Anda di halaman 1dari 5

Tugas Metodologi Penelitian Kuantitatif

Kritik Jurnal
Comparative Evidence on the Value Relevance of IFRS-based
Accounting Information in Germany and the UK
Penulis: Ashraf E. Elbakry, Jacinta C. Nwachukwu,
Hussein A. Abdou & Tamer Elshandidy

KELOMPOK VII :

Rosida Ibrahim (186020300111018)


Nur Alfiyah (186020300111021)
Muhammad Ichsan (186020300111033)
1. RINGKASAN JURNAL YANG DIKRITIK
Artikel dengan judul “Comparative Evidence on the Value Relevance of IFRS-based Accounting
Information in Germany and the UK”, diambil dari Journal of International Accounting, Auditing and
Taxation Volume 28, 2017, halaman 10-30, merupakan studi yang dilakukan oleh Ashraf E. Elbakry,
Jacinta C. Nwachukwu, Hussein A. Abdou & Tamer Elshandidy. Artikel ini sendiri telah tersedia online
di ScienceDirect sejak 7 Desember 2016.

Jurnal ini membandingkan nilai relevansi akuntansi di Negara Jerman dan Inggris (UK)
dengan perbandingan 3 model penilaian ekuitas linier. Pertama, Pada jurnal ini menggunakan
Basic Ohlson Model yang dimana model ini digunakan sebagai dasar dalam pengalian harga
saham terhadap dua variabel, yaitu nilai buku per saham dan laba per saham. Kedua,
memodifikasi ekspresi sederhana dengan memasukkan ke dalam variabel akuntansi, termasuk
leverage dan deviden yang dimana berfungsi untuk mengetahui pengaruh dari informasi
akuntansi pada harga saham. Ketiga, pengembangan model penilaian ekuitas dengan
menambahkan sekelompok faktor-faktor akuntansi dan makro ekonomi untuk regresi basic
Oshlon.

Dalam penelitian di jurnal ini menggunakan populasi penelitian semua perusahaan yang
terdaftar di pasar saham di Inggris dan Jerman yang di ambil pada Datasream Database. Tujuan
dalam jurnal ini ialah untuk membandingkan nilai relevansi dan nilai buku dari ekuitas pemilik
dan laba di Inggris dan Jerman sebelum dan setelah mengadopsi standar akuntansi IFRS di Uni
Eropa. Jurnal ini mengolah enam tahun data terdiri dari tiga tahun sebelum adopsi IFRS (hingga
2014) dan tiga tahun setelah adopsi IFRS (hingga 2017) dengan kriteria pemilihan berdasarkan
perusahaan yang beralih dari GAAP lokal ke IFRS di tahun 2015.

Berdasar pada kajian literatur dan perumusan pertanyaan penelitian, para penulis
mengembangkan empat hipotesis. Pertama, relevansi nilai informasi akuntansi berbasis GAAP
Inggris lebih tinggi dari basis GAAP Jerman. Kedua, relevansi nilai informasi akuntansi
berbasis IFRS di Inggris lebih tinggi dari di Jerman. Ketiga, relevansi nilai informasi akuntansi
berbasis IFRS lebih tinggi dari informasi berbasis GAAP lokal Inggris. Keempat, relevansi
nilai informasi akuntansi berbasis IFRS lebih tinggi dari yang menggunakan GAAP lokal
Jerman.

Dari penelitian ini, dengan menggunakan tiga versi yang berbeda dari model penilaian
ekuitas linier, hasil yang diperoleh berupa :

