Anda di halaman 1dari 74

CERITA – CERITA ISLAMI

CERITA ISLAMI

Daftar Isi 1
(Klik nomor halaman sebelah kanan untuk langsung ke halaman yang
dipilih)

1. SEBUTIR KORMA PENJEGAL DO’A...................................................................................2

2. SALMAN AL-FARIS R.A........................................................................................................3

3. TAUBATNYA MALIK BIN DINAR......................................................................................8

4. RASA KASIH TERLIHAT DALAM MATA.......................................................................10

5. ASAL-USUL KUMANDANG ADZAN.................................................................................11

6. TIDUR DAN KEMATIAN.....................................................................................................13

7. KALUNG ANISA.....................................................................................................................14

8. TEGAKKAN SHOLAT PHK DIDAPAT...............................................................................16

9. NASEHAT YANG JITU........................................................................................................17

10. NASIHAT BAGI PENGUASA...........................................................................................19

11. ABU NAWAS DAN TEROMPAH AJAIB (2)..................................................................21

12. WANITA PEMERAH SUSU DAN ANAK GADISNYA...............................................22

13. HARTA TITAPAN BANI UMAYAH................................................................................23

14. ZIYAD BIN ABU SUFYAN...............................................................................................25

15. ABU HANIFAH DAN TETANGGANYA.........................................................................26

16 MULAILAH BICARA............................................................................................................27

17 ALHAMDULILLAH...............................................................................................................27

18. TUKANG BEKAM BERSAMA AL HAJJAJ....................................................................28

19. AL-BALKHI DAN SI BURUNG PINCANG.....................................................................28

20. SOK TAHU............................................................................................................................30

21. OBAT PENYUBUR................................................................................................................30

Cerita Islami 2013


Page 2 of 74
22. SHUHAIB DAN ALGOJO..................................................................................................31

23. RASYID BIN ZUBAIR DAN WANITA KAIRO...........................................................31

24. ISTRI KEDUA......................................................................................................................32

25. PERCAKAPAN MUSA DENGAN TUHANNYA..............................................................33

26. TIDAK LAYAK......................................................................................................................33

27. MENYURUH WANITA BERPERANG.............................................................................34

28. GHASILIL MALAIKAT (ORANG YANG DIMANDIKAN MALAIKAT)................34

29. PETI UMMUL BANIN........................................................................................................35

30. PENJUAL MINYAK WANGI DAN SEUNTAI KALUNG...........................................36

31. AMIR ANDALUSIA DAN BUDAK PEREMPUANNYA................................................38


32.

Cerita Islami 2013


Page 3 of 74
1. SEBUTIR KORMA PENJEGAL DO’A
Kamis, 29 Dzulhijjah 1422/ 14 Maret 2002
Usai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke mesjidil Aqsa. Untuk
bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat mesjidil Haram.
Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat
timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan
memakannya. Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa.
4 Bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat
beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah Sakhra. Ia shalat dan berdoa khusuk sekali.
Tiba tiba ia mendengar percakapan dua Malaikat tentang dirinya.
"Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan
ALLAH SWT," kata malaikat yang satu.
"Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4 bulan yg lalu ia memakan sebutir kurma
yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram," jawab malaikat yang
satu lagi.
Ibrahim bin adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi selama 4 bulan ini ibadahnya,
shalatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT gara-
gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya. "Astaghfirullahal adzhim" ibrahim
beristighfar.
Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual
kurma. Untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.
Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak
menemukan pedagang tua itu melainkan seorang anak muda. "4 bulan yang lalu saya membeli
kurma disini dari seorang pedagang tua. kemana ia sekarang ?" tanya ibrahim.
"Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang
kurma" jawab anak muda itu.
"Innalillahi wa innailaihi roji'un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan ?".
Lantas ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya, anak muda itu mendengarkan penuh
minat. "Nah, begitulah" kata ibrahim setelah bercerita, "Engkau sebagai ahli waris orangtua
itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur ku makan tanpa
izinnya?".

Cerita Islami 2013


Page 4 of 74
"Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara
saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatas nama kan mereka karena mereka
mempunyai hak waris sama dengan saya."
"Dimana alamat saudara-saudaramu ? biar saya temui mereka satu persatu."
Setelah menerima alamat, ibrahim bin adham pergi menemui. Biar berjauhan, akhirnya
selesai juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan
oleh ibrahim.
4 bulan kemudian, Ibrahim bin adham sudah berada dibawah kubah Sakhra. Tiba tiba ia
mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap cakap. "Itulah ibrahim bin adham
yang doanya tertolak gara gara makan sebutir kurma milik orang lain."
"O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris
pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir
kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas."
"Oleh sebab itu berhati-hatilah dgn makanan yg masuk ke tubuh kita, sudah halal-kah? lebih
baik tinggalkan bila ragu-ragu...

2. SALMAN AL-FARIS R.A


Kamis, 7 Muharram 1423/ 21 Maret 2002
Kelahiran dan pertumbuhannya:
Salman Al-Farisi r.a. lahir di suatu desa bernama Jiyan di wilayah kota Aspahan - Iran, yaitu
antara kota Teheran dengan Syiraz. Setelah Salman r.a. mendengar kebangkitan Rasulullah
saw. dia langsung berangkat meninggalkan Persia mencari Nabi saw. untuk menyatakan
keislamannya.
Dalam suatu kisah, Salman menceritakan otobiografinya sbb. 'Saya adalah anak muda Persia
yang berasal dari suatu desa di kota Aspahan yang bernama Jiyan.
Ayah saya adalah kepala desa dan orang terkaya serta terhormat di desa itu. Dari sejak
lahir, saya adalah orang yang paling disayanginya, kasih sayangnya kepada saya semakin hari
semakin kental, sehingga saya di kurung di rumah bagaikan gadis pingitan.
Saya termasuk orang yang takwa dalam agama majusi, sehingga saya merasakan nilai api
yang kami sembah itu dan saya diberi tanggungjawab menyalakannya, jangan sampai padam
sepanjang hari dan sepanjang malam.
Ayah saya mempunyai ladang yang luas yang memberi kami penghidupan yang cukup. Ayah
saya selalu mengurusi dan memanennya sendiri.
Cerita Islami 2013
Page 5 of 74
Di suatu hari, dia tidak bisa pergi ke ladang, lalu dia mengatakan kepada saya, 'Anakku! Ayah
sibuk dan tidak bisa pergi ke ladang hari ini, sebab itu pergilah urusi ladang tersebut
menggantikan Ayah.' Lalu saya berangkat menuju ladang kami.
Di tengah perjalanan, saya melewati sebuah gereja Kristen dan mendengar suara mereka
yang sedang beribadah di dalam. Hal itu menarik perhatian saya karena saya tidak pernah
tahu sedikitpun tentang agama Kristen dan agama lainnya, karena sepanjang usia saya selalu
dipingit di dalam rumah oleh orang tua saya. Setelah mendengar suara itu, saya masuk ingin
mengetahui secara dekat apa yang sedang mereka lakukan.
Setelah saya memperhatiakan apa yang mereka kerjakan, saya merasa tertarik dengan cara
mereka beribadah, malah saya tertarik dengan agama mereka. Saya mengatakan dalam hati
saya, 'Sungguh agama mereka ini lebih baik dari agama kami.'
Saya tidak keluar dari gereja tersebut sampai matahari terbenam sehingga saya tidak jadi
pergi ke ladang kami. Saya menayakan kepada mereka, 'Dari mana asal agama ini?' Mereka
menjawab, 'Dari daerah Syam.'
Setelah malam menjelang, saya pulang ke rumah. Ayah saya langsung menanyakan kepada
saya apa yang telah saya lakukan. Saya menjawab, 'Hai Ayahku! Saya melewati sekelompok
orang yang sedang beribadah di dalam gereja, lalu saya tertarik dengan cara mereka
beribadah. Saya berada bersama mereka sampai matahari terbenam.' Ayah saya langsung
marah mendengar tindakan saya dan dia mengatakan,
'Hai anakku! Agama mereka itu tidak baik, agamamu dan agama nenek moyangmu lebih baik
dari agama itu.'
Saya menjawab, 'Tidak ayah! Agama mereka lebih baik dari agama kita.' Dari perkataan
saya itu, syah saya takut kalau-kalau saya akan murtad, lalu dia mengurung saya di rumah
dengan mengekang kaki saya.'
Berangkat ke negeri Syam:
Ketika saya mendapat kesempatan, saya mengirim pesan kepada kaum Kristen itu. Saya
mengatakan,'Bila ada rombongan yang akan berangkat ke negeri Syam, tolong saya diberi
tahu.' Ternyata tidak berapa lama ada satu rombongan yang akan berangkat ke negeri Syam.
Mereka pun langsung memberitahukannya kepada saya. Saya berusaha membuka kekang kaki
saya dan saya berhasil membukanya. Saya berangkat bersama mereka secara sembunyi dan
akhirnya kami sampai di negeri Syam. Setibanya di negeri Syam, saya mengatakan, 'Siapa
orang nomor satu dalam agama ini?' Mereka menjawab, 'Uskup pengasuh gereja.'
Saya mendatanginya dan mengatakan kepadanya, 'Saya tertarik dengan agama Kristen ini
dan saya ingin mengikuti dan membantumu sekaligus belajar dari kamu dan beribadah
bersama kamu.' Dia menjawab, 'Silakan masuk!' Saya pun masuk dan menjadi pembantunya.
Cerita Islami 2013
Page 6 of 74
Belum berlangsung lama, saya menilai bahwa orang tersebut adalah orang jahat, dia
menyuruh pengikutnya untuk berderma dan mengiming-imingi mereka dengan pahala yang
sangat besar. Setelah mereka memberikannya dengan niat fi sabilillah, ternyata dia
monopoli untuk dirinya sendiri, tidak diberikan kepada fakir miskin sedikitpun. Dia berhasil
mengumpulkan sebanyak tujuh karung emas. Melihat keadaan itu, saya menaruh kebencian
yang luar biasa terhadapnya.
Ketika dia meninggal, kaum Kristen berkumpul untuk menguburkannya, ketika itu saya
mengatakan kepada mereka, 'Sesungguhnya teman kamu ini adalah orang jahat, dia
menyuruh kamu bersedekah dan mengiming-imingkan pahala besar, setelah kalian kumpulkan,
dia monopoli untuk dirinya sendiri, dia tidak berikan sedikitpun kepada fakir miskin.'
Mereka menjawab, 'Dari mana kamu tahu?' Saya menjawab, 'Mari saya tunjukkan kepada
kamu sekarang juga tempat penyimpanan harta itu' Mereka mengatakan, 'Ayo tunjukkan
kepada kami tempatnya.'
Saya pun menunjukkannya dan mereka menemukan tujuh karung emas dan perak. Setelah
mereka melihat secara langsung, mereka mengatakan, 'Demi Allah kita tidak akan
menguburkannya, kita harus menyalib dan melemparinya dengan batu.'
Tidak lama kemudian mereka mengangkat orang lain sebagai penggantinya, lalu saya
mengikutinya. Sungguh saya belum pernah mendapatkan orang yang paling zuhud dan
mengharap akhirat melebihi orang itu. Ibadahnya yang berlangsung siang malam membuat
saya mnyenanginya, lalu saya hidup bersama dia beberapa tahun. Ketika menjelang wafatnya,
saya mengatakan kepadanya, 'Ya Polan! Kepada siapa engkau pesankan saya dan dengan
siapa saya akan hidup sepeninggal kamu?'
Dia menjawab, 'Ya anakku! Terus terang saya tidak melihat ada orang yang tingkat
keagamaannya seperti kita, kecuali satu orang di kota Musol yang bernama Polan. Dia tidak
merubah-rubah dan mengganti-ganti ayat Allah. Oleh sebab itu carilah orang itu.'
Sepeninggal teman saya itu, saya pergi menyusul orang tersebut ke kota Musol. Setibanya di
rumah beliau saya menceritakan kisah saya dan mengatakan kepadanya, 'Ketika si Polan
hendak meninggal dunia dia memesankan kepada saya untuk menyusul kamu, dia
memberitahukan kepada saya bahwa kamu berpegang kuat dengan kebenaran. Dia
mengatakan kepada saya, kalau begitu, tinggallah bersama saya. Saya pun tinggal bersama
beliau, dan memang betul dia adalah orang baik.
Tidak lama kemudian, diapun menemui ajalnya. Ketika hendak meninggal saya bertanya
kepadanya, 'Ya Polan! Janji Tuhan sudah dekat kepada Anda, Anda tahu kondisi saya
sebenarnya, oleh sebab itu kepada siapa Anda memesankan saya dan siapa yang harus saya
ikuti?'

Cerita Islami 2013


Page 7 of 74
Dia menjawab, 'Hai anakku! Terus terang saya tidak melihat ada orang yang tingkat
keagamaannya seperti kita kecuali seorang di Nasibin yang bernama Polan, susullah dia ke
sana' Setelah orang itu bersemayam di liang lahad, saya berangkat ke Nasibin mencari
orang yang disebutkan itu. Saya menceritakan kepadanya kisah saya dan pesan teman saya
sebelumnya. Dia mengatakan, 'Tinggallah bersama saya.'
Saya pun tinggal bersama dia dan ternyata memang dia adalah orang baik seperti dua orang
teman saya sebelumnya. Akan tetapi tidak lama kemudian dia pun menemui ajalnya. Ketika
menjelang maut, saya bertanya kepadanya, 'Engkau telah mengetahui kondisi saya
sebenarnya. Oleh sebab itu kepada siapa engkau memesankan saya?'
Dia menjawab, 'Ya anakku! Terus terang saya tidak menemukan ada orang yang tingkat
keagamaannya seperti kita kecuali seorang di kota Amuriah yang bernama Polan, carilah
orang itu.' Saya pun mencarinya dan saya menceritakan kisah saya kepadanya. Dia
menjawab, 'Tinggallah bersama saya.' Saya pun tinggal bersama dia. Ternyata memang dia
orang baik seperti yang dikatakan orang sebelumnya. Selama saya tinggal bersama dia saya
berhasil mendapatkan beberapa ekor sapi dan harta kekayaan lainnya.
Pendeta Kristen memesan Salman mengikuti Nabi:
Kemudian orang tersebut pun menemui ajalnya seperti yang sebelumnya. Ketika menjelang
kematiannya, saya mengatakan kepadanya, 'Anda mengetahui kondisi saya sebenarnya, oleh
sebab itu kepada siapa engkau akan pesankan saya atau apa pesan Anda untuk saya lakukan?'
Dia menjawab, 'Hai anakku! Terus terang saya tidak menemukan seorang-pun di muka bumi
ini yang masih berpegang dengan agama kita, namun waktunya sudah tiba, seorang nabi yang
akan membawa agama Nabi Ibrahim akan muncul di tanah Arab, dia akan hijrah dari tanah
tumpah darahnya ke daerah yang penuh dengan pohon kurma di antara dua gunung, dia
mempunyai tanda kenabian yang sangat jelas, dia mau memakan hadiah tapi tidak mau
memakan sedekah, di antara bahunya terdapat cap kenabian. Jika Anda bisa menyusul ke
negeri itu, silakan.' Tidak lama kemudian dia pun meninggal dunia, saya pun tinggal di kota
Amuriah untuk beberapa waktu.
Datang ke jazirah Arabia:
Ketika rombongan pedagang dari Suku Kalb -Arab- lintas di Amuriah, saya berkata kepada
mereka, 'Jika kalian sanggup membawa saya ke tanah Arab, saya berikan kepada kalian sapi
dan harta kekayaan saya ini.' Mereka menjawab, 'Ya, kami sanggup membawa kamu.' Saya
pun memberikan sapidan kekayaan saya tersebut kepada mereka dan mereka pun membawa
saya.
Ketika saya sampai di Wadil qura, mereka menipu saya dan menjual saya kepada kepada
seorang yahudi dan memperlakukan saya sebagai hambanya. Suatu ketika, saudaranya dari

Cerita Islami 2013


Page 8 of 74
suku Quraizah datang menemuinya, lalu dia membeli dan membawa saya pergi ke Yasrib
(Madinah). Di sana saya melihat pohon kurma yang disebut oleh teman saya yang di Amuria,
dari diskripsi yang disampaikan teman saya itu, saya tahu persis bahwa inilah kota yang
dimaksudkan itu. Saya pun tinggal brsama tuan saya di kota itu.
Ketika itu Nabi saw. sudah mulai mengajak kaumnya di Mekah untuk masuk Islam, namun
saya tidak mendengar apa-apa dari kegiatan Nabi itu karena kesibukan saya sehari-hari
sebagai budak.
Memeluk Islam:
Tidak berapa lama, Rasulullah saw. pun hijrah ke Yasrib. Demi Allah ketika saya berada di
atas sebatang pohon kurma milik tuan saya, sedang memberesi kurma itu, sedangkan tuan
saya duduk dibawah, seorang saudaranya datang dan mengatakan kepadanya, 'Celaka besar
atas bani Qilah, mereka sekarang sedang berkumpul di Kuba, menunggu seorang yang
mengklaim dirinya sebagai seorang nabi akan datang hari ini.'
Setelah saya mendengar pembicaraan mereka itu, saya langsung merinding kayak demam,
saya gemetar, sehingga saya khawatir akan jatuh ke tuan saya. Saya segera turun dari
pohon kurma tersebut lalu mengatakan kepada tamu itu, 'Apa tadi yang Anda katakan?
Tolong ulangi katakan kepada saya!' Tuan saya langsung marah dan memukul saya sekuat-
kuatnya lalu mengatakan,
'Urusan apa kamu dengan berita itu? Kembali teruskan pekerjaanmu!'
Di sore harinya, saya mengambil sedikit kurma yang telah saya kumpulkan sebelumnya, lalu
saya berangkat ke tempat Nabi tinggal. Ketika itu saya mengatakan kepada Rasulullah, 'Saya
mendengar bahwa Anda adalah orang saleh, datang bersama teman-teman dari kejauhan
memerlukan sesuatu. Di tangan saya ada sedikit sedekah, nampaknya kamu lebih pantas
menerimanya.'
Lalu saya dekatkan kurma itu kepada mereka. Rasulullah saw. mengatakan kepada para
Sahabat, 'Makanlah' sedangkan dia sendiri tidak memakannya. Saya mengatakan dalam hati
saya, 'Ini dia satu tanda kenabiannya.'
Kemudian saya kembali ke rumah dan mengambil beberapa buah kurma, ketika Nabi saw.
berangkat dari Quba ke Madinah, saya mendatanginya dan mengatakan kepadanya,
'Tampaknya Anda tidak memakan sedekah, ini ada sedikit hadiah saya bawa sebagai
penghormatan kepada Anda.'
Rasululullah pun memakannya dan menyuruh sahabat untuk ikut memakannya, lalu mereka
makan bersama-sama.
Dalam hati saya berkata, 'Ini dia tanda kenabian kedua'

Cerita Islami 2013


Page 9 of 74
Ketika Nabi berada di Baqi Gargad, ingin menguburkan seorang sahabat, saya mendatangi
beliau dan melihat beliau sedang duduk memakai dua selendang. Saya mengucapkan salam
kepadanya, kemudian saya berjalan berputar sekeliling beliau untuk melihat punggungnya,
barang kali saja saya dapat melihat cap seperti yang dikatakan oleh teman saya di Amuriah.
Setelah Nabi melihat bahwa saya memperhatikan punggung beliau, dia mengerti tujuan saya,
lalu dia mengangkat selendangnya, ketika itu saya melihat ada cap, lalu saya yakin bahwa
itulah cap kenabian, lalu saya memeluk dan mencium beliau sambil menangis.
Melihat hal itu Rasulullah saw. bertanya, 'Apa gerangan yang terjadi pada kamu?' Saya pun
menceritakan kisah saya dan beliau sangat kagum dan beliau menginginkan agar saya
perdengarkan kepada para sabahat, lalu saya memperdengarkannya. Mereka semua kagum
dan gembira yang tiada taranya.
Salman masuk Islam dan dimerdekakan, seterusnya menjadi seorang sahabat yang sangat
mulia. Dia sempat menjabat gubernur di zaman khulafaur Rasyidun di beberapa negeri.
Mudah-mudahan Allah meridai beliau.
Biografinya:
Dalam satu riwayat, disebutkan bahwa Rasulullah saw. pernah meletakkan tangannya di atas
Salman, lalu bersabda, 'Seandainya iman berada nun jauh di planet Tata surya, pasti akan
dicapai oleh orang-orang mereka ini.' sambil beliau menunjuk kepada Salman r.a.
Sumber: alislam (Abu Saifulhaq) http://alhikmah.com

Cerita Islami 2013


Page 10 of 74
3. TAUBATNYA MALIK BIN DINAR
Rabu, 14 Muharram 1423/ 28 Mar 2002
Diriwayatkan dari Mali bin Dinar, dia pernah ditanya tentang sebab-sebab dia bertaubat,
maka dia berkata : "Aku adalah seorang polisi dan aku sedang asyik menikmati khamr,
kemudia akau beli seorang budak perempuan dengan harga mahal, maka dia melahirkan
seorang anak perempuan, aku pun menyayanginya.
Ketika dia mulai bisa berjalan, maka cintaku bertambah padanya. Setiap kali aku
meletakkan minuman keras dihadapanku anak itu datang padaku dan mengambilnya dan
menuangkannya di bajuku, ketika umurnya menginjak dua tahun dia meninggal dunia, maka
aku pun sangat sedih atas musibah ini.
Ketika malam dipertengahan bulan Sya'ban dan itu di malam Jum'at, aku meneguk khamr
lalu tidur dan belum shalat isya'. Maka akau bermimpi seakan-akan qiyamat itu terjadi,
dan terompet sangkakala ditiup, orang mati dibangkitkan, seluruh makhluk dikumpulkan
dan aku berada bersama mereka, kemudian aku mendengar sesuatu yang bergerak
dibelakangku.
Ketika aku menoleh ke arahnya kulihat ular yang sangat besar berwarna hitam kebiru-
biruan membuka mulutnya menuju kearahku, maka aku lari tunggang langgang karena
ketakutan,
Ditengah jalan kutemui seorang syaikh yang berpakaian putih dengan wangi yang
semerbak, maka aku ucapkan salam atasnya, dia pun menjawabnya, maka aku berkata :
"Wahai syaikh ! Tolong lindungilah aku dari ular ini semoga Allah melindungimu". Maka
syaikh itu menangis dan berkata padaku :
"Aku orang yang lemah dan ular itu lebih kuat dariku dan aku tak mampu mengatasinya,
akan tetapi bergegaslah engkau mudah-mudahan Allah menyelamatkanmu",
Maka aku bergegas lari dan memanjat sebuah tebing Neraka hingga sampai pada ujung
tebing itu, aku lihat kobaran api Neraka yang sangat dahsyat, hampir saja aku terjatuh
kedalamnya karena rasa takutku pada ular itu. Namun pada waktu itu seorang menjerit
memanggilku,
"Kembalilah engkau karena engkau bukan penghuni Neraka itu!", aku pun tenang
mendengarnya, maka turunlah aku dari tebing itu dan pulang. Sedang ular yang
mengejarku itu juga kembali. Aku datangi syaikh dan aku katakan,
"Wahai syaikh, aku mohon kepadamu agar melindungiku dari ular itu namun engkau tak
mampu berbuat apa-apa". Menangislah syaikh itu seraya berkata, "Aku seorang yang
lemah tetapi pergilah ke gunung itu karena di sana terdapat banyak simpanan kaum
muslimin, kalau engkau punya barang simpanan di sana maka barang itu akan menolongmu"

Cerita Islami 2013


Page 11 of 74
Aku melihat ke gunung yang bulat itu yang terbuat dari perak. Di sana ada setrika yang
telah retak dan tirai-tirai yang tergantung yang setiap lubang cahaya mempunyai daun-
daun pintu dari emas dan di setiap daun pintu itu mempunyai tirai sutera.
Ketika aku lihat gunung itu, aku langsung lari karena kutemui ular besar lagi. Maka tatkala
ular itu mendekatiku, para malaikat berteriak : "Angkatlah tirai-tirai itu dan bukalah
pintu-pintunya dan mendakilah kesana!" Mudah-mudahan dia punya barang titipan di sana
yang dapat melindunginya dari musuhnya (ular).
Ketika tirai-tirai itu diangkat dan pintu-pintu telah dibuka, ada beberapa anak dengan
wajah berseri mengawasiku dari atas. Ular itu semakin mendekat padaku, maka aku
kebingungan, berteriaklah anak-anak itu :
"Celakalah kamu sekalian!, Cepatlah naik semuanya karena ular besar itu telah
mendekatinya". Maka naiklah mereka dengan serentak, aku lihat anak perempuanku yang
telah meninggal ikut mengawasiku bersama mereka. Ketika dia melihatku, dia menangis
dan berkata :
"Ayahku, demi Allah!" Kemudian dia melompat bak anak panah menuju padaku, kemudian
dia ulurkan tangan kirinya pada tangan kananku dan menariknya, kemudian dia ulurkan
tangan kanannya ke ular itu, namun binatang tersebut lari.
Kemudian dia mendudukkanku dan dia duduk di pangkuanku, maka aku pegang tangan
kanannya untuk menghelai jenggotku dan berkata : "Wahai ayahku! Belumkah datang
waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah".
(QS. Al-Hadid : 16).
Maka aku menangis dan berkata : "Wahai anakku!, Kalian semua faham tentang Al-
Qur'an", maka dia berkata :
"Wahai ayahku, kami lebih tahu tentang Al-Qur'an darimu", aku berkata :
"Ceritakanlah padaku tentang ular yang ingin membunuhku", dia menjawab :
"Itulah pekerjaanmu yang buruk yang selama ini engkau kerjakan, maka itu akan
memasukkanmu ke dalam api Neraka", akau berkata :
"Ceritakanlah tentang Syaikh yang berjalan di jalanku itu", dia menjawab : "Wahai
ayahku, itulah amal shaleh yang sedikit hingga tak mampu menolongmu", aku berkata :
"Wahai anakku, apa yang kalian perbuat di gunung itu?", dia menjawab : "Kami adalah
anak-anak orang muslimin yang di sini hingga terjadinya kiamat, kami menunggu kalian
hingga datang pada kami kemudian kami memberi syafa'at pada kalian". (HR. Muslim
dalam shahihnya No. 2635).
Berkata Malik : "Maka akupun takut dan aku tuangkan seluruh minuman keras itu dan
kupecahkan seluruh botol-botol minuman kemudian aku bertaubat pada Allah, dan inilah
cerita tentang taubatku pada Allah".

