Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

PERMASALAHAN EKSTERNAL ANAK USIA DINI

Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah :


“PROBLEMATIKA AUD”

Dosen Pengampu :
“Aminul Wathon, M.Pd.I.”

Disusun Oleh :
1. Khalimatus Sa’adah
2. Muzdalifah

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM MIFTAHUL ‘ULA


(STAIM)
NGLAWAK – KERTOSONO – NGANJUK
2018
i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan Rizqi-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan lancar tanpa hambatan sedikitmun.
Kami ucapkan terimakasih sedalam-dalamnya kepada Dosen Pembina kami, Bpk.
Aminul Wathon, M.Pd.I. Yang telah membimbing kami sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah yang berjudul “PERMASALAHAN EKSTERNAL ANAK USIA DINI”.
Tak lupa kami juga ucapkan terimakasih kepada teman-teman dan semua yang
terkait dalam membantu tersusunnya makalah ini.
Kami menyadari makalah ini masih belum sempurna sehingga kami mohon kritik
dan saran dalam pemuatan makalah ini agar kami dapat membenahi sehingga makalah ini
dapat membawa manfaat untuk kita semua.

Nglawak, 19 Maret 2018


Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR ..............................................................................................................ii
DAFTAR ISI........................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................................... 1
A. Latar Belakang ................................................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ........................................................................................................... 1
C. Tujuan ............................................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN .......................................................................................................... 2
A. Pengertian Permasalahan Anak....................................................................................... 2
B. Jenis-Jenis Permasalahan Anak Taman Kanak-Kanak ................................................... 2
C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permasalahan Anak Usia Dini/ Taman Kanak-
Kanak ............................................................................................................................. 3
D. Permasalahan Eksternal Anak Usia Dini ........................................................................ 3
E. Cara Mengidentifikasi Masalah Anak ............................................................................ 5
F. Langkah-langkah dan Tekhnik Penanganan Masalah..................................................... 6
G. Syarat Menangani Permasalahan Anak .......................................................................... 8
BAB III PENUTUP .................................................................................................................. 9
A. Kesimpulan ..................................................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Setiap anak memiliki karakteristik perkembangan yang berbeda-beda. Proses
utama perkembangan anak merupakan hal yang saling berkaitan antara proses bilogis,
prosessosio emosional dan proses kognitif. Ketiga hal tersebut akan saling berpengaruh
satusama lain dan sepanjang perjalanan hidup manusia. Selama proses perkembangan,
tidakmenutup kemungkinan anak menghadapi berbagai masalah yang akan menghambat
proses perkembangan selanjutnya.
Dari beberapa jenis permasalahan psikis anak usia dini/ taman kanak-kanak pada
kesempatan kali ini penulis mengungkapkan 4 psiko-sosial antara lain
permasalahansosio-emosional, masalah agresivitas, masalah kecemasan dan masalah
keberbakatan, sementara permasalahan anak usia dini/ taman kanak-kanak secara umum
sebagian persoalan fisik dan psiko-sosial dll.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian permasalahan Anak?
2. Apa saja jenis-jenis permasalahan anak di taman kanak-kanak?
3. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi permasalahan anak?
4. Apa saja permasalahan eksternal anak usia dini?
5. Bagaimana cara mengidentifikasi masalah anak?
6. Bagaimanakah langkah-langkah tekhnik menangani masalah anak?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui tentang pengertian permasalahan anak.
2. Untuk mengetahui tentang jenis-jenis pemasalahan anak
3. Untuk mengetahui tentang faktor-faktor yang mempengaruhi permasalahan anak.
4. Untuk mengetahui tentang permasalahan eksternal anak usia dini.
5. Untuk mengetahui cara mengidentifikasi masalah anak usia dini
6. Untuk mengetahui tentang langkah-langkah teknik menangani masalah anak.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Permasalahan Anak


