Anda di halaman 1dari 6

Dunia bisnis dalam era global ini dihadapkan pada proses perubahan yang begitu cepat dan rumit.

Untuk itu kebutuhan akan perubahan yang dinamis dalam berbagai hal seperti visi, misi, tujuan dan
sistem berpikir menjadi hal pokok yang harus dimiliki perusahaan. Dalam konteks organisasi
belajar, setiap individu organisasi bisnis harus memiliki komitmen dan kapasitas untuk belajar pada
setiap tingkat apapun dalam perusahaannya. Dengan kata lain setiap pekerjaan harus
mengandung unsur pembelajaran yang semakin aktif.

Manajer bersama karyawan seharusnya terdorong untuk selalu melakukan kajian dengan
menghasilkan gagasan-gagasan baru dan mengkontribusikannya pada perusahaan. Sikap
manajer yang mungkin selama ini begitu toleran terhadap setiap kesalahan karyawan manajer
patut diubah. Manajer harus mengambil posisi untuk mencegah terjadinya resiko besar dari suatu
kesalahan kerja. Memang suatu ke berhasilan biasanya didasarkan pada kegagalan yang pernah
dialaminya. Namun manajer harus mengevaluasi setiap kegagalan dan melakukan evaluasi diri.

Fungsi manajer adalah lebih sebagai peneliti dan sekaligus perancang ketimbang hanya sebagai
penyelia. Dalam hal ini manajer harus mendorong para karyawan untuk menciptakan gagasan baru,
sekecil apapun, dan mengkomunikasikan gagasan-gagasan tersebut ke karyawan lain. Selain itu
hendaknya manajer mendorong karyawan untuk mengerti keseluruhan pekerjaan dan
permasalahannya, membangun visi kolektif dan bekerja bersama mencapai tujuan perusahaan.

Dasar Hukum

Dasar hukum yang melandasi jabatan manajer keuangan yaitu:

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.


2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara.
3. UU No.8 Tahun 1995 yang diperbaharui dengan keputusan ketua Bapepam No. Ke.
36/PM/2003 tentang pasar modal.
4. Peraturan BAPEPAM no XK2 mengenai kewajiban perusahaan publik untuk
menyampaikan laporan keuangan.

Konsep Dasar Profesionalisasi Manajer Keuangan

Manajemen keuangan merupakan menajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan. Fungsi-fungsi


keuangan tersebut meliputi begaimana memperoleh dana (raising of fund) dan bagaimana
menggunakan dana tersebut (allocation of fund). Manajer keuangan berkepentingan dengan
penentuan jumlah aktiva yang layak dari investasi pada berbagai aktiva dan memilih
sumber-sumber dana untuk membelanjai aktiva tersebut. Untuk memperoleh dana, manajer
keuangan bisa memperolehnya dari dalam maupun luar perusahaan. Sumber dari luar perusahaan
berasal dari pasar modal, bisa berbentuk hutang atau modal sendiri.

Manajemen keuangan sebagai aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk memperoleh
sumber modal yang semurah-murahnya dan menggunakannya se-efektif, se-efisien, seproduktif
mungkin untuk menghasilkan laba. Aktivitas itu meliputi:
1. Aktivitas Pembiayaan (Financing Activity)
Aktivitas pembiayaan ialah kegiatan pemilik dan manajemen perusahaan untuk mencari sumber
modal (sumber eksternal dan internal) untuk membiayai kegiatan bisnis.

a) Sumber eksternal

 Modal Pemilik atau modal sendiri (Owner Capital atau Owner Equity). Atau modal saham
(Capital Stock) yang terdiri dari : Saham Istimewa (Preferred Stock) dan Saham Biasa
(Common Stock).
 Utang (Debt), Utang Jangka Pendek (Short-term Debt) dan Utang Jangka Panjang
(Long-term Debt).
 Lain-lain, misalnya hibah.
b) Sumber Internal:

 Laba Ditahan (Retained Earning).


 Penyusutan, amortisasi, dan Deplesi (Depreciation, Amortization, dan Deplention).
 Lain-lain, misalnya penjualan harta tetap yang tidak produktif.
1. Aktiva Investasi (Investment activity)
Aktivitas investasi adalah kegiatan penggunaan dana berdasarkan pemikiran hasil yang
sebesar-besarnya dan resiko yang sekecil-kecilnya. Aktivitas itu meliputi:

a) Modal Kerja (working Capital) atau harta lancar (Current Assets).

b) Harta Keuangan (Finaceal assets) yang terdiri: investasi pada saham (stock) dan Obligasi
(Bond).

c) Harta Tetap (real Assets) yang terdiri dari: tanah, gedung, peralatan.

d) Harta Tidak Berwujud (intangible assets) terdiri dari: Hak Paten, Hak Pengelolaan Hutan, Hak
Pengelolaan Tambang, Goodwill.

