Anda di halaman 1dari 32

PEDOMAN PENGORGANISASIAN

PELAYANAN OBSTETRI NEONATAL EMERGENSI


KOMPREHENSIF (PONEK)

RUMAH SAKIT MARDI RAHAYU KUDUS


Jl. Agil Kusumadya 110 Kudus
PED ORG/PONEK/01/00 1
Jawa Tengah

PERATURAN DIREKTUR UTAMA RUMAH SAKIT MARDI RAHAYU

NOMOR : /PER/DIRUT/VII/2014

TENTANG

PEDOMAN PENGORGANISASIAN

PELAYANAN OBSTETRI NEONATAL EMERGENSI KOMPREHENSIF (PONEK)

RUMAH SAKIT MARDI RAHAYU

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,

DIREKTUR UTAMA RUMAH SAKIT MARDI RAHAYU

Menimbang : a. Bahwa untuk mewujudkan pengelolaan Pelayanan Obstetri Neonatal


Komprehensif Rumah Sakit Mardi Rahayu perlu dibuat pengaturan
pengorganisasian di bagian Pelayanan PONEK Rumah Sakit Mardi
Rahayu
b. Bahwa sehubungan dengan huruf a di atas, perlu ditetapkan Pedoman
Pengorganisasian dengan Peraturan Direktur Utama Rumah Sakit
Mardi Rahayu.

Mengingat : 1. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 tentang


Rumah Sakit
2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang
kesehatan.
3. Surat KepMenkes RI No. 1045/Menkes/Per/XI/2006 tentang
Pedoman Organisasi Rumah Sakit di Lingkungan Departemen
Kesehatan.
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
340/Menkes/PER/III/2010 tentang Klasifikasi Rumah Sakit.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor


PED ORG/PONEK/01/00 2
5. 1051/MENKES?SK?XI/2008 tentang Pedoman Penyelenggaraan
Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK ) 24
jam di Rumah Sakit.
6. Pedoman Rumah Sakit Pelayanan Obstetri Neonatal emergensi
Komprehensif ( PONEK ) 24 jam Direktorat Jenderal Bina Pelayanan
Medik Departmen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2007

7. Keputusan Yayasan Kesehatan Kesejahteraan mardi Rahayu


Nomor 84/YKKMR/I/X-2010 tentang Revisi Organisasi dan Tata
Kerja Rumah sakit Mardi Rahayu

MEMUTUSKAN

Menetapkan :
Kesatu : PERATURAN DIREKTUR UTAMA RUMAH SAKIT MARDI
RAHAYU TENTANG PEDOMAN PENGORGANISASIAN
PELAYANAN OBSTETRI NEONATAL EMERGENSI
KOMPREHENSIF (PONEK) RUMAH SAKIT MARDI RAHAYU.
Kedua : Pedoman Pengorganisasian Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi
Komprehensif Rumah Sakit Mardi Rahayu sebagaimana terlampir
digunakan sebagai acuan dalam pengelolaan pengorganisasian Pelayanan
Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif Rumah Sakit Mardi Rahayu.
Ketiga : Pedoman Pengorganisasian dan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi
Komprehensif (PONEK) Rumah Sakit Mardi Rahayu harus dibahas
sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun sekali dan apabila diperlukan dapat
dilakukan perubahan sesuai dengan perkembangan yang ada.
Keempat : Apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam ketetapan
ini akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Kudus

PED ORG/PONEK/01/00 3
Pada tanggal: 25 September 2014

Plt. Direktur Utama

Dr. Khrisna NUgraha Widjaja

LAMPIRAN

PERATURAN DIREKTUR UTAMA RUMAH SAKIT MARDI RAHAYU

NOMOR: : /PER/DIRUT/XII/2014

TANGGAL : 25 September 2014

PED ORG/PONEK/01/00 4
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Seperti kita ketahui bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Neonatal
(AKN) di Indonesia masih tertinggi diantara negara ASEAN dan penurunannya sangat
lambat. AKI dari390/100.000 kelahiran hidup (SDKI tahun 1994), menjadi
307/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2002-2003. Demikian pula AKN 28,2/1000
kh 1987-92 menjadi 21,8/1000 kelahiran hidup pada tahun 1992-1997. Seharusnya
sesuai dengan Rencana Strategis Depkes Tahun 2005 – 2009 telah ditetapkan target
penurunan angka kematian bayi dari 35 menjadi 26/1.000 kelahiran hidup dan angka
kematian ibu dari 307 menjadi 226/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2009.