Permasalahan anak-anak adalah sesuatu yang mengganggu kehidupan anak, yang
timbul karena ketidakselarasan pada perkembangannya (Anonim, 2006:9). Padaanak-
anak prasekolah perilaku yang dapat dipandang sebagai normal untuk usiatertentu juga
sulit dibedakan dari perilaku yang bermasalah. Perilaku bermasalahmungkin digunakan
untuk mengidentifikasikan membesarnya frekuensi atau intensitas perilaku tertentu
sampai pada tingkatan yang mengkhawatirkan 1. Ada tiga kriteria yang bisa dijadikan
acuan untuk melihat apakahperilaku itu normatif atau bermasalah, yaitu kriteria statistik
rata-rata, kriteria sosial dankriteria penyesuaian diri.
Menurut Rita 2, yang dimaksud dengan kriteria statistik adalah perkembangan rata-
rata fisik seseorang yang sesuai dengan norma statistik. Kriteria sosial adalah
tingkah laku yang dianggap menyimpang dari aturan sosial suatu daerah. Kemudian
yang dimaksud dengan kriteria penyesuaian diri adalah kemampuan
individumenyesuaikan diri. Perilaku yang dianggap meresahkan atau mengganggu diri
sendiriataupun orang lain dianggap tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan
sekitar.

B. Jenis-Jenis Permasalahan Anak Taman Kanak-Kanak


Pada dasarnya Jenis-jenis masalah Anak Usia Dini terdiri dari masalah fisik
danpsiko- sosial serta permasalahan secara umum. Permasalahan Fisik yang terjadi pada
anakusia dini/taman kanak-kanak sangat beragam. Beberapa permasalahan fisik
yangdihadapi anak usia dini/ taman kanak-kanak adalah masalah motorik, masalah
penglihatan, masalah pendengaran, masalah berbicara atau berbahasa. Permasalahan
psiko-sosial yang dihadapi anak-anak usia dini/ taman kanak-kanak juga sangat
beragam. Dari beberapa jenis permasalahan psikis anak usia dini/ taman kanak-kanak
pada kesempatan kali ini penulis mengungkapkan 4 psiko-sosial antara lain
permasalahansosio-emosional, masalah agresivitas, masalah kecemasan dan masalah

1
Rita Eka Izzaty, dkk. (2008). Perkembangan Peserta Didik. Yogyakarta: UNY Press.
2
Ibid

2
keberbakatan, sementara permasalahan anak usia dini/ taman kanak-kanak secara umum
sebagian persoalan fisik dan psiko-sosial dll.
C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permasalahan Anak Usia Dini/ Taman Kanak-
Kanak
Beberapa faktor yang mempengaruhi permasalahan anak usia dini/ taman
kanak-kanak dapat dikelompokkan dalam dua faktor yaitu faktor internal dan faktor
eksternal. Penyebab permasalahan dari faktor internal dalam diri anak
disebabkan karena kelemahan fisik dan karena psikisnya.
Penyebab permasalahan anak karena faktor fisik terdiri dari:
a. Kesehatan berupa kondisi tubuh yang menurun.
b. Kecacatan pada beberapa organ tubuh yang tidak berfungsi dengan baik,kelaina
n pada sistem otak, gen atau kimia darah
Penyebab yang ditimbulkan dari faktor psikis dan sosial adalah:
a. Kecerdasan.
b. Ingatan.
c. Perasaan.
d. Kemauan.
e. Keluarga.
f. Sekolah.
g. Masyarakat.
h. Media.

D. Permasalahan Eksternal Anak Usia Dini


1. Permasalahan Sosial
Perkembangan sosial anak berhubungan dengan kemampuan anak dalam
berinteraksi dengan teman sebaya, orang dewasa, atau lingkungan pergaulan yang lebih
luas. Dengan demikian, permasalahan anak dalam bidang sosial juga berkaitan dengan
pergaulan atau hubungan sosial, yang meliputi perilaku-perilaku sebagai berikut.
a) Tingkah laku agresif
Merupakan tingkah laku mnyerang baik secara fisik maupun verbal atau
berupa ancaman yang disebabkan karena adanya rasa permusuhan. Penyebab anak
agresif diantarnya karena terkekang, reaksi emosi terhadap frustasi karena dilarang
melakukan sesuatu peniruan dari orang dewasa. Hal ini dapat terjadi karena, pada
keluarga anak agresif justru dihargai. Tingkah laku otang tua juga merupakan model

