Anda di halaman 1dari 10

Jejak 5 (2) (2012): 117-229. DOI: 10.15294/jejak.v7i1.

3596

JEJAK
Journal of Economics and Policy
http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jejak

DAMPAK SEDIMENTASI BENDUNGAN SOEDIRMAN


TERHADAP KEHIDUPAN EKONOMI
MASYARAKAT
Sucihatiningsih Dian W.P, Avi Budi Setiawan, Karsinah

Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15294/jejak.v7i1.3596

Received : 2012; Accepted: 2012; Published: September 2012

Abstract
Sedimentation is a material precipitation in which transported through water, wind, ice or glacier at a basin.
Delta, which is found at the estuary of a river, is resulted from material precipitation process and is carried by
watter from the river. Panglima Besar Soedirman (PBS) barrage, located in Banjarnegara regency, has undergone
a very critical sedimentation. The unstable soil making the trees unable to absorb water which has caused erosion
and sedimentation. Sedimentation happened at Bendungan Panglima Besar Soedirman affected economic aspect,
especially in the field of fishery and agriculture. Sedimentation will silt up in the dam area causing muddy water.
This will badly effect the fishery sector at dam. Besides, this caused Karamba- a raising fishing basket-decreased.
Further, agricultural sector, the irrigation system also underwent the impact from sedimentation at the dam.

Keywords: sedimentation, agriculture, fishery

Abstrak
Sedimentasi adalah suatu proses pengendapan material yang ditransport oleh media air, angin, es, atau gletser
di suatu cekungan. Delta yang terdapat di mulut-mulut sungai adalah hasil dan proses pengendapan material-
material yang diangkut oleh air sungai. Bendungan panglima Besar Soedirman (PBS) di kabupaten Banjarnegara
merupakan satu lokasi yang terkena sedimentasi sangat parah. Kerusakan lingkungan yang terjadi di daerah
aliran sungai merupakan penyebab utama dari sedimentasi di Bendungan PBS. labilnya kondisi tanah akibat tidak
adanya pohon penahan air mengakibatkan erosi yang menyebabkan sedimentasi.Sedimentasi di Bendungan
PBS ternyata juga sangat berdampak terhadap aspek perekonomian terutama dalam bidang perikanan dan
pertanian. Sektor perikanan dan pertanian adalah bidang-bidang yang terdampak dari sedimentasi Bendungan
PBS sebab sedimentasi menyebabkan pendangkalan pada area Bendungan yang menyebabkan air menjadi keruh
sehingga akan berdampak buruk terhadap sektor perikanan umum bendungan. Dan juga mengakibatkan lokasi
untuk kolam karamba ikan air tawar berkurang karena terjadi pendangkalan dan juga pertanian adalah sektor
andalan yang diperkirakan juga mengalami dampak dari adanya sedimentasi bendungan PBS. Sebab pengairan
irigasi yang diterapkan untuk sawah-sawah juga berasal dari aliran sungai yang menuju Bendungan PBS.

Kata Kunci: sedimentasi, pertanian, perikanan

How to Cite: Dian, Sucihatiningsih W.P, dkk (2012). Dampak Sedimentasi Bendungan Soedirman Terhadap
Kehidupan Ekonomi Masyarakat. JEJAK Journal of Economics and Policy, 5 (2): 117-229 doi: 10.15294jejak.
v7i1.3596

