Anda di halaman 1dari 13

ANATOMI SISTEM SARAF

Jaringan Saraf terdiri dari:

1. Neuron (sel saraf)


Merupakan unit anatomis dan fungsional sistem persarafan

Bagian-bagian dari neuron :


 badan sel (inti sel terdapat didalamnya)
 dendrit : menghantarkan impuls menuju badan sel
 akson : menghantarkan impuls keluar dari badan sel

Klasifikasi neuron berdasarkan bentuk :


a. Neuron unipolar
Terdapat satu tonjolan yg bercabang dua dekat dengan badan
sel, satu cabang menuju perifer & cabang lain menuju SSP
(neuron sensorik saraf spinal)
b. Neuron bipolar
Mempunyai dua tonjolan, 1 akson dan 1 dendrit
c. Neuron multipolar
Terdapat beberapa dendrit dan 1 akson yg dpt bercabang-
cabang banyak sekali Sebagian besar organela sel pd neuron
terdpt pada sitoplasma badan sel

Fungsi neuron : menghantarkan impuls saraf keseluruh tubuh


(somatik dan viseral)

Impuls neuron bersifat listrik disepanjang neuron dan bersifat


kimia diantara neuron (celah sinap / cleft sinaptik)

Zat kimia yg disinteis neuron & disimpan didalam vesikel ujung


akson disebut neurotransmiter yg dpt menyalurkan impuls
Contoh neurotransmiter : asetilcolin, norefineprin, dopamin,
serotonin, gama-aminobutirat (GABA)

2. Sel penyokong (Neuroglia pada SSP & sel schwann pada SST).
Ada 4 neuroglia
 Mikroglia : berperan sbg fagosit
 Ependima : berperan dlm produksi CSF
 Astrosit : berperan menyediakan nutrisi neuron dan
mempertahankan potensial biolelektrik
 Oligodendrosit : menghasilkan mielin pd SSP yg merupakan
selubung neuron

3. Mielin
 komplek protein lemak berwarna putih yg menutupi tonjolan
saraf (neuron)
 menghalangi aliran ion Na & K melintasi membran neural.
 daerah yg tidak bermielin disebut nodus ranvier
 transmisi impuls pd saraf bermelin lebih cepat dari pada yg
tak bermelin, karena adanya loncatan impuls dari satu nodus
kenodus lainnya (konduksi saltatorik)

Pembagian sistem saraf secara anatomi :

1. SSP (Sistem Saraf Pusat)


Sistem saraf pusat (SSP) meliputi otak (ensephalon) dan
sumsum tulang belakang (medulla spinalis). Keduanya merupakan
organ yang sangat lunak, dengan fungsi yang sangat penting maka perlu
perlindungan. Selain tengkorak dan ruas-ruas tulang belakang, otak juga
dilindungi 3 lapisan selaput meninges. Bila membran ini terkena infeksi
maka akan terjadi radang yang disebut meningitis.
Ketiga lapisan membran meninges dari luar ke dalam adalah sebagai
berikut:
a. Durameter;
terdiri dari dua lapisan, yang terluar bersatu dengan
tengkorak sebagai endostium, dan lapisan lain sebagai duramater
yang mudah dilepaskan dari tulang kepala. Di antara tulang kepala
dengan duramater terdapat rongga epidural.
b. Arachnoidea mater;
disebut demikian karena bentuknya seperti sarang labah-
labah. Di dalamnya terdapat cairan yang disebut liquor
cerebrospinalis; semacam cairan limfa yang mengisi sela sela
membran araknoid. Fungsi selaput arachnoidea adalah sebagai
bantalan untuk melindungi otak dari bahaya kerusakan mekanik.
c. Piameter.
Lapisan terdalam yang mempunyai bentuk disesuaikan
dengan lipatan-lipatan permukaan otak.

Otak dan sumsum tulang belakang mempunyai 3 materi esensial yaitu:


1. badan sel yang membentuk bagian materi kelabu (substansi grissea)
2. serabut saraf yang membentuk bagian materi putih (substansi alba)
3. sel-sel neuroglia, yaitu jaringan ikat yang terletak di antara sel-sel
saraf di dalam sistem saraf pusat
Walaupun otak dan sumsum tulang belakang mempunyai materi
sama tetapi susunannya berbeda. Pada otak, materi kelabu terletak di bagian
luar atau kulitnya (korteks) dan bagian putih terletak di tengah. Pada
sumsum tulang belakang bagian tengah berupa materi kelabu berbentuk
kupu-kupu, sedangkan bagian korteks berupa materi putih.

