Anda di halaman 1dari 4

PROSES TERBENTUKNYA MINERAL

1. Akibat Kristalisasi Magma


Magma dapat diartikan sebagai leburan silikat yang mengandung berbagai macam unsur
kimia, baik unsur logam, semi logam bukan logam ataupun unsur-unsur pembentuk gas (volatil).
Magma terdapat pada lingkungan suhu dan tekanan tinggi, dan diperkirakan terdapat pada
kedalaman 40 kilometer atau lebih dibawah permukaan bumi.
Magma bersifat mobile dan salah satu nya mobilitasnya adalh berupa instrusi yang
menuju kepermukan bumi dan masuk kedalam retakan batuan yang ada di kulit bumi. Dalam
perjalannyanya, instrusi magma yang mengalami penuruan suhu maupun tekanan yang
mengakibatkan terjadinya kristalisasi mineral silikat.
Endapan galian yang terbentuk bersama-sama dengan batuan di sekelilingnya disebut
sebagai endapan bahan galian singenetik dan endapan yang terbentuk sesudah terjadinya batuan
disebut sebagaiepigenetik.
Pada tahap awal pengkristalan , ada 3 pristiwa yang mungkin terjadi:
a. Dissiminasi (penghamburan)
Sebagai penghamburan minersl dalm batuan beku ysng mengkristal pda temapat dalam dan
bila yang terhambur tadi bermuai, maka sebagai satu kesatuan, batuan dapat dianggap sebagai
mineral bahan galian.
b. Sugresi (pemisahan)
Istilah yang dipakai pads endapan mineral bahan galian yang mebgkristal terlebih dahulu.
Pada sat magma mulai mengkristal kemudian terpisah dari magma tersebut karena sifat fisik
yang berbeda, misalnya karena berat jenis yang berbeda.
c. Injeksi
Sesudah terjadinya pemisahan, kemudian diikuti dengan injeksi sehingga pengumpulan bahan
galian berpindah ketempat lain, bahkan pada tempat terbentuk semula.
Pada tahap akhir pengkristalan yang terjadi ada 2 kemungkinn.
a. immisibilitas cairan
terjadi selagi proses pembekuan berjalan, atau terjadi pemisahan itu sebagai akibat secara
langsung dua atau lebih cairan yang tidak dapat bersatu, seperti minyak dan air.
b. Injeksi---jik pada tahap akhir pembekuan dapat terjadi
Ada dua kemungkinan yang terjadi
1. mineral itu bisa dipindahkan
2. mineral itu tidak bisa dipindahkan.
Sublimasi

Pengendapan langsung dari uapatau gas. Pembentukan bahan galian ini merupakan
proses yang kecil bila dibandingkan dengan proses lainnya. Letak prinsip proses tsb adalah pada
penuruanan suhu dan tekanan. Terjadinya endapan ini karena bereaksinya dua atau lebih gas-
gas.

3. Metasomatisme kontak
Intrusi magma yng telah menjadi padat mempunyai sisa magma berupa cairan atau gas
yang mempunyai suhu tinggi. Bila bersentuhan dengan dinding atau celah batuan lainnya dapat
mengadakan reaksi yang menghasilkan mineral baru.
Disini terdapat perbedaannya dengan metasomatisme sentuh yaitu pada metasomatisme
kontak hanya satu yang memegang peranan, sedangkan pada metasomatisme sentuh terdapat
penambahan tekanan pada sisa cairan yang mengadakan reaksi dan menghasilkan mineral baru.

