Anda di halaman 1dari 3

Alergi Makanan

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman : 1/2

Disahkan oleh :
RSD AERAMO
Direktur RSD Aeramo

drg. Emerentiana Reni W. MHlth & IntDev

NIP. 19720123 200012 2 002

1. Pengertian Reaksi imun terhadap alergen asal makanan.

2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam melakukan


tatalaksana alergi makanan

3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas

4. Referensi Panduan Praktek Klinis Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan


Primer

5. Prosedur Alat :
1. Stetoskop
2. Spygmomanometer
3. Termometer

6. Langkah- 1. Dokter melakukan identifikasi pasien dengan menanyakan


langkah nama,tanggal lahir, alamat pasien (minimal dua data) dan
mencocokkannya dengan data rekam medis

2. Dokter melakukan anamnesis mengenai


 Pada kulit: eksim dan urtikaria.
 Pada saluran pernapasan : rinitis dan asma.
 Keluhan pada saluran pencernaan: gejala gastrointestinal non
spesifik dan berkisar dari edema, pruritus bibir, mukosa pipi,
mukosa faring, muntah, kram, distensi, dan diare akut
maupun kronis, occult bleeding dan frank colitis pada bayi.
3. Dokter melakukan pemeriksaan fisik pada kulit dan mukosa serta
paru.
4. Dokter menegakkan diagnosa berdasarkan anamnesis dan
pemeriksaan fisik

5. Dokter memberikan penatalaksanaan :


 Hindari makanan penyebab

6. Dokter memberikan edukasi kepada pasien dan atau keluarga


pasien mengenai kondisi pasien, layanan medis, pengobatan, efek
samping obat dan rujukan bila diperlukan
7. Dokter mencatat tanggal pemeriksaan, anamnesa, pemeriksaan
fisik, diagnosa kode ICD10: L27.2 Dermatitis due to ingested
food
7. Diagram Alir

8. Hal-hal yang KIE kepada pasien:


perlu diperhatikan
1. Edukasi pasien untuk kepatuhan diet pasien

2. Menghindari makanan yang bersifat alergen

secara sengaja maupun tidak sengaja

3. Perhatikan label makanan

4. Menyusui bayi sampai usia 6 bulan menimbulkan efek


protektif terhadap alergi makanan

Kriteria Rujukan:

Pasien dirujuk apabila pemeriksaan uji kulit, uji provokasi dan


eliminasi makanan terjadi reaksi anafilaksis

9. Unit Terkait 1. Rawat Jalan

2. Rawat Inap

3. IGD

4. Apotik

10. Dokumen Rekam medis


terkait

11. Rekaman No Yang Isi Tanggal Mulai Diberlakukan


Historis Diubah Perubahan
Perubahan

2/3
3/3