1. Aktivitas Bisnis (Business Activity)


Aktivitas bisnis adalah kegiatan untuk mencari laba melalui efektivitas penjualan barang atau jasa
efisiensi biaya yang akan mengahsilkan laba. Aktivitas itu dapat dilihat dari laporan Laba-Rugi,
yang terdiri dari unsur:

a) Pendapatan (sales atau Revenue)

b) Beban (Expenses)

c) Laba-Rugi (Profit-Loss)

1. Aktivitas Penganggaran Modal (Capital Budgeting Activity)


Penganggaran modal digunakan untuk melukiskan tindakan perencanaan dan pembelanjaan
pengeluaran modal, seperti untuk pembelian equipment baru untuk memperkenalkan produk baru,
dan untuk memodernisasi fasilitas pabrik.
Penganggaran modal melibatkan suatu pengikat (penanaman) dana di masa sekarang dengan
harapan memperoleh keuntungan yang dikehendaki di masa mendatang. Investasi membutuhkan
dana yang relatif besar dan keterikatan dana tersebut dalam jangka waktu yang relatif panjang,
serta mengandung resiko. Metode-metode yang biasa digunakan adalah sebagai berikut:

a) Metode Average Rate of Return

Metode ini mengukur berapa tingkat keuntungan rata-rata yang diperoleh dari suatu investasi.
Angka yang dipergunakan adalah laba setelah pajak dibandingkan dengan total average invesment.
Hasil yang diperoleh dinyatakan dalam persentase. Angka ini kemudian diperbandingkan tingkat
keuntungan yang disyaratkan, maka proyek dikatakan menguntungkan, apabila lebih kecil daripada
tingkat keuntungan yang disyaratkan proyek ditolak.

b) Metode Payback

Metode ini mencoba mengukur seberapa cepat investasi bisa kembali. Karena itu satuan
hasilnya bukan persentase, tapi satuan waktu. Kalau priode payback ini lebih pendek daripada
yang disyaratkan, maka proyek dikatakan menguntungkan, sedangkan kalau lebih lama proyek
ditolak.

c) Metode Net Present Value

Metode ini menghitung selisih antara nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang
penerimaan-penerimaan kas bersih (oprasional maupun terminal cash flow) dimasa yang akan
datang. Untuk menghitung nilai sekarang tersebut perlu ditentukan terlebih dahulu tingkat bunga
yang dianggap relevan. Apa bila nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih dimasa yang
akan datang lebih besar daripada nilai sekarang investasi, maka proyek ini dikatakan
menguntungkan sehinnga diterima. Sedangkan apabila nilainya kecil (NPV negatif), proyek ditolak
karena tidak menguntungkan.

d) Metode Internal Rate of Return

Metode ini menghitung tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang investasi dengan
nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersi di masa-masa mendatang. Apabila tingkat bunga
ini lebih besar daripada tinkat bunga relevan (tingkat keuntungan yang disyaratkan), maka investasi
dikatakan menguntungkan, kalau lebih kecil dikatakan merugikan.

e) Metode Profitability Index

Metode ini menghitung perbandingan antara nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas


bersih di masa datang dengan nilai sekarang investasi. Kalau Profitability Index (PI)-nya lebih
besar daripada 1, maka proyek dikatakan menguntungkan, tetapi kalau kurang dikatakan tidak
menguntungkan. Sebagaimana metode NPV, maka metode ini perlu menentukan terlebih dahulu
tingkat bunga yang akan dipergunakan.
Pada dasarnya tujuan manajemen keuangan adalah memaksimumkan nilai perusahaan. Akan
tetapi dibalik tujuan tersebut masih terdapat konflik antara pemilik perusahaan dengan penyedia
dana sebagai kreditur. Jika perusahaan berjalan lancar, maka nilai saham perusahaan akan
meningkat, sedangkan nilai hutang perusahaan dalam bentuk obligasi tidak terpengaruh sama
sekali. Jadi dapat disimpulkan bahwa nilai dari saham kepemilikan bisa merupakan indeks yang
tepat untuk mengukur tingkat efektifitias perusahaan.

Berdasarkan alasan itulah, maka tujuan manajemen keuangan dinyatakan dalam bentuk
maksimalisasi nilai saham kepemilikan perusahaan, atau memaksimalisasikan harga saham.
Tujuan memaksimumkan harga saham tidak berarti bahwa para manajer harus berupaya mencari
kenaikan nilai saham dengan mengorbankan para pemegang obligasi.