© 2012 Semarang State University. All rights reserved


Corresponding author : ISSN 1979-715X
Address: Kampus Unnes Sekaran, Semarang 50229
E-mail: avi_bs19@rocketmail.com
118 Sucihatiningsih Dian W.P, dkk, Dampak Sedimentasi Bendungan Soedirman Terhadap Kehidupan
ekonomi masyarakat Wilayah di Kalimantan Barat
PENDAHULUAN pintu penguras Lumpur (Power Intake)
yang berada di dasar bendungan. Namun
Bendungan dibangun sebagai jika tidak ada upaya pencegahan sedimen­
salah satu sara­na yang sangat vital untuk tasi secara komprehensif maka upaya-upaya
menunjang fungsi peng­ airan, pencegah yang telah dilakukan tidak akan dapat
banjir dan pembangkit listrik selain itu juga berjalan dengan optimal.
menunjang sektor perikanan, pariwisata Sektor ekonomi yang dalam hal
dan pertanian. Bendungan Panglima Besar ini diwakili oleh sektor perikanan dan
Soedirman (PBS) yang terletak di Kecamatan pertanian merupakan sektor yang sangat
Bawang Kabu­paten Banjarnegara mulai strategis, dalam hal ini sektor perikanan
beroperasi pada tahun 1988 merupakan dan pertanian sangat berhubungan dengan
salah satu bendungan yang diba­ngun keadaan Bendungan, dengan adanya
dengan tujuan untuk memenuhi fungsi sedimentasi besar-besaran yang terjadi
tersebut. Bendungan yang menampung maka kedua sektor mengalami dampak yang
aliran air dari sungai Serayu, Merawu sangat besar megingat bidang perikan­ an
dan Lumajang pada awal bero­perasinya dan pertanian membutuhkan pasokan air
mampu menampung debit air sebanyak dari bendungan Panglima Besar Soedirman
148,29 juta m3, dengan volume efektif untuk dan lokasi usaha perikanan karamba air
pem­bangkit listrik sebesar 46,30 juta m3. tawar berada didalam area waduk. Oleh
Namun dalam perjalanannya bendungan karena itu yang menjadi titik berat dari
ini mengalami sedimentasi yang sangat penelitian ini adalah sektor perikanan dan
parah. Sedimentasi adalah pengen­dapan sektor pertanian.
material ke dalam waduk akibat kerusakan Penelitian ini dimaksudkan untuk
lingkungan dan erosi yang terjadi di daerah mengetahui dampak-dampak sedimentasi
aliran sungai. Permasalahan yang berkaitan yang terjadi di ben­dung­an Panglima Besar
dengan sedi­mentasi adalah pengangkutan Soedirman. Dampak yang muncul dapat
zat terutama phospor, logam berat, dan berupa dampak secara ekonomi yang
pestisida yang berdampak negatif pada meliputi sektor perikanan dan pertanian
kualitas air (Kimwaga. Et al 2007). Jumlah sekitar bendungan yang mengalami
sedimen dari hasil erosi di waduk akan penurunan pertum­buh­an output (lihat tabel
menghasilkan suatu bentukan (morfologi) 1). Dampak lingkungan jangka panjang yang
tubuh tanah yang mnciptakan bentuk muka diprediksikan yang mungkin terjadi adalah
waduk yang baru (Nursa’ban, 2007). Dengan terjadinya banjir di wilayah Purbalingga
demikian mengakibatkan pendangkalan dan Banyumas seperti yang terjadi sebelum
di daerah waduk. Hingga saat ini volume pembangun­an bendungan.
sedimentasi yang ada di dasar bendungan Sedimentasi yang terjadi di Bendungan
sudah mencapai setengah dari volume Pangli­ma Besar Sudirman termasuk kategori
bendungan, sehingga sangat berpengaruh mengalami sedimentasi yang cukup parah.
terhadap kinerja dan umur produktif waduk. Daya tampung air di Waduk mengalami
Sedimentasi berdampak pada penurunan yang cukup signifikan sehingga
pengopera­sio­nalan waduk menjadi tidak diperkirakan berdampak pada sektor perta­
optimal (Wahid, 2006). Diperkirakan jika nian dan perikanan sebagai sektor yang
sedimentasi secara besar-besaran terus banyak diusahakan masyarakat dan terkait
terjadi maka umur bendungan tinggal 10 langsung dengan bendungan. Berikut
tahun lagi. PT. Indonesia Power selaku disajikan tabel mengenai per­kem­bangan
pengelola bendung­an Panglima Besar laju sedimentasi Bendungan Panglima Besar
Soedirman telah mela­ku­kan berbagai upaya Soedirman.
untuk mengurangi tingkat sedimen­tasi Dari Penelitian ini diharapkan akan
yang ada di dasar bendungan. Salah satu diketahui dampak dari adanya sedimentasi
upaya yang dilakukan adalah melakukan Bendungan Pangli­ma Besar Soedirman,
pengurasan lum­pur secara berkala melalui antara lain: (a) Dari segi perikanan. Sektor
JEJAK Journal of Economics and Policy 5 (2) (2012): 117-229 119

Tabel 1. Laju Pertumbuhan Perikanan Perairan Umum Waduk


Tahun 2006 Tahun 2007
Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan
1 2 3 4 1 2 3 4
-7,4% 5,94% 3,81% -1,73% 5,61% 3,81% -1,73% -8,26%

