Anda di halaman 1dari 6

1.

Carilah 5 contoh nyata kecelakaan kerja di rumah sakit yang terkait dengan bidang
kefarmasian! Sebutkan rumah sakitnya dan cantumkan literaturnya.

 Analisis interaksi obat analgesik anti inflamasi non steroid ( AINS ) pada peresepan
poliklinik spesialis penyakit dalam diapotik Rumah Sakit Islam Jakarta, Pondok Kopi.
Literatur : SAINS, F. F. D. “Analisis interaksi obat analgesik anti inflamasi non
steroid ( AINS ) pada peresepan poliklinik spesialis penyakit dalam diapotik Rumah
Sakit Islam Jakarta, Pondok Kopi”.
 Pengaruh dosis terhadap retensi pada pasien program terapi rumatan metadon pase
rumatan di Rumah Sakit Umum Pesat Haji Adam Malik, Medan.
Literatur : rambe,r. ( 2018 ) “Pengaruh dosis terhadap retensi pada pasien program
terapi rumatan metadon pase rumatan di Rumah Sakit Umum Pesat Haji Adam Malik,
Medan”.
 Perencanaan obat antibiotic berdasarkan kombinasi metode konsumsi dengan analisis
ABC dan reorder point terhadap nilai persediaan dan turn over ratio di instalasi
farmasi Rumah Sakit Darul Istiqomah Kaliwungu, Kendal.
Literatur : Maimun, A. ( 2018 ) “Perencanaan obat antibiotic berdasarkan kombinasi
metode konsumsi dengan analisis ABC dan reorder point terhadap nilai persediaan
dan turn over ratio di instalasi farmasi Rumah Sakit Darul Istiqomah Kaliwungu,
Kendal”.
 Hubungan persepsi kualitas pelayanan instalasi farmasi dan harga obat dengan
loyalitas pasien memberi resep obat.
Literatur : Studi kasus pada pasien umum rawat jalan di instalasi farmasi Rumah
Sakit Paru, Jember.
 Evaluasi interaksi obat sebagai drug related problems ( DRP ), pada pasien rawat
inap infeksi saluran pernapasan akut di Puskesmas Jumpadang Baru, Makassar.
Literatur : Amir N. ( 2016 ) “Evaluasi interaksi obat sebagai drug related problems (
DRP ), pada pasien rawat inap infeksi saluran pernapasan akut di Puskesmas
Jumpadang Baru, Makassar ( doctoral dissertation, Universitas Negeri alauddin
Makassar )”.
2. Berikan solusi untuk mengatasi kecelakaan kerja tersebut mulai dari system manajemen, alat
pelindung diri, standar operasional prosedur, sarana prasarana, dan lain-lain.

a. Sistem manajemen

Membentuk sistem manajemen yang terstruktur dan menyusun sistem sesuai standar dan
peraturan yang berlaku di negara tersebut. Merancang sistem yang tidak hanya menguntungkan
di sisi pemilik perusahaan namun juga para pekerja yang di untungkan.

b. Alat pelindung diri

Sesuai PERMENAKERTRANS NOMOR PER.08/MEN/VII/2010 tentang Alat


Pelindung Diri (APD), Pasal 2:

(1) Pengusaha wajib menyediakan APD bagi pekerja/buruh di tempat kerja.

(2) APD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus sesuai dengan Standar

Nasional Indonesia (SNI) atau standar yang berlaku.

(3) APD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib diberikan oleh

pengusaha secara cuma-cuma.

Alat pelindung diri meliputi

• Alat pelindung kepala

• Pelindung mata dan muka

• Pelindung telinga

• Pelidung pernafasan beserta perlengkapannya

• Pelindung tangan

• Pelindung kaki

• Pakaian pelindung
• Alat pelindung jatuh perseorangan

• Pelampung

c. Standar Operasional Prosedur

Membuat standar operasional prosedur yang sesuai dengan peraturan dan standar yang
aman untuk pekerja dan SOP yang jelas serta mudah dipahami agar tidak terjadinya kecelakaan
kerja

d. Sarana Prasarana

Perusahaan atau pihak pembangun memilih sarana yang di pakai untuk pembangunan
atau proyek yang sesuai dengan kebutuhan, standar, dan sesuai aturan. Prasarana yang di miliki
oleh pihak pengembang mendukung untuk menunjang keberhasilan proyek dan sesuai standar
serta aturan namun tidak melupakan keselamatan pekerjanya.

