Anda di halaman 1dari 3

Contoh soal

Untuk memproduksi 1 satuan produk diperlukan biaya produksi sebagai berikut:

Biaya bahan baku 5 kg @ Rp 2.000 =Rp 10.00

Biaya tenaga kerja 10 jam @ Rp 1.000 =Rp 10.000

Biaya overhead pabrik :

Variabel 10 jam @ Rp 600 =Rp 6.000

Tetap 10 jam @ Rp400 =Rp 4.000

Jumlah Rp 30.000

Kapasitas normal produksi per bulan direncanakan 2.200 jam kerja langsung.

Transaksi yang terjadi dalam bulan januari 2018 adalah sebagai berikut:

1. jumlah bahan baku yang dibeli adalah 1.250 @ Rp 2.200


2. Jumlah produk yang diproduksi dan selesai diproses dalam bulan januari 2018 adalah
210 satuan dengan biaya produksi sesungguhnya sebagai berikut:
a. Biaya bahan baku 1.025 kg @ 2.200 = Rp 2.225.000
b. Biaya tenaga kerja 2.200 jam @ Rp 850 = Rp 1.870.000
c. Biaya overhead pabrik = Rp 3.450.000

Atas dasar data diats diminta:

1. Analisis selisih biaya bahan baku


2. Analisis selisih biaya tenaga kerja
3. Analisis selisih biaya overhead pabrik

Penyelesaian:\

1. Analisis selisih bahan baku


a. Model satu selisih
Selisih bahan baku
ST= (HSt x KSt) - (HS x KS)
ST= (Rp 2.000 x 1.050) - (Rp 2.200 x 1.025) =Rp 155.000 R
b. Model dua selisih
 Selisih harga
SH=(HSt - HS) xKS
SH= (Rp 2.000 – Rp 2.200) x 1.025 =Rp 205.000 R
 Selisih kuantitas
SK= (KSt - KS) x HSt
SK= (1.050 -1.025) x Rp 2.000 =Rp 50.000 L
Total selisih BB =Rp 155.000 R
c. Model tiga selisih
 Selisih harga bahan baku
SH=(HSt - HS) x KSt
SH= (Rp 2.000 – Rp 2.200) x 1.050 =Rp 210.000 R
 Selisih kuantitas bahan baku
SK= (KSt - KS) x HS
SK= (1.050 -1.025) x Rp 2.200 =Rp 55.000 L
 Selisih harga/kuantitas bahan baku = 0
Total selisih BB =Rp 155.000 R
2. Analisis selisih biaya tenaga kerja
a. Model satu selisih
Selisih biaya tenaga kerja
(TUSt x JKSt) - (TUS x JKS)
(Rp 1.000 x 2.100) - (Rp 850 x 2.200) =Rp 230.000 L
b. Model dua selisih
 Selisih tarif upah
(TUSt – TUS0 x JKS
(Rp 1.000 – Rp 850) x 2.200 =Rp 330.000 L
 Selish efisiensi
(JKSt - JKS) x TUSt
(2.100 – 2.200) x Rp 1000 =Rp 100.000 R
Total selisih =Rp 230.000 L
c. Model tiga selisih
 Selisih tarif upah
(TUSt - TUS) x JKSt
(Rp 1.000 – Rp 850) x 2100 =Rp 315.000 L
 Selisih efisiensi upah
(JKSt - JKS) x TUS
(2.100 – 2.200) x Rp 850 =Rp 85.00 R
 Selisih harga/efisiensi upah = 0
Total selisih =Rp 230.000
3. Analisis selisih biaya overhead pabrik
a. Model satu selisih
Selisih total biaya overhead pabrik:
Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp 3.450.000
Biaya overhead pabrik yang dibebankan:
210 x 10 jam x Rp 1.000 = Rp 2.100.000
Selisih total biaya overhead pabrik Rp 1.350.000

b. Model dua selisih


Selisih tersebut dipecah menjadi dua macam selisih sebagai berikut:
 Selisih terkendalikan
Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp 3.450.000
Biaya overhead pabrik tetap pada kapasitas normal
2.300 jam x Rp 400 920.000
Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp 2.530.000
Biaya overhead pabrik variabel pada jam standar
2.100 jam x Rp 600 1.260.000
selisih terkendalikan Rp 1.270.000 R
 Selisih volume
Jam tenaga kerja pada kapasitas normal 2.300 jam
Jam tenaga kerja standar 2.100 jam
Selisih volume 200 jam
Tarif biaya overhead pabrik tetap Rp 400 per jam
Selisih volume Rp 80.000 R
c. Model tiga selisih
Selisih biaya overhead pabrik sebesar Rp 1.350.000 tersebut dapat dipecah
menjadi 3 macam selisih berikut ini:
 Selisih pengeluaran
Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp 3.450.000
Biaya overhead pabrik tetap pada kapasitas normal
2.300 jam x Rp 400 920.000
Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp 2.530.000
Biaya overhead pabrik variabel yang dianggarkan
pada jam yang sesungguhnya dicapai
2.200 x Rp 600 1.320.000
Selisih pengeluaran Rp 1.210.000 R

 Selisih kapasitas
Kapasitas normal 2.300 jam
Kapasitas sesungguhnya 2.200 jam
Kapasitas yang tidak terpakai 100 jam
Tarif biaya overhead pabrik tetap Rp 400 per jam
Selisih kapasitas Rp 40.000 R

 Selisih efisiensi
Jam standar 2.100 jam
Jam sesungguhnya 2.200 jam
Selisi efisiensi 100 jam
Tarif biaya overhead pabrik Rp 1.000 per jam
Selisih efisiensi Rp 100.000 R

d. Model empat selisih


Selisih pengeluaran Rp 1.210.000
Selisih kapasitas 40.000
Selisih efisiensi depecah lebih lanjut menjadi:
Selisih efisiensi variabel 100 jam x Rp 600 60.000
Selisih efisiensi tetap 100 x Rp 400 40.000
Total selisih biaya overhead pabrk Rp 1.350.000