Sedangkan penurunan angka tersebut masih relatif lambat, (AKI dari 390/100.000
tahun 1994 menjadi 307/100.000 tahun 1997 dan AKN dari 282/1000 kelahiran hidup
menjadi 21,8 pada tahun 1997).Salah satu kendala utama lambatnya penurunan AKI
dan AKN di Indonesia adalah hambatan terhadap penyediaan dan akses pelayanan
kegawatdaruratan obstetri dan neonatal.

Angka Kematian Maternal di Rumah Sakit Mardi Rahayu pada tahun 2011 adalah 6
kematian dan pada tahun 2012 adalah 4 kematian pasien.Angka Kematian Neonatal
dan Perinatal pada tahun 2011 adalah 55 pasien dan pada tahun 2012 adalah 40
pasien.

Rumah Sakit PONEK 24 Jam adalah Rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan
kedaruratan maternal dan neonatal secara komprehensif dan terintegrasi 24 jam.Pada
dasarnya Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus telah menyelenggarakan pelayanan
obstetri neonatal emergency,tetapi demi suksesnya target penurunan Angka Kematian
Ibu dan Bayi yang telah direncanakan Departemen Kesehatan, Rumah Sakit Mardi
Rahayu Kudus berupaya untuk menyediakan dan menyelenggarakan Pelayanan
Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif 24 jam secara paripurna.
PED ORG/PONEK/01/00 5
BAB II

GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT MARDI RAHAYU.

A. SEJARAH PENDIRIAN RUMAH SAKIT MARDI RAHAYU


Awal tahun 1960 an, ketika sarana dan tenaga kesehatan di Kudus dan sekitarnya
masih sangat minim, beberapa aktivis GKMI Kudus antara lain Liem Wie Tan/Daud
Darmawan Karunia, Lie Tjwan Tjioe, Lie Djie Ie, Kwik Tjhiang Ien/Indarto Kirana dan

PED ORG/PONEK/01/00 6
Pdt. Sudarsohadi, terinspirasi kisah “Orang Samaria yang Murah Hati (Lukas 10:25-37)”,
terpanggil dan terbeban untuk menolong sesama di bidang kesehatan. Setelah dibantu
Yayasan Kesehatan Kristen Sekitar Muria/YKKSM, pengelola RS Kristen Tayu maka
kemudian didirikan YKKSM Cabang Kudus yang mengelola sebuah Balai Pengobatan
secara otonom, terpisah dari induknya dengan lokasi di sebelah selatan gedung gereja
GKMI Kudus, Jl. KH Wahid Hasyim 76-78, Kradenan/Panjunan, Kudus. Balai
Pengobatan tersebut resmi dibuka pada tanggal 10 Juni 1964. Sebagai Dokternya adalah
dr. Lauw Fong Siang. Dalam perkembangannya, melalui Akta Notaris RM
Poerbokoesoemo (Wakil Notaris dari Kantor Notaris Ny. S.R. Widarso, SH Kudus) No. 7
tanggal 16 Nopember 1967 berdirilah Yayasan Kesehatan Kristen (YKK) Kudus. Balai
Pengobatan makin berkembang dan kemudian dibangun sebuah rumah sakit ibu dan anak
di Desa Jati Wetan dengan kapasitas 25 tempat tidur. Peresmian Rumah Sakit ini dilakukan
pada tanggal 29 Januari 1969 dengan nama Rumah Sakit Mardi Rahayu. “Mardi“ artinya:
tempat berusaha, berupaya, sedangkan “Rahayu“ artinya: selamat/sejahtera. Jadi “Mardi
Rahayu“ berarti suatu tempat untuk mengusahakan keselamatan/ kesejahteraan. Sebagai
dokternya pada waktu itu adalah dr. Lauw Fong Siang (sekaligus pimpinan), dr. Adi
Suhadi, dan dr. Wanda (dokter misionaris dari Jerman).

Pada masa awal berdirinya sampai dengan bulan April 2009, RS Mardi Rahayu
mendapat dukungan para misionaris yang melayani dalam bidang kesehatan dari
organisasi misi DIHU –Deutsche Initiativ Hilfe in Uebersee- dengan cabangnya
Christusträger dari Jerman. Mereka adalah Dr.Wanda Helena Brzezina, Zr.Margrit
Hongler, Zr. Waltraut, Zr. Gerda, Zr. Lydia, Dr.Elisabeth Bartolomaeus, Zr. Gisela Waserer
dan Zr. Heidi.