Sumber: Dinas Pertanian Kab. Banjarnegara

Gambar 1. Perkembangan Laju Sedimentasi Waduk PB. Soedirman


Sumber: PT. Indonesia Power 2007

perikanan merupakan salah satu sector system karamba, sebab dengan adanya
ekonomi yang mengalami dampak paling sedimentasi membuat produktifitas ikan
besar dengan adanya sedimentasi yang menjadi menurun, output hasil panen tidak
terjadi di Bendung­an Panglima Besar opti­mal sehingga akan berdampak terhadap
Soedirman.sebab sedimentasi yang terjadi pendapatan petani ikan air tawar di kawasan
membuat kualitas air di Bendungan Bendungan Pang­lima Besar Soedirman.
menjadi menurun karena terlalu banyak (b) Dari Segi Pertanian. Adanya
mengandung lumpur dan pekat selain sedimentasi akan berpengaruh pada faktor
itu kawasan bendungan juga menjadi alam seperti topografi, kesuburan tanah dan
dangkal. Hal ini sangat merugikan bagi aktivitas manusia (Jun Du, 2011). Penduduk
usaha perikanan karamba, dimana model sekitar Bendungan banyak yang bermata
kegiatan perikanan ini menggunakan air penca­ha­rian sebagai petani, dengan
bendungan sebagai tempat pembesaran terjadinya sedimentasi di bendungan
ikan. Sedimentasi juga menye­bab­kan lokasi Panglima Besar Soedirman menyebab­kan
lahan untuk perikanan menjadi berku­rang penurunan debit air yang disalurkan oleh
karena terjadi pendangkalan bendungan. ben­dungan untuk sawah-sawah di kawasan
Sedimentasi yang terjadi secara sekitar bendungan. Karena pasokan air
tidak langsung maupun secara langsung untuk sawah-sawah berkurang atau sedikit
sedimentasi berdampak terhadap kondisi maka output dari hasil pro­duksi pertanian
sosial ekonomi masyarakat (Kuwandari. Et al menjadi tidak optimal karena tanam­
: 2012). Efek sedimetasi pada perekonomian an pangan kurang mendapatkan cukup
masyarakat sekitar Bendungan Panglima pasokan air. Hal ini juga akan berdampak
Besar Soedirman terjadi pada masyarakat terhadap pendapatan petani.pendapatan
yang umumnya bermata pencaharian petani akan mengalami penurun­an
sebagai peternak ikan air tawar dengan karena menurunnya hasil panen yang
120 Sucihatiningsih Dian W.P, dkk, Dampak Sedimentasi Bendungan Soedirman Terhadap Kehidupan
ekonomi masyarakat Wilayah di Kalimantan Barat
disebabkan oleh sedimentasi. Selain itu populasi adalah keseluruhan subjek
terjadi kerusakan ling­kungan baik itu lokasi penelitian. Populasi dalam pene­ litian ini
persawahan, perkebunan, hutan di sekitar adalah seluruh petani dan peternak ikan air
daerah aliran sungai. tawar di daerah sekitar Bendungan Panglima
Besar Soedirman. Dengan jumlah petani
Pengertian Sedimentasi yang tersebar di desa sekitar Bendungan
Sedimentasi adalah suatu proses Panglima Besar Soedirman dan peternak air
pengendapan material yang diangkut oleh tawar sebesar 67 peternak ikan air tawar.
media air, angin, es, atau gletser di suatu
cekungan. Delta yang terdapat di mulut- Sampel
mulut sungai adalah hasil dan proses Dalam pengambilan sampel maka
pengendapan material-material yang peneliti meng­gunakan sampel warga petani
diangkut oleh air sungai, sedangkan bukit sebanyak 10 orang dan warga peternak
pasir (sand dunes) yang terdapat di gurun ikan air tawar juga sebanyak 10 orang, hal
dan di tepi pantai adalah pengen­dapan dari ini mengingat homogenitas karakteristik
material-material yang diangkut oleh angin. sampel, dimana seluruh responden popu­
lasi peternak ikan adalah sama-sama
Teori Produksi mengu­sa­hakan pertanian karamba jaring
Produksi adalah perubahan dari dua apung, mengusa­ha­kan jenis ikan yang
atau lebih input (sumberdaya) menjadi sama dengan metoda berternak yang sama
satu atau lebih output (produk). Menurut pula. Sedangkan untuk petani seperti telah
Soekartawi (2003) Produksi merupakan diketahui bahwa seluruh petani adalah
hasil akhir dari proses aktivitas ekono­mi petani sawah irigasi dengan komoditas
dengan memanfaatkan beberapa masukan yang ditanam ada­lah padi. Pemilihan
atau input. Dari pengertian ini dipahami sampel masing-masing seba­nyak 10 orang
bahwa kegiat­an produksi adalah juga mengingat keterbatasan kemampuan
mengkombinasi berbagai input atau peneliti dilihat dari waktu, tenaga, dan
masukan untuk menghasilkan output. dana dan resiko yang harus ditanggung oleh
Menurut Boediono (2010) menyatakan peneliti serta mengingat luasnya wilayah
bahwa fungsi produksi adalah kaitan di pengamatan penelitian.
antara faktor-faktor produksi dan tingkat Penelitian ini mengunakan tiga
produksi yang diciptakan. Faktor-faktor metode pe­ngum­pulan data sebagai berikut
produksi dikenal dengan istilah input dan : (1) Observasi. Dalam pengumpulan data
hasil produksi sering dinamakan output. Peneliti mengunakan metode observasi.
Hubungan antara masukan dan keluaran Pada metode ini Peneliti me­ ngum­ pulkan
diformula­sikan dengan fungsi produksi data dengan melakukan pengamatan
berikut (Nicholson, 2002): secara langsung ke obyek penelitian. Dalam
Q = f (K,L,M.......) metode ini Peneliti mengumpulkan data
Dimana Q mewakili keluaran selama mengenai data sedimentasi, data perikanan,
periode terten­tu, K mewakili penggunaan data pertanian dan data mengenai tingkat
mesin (yaitu modal) sela­ma periode tertentu, kerusakan lingkungan. (2) Dokumentasi.
L mewakili jam masukan tenaga kerja, M Dalam pengumpulan data Peneliti
mewakili bahan mentah yang dipergu­ mengunakan metode dokumentasi. Pada
na­k an, dan notasi ini menunjukkan metode ini Peneliti mengambil data dari
kemungkinan variabel ­ v ariabel lain buku-buku dan dokumen tertulis lainya
mempengaruhi proses produksi. dari pihak-pihak yang terkait (PT. Indonesia
Power, Dinas Pertanian, dan Bapeda
METODE PENELITIAN Kabupaten Banjarnegara). (3) Wawancara.
Dalam pengumpulan data Peneliti juga
Populasi meng­gu­nakan metode wawancara. Pada
Menurut Arikunto (2002: 108) metode ini Peneliti melakukan Tanya jawab
JEJAK Journal of Economics and Policy 5 (2) (2012): 117-229 121