4. Proses hidrrothermal
Hasil akhir dari proses pembekuan magma yang mengadakan instrusi adalah cairan sisa
magma yang juga masih mengandung konsentrasi logam yang terdapat dalam magma dan tidak
ikut dalam proses pembekuan sebelumnya. Cairan ini dinamakan cairan hydrothermal yang
membawa logam ke tempat pengendapan baru
a. cairan hydrothermal, pengertian awalnya cairan dari magma
b. Perk (1964) mengembangkan pengertian cairan tersebut tidak harus berasal dari magma,
dengan syarat: 1, suhu tinggi, 2. Memiliki daya melarutkan mineral, 3, tekanan tinggi.
Membagi 3 cairan hydrothermal
a. hypothermal (300-500 C)
b. mesothermal (150-300 C, dangkal)
c. epithermal (50-150 C, dangkal)
Di alam proses hidrotermal dapat dibedakan menjadi 2
a. deposit pengisian celah
dimana cairan hidrotermal akan mulai mengendapkan mineral bila telah mencapai tempat yang
menguntungkan, dalam hal ini adalah berupa celah, rongga atau retakan yang terdapat dalam
batuan.
b. dengan reaksi kimia
merupakan proses pengendapan bahan galian yang bersifat epigentik (mineralnya sukar
membeku). Disamoing itu juga merupakan proses pengendapan bahan galain yang paling utama
dn dominan dalam pengendapan bahan galian hipotermal dan isothermal
pergantian metasomatik dapat terjadi setempat atau meluas dengan cara perluasannya ada 3
kemungkinan
1. pengembangan massif.cairan yang melalui retakan itu mula-mula mengganti dinding celah
disekelilingnya, kemudian meluas kebagian luar, dinamakan pengembangan massif.
2. pengembangan terhambur:
3. pertumbuhan inti ganda
Proses sedimentasi
Proses sedimantasi perlu dibedakan dengan evaporasi karena adanya perbedaan
mekanisme, dimana pada proses sedimentasi, pengendapan mineral terjadi akibat proses
kimiawi, organik dan fisik.
Sedangkan pada evaporasi endapan terjadi karena mineral terlarut dalam air. Kemudian
akan tinggal sebagai bahan padat setelah terjadinya evaporasi. Endapan yang terjadi akibat
sedimentasi yang penting adalah endapan besi, mangan, tembaga, uranium, posfat, belerang dan
lempung.
Batuan beku umumnya sumber bahan galian setelah melalui proses pelapukan kimia atau
fisik, dimana proses pelarutan oleh air merupakan salah satu hasil pelapukan kimia yang sangat
berperanan di dalam pengendapan mineral besi, mangan, tembaga dan posfat.
Air hujan pada umumnya banyak mengandung asam karbonat (H2SO3) sangat efektif
melarutkan mineral besi, mangan dan fosfor.
Endapan sedimentasi tang ditemukan sering memiliki nilai ekonomi:
a. besi sedimenter
b. mangan
6. Penguapan (Evaporasi)
Merupakan proses yang penting karena banyak menbghasilkan endapan mineral bukan
logam. Proses ini efektif di daerah iklim kering dan panas. Secara umum berlaku ketentuan
garam-garaman yang daya larutnya terkecil akan diendapkan terlebih dahulu dan yang terakhir
diendapkan adalah jenis garam yang mudah larut.
Pengendapan yang terjadi pada evaporasi yang memiliki nilai ekonomi dapat dibedakan
menjadi 3:
a. pengendapan dari air laut
dari proses evaporasi bila tidak ada gangguan akan diendapkan terlbih dahulu oksida besi
(Fe2O3) dan Kalsium Karbonat (CaCO3) dengan ketentuan bila air laut teruapkan sekitar 50 %.
Bila penguapan berjalan terus sehingga air melaut menjadi 20 % mulai diendakan mineral Gips
(CaSO4 2H2O)
penyusuatan lebih lanjut sampai 10 % volume air laut. NaCl mulai diendapkan, kemudian diikuti
endapan kasterit (MgSO4H2O) dan Bitthofit (MgCl2 6H2O). penguapan lebih lanjut
menghasilkan garam pahit (NaBr)
b. endapan danau
pada daerah kering dan panas, danau yng tidk memiliki saluran pembuangan biasanya
merupakan danau garam. Proses evaporasi terjadi sama dengan evaporasi air laut. Kisaran kadar
garam tersebut amat tergantung pada iklim yang berlaku di mana pada musim yang lembab kadar
garamnya menurun dan pada musim kering kadarnya menjadi naik.
c. endapan berasal dari air tanah
penguapan air tanah juga terjadi, tetapi endapan yang terjadi pad daerah lembah dilarutkan
kembali kemudian terbawa air hujan, tetapi di dserah kering endapan dapat terkumpul selama
iklimnya tetap kering. Proses yang terjadi sama dengan endapan air lau. Perbedaanya terletak
pada kadarnya lebih kecil atau lebih rendah.
d. endapan mata air panas
ebdapan sekitar air panas, tidak sepenuhnya hasil proses evaporasi saja, tetapi kegiatan
mikroorganisme juga ikut berperan. Endapan yang di hasilkan kalsium karbonat caco3 yang
membentuk tuffatraferit. Kemudian silikat sebagai geyserit atau cintersilikat dan oksida mangan
dalam bentuk wad.