Otak
Otak mempunyai lima bagian utama, yaitu: otak besar (serebrum),
otak tengah (mesensefalon), otak kecil (serebelum), sumsum sambung
(medulla oblongata), dan jembatan varol.
 Otak besar (serebrum)
Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua
aktivitas mental, yaitu yang berkaitan dengan kepandaian
(intelegensi), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan.
Otak besar merupakan sumber dari semua kegiatan/gerakan
sadar atau sesuai dengan kehendak, walaupun ada juga beberapa
gerakan refleks otak. Pada bagian korteks otak besar yang berwarna
kelabu terdapat bagian penerima rangsang (area sensor) yang terletak
di sebelah belakang area motor yang berfungsi mengatur gerakan
sadar atau merespon rangsangan. Selain itu terdapat area asosiasi
yang menghubungkan area motor dan sensorik. Area ini berperan
dalam proses belajar, menyimpan ingatan, membuat kesimpulan, dan
belajar berbagai bahasa. Di sekitar kedua area tersebut dalah bagian
yang mengatur kegiatan psikologi yang lebih tinggi. Misalnya
bagian depan merupakan pusat proses berfikir (yaitu mengingat,
analisis, berbicara, kreativitas) dan emosi. Pusat penglihatan terdapat
di bagian belakang.

 Otak tengah (mesensefalon)


Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol.
Di depan otak tengah terdapat talamus dan kelenjar hipofisis yang
mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin. Bagian atas (dorsal) otak
tengah merupakan lobus optikus yang mengatur refleks mata seperti
penyempitan pupil mata, dan juga merupakan pusat pendengaran.

 Otak kecil (serebelum)


Serebelum mempunyai fungsi utama dalam koordinasi
gerakan otot yang terjadi secara sadar, keseimbangan, dan posisi
tubuh. Bila ada rangsangan yang merugikan atau berbahaya maka
gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan.

 Sumsum sambung (medulla oblongata)


Sumsum sambung berfungsi menghantar impuls yang
datang dari medula spinalis menuju ke otak. Sumsum sambung juga
memengaruhi jembatan, refleks fisiologi seperti detak jantung,
tekanan darah, volume dan kecepatan respirasi, gerak alat
pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan. Selain itu, sumsum
sambung juga mengatur gerak refleks yang lain seperti bersin, batuk,
dan berkedip.

 Jembatan varol (pons varoli)


Jembatan varol berisi serabut saraf yang menghubungkan
otak kecil bagian kiri dan kanan, juga menghubungkan otak besar
dan sumsum tulang belakang.
Berdasarkan letaknya
Berdasarkan letaknya, otak dapat dibagi menjadi lima yaitu:

1. Telensefalon(end brain) terdiri dari:


- Hemisfer serebri
- kortek serebri
- sistem limbik (Bangsal ganglia, hipokampus, Amigdala)

2. Diensefalon (inter brain) terdiri dari:


- Epitalamus
- Talamus
- Subtalamus
- Hipotalamus

3. Mesensefalon (mid brain) terdiri dari:


- Kolikulus superior
- Kolikulus inferior
- Substansia nigra

4. Metensefalon (after brain) terdiri dari:


- Pons
- Serebelum
- Mielensefalon
- Medula oblongata

Sumsum tulang belakang (medula spinalis)


Pada penampang melintang sumsum tulang belakang tampak
bagian luar berwarna putih, sedangkan bagian dalam berbentuk kupu-kupu
dan berwarna kelabu. Pada penampang melintang sumsum tulang belakang
ada bagian seperti sayap yang terbagi atas sayap atas disebut tanduk dorsal
dan sayap bawah disebut tanduk ventral. Impuls sensori dari reseptor
dihantar masuk ke sumsum tulang belakang melalui tanduk dorsal dan
impuls motor keluar dari sumsum tulang belakang melalui tanduk ventral
menuju efektor. Pada tanduk dorsal terdapat badan sel saraf penghubung
(asosiasi konektor) yang akan menerima impuls dari sel saraf sensori dan
akan menghantarkannya ke saraf motor.