Tanggal 17 Desember 1974 RS diperluas menjadi 100 tempat tidur dan sejak itulah
digunakan nama Rumah Sakit Umum Mardi Rahayu, sebagai Pimpinan RS adalah dr.
Basuki Wibowo (purna tugas tanggal 31 Juli 2007).

Untuk menyesuaikan dengan terbitnya Undang-Undang tentang Yayasan dan


perubahannya, maka Pengurus YKK Kudus dan Majelis Jemaat GKMI Kudus telah
melakukan penyesuaian Anggaran Dasar YKK Kudus dan mendaftarkan YKK Kudus
dengan nama baru: ”Yayasan Kristen Kesejahteraan Mardi Rahayu (YKKMR)” pada
Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan telah dicatat dalam
daftar Yayasan dengan nomor : C-HT.01.09-499 tanggal 28 September 2007.
PED ORG/PONEK/01/00 7
B. SEJARAH KEPEMIMPINAN
Tahun 1969 – 1974 : Dr. Lauw Fong Siang
Tahun 1974 – 2007 : Dr. Basuki Wibowo, MARS
Tahun 2007 – 2009 : Dr. Febiana Utama, M. Kes.
Tahun 2010 – sekarang : Dr. Khrisna Nugraha Widjaja

C. RUMAH SAKIT MARDI RAHAYU SAAT INI


Rumah Sakit Mardi Rahayu terletak di Jalan AKBP R. Agil Kusumadya 110 Kudus
dengan luas tanah 40.000 m2 dan luas bangunan 30.000 m2, memiliki 376 tempat tidur
yang terdiri dari 21 tempat tidur di Ruang VIP, 22 tempat tidur di Ruang Utama A, 40
tempat tidur di Ruang Utama B, 56 tempat tidur di Klas I, 103 tempat tidur di Klas II, dan
102 tempat tidur di Klas III, 15 tempat tidur di Ruang ICU, 10 tempat tidur di Ruang
Peristi, dan 7 tempat tidur di Ruang HDN.
Dasar operasional Rumah Sakit Mardi Rahayu adalah Keputusan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia nomor : HK.07.06/III/430/09 tanggal : 16 Februari 2009 Tentang :
Pemberian Izin Penyelenggaraan Perpanjangan ( IV ) kepada Yayasan Kristen
Kesejahteraan Mardi Rahayu. Rumah Sakit Mardi Rahayu adalah rumah sakit dengan
klasifikasi Kelas B dengan Keputusan Menteri Kesehatan nomor :
760/MENKES/SK/VI/2010 tanggal : 24 Juni 2010 Tentang : Penetapan Kelas Rumah
Sakit Mardi Rahayu Kudus sebagai Rumah Sakit Umum dengan Klasifikasi Kelas B.
RS Mardi Rahayu telah lulus Akreditasi Rumah Sakit :
1. 5 Bidang Pelayanan dengan sertifikat kelulusan Akreditasi Penuh untuk periode
15 April 1998 – 15 April 2001.
2. 12 Bidang Pelayanan dengan sertifikat kelulusan Akreditasi Penuh Tingkat Lanjut
untuk periode 14 Agustus 2002 – 14 Agustus 2005.
3. 16 Bidang Pelayanan dengan sertifikat kelulusan Akreditasi Penunh Tingkat
Lengkap untuk periode : 18 September 2006 – 18 September 2009.
4. 16 Bidang Pelayanan dengan sertifikat kelulusan Akreditasi Penuh Tingkat
Lengkap untuk periode : 11 Nopember 2010 – 11 Nopember 2013.
5. Saat ini Rumah Sakit Mardi Rahayu sedang mempersiapkan diri untuk akreditasi
versi 2012.

PED ORG/PONEK/01/00 8
BAB III
VISI, MISI, MOTTO, FILOSOFI, NILAI, TUJUAN
RUMAH SAKIT MARDI RAHAYU

1. VISI
Menjadi Rumah Sakit Pilihan Utama berdasarkan Kasih di Jawa Tengah.

2. MISI
Menyelenggarakan Pelayanan yang Utuh dan Bermutu Bagi Semua Masyarakat Yang
Membutuhkan, Sesuai dengan Panggilan Gereja Yaitu Pelayanan, Persekutuan, dan
Kesaksian.

