Anda di halaman 1dari 24

Mata Kuliah: Proses Manufaktur II

(Pengecoran, Pembentukan)
33 sks
sks

oleh
oleh ::
Yudy
Yudy Surya
Surya Irawan
Irawan

YudySuryaIrawan Proses Manufaktur II


Gambar
Proses pembuatan baja
bagian I

Molten
Steel

Molten
Steel

Molten
Steel

YudySuryaIrawan Proses Manufaktur II


Gambar
Proses pembuatan baja
bagian II

Molten
Steel

Molten
Steel

Molten
Steel

YudySuryaIrawan Proses Manufaktur II


Rencana Pokok Bahasan dalam Perkuliahan:
1. Pengenalan SAP dan Pre-test
2. Pengecoran Logam I
3. Pengecoran Logam II
4. Pengecoran Logam III
5. Pengecoran Logam IV
6. Pengecoran Logam V
7. Pengecoran Logam VI
8. Quis I atau UTS (Ujian Tengah Semester)
9. Pembahasan Quis I , Pembentukan Logam I
10. Pembentukan Logam II
11. Pembentukan Logam III
12. Pembentukan Logam IV
13. Pembentukan Logam V
14. Pembentukan Logam VI
15. Quis II
16. Pembahasan Quis II dan Review

YudySuryaIrawan Proses Manufaktur II


 Syarat Mengikuti Ujian Akhir : Kehadiran 80% dari total pertemuan
 Pakaian bebas rapi, bersepatu, bila pakai kaos harus berkerah !
 Handphone disetel mode Silent atau nada getar atau dimatikan saja !
 Toleransi Keterlambatan : 15 menit (kecuali ada kondisi darurat
dengan keterangan jelas)
 Penilaian : Quis I, Quis II, Tugas, Ujian Akhir
Nilai Akhir = (20% nilai Quis I) +(20% nilai Quis II) + (20% Nilai
Tugas) + (40% Nilai Ujian Akhir)
 Tugas akhir semester :
menyerahkan buku catatan Anda pada saat Quis II dan mengumpulkan
satu jurnal bahasa Inggris tentang Proses Manufaktur III (Pengecoran
Logam atau Pembentukan Logam) tahun 2008~2012 kemudian
diterjemahkan dan dikomentari dalam bahasa Indonesia mengenai
kesan-kesan Anda dan kemungkinan menjadi topic tugas akhir.
 Sumber:
- Buku-buku tentang Teknik Pengecoran Logam, Pembentukan Logam.
- Internet

YudySuryaIrawan Proses Manufaktur II


SOAL PRETEST

1. Mengapa proses pengecoran logam itu diperlukan?


2. Tulislah macam-macam proses pengecoran logam? Dan sebutkanlah
3 contoh produk hasil pengecoran logam.
3. Sebutkan dan jelaskan prinsip pada tiga contoh proses pengecoran
logam?
4. Apakah yang dimaksud dengan pembentukan logam ?
5. Tulislah pengetahuan Anda tentang syarat penting pembentukan
logam. Berikan 3 contoh produk hasil pembentukan logam.
6. Sebutkan dan jelaskan prinsip pada tiga contoh pembentukan logam?

YudySuryaIrawan Proses Manufaktur II


1. Pendahuluan Pengecoran Logam
 Castings (coran) adalah produk dari industri dasar logam yang mana
dibuat dengan sebuah langkah tunggal dari logam cair tanpa kerja
mekanis antara seperti pengerolan maupun pembentukan.
 Proses yang sederhana (proses paling langsung dilakukan
dibandingkan proses metalurgi lainnya) menjadi dasar pertumbuhan
pesat dengan variasi produk coran.
 Bagaimana posisi proses pengecoran dalam 5 kelompok besar
proses manufaktur?

 Lima kelompok besar metode dasar membuat produk logam:


1. Casting (Pengecoran). Proses produksi/manufaktur dengan
menuangkan logam cair ke dalam cetakan.
2. Mechanical Working (Pengerjaan mekanis). Pembentukan logam
dalam bentuk padat dengan mendeformasi plastik baik pada suhu di
atas maupun di bawah suhu rekristalisasi (Cold/Hot working). Titik
awalnya adalah cast ingot atau billet dan logam harus memiliki
kapasitas untuk terdeformasi plastis. (bersambung…)