Suplai darah otak


Otak mendapat suplai darah dari 2 arteri besar, yaitu :
1. Arteri karotis interna
2. Arteri vertebro basiler

2. Sistem Saraf Tepi


Sistem saraf tepi adalah sistem saraf di luar sistem saraf
pusat, untuk menjalankan otot dan organ tubuh. Tidak seperti sistem
saraf pusat, sistem saraf tepi tidak dilindungi tulang, membiarkannya
rentan terhadap racun dan luka mekanis.
Sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf sadai dan sistem
saraf tak sadar (sistem saraf otonom). Sistem saraf sadar mengontrol
aktivitas yang kerjanya diatur oleh otak, sedangkan saraf otonom
mengontrol aktivitas yang tidak dapat diatur otak antara lain denyut
jantung, gerak saluran pencernaan, dan sekresi keringat.

Gbr. Saraf tepi dan aktivitas-aktivitas yang dikendalikannya

a. Sistem Saraf Sadar


Sistem saraf sadar disusun oleh saraf otak (saraf kranial),
yaitu saraf-saraf yang keluar dari otak, dan saraf sumsum tulang
belakang, yaitu saraf-saraf yang keluar dari sumsum tulang
belakang.

Saraf otak ada 12 pasang yang terdiri dari:


- Tiga pasang saraf sensori, yaitu saraf nomor 1, 2, dan 8
- lima pasang saraf motor, yaitu saraf nomor 3, 4, 6, 11, dan 12
- empat pasang saraf gabungan sensori dan motor, yaitu saraf
nomor 5, 7, 9, dan 10.
Saraf otak dikhususkan untuk daerah kepala dan leher,
kecuali nervus vagus yang melewati leher ke bawah sampai daerah
toraks dan rongga perut. Nervus vagus membentuk bagian saraf
otonom. Oleh karena daerah jangkauannya sangat luas maka nervus
vagus disebut saraf pengembara dan sekaligus merupakan saraf otak
yang paling penting.
Saraf sumsum tulang belakang berjumlah 31 pasang saraf
gabungan. Berdasarkan asalnya, saraf sumsum tulang belakang
dibedakan atas 8 pasang saraf leher, 12 pasang saraf punggung, 5
pasang saraf pinggang, 5 pasang saraf pinggul, dan satu pasang saraf
ekor.
Beberapa urat saraf bersatu membentuk jaringan urat saraf
yang disebut pleksus. Ada 3 buah pleksus yaitu sebagai berikut.
a. Pleksus cervicalis merupakan gabungan urat saraf leher yang
mempengaruhi bagian leher, bahu, dan diafragma.
b. Pleksus brachialis mempengaruhi bagian tangan.
c. Pleksus Jumbo sakralis yang mempengaruhi bagian pinggul dan
kaki.

b. Saraf Otonom
Sistem saraf otonom disusun oleh serabut saraf yang
berasal dari otak maupun dari sumsum tulang belakang dan menuju
organ yang bersangkutan. Dalam sistem ini terdapat beberapa jalur
dan masing-masing jalur membentuk sinapsis yang kompleks dan
juga membentuk ganglion. Urat saraf yang terdapat pada pangkal
ganglion disebut urat saraf pra ganglion dan yang berada pada ujung
ganglion disebut urat saraf post ganglion.
Sistem saraf otonom dapat dibagi atas sistem
saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik.Perbedaan struktur
antara saraf simpatik dan parasimpatik terletak pada posisi ganglion.
Saraf simpatik mempunyai ganglion yang terletak di sepanjang
tulang belakang menempel pada sumsum tulang belakang sehingga
mempunyai urat pra ganglion pendek, sedangkan saraf parasimpatik
mempunyai urat pra ganglion yang panjang karena ganglion
menempel pada organ yang dibantu.
Fungsi sistem saraf simpatik dan parasimpatik selalu
berlawanan (antagonis). Sistem saraf parasimpatik terdiri dari
keseluruhan "nervus vagus" bersama cabang-cabangnya ditambah
dengan beberapa saraf otak lain dan saraf sumsum sambung.
Parasimpatik

 mengecilkan pupil
 menstimulasi aliran ludah
 memperlambat denyut jantung
 membesarkan bronkus
 menstimulasi sekresi kelenjar pencernaan
 mengerutkan kantung kemih

