Tidak mengkonsumsi makanan dan minuman yang terlalu panas
Tidak memperbolehkan menggunakan sisi yang sudah dicabut untuk
mengunyah
Tidak menghisap-hisap luka bekas pencabutan
Bagi perokok dianjur untuk tidak merokok selama1x24 jam setelah
pencabutan
Minum obat secara teratur sesuai dengan resep yang diberikan
26. Petugas memberi resep obat kepada pasien
27. Petugas menganjurkan kontrol kembali apabila ada keluhan
28. Petugas memberitahu kepada pasien bahwa tindakan sudah selesai
29. Petugas memperbolehkan pasien untuk pulang
PENAMBALAN GIGI DENGAN GIC
(GLASS IONOMER CEMENT)
No.Dokumen :
SOP No.Revisi :
Tanggal Terbit :
Puskesmas Sarmi Yohan z.Sosomar,SKM
NIP198403012003121002

1.Pengertian 1. Penambalan adalah salah satu tindakan dasar yang terdapat


pada bagian pemeriksaan gigi yang merupakan salah satu
terapi pada gigi berlubang

2. Bahan tambal GI(Glass Ionomer) adalah salah satu jenis bahan


tambalan yang berwarna putih,yang terdiri atas powder dan
liquid
2.Tujuan Sebagai acuan dalam melakukan penumpatan gigi yang sebelumnya
mengalami karies dengan bahan tambal GI (Glass Ionomer)
3.Kebijakan SK Kepala Puskesmas Sarmi………….. Tentang jenis-jenis pelayanan
dipoli gigi
4. Referensi Panduan Praktek Klinis dokter gigi Kementrian RI 2014

5.Prosedur 1. Alat
 Diagnostik set
 Contra angel
 Mata bur
 Set ART
2. Bahan
 Glass Ionomer
 Kapas
 Varnish
6.Langkah-langkah 1. Petugas menanyakan dan mencocokkan identitas pasien
dengan data yang ada pada kartu status
2. Petugas menanyakan dan mencatat riwayat kesehatan pasien
3. Petugas menanyakan dan mencatat keluhan utama pasien
4. Petugas mencuci tangan
5. Petugas memakai handscoon dan masker
6. Petugas menyiapkan alat-alat dan bahan dalam bak
instrument steril
7. Petugas mempersilahkan pasien duduk diatas dental unit
8. Petugas menginstruksikan pasien untuk membuka mulut
9. Petugas melakukan pemeriksaan rongga mulut pasien secara
keseluruhan
10. Petugas mencatat hasil pemeriksaan dalam rekam medis
11. Petugas menjelaskan maksud tindakan kepada pasien
12. Petugas menjelaskan tentang Informed consent persetujuan
tindakan medis kepada pasien. Jika pasien setuju, pasien
diinstruksikan untuk menandatangani informed concent
13. Petugas melakukan eskavasi menggunakan eskavator pada
kavitas
14. Petugas melakukan preparasi kavitas dengan menggunakan
bur untuk membuang jaringan karies
15. Petugas membersihkan kavitas kemudian dicuci dan
dikeringkan secukupnya
16. Petugas melakukan isolasi pada gigi untuk menghindari
kontaminasi antara bahan tambalan dengan saliva
17. Petugas melakukan pengadukan bahan tambal dengan
perbandingan 1:1 antara powder dan liquit hingga konsentrasi
yang diinginkan tercapai
18. Petugas mengaplikasikan bahan tambal dengan plastis
instrument yang telah diaduk
19. Petugas mengadaptasikan antara tepi tambalan dengan gigi
agar diperoleh kontak yang ideal, selanjutnya bahan tambalan
yang berlebihan dibuang dengan menggunakan bur polishing
20. Petugas membiarkan bahan tambalan mengeras
21. Petugas mengaplikasikan bahan waterproof(varnish) pada
permukaan tambalan
22. Petugas memberikan instruksi atau informasi terkait dengan
perawatan yang telah dilakukan
23. Petugas menganjurkan kontrol kembali apabila ada keluhan
24. Petugas memberitahu kepada pasien bahwa tindakan sudah
selesai
25. Petugas memperbolehkan pasien untuk pulang
PENAMBALAN KOMPOSIT