mengenai aspek yang diteliti dengan pihak- pene­ litian bahwa sedimentasi bendungan
pihak terkait. PBS terus meningkat.
Analisis data dalam penelitian ini Kemudian dari Tabel 2 ternyata
menggunakan metode analisis deskriptif diperoleh data bahwa terdapat penurunan
kualitatif dan kuantatif. Metode analisis produksi ikan air tawar karamba sebesar
data deskriptif kualitatif dilakukan dengan 21,37%. Lalu digambarkan dalam Gambar 2.
mengambarkan / mendeskripsikan sumber Sektor perikanan merupakan sektor
– sumber yang diperoleh dalam bentuk non yang sangat berdampak dan mengalami
angka (hasil wawancara, dokumen tertulis, kerugian besar akibat sedimentasi yang
dan lain-lain) dalam penelitian ini secara terjadi di Bendungan PBS. Dengan adanya
mendalam. sedimentasi yang sangat besar berdampak
Adapun metode analisis kuantitatif pada pembudidayaan ikan dan orang-
yaitu men­des­kripsikan hasil penelitian yang orang yang bergantung pada pembudiyaan
berupa angka disertai dengan penjelasan ikan untuk makan dan pendapatan yang
yang lebih mendalam. Metode analisis mengalami penurunan (Dugan, 2010).
deskriptif kuantitatif yang dilakukan Pendangkalan dasar bendungan yang
oleh tim peneliti dilakukan dengan disebabkan karena penum­ pukan material
melaksanakan penghitungan persentase. sedimen secara langsung maupu tidak
Dimana hasil penelitian diolah dengan langsung membuat penurunan kinerja
menggunakan rumus deskriptif per­sen­tase terutama dukungannya terhadap sektor
untuk mengetahui seberapa besar persen­ perikanan waduk yang dikelola oleh
tase perubahan output produksi perikanan masyarakat sekitar lokasi Bendungan PBS.
dan pertanian terhadap laju sedimentasi di Menurut responden penurunan produksi
bendungan PBS. ikan dikarenakan kondisi air menjadi
keruh yang disebab­kan oleh terjadinya
HASIL DAN PEMBAHASAN sedimentasi. Sedangkan ikan membutuhkan
air yang terjaga kejernihan dan kuali­tasnya.
Dalam proses observasi yang dilakukan Dengan kondisi air yang keruh dan pekat
oleh tim peneliti dari lapangan diperoleh oleh material sedimen (pasir, batu,lumpur
beberapa hasil dari penelitian. Sedimentasi ) membuat kondisi ikan menjadi tidak
yang terjadi di ben­dungan PBS ternyata sehat dan kurang prima. Jumlah lokasi
tergolong sangat parah, sebab volume daya karamba mengalami penurunan kare­
tampung bendungan sangat jauh berkurang na pendangkalan yang berimbas pada
dibandingkan ketika awal pembangu­nan­nya penurunan produksi (output).
dimana terjadi penurunan kapasitas waduk Dari penelitian yang dilakukan kepada
yang sangat kontinyu hingga pada tahun respon­den penurunan produksi perikanan
2007 terjadi penurunan kapasitas waduk di sekitar ben­ dungan mencapai rata-rata
mencapai 53,67 % dari kapasitas awal. 21,37%. Jadi berdasar­ kan penelitian ini
Dan rata-rata penurunan kapasitas waduk diperoleh hasil yaitu terjadi pening­katan laju
sebesar 2,82% per tahun. Sedimentasi di sedimentasi dari Bendungan PBS namun
Bendungan PBS disebabkan oleh volume hal tersebut diikuti dengan terjadinya penu­
sedimen yang dihasilkan oleh sungai serayu, runan pro­duksi ikan air tawar oleh peternak
merawu dan lumajang yang juga terus ikan di Bendung­an PBS. Maka sedimentasi
meningkat, dimana rata-rata peningkatan Bendungan PBS berdampak negative
volume sedimen sebesar 4.219.302 m3. terhadap sektor perikanan air tawar oleh
Penumpukan material sedimen yang petani di sekitar Bendungan PBS.
sangat banyak terjadi sangat berdampak Namun terdapat hasil yang
terhadap konti­nui­tas kinerja Bendungan berkebalikan ketika dampak sedimentasi
Panglima Besar Soedirman terkait dengan dikaitkan dengan sektor perta­nian. Sektor
fungsi-fungsi utama yang dimilikinya. Dari pertanian tidak mengalami penurunan
pernyataan diatas maka diperoleh hasil output produksi. Dari hasil wawancara
122 Sucihatiningsih Dian W.P, dkk, Dampak Sedimentasi Bendungan Soedirman Terhadap Kehidupan
ekonomi masyarakat Wilayah di Kalimantan Barat
Tabel 2. Penurunan produksi ikan air tawar peternak ikan di Bendungan PBS
Produksi ikan sebelum Produksi ikan setelah Persentase penurunan
Kode Respoden
sedimentasi (kg) sedimentasi (kg) produksi
01 500 kg 440 kg 12%
02 500 kg 440 kg 12%
03 500 kg 440 kg 12%
04 250 kg 200 kg 20%
05 250 kg 200 kg 20%
06 300 kg 200 kg 33,30%
07 400 kg 300 kg 25%
08 300 kg 250 kg 16,66%
09 130 kg 110 kg 15,38%
010 660 kg 400 kg 39,39%
Rata-rata 379 kg 298 kg
Total 3790 kg 2980 kg 21,37%