YudySuryaIrawan 7 Proses Manufaktur II


2. Mechanical Working (Pengerjaan mekanis). Hasil produknya adalah
standar primer atau bentuk semi finish seperti batang (bars), pelat
(plates), sheets(pelat tipis), dan bagian-bagian yang dibuat dengan
cara pengerolan maupun ekstrusi. Proses ini menghasilkan material
dasar untuk proses pembentukan lebih lanjut.Proses lain yang
mirip/analog dengan proses pengecoran adalah forging(penempaan).
3. Fabrication by joining (Fabrikasi dengan penyambungan). Proses
terkenal dalam penyambungan adalah pengelasan (welding). Proses
ini berkompetisi dengan pengecoran terutama dalam hal range berat
produk tetapi struktur komposit yang dibuat dengan dua proses atau
lebih akan saling menguntungkan. Pengelasan banyak digunakan
untuk perakitan struktur monolithic yang sangat besar seperti jembatan,
rangka pabrik dlsb. Dalam hal ini, pengelasan berkompetisi dengan
proses penyambungan lain seperti rivetting, bolting dan peralatan
penyambung lainnya.
4. Machining (permesinan), produk ini dibuat dengan memotong dari
bentuk awal dengan menggunakan peralatan mesin seperti mesin
bubut, milling, skrap, bor dlsb. Selain untuk membuat produk, proses ini
banyak digunakan dalam operasi finishing produk untuk mencapai
dimensi akhir yang akurat dari produk hasil proses manufaktur lain.
YudySuryaIrawan 8 Proses Manufaktur II
5. Powder Metallurgy (Metalurgi Serbuk). Produknya dibuat dengan
melakukan proses penekanan cetakan (die pressing) dan sintering
pada serbuk logam.
Selain lima kelompok ini, terdapat beberapa metode hybrid dalam
membentuk logam yang melampaui batas-batas tradisional.
Seperti, proses semi-solid processing and squeeze casting yang
mengkombinasikan proses pengecoran dan pembentukan
mekanis/pembentukan logam.
Kemudian juga terdapat spray deposition yang terdiri atas proses
pengecoran dan metalurgi serbuk.
Pengecoran harus secara variatif berkompetisi dengan penempaan,
pengelasan dan sintered compact hasil metalurgi serbuk.
Pengecoran dapat membuat produk untuk mengganti konstruksi sheet
metal dengan pressure die casting atau komponen yang dimesin
dengan pengecoran investment (investment casting).
Hasil pendekatan Analisa Nilai/Kualitas dalam desain teknik
menunjukkan bahwa material dan produk semakin meningkat dipilih
karena dasar-dasar rasional terutama fungsi dan harga daripada
kebiasaan dalam pemilihan bahan/produk.
YudySuryaIrawan 9 Proses Manufaktur II
Karakteristik Pengecoran yang Menentukan Posisi Pengecoran dalam
Engineering
Kelebihan dalam desain
(design versatility)
Weight Range Luas
Hanya sedikit
keterbatasan ukuran dan
berat dalam membuat
coran.
Keterbatasannya
dipengaruhi oleh
kemampuan menyediakan
logam cair dan
menangani coran setelah
membeku.
Contoh Pada Coran Untuk
Struktur Berat Baja dalam
Figure 1

YudySuryaIrawan 10 Proses Manufaktur II


Karakteristik Pengecoran yang Menentukan Posisi Pengecoran dalam
Engineering

Bentuk dan Kerumitan (Shape and Intricacy)


Tidak ada proses yang memiliki kemungkinan dengan range yang
sama untuk membentuk kontur yang rumit.
Meskipun proses lain dapat dilakukan akan sangat mahal dan tidak
mungkin untuk dilakukan permesinan.
Kerumitan bentuk produk tidak hanya dapat diatasi oleh pengecoran
pasir cetak namun juga dapat dilakukan dengan pengecoran cetakan
logam (die) maupun pengecoran investment.
Keterbatasan ada bila membuat produk yang panjang dan tipis
meskipun pengecoran continuous dapat melakukannya terutama
untuk penampang yang uniform.
Contoh produk yang rumit dan dapat dibuat oleh pengecoran logam
adalah sebagai berikut:

YudySuryaIrawan 11 Proses Manufaktur II


Coran dengan bentuk rumit

YudySuryaIrawan 12 Proses Manufaktur II


Coran dengan bentuk rumit

YudySuryaIrawan 13 Proses Manufaktur II


Coran dengan bentuk rumit

YudySuryaIrawan 14 Proses Manufaktur II


Coran dengan bentuk rumit

YudySuryaIrawan 15 Proses Manufaktur II


Coran dengan bentuk rumit

YudySuryaIrawan 16 Proses Manufaktur II


Karakteristik Pengecoran yang Menentukan Posisi Pengecoran dalam
Engineering
Komposisi kimia (Material Composition)
Hampir semua logam paduan teknik dapat dicor dengan
menggunakan teknik pengecoran yang tepat.
Dahulu, logam-logam reaktif (Mg) dan refractory metals (Tungsten,
Titanium etc dengan suhu lebur tinggi) sangat sulit untuk dicor. Tetapi,
dengan kemajuan teknologi, teknik pengecoran yang khusus dapat
mengatasi persoalan peleburan ini.
Logam yang paling terkenal sebagai coran adalah besi cor (cast
irons) yang mana industri pengecoran berawal dari sini dan dapat
berkembang hingga menghasilkan berbagai macam material dengan
sifat-sifat yang unggul dalam kekuatan hingga keuletan (seperti, besi
tuang putih, kelabu, nodular cast irons, melleable cast irons).
Penelitian terus dilakukan untuk menemukan kombinasi optimal
antara teknik pengecoran dan sifat-sifat teknis coran yang diharapkan.
Berikut ini adalah Tabel kelompok besar logam paduan coran yang
mendemonstrasikan berbagai macam komposisi yang ada.

YudySuryaIrawan 17 Proses Manufaktur II


YudySuryaIrawan 18 Proses Manufaktur II
YudySuryaIrawan 19 Proses Manufaktur II
Karakteristik Pengecoran yang Menentukan Posisi Pengecoran dalam
Engineering

Biaya Perkakas (Tooling Costs)


Pengecoran cocok untuk produksi dengan kapasitas besar,
karena pola pengecoran biasaya dibuat dari bahan yang murah.
Bandingkan dengan peralatan untuk pembentukan logam.
Pengecoran dengan pasir cetak memang berbiaya rendah
namun untuk die casting biaya die menjadi lebih mahal, namun
bila digunakan untuk kapasitas produksi massal maka dapat
menekan biaya die.
Pemodelan dengan menggunakan komputer dapat membuat
prototipe pengecoran dengan lebih cepat dan dapat
mengurangi biaya dan waktu selama pengembangan produk
coran.

YudySuryaIrawan 20 Proses Manufaktur II


Karakteristik Pengecoran yang Menentukan Posisi Pengecoran dalam
Engineering
Struktur Coran (The Cast Structure)
Coran memiliki banyak karakteristik metalurgi selama
pembekuan(solidification). Dalam beberapa coran, struktur dapat diubah
dengan pendingingan atau perlakuan panas yang sesuai dengan sifat
mekanis yang diinginkan.
Sifat mekanis coran pada umumnya dipengaruhi oleh ukuran butir, benduk
dan distribusi senyawa mikro, segregasi dan microporosity.
Dalam pembentukan logam dengan deformasi plastisnya dapat membuat
butiran lebih halus, menutup voids(lubang2), dan meredistribusikan segregasi
dan bahkan bila deformasi terlalu besar dapat mengakibatkan kegagalan
material. Ada beberapa kelebihan yang tidak dimiliki pengecoran, namun
dengan mengontrol struktur coran dan NDT (non destructive testing) maka
coran dengan standar reliabilitas yang lebih tinggi dapat diharapkan.
Coran lebih baik memiliki isotropis namun masih sedikit yang demikian.
Beberapa contoh struktur coran yang bermanfaat:
Struktur columnar dan single crystal digunakan untuk gas turbine rotor blades
Flake grafit dalam besi tuang kelabu yang dapat meningkatkan kapasitas
damping yang tinggi

YudySuryaIrawan 21 Proses Manufaktur II


Karakteristik Pengecoran yang Menentukan Posisi Pengecoran dalam
Engineering

Fleksibilitas Proses (Flexibility of the Process)


Pengecoran dapat dilakukan dengan dana investasi yang relatif
kecil, dibandingkan dengan pengerolan, pengepresan dan
pabrik industri berat lainnya.
Pengecoran industri kecil biasanya dijalankan untuk memenuhi
kebutuhan konsumen terbatas atau lokal.
Dengan dasar proses pengecoran maka industri pengecoran
berinvestasi besar dapat dijalankan untuk produksi secara
kuantitas dan unit biaya yang rendah.
Beberapa tahun belakangan ini, telah tampak trend umum
untuk mengkonsentrasikan produksi dalam pabrik-pabrik yang
lebih besar dan lebih efisien.

YudySuryaIrawan 22 Proses Manufaktur II


Terima kasih kepada Penulis Buku yang
menjadi acuan mata kuliah ini:

Peter Beeley, Foundry Technology 2nd


Edition, Butterworth Heinemann

YudySuryaIrawan Proses Manufaktur II


Terima kasih atas perhatian Anda
dan
Selamat Mencatat dan Belajar dengan Baik

YudySuryaIrawan Proses Manufaktur II