No.Dokumen :
SOP No.Revisi :
Tanggal Terbit :

Puskesmas Sarmi Yohan z.Sosomar,SKM


NIP198403012003121002

1.Pengertian Penumpatan gigi karies dengan bahan komposit yang pengerasnya dibantu
dengan light curing
2.Tujuan Sebagai acuan dalam melakukan penumpatan gigi yang sebelumnya
mengalami karies dengan bahan tambal komposit yang proses pengerasnya
dibantu dengan light curing
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Sarmi………….. Tentang jenis-jenis pelayanan dipoli
gigi
4. Referensi Panduan Praktek Klinis dokter gigi Kementrian RI.2014

5. Prosedur 1. Alat :
 Diagnostik set
 Bur
 Contra angel
 Set ART
 Light curing
2. Bahan :
 Komposit
 Kapas
 Etsa
 Bonding
1. Petugas menanyakan dan mencocokkan identitas pasien
6.Langkah-langkah dengan data yang ada pada kartu status
2. Petugas menanyakan dan mencatat riwayat kesehatan
pasien
3. Petugas menanyakan dan mencatat keluhan utama pasien
4. Petugas mencuci tangan
5. Petugas memakai handscoon dan masker
6. Petugas menyiapkan alat-alat dan bahan dalam bak
instrument steril
7. Petugas mempersilahkan pasien duduk diatas dental unit
8. Petugas menginstruksikan pasien untuk membuka mulut
9. Petugas melakukan pemeriksaan rongga mulut pasien
secara keseluruhan
10. Petugas mencatat hasil pemeriksaan dalam rekam medis
11. Petugas menjelaskan maksud tindakan kepada pasien
12. Petugas menjelaskan tentang Informed consent persetujuan
tindakan medis kepada pasien. Jika pasien setuju, pasien
diinstruksikan untuk menandatangani informed concent
13. Petugas menginstruksikan pasien untuk membuka mulut
14. Petugas melakukan preparasi kavitas dengan menggunakan bur
untuk membuang jaringan karies
15. Petugas membersihkan kavitas kemudian dikeringkan secukupnya
16. Petugas melakukan isolasi pada gigi untuk menghindari
kontaminasi antara bahan tambalan dengan saliva
17. Petugas mengulasi dengan etsa asam selama 15 menit
18. Petugas mengirigasi kavitas dengan air
19. Petugas mengeringkan kavitas
20. Petugas mengaplikasikan etsa dengan menggunakan mikrobush
21. Petugas melakukan irigasi
22. Petugas mengeringkan kavitas
23. Petugas mengaplikasikan bonding dengan menggunakan
mikrobrush pada kavitas
24. Petugas melakukan penyinaran dengan menggunakan light curing
selama 10-15 detik
25. Petugas mengaplikasikan komposit lapis demi lapis kemudian
disinar dengan menggunakan light curing selama 10-15 detik
26. Petugas mengadaptasikan antara tepi tambalan dengan gigi agar
diperoleh kontak yang baik, kemudian membuang bahan tambalan
yang berlebihan
27. Petugas mengecek hasil tambalan dengan articulating paper, jika
kelebihan, petugas mengutangi dengan polishng bur
28. Petugas memberikan instruksi atau informasi terkait dengan
perawatan yang telah dilakukan
29. Petugas menganjurkan kontrol kembali apabila ada keluhan
30. Petugas memberitahu kepada pasien bahwa tindakan sudah
selesai
31. Petugas mempersilahkan pasien untuk pulang
PENAMBALAN SEMENTARA
No.Dokumen :
SOP No.Revisi :
Tanggal Terbit :