Sumber: Data Primer yang diolah, 2008

4000
3500
3000
2500
2000
1500
1000
500
0
Sebelum sedimentasi(kg) Setelah sedimentasi (kg)

Gambar 2. Penurunan Produksi ikan di Bendungan PBS


Sumber: Data Primer yang diolah, 2008

dengan res­pon­den ternyata output produksi sumber air dalam sistem pengairan untuk
cenderung meng­alami peningkatan. Hal ini irigasi tidak diperoleh dari Waduk mrica
tentu saja tidak berdam­pak negatif terhadap melainkan irigasi dari sungai yang mengalir
sedimentasi yang terjadi di Bendungan PBS. sebelum menuju waduk mrica. Sedangkan
Dari hasil penelitian ternyata terjadi rata- peningkatan output lebih dikarenakan
rata peningkatan output produksi perta­nian karena berku­rangnya hama tanaman padi.
sebesar 15,75%. Hal ini berarti bahwa tidak Kemudian dari Tabel 3 dapat
ada dampak negatif dari adanya sedimentasi digambarkan laju kenaikan produksi padi
bendungan PBS terhadap sektor pertanian petani di daerah sekitar Bendungan PBS
padi di sekitar waduk. Dimana kenaikan seperti tersaji pada Gambar 3
laju sedimentasi juga diikuti dengan Sedimentasi sebenarnya merupakan
kenaikan output hasil panen padi. Menurut salah satu hal yang memang sangat alamiah
petani sedimentasi di Bendungan PBS tidak dan wajar, karena apabila dilihat lebih
berdam­pak terhadap sektor pertanian sebab lanjut partikel-partikel padat yang berada
JEJAK Journal of Economics and Policy 5 (2) (2012): 117-229 123

