Anda di halaman 1dari 5

Bahan Ajar

Mata Pelajaran : Teknik Dasar Otomotif


Topik : Memahami Dasar Sistem Pneumatik
Kompetensi Dasar :
3.10 Memahami Dasar-Dasar Sistem Pneumatik
4.10 Menjelaskan Dasar-Dasar Dan Simbol Pada Sistem Pneumatik

A. Indikator Pencapaian Kompetensi


3.10.1 Memahami Dasar sistem pneumatik

4.10.1 Menjelaskan konsep dasar sistem pneumatik


4.10.2 Mengidentikasi kelebihan dan kekurangan sistem pneumatik

B. Tujuan Pembelajaran
3.10.1.1Setelah berdiskusi perserta didik mampu memahami konsep dasar sistem
pneumatik dengan benar
3.10.1.2 Setelah berdiskusi perserta didik mampu memahami proses produksi udara
bertekanan dengan benar
3.10.1.3Setelah berdiskusi perserta didik mampu menyebutkan 3 contoh
pengaplikasiannya pada bidang otomotif dengan benar

4.10.1.1 Setelah berdiskusi perserta didik mampu menjelaskan konsep dasar sistem
pneumatik dengan benar dan sistematis
4.10.1.2 Setelah berdiskusi perserta didik mampu menjelaskan proses produksi udara
bertekanan dengan benar dan runtut
4.10.2.1 Setelah berdiskusi perserta didik mampu mengidentifikasi kelebihan sistem
pneumatik dibandingankan dengan sistem hidrolik dengan benar
4.10.2.2 Setelah berdiskusi perserta didik mampu mengidentifikasi kekurangan sistem
pneumatik dibandingankan dengan sistem hidrolik dengan benar
Kegiatan Belajar I (Pertemuan 1)
Dasar Sistem Pneumatik

A. Pengenalan Arti Pneumatik


` Pneumatik berasal dari kata Yunani “pneuma”, yang berarti 'napas atau angin'. Istilah
pneumatik berkaitan erat dengan teknik penggunaan udara bertekanan, baik tekanan di atas 1
atm maupun tekanan di bawah 1 atm (vakum). Hal ini pada dasarnya adalah penggunaan
tekanan gas yang membantu dalam melakukan pekerjaan tertentu dalam ilmu pengetahuan dan
teknologi.

Gambar 1. Suspensi udara adalah contoh aplikasi sistem pneumatik

B. Definisi Pneumatik
Salah satu cabang ilmu fisika yang mempelajari fenomena udara yang
dimampatkan sehingga tekanan yang terjadi akan menghasilkan gaya sebagai penyebab gerak
atau aktuasi pada aktuator (penggunaan kompresi udara sebagai media untuk melakukan
pekerjaan).

C. Proses Udara Bertekanan


Sistem pneumatik menggunakan udara bertekanan agar dapat bekerja. Udara
bertekanan ini didapatkan dari udara bebas yang diisap oleh kompresor dan disimpan ke
dalam tabung penyimpanan atau langsung dialirkan ke sistem pneumatik. Pada sistem
pneumatik, udara digunakan sebagai media penerus tenaga dan sebagai media penyimpanan
tenaga.
Udara bertekanan yang digunakan sistem pneumatik menggunakan udara bebas
dengan komposisi sebagai berikut; nitrogen (79%), oksigen (20%), dan gas lainnya seperti
karbon dioksida, argon, helium, kripton, neon, dan xenon (1%). Udara termasuk salah satu
jenis fluida karena sifatnya yang selalu mengalir dan bentuknya selalu menyesuaikan ruang
yang ditempati. Karakteristik udara yang lain dapat kamu baca di bawah ini.
1. Udara mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah
2. Volume udara tidak tetap dan dapat dikompresikan
3. Berat jenis udara 1,3 kg/m3
4. Udara tidak berwarna dan tidak berbau
Udara bertekanan untuk penggunaan pneumatik harus dapat memadai dan memiliki
kualitas yang baik. Udara dimampatkan kira-kira menjadi 1/7 dari volume udara bebas oleh
kompresor dan disalurkan melalui suatu sistem pendistribuasian udara. Untuk menjaga
kualitas udara yang diterima, peralatan unit pemeliharaan udara (air sevis unit) harus
digunakan untuk mempersiapkan udara sebelum digunakan kedalam sistem kontrol
pneumatik.

Gambar 2. Sistem pengadaan udara bertekanan (Gottfried Nist, 1994)

D. Aplikasi Pneumatik
Beberapa bidang aplikasi di industri yang menggunakan media pneumatik dalam hal
penangan material adalah sebagai berikut :
1. Pencekaman benda kerja
2. Penggeseran benda kerja
3. Pengaturan posisi benda kerja
4. Pengaturan arah benda kerja

Penerapan pneumatik secara umum :


1. Pengemasan (packaging)
2. Pemakanan (feeding)
3. Pengukuran (metering)
4. Pengaturan buka dan tutup (door or chute control)
5. Pemindahan material (transfer of materials
6. Pemutaran dan pembalikan benda kerja (turning and inverting of parts)
7. Pemilahan bahan (sorting of parts)
8. Penyusunan benda kerja (stacking of components)
9. Pencetakan benda kerja (stamping and embosing of components)

Gambar 3. Mesin pneumatik digunakan untuk membongkar ban.