Cerita Islami 2013


Page 12 of 74
Dikutip dari : Hakikat Taubat.
SUMBER : http:/www.alirsyad-alislamy.or.id

4. RASA KASIH TERLIHAT DALAM MATA


Kamis, 21 Muharram 1423/ 4 April 2002
Sore itu adalah sore yang sangat dingin di Virginia bagian utara, berpuluh-puluh tahun
yang lalu. Janggut si orang tua dilapisi es musim dingin selagi ia menunggu tumpangan
menyeberangi sungai. Penantiannya seakan tak berakhir. Tubuhnya menjadi mati rasa dan
kaku akibat angin utara yang dingin.
Samar-samar ia mendengar irama teratur hentakan kaki kuda yang berlari mendekat di
atas jalan yang beku itu. Dengan gelisah iamengawasi beberapa penunggang kuda
memutari tikungan.
Ia membiarkan beberapa kuda lewat, tanpa berusaha untuk menarik perhatian. Lalu, satu
lagi lewat, dan satu lagi. Akhirnya, penunggang kuda yang terakhir mendekati tempat si
orang tua yang duduk seperti patung salju.
Saat yang satu ini mendekat, si orang tua menangkap mata si penunggang...dan ia pun
berkata, "Tuan, maukah anda memberikan tumpangan pada orang tua ini ke seberang ?
Kelihatannya tak ada jalan untuk berjalan kaki."
Sambil menghentikan kudanya, si penunggang menjawab, "Tentu. Naiklah." Melihat si
orang tua tak mampu mengangkat tubuhnya yang setengah membeku dari atas tanah, si
penunggang kuda turun dan menolongnya naik ke atas kuda.
Si penunggang membawa si orang tua itu bukan hanya ke seberang sungai, tapi terus ke
tempat tujuannya, yang hanya berjarak beberapa kilometer. Selagi mereka mendekati
pondok kecil yang nyaman, rasa ingin tahu si penunggang kuda atas sesuatu,
mendorongnya untuk bertanya,
"Pak, saya lihat tadi bapak membiarkan penunggang2 kuda lain lewat, tanpa berusaha
meminta tumpangan. Saya ingin tahu kenapa pada malam musim dingin seperti ini Bapak
mau menunggu dan minta tolong pada penunggang terakhir. Bagaimana kalau saya tadi
menolak dan meninggalkan bapak di sana?"
Si orang tua menurunkan tubuhnya perlahan dari kuda, memandang langsung mata si
penunggang kuda dan menjawab, "Saya sudah lama tinggal di daerah ini. Saya rasa saya
cukup kenal dengan orang."
Si orang tua melanjutkan, "Saya memandang mata penunggang yang lain, dan langsung
tahu bahwa di situ tidak ada perhatian pada keadaan saya. Pasti percuma saja saya minta
tumpangan.

Cerita Islami 2013


Page 13 of 74
Tapi waktu saya melihat matamu, kebaikan hati dan rasa kasihmu terasa jelas ada pada
dirimu. Saya tahu saat itu juga bahwa jiwamu yang lembut akan menyambut kesempatan
untuk memberi saya pertolongan pada saat saya membutuhkannya."
Komentar yang menghangatkan hati itu menyentuh si penunggang kuda dengan dalam.
"Saya berterima kasih sekali atas perkataan bapak", ia berkata pada si orang tua.
"Mudah-mudahan saya tidak akan terlalu sibuk mengurus masalah saya sendiri hingga
saya gagal menanggapi kebutuhan orang lain.."
Seraya berkata demikian, Thomas Jefferson, si penunggang kuda itu, memutar kudanya
dan melanjutkan perjalanannya menuju ke Gedung Putih.
The Sower's Seeds - Brian Cavanaugh.
Kau tak akan pernah tahu kapan kau akan memerlukan orang lain, atau kapan seseorang
memerlukanmu. Kebijakan dari seluruh hidupmu melukis sebuah citra dimatamu, yang
membantu orang lain melihat, menemukan pertolongan yang ia butuhkan, dan bahwa masih
ada keutamaan lain di dunia ini dari pada sekedar peduli dengan dirimu sendiri, yaitu
kepedulianmu pada orang lain, sahabatmu atau benar-benar orang lain.
Maka bila ada sahabat atau seseorang memerlukan perhatian atau bantuanmu, atau
meminta maaf atas satu kesalahan, itu karena ia menghormati dan menghargai kebaikan
yang pasti ada dalam jiwamu. Kau dapat menghormati juga permintaan itu, atau kau
meninggalkannya di tengah jalan sendirian.

5. ASAL-USUL KUMANDANG ADZAN


Kamis, 28 Muharram 1423/ 11 April 2002
(Riwayat : Anas r.a; Abu Dawud; Al Bukhari)
Seiring dengan berlalunya waktu, para pemeluk agama Islam yang semula sedikit,
bukannya semakin surut jumlahnya. Betapa hebatnya perjuangan yang harus dihadapi
untuk menegakkan syiar agama ini tidak membuatnya musnah. Kebenaran memang tidak
dapat dmusnahkan.
Semakin hari semakin bertambah banyak saja orang-orang yang menjadi penganutnya.
Demikian pula dengan penduduk dikota Madinah, yang merupakan salah satu pusat
penyebaran agama Islam pada masa-masa awalnya. Sudah sebagian tersebar dari
penduduk yang ada dikota itu sudah menerima Islam sebagai agamanya.
Ketika orang-orang Islam masih sedikit jumlahnya, tidaklah sulit bagi mereka untuk bisa
berkumpul bersama-sama untuk menunaikan sholat berjama` ah. Kini, hal itu tidak mudah
lagi mengingat setiap penduduk tentu mempunyai ragam kesibukan yang tidak sama.
Kesibukan yang tinggi pada setiap orang tentu mempunyai potensi terhadap kealpaan
ataupun kelalaian pada masing-masing orang untuk menunaikan sholat pada waktunya.

Cerita Islami 2013


Page 14 of 74
Dan tentunya, kalau hal ini dapat terjadi dan kemudian terus-menerus berulang, maka
bisa dipikirkan bagaimana jadinya para pemeluk Islam. Ini adalah satu persoalan yang
cukup berat yang perlu segera dicarikan jalan keluarnya.
Pada masa itu, memang belum ada cara yang tepat untuk memanggil orang sholat. Orang-
orang biasanya berkumpul dimasjid masing -masing menurut waktu dan kesempatan yang
dimilikinya. Bila sudah banyak terkumpul orang, barulah sholat jama `ah dimulai.
Atas timbulnya dinamika pemikiran diatas, maka timbul kebutuhan untuk mencari suatu
cara yang dapat digunakan sebagai sarana untuk mengingatkan dan memanggil orang-
orang untuk sholat tepat pada waktunya tiba.
Ada banyak pemikiran yang diusulkan. Ada sahabat yang menyarankan bahwa manakala
waktu sholat tiba, maka segera dinyalakan api pada tempat yang tinggi dimana orang-
orang bisa dengan mudah melihat ketempat itu, atau setidak-tidaknya asapnya bisa
dilihat orang walaupun ia berada ditempat yang jauh. Ada yang menyarankan untuk
membunyikan lonceng. Ada juga yang mengusulkan untuk meniup tanduk kambing.
Pendeknya ada banyak saran yang timbul.
Saran-saran diatas memang cukup representatif. Tapi banyak sahabat juga yang kurang
setuju bahkan ada yang terang-terangan menolaknya. Alasannya sederhana saja : itu
adalah cara-cara lama yang biasanya telah dipraktekkan oleh kaum Yahudi. Rupanya
banyak sahabat yang mengkhawatirkan image yang bisa timbul bila cara-cara dari kaum
kafir digunakan. Maka disepakatilah untuk mencari cara-cara lain.
Lantas, ada usul dari Umar r.a jikalau ditunjuk seseorang yang bertindak sebagai
pemanggil kaum Muslim untuk sholat pada setiap masuknya waktu sholat. Saran ini
agaknya bisa diterima oleh semua orang, Rasulullah SAW juga menyetujuinya. Sekarang
yang menjadi persoalan bagaimana itu bisa dilakukan ? Abu Dawud mengisahkan bahwa
Abdullah bin Zaid r.a meriwayatkan sbb :
"Ketika cara memanggil kaum muslimin untuk sholat dimusyawarahkan, suatu malam dalam
tidurku aku bermimpi. Aku melihat ada seseorang sedang menenteng sebuah lonceng. Aku
dekati orang itu dan bertanya kepadanya apakah ia ada maksud hendak menjual lonceng
itu. Jika memang begitu aku memintanya untuk menjual kepadaku saja.
Orang tersebut malah bertanya," Untuk apa ? Aku menjawabnya,"Bahwa dengan
membunyikan lonceng itu, kami dapat memanggil kaum muslim untuk menunaikan sholat."
Orang itu berkata lagi,"Maukah kau kuajari cara yang lebih baik ?" Dan aku menjawab "
Ya !"
Lalu dia berkata lagi, dan kali ini dengan suara yang amat lantang , " Allahu Akbar,Allahu
Akbar.."
Ketika esoknya aku bangun, aku menemui Rasulullah SAW dan menceritakan perihal mimpi
itu kepada beliau. Dan beliau berkata,"Itu mimpi yang sebetulnya nyata. Berdirilah
disamping Bilal dan ajarilah dia bagaimana mengucapkan kalimat itu. Dia harus
Cerita Islami 2013
Page 15 of 74
mengumandangkan adzan seperti itu dan dia memiliki suara yang amat lantang." Lalu
akupun melakukan hal itu bersama Bilal."
Rupanya, mimpi serupa dialami pula oleh Umar r.a, ia juga menceritakannya kepada
Rasulullah SAW . Nabi SAW bersyukur kepada Allah SWT atas semua ini.
Tulisan diambil dari Al-Islam Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

6. TIDUR DAN KEMATIAN


Prof. Arthur Alison: ''Karena Az Zumar 42''
Kamis, 5 Safar 1423/ 18 April 2002
Namaku Arthur Alison, seorang profesor yang menjabat Kepala Jurusan Teknik Elektro
Universitas London. Sebagai orang eksak, bagiku semua hal bisa dikatakan benar jika
masuk akal dan sesuai rasio. Karena itulah, pada awalnya agama bagiku tak lebih dari
objek studi. Sampai akhirnya aku menemukan bahwa Al Quran, mampu menjangkau
pemikiran manusia. Bahkan lebih dari itu. Maka aku pun memeluk Islam.
Itu bermula saat aku diminta tampil untuk berbicara tentang metode kedokteran
spiritual. Undangan itu sampai kepadaku karena selama beberapa tahun, aku mengetuai
Kelompok Studi Spiritual dan Psikologis Inggris. Saat itu, aku sebenarnya telah mengenal
Islam melalui sejumlah studi tentang agama-agama.
Pada September 1985 itulah, aku diundang untuk mengikuti Konferensi Islam
Internasional tentang 'Keaslian Metode Pengobatan dalam Al Quran'di Kairo. Pada acara
itu, aku mempresentasikan makalah tentang 'Terapi dengan Metode Spiritual dan
Psikologis dalam Al Quran'.
Makalah itu merupakan pembanding atas makalah lain tentang 'Tidur dan Kematian', yang
bisa dibilang tafsir medis atas Quran surat Az Zumar ayat 42 yang disampaikan ilmuwan
Mesir, Dr. Mohammed Yahya Sharafi.
Fakta-fakta yang dikemukakan Sharafi atas ayat yang artinya, "Allah memegang jiwa
(orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya;
Maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan
jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu
terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir," telah membukakan mata
hatiku terhadap Islam.
Secara parapsikologis, seperti dijelaskan Al Quran, orang tidur dan orang mati adalah
dua fenomena yang sama. Yaitu dimana ruh terpisah dari jasad. Bedanya, pada orang
tidur, ruh dengan kekuasaan Allah bisa kembali kepada jasad saat orang itu terjaga.
Sedangkan pada orang mati, tidak.

Cerita Islami 2013


Page 16 of 74
Ayat itu merupakan penjelasan, mengapa setiap orang yang bermimpi sadar dan ingat
bahwa ia telah bermimpi. Ia bisa mengingat mimpinya, padahal saat bermimpi ia sedang
tidur.
Al Quran surat Az Zumar ayat 42 ini juga menjadi penjelasan atas orang yang mengalami
koma. Secara fisik, orang yang koma tak ada bedanya dengan orang mati. Tapi ia tak
dapat dinyatakan mati, karena secara psikis ada suatu kesadaran yang masih hidup.
"Bagaimana Al Quran yang diturunkan 15 abad silam, bisa menjelaskan sebuah fenomena
yang oleh teori parapsikologis baru bisa dikonsepsikan pada abad ini?" Jawaban atas
pertanyaan inilah yang akhirnya meyakinkan aku untuk memeluk Islam.
Selepas sesi pemaparan kesimpulan dalam konferensi itu, disaksikan oleh Syekh Jad Al-
Haq, Dr. Mohammed Ahmady dan Dr. Mohammed Yahya Sharafi, akupun menyatakan
dengan tegas bahwa Islam adalah agama yang nyata benarnya.
Terbukti, isi Al Quran yang merupakan firman Allah pencipta manusia, sesuai dengan
fakta-fakta ilmiah. Kemudian dengan yakin, aku melafadzkan dua kalimat syahadat yang
sudah sangat fasih kubacakan. Sejak itu aku pun menjadi seorang Muslim dan mengganti
namaku menjadi Abdullah Alison.
Sebagai Ketua Kelompok Studi Spiritual dan Psikologi Inggris, aku telah mengenal banyak
agama melalui sejumlah studi yang dilakukan. Aku mempelajari Hindu, Budha dan agama
serta kepercayaan lainnya. Entah kenapa, ketika aku mempelajari Islam, aku juga
terdorong untuk melakukan studi perbandingan dengan agama lainnya.
Walaupun baru pada saat konferensi di Mesir, aku yakin benar bahwa Islam sebuah
agama besar yang nyata perbedaannya dengan agama lain. Agama yang paling baik
diantara agama-agama lain adalah Islam. Ia cocok dengan hukum alam tentang proses
kejadian manusia. Maka hanya Islam-lah yang pantas mengarahkan jalan hidup manusia.
Aku merasakan benar, ada sesuatu yang mengontrol alam ini. Dia itulah Sang Kreator,
Allah Swt. Dari pengalaman bagaimana aku mengenal dan masuk Islam, aku pikir
pendekatan ilmiah Al Quran bisa menjadi sarana efektif untuk mendakwahkan Islam di
Barat yang sangat rasional itu.
Sumber : (Pesantren.net)

7. KALUNG ANISA
Kamis, 19 Safar 1723 / 2 mei 2002
Ini cerita tentang Anisa, seorang gadis kecil yang ceria berusia Lima tahun. Pada suatu
sore, Anisa menemani Ibunya berbelanja di suatu supermarket. Ketika sedang menunggu
giliran membayar, Anisa melihat sebentuk kalung mutiara mungil berwarna putih
berkilauan, tergantung dalam sebuah kotak berwarna pink yang sangat cantik.

Cerita Islami 2013


Page 17 of 74
Kalung itu nampak begitu indah, sehingga Anisa sangat ingin memilikinya. Tapi... Dia tahu,
pasti Ibunya akan berkeberatan. Seperti biasanya, sebelum berangkat ke supermarket
dia sudah berjanji tidak akan meminta apapun selain yang sudah disetujui untuk dibeli.
Dan tadi Ibunya sudah menyetujui untuk membelikannya kaos kaki ber-renda yang cantik.
Namun karena kalung itu sangat indah, diberanikannya bertanya.
"Ibu, bolehkah Anisa memiliki kalung ini? Ibu boleh kembalikan kaos kaki yang tadi... "
Sang Bunda segera mengambil kotak kalung dari tangan Anisa. Dibaliknya tertera harga
Rp 15,000.
Dilihatnya mata Anisa yang memandangnya dengan penuh harap dan cemas. Sebenarnya
dia bisa saja langsung membelikan kalung itu, namun ia tak mau bersikap tidak konsisten...
"Oke ... Anisa, kamu boleh memiliki Kalung ini. Tapi kembalikan kaos kaki yang kau pilih
tadi. Dan karena harga kalung ini lebih mahal dari kaos kaki itu, Ibu akan potong uang
tabunganmu untuk minggu depan. Setuju ?"
Anisa mengangguk lega, dan segera berlari riang mengembalikan kaos kaki ke raknya.
"Terimakasih..., Ibu"
Anisa sangat menyukai dan menyayangi kalung mutiaranya. Menurutnya, kalung itu
membuatnya nampak cantik dan dewasa. Dia merasa secantik Ibunya. Kalung itu tak
pernah lepas dari lehernya, bahkan ketika tidur.
Kalung itu hanya dilepasnya jika dia mandi atau berenang. Sebab,kata ibunya, jika basah,
kalung itu akan rusak, dan membuat lehernya menjadi hijau...
Setiap malam sebelum tidur, ayah Anisa membacakan cerita pengantar tidur. Pada suatu
malam, ketika selesai membacakan sebuah cerita,
Ayah bertanya "Anisa..., Anisa sayang Enggak sama Ayah ?"
"Tentu dong... Ayah pasti tahu kalau Anisa sayang Ayah !"
"Kalau begitu, berikan kepada Ayah kalung mutiaramu...
"Yah..., jangan dong Ayah ! Ayah boleh ambil "si Ratu" boneka kuda dari nenek... ! Itu
kesayanganku juga
"Ya sudahlah sayang,... ngga apa-apa !". Ayah mencium pipi Anisa sebelum keluar dari
kamar Anisa.
Kira-kira seminggu berikutnya, setelah selesai membacakan cerita, Ayah bertanya lagi,
"Anisa..., Anisa sayang nggak sih, sama Ayah?"
"Ayah, Ayah tahu bukan kalau Anisa sayang sekali pada Ayah?".
"Kalau begitu, berikan pada Ayah Kalung mutiaramu."
"Jangan Ayah... Tapi kalau Ayah mau, Ayah boleh ambil boneka Barbie ini.."Kata Anisa
seraya menyerahkan boneka Barbie yang selalu menemaninya bermain.
Cerita Islami 2013
Page 18 of 74
Beberapa malam kemudian, ketika Ayah masuk ke kamarnya, Anisa sedang duduk di atas
tempat tidurnya. Ketika didekati, Anisa rupanya sedang menangis diam-diam. Kedua
tangannya tergenggam di atas pangkuan. air mata membasahi pipinya..."Ada apa Anisa,
kenapa Anisa ?" Tanpa berucap sepatah pun, Anisa membuka tangannya.
Di dalamnya melingkar cantik kalung mutiara kesayangannya" Kalau Ayah mau...ambillah
kalung Anisa"
Ayah tersenyum mengerti, diambilnya kalung itu dari tangan mungil Anisa. Kalung itu
dimasukkan ke dalam kantong celana. Dan dari kantong yang satunya, dikeluarkan
sebentuk kalung mutiara putih...sama cantiknya dengan kalung yang sangat disayangi
Anisa..."Anisa... ini untuk Anisa. Sama bukan ? Memang begitu nampaknya, tapi kalung ini
tidak akan membuat lehermu menjadi hijau"
Ya..., ternyata Ayah memberikan kalung mutiara asli untuk menggantikan kalung mutiara
imitasi Anisa.
Demikian pula halnya dengan Allah S.W.T. terkadang Dia meminta sesuatu dari kita,
karena Dia berkenan untuk menggantikannya dengan yang lebih baik. Namun, kadang-
kadang kita seperti atau bahkan lebih naif dari Anisa : Menggenggam erat sesuatu yang
kita anggap amat berharga, dan oleh karenanya tidak ikhlas bila harus kehilangan. Untuk
itulah perlunya sikap ikhlas, karena kita yakin tidak akan Allah mengambil sesuatu dari
kita jika tidak akan menggantinya dengan yang lebih baik.
Sumber : Daarut tauhiid

8. TEGAKKAN SHOLAT PHK DIDAPAT


Kamis, 26 Safar 1423/ 09 Mei 2002
Berawal dari sebuah perkenalannya dengan seorang pemuda muslim Evi Cristiani yang kini
sudah menjadi seorang muslimah yang patut dicontoh. Perilaku keislamannya benar-benar
diterapkan dalam kehidupannya sehari-hari walau begitu berat cobaan yang dihadapinya.
Sekali syahadat sebagai kesaksian sakral sudah ia ucapkan maka pantang baginya untuk
surut menegakkan kalimat Allah dalam kalbunya. Sudah pasti orang tuanya menentang
keinginannya, Evi pun harus hijrah ke tempat kost agar ibadahnya lancar ia kerjakan.
Belum lagi beres masalah dengan orang tuanya lantaran ia masuk Islam, Evi harus
menghadapi masalah di tempat kerjanya. Gadis berusia 27 tahun bekerja di sebuah biro
perjalanan yang mayoritas karyawannya beragama non muslim. Profesionalisme juga tidak
dijalankan di sana karena sikap sebagian besar karyawannya masih memakai sentimen
agama.
Hasilnya Evi jadi bulan-bulanan para atasan karena dianggap tidak sejalan dengan pola
pikir mereka. Ada acara rutin tiap dua pekan sekali yang wajib diikuti oleh karyawan

Cerita Islami 2013


Page 19 of 74
bagian Evi bertugas. Acara yang sarat dengan unsur maksiat itu adalah mengunjungi bar-
bar dan bersenang-senang hingga mabuk.
Dulu ia tidak pernah lewatkan acara itu tapi sejak ia masuk Islam jelas acara model itu ia
tolak mentah-mentah. Segala alasan ia cari agar ia bisa terbebas dari dosa itu. Sampai
akhirnya atasannya jenuh dan tidak akan mengajak Evi hura-hura lagi. Beres dengan yang
satu itu muncullah masalah lain yang tak kalah menyakitkan
Ketika seorang kawannya pulang dari tugas ke eropa, ia membawa oleh-oleh yang
dibagikan ke rekan-rekannya kantornya tak terkecualiEvi. Oleh-oleh berupa kue itu tak
disangka mengandung daging babi. Lantaran Evi tidak tahu ia makan segigit kue itu lalu
kawannya punberkata,"Evi itu kan ada babinya kok dimakan juga"
Mendengar hal itu Evi pun lari ke kamar mandi dan memuntahkan sebisa-bisa makanan
dalam mulutnya sambil beristighfar tak henti-henti. Kawannya pun ia tegur, tidak keras
tapi tegas. Si kawan merasa tidak salah dan berkelit. Evi menghentikan debatitu dan coba
menyabarkan dirinya.
Yang diingatnya hanya kekuatan Allah agar bisa memberinya kekuatan untuk dapat
bertahan dari cobaan ini. Sejak itulah kebencian mulai tumbuh subur di antara rekan
sejawatnya. Menanggapi hal tersebut atasannya segera memindahkannya ke bagian lain.
Lagi-lagi di bagian yang baru Evi dihujam oleh fitnah yang bertubi tubi. Manajernya yang
baru justru yang menjadi momok lahirnya fitnahan tersebut. Cobaan demi cobaan itu
dipuncaki dengan dipanggilnya ia oleh pihak SDM.
Ia jelaskan bahwa ia harus menjalankan kewajibannya sebagai muslim yaitu shalat dan
berusaha menghindari kemaksiatan sekeras mungkin.Jalan keluar tidak ketemu dan PHK
jadi solusi yang terbaik.Evi terima dengan ikhlas,"rejekiku sudah diatur olehNya," gumam
Evi mantap sambil keluar kantor dengan perasaan lega.
Semoga Allah Swt memberikan kekuatan lahir bathin buat sdri. Evi yang telah
mendapatkan Hidayah di jalan Allah. Amin
Penulis Amma

9. NASEHAT YANG JITU


09/27/2002
Pada suatu hari Ibrahim bin Adham didatangi oleh seorang lelaki yang gemar melakukan
maksiat. Lelaki tersebut bernama Jahdar bin Rabi'ah. Ia meminta nasehat kepada
Ibrahim agar ia dapat menghentikan perbuatan maksiatnya.
Ia berkata, "Ya Aba Ishak, aku ini seorang yang suka melakukan perbuatan maksiat.
Tolong berikan aku cara yang ampuh untuk menghentikannya!"

Cerita Islami 2013


Page 20 of 74
Setelah merenung sejenak, Ibrahim berkata, "Jika kau mampu melaksanakan lima syarat
yang kuajukan, aku tidak keberatan kau berbuat dosa."
Tentu saja dengan penuh rasa ingin tahu yang besar Jahdar balik bertanya, "Apa saja
syarat-syarat itu, ya Aba Ishak?"
"Syarat pertama, jika engkau melaksanakan perbuatan maksiat, janganlah kau memakan
rezeki Allah," ucap Ibrahim.
Jahdar mengernyitkan dahinya lalu berkata, "Lalu aku makan dari mana? Bukankah segala
sesuatu yang berada di bumi ini adalah rezeki Allah?"
"Benar," jawab Ibrahim dengan tegas. "Bila engkau telah mengetahuinya, masih pantaskah
engkau memakan rezeki-Nya, sementara Kau terus-menerus melakukan maksiat dan
melanggar perintah-perintahnya?"
"Baiklah," jawab Jahdar tampak menyerah. "Kemudian apa syarat yang kedua?"
"Kalau kau bermaksiat kepada Allah, janganlah kau tinggal di bumi-Nya," kata Ibrahim
lebih tegas lagi.
Syarat kedua membuat Jahdar lebih kaget lagi. "Apa? Syarat ini lebih hebat lagi. Lalu
aku harus tinggal di mana? Bukankah bumi dengan segala isinya ini milik Allah?"
"Benar wahai hamba Allah. Karena itu, pikirkanlah baik-baik, apakah kau masih pantas
memakan rezeki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, sementara kau terus berbuat maksiat?"
tanya Ibrahim.
"Kau benar Aba Ishak," ucap Jahdar kemudian. "Lalu apa syarat ketiga?" tanya Jahdar
dengan penasaran.
"Kalau kau masih bermaksiat kepada Allah, tetapi masih ingin memakan rezeki-Nya dan
tinggal di bumi-Nya, maka carilah tempar bersembunyi dari-Nya."
Syarat ini membuat lelaki itu terkesima. "Ya Aba Ishak, nasihat macam apa semua ini?
Mana mungkin Allah tidak melihat kita?"
"Bagus! Kalau kau yakin Allah selalu melihat kita, tetapi kau masih terus memakan rezeki-
Nya, tinggal di bumi-Nya, dan terus melakukan maksiat kepada-Nya, pantaskah kau
melakukan semua itu?" tanya Ibrahin kepada Jahdar yang masih tampak bingung dan
terkesima. Semua ucapan itu membuat Jahdar bin Rabi'ah tidak berkutik dan
membenarkannya.
"Baiklah, ya Aba Ishak, lalu katakan sekarang apa syarat keempat?"
"Jika malaikat maut hendak mencabut nyawamu, katakanlah kepadanya bahwa engkau
belum mau mati sebelum bertaubat dan melakukan amal saleh."
Jahdar termenung. Tampaknya ia mulai menyadari semua perbuatan yang dilakukannya
selama ini. Ia kemudian berkata, "Tidak mungkin... tidak mungkin semua itu aku lakukan."