3
yang paling efektif bagi anak. Dengan kata lain, anak menjadi agresif karena
mencontoh orang tuanya.sejak dini anak sudah bisa menangkap acara di tv. Acara
televisipun memberinya ide untuk bertingkah laku agresif. Jika anak meniru adegan
yang ditontonnya, katakanlah dengan tegas bahwa hal itu tidak boleh dilakukan,
perlu dijelaskan bahwa kemarahan yang diungkapkan melalui serangan itu
merupakan perilaku yang tidak bisa diterima umum, ucapkan pesan tersebut secara
berulang-ulang.
b) Daya saing kurang (cenderung menarik diri dari lingkungan)
Anak yang memiliki daya suai kurang, cenderung tidak mau bergaul dan
beradaptasi dengan lingkungannya. Daya suai kurang diakibatkan oleh ruang
lingkup anak yang masih terbatas pada situasi rumah dan sekolah. Apalagi sebelum
anak masuk sekolah orang tua kurang memberi kesempatan pada anak untuk
mengenal lingkungan luar.
Ciri anak yang memiliki daya suai kurang adalah pemalu, sulit bergaul,
minder, cenderung pasif dan rendah diri. Daya suai kurang dapat diatasi dengan cara
membiarkan anak bereksplorasi,perkenalkan lingkungan luar kepada anak termasuk
teman sebaya.
c) Pemalu
Sifat pemalu akan menjadi masalah yang cukup serius karena akan menghambat
kehidupan anak, misalnya dalam pergaulan, pertumbuhan, harga diri belajar dan
penyesuian diri.umumnya ciri anak pemalu ialah terlalu sensitive,ragu-ragu,murung
dan juga sulit bergaul. Biasanya hal ini disebabkan oleh tekanan dari orang tuanya
yang menuntut anaknya untuk bagus dari sang anak dan kurangnya sosialisasi
sehingga anak tidak percaya diri.
d) Manja
Anak yang manja biasanya merupakan cerminan dari didikan
orang tuanya.anak yang selalu dilayani semua kebutuhannya maka ia akan berubah
menjadi anak yang manja dikemudianhari.dalam hal ini seharusnya orang tua
melatih anak untuk melakukan aktifitas sendiri,memberikan kesempatan dan
penghargaan atas apa yang ia Lakukan.
e) Negativisme (pembangkangan)
Reaksi anak berupa pelanggaran terhadap aturan-aturan yang ada, pada umumnya
setiap anak pasti akan mengalami masa pembangkangan,masa pembangkangan anak
ini akan berakhir tergantung dari pola pengasuhan yang diberikan orang

4
tuanya.ketika orang tua bisa menangani anak denga benar maka masa
pembangkangan pada anak tersebut akan cepat berlalu.cara efektif untuk mengatasi
naka yang membangkang adalah bukan dengan memberikan kemarahan kepada anak
ataupun tidakkan galak lainnya karena hal tersebut akan menimbulkan masalah
barubdan bisa menghambat perkembangan anak.
f) Perilaku berkuasa
Wujudnya anak suka meminta,memerintah,mengancam,dan memaksa teman
sebayanya.penyebab anak berperilaku berkuasa karena dirumah ia anak
tunggal,orang tua yang selalu menuruti keinginan anaknya.
g) Perilaku merusak
Pada umumnya anak yang berperilaku merusak ia akan membanting dan
melemparkan barang-barang yang ada disekitarnya disaat keinginannya
tidak terpenuhi.hal ini disebabkan oleh perilaku kasar dari lingkungan
rumah.berperilaku bagi anak usia dini sebenarnya rasa ingin tahu anak sangat
tinggi,biasanya anak ini sering membongkar mainannya sendiri.