Simpatik

 memperbesar pupil
 menghambat aliran ludah
 mempercepat denyut jantung
 mengecilkan bronkus
 menghambat sekresi kelenjar pencernaan
 menghambat kontraksi kandung kemih
FISIOLOGI SISTEM SARAF
Mekanisme Penghantaran Impuls

Sistem saraf terdiri atas sel-sel saraf (neuron) dan sel-sel


penyokong (neuroglia dan Sel Schwann). Kedua sel tersebut demikian erat
berikatan dan terintegrasi satu sama lain sehingga bersama-sama berfungsi
sebagai satu unit. Sistem saraf dibagi menjadi sistem saraf pusat (SSP) dan
sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan medula spinalis.
Sistem saraf tepi terdiri dari neuron aferen dan eferen sistem saraf somatis
dan neuron sistem saraf autonom (viseral). Otak dibagi menjadi
telensefalon, diensefalon, mesensefalon, metensefalon, dan mielensefalon.
Medula spinalis merupakan suatu struktur lanjutan tunggal yang memanjang
dari medula oblongata melalui foramen magnum dan terus ke bawah melalui
kolumna vertebralis sampai setinggi vertebra lumbal 1-2. Secara anatomis
sistem saraf tepi dibagi menjadi 31 pasang saraf spinal dan 12 pasang saraf
kranial. Suplai darah pada sistem saraf pusat dijamin oleh dua pasang arteria
yaitu arteria vertebralis dan arteria karotis interna, yang cabang-cabangnya
akan beranastomose membentuk sirkulus arteriosus serebri Wilisi. Aliran
venanya melalui sinus dura matris dan kembali ke sirkulasi umum melalui
vena jugularis interna. (Wilson. 2005, Budianto. 2005, Guyton. 1997)

Membran plasma dan selubung sel membentuk membran


semipermeabel yang memungkinkan difusi ion-ion tertentu melalui
membran ini, tetapi menghambat ion lainnya. Dalam keadaan istirahat
(keadaan tidak terstimulasi), ion-ion K+ berdifusi dari sitoplasma menuju
cairan jaringan melalui membran plasma. Permeabilitas membran terhadap
ion K+ jauh lebih besar daripada permeabilitas terhadap Na+ sehingga
aliran keluar (efluks) pasif ion K+ jauh lebih besar daripada aliran masuk
(influks) Na+. Keadaan ini memngakibatkan perbedaan potensial tetap
sekitar -80mV yang dapat diukur di sepanjang membran plasma karena
bagian dalam membran lebih negatif daripada bagian luar. Potensial ini
dikenal sebagai potensial istirahat (resting potential). (Snell. 2007).

Bila sel saraf dirangsang oleh listrik, mekanik, atau zat kimia,
terjadi perubahan yang cepat pada permeabilitas membran terhadap ion Na+
dan ion Na+ berdifusi melalui membran plasma dari jaringan ke sitoplasma.
Keadaan tersebut menyebabkan membran mengalami depolarisasi. Influks
cepat ion Na+ yang diikuti oleh perubahan polaritas disebut potensial aksi,
besarnya sekitar +40mV. Potensial aksi ini sangat singkat karena hanya
berlangsung selama sekitar 5msec. Peningkatan permeabilitas membran
terhadap ion Na+ segera menghilang dan diikuti oleh peningkatan
permeabilitas terhadap ion K+ sehingga ion K+ mulai mengalir dari
sitoplasma sel dan mengmbalikan potensial area sel setempat ke potensial
istirahat. Potensial aksi akan menyebar dan dihantarkan sebagai impuls
saraf. Begitu impuls menyebar di daerah plasma membran tertentu potensial
aksi lain tidak dapat segera dibangkitkan. Durasi keadaan yang tidak dapat
dirangsang ini disebut periode refrakter. Stimulus inhibisi diperkirakan
menimbulkan efek dengan menyebabkan influks ion Cl- melalui membran
plasma ke dalam neuron sehingga menimbulkan hiperpolarisasi dan
mengurangi eksitasi sel. (Snell. 2007)

JUMLAH DAN FUNGSI SARAF

Saraf terdiri dari 12 di yang memiliki fungsi berbeda beda diantaranya


adalah sebagai berikut:
1 Saraf I (Nervus Olfaktorius)
Saraf ini berasal dari epithelium olfaktori mukosa nasal.
Berkas sarafnya menjalar ke bulbus olfaktorius dan melalui
traktus olfaktori sampai ke ujung lobus temporal (girus
olfaktori). Nervus Olfaktorius adalah jenis saraf sensoris.
Fungsinya adalah untuk menerima rangsang dari hidung dan
menghantarkannya ke otak untuk diproses sebagai sensasi bau.