Cerita Islami 2013


Page 21 of 74
"Wahai hamba Allah, bila kau tidak sanggup mengundurkan hari kematianmu, lalu dengan
cara apa kau dapat menghindari murka Allah?"
Tanpa banyak komentar lagi, ia bertanya syarat yang kelima, yang merupakan syarat
terakhir. Ibrahim bin Adham untuk kesekian kalinya memberi nasihat kepada lelaki itu.
"Yang terakhir, bila malaikat Zabaniyah hendak menggiringmu ke neraka di hari kiamat
nanti, janganlah kau bersedia ikut dengannya dan menjauhlah!"
Lelaki itu nampaknya tidak sanggup lagi mendengar nasihatnya. Ia menangis penuh
penyesalan. Dengan wajah penuh sesal ia berkata, "Cukup…cukup ya Aba Ishak! Jangan
kau teruskan lagi. Aku tidak sanggup lagi mendengarnya. Aku berjanji, mulai saat ini aku
akan beristighfar dan bertaubat nasuha kepada Allah."
Jahdar memang menepati janjinya. Sejak pertemuannya dengan Ibrahim bin Adham, ia
benar-benar berubah. Ia mulai menjalankan ibadah dan semua perintah-perintah Allah
dengan baik dan khusyu'.
Ibrahim bin Adham yang sebenarnya adalah seorang pangeran yang berkuasa di Balakh
itu mendengar bahwa di salah satu negeri taklukannya, yaitu negeri Yamamah, telah
terjadi pembelotan terhadap dirinya. Kezaliman merajalela. Semua itu terjadi karena
ulah gubernur yang dipercayainya untuk memimpin wilayah tersebut.
Selanjutny, Ibrahim bin Adham memanggil Jahdar bin Rabi'ah untuk menghadap. Setelah
ia menghadap, Ibrahim pun berkata, "Wahai Jahdar, kini engkau telah bertaubat.
Alangkah mulianya bila taubatmu itu disertai amal kebajikan. Untuk itu, aku ingin
memerintahkan engkau untuk memberantas kezaliman yang terjadi di salah satu wilayah
kekuasaanku."
Mendengar perkataan Ibrahim bin Adham tersebut Jahdar menjawab, "Wahai Aba
Ishak, sungguh suatu anugrah yang amat mulia bagi saya, di mana saya bisa berbuat yang
terbaik untuk umat. Dan tugas tersebut akan saya laksanakan dengan segenap kemampuan
yang diberikan Allah kepada saya. Kemudian di wilayah manakah gerangan kezaliman itu
terjadi?"
Ibrahim bin Adham menjawab, "Kezaliman itu terjadi di Yamamah. Dan jika engkau dapat
memberantasnya, maka aku akan mengangkat engkau menjadi gubernur di sana."
Betapa kagetnya Jahdaar mendengar keterangan Ibrahim bin Adham. Kemudian ia
berkata, "Ya Allah, ini adalah rahmat-Mu dan sekaligus ujian atas taubatku. Yamamah
adalah sebuah wilayah yang dulu sering menjadi sasaran perampokan yang aku lakukan
dengan gerombolanku. Dan kini aku datang ke sana untuk menegakkan keadilan.
Subhanallah, Maha Suci Allah atas segala rahmat-Nya."
Kemudian, berangkatlah Jahdar bin Rabi'ah ke negeri Yamamah untuk melaksanakan
tugas mulia memberantas kezaliman, sekaligus menunaikan amanah menegakkan keadilan.

Cerita Islami 2013


Page 22 of 74
Pada akhirnya ia berhasil menunaikan tugas tersebut, serta menjadi hamba Allah yang
taat hingga akhir hayatnya.
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

10. NASIHAT BAGI PENGUASA


09/20/2002
Mengatakan kebenaran kepada penguasa yang menyeleweng memang perlu keberanian
yang tinggi, sebab resikonya besar. Bisa-bisa akan kehilangan kebebasan, mendekam
dalam penjara, bahkan lebih jauh lagi dari itu, nyawa bisa melayang. Karena itu, tidaklah
mengherankan ketika pada suatu saat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya oleh
seorang sahabat perihal perjuangan apa yang paling utama, maka Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam pun menjawab, "Mengatakan kebenaran kepada penguasa yang
menyeleweng."
Demikian sabda Tasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagaimana yang dikisahkan
dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam an-Nasa'i, Abu Daud, dan Tirmidzi,
berdasarkan penuturan Abu Sa'id al-Khudry Radhiyallahu 'anhu, dan Abu Abdillah Thariq
bin Syihab al-Bajily al-Ahnasyi. Oleh sebab itu, sedikit sekali orang yang berani
melakukannya, yakni mengatakan kebenaran kepada penguasa yang menyeleweng.
Di antara yang sedikit itu (orang yang pemberani) terdapatlah nama Thawus al-Yamani. Ia
adalah seorang tabi'in, yakni generasi yang hidup setelah para sahabat Nabi Shallallahu
'alaihi wa sallam, bertemu dengan mereka dan belajar dari mereka. Dikisahkan, suatu
ketika Hisyam bin Abdul Malik, seorang khalifah dari Bani Umayyah, melakukan
perjalanan ke Mekah guna melaksanakan ibadah haji. Di saat itu beliau meminta agar
dipertemukan dengan salah seorang sahabat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam
yang hidup. Namun sayang, ternyata ketika itu tak seorang pun sahabat Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam yang masih hidup. Semua sudah wafat. Sebagai gantinya,
beliau pun meminta agar dipertemukan dengan seorang tabi'in.
Datanglah Thawus al-Yamani menghadap sebagai wakil dari para tabi'in. Ketika
menghadap, Thawus al-Yamani menanggalkan alas kakinya persis ketika akan menginjak
permadani yang dibentangkan di hadapan khalifah. Kemudia ia langsung saja nyelonong
masuk ke dalam tanpa mengucapkan salam perhormatan pada khalifah yang tengah duduk
menanti kedatangannya. Thawus al-Yamani hanya mengucapkan salam biasa saja,
"Assalamu'alaikum," langsung duduk di samping khalifah seraya bertanya, "Bagaimanakah
keadaanmu, wahai Hisyam?"
Melihat perilaku Thawus seperti itu, khalifah merasa tersinggung. Beliau murka bukan
main. Hampir saja beliau memerintahkan kepada para pengawalnya untuk membunuh
Thawus. Melihat gelagat yang demikian, buru-buru Thawus berkata, "Ingat, Anda berada

Cerita Islami 2013


Page 23 of 74
dalam wilayah haramullah dan haramurasulihi (tanah suci Allah dan tanah suci Rasul-Nya).
Karena itu, demi tempat yang mulia ini, Anda tidak diperkenankan melakukan perbuatan
buruk seperti itu!"
"Lalu apa maksudmu melakukakan semua ini?" tanya khalifah.
"Apa yang aku lakukan?" Thawus balik bertanya.
Dengan geram khalifah pun berkata, "Kamu tanggalkan alas kaki persis di depan
permadaniku. Kamu masuk tanpa mengucapkan salam penghormatan kepadaku sebagai
khalifah, dan juga tidak mencium tanganku. Lalu, kamu juga memanggilku hanya dengan
nama kecilku, tanpa gelar dan kun-yahku. Dan, sudah begitu, kamu berani pula duduk di
sampingku tanpa seizinku. Apakah semua itu bukan penghinaan terhadapku?"
"Wahai Hisyam!" jawab Thawus, "Kutanggalkan alas kakiku karena aku juga
menanggalkannya lima kali sehari ketika aku menghadap Tuhanku, Allah 'Azza wa Jalla.
Dia tidak marah, apalagi murka kepadaku lantaran itu."
"Aku tidak mencium tanganmu lantaran kudengar Amirul Mukminin Ali Radhiyallahu 'anhu
pernah berkata bahwa seorang tidak boleh mencium tangan orang lain, kecuali tangan
istrinya karena syahwat atau tangan anak-anaknya karena kasih sayang."
"Aku tidak mengucapkan salam penghormatan dan tidak menyebutmu dengan kata-kata
amiirul mukminin lantaran tidak semua rela dengan kepemimpinanmu; karenanya aku
enggan untuk berbohong."
"Aku tidak memanggilmu dengan sebutan gelar kebesaran dan kun-yah lantaran Allah
memanggil para kekasih-Nya di dalam Alquran hanya dengan sebutan nama semata,
seperti ya Daud, ya Yahya, ya 'Isa; dan memanggil musuh-musuh-Nya dengan sebutan
kun-yah seperti Abu Lahab...."
"Aku duduk persis di sampingmu lantaran kudengar Amiirul Mukminin Ali Radhiyallahu
'anhu pernah berkata bila kamu ingin melihat calon penghuni neraka, maka lihatlah orang
yang duduk sementara orang di sekitarnya tegak berdiri."
Mendengar jawaban Thawus yang panjang lebar itu, dan juga kebenaran yang terkandung
di dalamnya, khalifah pun tafakkur karenanya. Lalu ia berkata, "Benar sekali apa yang
Anda katakan itu. Nah, sekarang berilah aku nasehat sehubungan dengan kedudukan ini!"
"Kudengar Amiirul Mukminin Ali Radhiyallahu 'anhu berkata dalam sebuah nasehatnya,"
jawab Thawus, "Sesungguhnya dalam api neraka itu ada ular-ular berbisa dan
kalajengking raksasa yang menyengat setiap pemimpin yang tidak adil terhadap
rakyatnya."
Mendengar jawaban dan nasehat Thawus seperti itu, khalifah hanya terdiam, tak
mengeluarkan sepatah kata pun. Ia menyadari bahwa menjadi seorang pemimpin harus
bersikap arif dan bijaksana serta tidak boleh meninggalkan nilai-nilai keadilan bagi
seluruh rakyatnya. Setelah berbincang-bincang beberapa lamanya perihal masalah-

Cerita Islami 2013


Page 24 of 74
masalah yang penting yang ditanyakan oleh khalifah, Thawus al-Yamani pun meminta diri.
Khalifah pun memperkenankannya dengan segala hormat dan lega dengan nasehat-
nasehatnya.
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

11. ABU NAWAS DAN TEROMPAH AJAIB (2)


09/13/2002
Seketika itu juga Abu Nawas menyadari apa yang terjadi. Ia lalu menjelaskan kejadian
yang sebenarnya dari awal hingga akhir. Orang-orang pun percaya pada penuturan Abu
Nawas. Sebab, selama ini Abu Nawas dikenal sebagai orang yang jujur dan berbudi
pekerti baik.
Setelah orang kampung meninggalkan rumahnya, Abu Nawas pun bermaksud untuk
mengembalikan terompah ajaib itu kepada pedagangnya di pasar. Setelah berpamitan
pada istrinya, ia segera pergi ke pasar untuk menemui si pedagang terompah tersebut.
Tak lama kemudian, sampailah ia di pasar dan menemukan pedagang tersebut.
"Assalamu'alaikum!, ucap Abu Nawas memberi salam.
"Wa'alaikumussalam," jawab si pedagang, "Ternyata Engkau Tuan, bagaimana kabar
Anda?"
"Kabar jelek. Aku selalu ditimpa kemalangan," jawab Abu Nawas.
"Ditimpa kemalangan bagaimana?" tanya pedagang itu penasaran.
"Gara-gara terompah ini, aku terus-menerus ditimpa kemalangan. Padahal, dulu Engkau
mengatakan bahwa terompah ini bisa mendatangkan keberuntungan. Aku bisa menjadi
orang terkenal dan kaya, tetapi mana buktinya? Malah aku sering kena marah orang
kampung karena terompah ini."
Kemudian ia menceritakan beberapa kejadian yang menimpanya.
"Seingat saya, saya tidak pernah mengatakan seperti itu tuan?" sergah si pedagang tua
itu. "Saya mengatakan bahwa bila Tuan mulanya orang yang tidak punya, maka dengan
membelinya, Tuan akan menjadi orang yang punya. Buktinya sekarang Tuan telah
mempunyai terompah ini dan dikenal oleh orang banyak karena memilikinya."
Mendengar penuturan pedagang itu, Abu Nawas hanya bisa diam saja. Ia menyadari
bahwa dirinya telah salah tafsir. "Tapi…tapi…mengapa terompah ini Engkau katakan
terompah ajaib?" tanya Abu Nawas kemudian.
"Oh, itu?" pedagang tersebut menjawab, "Sebab merek terompah itu adalah Ajaib,
sebagaimana dinamakan oleh pembuatnya. Jadi, pantaslah bila saya menyebutnya

Cerita Islami 2013


Page 25 of 74
terompah ajaib, sebagaimana kita menyebut ikan ikan mas. Sebab ikan itu berwarna
keemasan."
Sekali lagi Abu Nawas tidak bisa berkata apa-apa mendengar penuturan pedagang itu.
Lantas ia mohon diri begitu saja. "Tapi, tunggu tuan!" cegah pedagang itu ketika melihat
Abu Nawas bergegas akan pergi.
"Saya ingin mengatakan sesuatu kepada tuan."Tuan ada sedikit pun rasa percaya bahwa
sesuatu selain Allah itu bisa mendatangkan kekayaan atau keberuntungan atau yang
lainnya. Sebab, percaya pada sesuatu selain Allah itu bisa membuat kita syirik dan
mendapatkan kesusahan baik di dunia maupun di akhirat kelak, buktinya sebagaiman tuan
alami. Oleh karena itu, segeralah bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala sebelum
semuanya terlambat. Sebab, bagaimana pun juga syirik seperti ini jarang sekali bisa kita
sadari, kecuali hanya hamba-hamba Allah yang selalu berserah diri kepada-Nya."
Mendengar penuturan seperti itu, Abu Nawas baru menyadari kesalahannya. Ternyata
banyak sekali hal-hal yang bisa membawa kepada perbuatan yang dimurkai Allah. Mulai
saat itulah ia sangat berhati-hati kepada hal-hal yang (kadang-kadang tanpa disadari)
akan menjerumuskan kita pada perbuatan syirik terhadap Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

12. WANITA PEMERAH SUSU DAN ANAK GADISNYA


09/06/2002
Pada zaman pemerintahan Umar bin Khaththab hiduplah seorang janda miskin bersama
seorang anak gadisnya di sebuah gubuk tua di pinggiran kota Mekah. Keduanya sangat
rajin beribadah dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Setiap
pagi, selesai salat subuh, keduanya memerah susu kambing di kandang. Penduduk kota
Mekah banyak yang menyukai susu kambing wanita itu karena mutunya yang baik.
Pada suatu malam, Khalifah Umar ditemani pengawalnya berkeliling negeri untuk melihat
dari dekat keadaan hidup dan kesejahteraan rakyatnya. Setelah beberapa saat
berkeliling, sampailah khalifah di pinggiran kota Mekah. Beliau tertarik melihat sebuah
gubuk kecil dengan cahaya yang masih tampak dari dalamnya yang menandakan bahwa
penghuninya belum tidur. Khalifah turun dari kudanya, lalu mendekati gubuk itu. Samar-
samar telinganya mendengar percakapan seorang wanita dengan anaknya.
"Anakku, malam ini kambing kita hanya mengeluarkan susu sedikit sekali. Ini tidak cukup
untuk memenuhi permintaan pelanggan kita besok pagi," keluh wanita itu kepada anaknya.
Dengan tersenyum, anak gadisnya yang beranjak dewasa itu menghibur, "Ibu, tidak usah
disesali. Inilah rezeki yang diberikan Allah kepada kita hari ini. Semoga besok kambing
kita mengeluarkan susu yang lebih banyak lagi."

Cerita Islami 2013


Page 26 of 74
"Tapi, aku khawatir para pelanggan kita tidak mau membeli susu kepada kita lagi.
Bagaimana kalau susu itu kita campur air supaya kelihatan banyak?"
"Jangan, Bu!" gadis itu melarang. "Bagaimanapun kita tidak boleh berbuat curang. Lebih
baik kita katakan dengan jujur pada pelanggan bahwa hasil susu hari ini hanya sedikit.
Mereka tentu akan memakluminya. Lagi pula kalau ketahuan, kita akan dihukum oleh
Khalifah Umar. Percayalah, ketidakjujuran itu akan menyiksa hati."
Dari luar gubuk itu, Khalifah Umar semakin penasaran ingin terus mendengar kelanjutan
percakapan antara janda dan anak gadisnya itu.
"Bagaimana mungkin khalifah Umar tahu!" kata janda itu kepada anaknya. "Saat ini beliau
sedang tertidur pulas di istananya yang megah tanpa pernah mengalami kesulitan seperti
kita ini?"
Melihat ibunya masih tetap bersikeras dengan alasannya, gadis remaja itu tersenyum
dengan lembut dan berkata, "Ibu, memang Khalifah tidak melihat apa yang kita lakukan
sekarang. Tapi Allah Maha Melihat setiap gerak-gerik makhluknya. Meskipun kita miskin,
jangan sampai kita melakukan sesuatu yang dimurkai Allah."
Dari luar gubuk, khalifah tersenyum mendengar ucapan gadis itu. Beliau benar-benar
kagum dengan kejujurannya. Ternyata kemiskinan dan himpitan keadaan tidak
membuatnya terpengaruh untuk berbuat curang. Setelah itu khalifah mengajak
pengawalnya pulang.
Keesokan harinya, Umar memerintahkan beberapa orang untuk menjemput wanita
pemerah susu dan anak gadisnya untuk menghadap kepadanya. Beliau ternyata bermaksud
menikahkan putranya dengan gadis jujur itu.
Sungguh sebuah teladan bagi kita semua, bahwa kejujuran karena takut kepada Allah
adalah suatu harta yang tak ternilai harganya. Mungkin ini yang sulit kita dapatkan
sekarang.
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

13. HARTA TITAPAN BANI UMAYAH


08/31/2002
Seorang lelaki yang dicurigai menyimpan harta titipan milik dinasti Bani Umayyah
dilaporkan kepada Khalifah al-Manshur. Ia segera ditangkap dan dihadapkan kepada sang
Khalifah.
"Kami dengar laporan, kamu menyimpan harta titipan milik Bani Umayyah. Sekarang
serahkan kepada kami," kata Khalifah.
"Amirul Mukminin, apakah Tuan pewaris Bani Umayyah?" tanyanya.

Cerita Islami 2013


Page 27 of 74
"Tidak,''jawab sang Khalifah.
"Atau, mereka sudah memberi wasiat kepada Anda?"
"Juga tidak."
"Lalu mengapa Tuan meminta aku menyerahkan harta yang ada di tanganku?"
Sejenak Khalifah al-Manshur menunduk tanda ia sedang berpikir. Kemudian sambil
mengangkat kepala ia beujar:
"Sesungguhnya para pemimpin dinasti Bani Umayyah suka berlaku zaiim kepada kaum
muslimin waktu itu. Selaku khalifah, kami berhak mengurus hak mereka. Jadi, kami
bermaksud mengambil hak mereka, lalu kami simpan ke dalam kas negara."
"Tuan perlu mengajukan bukti yang adil bahwa harta milik Bani Umayyah yang ada padaku
adalah milik kaum muslimin yang dirampas secara tidak sah. Sebab, boleh jadi ini adalah
mumi milik mereka sendiri."
"Kamu benar. Kamu memang berhak atas harta itu," kata sang Khalifah.
"Terima kasih atas pengertian Tuan, Amirul Mukminin."
"Sekarang apa keperluanmu?"
"Aku ingin Tuan berkenan mempertemukan aku dengan orang yang melaporkan masalah ini
kepadamu. Aku merasa penasaran ingin mengetahuinya."
Permintaan tersebut dikabulkan oleh Khalifah al-Manshur. Begitu dipertemukan, akhirnya
jelas bahwa orang yang melaporkan itu adalah budak lelakinya sendiri yang telah cukup
lama menghilang, tetapi ia masih ingat dan mengenalinya.
"Dia ini budakku, Amirul Mukminin," katanya, "Setelah mencuri uangku tiga ribu dinar, ia
minggat. Dan, mungkin karena takut aku mencarinya, ia kemudian melaporkan aku kepada
tuan yang bukan-bukan."
Setelah dimintai penjelasan dan ditakut-takuti oleh Khalifah al-Manshur, akhirnya budak
itu mengakui semua perbuatannya yang tercela tersebut.
"Kami minta kamu memaafkannya," kata Khalifah.
"Sudah aku maafkan. Bahkan, aku memerdekakan dia. Selain mengikhlaskan uang tiga ribu
dinar yang telah ia curi, aku juga ingin memberinya tiga ribu dinar lagi," katanya sambil
menyerahkan sebuah bungkusan. Kemudian ia pun beranjak pergi.
Khalifah al-Manshur merasa kagum atas sikap warganya itu seraya berkata,
"Sungguh luar biasa dia!"
Sumber: al-Mustajad min Fa'alat al-Ajwad, at-Tanukhi
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

Cerita Islami 2013


Page 28 of 74
14. ZIYAD BIN ABU SUFYAN
08/23/2002
Sumiyah, ibunda Ziyad, adalah seorang wanita pelacur. Abu Sufyan bin Harb mengaku
bahwa dirinya satu-satunya lelaki yang menghamili wanita itu. Jadi dia ayah Ziyad.
Suatu hari Khalifah Mu'awiyah naik ke atas mimbar, dan menyuruh Ziyad untuk berdiri di
sampingnya.
"Saudara-saudara sekalian, sungguh aku sudah mengenal siapa Ziyad ini. Tetapi, siapa di
antara kalian yang memiliki bukti, silakan ajukan!" kata Mu'awiyah kepada para hadirin.
Semua yang hadir berdiri seraya memberikan kesaksian bahwa Ziyad adalah putera Abu
Sufyan. Oleh Mu'awiyah ia lalu diangkat sebagai penguasa Kufah merangkap Bashrah.
Pada hari penobatan Ziyad sebagai penguasa kedua wilayah tersebut diadakan upacara
arak-arakan yang cukup meriah. Seorang lelaki buta dari suku Bani Makhzum yang biasa
dipanggil Abul Urban ikut menonton di pinggir jalan.
"Siapa yang diangkat sebagai penguasa kali ini?" tanya Abul Urban kepada seseorang di
sebelahnya.
"Ziyad bin Abu Sufyan," jawabnya.
"Apa? Setahuku Abu Sufyan tidak punya putera bernama Ziyad," kata Abul Urban.
"Jadi, Ziyad siapa?" tanya orang itu.
"Sungguh banyak hal yang telah dirusak Allah, banyak rumah yang telah dirobohkan-Nya,
dan banyak budak yang telah dikembalikan-Nya kepada tuan-tuannya," jawab Abul Urban.
Seorang mata-mata kerajaan kebetulan mendengar ucapan Abul Urban tersebut. Ia lalu
melaporkannya kepada Mu'awiyah. Khalifah ini segera mengirim seorang kurir membawa
sepucuk surat berisi:
"Celaka kamu oleh ibumu. Setibanya suratku ini potonglah lidah laki-laki buta dan suku
Bani Makhzum itu jika ia berani mengatakan lagi kalau kamu bukan putera Abu Sufyan."
Ketika si kurir hendak mohon diri, Ziyad menitipkan uang sebanyak seribu dinar untuk
Khalifah Mu'awiyah, seraya berpesan:
"Sampaikan salamku kepadanya. Katakan kepadanya, aku baru bisa mengirim uang
sejumlah ini. Gunakan lebih dahulu! Kali lain aku akan mengiriminya lagi."
Dengan ditemani seorang pengawal, esoknya Ziyad menemui laki-laki tunanetra dari Bani
Makhzum itu.
Setelah mengucapkan salam, pengawal bertanya:
"Siapa orang yang bersamaku ini?"
"Dia pasti Ziyad bin Abu Sufyan," jawabnya dengan tegas.

Cerita Islami 2013


Page 29 of 74
Sepeninggal kedua tamunya, laki-laki tunanetra dari suku Bani Makhzum itu menangis
seraya berkata,
"Demi Allah, aku mengenal persis siapa Abu Sufyan."
Sumber: Muhadharat al-Asibba, al-Raghib al-Ashfahani
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

15. ABU HANIFAH DAN TETANGGANYA


08/16/2002
Di Kufah, Abu Hanifah mempunyai tetangga tukang sepatu. Sepanjang hari bekerja,
menjelang malam ia baru pulang ke rumah. Biasanya ia membawa oleh-oleh berupa daging
untuk dimasak atau seekor ikan besar untuk dibakar. Selesai makan, ia terus minum tiada
henti-hentinya sambil bemyanyi, dan baru berhenti jauh malam setelah ia merasa
mengantuk sekali, kemudian tidur pulas.
Abu Hanifah yang sudah terbiasa melaksanakan salat sepanjang malam, tentu saja
merasa terganggu oleh suara nyanyian si tukang sepatu tersebut. Tetapi, ia diamkan saja.
Pada suatu malam, Abu Hanifah tidak mendengar tetangganya itu bernyanyi-nyanyi
seperti biasanya. Sesaat ia keluar untuk mencari kabarnya. Ternyata menurut keterangan
tetangga lain, ia baru saja ditangkap polisi dan ditahan.
Selesai salat subuh, ketika hari masih pagi, Abu Hanifah naik bighalnya ke istana. Ia ingin
menemui Amir Kufah. Ia disambut dengan penuh khidmat dan hormat. Sang Amir sendiri
yang berkenan menemuinya.
"Ada yang bisa aku bantu?" tanya sang Amir.
"Tetanggaku tukang sepatu kemarin ditangkap polisi. Tolong lepaskan ia dari tahanan,
Amir, " jawab Abu Hanifah.
"Baikiah," kata sang Amir yang segera menyuruh seorang polisi penjara untuk melepaskan
tetangga Abu Hanifah yang baru ditangkap kemarin petang.
Abu Hanifah pulang dengan naik bighalnya pelan-pelan. Sementara, si tukang sepatu
berjalan kaki di belakangnya. Ketika tiba di rumah, Abu Hanifah turun dan menoleh
kepada tetangganya itu seraya berkata,
"Bagaimana? Aku tidak mengecewakanmu kan?"
"Tidak, bahkan sebaliknya." Ia menambahkan, "Terima kasih. Semoga Allah memberimu
balasan kebajikan."
Sejak itu ia tidak lagi mengulangi kebiasaannya, sehingga Abu Hanifah dapat merasa lebih
khusyu' dalam ibadahnya setiap malam.