di darat akan larut dengan aliran air. Kemu­ berkurang drastis yang selain mengurangi
dian akan terbawa oleh aliran air menuju fungsinya juga membuat umur waduk juga
lokasi terten­tu.dan akan berubah menjadi berkurang apabila tidak segera diatasi. Erosi
endapan-endapan material padat di dasar yang terjadi di kawasan hulu sungai serayu,
lokasi hilir aliran air. Namun hal itu menjadi merawu dan ,lumajang menjadi penyebab
sangat bermasalah seperti yang terjadi di utama dari sedimentasi parah di Bendungan
Bendungan PBS ketika sedimentasi yang PBS. Selain itu kawasan DAS (daerah aliran
terjadi sangat mengurangi kinerja umum sungai) juga menjadi penyumbang terbesar
bendungan bahkan hingga mengurangi dari sedimentasi. Kerusakan lingkungan
volume kapasitas maksimal debit air. yang terjadi di hulu sungai dan daerah aliran
Bendungan PBS meng­alami sedimentasi sungai seperti rusaknya hutan, ditebangnya
yang sangat parah. Volume waduk pohon-pohon peno­pang tanah membuat

Tabel 3. Perubahan output pertanian padi petani di sekitar kawasan Bendungan PBS
Hasil panen sebelum Hasil panen setelah Persentase Kenaikan /
Kode Responden
sedimentasi (kg) sedimentasi (kg) penurunan panen
01 3000 kg 3500 kg 16,67%
02 800 kg 850 kg 6,25%
03 3400 kg 4000 kg 15,00%
04 2700 kg 3100 kg 14,81%
05 1300 kg 1600 kg 23,07%
06 1500 kg 1800 kg 20,00%
07 700 kg 900 kg 28,57%
08 800 kg 850 kg 6,25%
09 1000 kg 1200 kg 20,00%
010 1300 kg 1300 kg 0%
Rata-rata 1650 kg 1910 kg
Total produksi 16500 kg 19100 kg 15,75%

Sumber: Data Primer yang diolah, 2008

Gambar 3. Kenaikan output pertanian padi di Bendungan PBS


Sumber: Data Primer yang diolah, 2008
124 Sucihatiningsih Dian W.P, dkk, Dampak Sedimentasi Bendungan Soedirman Terhadap Kehidupan
ekonomi masyarakat Wilayah di Kalimantan Barat
struktur tanah menjadi tidak kuat dan labil. membuat penyakit mudah menyerang
Sehingga ketika terjadi hujan atau pengikisan ikan-ikan. Dengan kondisi air yang tidak
maka tanah akan rawan kisis dan terge­rus sehat membuat nafsu makan ikan-ikan
yang menyebabkan erosi. Dengan adanya menjadi menurun sehingga akan berdam­
pengikisan lapisan tanah ini membuat pak pada perkembangan ikan yang tidak
material tanah menjadi terbawa oleh aliran bisa opti­mal, ikan sangat rentan penyakit
air menuju ke hilir sungai. Bendungan PBS dan mudah mati. Mengingat sistem
yang sumber airnya dito­pang oleh aliran air pembudidayaan ikan air tawar oleh peternak
dari sungai-sungai diatas secara otomatis ikan di kawasan bendungan PBS dilakukan
menjadi tempat penimbunan sedimen yang dengan sistem karamba jarring apung. Hal
dibawa oleh aliran air sungai tersebut. Dan itu semua akan berdampak langsung pada
sedimen­tasi yang terjadi ternyata tidak penurunan output produksi ikan-ikan
hanya berdampak dari aspek lingkungan yang tentunya akan berkorelasi dengan
saja namun juga dari aspek ekonomi juga. pendapatan peternak ikan air tawar di ka­