3. Berikan penjelasan dan contoh kegiatan dari 4 jenis pelayanan kesehatan dibawah ini :

a. Promotif

Suatu rangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang lebih mengutamakan kegiatan yang
bersifat promosi kesehatan. Tujuan utamanya adalah masyarakat karena untuk meningkatan
kesehatan, dengan promosi kesehatan itu termasuk upaya yang dilakukan terhadap masyarakat
sehingga masyarakat mau dan mampu untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan
masyarakat sendiri.

Contoh : Promosi di dalam gedung puskesmas promosi kesehatan ditempat pendaftaran, yaitu
ditempat pasien/klien harus melapor/mendaftar sebelum mendapatkan pelayanan kesehatan.
Contoh di luar gedung yaitu tatanan sarana pendidikan missal disekolah mempromosikan cara
mencuci tangan yang baik dan benar.

b. Preventif

Suatu kegiatan pencegahan terhadap suatu masalah kesehatan penyakit. Seperti


peningkatan kesehatan (Health Promotion) yaitu penyuluhan kesehatan, perbaikan gizi dan lain-
lain.
Contoh : Upaya pencegahan secara sekunder bersifat diagnosis dini dan pengobatan segera.
Lakukan check up rutin setiap individu.

c. Kuratif

Pada tahap ini masyarakat mulai melakukan usaha pengobatan (penyembuhan penyakit).
Menyembuhkan seseorang dari keadaan sakit secara fisik dan psikis.

Contoh : Balita yang menderita Pneumonia tentu membutuhkan pengobatan antibiotic. Penyakit
ini mengganggu tumbuh kembang balita. Balita tidak mau makan yang mungkin berakibat pada
penurunan gizi.

d. Rehabilitatif

Tahap pemulihan proses menjaga agar seseorang yang sudah sembuh (belum 100%
sembuh) kembali bugar seperti semula.

Contoh : balita sakit Pneumonia membutuhkan asupan gizi yang kuat terutama protein untuk
proses penyembuhan serta pemulihan dan penyakitnya. Balita yang sering sakit akan mengalami
hambatan dalam tumbuh kembangan.

4. Jelaskan perkembangan ilmu kesehatan masyarakat menggunakan kata-kata saudara.

Saat ini, di Indonesia masih banyak masalah tentang kesehatan masyarakat yang masih
belum dapat diatasi. Supaya bisa memahami masalah kesehatan di Indonesia dan mencari
solusinya, maka kita perlu membaginya ke dalam beberapa kelompok.

Contohnya adalah sebagai berikut:

 Kesehatan di Indonesia yang Disebabkan Perilaku Kesehatan

Ini adalah masalah kesehatan di Indonesia yang dipengaruhi oleh tingkat pendidikan
sehingga membuat prilaku masyarakat kurang menghargai kesehatan. Oleh karenanya, proses
terbentuknya pola hidup sehat harus ditunjang dengan pengetahuan yang didapat dari pendidikan
kesehatan.

 Masalah Kesehatan Lingkungan


Ini merupakan masalah kesehatan di Indonesia yang sering ditemui. Masalah ini terdiri dari
kesehatan lingkungan tempat tinggal dan penyediaan air bersih. Selain itu, masalah kesehatan ini
juga meliputi pengelolaan sampah serta pengolahan makanan.

 Petugas Kesehatan

Ini meliputi tenaga medis seperti keperawatan dan paramedis baik non keperawatan ataupun
administrasi medis. Masalah kesehatan di Indonesia tentang petugas kesehatan biasanya terletak
pada masyarakat yang sulit untuk menerima pelayanan kesehatan secara maksimal. Hal ini
terjadi karena petugas yang profesional masih terbilang kurang serta keberadaannya tidak
merata.