Cerita Islami 2013


Page 30 of 74
Sumber: Al-Thabaqat al-Saniyyat fi Tajarun al-Hanafiyat, Taqiyyuddin bin Abdul Qadir
al-Tammii
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

16 MULAILAH BICARA
08/09/2002
Ketika hendak melepas pasukan yang akan terjun ke dalam medan pertempuran, seorang
jenderal yang dipercaya sebagai komandan menghadap Khalifah Mu'awiyah bin Abu
Sufyan. Setelah menanyakan tentang keadaan serta persiapan pasukan, Khalifah
Mu'awiyah mengajak si jenderal berbincang-bincang sejenak. Namun tiba-tiba si jenderal
mengeluarkan suara kentut. Seketika itu ia terdiam malu.
"Ayo, mulailah bicara. Demi Allah, aku lebih sering mendengar suara itu dari orang lain
daripada diriku sendiri," kata Khalifah Mu'awiyah.
Sumber: Ansab al-Asyraf, al-Baladziri
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

17 ALHAMDULILLAH
08/03/2002
Sari al-Suqthi, seorang ulama ahli ilmu tauhid yang sangat wara' berkata, "Sudah tiga
puluh tahun lamanya aku selalu membaca istighfar, dan baru sekali ini aku membaca
alhamdulillah."
"Bagaimana ceritanya?" tanya seorang sahabatnya.
"Pada waktu terjadi peristiwa kebakaran di pasar Baghdad, seseorang dengan tergopoh-
gopoh datang menemuiku seraya memberitahukan bahwa kedaiku selamat. Spontan aku
berucap 'Alhamdulillah!' Tetapi, lantas aku menyesal, karena mensyukuri
keberuntunganku sendiri di atas penderitaan orang banyak."jawabnya.
Sumber: Al-Wafi bi al-Wafyat, al- Shafadi
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

18. TUKANG BEKAM BERSAMA AL HAJJAJ


07/26/2002

Cerita Islami 2013


Page 31 of 74
Suatu hari al-Hajjaj berbekam. Ketika baru saja memulai pekerjaannya, si tukang bekam
berkata, "Senang sekali seandainya Tuan mau menceritakan kepadaku tentang ceritamu
dengan Ibnu al-Asy'ats. Maksudku mengapa ia sampai berani menentangmu?"
"Selesaikan dahulu pekerjaanmu ini. Nanti pasti akan aku ceritakan padamu," jawab al-
Hajjaj.
Berkali-kali tukang bekam itu mengulangi permintaannya. Dan, berkali-kali pula al-Hajjaj
meyakinkan bahwa ia akan memenuhinya setelah selesai berbekam. Begitu selesai
berbekam dan membereskan segala sesuatunya, termasuk membersihkan darah, al-Hajjaj
memerintahkan supaya memanggil si tukang bekam.
"Aku tadi sudah berjanji kepadamu akan mengungkapkan ceritaku dengan Ibnu al-
Asy'ats. Bahkan, aku telah bersumpah segala." "Baiklah, sekarang akan aku penuhi," kata
al-Hajjaj.
"Terima kasih, Tuan masih ingat," kata si tukang bekam.
Tiba-tiba al-Hajjaj berteriak memanggil pelayan agar mengambil cambuk. Tidak lama
kemudian si pelayan muncul dengan membawa cambuk. Si tukang bekam disuruh telanjang.
Setelah panjang lebar mengungkapkan cerita dirinya dengan Ibnu al-Asy'ats, al-Hajjaj
lalu
menghajar si tukang bekam dengan cambuk sebanyak lima ratus kali, sehingga tubuhnya
babak belur dan hampir mati.
"Aku telah penuhi janjiku kepadamu. Lain kali jika kamu memintaku menceritakan
pengalamanku dengan selain Ibnu al-Asy'ats tentu akan aku penuhi lagi, asal dengan
syarat seperti ini," kata al-Hajjaj.
Sumber: al-Wuzara, Hilal bin Muhsin al-Shabi'i
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

19. AL-BALKHI DAN SI BURUNG PINCANG


07/20/2002
Alkisah, hiduplah pada zaman dahulu seorang yang terkenal dengan kesalehannya,
bernama al-Balkhi. Ia mempunyai sahabat karib yang bernama Ibrahim bin Adham yang
terkenal sangat zuhud. Orang sering memanggil Ibrahim bin Adham dengan panggilan Abu
Ishak.
Pada suatu hari, al-Balkhi berangkat ke negeri orang untuk berdagang. Sebelum
berangkat, tidak ketinggalan ia berpamitan kepada sahabatnya itu. Namun belum lama al-
Balkhi meninggalkan tempat itu, tiba-tiba ia datang lagi. Sahabatnya menjadi heran,
mengapa ia pulang begitu cepat dari yang direncanakannya. Padahal negeri yang ditujunya
sangat jauh lokasinya. Ibrahim bin Adham yang saat itu berada di masjid langsung
Cerita Islami 2013
Page 32 of 74
bertanya kepada al-Balkhi, sahabatnya. "Wahai al-Balkhi sahabatku, mengapa engkau
pulang begitu cepat?"
"Dalam perjalanan", jawab al-Balkhi, "aku melihat suatu keanehan, sehingga aku
memutuskan untuk segera membatalkan perjalanan".
"Keanehan apa yang kamu maksud?" tanya Ibrahim bin Adham penasaran.
"Ketika aku sedang beristirahat di sebuah bangunan yang telah rusak", jawab al-Balkhi
menceritakan, "aku memperhatikan seekor burung yang pincang dan buta. Aku pun
kemudian bertanya-tanya dalam hati. "Bagaimana burung ini bisa bertahan hidup, padahal
ia berada di tempat yang jauh dari teman-temannya, matanya tidak bisa melihat, berjalan
pun ia tak bisa".
"Tidak lama kemudian", lanjut al-Balkhi, "ada seekor burung lain yang dengan susah payah
menghampirinya sambil membawa makanan untuknya. Seharian penuh aku terus
memperhatikan gerak-gerik burung itu. Ternyata ia tak pernah kekurangan makanan,
karena ia berulangkali diberi makanan oleh temannya yang sehat".
"Lantas apa hubungannya dengan kepulanganmu?" tanya Ibrahim bin Adham yang belum
mengerti maksud kepulangan sahabat karibnya itu dengan segera.
"Maka aku pun berkesimpulan", jawab al-Balkhi seraya bergumam, "bahwa Sang Pemberi
Rizki telah memberi rizki yang cukup kepada seekor burung yang pincang lagi buta dan
jauh dari teman-temannya. Kalau begitu, Allah Maha Pemberi, tentu akan pula
mencukupkan rizkiku sekali pun aku tidak bekerja". Oleh karena itu, aku pun akhirnya
memutuskan untuk segera pulang saat itu juga".
Mendengar penuturan sahabatnya itu, Ibrahim bin Adham berkata, "wahai al-Balkhi
sahabatku, mengapa engkau memiliki pemikiran serendah itu? Mengapa engkau rela
mensejajarkan derajatmu dengan seekor burung pincang lagi buta itu? Mengapa kamu
mengikhlaskan dirimu sendiri untuk hidup dari belas kasihan dan bantuan orang lain?
Mengapa kamu tidak berpikiran sehat untuk mencoba perilaku burung yang satunya lagi?
Ia bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan kebutuhan hidup sahabatnya
yang memang tidak mampu bekerja? Apakah kamu tidak tahu, bahwa tangan di atas itu
lebih mulia daripada tangan di bawah?"
Al-Balkhi pun langsung menyadari kekhilafannya. Ia baru sadar bahwa dirinya salah dalam
mengambil pelajaran dari kedua burung tersebut. Saat itu pulalah ia langsung bangkit dan
mohon diri kepada Ibrahim bin Adham seraya berkata, "wahai Abu Ishak, ternyata
engkaulah guru kami yang baik". Lalu berangkatlah ia melanjutkan perjalanan dagangnya
yang sempat tertunda.
Dari kisah ini, mengingatkan kita semua pada hadits yang diriwayatkan dari Miqdam bin
Ma'dikarib radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah
bersabda, yang artinya: "Tidak ada sama sekali cara yang lebih baik bagi seseorang untuk

Cerita Islami 2013


Page 33 of 74
makan selain dari memakan hasil karya tangannya sendiri. Dan sesungguhnya Nabiyullah
Daud 'alaihis salam makan dari hasil jerih payahnya sendiri" (HR. Bukhari).

20. SOK TAHU


07/12/2002
Suatu hari Utbah bin an-Nahhas al-Ajali berpidato sebagai berikut.
"Bagus sekali apa yang difirmankan Allah dalam Kitab-Nya, "Tidaklah kekal orang yang
hidup di atas angan-angan...."
Serta merta Hisyam bin al-Kalbi menyanggahnya seraya berkata:
"Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung tidak pernah berfirman seperti itu. Itu ucapan
penyair Ady bin Zaid."
"Subhanallah! Aku kira itu firman Allah. Bagus sekali ucapan Ady itu," kata Utbah sambil
turun dari mimbar.
Pada hari yang lain, seorang wanita dari golongan kaum Khawarij dihadapkan pada Utbah.
"Hai perempuan musuh Allah! Mengapa kamu menentang Amirul Mukminin? Tidakkah kamu
pemah mendengar firman Allah yang berbunyi, 'Diwajibkan perang.' Dan perang bagi kita
serta bagi penyanyi-penyanyi perempuan adalah semudah menarik ekor?" katanya sok
tahu.
"Yang membuatku menentang Amirul Mukminin adalah sikap sok tahumu terhadap kitab
Allah," jawab wanita Khawarij tersebut.
Sumber: al-Fihrasat, Ibnu Nadim
Al-Islam - Pusat informasi dan Komunikasi islam Indonesia

21. OBAT PENYUBUR


07/05/2002
Seorang lelaki mendatangi dokter mengeluhkan isterinya yang sudah lama belum juga bisa
memberinya keturunan.
Setelah memeriksa denyut jantung si isteri, dokter berkata:
"Kamu tidak memerlukan obat penyubur. Sebab, berdasarkan pemeriksaan denyut
jantung, empat puluh hari lagi engkau bakal meninggal."
Si isteri merasa ketakutan sekali mendengar keterangan dokter itu. Ia putus asa
menjalani sisa kehidupan yang tinggal sebentar lagi. Akibatnya, ia tidak berselera makan
dan minum.

Cerita Islami 2013


Page 34 of 74
Tetapi, sampai batas waktu empat puluh hari yang dikatakan dokter, ternyata ia masih
hidup. Merasa penasaran, suaminya lalu menemui dokter untuk menanyakannya.
"Dokter, isteriku belum meninggal," katanya.
"Aku tahu itu,"jawab dokter. "Bahkan, insya Allah sebentar lagi ia akan mengandung."
Sang suami yang sebenarnya sudah pasrah atas suratan takdir Allah itu menjadi tidak
habis pikir dengan keterangan dokter.
"Apa maksud dokter? Bagaimana itu bisa terjadi?" tanyanya penasaran.
"Begini," kata dokter, "Dulu aku lihat istrimu kegemukan, banyak lemak yang mengganggu
pada bibir rahimnya. Aku sengaja menakutinya dengan kematian supaya ia bisa kurus. Dan
temyata berhasil, sehingga sesuatu yang menyebabkan ia tidak bisa melahirkan menjadi
hilang."
Sumber: al lhya' Ulum al Din, Imam al Ghazali
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam indonesia
.

22. SHUHAIB DAN ALGOJO


06/28/2002
Shuhaib al-Madani akan dijatuhi hukuman cambuk karena tertangkap basah meminum
mmuman keras. Tubuh Shuhaib tinggi besar, sementara tubuh si algojo kurus pendek.
"Ayo membungkuk, supaya aku bisa mencambukmu," pinta algojo.
"Hai tolol! Emangye Lu mau ngajak aku makan manisan?" jawab Shuhaib.
Sumber: al-Basha'ir wa al-Dzakha'ir, Abu Hayyan al-Tauhidi
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

23. RASYID BIN ZUBAIR DAN WANITA KAIRO


06/21/2002
Rasyid bin Zubair adalah seorang yang mempunyai kharisma yang tinggi. Ia dari keturunan
ningrat dan menguasai berbagai ilmu. Namun, sayangnya ia berwajah jelek, kulitnya hitam,
bibir tebal, hidung pesek, dan bertubuh pendek.
Suatu ketika ia menceritakan pengalamannya di kota Kairo sebagai berikut:
"Suatu hari aku berjalan-jalan di kota Kairo. Aku bertemu seorang wanita berwajah
cantik. Begitu melihatku, aku merasa ia terpesona padaku. Demikian pula dengan aku,

Cerita Islami 2013


Page 35 of 74
sehingga aku lupa diri. Matanya memandang ke arahku, dan itu membuat sekujur tubuhku
semakin gemetar terasa panas dingin."
"Aku ikuti ia yang masuk keluar gang. Akhirnya, ia berhenti di depan sebuah rumah.
Sebelum masuk, ia sempat memberiku isyarat mata sambil menyingkapkan kain cadarnya.
Aku semakin terlena melihat kecantikan wajahnya yang bagaikan bulan pumama."
Selanjutnya ia bertepuk tangan seraya memanggil nama, 'Ayo Halimah, kemarilah!'
Seorang anak kecil perempuan berjalan menuju kearahnya. 'Kalau kamu ngompol lagi, biar
dikremes tuan Qadii nanti!' ancamnya pada anak kecil itu.
Selanjutnya ia menoleh padaku dan berkata, "Oh, kamu. Mudah-mudahan Allah membalas
kebaikanmu karena telah mengantarku."
Dengan rasa malu aku membalikkan badan, dan segera melangkah entah menuju ke mana.
Sumber: Mu' jam al Adibba', Yaqut
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

24. ISTRI KEDUA


06/14/2002
Abdullah bin Syekh Hasan al Jibrati menikah dengan Fatimah binti Ramadhan Jalabi.
Fatimah ini figur isteri yang baik dan berbakti. Di antara kebaikannya, ia biasa
membelikan suaminya pakaian yang bagus-bagus dengan uangnya sendiri, demikian pula
untuk membelikan pakaian serta perhiasannya sendiri.
Ia tidak pernah meminta uang kepada suami, atau menggunakan uang belanja keluarga.
Begitu baiknya, sampai-sampai ia diam saja dan tidak merasa cemburu melihat suaminya
suka membeli budak perempuan. Kesetiaannya tidak menjadi luntur; sama sekali tidak
terpengaruh. Atas semua itu ia berharap beroleh balasan pahala yang berlipat ganda dari
Allah.
Pada tahun 1156 Hijriyah, Abdullah pergi haji. Di Mekah ia berkenalan dengan orang
bemama Umar al Halbi. Ia dipesan untuk membeli seorang budak perempuan berkulit
putih, masih perawan, dan bertubuh langsing. Pulang dari ibadah haji, ia mencari budak
perempuan dengan ciri-ciri tersebut, dan cukup lama ia baru mendapatkannya.
Abdullah memperkenalkan budak perempuan yang baru dibelinya itu kepada isterinya.
Tetapi sang istri sama sekali tidak tersinggung. Ia bahkan menganggapnya sebagai
puterinya sendiri. Lama-kelamaan keduanya saling mencintai, dan tidak mau berpisah
selamanya.
"Jadi bagaimana ini?" tanya Abdullah kepada isterinya.
"Begini saja,"jawab sang isteri, "Aku ganti uangnya, lalu kamu belikan budak yang lain."

Cerita Islami 2013


Page 36 of 74
"Baiklah," kata Abdullah setuju.
Oleh Fatimah, budak perempuan yang baru dibelinya itu dimerdekakan, dan dinikahkan
dengan suaminya. Bahkan, ia menyediakan kamar tersendiri untuk madunya tersebut.
Pada tahun 1165 Abdullah memboyong isteri keduanya ini ke rumah sendiri. Tetapi, istri
pertama tetap merasa berat untuk berpisah barang sesaat pun, meski ia telah memiliki
beberapa orang anak.
Pada tahun 1182 isteri kedua jatuh sakit, lalu disusul oleh isteri pertama. Kian lama sakit
keduanya kian parah. Tengah hari, isteri kedua memaksakan diri bangun dari
pembaringan. Ia menangis melihat isteri pertama dalam keadaan pingsan. Ia berdoa,
"Tuhan, jika Engkau takdirkan ia meninggal, jangan ia mendahuluiku."
Benar... Malamnya, isteri kedua itu meninggal dunia. Ia disemayamkan di samping isteri
pertama. Saat menjelang subuh, ia siuman. Sambil meraba-raba ia membangunkan
madunya. Namun, ia menjadi lunglai ketika diberitahu bahwa madunya sudah meninggal. Ia
menangis melolong-lolong hingga tengah hari. Setelah ikut menyaksikan madunya
dimandikan, ia pun kembali ke pembaringannya. Petang hari ia meninggal dunia, dan
jenazahnya dimakamkan pada hari berikutnya.
Sumber: 'Aja'ib al Atsar, al Jibrati
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

25. PERCAKAPAN MUSA DENGAN TUHANNYA


06/07/2002
Musa as: "Oh Tuhan, ajarilah kami sesuatu yang dapat kami gunakan untuk berzikir dan
berdoa kepada Engkau."
Tuhan: "Ucapkan Laa Ilaaha Illallaah hai Musa!"
Musa as: "Oh Tuhan, semua hamba-Mu telah mengucapkan kalimat itu."
Tuhan: "Hai Musa, andaikan langit yang tujuh beserta seluruh penghuninya selain Aku,
dan bumi yang tujuh ditimbang dengan Laa Ilaaha Illallaah, niscaya masih berat Laa
Ilaaha Illallaah."
Sumber : 1001 Kisah-Kisah Nyata, Ahmad Sunarto

26. TIDAK LAYAK


05/31/2002
Seorang laki-laki mengaku sebagai penyair, tetapi masyarakat menanggapinya dengan
dingin. "Kalian bersikap dingin kepadaku karena iri," katanya.
Cerita Islami 2013
Page 37 of 74
"Di tengah-tengah kita ada Basyar Al-Uqaili, penyair hebat. Sebaiknya biar dia yang
mengujimu," kata mereka.
Selesai mendengar puisi-puisi karya orang itu, Basyar bilang:
"Kamu termasuk anggota keluarga Nabi."
"Maksudmu?" tanya laki-laki itu.
"Sebab, Allah berfirman, "Dan kami tidak mengajarkan syair kepadanya, dan bersyair itu
tidak layak baginya," jawab Basyar.
Sumber: Al-Aqdal-Faridoleh, lbnu Abdi Rabih

27. MENYURUH WANITA BERPERANG


05/24/2002
Dalam suatu pertemuan penting, Muhammad bin Mubasyir, menteri urusan perang,
diprotes oleh Mundzir bin Abduirahman, seorang ulama ahli ilmu nahwu, karena sang
menteri pernah menyerukan kaum wanita ikut perang.
"Bagaimana engkau menyuruh kaum wanita ikut berperang bersama-sama laki-laki?"
Dengan pura-pura tidak paham, sang menteri memutarkan protes tersebut dan menjawab
lain:
"Seumur hidup, baru kali ini aku mendengar saran yang begitu kejam. Allah saja menyuruh
wanita supaya tetap tinggal di rumah, tetapi kenapa kamu malah menganjurkan supaya
ikut berperang?"
Sumber: Thabaqat Al-Nahwiyyin wa Al-Lughawiyyin, Az-Zubaidi Al-Andalusi

28. GHASILIL MALAIKAT (ORANG YANG DIMANDIKAN MALAIKAT)


05/17/2002
Mekah menggelegak terbakar kebencian terhadap orang-orang Muslim karena kekalahan
mereka di Perang Badr dan terbunuhnya sekian banyak pemimpin dan bangsawan mereka
saat itu. Hati mereka membara dibakar keinginan untuk menuntut balas. Bahkan
karenanya Quraisy melarang semua penduduk Mekah meratapi para korban di Badr dan
tidak perlu terburu-buru menebus para tawanan, agar orang-orang Muslim tidak merasa
diatas angin karena tahu kegundahan dan kesedihan hati mereka.
Hingga tibalah saatnya Perang Uhud. Di antara pahlawan perang yang bertempur tanpa
mengenal rasa takut pada waktu itu adalah Hanzhalah bin Abu Amir. Ayahnya adalah
seorang tabib yang disebut si Fasik.

Cerita Islami 2013


Page 38 of 74
Hanzhalah baru saja melangsungkan pernikahan. Saat mendengar gemuruh pertempuran,
yang saat itu dia masih berada dalam pelukan istrinya, maka dia segera melepaskan
pelukan istrinya dan langsung beranjak untuk berjihad. Saat sudah terjun kekancah
pertempuran berhadapan dengan pasukan musyrikin, dia menyibak barisan hingga dapat
berhadapan langsung dengan komandan pasukan musuh, Abu Sufyan bin Harb. Pada saat
itu dia sudah dapat menundukan Abu Sufyan, namun hal itu diketahui oleh Syaddad bin
Al-Aswad yang kemudian menikamnya hingga meninggal dunia sebagai syahid.
Tatkala perang usai dimana kaum muslimin menghimpun jasad para syuhada dan akan
menguburkannya, mereka kehilangan usungan mayat Hanzhalah. Setelah mencari kesana
kemari, mereka mendapatkannya di sebuah gundukan tanah yang masih menyisakan
guyuran air disana.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam mengabarkan kepada para shahabatnya bahwa
malaikat sedang memandikan jasadnya. Lalu beliau bersabda, "Tanyakan kepada
keluarganya, ada apa dengan dirinya?"
Lalu mereka bertanya kepada istrinya, dan dikabarkan tentang keadaannya sedang junub
saat berangkat perang. Dari kejadian ini Hanzhalah mendapatkan julukan Ghasilul
Malaikat (Orang yang dimandikan malaikat). Wallahu ta'ala 'alam
Sumber: Sirah Nabawiyah, Syeikh Shafiyyur Rahman Al Mubarakfury
Oleh: Abu Rumaysa Iwan Sutedi

29. PETI UMMUL BANIN


05/10/2002
Diceritakan, Ummul Banin Abdul Aziz bin Marwan, isteri Khalifah Al-Walid bin Abdul
Malik, pernah jatuh cinta kepada seorang penyair Yaman, bernama Wadlah yang berwajah
cukup tampan.
Atas undangan rahasia Ummul Banin, penyair Yaman itu datang menemuinya di rumah;
saat itu Khalifah Al-Walid sedang bepergian. Merasa takut ketahuan, ia menyembunyikan
Wadlah di dalam sebuah peti lalu menutupnya rapat-rapat. Namun, mendadak seorang
pelayan masuk dan sempat melihat ada seorang laki-laki dalam sebuah peti; Ia pura-pura
tidak tahu.
Kebetulan Khalifah Al Walid tiba; pelayan itu langsung melaporkan apa yang baru saja
dilihatnya; semula sang Khalifah tidak percaya.
"Tuan Amirul Mukminin, buktikan sendiri," kata pelayan.
Khalifah Al-Walid masuk ke kamar dan mendapati isterinya sedang menyisir rambut
sambil duduk di atas sebuah peti.
"Isteriku, aku ingin memeriksa peti-peti di kamar ini," kata khalifah.
"Silakan, peti-peti ini memang milikmu, Amirul Mukminin," jawab isterinya.
Cerita Islami 2013
Page 39 of 74
Khalifah menimpali, "Tetapi aku hanya ingin satu peti saja."
"Silakan, mana yang engkau inginkan - ambillah."
"Peti yang kamu duduki itu, " sahut khalifah.
Ummul Banin terperangah mendengarnya; sekujur tubuhnya terasa gemetar; perasaannya
kalut. Namun, ia mencoba untuk menutupi semua itu.
"Yang lainnya malah lebih baik. Lagi pula, di peti yang satu ini ada barang-barang
keperluanku, " tutur isterinya.
Khalifah menjawab, "Aku menginginkan yang satu ini saja."
Dengan rasa putus asa, isterinya menjawab, "Ambillah, kalau begitu."
Khalifah Al-Walid segera memerintahkan seorang pelayan untuk mengangkat peti
tersebut ke halaman belakang istana, dan meletakkannya di bibir sumur tua. Ummul
Banin, isteri khalifah, menatap sedih sambil menangis dari kejauhan; ia tidak berani
mendekat. Ia tidak tahu nasib apa yang akan menimpa laki-laki simpanannya itu; hatinya
gundah gulana.
Pelan-pelan, Khalifah Al-Walid menghampiri peti tersebut (sebenarnya ia sangat marah,
namun ia berusaha menahannya).
"Hai orang yang ada dibdalam peti, kalau berita yang kami dengar adanya, berarti kami
menguburmu, berikut kenangan manismu untuk selamanya. Tetapi, jika kabar itu bohong,
berarti kami hanya mengubur kayu," kata Khalifah sambil melemparkan peti ke dasar
sumur.
Setelah menyuruh menimbunnya dengan pasir sampai rata dengan tanah, Khalifah masuk
ke istana. Sejak itu, penyair Yaman bernama Wadlah tidak pernah tampak. Ummul Banin
tidak melihat ada kemarahan pada wajah suaminya, hingga kematian memisahkan mereka
berdua.
Sumber: Wafyat Al-A'yan, Ibnu Khalkan