Gambar 4. Sebuah mesin pneumatic digunakan dalam pengecatan mobil.
E. Keuntungan dan Kerugian Penggunaan Udara Kempa Sistem Pneumatik
1. Keuntungan
Penggunaan udara kempa dalam sistim pneumatik memiliki beberapa
keuntungan antara lain dapat disebutkan berikut ini :
a. Ketersediaan yang tak terbatas, udara tersedia di alam sekitar kita
dalam jumlah yang tanpa batas sepanjang waktu dan tempat.
b. Mudah disalurkan, udara mudah disalurkan/pindahkan dari satu
tempat ke tempat lain melalui pipa yang kecil, panjang dan berliku.
c. Fleksibilitas temperatur, udara dapat fleksibel digunakan pada
berbagai temperatur yang diperlukan, melalui peralatan yang dirancang
untuk keadaan tertentu, bahkan dalam kondisi yang agak ekstrem udara
masih dapat bekerja.
d. Aman, udara dapat dibebani lebih dengan aman selain itu tidak mudah
terbakar dan tidak terjadi hubungan singkat (kotsleiting) atau meledak
sehingga proteksi terhadap kedua hal ini cukup mudah, berbeda dengan
sistim elektrik yang dapat menimbulkan kostleting hingga kebakaran.
e. Bersih, udara yang ada di sekitar kita cenderung bersih tanpa zat kimia
yang berbahaya dengan jumlah kandungan pelumas yang dapat
diminimalkan sehingga sistem pneumatik aman digunakan untuk
industri obat-obatan, makanan, dan minuman maupun tekstil
f. Pemindahan daya dan Kecepatan sangat mudah diatur. udara dapat
melaju dengan kecepatan yang dapat diatur dari rendah hingga tinggi
atau sebaliknya. Bila Aktuator menggunakan silinder pneumatik, maka
kecepatan torak dapat mencapai 3 m/s. Bagi motor pneumatik
putarannya dapat mencapai 30.000 rpm, sedangkan sistim motor turbin
dapat mencapai 450.000 rpm.
g. Dapat disimpan, udara dapat disimpan melalui tabung yang diberi
pengaman terhadap kelebihan tekanan udara. Selain itu dapat dipasang
pembatas tekanan atau pengaman sehingga sistim menjadi aman.
h. Mudah dimanfaatkan, udara mudah dimanfaatkan baik secara
langsung misal untuk membersihkan permukaan logam dan mesin-
mesin, maupun tidak langsung, yaitu melalui peralatan pneumatik untuk
menghasilkan gerakan tertentu.
2. Kerugian/Kelemahan Pneumatik
Selain memiliki kelebihan seperti di atas, pneumatik juga memiliki
beberapa kelemahan antara lain:
a. Memerlukan instalasi peralatan penghasil udara. Udara kempa harus
dipersiapkan secara baik hingga memenuhi syarat. memenuhi kriteria
tertentu, misalnya kering, bersih, serta mengandung pelumas yang
diperlukan untuk peralatan pneumatik. Oleh karena itu sistem pneumatik
memerlukan instalasi peralatan yang relatif mahal, seperti kompressor,
penyaring udara, tabung pelumas, pengeering, regulator, dll.
b. Mudah terjadi kebocoran, Salah satu sifat udara bertekanan adalah
ingin selalu menempati ruang yang kosong dan tekanan udara susah
dipertahankan dalam waktu bekerja. Oleh karena itu diperlukan seal agar
udara tidak bocor. Kebocoran seal dapat menimbulkan kerugian energi.
Peralatan pneumatik harus dilengkapi dengan peralatan kekedapan udara
agar kebocoran pada sistim udara bertekanan dapat ditekan seminimal
mungkin.
c. Menimbulkan suara bising, Pneumatik menggunakan sistim terbuka,
artinya udara yang telah digunakan akan dibuang ke luar sistim, udara
yang keluar cukup keras dan berisik sehingga akan menimbulkan suara
bising terutama pada saluran buang. Cara mengatasinya adalah dengan
memasang peredam suara pada setiap saluran buangnya.
d. Mudah Mengembun, Udara yang bertekanan mudah mengembun,
sehingga sebelum memasuki sistem harus diolah terlebih dahulu agar
memenuhi persyaratan tertentu, misal kering, memiliki tekanan yang
cukup, dan mengandung sedikit pelumas agar mengurangi gesekan pada
katup-katup dan aktuator.

Diharapkan setelah diketahuinya keuntungan dan kerugian penggunaan udara


kempa ini kita dapat membuat antisipasi agar kerugian-kerugian ini dapat dihindari.