Tugas dan Tanggung Jawab Manajer Keuangan

Manajemen keuangan dapat didefinisikan dari tugas dan tanggung jawab manajer keuangan.
Tugas pokok manajemen keuangan antara lain meliputi keputusan berinvestasi, pembiayaan
kegiatan usaha dan pembagian deviden suatu perusahan, dengan demikian tugas manajer
keuangan adalah merencanakan untuk memaksimumkan nilai perusahaan. Kegiatan penting
lainnya yang harus dilakukan manajer keuangan menyangkut empat aspek yaitu:

1. Manajer keuangan harus bekerjasama dengan para manajer lainnya yang bertanggung
jawab atas perencanaan umum perusahaan.
2. Manajer kuangan harus memusatkan perhatian pada berbagai keputusan investasi dan
pembiayaan, dan berbagai hal yang berkaitan dengannya.
3. Manajer keuangan harus bekerjasama dengan para manajer di perusahaan agar
perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin.
4. Manajer keuangan harus mampu menghubungkan perusahaan dengan pasar keuangan,
dimana perusahaan dapat memperoleh dana dan surat berharga perusahaan dapat
diperdagangkan.
Aspek penting lain dari tujuan perusahaan dan tujuan manajemen keuangan adalah pertimbangan
terhadap tanggung jawab sosial yang dapat dilihat dari empat segi yaitu:

1. Jika manajemen keuangan menuju pada memeksimalisasi harga saham, maka diperlukan
manajemen yang baik dan efisien sesuai dengan permintaan konsumen.
2. Perusahaan yang berhasil selalu menempatkan efisiensi dan inovasi sebagai prioritas,
sehingga menghasilkan produk baru, penemuan teknologi baru dan perluasan lapangan
pekerjaan.
3. Faktor-faktor luar seperti pencemaran lingkungan, jaminan keamanan produk dan
keselamatan kerja menjadi lebih penting untuk dipertimbangkan. Fluktuasi disemua tingkat
kegiatan bisnis dan perubahan-perubahan yang terjadi pada kondisi pasar keuangan
merupakan aspek penting dari lingkungan luar.
4. Kerjasama antara industri dan pemerintah sangat diperlukan untuk menciptakan peraturan
yang mengatur tentang perilaku perusahaan, dan sebaliknya perusahaan mematuhi peraturan
tersebut. Tujuan perusahaan pada dasarnya adalah memeksimumkan nilai perusahaan
dengan pertimbangan teknis.
Tanggung jawab utama dari seorang manajer keuangan dapat dilihat dari tabel berikut ini:

Tanggung Jawab Utama (Key Responsibilities) Indikator Kinerja


Rutin / Harian:

1. Menyelenggarakan pengelolaan
administrasi keuangan.
2. Menyelenggarakan dan mengendalikan 1. Kelengkapan dokumen dan pencatatan
seluruh aktivitas penerimaan dan administrasi keuangan.
pengeluaran perusahaan.
2. Kelancaran penerimaan uang.
3. Menyelenggarakan dan mengendalikan
tagihan-tagihan perusahaan.
3. Tingkat keluhan mitra kerja.

4. Menyelenggarakan pembukuan
4. Jumlah/prosentase tagihan yang
dibayar.
terhadap seluruh kegiatan pendanaan
perusahaan. 5. Kelengkapan pencatatan dan dokumen
kegiatan pendanaan.
5. Menyelenggarakan
penandatanganan checkpengeluaran 6. Tingkat kepuasan karyawan.
bersama Direktur. 7. Kelengkapan pencatatan
6. Menyelenggarakan pengelolaan surat-menyurat.
manajemen sumber daya manusia 8. Tingkat keluhan karyawan mengenai
perusahaan. ketatausahaan.
7. Menyelenggarakan pengelolaan
ketata-usahaan.

Berkala:

1. Menyelenggarakan penyusunan 1. Ketepatan waktu dalam pengajuan


Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan RKAP kepada Dewan Pengawas untuk
(RKAP) yang terkait dengan pengelolaan disetujui dan ditandatangani.
keuangan perusahaan, SDM dan hubungan 2. Tingkat keluhan mengenai kebijakan
dengan lingkungan. akuntansi.
2. Menyelenggarakan dan merencanakan 3. Tingkat kesalahan Laporan Keuangan
kebijakan akuntansi perusahaan. Bulanan yang diperiksa.
3. Memeriksa Laporan Keuangan Bulanan 4. Ketepatan waktu penyerahan Laporan
yang dibuat oleh Supervisor Keuangan. Keuangan Bulanan.
4. Memeriksa Laporan Keuangan 5. Kinerja karyawan terkontrol.
Tahunan yang dibuat oleh Supervisor
6. Aset tetap terkontrol.
Keuangan.
5. Memeriksa Laporan Tahunan Aktivitas
karyawan.
6. Mengontrol aset tetap yang dipegang
oleh Staf Umum.

Insidentil:

1. Mengkoordinir/ melaksanakan kegiatan 1. Tingkat/jumlah keluhan karyawan.


perusahaan seperti acara buka puasa 2. Tingkat/jumlah keluhan mitra kerja.
bersama, mempersiapkan rapat kerja,
acara-acara dengan pemerintah seperti
pameran, halal bihalal, dan lainnya.
2. Mewakili Direktur bila berhalangan atau
dinas luar.
3. Mewakili Direktur/perusahaan
menghadiri undangan acara-acara yang
diselenggarakan diluar kantor.
4. Melaksanakan tugas-tugas lain yang
relevan sesuai instruksi atasan.