30. PENJUAL MINYAK WANGI DAN SEUNTAI KALUNG


05/04/2002
Seorang pemuda tiba di Baghdad dalam perjalanannya menunaikan ibadah haji ke tanah
suci. Ia membawa seuntai kalung senilai seribu dinar. Ia sudah berusaha keras untuk
menjualnya, namun tidak seorang pun yang mau membelinya. Akhirnya ia menemui seorang
penjual minyak wangi yang terkenal baik, kemudian menitipkan kalungnya. Selanjutnya ia
meneruskan perjalanannya.
Selesai menunaikan ibadah haji ia mampir di Baghdad untuk mengambil kembali kalungnya.
Sebagai ucapan terima kasih ia membawa hadiah untuk penjual minyak wangi itu.
Cerita Islami 2013
Page 40 of 74
"Saya ingin mengambil kembali kalung yang saya titipkan, dan ini sekedar hadiah buat
Anda," katanya.
"Siapa kamu? Dan hadiah apa ini?," tanya penjual minyak wangi.
"Aku pemilik kalung yang dititipkan pada Anda," jawabnya mengingatkan.
Tanpa banyak bicara, penjual minyak wangi menendangnya dengan kasar, sehingga ia
hampir jatuh terjerembab dari teras kios, seraya berkata, "Sembarangan saja kamu
menuduhku seperti itu."
Tidak lama kemudian orang-orang berdatangan mengerumuni pemuda yang malang itu.
Tanpa tahu persoalan yang sebenarnya, mereka ikut menyalahkannya dan membela penjual
minyak wangi. "Baru kali ada yang berani menuduh yang bukan-bukan kepada orang sebaik
dia," kata mereka.
Laki-laki itu bingung. Ia mencoba memberikan penjelasan yang sebenarnya. Tetapi mereka
tidak mau mendengar, bahkan mereka mencaci maki dan memukulinya sampai babak belur
dan jatuh pingsan.
Begitu siuman, ia melihat seorang berada di dekatnya. "Sebaiknya kamu temui saja Sultan
Buwaihi yang adil; ceritakan masalahmu apa adanya. Saya yakin ia akan menolongmu," kata
orang yang baik itu.
Dengan langkah tertatih-tatih pemuda malang ini menuju kediaman Sultan Buwaihi. Ia
ingin meminta keadilan. Ia menceritakan dengan jujur semua yang telah terjadi.
"Baiklah, besok pagi-pagi sekali pergilah kamu menemui penjual minyak wangi itu di
tokonya. Ajak ia bicara baik-baik. Jika ia tidak mau, duduk saja di depan tokonya
sepanjang hari dan jangan bicara apa-apa dengannya. Lakukan itu sampai tiga hari.
Sesudah itu aku akan menyusulmu. Sambut kedatanganku biasa-biasa saja. Kamu tidak
perlu memberi hormat padaku kecuali menjawab salam serta pertanyaan-pertanyaanku,"
kata Sultan Buwaihi.
Pagi-pagi buta pemuda itu sudah tiba di toko penjual minyak wangi. Ia minta izin ingin
bicara, tetapi ditolak. Maka seperti saran Sultan Buwaihi, ia lalu duduk di depan toko
selama tiga hari, dan tutup mulut.
Pada hari keempat, Sultan datang dengan rombongan pasukan cukup besar.
"Assalamu'alaikum," kata Sultan.
"Wa'alaikum salam," jawab pemuda acuh tanpa gerak.
"Kawan, rupanya kamu sudah tiba di Baghdad. Kenapa Anda tidak singgah di tempat kami?
Kami pasti akan memenuhi semua kebutuhan Anda," kata Sultan.
"Terima kasih," jawab pemuda itu acuh, dan tetap tidak bergerak.
Saat Sultan terus menanyai pemuda ini, rombongan pasukan yang berjumlah besar itu
maju merangsak. Karena takut dan gemetar melihatnya, si penjual minyak wangi jatuh

Cerita Islami 2013


Page 41 of 74
pingsan. Begitu siuman, keadaan di sekitarnya sudah lengang. Yang ada hanya sang
pemuda, yang masih tetap duduk tenang di depan toko. Penjual minyak wangi
menghampirinya dan berkata:
"Sialan! Kapan kamu titipkan kalung itu kepadanya? Kamu bungkus dengan apa barang
tersebut? Tolong bantu aku mengingatnya."
Si Pemuda tetap diam saja. Ia seolah tidak mendengar semuanya. Penjual minyak wangi
sibuk mondar-mandir kesana kemari mencarinya. Sewaktu ia mengangkat dan dan
membalikkan sebuah guci, tiba-tiba jatuh seuntai kalung.
"Ini kalungnya. Aku benar-benar lupa. Untung kamu mengingatkan aku," katanya.
Sumber: Akhbar Adzkiya, Ibn Al-Jauzi

31. AMIR ANDALUSIA DAN BUDAK PEREMPUANNYA


04/26/2002
Abdurrahman bin Al-Hakam, Amir Andalusia, mengundang sejumlah ahli fiqih di
kediamannya. Ia sedang menghadapi masalah pelik. Pada siang hari bulan Ramadhan telah
melakukan hubungan seksual dengan budak perempuannya. Saat itu ia benar-benar tidak
sanggup menahan hasrat birahinya. Ia ingin bertanya kepada para ulama ahli fiqih
bagaimana cara bertaubat dan membayar kafarat.
"Selain bertaubat kepada Allah dengan sungguh-sunguh, Engkau harus berpuasa dua bulan
berturut-turut," kata seorang ulama bernama Yahya bin Yahya Al-Laitsi.
Ulama-ulama yang lain diam saja: tak seorang pun menyanggahnya, mendengar jawaban
Yahya tersebut. Tetapi, begitu keluar dari kediaman sang Amir, beberapa ulama
menghampiri Yahya dan bertanya, "Mengapa engkau tadi tidak memberikan fatwa
berdasarkan Imam Malik? Sehingga ia bisa memilih tiga saksi secara berurutan:
memerdekakan budak, atau memberikan makan sejumlah orang miskin, baru berpuasa
selama dua bulan berturut-turut."
"Kalau itu yang aku sampaikan, keenakan dia, mungkin setiap hari akan mengulangi
perbuatannya itu karena baginya memerdekakan budak itu masalah yang ringan. Aku
sengaja pilihkan yang paling berat, supaya tidak mengulanginya lagi." jawab Yahya.
Sumber: Wafyat Al-A'yan, Ibnu Khalkan

Cerita Islami 2013


Page 42 of 74
32. Ayat Suci dalam Kromosom Manusia
Oleh IYUS YOSEP
Seorang ilmuwan yang penemuannya sehebat Gallileo, Newton dan Einstein yang berhasil
membuktikan tentang keterkaitan antara Alquran dan rancang struktur tubuh manusia
adalah Dr. Ahmad Khan. Dia adalah lulusan Summa Cumlaude dari Duke University.
Walaupun ia ilmuwan muda yang tengah menanjak, terlihat cintanya hanya untuk Allah
dan untuk penelitian genetiknya. Ruang kerjanya yang dihiasi kaligrafi, kertas kertas
penghargaan, tumpukan buku-buku kumal dan kitab suci yang sering dibukanya,
menunjukkan bahwa ia merupakan kombinasi dari
ilmuwan dan pecinta kitab suci.

Salah satu penemuannya yang menggemparkan dunia ilmu pengetahuan adalah


ditemukannya informasi lain selain konstruksi Polipeptida yang dibangun dari kodon DNA.
Ayat pertama yang mendorong penelitiannya adalah Surat "Fussilat" ayat 53 yang juga
dikuatkan dengan hasil- hasil penemuan Profesor Keith Moore ahli embriologi dari
Kanada. Penemuannya tersebut diilhami ketika Khatib pada waktu salat Jumat
membacakan salah satu ayat yang ada kaitannya dengan ilmu biologi. Bunyi ayat tersebut
adalah sebagai berikut: "...Sanuriihim ayatinaa
filafaaqi wa fi anfusihim hatta yatabayyana lahum annahu ul-haqq..." Yang artinya;
Kemudian akan Kami tunjukkan tanda-tanda kekuasaan kami pada alam dan dalam diri
mereka, sampai jelas bagi mereka bahwa ini adalah kebenaran".

Hipotesis awal yang diajukan Dr. Ahmad Khan adalah kata "ayatinaa" yang memiliki makna
"Ayat Allah", dijelaskan oleh Allah bahwa tanda - tanda kekuasaanNya ada juga dalam
diri manusia. Menurut Ahmad Khan ayat-ayat Allah ada juga dalam DNA (Deoxy
Nucleotida Acid) manusia. Selanjutnya ia beranggapan bahwa ada kemungkinan ayat
Alquran merupakan bagian dari gen manusia. Dalam dunia biologi dan genetika dikenal
banyaknya DNA yang hadir tanpa memproduksi protein sama sekali. Area tanpa produksi
ini disebut Junk DNA atau DNA sampah.
Kenyataannya DNA tersebut menurut Ahmad Khan jauh sekali dari makna sampah.
Menurut hasil hasil risetnya, Junk DNA tersebut merupakan untaian firman-firman Allah
sebagai pencipta serta sebagai tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir.
Sebagaimana disindir oleh Allah; Afala tafakaruun (apakah kalian tidak mau bertafakur
atau menggunakan akal pikiran?).

Setelah bekerjasama dengan adiknya yang bernama Imran, seorang yang ahli dalam
analisis sistem, laboratorium genetiknya mendapatkan proyek dari pemerintah. Proyek
tersebut awalnya ditujukan untuk meneliti gen kecerdasan pada manusia. Dengan kerja
kerasnya Ahmad Khan berupaya untuk menemukan huruf Arab yang mungkin dibentuk
dari rantai Kodon pada cromosome manusia. Sampai kombinasi tersebut menghasilkan
ayat-ayat Alquran. Akhirnya pada tanggal 2 Januari tahun
Cerita Islami 2013
Page 43 of 74
1999 pukul 2 pagi, ia menemukan ayat yang pertama "Bismillah ir Rahman ir Rahiim. Iqra
bismirrabbika ladzi Khalq"; "bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan". Ayat
tersebut adalah awal dari surat Al-A'laq yang merupakan surat pertama yang diturunkan
Allah kepada Nabi Muhammad di Gua Hira. Anehnya setelah penemuan ayat pertama
tersebut ayat lain muncul satu persatu secara cepat. Sampai sekarang ia telah berhasil
menemukan 1/10 ayat Alquran.

Dalam wawancara yang dikutip "Ummi" edisi 6/X/99, Ahmad Khan menyatakan: "Saya
yakin penemuan ini luar biasa, dan saya mempertaruhkan karier saya untuk ini. Saya
membicarakan penemuan saya dengan dua rekan saya; Clive dan Martin seorang ahli
genetika yang selama ini sinis terhadap Islam. Saya menyurati dua ilmuwan lain yang
selama ini selalu alergi terhadap Islam yaitu Dan Larhammar dari
Uppsala University Swedia dan Aris Dreisman dari Universitas Berlin.
Ahmad Khan kemudian menghimpun penemuan-penemuannya dalam beberapa lembar
kertas yang banyak memuat kode-kode genetika rantai kodon pada cromosome manusia
yaitu; T, C, G, dan A masing-masing kode Nucleotida akan menghasilkan huruf Arab yang
apabila dirangkai akan menjadi firman Allah yang sangat mengagumkan.

Di akhir wawancaranya Dr. Ahmad Khan berpesan "Semoga penerbitan buku saya
"Alquran dan Genetik", semakin menyadarkan umat Islam, bahwa Islam adalah jalan
hidup yang lengkap. Kita tidak bisa lagi memisahkan agama dari ilmu politik, pendidikan
atau seni. Semoga non muslim menyadari bahwa tidak ada gunanya mempertentangkan
ilmu dengan agama. Demikian juga dengan ilmu-ilmu keperawatan. Penulis berharap akan
datang suatu generasi yang mendalami prinsip-prinsip ilmu
keperawatan yang digali dari agama Islam. Hal ini dapat dimulai dari niat baik para
pemegang kebijakan (decission maker) yang beragama Islam baik di institusi pendidikan
atau pada level pemerintah. Memfasilitasi serta memberi dukungan secara moral dan
finansial.

Terbukanya tabir hati ahli Farmakologi Thailand Profesor Tajaten Tahasen, Dekan
Fakultas Farmasi Universitas Chiang Mai Thailand, baru-baru ini menyatakan diri masuk
Islam saat membaca makalah Profesor Keith Moore dari Amerika. Keith Moore adalah
ahli Embriologi terkemuka dari Kanada yang mengutip surat An-Nisa ayat 56 yang
menjelaskan bahwa luka bakar yang cukup dalam tidak menimbulkan sakit karena ujung-
ujung syaraf sensorik sudah hilang. Setelah pulang ke Thailand Tajaten menjelaskan
penemuannya kepada mahasiswanya, akhirnya mahasiswanya sebanyak 5 orang
menyatakan diri masuk Islam.

Bunyi dari surat An-Nisa tersebut antara lain sebagai berkut; "Sesungguhnya orang-
orang kafir terhadap ayat-ayat kami, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka,
setiap kali kulit mereka terbakar hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain
Cerita Islami 2013
Page 44 of 74
agar mereka merasakan pedihnya azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana."

Ditinjau secara anatomi lapisan kulit kita terdiri atas 3 lapisan global yaitu; Epidermis,
Dermis, dan Sub Cutis. Pada lapisan Sub Cutis banyak mengandung ujung-ujung pembuluh
darah dan syaraf. Pada saat terjadi Combustio grade III (luka bakar yang telah
menembus sub cutis) salah satu tandanya yaitu hilangnya rasa nyeri dari pasien. Hal ini
disebabkan karena sudah tidak berfungsinya ujung-ujung serabut syaraf afferent dan
efferent yang mengatur sensasi persefsi. Itulah sebabnya Allah menumbuhkan kembali
kulit yang rusak pada saat ia menyiksa hambaNya yang kafir supaya hambaNya tersebut
dapat merasakan pedihnya azab Allah tersebut. Mahabesar Allah yang telah menyisipkan
firman-firmannya dan informasi sebagian kebesaranNya lewat sel tubuh, kromosom,
pembuluh darah, pembuluh syaraf dsb. Rabbana makhalqta hada batila, Ya...Allah tidak
ada sedikit pun yang engkau ciptakan itu sia-sia.

33. DARI BAHTERA MENUJU ISLAM

Seorang pakar kelautan menyatakan betapa terpesonanya ia kepada Alquran yang telah
memberikan jawaban dari pencariannya selama ini. Prof. Jackues Yves Costeau seorang
oceanografer, yang sering muncul di televisi pada acara Discovey, ketika sedang
menyelam menemukan beberapa mata air tawar di tengah kedalaman lautan. Mata air
tersebut berbeda kadar kimia, warna dan rasanya serta tidak bercampur dengan air laut
yang lainnya. Bertahun-tahun ia berusaha mengadakan penelitian dan mencari jawaban
misteri tersebut. Sampai suatu hari bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian
ia menjelaskan tentang ayat Alquran Surat Ar-Rahman ayat 19-20 dan surat Al-Furqon
ayat 53. Awalnya ayat itu ditafsirkan muara sungai tetapi pada muara sungai ternyata
tidak ditemukan mutiara. Terpesonalah Mr. Costeau sampai ia masuk Islam. Kutipan ayat
tersebut antara lain sebagai berikut:
Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan, yang ini tawar lagi segar
dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antar- keduanya dinding dan batas yang
menghalang (QS Al-Furqon: 53).
Berdasarkan contoh kasus di atas, dapat memberikan gambaran pada kita bahwa ayat
suci Alquran mampu menjelaskan fenomena Cromosome, Anatomi, Oceanografi,
Keperawatan dan antariksa (baca "Jurnal Keperawatan Unpad" edisi 4, hal 64-70).
Sebenarnya masih banyak ayat- ayat Alquran yang menerangkan fenomena evolution and
genetic seperti QS As-Sajdah 4, QS al-A'raf 53, QS Yusuf 3, QS Hud 7, tetapi karena
keterbatasan ruangan pada kolom ini, serta dengan segala keterbatasan ilmu dan
pengetahuan yang dimiliki penulis, maka kepada Allah jualah hendaknya kita berharap dan
hanya Allah-lah yang Mahaluas dan Mahatinggi ilmunya. Wallahu a'lam.***

34. Bidadari Sebening Mata


Cerita Islami 2013
Page 45 of 74
Berikut ini sebuah kisah seorang pemuda berumur 15tahun.Seorang pemuda bangsawan
kaya raya,ia telah ditinggalkan mati oleh ayahnya dan memperoleh harta warisan yang
sangat banyak.
Pada suatu hari ia mengikuti majelis pengajian yang diadakan oleh Syekh bernama Abdul
Wahid.Di dalam majelis itu ada seorang peserta pengajian yang membacakan Al Qur'an,
ayat 111 surat At-Taubah: "Sesungguhnya Allah telah membeli diri orang mukminin, jiwa
dan harta mereka dengan bayaran jannah (surga)".Lalu pemuda tadi berkata : "Ya Abdul
Wahid, sungguh Allah telah membeli dari kaum mukminin jiwa dan harta mereka, dan
akan dibayar dengan jannah? Jawabku, "Ya, benar hai anakku tercinta," Lalu ia berkata,
"Ya, Abdul Wahid, saksikanlah bahwa aku telah menjual diri dan hartaku untuk
mendapat jannah!"
Maka saya katakan kepadanya, "Sesungguhnya tajamnya pedang itu berat dihadapi, dan
kau masih anak-anak, dan aku khawatir kalau-kalau kamu tidak tabah, tidak sabar
sehingga mereka tidak kuat melanjutkan perjuangan itu." Pemuda itu menjawab,"Aku
menjual diri kepada Allah untuk mendapat Jannah, lalu lemah?? Saksikanlah sekali lagi
bahwa aku telah menjual diriku kepada Allah." Karena itu kami merasa malu, anak kecil
dapat berbuat demikian, sedang kami tidak, maka pemuda itu segera menyedekahkan
semua hartanya kecuali kuda dan pedangnya, dan sekedar harta untuk bekalnya.
Dan ketika telah tiba masa keberangkatan pasukan, maka dialah yang pertama-tama tiba
dan mengucapkan,"Assalaamu`alaika ya Abdul Wahid". Jawabku,"Wa`alaikum salam
warahmatullahi wabarakatuh, semoga Allah memberikan keuntungan dalam jualanmu".
Kemudian dalam perjalanan maka pemuda itu selalu puasa di waktu siang dan bangun
malam dan menjaga kami di waktu malam, dan melayani keperluan-keperluan kami di
waktu siang, bahkan ia merangkap memelihara ternak kami sehingga sampailah kita
diperbatasan Negeri Rum.
Tiba-tiba pada suatu hari ia datang terburu-buru sambil berseru, “Alangkah rinduku pada
Al-Aina Al-Mardhiyah .. !!", sehingga banyak orang menyangka mungkin ia terganggu
ingatannya.
Maka aku sambut ia,"Wahai anakku tercinta, siapakah Al-Aina Al-Mardhiyah?" jawabnya,
"Aku tadi tertidur sebentar, tiba-tiba aku mimpi ada orang datang kepadaku dan
berkata, "Mari aku bawa kau kepada Al-Aina Al-Mardhiyah," lalu aku dibawa ke suatu
kebun di tepi sungai yang airnya jernih segar, dan di sana banyak gadis-gadis cantik
yang lengkap dengan perhiasan yang tidak dapat aku katakan.Dan ketika melihat
kepadaku, mereka merasa gembira dan berkata, "Itulah suami Al-Aina Al-Mardhiyah,
maka aku ucapkan,"Assalamu`alaikum apakah disini tempat Al-Aina Al-
Mardhiyah?".Mereka menjawab,"Kami hamba dan pelayan, teruslah berjalan ke depan."
Kemudian aku teruskan perjalanan tiba-tiba bertemu dengan sungai susu yang tidak
berubah rasanya ditengah-tengah kebun(taman),juga dikelilingi gadis-gadis sangat cantik,
dan ketika mereka melihatku,langsung berkata, "Demi Allah itulah suami Al-Aina Al-
Mardhiyah telah tiba, lalu aku salam, "Assalamu`alaikum, apakah ada diantara kamu Al-

Cerita Islami 2013


Page 46 of 74
Aina Al-Mardhiyah?" lalu mereka berkata, "Kami hanya hamba dan pelayan-pelayannya,
silahkan maju terus.".
Tiba-tiba aku bertemu dengan sungai anggur disuatu lembah yang juga digunakan sebagai
tempat bersuka ria gadis-gadis yang sangat cantik molek, sehingga aku lupa kecantikan
gadis-gadis sebelumnya. Akupun mengucapkan, "Assalamu`alaikum, apakah ada diantara
kalian Al-Aina Al-Mardhiyah?". "Tidak, kami hanya hamba dan pelayannya, teruskan jalan
ke depan," jawab mereka.
Tiba-tiba aku bertemu dengan sungai madu dan kebunnya yang penuh dengan gadis-gadis
cantik, yang kecantikannya bagaikan cahaya, maka aku ucapkan, "Assalamu`alaikum,
apakah di sini ada Al-Aina Al-Mardhiyah?".Mereka menjawab, "Ya Waliyallah, kami
hamba dan pelayannya,majulah terus."
Dan ketika aku berjalan tiba-tiba aku bertemu kemah dari permata yang berlubang, dan
di muka kemah itu ada gadis penjaga pintu yang sangat cantik dan lengkap dengan
perhiasannya. Maka ketika ia melihatku, ia gembira dan segera berseru, wahai Al-Aina
Al-Mardhiyah, inilah suamimu telah datang, maka langsung aku mendekat ke kemah itu.
Tiba-tiba ia sedang duduk diatas tempat tidur emas yang
bertaburkan permata yaqut dan berlian,dan ketika melihatnya benar-benar aku
terpesona karena kecantikannya.
Lalu ia menyambut aku dengan kalimat, "Marhaban bin Waliyir rahman, sudah hampir
(dekat) pertemuan kita." Maka aku langsung akan mendekapnya, tetapi ia berkata,
"Sabarlah dahulu, belum masanya, sebab kamu masih hidup di dunia, tetapi malam ini
kamu berbuka puasa disini, Insya Allah."
Kemudian aku bangun dari tidurku itu, hai Abdul Wahid,dan rasa-rasanya aku tidak sabar
lagi.Abdul Wahid berkata,”Maka belum selesai ia melanjutkan ceritanya tiba-tiba terlihat
pasukan musuh, maka kami pergi menyerangnya bersama-sama pemuda itu, dan aku
perhatikan ia telah membunuh sembilan orang kafir, maka segera aku pergi melihatnya,
tiba-tiba ia tersenyum dengan berlumur darah sehingga ia meninggal dunia
(Rahimahullah)."
Dikutip dari : Abu Laits As Samarqandi, Tanbihul Ghofilin hal 1004-1009
Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, (Al Qur'an, Surat 56 :
22)
Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik -
cantik.Bidadari-bidadari yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah.
Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka dan tidak pula oleh jin. (Al
Qur'an, Surat 55 : 70,72,74)

34. Bila Al Qur'an bisa bicara !

Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku. Dengan wudu' aku kau
sentuh dalam keadaan suci Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari. Aku engkau baca

Cerita Islami 2013


Page 47 of 74
dengan suara lirih ataupun keras setiap hari Setelah usai engkaupun selalu menciumku
mesra
Sekarang engkau telah dewasa...
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku... Apakah aku bacaan usang yang tinggal
sejarah... Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu Atau
menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?
Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya.
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu. Kadang kala aku dijadikan
mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa. Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti
hantu dan syetan. Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam
kesepian. Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.
Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman. Sore
harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau..... Sekarang... pagi-pagi
sambil minum kopi...engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV. Waktu
senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia. Sedangkan aku yang berisi
ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa. Engkau campakkan, engkau abaikan
dan engkau lupakan...
Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surah2ku (Basmalah).
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi. Tidak ada kaset yang berisi
ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu. Sepanjang perjalanan radiomu selalu
tertuju ke stasiun radio favoritmu. Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang
senantiasa melantunkan ayatku.
Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja. Di komputermu
pun kau putar musik favoritmu. Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun. E-mail
temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan. Engkau terlalu sibuk dengan
urusan duniamu. Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku.
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV. Menonton pertandingan
Liga Italia, musik atau Film dan Sinetron laga. Di depan komputer berjam-jam engkau
betah duduk. Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah.
Waktupun cepat berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam lemari. Mengumpul debu
dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu. Seingatku hanya awal Ramadhan engkau
membacaku kembali Itupun hanya beberapa lembar dariku. Dengan suara dan lafadz yang
tidak semerdu dulu. Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap
membacaku.
Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan ? Bila engkau di
kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba. Engkau akan diperiksa oleh para malaikat
suruhanNya. Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat
melaluinya.
Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu... Setiap saat berlalu... kuranglah
jatah umurmu... Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu.. Engkau bisa
kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.
Cerita Islami 2013
Page 48 of 74
Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati... Di kuburmu nanti....Aku akan datang
sebagai pemuda gagah nan tampan. Yang akan membantu engkau membela diri. Bukan
koran yang engkau baca yang akan membantumu. Dari perjalanan di alam akhirat. Tapi
Akulah "Qur'an" kitab sucimu. Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu.
Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari. Karena ayat-ayat yang ada padaku
adalah ayat suci. Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui. Yang
disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.
Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu... Jangan lupa bawa kaset yang ada
ayatku dalam laci mobilmu. Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu. Agar engkau
senantiasa mengingat Tuhanmu.
Sentuhilah aku kembali... Baca dan pelajari lagi aku.... Setiap datangnya pagi dan sore
hari. Seperti dulu....dulu sekali... Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos... Di surau
kecil kampungmu yang damai
Jangan aku engkau biarkan sendiri.... Dalam bisu dan sepi....
Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi. Mahabijaksana.
Semoga bermanfaat.
Wa Billahit-taufiq wal-hidayah, Wassalamualaikum wr.wb
"Utamakan SELAMAT dan SEHAT untuk duniamu, Utamakan SHOLAT dan ZAKAT untuk
akhiratmu"

35. Bila Tiba Hari Itu ...


eramuslim - Bila tiupan sangkakala yang pertama menggoncangkan alam dan kemudian
bumi pun diratakan. Dilemparkan semua isi yang membebaninya. Tiupan keduapun
menyusul kemudian, begitu memekakkan telinga, hingga semua manusia pada hari itu
menudukkan pandangannya dan teramat sangat ketakutan. Pada hari itu, dimanakah kita
berada?
Bila bulan telah hilang cahayanya. Matahari dan bulanpun dikumpulkan. Dengan mata
terbelalak penuh ketakutan, manusia bertanya-tanya dan sibuk mencari tempat
berlindung. Sungguh, tidak ada tempat berlindung karena hanya kepada Tuhan-lah tempat
berlindung. Sungguh,Tuhanpun bersumpah bahwa semua jiwa teramat menyesali dirinya
sendiri akan semua perbuatannya. Pada hari itu, apa yang sedang kita perbuat?
Bila langit terbelah dan kemudian dilenyapkan,matahari digulung, bintang-bintang jatuh
berserakan, gunung-gunung dihancurkan,lautan pun menjadi meluap. Pada hari itu,
manusia-manusia seperti anai-anai yang berterbangan, dan gunung-gunung seperti bulu
yang dihambur-hamburkan. Bila tiba hari itu, sudah cukupkah segala perbekalan yang kita
persiapkan?
Pada hari manusia lari dari saudara-saudaranya, dari ibu dan bapaknya,dari istri dan anak-
anaknya karena setiap manusia mempunyai urusan masing-masing yang menyibukkannya.
Kuburan-kuburan pun dibongkar, ruh-ruh kembali dipertemukan dengan tubuhnya, dan
bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, atas dosa apa dia dibunuh. Bila
tiba hari itu, Seberapa banyak amalan yang akan menjamin keselamatan kita?
Cerita Islami 2013
Page 49 of 74
Saudaraku, sungguh hari keputusan itu adalah suatu waktu yang ditetapkan. Pada hari itu
banyak muka berseri-seri, tertawa dan gembira. Namun banyak pula yang bersedih dan
muka mereka pun tertutup debu kemudian ditutup lagi oleh kegelapan. Saat itu, mereka
diitimpa kehinaan dan kesusahan. Bagaimana dengan wajah kita pada hari itu?
Saudaraku, bila tiba hari itu, semua manusia merasa seakan-akan tidak tinggal di dunia
melainkan sesaat saja seperti diwaktu sore atau pagi hari. Manusia akan
merasa bahwa ia hanya singgah sebentar di dunia. Namun tidak sedikit manusia yang
bermain-main meski ia tahu waktunya begitu singkat. Kebanyakan manusia tidak
mempersiapkan perbekalan secukupnya untuk kehidupan yang lebih lama dan abadi.
Sungguh saudaraku, pada hari itu setiap-tiap jiwa akan teringat akan apa yang telah
dikerjakannya dan dilalaikannya hingga mereka akan diperlihatkan neraka dengan jelas.
Mungkinkah kita menerima catatan amalan dari sebelah kanan? Wallahu a'lam bishshowab
(Bayu Gautama).