Seperti sektor pertanian dan peri­kanan yang was­an Bendungan PBS.
dikaji dari segi output produksinya. Dalam jangka panjang dan tidak
Sektor perikanan merupakan sektor langsung sektor perikanan akan semakin
potensial yang dapat diusahakan dari potensi terpukul dengan parahnya sedimentasi,
yang dimiliki Bendungan PBS. Luas waduk sebab sedimentasi akan menyebabkan
mrica yang sangat besar dan lokasi yang pendangkalan pada area waduk. Hal ini
mendukung membuat sektor ini memiliki tentu saja selain berdampak pada penurunan
potensi yang besar untuk berkembang. kualitas air juga akan sangat berdampak
Namun dengan terjadinya sedimentasi yang pada menu­runnya luas karamba peternak
terjadi di Bendungan PBS membuat sektor ikan. sebab sistem karamba jarring apung
perikanan meng­ alami keterpurukan dan mengharuskan kedalaman air tertentu
tidak mampu mengangkat pendapatan dan dalam operasionalnya. Dengan adanya
kesejahteraan peternak ikan di kawasan pen­dangkalan akibat sedimentasi maka
bendungan PBS. Karena berdasarkan lokasi karamba yang memenuhi syarat akan
hasil penelitian ternyata didapat hasil berkurang. Bahkan akan merusak lokasi
bahwa sedimentasi di bendungan PBS yang sudah ada. Sehingga mau tidak mau
berdampak negative terhadap output karamba yang terkena laju pendangkalan
produksi sektor perikanan umum waduk harus direlokasi atau tidak difungsikan
di kawasan Bendungan PBS. Hal ini berarti kembali. Dengan menurunnya luas
secara ekonomi ditinjau dari aspek output karamba sebagai salah satu faktor produksi
perikanan sedi­ mentasi sangat merugikan terpenting tentu saja akan menyebabkan
sektor perikanan. Hal ini dibenarkan oleh penurunan produksi ikan air tawar.
peternak ikan air tawar karamba yang Bidang pertanian juga merupakan
menjadi responden. Sedimentasi dirasakan sektor eko­nomi yang potensial di sekitar
sangat merugikan usaha mereka baik lokasi Bendungan PBS. BPS Kabupaten
secara lang­ sung maupun tidak langsung, Banjarnegara (2007). Perta­nian merupakan
jangka pendek mau­ pun jangka panjang. mata pencaharian utama oleh sebagian
Secara langsung dan jangka pendek bahwa penduduk di kawasan sekitar Bendungan
sedimentasi yang terjadi mem­buat output PBS. Karena merupakan mata pencaharian
hasil produksi perikanan mereka tiap kali utama maka pertanian juga mendapatkan
panen mengalami penurunan. Hal ini kajian khusus dalam penelitian ini. Namun
dikarenakan kualitas air di waduk mrica berdasarkan hasil pene­litian ternyata sektor
mengalami penurunan kuali­tas yang sangat pertanian tidak mengalami dampak negatif
buruk, kondisi air menjadi sangat keruh, terhadap sedimentasi di Bendungan PBS.
pekat, tidak bening, banyak mengan­dung Sedimentasi yang terus terjadi ternyata juga
material yang merugikan bagi ikan seperti diimbangi dengan meningkatnya output
lumpur, dan juga kondisi air yang keruh produksi hasil pertanian padi oleh petani
JEJAK Journal of Economics and Policy 5 (2) (2012): 117-229 125

