Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

STRUKTUR KONTRUKSI BANGUNAN III

“Core Atau Inti Bangunan”

Dosen Pengampu Mata Kuliah : Ir. Syahrozi, MT

Disusun
Oleh :

Jeni Frans Loi


DBB 117 060

JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PALANGKARAYA
TAHUN 2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat karunia-Nya makalah ini
dapat terselesaikan, dan saya susun sebagai tugas mata kuliah Mekanika Teknik dengan Judul
“CORE atau INTI BANGUNAN”, Tidak lupa juga saya mengucapkan banyak terimakasih
kepada Bapak Ir. Syahrozi, MT selaku Dosen pengampu mata kuliah struktur kontruksi
bangunan III yang telah membimbing, membina dan mengarahkan kami sehingga makalah
ini terselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Dan harapan kami semoga makalah ini dapat
bermanfaat menambah pengetahuan dan wawasan bagi setiap pembaca.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih


banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan
kritik yang membangun dari setiap pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Palangka Raya, 18 Desember 2018

Penulis,

( Jeni Frans Loi )


DAFTAR ISI

Kata Pengantar .................................................................................................................ii

Daftar Isi ..........................................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................1

A. Latar Belakang .....................................................................................................1


B. Rumusan Masalah ................................................................................................1
C. Tujuan ..................................................................................................................1

BAB II ISI ........................................................................................................................2

A. Pengertian CORE .................................................................................................2


B. Macam-Macam CORE.........................................................................................2
C. Letak CORE ........................................................................................................8
D. Penunjang Bangunan Dalam Core........................................................................9
E. Standar Luasan Bangunan Core Dalam Bangunan ..............................................9

BAB III PENUTUP .........................................................................................................16

A. Kesimpulan ..........................................................................................................16
B. Saran ....................................................................................................................16

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................17


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Core atau inti bangunan menurut Schueller ( 1989)adalah suatu tempat untuk meletakan
trasportasi vertikal dan distrubusikan energi ( seperti lift, tangga, wc dan shaft mekanis ).
Core adalah tempat untuk memuat sistem-sistem transportasi mekanis dan vertikal serta
menambah kekakuan bangunan. Suatu bentuk dan ukuran inti bangunan tidak ada batasannya
tetapi inti bangunan (core ) mempunyai beberapa cirri khas yaitu : (Schueller, 1989)Menurut
Juwana (2005), letak inti bangunan tinggi yang berbentuk menara( tower) berbeda dengan
bangunan yang berbentuk memanjang (slab) .

Dalam suatu bangunan tentunya memelurkan penunjang terutama Utilitas. Utilitas


bangunan adalah suatu kelengkapan fasilitas bangunan yang digunakan
untuk menunjang tercapainya unsur kenyamanan, kesehatan, keselamatan,
memudahan komunikasi dan mobilitas dalam bangunan. perancangan bangunan harus selalu
memperhatikan dan menyertakan fasilitas utilitas yang dikoordinasikandenga perancangan
yang lain, seperti perancangan arsitektur, struktur,interior dan lainnya.Perancangan utilitas di
dalam inti bangunan (core)

Untuk optimasi dan efesiensi pengunaan ruangan, kebutuhan sirkulasi vertical


dan jaringan utilitas biasanya dipusatkan dan selanjutnya didistribusikan pada arah horizontal
ke masing;masing zona atau
ruangan tata letak inti pada bangunan tinggi yang berbentuk menara (tower) berbeda dengan
bangunan yang berbentuk memanjang (slab) efesiensi bentang inti bangunan sampai
8m (jarak jendela untuk sinar matahari) terbuat dari bahan structural dan non structural luasan
inti bangunan

B. Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan CORE, Macam-Macam CORE, Letak CORE, ?

Apa yang dimaksud dengan Penunjang Bangunan Dalam Core ?

Berapa Standar Luasan Bangunan Core Dalam Bangunan ?

C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini yaitu:
Mampu memahami dan mengetahui rumusan masalah diatas.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN CORE
Core atau inti bangunan menurut Schueller ( 1989)adalah suatu tempat untuk
meletakan trasportasi vertikal dan distrubusikan energi ( seperti lift, tangga, wc dan
shaft mekanis ). Core adalah tempat untuk memuat sistem-sistem transportasi
mekanis dan vertikal serta menambah kekakuan bangunan.