36. DOA YANG SELALU DIKABULKAN


(Helvy Tiana Rosa)
Pagi itu, 3 Mei 1998, dari Jakarta, saya diundang mengisi seminar di IAIN Sunan Gunung
Djati, Bandung. Saya duduk di bangku kedua dari depan sambil menunggu kedatangan
pembicara lain, Mimin Aminah, yang belum saya kenal. Jam sembilan tepat, panitia
menghampiri saya dan memperkenalkan ia yang baru saja tiba. Saya segera berdiri
menyambut senyumnya yang lebih dulu merekah. Ia seorang yang bertubuh besar, ramah,
dalam balutan gamis biru dan jilbab putih yang cukup panjang. Kami berjabat tangan erat,
dan saat itu tegas dalam pandangan saya dua kruk (tongkat penyangga yang dikenakan-
nya) serta sepasang kaki lemah dan kecil yang ditutupi kaos kaki putih. Sesaat batin saya
hening, lalu melafazkan kalimat takbir dan tasbih.
Saat acara seminar dimulai, saya mendapat giliran pertama. Saya bahagia karena para
peserta tampak antusias. Begitu juga ketika giliran Mimin tiba Semua memperhatikan
dengan seksama apa yang disampaikannya. Kata-kata yang dikemukakannya indah dengan
retorika yang menarik. Wawasannya luas, pengamatannya akurat. Saya tengah memandang
wajah dengan pipi merah jambu itu saat Mimin berkata dengan nada datar. "Saya diuji
Allah dengan cacat kaki ini seumur hidup saya." Ia tersenyum. "Saya lahir dalam keadaan
seperti ini. Mungkin banyak orang akan pesimis menghadapi keadaan yang demikian, tetapi
sejak kecil saya telah memohon sesuatu pada Allah. Saya berdoa agar saat orang lain
melihat saya, tak ada yang diingat dan disebutnya kecuali Allah," Ia terdiam sesaat dan
kembali tersenyum. "Ya, agar mereka ingat Allah saat menatap saya. Itu saja."
Dulu tak ada orang yang menyangka bahwa ia akan bisa kuliah. "Saya kuliah di Fakultas
Psikologi," katanya seraya menambahkan bahwa teman-teman pria dan wanita di
Universitas Islam Bandung-tempat kuliahnya itu-senantiasa bergantian membantunya
menaiki tangga bila kuliah diadakan di lantai dua atau tiga. Bahkan mereka hafal jam
datang serta jam mata kuliah yang diikutinya. "Di antara mereka ada yang membawakan
sebelah tongkat saya, ada yang memapah, ada juga yang menunggu di atas," kenangnya.
Cerita Islami 2013
Page 50 of 74
Dan civitas academica yang lain? Menurut Mimin ia sering mendengar orang menyebut-
nyebut nama Allah saat menatapnya. "Mereka berkata: Ya Allah, bisa juga ya dia kuliah,"
senyumnya mengembang lagi. "Saya bahagia karena mereka menyebut nama Allah. Bahkan
ketika saya berhasil menamatkan kuliah, keluarga, kerabat atau teman kembali memuji
Allah. Alhamdulillah, Allah memang Maha Besar. Begitu kata mereka."
Muslimah bersahaja kelahiran tahun 1966 ini juga berkata bahwa ia tak pernah bermimpi
akan ada lelaki yang mau mempersuntingnya. "Kita tahu, terkadang orang normal pun
susah mendapatkan jodoh, apalagi seorang yang cacat seperti saya. Ya tawakal saja."
Makanya semua geger, ketika tahun 1993 ada seorang lelaki yang saleh, mapan dan normal
melamarnya. "Dan lagi-lagi saat walimah, saya dengar banyak orang menyebut-nyebut
nama Allah dengan takjub. Allah itu maha kuasa, ya. Maha adil! Masya Allah,
Alhamdulillah, dan sebagainya," ujarnya penuh syukur.
Saya memandang Mimin dalam. Menyelami batinnya dengan mata mengembun. "Lalu saat
saya hamil, hampir semua yang bertemu saya, bahkan orang yang tak mengenal saya,
menatap takjub seraya lagi-lagi mengagungkan asma Allah. Ketika saya hamil besar,
banyak orang menyarankan agar saya tidak ke bidan, melainkan ke dokter untuk operasi.
Bagaimanapun saat seorang ibu melahirkan otot-otot panggul dan kaki sangat berperan.
Namun saya pasrah. Saya merasa tak ada masalah dan yakin bila Allah berkehendak
semua akan menjadi mudah. Dan Alhamdulillah, saya melahirkan lancar dibantu bidan,"
pipi Mimin memerah kembali. "Semua orang melihat saya dan mereka mengingat Allah.
Allahu Akbar, Allah memang Maha Adil, kata mereka berulang-ulang." Hening. Ia terdiam
agak lama. Mata saya basah, menyelami batin Mimin. Tiba-tiba saya merasa syukur saya
teramat dangkal dibandingkan nikmatNya selama ini. Rasa malu menyergap seluruh
keberadaan saya. Saya belum apa-apa. Yang selama ini telah saya lakukan bukanlah apa-
apa.
Astaghfirullah. Tiba-tiba saya ingin segera turun dari tempat saya duduk sebagai
pembicara sekarang, dan pertamakalinya selama hidup saya, saya menahan airmata di atas
podium. Bisakah orang ingat pada Allah saat memandang saya, seperti saat mereka
memandang Mimin?
Saat seminar usai dan Mimin dibantu turun dari panggung, pandangan saya masih kabur.
Juga saat seorang (dari dua) anaknya menghambur ke pelukannya. Wajah teduh Mimin
tersenyum bahagia, sementara telapak tangan kanannya berusaha membelai kepala si
anak. Tiba-tiba saya seperti melihat anak saya, yang selalu bisa saya gendong kapan saya
suka. Ya, Allah betapa banyak kenikmatan yang Kau berikan padaku. Ketika Mimin pamit
seraya merangkul saya dengan erat dan berkata betapa dia mencintai saya karena Allah,
seperti ada suara menggema di seluruh rongga jiwa saya. "Subhanallah, Maha besar
Engkau ya Robbi, yang telah memberi pelajaran pada saya dari pertemuan dengan
hambaMu ini. Kekalkanlah persaudaraan kami fi Sabilillah. Selamanya. Amin."
Mimin benar. Memandangnya, saya pun ingat padaNya. Dan cinta saya pada Sang Pencipta,
yang menjadikan saya sebagaimana adanya, semakin mengkristal.
("Pelangi Nurani": Penerbit Asy Syaamil, 2002)
Cerita Islami 2013
Page 51 of 74
37. Imam Abu Hanifah (1-Lahir)
Bismillahirrahmanirrahim,
Seorang lelaki yang saleh bernama Tsabit bin Ibrahim sedang berjalan di pinggiran kota
Kufah. Tiba-tiba dia melihat Sebuah apel jatuh keluar pagar sebuah kebun buah-buahan.
Melihat apel yang merah ranum itu tergeletak di tanah membuat air liur Tsabit terbit,
apalagi di hari yang panas dan tengah kehausan. Maka tanpa berpikir panjang dipungut
dan dimakannyalah buah apel yang lezat itu. akan tetapi baru setengahnya di makan dia
teringat bahwa buah itu bukan miliknya dan dia belum mendapat ijin pemiliknya.
Maka ia segera pergi kedalam kebun buah-buahan itu hendak menemui pemiliknya agar
menghalalkan buah yang telah dimakannya. Di kebun itu ia bertemu dengan seorang lelaki.
Maka langsung saja dia berkata, "Aku sudah makan setengah dari buah apel ini. Aku
berharap Anda menghalalkannya". Orang itu menjawab, "Aku bukan pemilik kebun ini. Aku
Khadamnya yang ditugaskan merawat dan mengurusi kebunnya".
Dengan nada menyesal Tsabit bertanya lagi, "Dimana rumah pemiliknya? Aku akan
menemuinya dan minta agar dihalalkan apel yang telah kumakan ini." Pengurus kebun itu
memberitahukan, "Apabila engkau ingin pergi kesana maka engkau harus menempuh
perjalan sehari semalam".
Tsabit bin Ibrahim bertekad akan pergi menemui si pemilik kebun itu. Katanya kepada
orang tua itu, "Tidak mengapa. Aku akan tetap pergi menemuinya, meskipun rumahnya
jauh. Aku telah memakan apel yang tidak halal bagiku karena tanpa seijin pemiliknya.
Bukankah Rasulullah Saw sudah memperingatkan kita lewat sabdanya : "Siapa yang
tubuhnya tumbuh dari yang haram, maka ia lebih layak menjadi umpan api neraka"
Tsabit pergi juga ke rumah pemilik kebun itu, dan setiba di sana dia langsung mengetuk
pintu. Setelah si pemilik rumah membukakan pintu, Tsabit langsung memberi salam
dengan sopan, seraya berkata," Wahai tuan yang pemurah, saya sudah terlanjur makan
setengah dari buah apel tuan yang jatuh ke luar kebun tuan. Karena itu maukah tuan
menghalalkan apa yang sudah kumakan itu ?"
Lelaki tua yang ada dihadapan Tsabit mengamatinya dengan cermat. Lalu dia berkata
tiba-tiba, "Tidak, aku tidak bisa menghalalkannya kecuali dengan satu syarat." Tsabit
merasa khawatir dengan syarat itu karena takut ia tidak bisa memenuhinya. Maka segera
ia bertanya, "Apa syarat itu tuan ?" Orang itu menjawab, "Engkau harus mengawini
putriku !"
Tsabit bin Ibrahim tidak memahami apa maksud dan tujuan lelaki itu, maka dia berkata,
"Apakah karena hanya aku makan setengah buah apelmu yang keluar dari kebunmu, aku
harus mengawini putrimu ?" Tetapi pemilik kebun itu tidak menggubris pertanyaan
Tsabit. Ia malah menambahkan, katanya, "Sebelum pernikahan dimulai engkau harus tahu
dulu kekurangan-kekurangan putriku itu. Dia seorang yang buta, bisu, dan tuli. Lebih dari
itu ia juga seorang yang lumpuh!"

Cerita Islami 2013


Page 52 of 74
Tsabit amat terkejut dengan keterangan si pemilik kebun. Dia berpikir dalam hatinya,
apakah perempuan seperti itu patut dia persunting sebagai istri gara-gara setengah buah
apel yang tidak dihalalkan kepadanya? Kemudian pemilik kebun itu menyatakan lagi,
"Selain syarat itu aku tidak bisa menghalalkan apa yang telah kau makan !"
Namun Tsabit kemudian menjawab dengan mantap, "Aku akan menerima pinangannya dan
perkawinanya. Aku telah bertekad akan mengadakan transaksi dengan Allah Rabbul
'alamin. Untuk itu aku akan memenuhi kewajiban-kewajiban dan hak-hakku kepadanya
karena aku amat berharap Allah selalu meridhaiku dan mudah-mudahan aku dapat
meningkatkan kebaikan-kebaikanku di sisi Allah Ta'ala".
Maka pernikahan pun dilaksanakan. Pemilik kebun itu menghadirkan dua saksi yang akan
menyaksikan akad nikah mereka. Sesudah perkawinan usai, Tsabitdipersilahkan masuk
menemui istrinya. Sewaktu Tsabit hendak masuk kamar pengantin, dia berpikir akan
tetap mengucapkan salam walaupun istrinya tuli dan bisu, karena bukankah malaikat Allah
yang berkeliaran dalam rumahnya tentu tidak tuli dan bisu juga. Maka iapun mengucapkan
salam ,"Assalamu'alaikum..." Tak dinyana sama sekali wanita yang ada dihadapannya dan
kini resmi jadi istrinya itu menjawab salamnya dengan baik. Ketika Tsabit masuk hendak
menghampiri wanita itu , dia mengulurkan tangan untuk menyambut tangannya.
Sekali lagi Tsabit terkejut karena wanita yang kini menjadi istrinya itu menyambut uluran
tangannya.
Tsabit sempat terhentak menyaksikan kenyataan ini. "Kata ayahnya dia wanita tuli dan
bisu tetapi ternyata dia menyambut salamnya dengan baik. Jika demikian berarti wanita
yang ada dihadapanku ini dapat mendengar dan tidak bisu. Ayahnya juga mengatakan
bahwa dia buta dan lumpuh tetapi ternyata dia menyambut kedatanganku dengan ramah
dan mengulurkan tangan dengan mesra pula", Kata Tsabit dalam hatinya. Tsabit berpikir,
mengapa ayahnya menyampaikan berita-berita yang bertentangan dengan yang
sebenarnya ?
Setelah Tsabit duduk di samping istrinya , dia bertanya, "Ayahmu mengatakan kepadaku
bahwa engkau buta . Mengapa ?" Wanita itu kemudian berkata, "Ayahku benar, karena
aku tidak pernah melihat apa-apa yang diharamkan Allah". Tsabit bertanya lagi, "Ayahmu
juga mengatakan bahwa engkau tuli. Mengapa?" Wanita itu menjawab, "Ayahku benar,
karena aku tidak pernah mau mendengar berita dan cerita orang yang tidak membuat
ridha Allah. Ayahku juga mengatakan kepadamu bahwa aku bisu dan lumpuh, bukan ?"
Tanya wanita itu kepada Tsabit yang kini sah menjadi suaminya. Tsabit mengangguk
perlahan mengiyakan pertanyaan istrinya. Selanjutnya wanita itu berkata, "aku dikatakan
bisu karena dalam banyak hal aku hanya menggunakan lidahku untuk menyebut asma Allah
Ta'ala saja. Aku juga dikatakan lumpuh karena kakiku tidak pernah pergi ke tempat-
tempat yang bisa menimbulkan kegusaran Allah Ta'ala".
Tsabit amat bahagia mendapatkan istri yang ternyata amat saleh dan wanita yang
memelihara dirinya. Dengan bangga ia berkata tentang istrinya, "Ketika kulihat
wajahnya... Subhanallah , dia bagaikan bulan purnama di malam yang gelap".

Cerita Islami 2013


Page 53 of 74
Tsabit dan istrinya yang salihah dan cantik itu hidup rukun dan berbahagia. Tidak lama
kemudian mereka dikaruniai seorang putra yang ilmunya memancarkan hikmah ke seluruh
penjuru dunia. Itulah Al Imam Abu Hanifah An Nu'man bin Tsabit.
dikutip 1994/95, sumber: ?)

38. Jangan Buat Allah Cemburu


Sudah menjadi kebiasaan kami, dalam rangka memperingati maulid Nabi setiap malam
sejak tanggal 1 hingga 12 Rabi'ul Awal secara berombongan dan bergiliran selalu
mengunjungi rumah salah seorang ikhwan. Malam itu tibalah giliran rumah Syaikh Syalbi
Ar-Rijal yang menjadi jadwal kunjungan. Kami pun berangkat seperti biasanya, setelah
'Isya. Kami berangkat secara berombongan dengan mengalunkan qasidah (nasyid)dengan
penuh gembira. Saya melihat rumah Syaikh Syalbi sangat terang, bersih dan rapi.
Dihidangkanlah serbat, kopi, dan qirfah seperti biasanya. Kami duduk dan meminta
nasihat-nasihat Syaikh Syalbi.
Ketika kami hendak pergi, ia berkata dengan senyum yang lembut,"Datanglah kalian besok
pagi-pagi sekali, agar kita bisa menguburkan Ruhiyah bersama-sama." Ruhiyah adalah
putri beliau satu-satunya. Allah mengaruniakan Ruhiyah kepadanya kurang lebih setelah
sebelas tahun dari usia pernikahannya. Ia sangat mencintainya, sehingga ia tidak pernah
meninggalkan sekalipun sedang sibuk bekerja. Ruhiyah kemudian tumbuh menjadi seorang
gadis. Ia menamai "RUHIYAH" karena putrinya ini menempati kedudukan "ruh" pada
dirinya. Tentu kami terperanjat. "Kapan ia meninggal?" tanya kami spontan. "Tadi,
menjelang maghrib!" jawabnya tenang. "Kenapa Syaikh tidak memberi kami semenjak tadi,
sehingga kami dapat mengajak kawan yang lain untuk kemari bersama-sama?"
Ia menjawab,"Apa yang terjadi telah meringankan kesedihanku. Pemakaman telah
berubah menjadi peristiwa yang membahagiakan. Apakah kalian masih menginginkan
nikmat Allah yang lebih besar lagi dari pada nikmat ini?" Pembicaraanpun akhirnya
berubah menjadi pelajaran tasawuf yang disampaikan oleh Syaikh Syalbi. Beliau
mengemukakan bahwa kematian putrinya itu adalah kecemburuan Allah kepada hatinya.
Memang sesungguhnya Allah swt. merasa cemburu kepada hati para hamba-Nya yang
shalih, apabila sampai terikat dengan selain-Nya, atau apabila ia berpaling kepada selain-
Nya.
Beliau mengambil bukti dalil dengan kisah Ibrahim as. Hati Ibrahim terikat dengan
Ismail, sehingga akhirnya Allah swt. memerintahkannya untuk menyembelih putranya
Ismail. Ketika hati nabi Ya'qub terikat dengan Yusuf, Allah swt. pun membuat Yusuf
hilang dari sisinya sekian tahun. Oleh karena itu, seharusnya jangan sampai hati seorang
hamba itu terikat dengan selain Allah swt. Kalau tidak demikian, maka sebenarnya ia
adalah pendusta dalam hal pengakuan kecintaannya. Beliau juga membawakan kisah Al-
Fudhail bin 'Iyadh. Fudhail pernah memegang tangan putrinya yang terkecil dan
mengecupnya, lalu putrinya itu bertanya kepadanya, "Wahai ayahanda, apakah ayah
mencintaiku?" Tentu saja putriku," jawab sang ayah. Lalu ia berkata,"Demi Allah, sebelum
hari ini, saya tidak pernah mengira bahwa ayah sebagai seorang pendusta." Fudhail
Cerita Islami 2013
Page 54 of 74
bertanya, "Bagaimana bisa begitu? Berapa kali saya berdusta?" Ia menjawab,"Saya telah
mengira bahwa dengan keberadaan ayah yang seperti ini dalam berhubungan dengan
Allah, berarti ayah tidak mencintai seorang pun selain-Nya. "Fudhail pun menangis seraya
berkata,"Duhai Tuhanku, sampai anak sekecil ini dapat membongkar riya' hamba-Mu yang
bernama Fudhail ini?"
Demikianlah pelajaran Syaikh Syalbi dari sebuah pembicaraan menjadi sebuah pelajaran.
Syaikh Syalbi berupaya membahagiakan dan melembutkan hati kami seraya
memalingkannya dari kepedihan musibah ini. Setelah itu kami pun pulang. Kami tidak
mendengar sama sekali suara wanita yang meratap dan tidak mendengar adanya kata-kata
kotor. Yang kami lihat hanyalah ekspresi kesabaran dan kepasrahan kepada Allah Yang
Mahatinggi dan Mahabesar.
Dalam iklim yang mulia inilah kami hidup.

