Anda di halaman 1dari 5

Tugas Kasus Prinsip dan Kode Etik dalam Bisnis

“Pemerintah Mengabaikan Kerusakan Lingkungan?”

“Berguru Hidup Pada Gumuk Pasir, Mengubah Hidup, Warga Mulai Terusik ”

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata kuliah Etika Bisnis dan Profesi Kelas D

Dosen Pembimbing :

Dr. Agung Budi Sulistiyo S.E, M.Si, Ak

Disusun Oleh:

Erfita Mutiara Citra (150810301017)

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS JEMBER

2016
Kasus 1

a. Ada hubungan antara etika dan Lingkungan hidup dikarenakan perilaku manusia
berpengaruh terhadap keberadaan bumi beserta isinya, bukan hanya menentukan
keberadaan umat manusia saja. Etika bisnis berkaitan dengan lingkungan karena bisnis
berada dilingkungan. Etika bisnis dipengaruhi oleh lingkungan dan lingkungan juga
dipengaruhi oleh etika bisnis. Lingkungan disini dibagi menjadi Lingkungan intern dan
ekstern. Lingkungan intern ini dimungkinkan untuk dikendalikan oleh para pelaku
bisnis, sehingga dapat diarahkan sesuai dengan keinginan perusahaan sedangkan
lingkungan ekstern yaitu lingkungan yang berada diluar kegiatan bisnis yang tidak
mungkin dapat dikendalikan begitu saja oleh para pelaku bisnis esuai dengan keinginan
perusahaan. pelaku bisnislah yang harus mengikuti ”kemauan” lingkungan ekstern
tersebut, agar kegiatan bisnis bisa ”selamat” dari pengaruh lingkungan tersebut.
Hubungan etika bisnis dan lingkungan intern merupakan bentuk pengendalian tindakan
atau perilaku bisnis terhadap lingkungan disekitar bisnis. Lingkungan intern meliputi
tenaga kerja, peralatan dan lain-lain. Lingkungan extern yang mempengaruhi etika dalam
bisnis yaitu lingkungan mikro dan lingkungan makro, lingkungan mikro yaitu
pemerintah, pesaing, publik, dan konsumen. Lingkungan makro yaitu demografi, sosial
politik,dan sosial budaya.
b. Konsep etika Lingkungan biosentris, yang memendang perilaku etis bukan hanya dinilai
dari sudut pandang manusia, tetapi juga dari sudut pandang nonmanusia (Flora, Fauna,
dan benda-benda bumi nonorganisme) sebagai satu kesatuan sistem lingkungan
(ecosystem).
Etika lingkungan Biosentrisme adalah etika lingkungan yang lebih menekankan
kehidupan sebagai standar moral. Salah satu tokoh penganutnya adalah Kenneth
Goodpaster. Menurut Kenneth rasa senang atau menderita bukanlah tujuan pada dirinya
sendiri. Bukan senang atau menderita, akhirnya, melainkan kemampuan untuk hidup atau
kepentingan untuk hidup. Kepentingan untuk hidup yang harus dijadikan standar moral.
Sehingga bukan hanya manusia dan binatang saja yang harus dihargai secara moral tetapi
juga tumbuhan. Menurut Paul Taylor, karenanya tumbuhan dan binatang secara moral
dapat dirugikan dan atau diuntungkan dalam proses perjuangan untuk hidup mereka
sendiri, seperti bertumbuh dan bereproduksi.
Biosentrisme adalah suatu pandangan yang menempatkan alam sebagai yang mempunyai

nilai dalam dirinya sendiri, lepas dari kepentingan manusia. Dengan demikian

biosentrisme menolak antroposentrisme yang menyatakan bahwa manusialah yang

mempunyai nilai dalam dirinya sendiri. Teori biosentrisme berpandangan bahwa mahluk

hidup bukan hanya manusia saja. Ada banyak hal dan jenis mahluk hidup yang memiliki

kehidupan. Hanya saja, hal yang rumit dari biosentrisme, atau yang disebut juga life-

centered ethic, terletak pada cara manusia menanggapi pertanyaan: ”Apakah hidup itu?”.

Pandangan biosentrisme mendasarkan moralitas pada keluhuran kehidupan, entah pada

manusia atau pada mahluk hidupnya. Karena yang menjadi pusat perhatian dan ingin

dibela dalam teori ini adalah kehidupan, maka secara moral berlaku prinsip bahwa setiap

kehidupan dimuka bumi ini mempunyai nilai moral yang sama, sehingga harus

dilindungi dan diselamatkan. Oleh karena itu, kehidupan setiap mahluk hidup pantas

diperhitungkan secara serius dalam setiap keputusan dan tindakan moral, bahkan lepas

dari pertimbangan untung rugi bagi kepentingan manusia.