 Pelayanan Kesehatan

Kesehatan yang maksimal untuk masyarakat bisa dihasilkan jika pelayanan kesehatannya cukup
bagus. Tetapi sayangnya pelayanan kesehatan profesional seperti ketersediaan sumber daya baik
petugas kesehatan, bangunan dan sarana pendukung lainnya masih dirasa kurang untuk saat ini
sehingga ada beberapa golongan masyarakat yang belum mendapatkan pelayanan kesehatan
yang maksimal.

5. Sebutkan arti penting ilmu kesehatan masyarakat?

Kesehatan masyarakat mempunyai kontribusi yang sangat penting dan sangat berperan dalam
kehidupan manusia. Kontribusi ini diarrtikan sebagai sumbangan, tetapi sumbangan bukan
berupa uang atau barang. Namun, sumbangan dalam bentuk tindakan kita dalam bentuk nyata
kepada masyarakat tanpa meminta imbalan. Berikut saya akan menjelaskan kontribusi apa saja
yang dapat di lakukan oleh tenaga kesehatan masyarakat.

 Kesehatan masyarakat itu tidak selalu berhubungan dengan penyakit-penyakit.


Seperti yang dikatakan oleh Professor Winslow(Leavel and Clark, 1958) silmu kesehatan
adalah ilmu dan seni mencegahpenyakit, memperpanjang hidup, meningkatkan kesehatan
fisik dan mental, dan efisiensi melalui usaha masyarakat yang terorganisir untuk
meningkatkan sanitasi lingkungan, kontrolinfeksidi masyarakat, pendidikan individu
tentang kebersihan perorangan, pengorganisasian pelayanan medis dan perawatan,
untukdiagnosadini, pencegahan penyakit dan pengembangan aspek sosial, yang akan
mendukung agar setiap orang di masyarakat mempunyai standar kehidupan yang kuat
untuk menjaga kesehatannya. Sesungguhnya Fakultas Kesehatan Masyarakat memiliki
beberapa peminatan seperti K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja), Gizi Masyarakat,
Administrasi Kesehatan Masyarakat, dan masih banyak lagi. Dengan menjadi mahasiswa
kesehatan masyarakat, kita dapat belajar bagaimana sikap yang harus dilakukan bila
menghadapi suatu masalah yang berhubungan dengan bidang yang kita ambil.
Contohnya, bila kita mengambil peminatan gizi masyarakat, kita dapat ikut mencarikan
solusi terkait adanya kasus gizi buruk di beberapa wilayah di Indonesia.
 Kita dapat ikut berkontribusi untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik.
Dengan terciptanya masyarakat yang sehat, kita dapat membangun Indonesia menjadi
negara maju. Kita bersatu padu dalam menciptakan kepribadian masyarakat yang cinta
hidup sehat. Selain itu, dengan badan yang sehat kita pun dapat berpikir dengan jernih
sehingga kita bisa menemukan semua solusi dari segala permasalahan yang ada di negara
kita, Indonesia. Dengan negara yang maju dan terciptanya masyarakat yang sehat juga
dapat menjadikan perasaan kita lebih tenang.
 Kita jadi mengetahui bahwa masih ada orang-orang yang kurang beruntung yang
tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. Tugas kita sebagai mahasiswa
kesehatan masyarakat adalah membantu dan menyediakan pelayanan kesehatan bagi
orang-orang tersebut. Kita dapat menggelar posko gratis pemeriksaan kesehatan di daerah
yang belum tersentuh oleh tangan Pemerintah dalam program pemerataan kesehatan di
Indonesia. Selain itu, kita juga dapat memberikan penyuluhan tentang pentingnya hidup
sehat. Kita dapat berkunjung ke pelosok-pelosok dan membantu sesama.

6. Apa perbedaan ilmu kesehatan masyarakat dan ilmu kedokteran?

Subyek dari ilmu kesehatan masyarakat adalah populasi ruang lingkup mengenai masalah
kesehatan umum, berkonsentrasi pada promosi kesehatan dan preventif (pencegahan penyakit).
Sedangkan ilmu kedokteran mempelajari kesehatan individual, berkonsentrasi pada preventif,
kuratif (pengelolaan masalah kesehatan) dan rehabilitasi.