Jadi kesimpulannya bahwa inti bangunnan (core) suatu tempat unutk meletakan
sistem trasportasi vertikal dan mekanis dengan bentuk yang di sesuaikan dengan
fungsi bangunan serta unutk menambah kekuatan bangunan diperlukan sistem
struktur dinding geser sebagai penyalur gaya lateral ( seperti tiupan angina tau gempa
bumi) pada inti.

B. MACAM-MACAM BENTUK CORE

Suatu bentuk dan ukuran inti bangunan tidak ada batasannya tetapi inti bangunan (core )
mempunyai beberapa cirri khas yaitu : (Schueller, 1989)

Macam-Macam Bentuk Core

Macam-Macam core berdasarkan bentuk inti :

Inti terbuka (N)

Inti tertutup (B)

Inti tunggal dengan kombinasi linier (A)


Macam-Macam core berdasarkan jumlah Inti :

Inti Tunggal

Inti Jamak

Macam-Macam core berdasarkan letak Inti :

Inti di dalam ( C )

Inti di sekeliling ( J )

Inti di luar ( M )

Macam-Macam core berdasarkan susunan inti

Inti simetris ( F )

Inti asismetris ( J )

Macam-Macam core berdasar Geometri sebagai penentu bentuk

Langsung ( K )

Tidak langsung ( P )
C. LETAK CORE

Menurut Juwana (2005), letak inti bangunan tinggi yang berbentuk menara( tower)
berbeda dengan bangunan yang berbentuk memanjang (slab) yaitu :

1.Inti pada bangunan bentuk burung sangkar

Bentuk burung sangkar banyak di gunakan untuk bangunan perkantoran dengan koridor
mengelilngi inti bangunan. Contoh : Gedung Blok ‘G’ DKI Gedung Indosat, Wisma Bumi
Putera di Jakarta dan One Park Plazza di Los Angleles Amerika Serikat

2. Inti pada bangunan bentuk segitiga

Contoh dari inti bangunan dengan bentuk segitiga adalah hotel mandarin di Jakarta, Gedung
US Steel di Pittsburg Amerika Serikat, Riverside Development di Brisbane Australia dan
Central Plazza di Hongkog.
Inti pada bangunan bentuk lingkaran

Menara berbentuk lingkaran biasanya digunakan pada fungsi hunian (Apartemen dan hotel)
dengan koridor berada di sekeliling inti bangunana sebagai akses ke unit-unit hunian. Contoh
dari inti bangunan dengan bentuk lingkaran adalah Shin- Yokohama Hotel di Jepang,Marina
City di Chicago Amerika Serikat dan Gedung Tabungan haji di Kuala Lumpur Malaysia.

4. Inti pada bangunan dengan bentuk memanjang

Bangunan dengan bentuk memanjang biasanya digunakan untuk fungsi hotel, apartement
atau perkantoran. Seperti Gedung Central plaza di Jakarta, Gedung Inland Steel di Chicago
Amerika Serikat merupakan bangunan memanjang dengan inti di luar bangunan.

Adapula inti bangunan yang terletak di sisi bangunan contohnya adalah Hotel Atlet Century,
Hotel Horizon dan Wisma Metropolitan di Jakarta.

Sedangkan untuk inti bangunan yang berada di bangian tengah bangunan biasanya di
gunakan untuk fungsi perkantoran. Contohnya adalah Wisma Indocement di Jakarta,
Connaught Center (Jardine House) di Hongkong, Rockefeller Center dan Chase Manhattan
Bank di New York Amerika Serikat.
Selain itu, Inti yang terletak di tengah bangunan memanjang memiliki banyak pola.
Contohnya adalah Kantor Depdiknas (Departement Pendidikan Nasional ) di Jakarta dan
Gedung Phoenix- Rheinrohr di Dusseldorf Jerman.