2 Saraf II (Nervus Optikus)


Saraf ini bekerja membawa impuls (rangsangan)dari sel
kerucut dan slel batang di retina mata untuk dibawa ke badan sel
akson yang membentuk saraf optic di bola mata. Lalu, setiap
saraf optic keluar dari bola mata pada bintik buta dan masuk ke
rongga kranial melalui foramen optic. Nervus Optikus adalah
jenis saraf sensoris. Fungsinya adalah untuk menerima rangsang
dari mata lalu menghantarkannya ke otak untuk diproses sebagai
persepsi visual (penglihatan)

3 Saraf III (Nervus Occulomotorius)


Merupakan saraf gabungan, yaitu jenis saraf sensoris
dan motoris, tetapi sebagian besar terdiri dari saraf motorik.
Neuron motorik berasal dari otak tengah dan membawa impuls
ke seluruh otot bola mata (kecuali otot oblik superior dan rektus
lateral), ke otot yang membuka kelopak mata dan ke otot polos
tertentu pada mata. Serabut sensorik membawa informasi indera
otot (kesadaran perioperatif) dari otot mata yang terinervasi ke
otak. Fungsinya adalah untuk menggerakkan sebagian besar otot
bola mata

4 Saraf IV (Nervus Trochlearis)


Merupakan saraf gabungan , tetapi sebagian besar
terdiri dari saraf motorik dan merupakan saraf terkecil dalam
saraf kranial. Neuron motorik berasal dari langit-langit otak
tengah dan membawa impuls ke otot oblik superior bola mata.
Serabut sensorik dari spindle (serabut) otot menyampaikan
informasi indera otot dari otot oblik superior ke otak. Fungsinya
adalah untuk menggerakkan beberapa otot bola mata

5 Saraf V (Nervus Trigeminus)


Saraf cranial terbesar, merupakan saraf gabungan tetapi
sebagian besar terdiri dari saraf sensorik. Bagian ini membentuk
saraf sensorik utama pada wajah dan rongga nasal serta rongga
oral. Nervus trigeminus memiliki 3 cabang, yaitu :
- Cabang optalmik membawa informasi dari kelopak mata,
bola mata, kelenjar air mata, sisi hidung, rongga nasal dan
kulit dahi serta kepala.
- Cabang maksilar membawa informasi dari kulit wajah,
rongga oral (gigi atas, gusi dan bibir) dan palatum.
- Cabang mandibular membawa informasi dari gigi bawah,
gusi, bibir, kulit rahang dan area temporal kulit kepala.
Fungsi Nervus trigeminus adalah :
a. Sensoris untuk menerima rangsangan dari wajah lalu
diproses di otak sebagai rangsang sentuhan
b. Motorik untuk menggerakkan rahang

6. Saraf VI (Nervus Abdusen)


Merupakan saraf gabungan, tetapi sebagian besar terdiri
dari saraf motorik. Neuron motorik berasal dari sebuah nucleus
pada pons yang menginervasi otot rektus lateral mata. Serabut
sensorik membawa pesan proprioseptif dari otot rektus lateral ke
pons. Fungsinya adalah untuk melakukan gerakan abduksi mata.