3. MOTTO
Kesembuhan dan Keselamatan Anda adalah Kebahagiaan Kami.

4. FILOSOFI RUMAH SAKIT

PED ORG/PONEK/01/00 9
a. Pelayanan Kristiani terhadap manusia yang utuh, dilakukan sebagai wujud ucapan
syukur atas karunia keselamatan yang telah kita terima Tuhan Yesus Kristus.
b. Pelayanan rumah sakit merupakan perwujudan Tri Tugas Panggilan Gereja di bidang
kesehatan, oleh karena itu perlu adanya jalinan kerjasama dengan gereja – gereja,
badan/lembaga di dalam maupun di luar negeri sebagai kerjasama Oikumenis dalam
rangka panggilan yang sama.
c. Pelayanan rumah sakit mementingkan ciri dan fungsi sosial, tidak semata – mata
mencari keuntungan, melainkan lebih mementingkan terwujudnya pelayanan yang
merata dan terjangkau oleh masyarakat. Hasil usaha pelayanan dikembalikan bagi
peningkatan dan pengembangan pelayanan berikutnya.
d. Pelayanan rumah sakit dilaksanakan dalam kesatuan sistem pelayanan yang
menyeluruh, terpadu, terarah menuju sasaran yang sama.
e. Untuk mencapai sasaran, maka upaya pelayanan dikelola secara efisien ( tepat guna ),
dan efektif ( berhasil guna ), sesuai dengan perkembangan ilmu penegtahuan dan
teknologi.
f. Dalam pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, rumah sakit merupakan
mitra Pemerintah yang berperan serta dalam pembangunan nasional secara aktif,
positif, kritis, kreatif, dan inovatif.
g. Matius 22:39, Kolose 3:23, pasien dan pelanggan lainnya adalah sesama manusia yang
berharga di mata Allah dan harus dilayani sebaik mungkin sehingga menjadi
kewajiban rumah sakit adalah memberikan pelayanan terbaik.
h. Kehadiran pasien dan pelanggan lain adalah wujud kepercayaan yang diberikan kepada
rumah sakit dan harus digunakan oleh rumah sakit sebagai kesempatan bersaksi dan
melayani.
i. Keluhan pasien dan pelanggan lain merupakan wujud kecintaan kepada Rumah Sakit
untuk meningkatkan mutu pelayanan sesuai dengan yang diharapkan.
j. Kepedulian Rumah Sakit terhadap lingkungan merupakan bagian dari kepedulian
terhadap kelestarian ekosistem.
5. NILAI
Nilai – nilai dasar yang dianut Rumah Sakit adalah “CHANGE” singkatan dari :
a. Cinta Tuhan
b. Hargai orang lain
c. Aku mau peduli
d. Nyatakan syukur dalams egala hal
e. GEmbira melayani Tuhan dan sesama

6. TUJUAN
Rumah Sakit Mardi Rahayu mempunyai tujuan sebagai berikut :
PED ORG/PONEK/01/00 10
a. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang meliputi upaya peningkatan,
pencegahan, penyembuhan dan pemulihan, sesuai dengan tritugas panggilan gereja :
pelayanan, persekutuan, dan kesaksian kepada manusia secara utuh khususnya bagi
mereka yang paling membutuhkan dengan memperhatikan lingkungan hidup,
dilakukan secara profesional, aman, dan bermutu.
b. Meningkatkan sumber daya manusia yang ebriman, profesional dan berpengabdian
dengan pendidikan formal dan nonformal yang berkelanjutan.
c. Membudayakan peningkatan mutu pelayanan yang berkelanjutan dengan cara
meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan, sesuai dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi dan standarisasi pelayanan kesehatan, namun tetap Cost
Effective ( bermutu dan terjangkau ) demi kepuasan pelanggan.
d. Memberlakukan sistem manajemen yang profesional dan terbuka.
e. Mengembangkan citra rumah sakit yang bersahabat dengan lingkungan.
f. Mengembangkan pelayanan konseling pastoral dan sosio pastoral.
g. Meningkatkan kesejahteraan karyawan untuk menghasilkan kinerja yang optimal.

BAB IV

STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT

PED ORG/PONEK/01/00 11
BAB V

VISI, MISI, FALSAFAH DAN TUJUAN PONEK

PED ORG/PONEK/01/00 12
1. VISI
Pada tahun 2015 tercapai tujuan pembangunan Milenium ( Mllenium Development
Goals) yaitu :
a. Mengurangi angka kematian bayi dan balita sebesar dua pertiga dari AKB pada
tahun 1990 menjadi 20 dari 25/1000 kelahiran hidup
b. Menguurangi angka kematian ibu sebesar tiga per empat dari AKI pada tahun
1990 menjadi 125/100.000 kelahiran hidup.