Konsentrasi mekanik dan residual


Proses yang menyebabkan terjadiny pengenapan ini adalah prose salami yaitu berupa
pemisahan antara mineral ringan oleh air yang mengalir atau angin. Endapan bahan yang
dihasilkan adalah hasil atau pengaruh dari pelapukan dimana pada daerah beriklim kering proses
desenterasi lebih dominan, sebaliknya di daerah tropic proses dekomposisi yang lebih dominan.
Batuan dan mineral yang tidak dapat bertahan dalam lingkungan pelapukan akan
menbgalami dekomposisi. Bahagian yang tidak lapuk akan tertinggal dan bahagian yang larut
akan terbawa bersama air. Larutan akan mengalami pengendapan bila keadaan memungkinkan
dan terbentuk mineral baru yang dapat mempunyai arti sebagi mineral bahan galian. Endapan
yang terjadi disebut dengan placer deposit.
Konsentrasi mekanik
Untuk bisa terbentuknya konsentrasi mekanik, mineral-mineral harus memilki 3 macam
sifat fisik.
a. mempunyai berat jenis yang tinggi
b. harus resistan, tahan terhadap proses pelapukan
c. keras dan tahan terhadap tumbukan serta gesekan selama diangkut.
Mekanisme proses konsentrasi sangat tergantung pada berat jenis, ukuran, dan bentuk fragment-
fragment, untuk itu perlu dipahami ada 3 macam pprinsip yaitu:
1. dalam air
2. kecepatan pengendapan
3. bentuk butiran
residual
proses konsentrasi residual menyebabkan terkonsentrasinya mineral di tempat karena bagian lain
dari bahan induk terangkut akibat proses pelapukan. Oleh karena itu beberapa syarat yang
diperlukan untuk terjadinya endapan residual adalah:
1. terdapat sumber mineral dalam batuan induk
2. keadan iklim yang memungkinkan terjadinya pelapukan
3. keadaan relief yang relative datar.

8. Oksidasi dan pengkayaan sulfida sufergen


Bila suatu endapan bahan galian tersingkap oleh kegiatan erosi setelah terkena pelapukan,
terutama endapan yang mengandung mineral sulfide. Mineral tersebut akan mengalami oksidasi
dan pelarutan oleh air hujan. Larutan yang berasal dari mineral banyak mengandung asam sulfat
(H2SO4) dan kemudiabn bertindak sebagai pelarut aktif terhadap mineral lainnya. Dengan kata
lain mineral bijih akan teroksidisir dan banyak diantaranya yang terdiri bersama air yang
merembes ke lapisan bawah hingga mencapai air tanah sampai pada batas kedalaman yang dapat
dijangkau oleh pengaruh oksidasi. Bagian yang teroksidir (tercuci) disebut dengan zone oksidasi.
Larutan yang merembes ke bawah bila telah mencapai air tanah akan mengendapkan kandungan
logam sbg mineral sulfide sekunder. Daerah ini dinamakan daerah pengkayaan sulfide supergen.
Bagian deposit bijih di sebelah bawah yang tidak terkena pengaruh oksidasi dan masih utuh
disebut one primer (one hipogen)
Mineral organik
Mineral organik berasal dari organism. Mineral organik biasanya adalah minyak bumi, batu bara,
dan gas.
Minyak bumi berasal dari hewani marine
Gas juga berasal dari hewani marine
Batu bara terbentuk dari tumbuh-tumbuhan pakis yang menglami proses fosilisasu