39. KEDAHSYATAN SAAT MENJELANG MAUT


Menurut Imam Al Ghazali seandainya dihadapan manusia tidak ada teror, malapetaka
ataupun siksaan kecuali hanya sakaratul maut saja, maka itu sudah cukup untuk
menyusahkan hidupnya, menghalangi kegembiraannya dan mengusir kealpaan maupun
kelengahannya. Seharusnya setiap manusia memikirkan hal ini dan meningkatkan
perhatian dalam mempersiapkan diri untuk menghadapinya, apalagi karena setiap saat dia
berada dalam genggamannya.
Sebagaimana Luqman pernah berkata kepada anaknya,“Wahai anakku, jika ada sesuatu
yang tak bisa kau pastikan kapan dia datang, maka persiapkan dirimu untuk
menghadapinya sebelum dia mendatangimu sedangkan engkau dalam keadaan lengah.”
Yang sangat mengherankan adalah bahwa seringkali pada setiap diri manusia, meskipun
dia tengah menikmati hiburan atau berada di tempat yang paling
menyenangkan, akan merasa cemas dengan kemungkinan kedatangan seorang penjahat
yang akan merampas harta miliknya. Karena rasa cemas itu kenyamanannyapun
terganggu dan napasnya terasa sesak. Akan tetapi, dia lalai akan keadaannya yang setiap
saat bisa didatangi oleh malaikat maut yang akan menimpakan atas dirinya
derita pencabutan nyawa. Tak ada lagi sebab kelalaian seperti ini kecuali sikap masa
bodoh dan keteperdayaan.
Keluarbiasaan rasa sakit dalam sakaratul maut tak dapat diketahui dengan pasti kecuali
oleh orang yang telah merasakannya. Sedangkan bagi kita yang belum
pernah merasakannya hanya dapat mengetahuinya dengan cara menganalogikannnya
dengan rasa sakit yang benar-benar pernah dialaminya, atau dengan cara
mengamati orang lain yang sedang berada dalam sakaratul maut. Lewat jalan analogi, yang
akan membuktikan kepadanya derita sakaratul maut, akan diketahui bahwa setiap anggota
badan yang sudah tidak bernyawa, tidak lagi bisa merasakan rasa sakit.Jika ada jiwa,
maka cerapan rasa sakit itu tentulah berasal dari aktivitas jiwa. Dan ketika ada tubuh
yang terluka atau terbakar maka pengaruhnya akan menjalar kepada jiwa. Dan sesuai
dengan kadar yang menjalar ke jiwa, maka sebesar itu pula rasa sakit yang dialami oleh
Cerita Islami 2013
Page 55 of 74
seseorang. Derita rasa sakit itu terpisah dari daging, darah dan semua anggota tubuh
yang lain. Tak ada yang bisa mencederai jiwa kecuali penyakit-penyakit tertentu. Jika
salah satu dari sekian banyak penyakit langsung mengenai jiwa dan tidak berpencar ke
bagian-bagian yang lain, maka betapa pedih dan kerasnya rasa sakit itu.
Sakaratul maut adalah ungkapan rasa sakit yang menyerang inti jiwa dan menjalar ke
seluruh bagian jiwa sehingga tak ada lagi satupun bagian jiwa yang terbebas dari rasa
sakit itu. Rasa sakit tertusuk duri misalnya,menjalar pada bagian jiwa yang terletak pada
anggota badan yang tertusuk duri. Sedangkan pengaruh luka bakar lebih luas karena
bagian-bagian api menyebar ke bagian-bagian tubuh yang lain sehingga tidak ada lagi
bagian dalam maupun luar anggota tubuh yang tidak terbakar dan efek bakar itu
dirasakan oleh bagian-bagian jiwa yang mengalir pada semua bagian daging. Adapun luka
tersayat pisau hanya akan menimpa bagian tubuh yang terkena dan karena itulah rasa
sakit yag diakibatkan oleh luka tersayat pisau lebih ringan dari luka bakar. Akan tetapi
rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke
seluruh anggota badan sehingga bagian orang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-
tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat saraf, persendian, dari setiap akar rambut
dan kulit kepala hingga kaki. Jadi jangan tanyakan lagi tentang derita rasa sakit yang
tengah dialami manusia yang menghadapi sakaratul maut.
Karena alasan ini, dikatakan bahwa “maut lebih menyakitkan daripada tusukan pedang,
gergaji atau sayatan gunting.” Karena rasa sakit yang diakibatkan oleh tusukan pedang
terjadi melalui asosiasi bagian tubuh yang tertusuk dengan ruh, maka betapa sangat
sakitnya jika luka itu langsung dirasakan oleh jiwa itu sendiri. Orang yg ditusuk bisa
berteriak kesakitan karena masih adanya sisa tenaga dalam hati dan lidahnya. Sedangkan
suara dan jeritan orang yang sekarat terputus karena rasa sakit yang amat sangat dan
rasa sakit itu telah memuncak sehingga tenaga menjadi hilang, semua anggota tubuh
melemah dan sama sekali tak ada lagi daya untuk berteriak minta pertolongan. Rasa sakit
itu telah melumpuhkan akalnya, membungkam lidahnya dan melemahkan semua raganya.
Dia ingin sekali meratap, berteriak dan meminta tolong, namun dia tak kuasa lagi
melakukan itu. Satu-satunya tenaga yang masih tersisa hanyalah suara lenguhan dan
gemerak yang terdengar pada saat ruhnya dicabut. Warna kulitnya juga berubah menjadi
keabu-abuan menyerupai tanah liat, tanah yang menjadi sumber asal usulnya.
Setiap pembuluh darah dicerabut bersamaan dengan menyebarnya rasa pedih ke seluruh
permukaan dan bagian dalamnya sehingga bola matanya terbelalak ke atas
kelopaknya, bibirnya tertaik kebelakang, lidahnya mengerut, kedua buah zakar naik dan
ujung jemari berubah menjadi menjadi hitam kehijauan. Jadi jangan
lagi tanyakan bagaimana keadaan tubuh yang seluruh pembuluh darahnya dicerabut sebab
satu saja pembuluh darah yang ditarik, rasa sakitnya sudah tak alang
kepalang. Jadi bagaimanakah rasanya jika yang dicabut itu adalah ruh, tidak hanya dari
satu pembuluh saja, tetapi dari semuanya ?.
Kemudian satu persatu anggota tubuhnya akan mati.Mula-mula telapak kakinya menjadi
dingin, kemudian betis dan pahanya, setiap anggota badan merasakan
Cerita Islami 2013
Page 56 of 74
sekarat demi sekarat, penderitaan demi penderitaan,dan itu terus terjadi hingga ruhnya
mencapai kerongkongannya. Pada titik ini berhentilah perhatiannya kepada dunia dan
manusia-manusia yang ada didalamnya. Pintu tobat ditutup dan diapun diliputi oleh rasa
sedih dan penyesalan.
Oleh karena itu janganlah ditanya tentang pahit dan getirnya kematian ketika terjadi
sakaratul maut !karena itu Rasulullah Saw bersabda, “Ya Allah,
sesungguhnya Engkau telah mencabut nyawa dari urat-urat tulang hidung dan ujung-ujung
jari, Ya Allah, tolonglah aku dalam kematian, dan ringankanlah
sakratul maut bagi Muhammad!”
Sesungguhnya sebab manusia tidak memohon perlindungan darinya dan tidak
memandangnya dengan penuh rasa gentar adalah karena kebodohan mereka. Ini karena
banyak hal yang belum pernah terjadi, hanya bisa diketahui melalui cahaya kenabian dan
para wali Allah.Itulah sebabnya para nabi’alaihimus salam dan para
wali Allah senantiasa berada dalam keadaan takut kepada maut. Bahkan Isa a.s. bersabda
“Wahai para sahabat ! berdo’alah kepada Allah SWT agar dia meringankan sekarat
(sakratul maut) ini bagiku”.
Diriwayatkan bahwa suatu ketika sekelompok kaum bani Israil berjalan melewati
pekuburan dan salah seorang diantara mereka berkata kepada yang lain, Bagaimana
jika kalian berdo’a kepada Allah Swt, agar Dia menghidupkan satu mayat dari pekuburan
ini dan kalian bisa mengajukan beberapa pertanyaan kepadanya ?” merekapun lalu berdo’a
kepada Allah Swt. Tiba-tiba mereka berhadapan dengan seorang laki-laki dengan tanda-
tanda sujud diantara kedua matanya yang muncul
dari satu kuburan . “Wahai manusia !” katanya, “Apa yang kalian kehendaki dariku ? Lima
puluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa pedihnya belum
juga hilang dari hatiku !.”
Diriwayatkan dari Al-Hasan, bahwa suatu ketika Rasulullah menyebut-nyebut kematian
dan bersabda, “Sakitnya sama dengan tiga ratus tusukan pedang”.
Ketika Ibrahim a.s. wafat, Allah Swt bertanya kepadanya, “Bagaimana engkau merasakan
kematian, wahai Teman-Ku?” dan beliau menjawab, “Seperti sebuah pengait yang
dimasukkan kedalam gumpalan bulu yang basah, kemudian ditarik.” Yang seperti itu sudah
Kami ringankan atas dirimu,” firman-Nya.
Begitupula halnya dengan Musa a.s. ketika ruhnya akan menuju kehadirat Allah Swt, Dia
bertanya kepadanya,“Wahai Musa bagaimana engkau merasakan kematian?” Musa
menjawab, ”Kurasakan diriku seperti seekor burung yang dipanggang hidup-hidup, tak
mati untuk terbebas dari rasa sakit dan tak bisa terbang untuk menyelamatkan diri.” Di
riwayat lain mengatakan ,”Kudapati diriku seperti seekor domba yang dipanggang hidup-
hidup.”
Diriwayatkan bahwa ketika Nabi Muhammad Saw berada diambang kematian, didekat
beliau ada seember air yang kedalamnya beliau memasukkan tangan untuk membasuh
muka, seraya berdo’a, “Wahai Allah Tuhanku!Ringankanlah bagiku sakratul maut !”

Cerita Islami 2013


Page 57 of 74
Pada saat yang sama, Fathimah r.a. berkata,”Alangkah berat penderitaanku melihat
penderitaanmu, Ayah!”Tapi beliau berkata,”Tidak akan ada lagi penderitaan ayahmu
sesudah hari ini.”
Itulah sakratul maut yang dirasakan oleh para wali Allah dan hamba-hamba yang dikasihi-
Nya . Pertanyaan yang paling penting bagi kita adalah, bagaimanakah
yang akan kita rasakan nanti ketika Malaikat Maut menjemput kita, padahal kita selalu
dan cenderung bergelimang dalam perbuatan salah dan dosa ?.
Wallahu'alam bissawab

40. Mengapa Saya Masuk Agama Islam


oleh ZULKARNAIN (Eddy Crayn Hendrik)

PERKEMBANGAN AJARAN-AJARAN PAULUS


Ajaran Paulus yang banyak mengandung mithos-mithos Yunani ini ternyata banyak sekali
mendapat dukungan, dari orang-orang sekitar Mediteraan, Laut Tengah. Ia antaranya
didukung oleh Ireneus (150 - 202 M), Tertulianus (155 - 220M) Origens (185 - 254 M)
dan Anthanasius, yaitu Bapak yang melahirkan Trinitas yang hidup sekitar tahun 298 -
377 M, yang ikut memelopori Trinitas dalam sidang dikota Nicea tahun 325 M. Di
belakang Anthanasius berdiri pula Santo Agustinus (354 - 430) dan Gregoryus Nyssa
(335 - 394 M). Mereka, pendukung-pendukungnya ini memikirkan, berpikir dan berunding,
bagaimana memecahkan persoalan Tuhan itu tiga tetapi satu. Maka tidaklah heran kita
bila kemudian mendengarkan adanya konsili-konsili seperti konsili Nicea, konsili Epesus,
konsili Alexandria dll, dimana pada tiap-tiap konsili akan lahir pula suatu "perkembangan
baru dari Tuhan," seperti pelenyapan Injil-injil yang asli, pelarangan padri-padrinya kawin
dan seterusnya. Dalam zaman seperti yang saya sebutkan tadi, tidak pula seluruh orang
menerima ajaran gila Paulus ini, sebab pada waktu itu lahir pula golongan-golongan
Nestorius (388-440 M) dan Arius (270-350 M). Kedua golongan ini terkenal gigihnya
menentang ajaran Paulus, sambil tetap berkeyakinan bahwa tiada lain yang disembah
melainkan Allah yang Maha Esa, dan pertentangan mereka inilah yang akhirnya
menimbulkan perburuan manusia yang tiada taranya, dimana lawan-lawan ideologinya
dibunuh dengan dibakar hidup-hidup, diadu dengan singa, diseret oleh kuda ataupun
dihukum pijak oleh gajah.

PEMERINTAH ROMAWI TURUN TANGAN


Pemerintah Romawi melihat adanya suatu kericuhan-kericuhan didalam negerinya,
tidaklah tinggal diam. Kericuhan-kericuhan agama ini bila dibiarkan, kemungkinan besar
akan menimbulkan suatu hal-hal yang lebih besar dan berbahaya pula. Itulah sebabnya
maka pada tahun 326 M, kaizar Konstantin yang Agung segera mengadakan musyawarah
atau konsili dikota Nicea, dimana golongan-golongan Tertulianus, Origenes, Anthanasius
dipertemukan dengan golongan Nestorius, Arius serta kawan-kawan yang seangkatan
Cerita Islami 2013
Page 58 of 74
dengannya. Gagasan Kaisar mungkin kurang ditanggapi oleh ummat, maka dari undangan
yang datang ternyata belum setengahnya. Didalam perdebatan itu, mereka terpecah dua,
yaitu golongan-golongan yang mempertahankan Yesus sebagai manusia, dan golongan
golongan yang mempertahankan Yesus sebagai Tuhan. Berhubung tidak adanya kata
sepakat, maka kaisar mengambil keputusan (dekrit?) bahwa Yesus adalah Tuhan dan
manusia, atau setengah Tuhan dan setengah manusia. Gagasan ini diterima hanya dengan 2
suara, sedang penolaknya 10 suara. Berhubung yang 2 suara ini lebih dekat dengan selera
kaisar, maka sejarah kemudian mencatat yang 2 suara inilah yang menang, yaitu mereka
yang menerima gagasan Tuhan manusia terhadap diri Yesus. Kaisar kemudiannya
mengadakan suatu dekrit umum bahwa semua orang harus menerima gagasannya itu. Maka
mulailah disini penjagalan manusia besar-besaran, dimana siapa saja yang menolak ajaran
Yesus Tuhan dan manusia dibunuh dengan bermacam-macam cara yang keji. Belakangan
ternyata pula, kaisar Konstantin raja Romawi yang kafir itu masuk Kristen, dan
kemungkinan mulai tahun-tahun inilah Kristen itu mulai lahir, dalam suatu bentuk yang
bernama: Katolik yang artinya Umum. Konsili I ini rupa-rupanya belumlah dapat
menampung segala aspirasi ummat. Maka mereka kemudian mengadakan Konsili II dikota
Konstantinople pada tahun 381 M, yang memutuskan lagi bahwa Anak adalah Homo Osius
dengan Bapa (Creator). Didalam Konsili II ini pula mereka menambahkan materi
Rokhulkudus sebagai oknum ke-III dari Allah, sehingga lengkap lahirlah Tuhan Allah
Bapa, dan Anak serta Rokhulkudus. Didalam tahun-tahun inilah kemungkinan besar orang
mulai menambah-nambah Injil Matius dengan tulisan: Pergilah keseluruh dunia
baptiskanlah seluruh bangsa dengan nama Bapa, dan Anak dan Rokhulkudus (Matius
28:10). Konsili ke-III diadakan dikota Epesus tahun 439 M, didalam konsili inilah
dikeluarkan perintah untuk mengutuk ajaran-ajaran Nestorian dan Arianisme yang bidaat
itu. Merekapun mengeluarkan pernyataan perang terhadap Injil, dimana seluruh Injil-injil
yang asli dimusnahkan atau diapokratipkan. Sebagaimana kita mengetahui, semasa Yesus
hidup ia mempunyai pula pengikut-pengikut, yang kian kemari menuliskan khutbah-
khutbah dan ajaran-ajarannya sebab pada zaman itu memang alphabet telah ditemukan.
Murid-murid Yesus ada 70 orang. diantaranya 12 yang disebutkan namanya didalam Injil.
Dari catatan-catatan murid-murid Yesus ini, kemudian hari kita kenal telah dibukukan
dengan nama Injil, yang dinamai oleh masing-masing penulisnya seperti:

(1) Injil Markion, (2) Injil Mesir, (3) Injil Eva,


(4) Injil Yudas, (5) Injil Nicodemus, (6) Injil Thomas,
(7) Injil Barnaba, (8) Injil Matius, (9) Injil Yosepus,
(10) Injil Duabelas, (11) Injil Kebenaran, (12) Injil Maria,
(13) Injil Yesus, (14) Injil Andreas, (15) Injil Pilipias,
dan lain-lainnya.

Cerita Islami 2013


Page 59 of 74
Saya masih teringat, ketika ibu saya juga bertanya kepada ayah saya, adakah murid-
murid Yesus itu juga menulis Injil dan mengapa katanya ada Injil-injil yang dilarang untuk
dibaca? Ayah saya yang sudah tamat sekolah pendeta di
Bandung pada tahun 1936, sebenarnya mengetahui akan hal ini. lbu saya bertanya karena
kemungkinan ibu saya pernah membuka-buka buku pelajaran ayah dan kemudian terbaca
olehnya. Ayah saya adalah seorang pendeta, paling tidak beliau adalah seorang Kristen
yang taat. Itulah sebabnya ayah saya lalu menjawab bahwa memang benar, ada sementara
Injil-injil yang dilarang sebab Injil itu ternyata Injil palsu ciptaan syaitan, yang
bertentangan dengan ajaran-ajaran Yesus. Ayah saya mungkin tidak diberitahukan oleh
gurunya, atau ayah saya tahu, tetapi pura-pura tidak tahu, wallahu'alam, yang jelas ialah
ayah saya telah memberikan suatu keterangan yang salah. Injil-injil yang dikatakan
memuat ajaran syaitan dan bertentangan dengan ajaran Yesus itulah sebenarnya injil-injil
yang asli, yang didalamnya tidak pernah atau belum pernah kemasukan ajaran-ajaran
Paulus

MATIUS CS. PENJIPLAK PAULUS


Sebaliknyalah bahwa Injil-injil Matius, Markus, Lukas dan Yahya itulah yang mengajarkan
ajaran-ajaran palsu. Lukas misalnya, ia adalah dokter pribadi dari Paulus. Ia dalam
menulis Injil, dengan sendirinya kemasukan pula ajaran-ajarannya Paulus. Ini bisa
dibuktikan dalam tulisannya pada kisah rasul- rasul, dimana jelas nampak
kecenderungannya untuk mengangkat-angkat nama Paulus, bahkan murid ini setengah
mengkultus dan mendewakannya. Lukas menyusun Injilnya berdasarkan kepada Markus-
tua atau Ur Markus. Sedangkan Markus sendiri bukannya orang yang dikenal. Matius
menulis Injilnya berdasarkan pula kepada Ur Markus, jadi Matiuspun menjiplak. Itulah
sebabnya dalam Injil-injil Matius, Markus dan Lukas banyak sekali dijumpai kalimat-
kalimat atau perkataan-perkataan yang sama, disamping pertentangan-pertentangan yang
ada. Lalu bagaimanakah dengan Injil Yahya? Marilah kita ikuti uraian Jarnawi Hadikusumo
dalam bukunya: Tinjauan sekitar Perjanjian Lama & Baru, halaman 69-74 yang bunyinya
kurang
lebih:
1. Injil Yahya tidak termasuk dalam Injil Sipnotik, sebabisi dan sejarahnya lain sekali.
Menurut keyakinan Kristen, Injil Yahya ditulis oleh Yahya murid Yesus yang terkasih.
(Yahya 13:23 dan 21:20). Oleh karena itulah maka kepercayaan Kristen, penulis Injil
Yahya ialah Yahya bin Zabdi adik Yakub bin Zabdi seorang diantara muridnya yang
duabelas itu. 2. Oleh para ahli sejarah yang lebih dapat dipercaya, Yahya bin Zabdi telah
dibunuh oleh Raja Herodes Agerippa I pada tahun 44 atau 66 M. Padahal Injil Yahya baru
ditulis sekitar tahun 100 M. Maka benar kemudian, Injil ini kemungkinan besar sekali
ditulis oleh Yahya Prebester pendeta sidang Jum'at di Asia Kecil yang hidup dalam abad
I Masehi. Ia menulis Injilnya itu dengan maksud untuk menentang ajaran Corentus dan
Irenius. Hal ini dikuaykan lagi oleh kitab-kitab Encyclopedia, terutama Encyclopedia
Britanica yang mendasarkan keterangannya atas Papias Uskup Hieropolis. Demikian juga
Cerita Islami 2013
Page 60 of 74
keterangan vang dibawakan oleh Dr. J. H. Bavink dalam kitabnya yang bernama: "De Weg
Van Gods Koninkrijk." Kembali kepada soal Matius, pada waktu Yesus hidup ia masih anak
kecil berumur 5 tahun. Ia menulis Injil pada tahun 88 M, dus 55 tahun sesudah kepergian
Yesus. Waktu yang 55 tahun saya kira sudah sangat lama untuk mengingat semua
kejadian, apalagi untuk menulis perkatan-perkataan seseorang Dari manakah ia
mengetahui percakapan Gembala-gembala Efrata dengan para malaikat? Bukankah pada
waktu itu ia tidak berada di padang Efrata? Lalu darimana pula ia mengetahui dialog
Mariam dan Jibril? Bukankah dari mulut ke mulut juga asalnya?
Saya hendak memberikan suatu opini atas kisah kesaksian Hambran Amrie (HA). Saya
tidak tahu siapa dia dan belum pernah mendengar namanya maupun membaca surat
tersebut. Hanya saja tergerak hati saya untuk memberikan suatu opini/masukan. Saya
bukanlah seorang pakar dalam agama Islam maupun Kristen. Tetapi saya pernah
mengalami masa "mencari kebenaran" dengan mempelajari agama Islam dan Kristen.

Beberapa hal yang saya cermati adalah sebagai berikut ::

Ada pertentangan2 yang ada di dalam Injil itu sendiri dengan keyakinan umat Nasrani,
antara lain :

1. Dalam Yohanes pasal 14 ayat 9 disebutkan "Kata Yesus kepadanya:Telah sekian lama
Aku bersama-sama kamu Filifus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa yang
telah melihat Aku ia telah melihat Bapa;bagaimana engkau berkata:Tunjukkanlah Bapa itu
kepada kami".

Di ayat 10 dikatakan : "Tidak percayakah engkau bahwa Aku ini di dalam Bapa dan Bapa di
dalam Aku? Apa yang aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diriku sendiri, tetapi
Bapa yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaanNya."

Dari ayat ini seolah2 Bapa dan Yesus adalah satu.

Coba kita bandingkan dengan Yohanes pasal 17 ayat 23, yaitu :"Aku di dalam mereka dan
Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, Bahwa
Engkau telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka sama seperti Engkau
mengasihi Aku."

Kata "Aku di dalam mereka", yang dimaksud 'mereka' disini adalah sahabat2 Isa. Kalau
kita mempercayai kesatuan Tuhan di dalam Isa, berarti kita juga mengakui kesatuan Isa
dengan ke-12 sahabatnya. Apakah mungkin Tuhan menyatu dengan Isa dan ke-12
sahabatnya sekaligus?

Dalam Yohanes pasal 17 ayat 3 : "Inilah hidup yang kekal, yaitu bahwa mereka mengenal
Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau
utus."

Cerita Islami 2013


Page 61 of 74
Seperti umat Islam yang mengakui Muhammad adalah utusan Allah, seharusnyalah umat
Nasrani berdasarkan ayat ini mengakui Isa/Yesus sebagai utusan/Nabi/Rasul.

2. Pada Matius pasal 27 ayat 46 dikatakan : "Kira-kira jam 3 berserulah Yesus dengan
suara nyaring katanya:Eli, Eli, Eli, lama sabaktani; artinya Allahku, Allahku, mengapa
Engkau meninggalkan aku?"

Dari ayat tersebut jelas bahwa Isa/Yesus tidak bersatu dengan Tuhan. Kata itu
diucapkan Yesus saat akan disalib. Mungkinkah seorang Tuhan minta tolong terhadap
Tuhannya karena akan disalib? Kalaupun ceritanya Yesus disalib demi menanggung dosa
manusia, apakah mungkin dia malah minta tolong? Bukankah seharusnya Yesus merasa
senang dan ikhlas akan disalib demi menebus dosa umatnya?

3. Pada Markus pasal 13 ayat 31 dan 32 dikatakan : "Langit dan bumi akan berlalu,
tetapi perkataanKu tidak akan berlalu. Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun
tahu, malaikat2 di sorga tidak, dan anak pun tidak, hanya Bapa saja."

Berarti Yesus mengakui tidak mengetahui kapan datangnya hari kiamat, selain Tuhan
sendiri. Kalau ia Tuhan mestinya ia tahu.

4. Dalam Kisah Para rasul pasal 5 ayat 32 : "Dan kami adalah saksi atas segala sesuatu
itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada orang yang menaati Dia."

Pada Lukas pasal 1 ayat 41 : "Dan ketika Elizabet mendengar salam Maria, melonjaklah
anak yang di dalam rahimnya, dan Elizabet pun penuh dengan Roh Kudus.

Kalau kita berusaha memahami, berarti Roh Kudus adalah roh suci yang dikaruniakan
Allah kepada siapa saja yang dikehendakiNya (mungkin semacam hidayah?). Kalau Roh
Kudus disamakan artinya dengan Roh Allah itu sendiri, berarti yang jadi Tuhan bukan
hanya Yesus, tapi semua orang yang menaatiNya, termasuk Elizabet ?

5. Pada Matius pasal 27 ayat 1 : "Ketika hari mulai siang, semua imam kepala dan tua-
tua bangsa Yahudi berkumpul dan mengambil keputusan untuk membunuh Yesus."

Pada Matius pasal 16 ayat 38 : "Lalu kataNya kepada mereka : HatiKu sangat sedih,
seperti mau mati rasanya. Tinggallah disini dan berjaga-jagalah dengan Aku."

Kalau Yesus Tuhan berarti mustahil direncanakan dibunuh. Apalagi sampai merasa sedih
dan merasa mau mati.

6. Yohanes pasal 5 ayat 30 : "Aku tidak dapat berbuat apa2 dari diriKu sendiri; Aku
menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakimanKu adil, sebab Aku tidak
menuruti kehendakKu sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku."

Lagi2 ditegaskan bahwa Isa/Yesus hanya seorang utusan, sama seperti nabi/Rosul yang
lain. Kalau ia Tuhan seharusnya keputusan mutlak ada padanya.

Cerita Islami 2013


Page 62 of 74
7. Yohanes pasal 14 ayat 28 :"Kamu telah mendengar bahwa Aku telah berkata
kepadamu : Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi
Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada BapaKu, sebab Bapa lebih
besar daripada Aku."

Disini bahkan Yesus mengakui bahwa ada kekuatan yang lebih besar dari ia, yaitu Tuhan.

8. Matius pasal 15 ayat 24 : "Jawab Yesus: Aku diutus hanya kepada domba2 yang
hilang dari umat Israel." Berarti ia diutus hanya untuk Bani Israel saja. Kalaupun ia
datang untuk menebus dosa, berarti yang ditebus dosanya hanya Bani Israel saja, bukan
untuk seluruh umat manusia. Bagaimana mungkin umat Nasrani mengatakan Yesus
penyelamat manusia sedangkan kitab sucinya saja mengatakan hanya untuk Bani Israel?

9. Dalam Bijbel Galatia pasal 3 ayat 13 : "Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum
Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis ; Terkutuklah orang
yang digantung pada kayu salib."

Wah...berarti Yesus menurut kitab mereka sendiri terkutuk? Bukanlah lebih mulia
kedudukan Isa didalam AlQuran, yang dikatakan bukan Isa yang disalib. Dan kalau mereka
menganggap Isa/Yesus itu Tuhan, berarti Tuhan mereka terkutuk? Lebih mulia
kedudukan Isa menurut Islam, karena ia seorang Rosul.

10. Kitab Nabi Yehezkiel pasal 18 ayat 20 :"Orang berbuat dosa, ia yang harus mati.
Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut
menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan
kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya."

Lalu bagaimana dengan kata umat Nasrani ttg adanya dosa waris? Padahal pada kitabnya
jelas2 dikatakan bahwa dosa adalah masalah individu. Jadi sebenarnya dosa siapa sih
yang Yesus tanggung itu?

Ini sesuai dengan Al Baqarah 286 :"Allah tidak membebani kewajiban terhadap seseorang
kecuali sesuai dengan kesanggupannya. Hasil kerjanya yang baik untuknya sendiri, dan
yang tidak baik menjadi tanggungannya sendiri pula. ......."

Al Isra 15 : "Barang siapa yang berbuat sesuai petunjuk Allah, maka ia telah berbuat
untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang sesat, maka itu tanggunggannya sendiri pula.
Seseorang tidak berwenang menanggung dosa orang lain. Dan Kami mengutus seorang
Rasul untuk mengingatkannya."

Al Lukman 33 : "Hai manusia!Bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah akan datangnya


suatu masa dimana seorang bapak tidak dapat menolong anaknya sendiri (dari perbuatan
anaknya) dan si anak pun tidak pula dapat menolong bapaknya sedikitpun juga.
Sesungguhnya janji Allah itu adalah benar. Janganlah kamu terpedaya oleh kehidupan
dunia ini, dan jangan pula kamu terpedaya oleh setan terhadap mentaati Allah."
Cerita Islami 2013
Page 63 of 74
11. Lukas pasal 2 ayat 21 :"Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan. Ia
diberi nama yang disebut oleh malaikat2 sebelum ia dikandung ibuNya."

Kalau Yesus Tuhan, apakah perlu Tuhan itu disunat? Disini juga membuktikan bahwa
Islamlah yang benar. Sunat ada dalam aturan Islam. Kalau orang Nasrani itu benar2 mau
menjalankah agamanya dengan benar maka mestinya mereka disunat. Lalu kenapa pula
mereka ingkar terhadap kitabnya sendiri?