2. MISI

Menyelenggarakan pelayanan obstetric dan neonatal yang bermutu melalui


standarisasi RS PONEK 24 jam, dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan
angka kematian bayi di Indonesia.

3. FALSAFAH
Kegiatan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif merupakan standar
mutu pelayanan yang harus dilaksanankan oleh rumah sakit untuk mengurangi angka
kematian ibu dan bayi

4. TUJUAN
a. TUJUAN UMUM
Meningkatkan Pelayanan Maternal dan Perinatal yang bermutu dalam upaya
penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian bayi di Rumah Sakit Mardi
Rahayu

b. TUJUAN KHUSUS
1. Adanya kebijakan Rumah sakit dan dukungan penuh manajemen dalam
pelayanan PONEK.
2. Terbentuknya tim PONEK RS
3. Tercapainya kemampuan teknis tim PONEK sesuai standar
4. Adanya koordinasi dan sinkronisasi antara pengelola dan penanggung jawab
pada tingkat kabupaten/kota, propinsi dan pusat dalam manajemen program
PONEK.

PED ORG/PONEK/01/00 13
BAB V

STRUKTUR ORGANISASI PELAYANAN OBSTETRI NEONATAL

EMERGENSI KOMPREHENSIF

DIREKTUR UTAMA

KETUA TIM PONEK

PED ORG/PONEK/01/00 14
SEKRETARIS

KOORD KOORD. KOORD. KOORD. KOORD.KM KOORD. KOORD. KOORD


RG+Nifas Peristi KM Bersalin ICU
IGD By sht ANESTESI
ANC
SI

PED ORG/PONEK/01/00 15
BAB VI
URAIAN JABATAN

A. Direktur
1. Nama Jabatan : Direktur Utama
2. Pengertian : Seseorang yang diberi tanggung jawab dan wewenag dalam
mengatur pelayanan di rumah sakit
3. Syarat jabatan :
a) Formal : Dokter
b) Non Formal :
4. Tanggung jawab :
a) Bertanggung jawab terhadap tersedianya fasilitas sarana dan prasarana
termasuk anggaran yang dibutuhkan
b) Bertanggung jawab mengadakan evaluasi kebijakan penyelenggaraan PONEK
5. Uraian tugas :
a) Membentuk Tim PONEK dengan mengeluarkan Surat Keputusan
b) Mendukung penyelenggaraan PONEK di RS
c) Mengesahkan SPO PONEK
d) Menentukan kebijakan PONEK
e) Mengadakan evaluasi kebijakan PONEK
6. Wewenang:
a) Menyetujui atau tidak program PONEK
b) Menetapkan kebijakan PONEK
7. Hak :
a) Mendapatkan laporan kegiatan setiap bulan dari PONEK

B. Ketua PONEK I
1. Nama Jabatan : Ketua Tim PONEK I
2. Pengertian : Seseorang yang diberi tugas dan tanggung jawab terselenggaranya
visi, misi dan program PONEK secara terpadu dan menyeluruh.
3. Syarat jabatan :
a. Formal : Dokter SpOG
b. Non Formal : Resusitasi Neonatus, PPGD ON

4. Tanggung Jawab
a. Bertanggung jawab pelaksanaan visi misi PONEK
b. Bertanggung jawab pelaksanaan program dan evaluasi
c. Bertanggung jawab kepada Direktur

5. Uraian Tugas
a. Kompetensi Umum
1) Melaksanakan pembinaan kualitas atau mutu profesi pelayanan
2) Melaksanakan koordinasi kepada bidang pelayanan keperawatan maupun
kepala instalasi terkait dalam membina kulaitas profesi pelayanan
3) Mengendalikan dan mengevaluasi kualitas pelayanan profesi

PED ORG/PONEK/01/00 16
4) Membuat SPO ( Standar Prosedur Operasional ) pelayanan maternal dan
perinatal untuk unit-unit terkait;
5) Pengelola sarana, prasarana dan SDM untuk profesi pelayanan
b. Kompetensi tambahan
1). Wajib mengikuti pelatihan yang diadakan oleh rumah sakit
2). Mengikuti pertemuan rutin.
3). Menyampaikan laporan berkaitan dengan tugasnya.
6. Wewenang
a. Mendelegasikan tugas apabila berhalangan hadir
b. Memeriksa hasil kegiatan PONEK
7. Hak : Berhak atas imbalan dan sarana sesuai dengan tanggung jawabnya sesuai
dengan kemampuan RS