7. Saraf VII (Nervus Fasialis)


Merupakan saraf gabungan. Meuron motorik terletak
dalam nuclei pons. Neuron ini menginervasi otot ekspresi wajah,
termasuk kelenjar air mata dan kelenjar saliva. Neuron sensorik
membawa informasi dari reseptor pengecap pada dua pertiga
bagian anterior lidah. Fungsinya adalah :
a. Sensorik untuk menerima rangsang dari bagian anterior lidah
untuk diproses di otak sebagai persepsi rasa
b. Motorik untuk mengendalikan otot wajah untuk menciptakak
ekspresi wajah

8. Saraf VIII (Nervus Vestibulocochlearis)


Hanya terdiri dari saraf sensorik dan memiliki dua cabang, yaitu
:
- Cabang koklear atau auditori menyampaikan informasi dari
reseptor untuk indera pendengaran dalam organ korti telinga
dalam ke nuclei koklear pada medulla, ke kolikuli inferior, ke
bagian medial nuclei genikulasi pada thalamus dan kemudian
ke area auditori pada lobus temporal.
- Cabang vestibular membawa informasi yang berkaitan
dengan ekuilibrium dan orientasi kepala terhadap ruang yang
diterima dari reseptor sensorik pada telinga dalam.
Fungsinya adalah :
a. Sensoris sistem vestibular untuk mengendalikan
keseimbangan tubuh
b. Sensoris koklea untuk menerima rangsang dari telinga
untuk diproses di otak sebagai suara

9. Saraf IX (Nervus Glosofaringeal)


Merupakan saraf gabungan. Neuron motorik berawal
dari medulla dan menginervasi otot untuk wicara dan menelan
serta kelenjar saliva parotid. Neuron sensorik membawa
informasi yang berkaitan dengan rasa dari sepertiga bagian
posterior lidah dan sensasi umum dari faring dan laring. Neuron
ini juga membawa informasi mengenai tekanan darah dari
reseptor sensorik dalam pembuluh darah tertentu. Fungsinya
adalah :
a. Sensoris untuk merima rangsang dari bagian posterior lidah
untuk diproses di otak sebagai sensasi rasa
b. Motoris untuk mengendalikan organ-organ dalam

10. Saraf X (Nervus Vagus)


Merupakan saraf gabungan. Neuron motorik berasal
dari dalam medulla dan menginervasi hampir semua organ
toraks dan abdomen. Neuron sensorik membawa informasi dari
faring, laring, trakea, esophagus, jantung dan visera abdomen ke
medulla dan pons. Fungsinya adalah :
a. Sensoris untuk menerima rangsang dari organ-organ dalam
b. Motoris untuk mengendalikan organ-organ dalam
11. Saraf XI (Nervus Asesorius)
Merupakan saraf gabungan, tetapi sebagian besar terdiri
dari serabut motorik. Neuron motorik berasal dari dua area :
bagian cranial berawal dari medulla dan menginervasi otot
volunteer faring dan laring, bagian spinal muncul dari medulla
spinalis serviks dan menginervasi otot trapezius dan
sternokleidomastoideus. Neuron sensorik membawa informasi
dari otot yang sama yang terinervasi oleh saraf motorik ;
misalnya otot laring, faring, trapezius dan otot
sternokleidomastoid. Fungsinya adalah untuk Mengendalikan
pergerakan kepala.

12. Saraf XII (Nervus Hipoglosus)


Termasuk saraf gabungan, tetapi sebagian besar terdiri
dari saraf motorik. Neuron motorik berawal dari medulla dan
mensuplai otot lidah. Neuron sensorik membawa informasi dari
spindel otot di lidah. Fungsinya adalah untuk mengendalikan
pergerakan lidah.

PENGERTIAN SISTEM SARAF

Sistem saraf merupakan salah satu sistem koordinasi yang bertugas


menyampaikan rangsangan dari reseptor untuk dideteksi dan direspon oleh
tubuh. Sistem saraf memungkinkan makhluk hidup tanggap dengan cepat
terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan luar maupun
dalam.

Untuk menanggapi rangsangan, ada tiga komponen yang harus


dimiliki oleh sistem saraf, yaitu:

 Reseptor, adalah alat penerima rangsangan atau impuls. Pada tubuh


kita yang bertindak sebagai reseptor adalah organ indera.
 Penghantar impuls, dilakukan oleh saraf itu sendiri. Saraf tersusun
dari berkas serabut penghubung (akson). Pada serabut penghubung
terdapat sel-sel khusus yang memanjang dan meluas. Sel saraf
disebut neuron.
 Efektor, adalah bagian yang menanggapi rangsangan yang telah
diantarkan oleh penghantar impuls. Efektor yang paling penting
pada manusia adalah otot dan kelenjar

Anda mungkin juga menyukai