E. Cara Mengidentifikasi Masalah Anak


Mengidentifikasi permasalahan anak diartikan sebagai upaya menemukan gejala-
gejala yang tampak pada penampilan dan perilaku anak dalam memperkirakan
penyebab masalah hingga bentuk bantuan yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.
Berbagai cara dapat dilakukan orang tua dan guru untuk mengetahui apakah anak
mengalami permasalahan atau tidak. Cara-cara tersebut secara umum dibagi dua, yakni
melalui tes dan non tes.
1. Tes
Tes merupakan salah satu alat bantu yang dapat dipergunakan untuk
mengidentifikasi permasalahan anak yang bersifat standar/ baku. Bentuk tes ini dapat
berupa pertanyaan-pertanyaan atau tugas –tugas yang harus dijawab atau dikerjakan
anak serta dibatasi oleh waktu.
Di antara beragam jenis tes yang banyak dipergunakan, di antaranya adalah :
a. tes bakat
b. inteligensi
c. prestasi
d. diagnostic
2. Non-tes

5
Teknik non tes biasanya dipergunakan untuk mengidentifikasi permasalahan
anak dengan cara mengamati penampilan serta perilaku anak dalam aktivitas
kesehariannya sehingga cenderung lebih fleksibel bila dibandingkan dengan teknik
tes. Di samping itu, dipergunakan pula kumpulan hasil karya dan pekerjaan anak
selama periode waktu tertentu.Beberapa macam teknik non-tes yang populer, di
antaranya adalah:
a. observasi
b. wawancara
c. Angket
d. Portofolio
e. catatan anekdot
f. daftar cek
g. skala penilaian
h. sosiometri
i. angket
j. Tugas kelompok

F. Langkah-langkah dan Tekhnik Penanganan Masalah


1. Langkah-langkah Penanganan Masalah
Penanganan masalah anak dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah
sebagai berikut.
a. Identifikasi kasus
yakni upaya untuk menandai subjek (anak) yang diperkirakan mengalami
masalah.dengan mendeteksi permasalahan anak.
b. Identifikasi masalah
yakni upaya mengetahui inti permasalahan yang dihadapi anak.
c. Diagnosis
merupakan langkah untuk mengidentifikasi karakteristik serta faktor penyebab
masalah yang dialami anak.
d. Prognosis
merupakan langkah untuk merumuskan alternatif upaya bantuan sesuai dengan
karakteristik permasalahan yang dialami.menentukan jalan apa yang akan
dilakukan orang tua untuk mengatasi masalah-masalah yang terjadi pada
anaknya.

6
e. Treatment
merupakan upaya pemberian bantuan itu sendiri.melakukan perawatan atau
terapi sesuai masalah anak demi penyembuhannya.terapi bisa berbentuk medis
ataupun non medis, bisanya permasalahan yang menggunakan treatment adalah
permasalahan fisik dan psikis yang membutuhkan dokter dan psikiater atau
psikolog.
f. Tindak lanjut
Dilakukan sebagai bentuk evaluasi terhadap upaya pemberian bantuan yang
telah dilakukan serta kemungkinan penggunaan langkah-langkah berikutnya.
2. Teknik Penanganan Masalah
Pada hakikatnya, tidak ada satu pun teknik yang efektif untuk menangani
permasalahan anak yang berbeda-beda. Penggunaan suatu teknik akan bergantung
kepada karakteristik anak, jenis permasalahan,kemampuan serta keterampilan
pemberi bantuan, serta faktor feasibilitasnya. Di antara berbagai teknik yang dapat
dilakukan orang tua dan guru untuk membantu menangani permasalahan anak
adalah sebagai berikut :
a. Latihan
Dengan latihan kita dapat mengetahui dan mengevaluasi sejauh mana
kemampuan anak,juga dapat mengetahui dimana kelemahan anak.Latihan
diberikan kepada anak untuk melatih konsentrasi atau aspek kognitif anak.
b. Permainan
Permainan dan bermain merupakan kebutuhan bagi anak.melalui
permainan anak dapat mengembangkan berbagai aspek.termasuk aspek social
emosional yang dapat membantu pengembangan karakter anak usia
dini.permainan merupakan sumber media untuk menstimulasi anak.
c. Saran dan nasihat
Dalam menangani masalah anak saran dan nasihat sangat diperlukan
untuk mengarahkan anak dan menjelaskan nilai baik buruk kepada anak.ketika
kita memberikan nasihat akan mudah diterima ketika anak masih berada pada
usia dini.
d. Pengkondisian (conditioning)