12. Kesalahan2 fatal : Di Yohanes pasal 8 ayat 14 : "Jawab Yesus kepada mereka,
kataNya: Biarpun Aku bersaksi tentang diriKu sendiri, namun kesaksianKu itu benar,
karena Aku tahu, darimana Aku datang dan kemana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu
darimana Aku datang dan kemana Aku pergi."

Yohanes pasal 5 ayat 31:"Kalau Aku bersaksi tentang diriKu sendiri, maka kesaksianku itu
tidak benar."

Kitab Samuel Yang Kedua pasal 8 ayat 9dan10 :"Ketika didengar Tou, raja Hamat, bahwa
Daut telah memukul kalah seluruh tentara Hadadezer. Maka Tou mengutus Yoram,
anaknya kepada raja Daud untuk menyampaikan salam dan mengucapkan selamat
kepadanya, karena ia telah berperang melawan Hadadezer dan memukul dia kalah, sebab
Hadadezer sering memerangi Tou. Dan Yoram membawa barang-barang perak, emas dan
tembaga."

Dalam Tawarikh pertama pasal 18 ayat 9-10:"Ketika didengar Tou, Raja Hamat bahwa
Daud telah memukul kalah seluruh tentara Hadadezer, raja Zoba. Maka Ia mengutus
Hadoram, anaknya, kepada raja Daud untuk menyampaikan salam dan selamat kepadanya,
karena ia telah berperang melawan Hadadezer dan memukul dia kalah, sebab Hadadezer
sering memerangi Tou. Dan Hadoram membawa pelbagai barang-barang emas, perak dan
tembaga."

Kitab Raja-raja Kedua pasal 8 ayat 26 :"Ia berumur 22 tahun pada waktu ia menjadi raja
dan setahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya Ialah Atalya, cucu Omri
raja Israel."

Kitab Tawarikh Kedua pasal 22 ayat 2,"Ahazia berumur 42 tahun pada waktu ia menjadi
raja dan setahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya Atalya, cucu Omri."

Kitab Samuel yang Kedua pasal 23 ayat 8 ;"Inilah para pahlawan yang mengiringi Daud:
Isybaal, orang Hakhmoni, kepala triwira; ia mengayunkan tombaknya melawan delapan
ratus orang yang tertikam mati dalam satu pertempuran."

Kitab Tawarikh yang Pertama pasal 11 ayat 11 ;"Inilah daftar para pahlawan yang
mengiringi Daud; Yasobam bin Hakhmoni, kepala Triwira, ia mengayunkan tombaknya
melawan tigaratus orang yang tertikam mati dalam satu pertempuran."

Cerita Islami 2013


Page 64 of 74
Kitab Samuel yang Kedua ;"Bangkitlah pula murka Tuhan terhadap orang Israel. Ia
menghasut Daud melawan mereka, firmanNya; Pergilah, hitunglah orang Israel dan orang
Yehuda."

Kitab Tawarikh yang pertama pasal 21 ayat 1:"Iblis bangkit melawan orang Israel dan ia
membujuk Daud untuk orang Israel."

Aneh sekali, yang satu berkata yang menghasut adalah Tuhan, sedang yang satu lagi
berkata yang menghasut adalah Iblis.

Samuel yang Kedua pasal 10 ayat 8 ;"Tetapi orang Aram itu lari di hadapan orang Israel,
dan Daud membunuh dari orang Aram itu tujuhratus ekor kuda kereta dan empat puluh
ribu orang pasukan berkuda. Sobakh, panglima tentara mereka, dilukainya sedemikian,
hingga ia mati di sana,"

Kitab Tawarikh yang Pertama :"Tetapi orang Aram itu lari di hadapan orang Israel, dan
Daud membunuh dari orang Aram itu tujuh ribu ekor kuda kereta dan empat puluh ribu
orang pasukan berjalan kaki. Sofakh, panglima tentara itu dibunuhnya."

Bagaimana mungkin dalam suatu Kitab ada perbedaan yang amat krusial. Di satu sisi
mempunyai kata2 yang amat mirip/hampir persis, di lain sisi informasi2 pentingnya justru
sangat bertolak belakang baik dalam hal nama maupun jumlah.

Kita seperti diingatkan pada gaya anak kuliahan yang pinjam disket temannya lalu
dirubah-rubah sedikit supaya terlihat beda tapi justru malah ketahuan kalau menyontek.

Dari penuturan panjang lebar di atas, sebetulnya saya bukan hendak membuat bantahan
bagi surat HA, tapi hanya berusaha menyajikan fakta. HA menyajikan fakta dan berusaha
menjelaskan dengan sesuatu yang malah terlihat aneh karena apa yang dia tuturkan
kadang bertentangan dengan penuturannya sendiri. Ketika dia sedang berusaha
meyakinkan bahwa dalam Kristen ada Tauhid, justru dia kembali menekankan tentang
Trinitas.

Beberapa hal yang harus diyakini dalam melakukan perbandingan, kalau ada kesamaan2
antara Injil/Bible dengan Al Quran, janganlah heran atau justru yakin bahwa Injillah
yang benar. Kesamaan2 pasti jelas ada karena pada hakekatnya asalnya dari Allah juga.
Tapi kalau ada perbedaan juga jangan heran, karena Injil telah tercemar tangan manusia,
dan dilakukan perubahan2.

Jangan pernah ragu akan Al Quran. Gunakan akal pikiran dan hati nurani untuk mencari
kebenaran. Dan setelah kebenaran itu datang kepada kita, genggamlah erat2, jangan
biarkan lepas.

Cerita Islami 2013


Page 65 of 74
Semoga penuturan saya dapat bermanfaat bagi rekan2 sekalian. Sesungguhnya
kebenaran datangnya dari Allah semata. Kalau ada kesalahan akibat dari keterbatasan
saya, saya mohon maaf.

Wassalamu'alaikum wr wb.

Dewi Oetari

41. 3 MACAM RUMAH

Pertama
Rumah raja, di dalamnya ada simpanannya, tabungannya serta perhiasannya.

Kedua
Rumah hamba, di dalamnya ada simpanannya, tabungannya dan perhiasannya yang tidak
seperti seorang raja.

Ketiga
Rumah kosong, tidak ada isinya.

KEMUDIAN DATANGLAH PENCURI, RUMAH MANA YANG AKAN


DIMASUKINYA?????

Apabila anda menjawab, ia akan masuk rumah yang kosong, tentu suatu hal yang tidak
masuk akal, karena rumah kosong tidak ada barang yang bisa dicurinya.

Karena itulah dikatakan kepada Ibnu Abbas Radhiallahu 'anhu, bahwa ada orang-orang
Yahudi mengklaim bahwa di dalam shalat, mereka TIDAK PERNAH TERGANGGU. Maka
Ibnu Abbas berkata: "Apakah yang bisa dikerjakan oleh SYETAN dalam rumah yang
sudah RUSAK???"

Bila jawaban anda adalah: "Pencuri itu akan masuk rumah raja." Hal tersebut bagaikan
sesuatu yang hampir mustahil, karena tentunya rumah raja dijaga oleh penjaga dan
tentara, sehingga pencuri tidak bisa mendekatinya. Bagaimana mungkin pencuri tersebut
mendekatinya sementara para penjaga dan tentara senantiasa siap siaga di sekitar
raja????

Sekarang tinggal rumah ke-3, maka hendaklah orang-orang berakal memperhatikan


permisalan ini sebaik-baiknya, dan menganalogikannya(=rumah) dengan hati, karena inilah
yang dimaksudkannya.

Cerita Islami 2013


Page 66 of 74
Hati yang kosong dari kebajikan, yaitu hati orang-orang kafir dan munafik, adalah rumah
setan, yang telah menjadikannya sebagai benteng bagi dirinya dan sebagai tempat
tinggalnya. Maka adakah rangsangan untuk mencuri dari rumah itu sementara yang ada
didalamnya hanyalah peninggalan setan, simpanannya dan gangguannya??? (rumah ketiga)

Hati yang telah dipenuhi dengan kekuasaan Allah Subhanahu wa ta'ala dan keagungan-
Nya, penuh dengan kecintaanNya dan senantiasa dalam penjagaan-Nya dan selalu malu
darinya, SETAN MANA YANG BERANI MEMASUKI HATI INI??? Bila ada yang ingin
mencuri sesuatu darinya, apa yang akan dicurinya???? (rumah pertama)
Hati yang di dalamnya ada tauhid Allah, mengerti tentang Allah, mencintaiNya, dan
beriman kepadaNya, serta membenarkan janjiNya, NAMUN di dalamnya ada pula
syahwat, sifat-sifat buruk, hawa nafsu dan tabiat tidak baik.
Hati ini ada diantara 2 hal. Kadang hatinya cenderung kepada keimanan, ma'rifah dan
kecintaan kepada Allah semata, dan kadang-kadang condong kepada panggilan syetan,
hawa nafsu dan tabiat tercela.
Hati semacam inilah YANG DICARI oleh SYETAN dan di-inginkannya. Dan Allah
memberikan pertolonganNya kepada yang dikehendakiNya.
"Dan kemenanganmu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi maha bijaksana." (Ali
Imran:126)
Syetan tidak bisa mengganggunya kecuali dengan senjata yang dimilikinya, yang
dengannya ia masuk (ke) dalam hati. Di dalam (hati spt ini)ia (syetan) mendapati senjata-
senjatanya yang berupa syahwat, syubhat,khayalan-khayalan dan angan-angan dusta yang
berada di dalam hati.
Saat memasukinya, setan mendapati senjata-senjata tersebut dan mengambilnya serta
menjadikannya menetap di hati. Apabila seorang hamba mempunyai benteng
keimanan yang mengimbangi serangan tersebut, dan kekuatannya melebihi kekuatan
penyerangnya, maka ia akan mampu mengalahkan syetan. Tiada daya dan kekuatan kecuali
dari Allah semata.
Disadur dari Kitab Al-Waalbilush Shayyib Minal Kalimit Thayyib

Cerita Islami 2013


Page 67 of 74
42. 5 Ilmuwan Yang Masuk Islam Saat Melakukan Penelitian

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang
terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah
sambil berdiri, atau duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan
tentang penciptaan langit dan bumi". Demikian bunyi surah Ali Imron ayat 190-191.
Ayat di atas menjelaskan tentang kebesaran Allah; bahwa keberadaan dan kebesaran-
Nya dapat dibuktikan melalui adanya alam semesta. Orang-orang yang berakal (ulul
Albab/cendekiawan) yang disebutkan dalam ayat itu dapat membuktikan keberadaan
Allah melalui penelitian terhadap ciptaan-Nya. Sehingga tidak mengherankan, tidak
sedikit manusia yang pada mulanya berada dalam kejahiliyahan, akhirnya memeluk Islam
dan menjadi muslim yang teguh setelah menemukan kebenaran pernyataan Alquran
tentang tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta.
Dalam Alquran sendiri, meski baru diturunkan 14 abad yang lalu, sudah banyak
mengungkap fakta-fakta alam semesta secara ilmiah. Satu persatu fakta-fakta itu
terbuktikan kebenarannya sehingga melahirkan beragam ilmu pengetahuan.
Pada abad modern ini, pembuktian kebenaran Alquran banyak dilakukan oleh ilmuwan non-
muslim. Bahkan tidak sedikit di antara mereka akhirnya yang dengan keikhlasan mengucap
dua kalimat syahadat.
Ada banyak ilmuwan dunia yang akhirnya mengakui kebenaran Alquran setelah melakukan
penelitian di bidangnya.
Berikut 5 Ilmuwan Yang Menjadi Muslim Setelah Melakukan Riset Ilmiah :

1. Maurice Bucaille, masuk Islam karena jasad Fir'aun

Prof Dr Maurice Bucaille adalah adalah ahli


bedah kenamaan Prancis dan pernah
mengepalai klinik bedah di Universitas Paris.
Ia dilahirkan di Pont-L’Eveque, Prancis, pada
19 Juli 1920. Kisah di balik keputusannya
masuk Islam diawali pada tahun 1975.
Pada saat itu, pemerintah Prancis menawari
bantuan kepada pemerintah Mesir untuk
meneliti, mempelajari, dan menganalisis
mumi Firaun. Bucaille lah yang menjadi
pemimpin ahli bedah sekaligus penanggung
jawab utama dalam penelitian.
Ternyata, hasil akhir yang ia peroleh sangat mengejutkan. Sisa-sisa garam yang melekat
pada tubuh sang mumi adalah bukti terbesar bahwa dia telah mati karena tenggelam.
Jasadnya segera dikeluarkan dari laut dan kemudian dibalsem untuk segera dijadikan
mumi agar awet. Namun penemuan yang dilakukan Bucaille menyisakan pertanyaan:
Cerita Islami 2013
Page 68 of 74
Bagaimana jasad tersebut bisa terjaga dan lebih baik dari jasad-jasad yang lain
(tengkorak bala tentara Firaun), padahal telah dikeluarkan dari laut?
Bucaille lantas menyiapkan laporan akhir tentang sesuatu yang diyakininya sebagai
penemuan baru, yaitu tentang penyelamatan mayat Firaun dari laut dan pengawetannya.
Laporan akhirnya ini dia terbitkan dengan judul 'Mumi Firaun; Sebuah Penelitian Medis
Modern', dengan judul aslinya, 'Les Momies des Pharaons et la Midecine'.
Saat menyiapkan laporan akhir, salah seorang rekannya membisikkan sesuatu di telinga
Bucaille seraya berkata: "Jangan tergesa-gesa karena sesungguhnya kaum Muslimin telah
berbicara tentang tenggelamnya mumi ini".
Dia mulai berpikir dan bertanya-tanya. Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Bahkan,
mumi tersebut baru ditemukan sekitar tahun 1898 M, sementara Alquran telah ada
ribuan tahun sebelumnya.
Setelah perbaikan terhadap mayat Firaun dan pemumiannya, Prancis mengembalikan mumi
tersebut ke Mesir. Namun, ia masih bertanya-tanya tentang kabar bahwa kaum Muslimin
telah saling menceritakan tentang penyelamatan mayat tersebut.
Dari sini kemudian terjadilah perbincangan untuk pertama kalinya dengan peneliti dan
ilmuwan Muslim. Ia bertanya tentang kehidupan Musa as, perbuatan yang dilakukan
Firaun, dan pengejarannya terhadap Musa hingga dia tenggelam dan bagaimana jasad
Firaun diselamatkan dari laut.
Maka, berdirilah salah satu di antara ilmuwan Muslim tersebut seraya membuka Alquran
dan membacakan untuk Bucaille firman Allah SWT yang artinya: "Maka pada hari ini Kami
selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang
sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda
kekuasaan Kami." (QS Yunus: 92).
Ayat ini sangat menyentuh hati Bucaille. Ia mengatakan bahwa ayat Alquran tersebut
masuk akal dan mendorong sains untuk maju. Hatinya bergetar, dan getaran itu
membuatnya berdiri di hadapan orang-orang yang hadir seraya menyeru dengan lantang:
"Sungguh aku masuk Islam dan aku beriman dengan Alquran ini".

2. Jacques Yves Costeau, di lautan terdalam menemukan Islam

Mr Jacques Yves Costeau adalah seorang ahli Oceanografer dan ahli selam terkemuka
dari Perancis yang lahir pada 11 Juni 1910. Sepanjang hidupnya ia menghabiskan waktu
dengan menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film
dokumenter tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton oleh seluruh dunia melalui
stasiun tv Discovery Channel.
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba Costeau
menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena
tidak bercampur atau tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya. Sehingga
seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya. Fenomena ganjil itu
mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di
Cerita Islami 2013
Page 69 of 74
tengah-tengah lautan. Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor
muslim dan menceritakan fenomena ganjil itu kepadanya. Profesor tersebut lalu teringat
ayat Alquran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-
Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan
Terusan Suez. Ayat itu berbunyi: "Dia membiarkan dua
lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara
keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing".
Kemudian dibacakan surat Al-Furqan ayat 53 : "Dan
Dialah yang membiarkan dua laut mengalir
(berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain
masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding
dan batas yang menghalangi."
Terpesonalah Mr Costeau mendengar ayat-ayat Alquran itu, melebihi kekagumannya
melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Costeau pun
berkata bahwa Alquran memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang
seluruh kandungannya mutlak benar. Tak lama, Mr Costeau memeluk Islam.

3. Demitri Bolykov, meyakini matahari akan terbit dari Barat

Sebagai seorang ahli fisika asal Ukraina, Demitri Bolykov mengatakan bahwa pintu masuk
ke Islam baginya adalah fisika. Demitri tergabung dalam sebuah penelitian ilmiah yang
dipimpin oleh Prof Nicolai Kosinikov, yang juga merupakan pakar fisika.
Teori yang dikemukan oleh Prof Kosinov merupakan teori yang paling baru dan paling
berani dalam menafsirkan fenomena perputaran bumi pada porosnya. Kelompok peneliti ini
merancang sebuah sampel berupa bola yang diisi penuh dengan papan tipis dari logam yang
dilelehkan, ditempatkan pada badan bermagnit yang terbentuk dari elektroda yang saling
berlawanan arus.
Ketika arus listrik berjalan pada dua elektroda tersebut
maka menimbulkan gaya magnet dan bola yang dipenuhi
papan tipis dari logam tersebut mulai berputar pada
porosnya fenomena ini dinamakan "Gerak Integral
Elektro Magno-Dinamika". Gerak ini pada substansinya
menjadi aktivitas perputaran bumi pada porosnya.
Pada tingkat realita di alam ini, daya matahari merupakan
"kekuatan penggerak" yang bisa melahirkan area magnet
yang bisa mendorong bumi untuk berputar pada
porosnya. Kemudian gerak perputaran bumi ini dalam hal
cepat atau lambatnya seiring dengan daya intensitas
daya matahari.
Atas dasar ini pula posisi dan arah kutub utara
bergantung. Telah diadakan penelitian bahwa kutub magnet bumi hingga tahun 1970
Cerita Islami 2013
Page 70 of 74
bergerak dengan kecepatan tidak lebih dari 10 km dalam setahun, akan tetapi pada
tahun-tahun terakhir ini kecepatan tersebut bertambah hingga 40 km dalam setahun.
Bahkan pada tahun 2001 kutub magnet bumi bergeser dari tempatnya hingga mencapai
jarak 200 km dalam sekali gerak. Ini berarti bumi dengan pengaruh daya magnet
tersebut mengakibatkan dua kutub magnet bergantian tempat. Artinya bahwa "gerak"
perputaran bumi akan mengarah pada arah yang berlawanan. Ketika itu matahari akan
terbit (keluar) dari Barat.
Ilmu pengetahuan dan informasi seperti ini tidak didapati Demitri dalam buku-buku atau
didengar dari manapun, akan tetapi ia memperoleh kesimpulan tersebut dari hasil riset
dan percobaan serta penelitian.
Ketika ia menelaah kitab-kitab samawi lintas agama, ia tidak mendapatkan satupun
petunjuk kepada informasi tersebut selain dari Islam. Ia mendapati informasi tersebut
dari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah saw
bersabda, "Siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari Barat, maka Allah akan
menerima taubatnya."

4. Dr.Fidelma O’Leary, menemukan rahasia sujud dalam salat

Dr Fidelma, ahli neurologi asal Amerika Serikat


mendapat hidayah saat melakukan kajian terhadap
saraf otak manusia. Ketika melakukan penelitian, ia
menemukan beberapa urat saraf di dalam otak
manusia yang tidak dimasuki darah. Padahal setiap
inci otak manusia memerlukan suplai darah yang
cukup agar dapat berfungsi secara normal.
Penasaran dengan penemuannya, ia mencoba
mengkaji lebih serius. Setelah memakan waktu lama,
penelitiannya pun tidak sia-sia. Akhirnya dia
menemukan bahwa ternyata darah tidak akan
memasuki urat saraf di dalam otak manusia secara sempurna kecuali ketika seseorang
tersebut melakukan sujud dalam salat. Artinya, kalau manusia tidak menunaikan ibadah
shalat, otak tidak dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal.
Rupanya memang urat saraf dalam otak tersebut hanya memerlukan darah untuk
beberapa saat tertentu saja. Ini artinya darah akan memasuki bagian urat otak dengan
mengikuti waktu salat.
Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan. Karena
posisi sujud akan mengalirkan darah yang kaya oksigen secara maksimal dari jantung ke
otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang.
Setelah penelitian mengejutkan tersebut, Fidelma mencari tahu tentang Islam melalui
buku-buku Islam dan diskusi dengan rekan-rekan muslimnya. Setelah mempelajari dan

Cerita Islami 2013


Page 71 of 74
mendiskusikannya, ia malah merasa bahwa ajaran Islam sangat logis. Hatinya begitu
tenang ketika mengkaji dan menyelami agama samawi ini.

5. Profesor William, menemukan tumbuhan yang bertasbih


Sebuah majalah sains terkenal, Journal of Plant
Molecular Biologies, mengungkapkan hasil penelitian
yang dilakukan sebuah tim ilmuwan Amerika Serikat
tentang suara halus yang tidak bisa didengar oleh
telinga biasa (ulstrasonik), yang keluar dari
tumbuhan. Suara tersebut berhasil disimpan dan
direkam menggunakan alat perekam canggih.
Dari alat perekam itu, getaran ultrasonik kemudian
diubah menjadi menjadi gelombang elektrik optik
yang dapat ditampilkan ke layar monitor. Dengan
teknologi ini, getaran ultrasonik tersebut dapat
dibaca dan dipahami, karena suara yang terekam
menjadi terlihat pada layar monitor dalam bentuk rangkaian garis.
Para ilmuwan ini lalu membawa hasil penemuan mereka ke hadapan tim peneliti Inggris di
mana salah seorangnya adalah peneliti muslim.
Yang mengejutkan, getaran halus ultrasonik yang tertransfer dari alat perekam
menggambarkan garis-garis yang membentuk lafadz Allah dalam layar. Para ilmuwan
Inggris ini lantas terkagum-kagum dengan apa yang mereka saksikan.
Peniliti muslim ini lalu mengatakan jika temuan tersebut sesuai dengan keyakinan kaum
muslimin sejak 1400 tahun yang lalu. Para ilmuwan AS dan tim peneliti Inggris yang
mendengar ucapan itu lalu memintanya untuk menjelaskan lebih dalam maksud yang
dikatakannya. Sang peneliti muslim kemudian membaca ayat dalam Alquran yang berbunyi:
"Bertasbih kepada-Nya langit yang tujuh, dan bumi (juga), dan segala yang ada di
dalamnya. Dan tidak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu
tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun, lagi Maha
Pengampun," (QS Isra: 44).
Setelah menjelaskan tentang Islam dan ayat tersebut, sang peneliti muslim itu
memberikan hadiah berupa mushaf Alquran dan terjemahanya kepada Profesor William,
salah satu anggota tim peneliti Inggris. Selang beberapa hari setelah peristwa itu,
Profesor William berceramah di Universitas Carnegie Mellon. Ia mengatakan: "Dalam
hidupku, aku belum pernah menemukan fenomena semacam ini selama 30 tahun menekuni
pekerjaan ini, dan tidak ada seorang ilmuwan pun dari mereka yang melakukan pengkajian
yang sanggup menafsirkan apa makna dari fenomena ini. Begitu pula tidak pernah
ditemukan kejadian alam yang bisa menafsirinya. Akan tetapi, satu-satunya tafsir yang
bisa kita temukan adalah dalam Alquran. Hal ini tidak memberikan pilihan lain buatku
selain mengucapkan Syahadatain," demikian ungkapan William.

Cerita Islami 2013


Page 72 of 74
Gara-Gara Iddah, Pemimpin Yahudi Masuk Islam

Jum, 31 Agu 2012

REPUBLIKA.CO.ID, AMERIKA -- Robert Guilhem, pakar


genetika dan pemimpin yahudi di Albert Einstein College
menyatakan dengan tegas soal keislamannya. Dia masuk Islam
setelah kagum dengan ayat-ayat Al-Quran tentang masa
iddah wanita muslimah selama tiga bulan. Massa iddah
merupakan massa tunggu perempuan selama tiga bulan,
selama proses dicerai suaminya.

Seperti dikutip dari societyberty.com, hasil penelitian yang dilakukannya menunjukkan,


massa iddah wanita sesuai dengan ayat-ayat yang tercantum di Alquran. Hasil studi itu
menyimpulkan hubungan intim suami istri menyebabkan laki-laki meninggalkan sidik
khususnya pada perempuan.

Dia mengatakan jika pasangan suami istri (pasutri) tidak bersetubuh, maka tanda itu
secara perlahan-lahan akan hilang antara 25-30 persen. Gelhem menambahkan, tanda
tersebut akan hilang secara keseluruhan setelah tiga bulan berlalu. Karena itu,
perempuan yang dicerai akan siap menerima sidik khusus laki-laki lainnya setelah tiga
bulan.

 Bukti empiris ini mendorong pakar genetika Yahudi ini melakukan penelitian dan
pembuktian lain di sebuah perkampungan Muslim Afrika di Amerika. Dalam
studinya, ia menemukan setiap wanita di sana hanya mengandung sidik khusus dari
pasangan mereka saja.
 Penelitian serupa dilakukannya di perkampungan nonmuslim Amerika. Hasil
penelitian membuktikan wanita di sana yang hamil memiliki jejak sidik dua hingga
tiga laki-laki. Ini berarti, wanita-wanita non-muslim di sana melakukan hubungan
intim selain pernikahannya yang sah.
 Sang pakar juga melakukan penelitian kepada istrinya sendiri. Hasilnya
menunjukkan istrinya ternyata memiliki tiga rekam sidik laki-laki alias istrinya
berselingkuh. Dari penelitiannya, hanya satu dari tiga anaknya saja berasal dari
dirinya.

Setelah penelitian-penelitian tersebut, dia akhirnya memutuskan untuk masuk Islam. Ia


meyakini hanya Islam lah yang menjaga martabat perempuan dan menjaga keutuhan
kehidupan sosial. Ia yakin bahwa perempuan muslimah adalah yang paling bersih di muka
bumi ini.

Cerita Islami 2013


Page 73 of 74
Cerita Islami 2013
Page 74 of 74