Antroposentrisme adalah teori etika lingkungan yang memandang manusia
sebagai pusat dari sistem alam semesta. Manusia dan kepentingannya dianggap yang
paling menentukan dalam tatanan ekosistem dan dalam kebijakan yang diambil dalam
kaitan dengan alam, baik secara langsung atau tidak langung. Nilai tertinggi adalah
manusia dan kepentingannya. Hanya manusia yang mempunyai nilai dan mendapat
perhatian. Segala sesuatu yang lain di alam semesta ini hanya akan mendapat nilai dan
perhatian sejauh menunjang dan demi kepentingan manusia. Oleh karenanya alam pun
hanya dilihat sebagai obyek, alat dan sarana bagi pemenuhan kebutuhan dan kepentingan
manusia. Alam hanya Etika lingkungan yang bercorak antroposentrisme merupakan
sebuah kesalahan cara pandang Barat, yang bermula dari Aristoteles hingga filsuf-filsuf
modern, di mana perhatian utamanya menganggap bahwa etika hanya berlaku bagi
komunitas manusia. Maksudnya, dalam etika lingkungan, manusialah yang dijadikan
satu-satunya pusat pertimbangan, dan yang dianggap relevan dalam pertimbangan moral,
yang dilihat dalam istilah Frankena--sebagai satu-satunya moral patient. Akibatnya,
secara teleologis, diupayakan agar dihasilkan akibat baik sebanyak mungkin bagi spesies
manusia dan dihindari akibat buruk sebanyak mungkin bagi spesies itu. Etika
antroposentrisme ini dalam pandangan Arne Naess dikategorikan sebagai Shallow
Ecology (kepedulian lingkungan yang dangkal).
Etika ekosentris merupakan aliran etika yang ideal sebagai pendekatan dalam

mengatasi krisis ekologi dewasa ini. Hal ini disebabkan karena etika ekosentris lebih
berpihak pada lingkungan secara keseluruhan, baik biotikmaupun abiotik. Hal terpenting
dalam pelestarian lingkungan menurut etika ekosentris adalah tetap bertahannya segala
yang hidup dan yang tidak hidup sebagai komponen ekosistem yang sehat. Benda-benda
kosmis memiliki tanggung jawab moralnya sendiri seperti halnya manusia, oleh karena
itu diperkirakan memilliki haknya sendiri juga. Karena pandangan yang demikian maka
etika ini sering kali disebut juga deep ecology (J. Sudriyanto, 1992: 243).
c. Dalam kasus ini, menurut kelompok kami pemerintah kurang perduli terhadap kerusakan
lingkungan yang terjadi, kesimpulan ini kami dapatkan dengan diterbitkannya keputusan
Menteri Negara ESDM nomor 42.K/30.00/DJB/2008 yang memperpanjang izin
konstruksi MSM. Hal ini member kesan bahwa ESDM tidak ingin kegiatan MSM untuk
dihalangi
d. Yang harus dip[erhatikan adalah penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan
lingkungan hidup agar dapat menjaga lingkungan dari oprasi proyek yang dapat
menyebabkan kerusakan lingkungan
e. Landasan pokok CSR dalam isu lingkungan hidup meliputi tidak melakukan pencemaran,
tidak berkontribusi dengan perubahan iklim, tidak berkontribusi dalam limbah,dll Oleh
karena itu hubungan dengan AMDAL diatas adalah melindungi lingkungan dengan tidak
melakukan pencemaran lingkungan
f. Prinsip responsibilitas, dimana pengelola wajib memberikan pertanggung jawaban atas
semua tindakan dalam mengelola perusahaan kepada para pemangku kepentingan sebagai
wujud kepercayaan yang diberikan kepadanya.
g. Istilah tersebut dinamakan externalwhistleblowing, adalah tindakan yang dilakukan
seseorang atau beberapa orang untuk membocorkan masalah kepada media atau khalayak
ramai
Kasus 2

a. Dilihat dari teori-teori dan konsep-konsep etika , sukarman dan kawan-kawan memiliki
sikapUtilitarianisme dimana member manfaat/ kegunaan bagi banyak orang, kesejahteraan
duniawimasyarakat hakikat tidak utuh( PQ,IQ,EQ) dan sikap deontology dengan tindakan itu
sendiri,kewajiban mutlak setiap orang demi kewajiban itu sendiri dan hakikat tidak utuh
(IQ,EQ).Konsep etika kepribadian dan karakter sukarman baik tidak mudah putus asa dan
tetapberjuang untuk melanjutkan hidupnya dengan menemukan pekerjaan yang tepat
denganbertani.kecerdasannya IQ,PQ,EQ,SQ nya sudah berkembang dengan tepat.

b. Menurut saya tindakan DPR, Pemerintah dan Investor tidak tepat karena telah
bertentangandengan deontologist dan teleologis dimana pemerintah akan menghilangkan
sebagian besarmata pencaharian para petani tersebut dan melanggar etika lingkungan hidup
dimanalingkungan akan rusak bila digunakan untuk pertambangan yang belebihanDari
stakeholder mereka hanya mementingkan keuntungan semata tanpa memikirkan nasippara petani
kedepannya

c. Dari teori hakikat manusia yang utuh , sukarman memiliki karakter Taqwa (pasrah diri)
,Tawaduk (berilmu), dan sabar. Dan memiliki IQ yang tinggi dalam kesadaran dan keabdian dan
SQ pada kreatifitas.

d. Pandangan saya yaitu pemerintah seharusnya tidak memaksakan untuk mengubah


tempattersebut menjadi pertambangan hanya karena devisa, mereka juga harus memperhatikan
nasippara petani ,bila mereka digusur mata pencaharian apa yang harus mereka
dapatkansetelahnya, perlu dilakukan kajian ulang atas AMDAL tersebut dan mencari alternative
lain bilapara petani tersebut digusur untuk menafkahi keluarganya