Puskesmas Sarmi Yohan z.Sosomar,SKM


NIP198403012003121002

1.Pengertian Penambalan sementara gigi dilakukan bila penambalan tetap tidak bisa
dilakukan pada saat itu misalnya dikarenakan preparasi belum
sempurna atau gigi memerlukan perawatan terlebih dahulu
2.Tujuan Sebagai acuan untuk menghindari kontaminasi bakteri dan cairan saliva
serta infeksi yang berada didalam mulut
3.Kebijakan SK Kepala Puskesmas Sarmi………….. Tentang jenis-jenis pelayanan
dipoli gigi
4. Referensi Panduan Praktek Klinis dokter gigi Kementrian RI 2014

5.Prosedur 1. Alat:
 Diagnostik set
 Bur
 Contra angel
 Plastic filling instrument
 Semen spatula
 Kaca pengaduk
2. Bahan :

 Kapas
 Catton roll
 Bahan tambal sementara
 Larutan antiseptik

1. Petugas menanyakan dan mencocokkan identitas pasien


6.Langkah-langkah dengan data yang ada pada kartu status
2. Petugas menanyakan dan mencatat riwayat kesehatan pasien
3. Petugas menanyakan dan mencatat keluhan utama pasien
4. Petugas mencuci tangan
5. Petugas memakai handscoon dan masker
6. Petugas menyiapkan alat-alat dan bahan dalam bak
instrument steril
7. Petugas mempersilahkan pasien duduk diatas dental unit
8. Petugas menginstruksikan pasien untuk membuka mulut
9. Petugas melakukan pemeriksaan rongga mulut pasien secara
keseluruhan
10. Petugas mencatat hasil pemeriksaan dalam rekam medis
11. Petugas menjelaskan maksud tindakan kepada pasien
12. Petugas menjelaskan tentang Informed consent persetujuan
tindakan medis kepada pasien. Jika pasien setuju, pasien
diinstruksikan untuk menandatangani informed concent
13. Petugas menginstruksikan pasien untuk berkumur dan
membuka mulut
14. Petugas melakukan preparasi kavitas dengan menggunakan
bur untuk membuang jaringan karies
15. Petugas membersihkan kavitas kemudian mengeringkan
secukupnya
16. Petugas melakukan isolasi pada gigi untuk menghindari
kontaminasi antara kavitas dengan saliva
17. Petugas membersihkan kavitas dengan menggunakan
antiseptik
18. Petugas mengeringkan kavitas
19. Petugas menyemprotkan kavitas dengan udara
20. Petugas mengaplikasikan bahan tambalan sementara dengan
menggunakan plastis instrument
21. Petugas mengadaptasikan antara tepi tambalan dengan gigi
agar diperoleh kontak yang baik, membuang kelebihan bahan
tambala dengan menggunakan eskavator
22. Petugas mengecek oklusi dengan articulating paper, jika
kelebihan, petugas melakukan pengurangan dengan eskavator
23. Petugas membiarkan tambalan agar mengeras
24. Petugas memberikan instruksi atau informasi terkait dengan
perawatan yang telah dilakukan
25. Petugas memberi resep obat kepada pasien jika diperlukan
26. Petugas menganjurkan kontrol kembali apabila ada keluhan
27. Petugas memberitahu kepada pasien bahwa tindakan sudah
selesai
28. Setelah selesai pasien diperbolehkan untuk pulang

PENCABUTAN GIGI
PERMANENT/DEWASA/TETAP DENGAN
KONDISI PASIEN HIPERTENSI

No.Dokumen :
SOP No.Revisi :
Tanggal Terbit :
Puskesmas Sarmi Yohan z sosomar,SKM
NIP198403012003121002