1. Model Ohlson Basic


Hasilnya mengindikasikan karena nilai relevan dari nilai buku ekuitas telah mengalami
penurunan maka telah berubah dengan adanya kenaikan keunggulan pendapatan di
Inggris dan di Jerman setelah meneapkan IFRS. Pada model ini menggunakan dasar
penurunan harga saham atau harga pasar saham pada dua variabel keuangan utama
yakni nilai buku per-saham (BPVS) dan Laba Per-Saham (EPS) serta variabel penjelas
utamanya berupa bunga.
2. Model Modifikasi
Memodifikasi variabel akuntansi, termasuk leverage (LEV) dan dividen payout (DIVP)
guna meneliti pengaruh informasi akuntansi keuangan pada harga saham. Maka dapat
mengetahui sumber perubahan kekauatan dari model Ohlson. Hasil pada penelitian ini
menunjukkan nilai tambah relevan dari pendapatan dan nilai buku akan jauh lebih
tinggi dalam jangka panjang untuk perusahaan di Jerman dan di Inggris.
3. Mengembangkan model penilaian ekuitas dengan cara menambahkan sekelompok
variabel-variabel akuntansi dan makro ekonomi.
Model ini menunjukkan indikasi kenaikan signifikan pada kekuatan prediksi relative
nilai buku ekuitas di Inggris dibandingkan dengan dampak yang lebih nyata pada nilai
relevan penghasilan di Jerman.

Selain hasil-hasil di atas, penelitian ini juga mengungkap empat implikasi penting
akibat transisi GAAP lokal ke IFRS bagi investor ekuitas dan regulatornya pada kondisi
ekonomi di Inggris dibandingkan yang berlaku di Jerman. Pertama, biaya yang keluar dari
peralihan standar lokal ke IFRS benar-benar berlawanan (lebih kecil) pada tiga tahun setelah
peralihan, dapat dilihat dari manfaat lebih besar dari pelaporan yang lebih berkualitas dan lebih
tepat waktu. Kedua, volatilitas laporan laba dan laporan posisi keuangan berbasis IFRS akan
hilang dalam jangka panjang. Ketiga, informasi akuntansi saja tidak cukup berguna untuk
mengevaluasi dampak penerapan IFRS terhadap nilai buku per saham dan laba. Dan keempat,
kualitas informasi akuntansi yang terpublikasi masih tetap lebih tinggi di negara-negara Inggris
baik dalam jangka pendek maupun panjang.

2. KRITIK ATAS JURNAL


Artikel dengan judul “Comparative Evidence on the Value Relevance of IFRS-based Accounting
Information in Germany and the UK” dapat dikatakan masuk dalam kategori sebuah penelitian
yang baik sebab memiliki struktur yang khusus dengan langkah-langkah yang didefinisikan
dengan baik dan telah oleh tata cara tertentu. Dalam artikel ini kriteria tersebut dapat ditemui
pada hal-hal berikut: pertanyaan masalah, tinjauan pustaka, definisi konseptual, hipotesis,
desain riset dan pengumpulan data, sampel dan populasi, instrumen penelitian, analisis data,
karakteristik data, hasil penelitian, kesimpulan. Selain itu, hubungan pertanyaan penelitian dan
data yang diambil pun cukup relevan.

Namun, pada artikel ini juga terdapat beberapa kekurangan dari penelitian ini. Pertama,
lingkup penelitian yang hanya terfokus pada perusahaan di Inggris dan Jerman saja. Di
kawasan Uni Eropa yang negara-negaranya bersifat heterogen penelitian ini membutuhkan
pengamatan yang lebih lanjut untuk melihat keberlakuannya di kawasan tersebut. Kedua,
terkait masalah penelitian yang bertujuan mengungkap bukti komparatif, kami berpendapat
artikel ini perlu penjelasan deskriptifnya dalam penyajian mengenai uji statistik dalam bentuk
yang lebih mudah di baca. Kemudahan ini diharapkan dapat menambah ketertarikan pembaca
dengan latar belakang berbeda.

Secara umum, pembaca atau peneliti lain dapat memperoleh manfaat dan informasi dari
hasil artikel ini karena: (1) peneliti menulis artikel dengan cukup sistematis dan logis sehingga
alur jalannya penelitian ini dapat dimengerti oleh pembaca. (2) karena menggunakan uji
validitas dan reliabilitas, penelitian ini menggunakan instrumen yang dapat diandalkan dan
dapat dilakukan penelitian ulang (dengan asumsi syarat dan kondisi sama). Selain itu dari latar
belakan para penulis yang sebagian besar adalah peneliti senior, hasil penelitian ini dapat
dipertanggungjawabkan.