di kawasan sekitar bendungan PBS. Dengan bendungan rata-rata mengalami penurunan


peningkatan output ini tentunya sangat sebesar 21,37% akibat adanya sedimentasi.
positif bagi petani. Hal ini berarti terdapat dampak negatif
Peningkatan output pada sektor antara sedimentasi bendungan PBS terhadap
pertanian ini ternyata tidak ada output produksi perikanan karamba
hubungannya sama sekali dengan bendungan. Dimana laju sedimentasi
sedimentasi yang terjadi di Bendungan PBS. yang terus meningkat dan menyebabkan
Sebab sistem pengairan yang diusahakan output peternak ikan karamba peternak
oleh petani adalah sistem pengairan irigasi ikan di sekitar bendungan PBS mengalami
dimana sumber air yang digunakan untuk penurunan. Hal ini dikarenakan sedimentasi
mengairi sawah-sawah tidak diperoleh dari menyebabkan kualitas air menjadi menu­
waduk mrica melainkan dari sungai serayu, run, kondisi air keruh dan luas area karamba
merawu dan lumajang. Dengan kata lain berkurang karena terjadi pendangkalan.
sebelum aliran air menuju ke waduk mrica Namun terjadi hubungan yang positif dari
Ben­dungan PBS, aliran air sungai akan sedimentasi dengan output pertanian petani
disalurkan ke sawah-sawah melalui saluran di kawasan sekitar Bendungan PBS.dimana
air irigasi dan diguna­kan untuk keperluan sedimentasi yang menga­lami peningkatan
irigasi. Area persawahan memang berlokasi tetapi dibarengi dengan peningkat­an pada
lebih tinggi daripada lokasi ben­dungan PBS. output sektor pertanian, sedimentasi
Hal inilah yang menyebabkan sedimentasi ternyata tidak berdampak negatif terhadap
pada bendungan PBS tidak berdampak sektor pertanian, karena output pertanian
negatif terhadap sektor pertanian di sekitar padi justru mengalami peningkatan
Ben­dung­an PBS. Peningkatan output pada yang mencapai rata-rata 15,75%. Hal ini
sektor pertanian lebih disebabkan karena dikarenakan ternyata sumber air untuk
berkurangnya hama tanam­an padi yang irigasi yang didapat sawah-sawah diambil
semula sering menyerang areal perta­nian dari aliran langsung sungai merawu, serayu,
seperti tikus, ulat dan, wereng. Petani dapat dan lumajang sebelum menuju bendungan
merasakan tiga kali masa tanam dan tiga kali PBS. Ataupun seandainya jika aliran irigasi
masa panen dan tidak pernah mengalami air diperoleh dari Bendungan PBS tetapi
kekurangan air. debit air untuk pertanian sudah terpenuhi
walaupun terjadi sedimentasi.
SIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
Pembangunan Panglima Besar
Arikunto, Suharsimi. (2002). Prosedur Penelitian:
Soedirman memiliki banyak fungsi dan
Sua­tu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka
kegunaan antara lain untuk mencegah Cipta.
banjir, menunjang sektor perikanan, Badan Pusat Statistik. (2007). Banjarnegara dalam
pertanian, pariwisata, pembangkit tenaga Angka. Banjarnegara: BPS Kabupaten Banjar­
listrik dan lain sebagainya. Namun dalam negara
Badan Pusat Statistik. (2008). Banjarnegara dalam
perjalanannya sejak dibangun tahun 1988 Angka. Banjarnegara: BPS Kabupaten Banjar­
Bendungan PBS mengalami sedimentasi negara
yang sangat parah dimana dengan laju Boediono. (2010). Ekonomi Mikro. Yogyakarta: BPFE
sedimentasi yang tinggi tentunya sangat Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Banjar­
negara. (2008). Luas Panen dan Produksi
mengurangi kinerjanya. Terutama untuk
Tanaman Pangan Tahun 2004-2007. Banjarne­
sektor perikanandan pertanian. Mengingat gara: Disparta Banjarnegara.
kedua sektor ini sangat bergantung dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Banjar­
debit dan kondisi air di bendungan. negara. (2008). Produksi Perikanan Air Tawar
Sektor perikanan ternyata sangat 2007. Banjarnegara: Disparta Banjarnegara.
Jun, Du. et al.(2011). Impacts of socio-economic fac-
berdampak negatif dengan terjadinya tors on sediment yield in the Upper Yangtze
sedimentasi di bendungan PBS. Output River. Journal of Geograpical Sciences, 21 (2).
produksi dari peternak ikan karamba di area 359-371
126 Sucihatiningsih Dian W.P, dkk, Dampak Sedimentasi Bendungan Soedirman Terhadap Kehidupan
ekonomi masyarakat Wilayah di Kalimantan Barat
Kuwandari, Septian Agusning. et al. (2012). Mobilitas Basin. Journal of Human Environment. Vol 39
sosial nelayan pasca sedimentasi daerah aliran (4)
sungai (DAS). Jurnal Sosiologi Pedesaan, 6 (3). Soekartawi. (2003). Teori Ekonomi Produksi Dengan
Indonesia Power. (2008). Profil Bendungan Panglima Pokok Bahasan Analisis Fungsi Cobb-Douglas
Besar Soedirman. Banjarnegara: PT. Indonesia (Theory of Production Economics with Spe-
Power Unit Pembangkit Waduk Mric. cial Discussion on Cobb-Douglas Production
Kimwaga, R.J. et al (2007). Modelling the impact of Function). Jakarta: Raja Grafindo Persada.
land use changes on sediment loading into Susilowati, Indah., & Himawan Arif Sutanto (2005).
lake victoria using swat model: a case of simiyu Analisis Efisiensi Alat Tangkap Ikan Gillnet di
catchment tanzania. The Open Enveronmen- Kabupaten Pemalang tahun 2005. Semarang:
tal Engineering Journal, 5 (1). 66-76. Tesis UNDIP.
Nicholson, W. (2002), Mikro Ekonomi Interme­diate. Syahyuti. (2003). Pembangunan pertanian indonesia
Jakarta: Erlangga. dalam pengaruh kapitalisme dunia: analisis
Nursa’ban, Muhammad. (2007). Evaluasi sediment eko­no­mi politik perberasan. Jakarta: Pusat
yield di daerah aliran sungai cisanggarung peneli­ti­an dan pembangunan sosial ekonomi
bagian hulu dalam memperkirakan sisa umur pertanian.
waduk darma. Jurnal Penelitian Sintek, 13(1). Wahid, A. (2006). Analisis karakteristik sedimen­tasi
47-64. di waduk PLTA Bakaru. Jurnal Hutan Dan Ma-
Dugan, J.Patrick . et al. (2010). Fish Migration, Dams, syarakat, 2(2). 229-236.
and Loss of Ecosystem Services in the Mekong