1.Pengertian 1. Pencabutan gigi dewasa adalah tindakan mengeluarkan gigi dari


soketnya dengan menggunakan anastesi ilfiltrasi untuk pencabutan gigi
atas dan anterior bawah dan blok anastesi untuk pencabutan gigi
posterior bawah kecuali radik atau sisa akar
2. Hipertensi atautekanan darahtinggi adalah peningkatan tekanan darah
sistol lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah distol lebih dari 90mmHg
pada dua kali pengukuran dengan selang waktu 5 menit dalam
keadaan istirahat/ cukup tenang
2.Tujuan Sebagai acuan dalam melakukan pelayanan kesehatan gigi untuk melakukan
pencabutan pada gigi permanen yang telah mengalami kerusakan yang parah
sehingga gigi tidak dapat dipertahankan lagi
3.Kebijakan SK Kepala Puskesmas Sarmi………….. Tentang jenis-jenis pelayanan dipoli
gigi
4. Referensi 1. Permenkes No.5 Tahun 2014 Tentang Panduan Praktik Klinis Bagi
Dokter Difasilitas Pelayanan Kesehatan Primer
2. Southerland, J.H., Gill, D.G., Gangula, P.R.,Halpern, L. R., Cardona,
C.Y., Mouton, C.O., 2016 Dental manajement in patients with
hypertension: challenges and solutions, Clinical Cosmetic and
investigational Dentistry, pp. 111-120
5.Prosedur 1. Tensi meter
2. Stetoskop
3. Alat tulis
4. Diagnostic set

6.Langkah-langkah 1. Petugas menanyakan dan mencocokkan identitas pasien dengan data


yang ada pada kartu status
2. Petugas menanyakan dan mencatat keluhan utama pasien
3. Petugas menanyakan dan mencatat riwayat kesehatan pasien
Apabila berdasarkan anamnesis pasien memiliki riwayat hipertensi,
sering merasa tegang dileher, sedang dalam mengkonsumsi obat –
obatan antihipertensi, maka pasien dapat dicurigai memiliki riwayat
hipertensi
4. Petugas mencuci tangan
5. Petugas memakai handscoon dan masker
6. Petugas menyiapkan alat-alat dan bahan dalam bak instrument steril
7. Petugas mempersilahkan pasien untuk duduk diatas dental unit
8. Petugas menginstruksikan pasien untuk berkumur-kumur kemudian
membuka mulut
9. Petugas memeriksa rongga mulut pasien secara keselurahan
10. Petugas memeriksa tekanan darah pasien, tekanan darah yang
dianggap normal adalah sebagai berikut:
a. Pasien Dewasa:
- Sistol100-120mmHg
- Diastol 70-90mmHg
b. Pasien Lansia :
- Sistol: 100-150mmHg
- Diastol : 70-100mmHg
Apabila nilai yang diperoleh setelah hasil pemeriksaan tekanan
darah ternyata diperoleh hasil yang lebih tinggi dibandingkan nilai
diatas, maka pasien dapat dicurigai memiliki riwayat hipertensi
11. Petugas mencatat hasil pemeriksaan dalam rekam medis
12. Petugas menjelaskan kondisi/ keadaan pasien yang dicurigai memiliki
riwayat hipertensi, bahwa pasien untuk sementara waktu tidak dapat
dilakukan tindakan pencabutan gigi sampai tekanan darah pasien
normal atau berdasarkan pernyataan oleh internis maupun dokter umum
bahwa pasien dapat dilakukan tindakan pencabutan berdasarkan hasil
pemeriksaan dan berbagai pertimbangan yang telah ditelaah.
13. Petugas menjelaskan kepada pasien kemungkinan komplikasi yang
akan terjadi apabila dilakukan pencabutan pada pasien dengan riwayat
hipertensi
14. Petugas menjelaskan kepada pasien bahwa pasien harus dirujuk ke
Internis atau dokter umum yang memiliki wewenang untuk melakukan
pemeriksaan lebih lanjut dan menegakkan diagnosis bahwa apakah
pasien benar – benar mengalami hipertensi atau tidak.
15. Petugas memberikan edukasi kepada pasien terkait pola makan/diet
serta gaya hidup yang tidak sehat
16. Petugas menginstruksikan pasien untuk meminum obat antihipertensi,
jika berdasarkan hasil pemeriksaan bahwa pasien benar – benar
memiliki riwayat hipertensi
17. Petugas menjelaskan tentang Informed consent yang didalamnya telah
tertulis berbagai informasi terkait keadaan pasien
18. Petugas menuliskan surat rujukan yang ditujukan kepada Internis
maupun dokter umum
19. Petugas menginstruksikan pasien untuk membawa serta surat rujukan
ketika akan dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh terkait
20. Petugas menginstuksikan pasien untuk datang kembali setelah
pemeriksaan