7
Ketika kita akan mengatasi masalah yang sedang dihaadapi anak
hendaknya kita harus melihat kondisi dan keadaan yang memungkinkan untuk
melakukannya
e. Model dan peniruan (modeling and imitation)
Anak adalah peniru ulung, anak hanya melakukan apa yang ia lihat, ia
dengar dan ia rasakan maka dari itu kita sebagai orang tua harus menjadi teladan
yang baik bagi anak.
f. Konseling
Merupakan proses yang terjadi antara anak dan seorang konselor yang
membantu anak-anak untuk sembuh dan kembali rasa percaya dirinya.selama
konseling,seorang anak didorong untuk dapat menyatakan perasaan mereka.

G. Syarat Menangani Permasalahan Anak


Orang tua dan guru merupakan model bagi anak. Untuk dapat membantu
menangani permasalahan anak dengan tepat, orang tua dan guru diharapkan memiliki
beberapa karakteristik sebagai persyaratannya.Beberapa karakteristik di bawah ini
setidaknya dapat membantu mempermudah orang tua dan guru dalam menangani
permasalahan yang dihadapi anak.
1. Kesabaran
2. Penuh kasih sayang
3. Penuh perhatian
4. Ramah
5. Toleransi terhadap anak
6. Empati
7. Penuh kehangatan
8. Menerima anak apa adanya
9. Adil
10. Dapat memahami perasaan anak
11. Pemaaf terhadap anak
12. Menghargai anak
13. Memberi kebebasan terhadap anak
14. Menciptakan hubungan yang akrab dengan anak

8
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Ada tiga kriteria yang bisa dijadikan acuan untuk melihat apakahperilaku itu
normatif atau bermasalah, yaitu kriteria statistik rata-rata, kriteria sosial dankriteria
penyesuaian diri.
Permasalahan psiko-sosial yang dihadapi anak-anak usia dini/ taman kanak-kanak
juga sangat beragam. Dari beberapa jenis permasalahan psikis anak usia dini/ taman
kanak-kanak pada kesempatan kali ini penulis mengungkapkan 4 psiko-sosial antara lain
permasalahansosio-emosional, masalah agresivitas, masalah kecemasan dan masalah
keberbakatan, sementara permasalahan anak usia dini/ taman kanak-kanak secara umum
sebagian persoalan fisik dan psiko-sosial dll
Permasalahan Eksternal Anak Usia Dini
a. Permasalahan Sosial
b. Tingkah laku agresif
c. Daya saing kurang (cenderung menarik diri dari lingkungan)
d. Pemalu
e. Manja
f. Negativisme (pembangkangan)
g. Perilaku berkuasa
h. Perilaku merusak
Berbagai cara dapat dilakukan orang tua dan guru untuk mengetahui apakah anak
mengalami permasalahan atau tidak. Cara-cara tersebut secara umum dibagi dua, yakni
melalui tes dan non tes.

9
DAFTAR PUSTAKA

Hasan, Maimunah. 2009. Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta : Diva Press
Hayati, Nur. Permasalahan Anak Usia Taman Kanak-kanak. Makalah Tidak Diterbitkan.
Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta
Hidayat, Rahmat Dede. 2013. Bimbingan Konseling. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya
Rita Eka Izzaty, dkk. 2008. Perkembangan Peserta Didik. Yogyakarta: UNY Press.
Saomah, Aas. 2004. Permasalahan-permasalahan Anak dan Upaya Penyelesaiannya.
Seefeltd, Carol., Wasik, B. A. 2008. Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta : PT. Indeks
Van Tiel, Julia Maria. 2007. Anakku Terlambat Berbicara. Jakarta : Prenada Media Group
Yusuf, Syamsu. 2012. Psikologi Perkembangan Anak & Remaja. Bandung : PT. Remaja
Rosdakarya

10