5. Inti pada bangunan dengan bentuk silang

Bangunan dengan bentuk ‘silang’ dan ‘Y’,’T’,’H’, atau ‘V’, merupakan variasi dari
bangunan bentuk memanjang. Bentuk seperti ini dimaksudkan untuk mendapatkan luas lantai
tipikal yang cukup luas tetapi bangunan tetap dapat memanfaatkan pencahayaan alamiah.

Bangunan dengan bentuk ini banyak digunakan untuk fungsi hotel, apartement dan
perkantoran . Salah satu contohnya adalah Gedung Patra Jasa di Jakarta.

6. Inti pada bangunan bentuk Y

Contoh dari inti bangunandengan bentuk Y adalah Gedung Unilever di Hamburg jerman,
Gedung Unesco di Paris dan Hotel Duta Merlin di Jakarta.
7. Inti pada bangunan dengan bentuk acak.

Bangunan dengan inti bangunan yang terletak di luar titik berat massa bangunan dan
ditempatkan secara acak kurang menguntungkan bagi perencanaan bangunan tahan gempa.
Contoh bangunan yang menggunakan bentuk inti tersebut adalah Gedung MBF Tower di
Penang Malaysia dan Conrad Internasional Centennial di Singapura.

D. PENUNJANG BANGUNAN YANG TERDAPAT DALAM CORE

Dalam suatu bangunan tentunya memelurkan penunjang terutama Utilitas. Utilitas


bangunan adalah suatu kelengkapan fasilitas bangunan yang digunakan
untuk menunjang tercapainya unsur kenyamanan, kesehatan, keselamatan,
memudahan komunikasi dan mobilitas dalam bangunan. perancangan bangunan harus selalu
memperhatikan dan menyertakan fasilitas utilitas yang dikoordinasikandenga perancangan
yang lain, seperti perancangan arsitektur, struktur,interior dan lainnya.Perancangan utilitas di
dalam inti bangunan (core) terdiri dari :

1.Perancangan Lif.

2. Perancangan tangga darurat.

3. Perancangan Sistem Plambing

4. Perancangan pengolah udara.

5. Perancangan instalasi listrik.

6. Perancangan telepon.

7. Perancangan dan sekuriti sistem.

8. Perancangan tata suara.

9. Perancangan pembuangan sampah.


E. STANDAR LUASAN CORE DALAM BANGUNAN

Untuk optimasi dan efesiensi pengunaan ruangan, kebutuhan sirkulasi vertical


dan jaringan utilitas biasanya dipusatkan dan selanjutnya didistribusikan pada arah horizontal
ke masing;masing zona atau
ruangan tata letak inti pada bangunan tinggi yang berbentuk menara (tower) berbeda dengan
bangunan yang berbentuk memanjang (slab) efesiensi bentang inti bangunan sampai
8m (jarak jendela untuk sinar matahari) terbuat dari bahan structural dan non structural luasan
inti bangunan:

• Apartement15%

•Kantor 20%

• hotel 25 %

•RS 30 %

Isi inti bangunan/core

•Lift

• Tangga darurat

•Kamar mandi

•AHU (Air Handling Unit)

•ME

•Shaft (sampah, laundri, ducting, kebakaran, udara tekan, ventilasi telefon,dll)

•Pantri

•Gudang
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Inti bangunnan (core) suatu tempat unutk meletakan sistem trasportasi vertikal dan
mekanis dengan bentuk yang di sesuaikan dengan fungsi bangunan serta unutk menambah
kekuatan bangunan diperlukan sistem struktur dinding geser sebagai penyalur gaya lateral
( seperti tiupan angin atau gempa bumi) pada inti dan merupakan tempat peletakan
penunjang bangunan.

A. SARAN
Melalaui makalah ini diharapkan pengetahuan mahasiswa/I dalam Pengenalan Core/Inti
Bangunan pada bangunan dapat dipahami dan diterabkan serta lebih lagi dikembangkan oleh
mahasiswa/I.
DAFTAR PUSTAKA

https://www.scribd.com/doc/305313683/Struktur-Core

http://www.academia.edu/6452826/CORE_INTI_BANGUNAN1

https://www.scribd.com/doc/257380285/Bab-1-3-Struktur-Core-3-2

http://arsitekarsitektur.blogspot.com/2013/10/core-2.html