PENANGANAN SYOK ANAFILAKTIK DI


RUANG PEMERIKSAAN GIGI
No.Dokumen :
SOP No.Revisi :
Tanggal Terbit :

Puskesmas Sarmi Yohan z sosomar,SKM


NIP198403012003121002

1.Pengertian Syok anafilatik adalah suatu reaksi hipersensitifitas yang berlebihan terhadap
masuknya protein atau zat asing ke dalam tubuh.
2.Tujuan Sebagai acuan dalam menerapkan langkah-langkah penanganan syok
anafilatktik dalam rangka peningkatan mutu kinerja di puskesmas sarmi.
3.Kebijakan SK Kepala Puskesmas Sarmi………….. Tentang Jenis-jenis pelayanan di
Ruang Pemeriksaan Gigi dan Mulut.
4. Referensi 1. Permenkes No.5 Tahun 2014 Tentang Panduan Praktik Klinis Bagi
Dokter Difasilitas Pelayanan Kesehatan Primer
2. Panduan praktik klinis bagi dokter di fasilitas pelayanan kesehatan
primer edisi 1 2013, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia,
Jakarta : 2013
5.Prosedur 1. Alat :
a. Spoit
b. Buku status pasien
c. Infuset
d. Surat rujukan pasien
2. Bahan :
a. Adrenaline ampul 1%
b. Cairan RL, NaCl 9%
c. Dexamethasone 5-10mg IV
d. Antihistamin defenhidramin
6.Langkah-langkah 1. Petugas menghentikan pemberian obat atau antigen penyebab
2. Petugas membaringkan pasien dengan posisi tungkai lebih tinggi dari
kepala (tendelenburg)
3. Petugas menyuntikkan Adrenaline 1% sebanyak 0,3 – 0,5 secara
intramuscular pada lengan atas atau deltoideus, bila perlu dapat
diulang selama 15 menit. Umumnya diberikan sebanyak 1-4 kali
pemberian.
4. Petugas memasang infus dengan cairan plasma expander (dextran)
jika cairan tersebut tidak tersedia, petugas dapat memberikan Ringer
Laktat (RL) atau NaCl fisiologis sebagai cairan pengganti sampai
tekanan darah kembali optimal atau stabil.
5. Petugas mengukur tekanan darah bila tekanan sistolik belum mencapai
90-100 mmHg atau frekuensi jantung (heart rate) belum 90x/menit,
maka petugas dapat menyuntikkan kembali Adrenaline 1% sebanyak
0,3 – 0,5 secara intramuscular.
6. Petugas mengecek tanda vital
7. Petugas menjaga system pernapasan/ system kardiovaskular agar
berjalan dengan baik.
8. Petugas melakukan rujukan ke UGD atau Ruang Pemeriksaan Umum
9. Apabila keadaan pasien telah stabil dapat dilakukan terapi tambahan
yaitu
a. Kortikosteroid untuk semua kasus berat, berulang, dan pasien
dengan asma yaitu:
- Methyl prednisolone 125-250mg IV
- Dexamethasone 20mg IV
- Hydrocortisone 100 – 500 mg IV
b. Vasopressore IV
c. Antihistamine
10. Apabila terjadi henti jantung, petugas dapat melakukan Resusitasi
Jantung Paru (RJP)