C. Ketua PONEK II
1. Nama Jabatan : Ketua Tim PONEK II
2. Pengertian : Seseorang yang diberi tugas dan tanggung jawab terselenggaranya
visi, misi dan program PONEK secara terpadu dan menyeluruh.
3. Syarat jabatan :
a. Formal : Dokter SpA
b. Non Formal : Resusitasi Neonatus, Manajemen Laktasi

4.Tanggung Jawab
c. Bertanggung jawab pelaksanaan visi misi PONEK
d. Bertanggung jawab pelaksanaan program dan evaluasi
e. Bertanggung jawab kepada Direktur

5. Uraian Tugas
c. Kompetensi Umum
6) Melaksanakan pembinaan kualitas atau mutu profesi pelayanan
7) Melaksanakan koordinasi kepada bidang pelayanan keperawatan maupun
kepala instalasi terkait dalam membina kulaitas profesi pelayanan
8) Mengendalikan dan mengevaluasi kualitas pelayanan profesi
9) Membuat SPO ( Standar Prosedur Operasional ) pelayanan maternal dan
perinatal untuk unit-unit terkait;
10) Pengelola sarana, prasarana dan SDM untuk profesi pelayanan
d. Kompetensi tambahan
1). Wajib mengikuti pelatihan yang diadakan oleh rumah sakit
2). Mengikuti pertemuan rutin.
3). Menyampaikan laporan berkaitan dengan tugasnya.
6. Wewenang
a. Mendelegasikan tugas apabila berhalangan hadir
b. Memeriksa hasil kegiatan PONEK
7. Hak : Berhak atas imbalan dan sarana sesuai dengan tanggung jawabnya sesuai
dengan kemampuan RS

D. Sekretaris PONEK
1. Nama Jabatan : Sekretaris Tim PONEK
PED ORG/PONEK/01/00 17
2. Pengertian : Seseorang yang diberi tugas dan wewenang untuk terlaksananya
administrasi PONEK

3. Syarat jabatan :
a. Formal : S1/DIII
b. Non Formal :
 Teliti dan rapi dalam bekerja.
 Bisa mengoperasikan komputer.
 Disiplin kerja yang tinggi.
 Tidak buta warna.
4. Tanggung Jawab :
a. Bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan administrasi dari tim PONEK
b. Bertanggung jawab atas berfungsinya semua fasilitas kerja dan pelaksanaan
pekerjaan Tim PONEK
5. Uraian Tugas
a. Membantu ketua tim PONEK dalam melakasanakan tugas dibidang
administrasi
b. Menyusun prosedur kerja dan standar pencapaian kerja secara tertulis yang
merupakan pedoman kerja dan tolok ukur pelaksanaan kerja PONEK dibawah
koordinasi ketua tim PONEK
c. Menangani semua surat yang masuk yang sudah didisposisi oleh ketua tim
PONEK dan penyimpanan/mendokumentasikan surat-surat yang masuk
d. Melaporkan data kegiatan dengan meyususun laporan bulanan, triwulan dan
laporan tahunan yang diperlukan PONEK
e. Mencatat data-data yang berhubungan dengan PONEK
6. Wewenang :
a. Dengan penunjukan dari ketua tim, menjalankan tugas / mewakili tugas ketua
tim PONEK selama ketua tim berhalangan hadir
7. Hak :
Berhak atas imbalan dan sarana sesuai dengan tanggung jawabnya sesuai dengan
kemampuan RS
E. Koordinator PERISTI
1. Nama Jabatan : Penanggung jawab layanan Perinatal Resiko Tinggi
2. Pengertian : Tenaga professional perawat/bidan yang diberi tugas dan tanggung
jawab serta wewenang untuk mengkoordinir pelayanan di ruang PERISTI

3. Syarat jabatan :
a. Formal : S1/DIII
b. Non Formal : Management Bangsal Keperawatan, Resusitasi Neonatus,
Penatalaksanaan BBLR, PPI, K3, BLS
PED ORG/PONEK/01/00 18
4. Tanggung Jawab :
a. Bertanggung jawab terhadap pelayanan perinatal tresiko tinggi
b. Bertanggung jawab terhadap sarana dan prasarana yang ada diruangan
c. Bertanggung jawab terhadap ketua tim PONEK
5. Uraian Tugas :
a. Mengawasi dan mengendalikan kegiatan asuhan keperawatan diruang
PERISTI
b. Melaksanakan kegiatan asuhan keperawatan diruang PERISTI dengan :
 Penatalaksanaan pesanan-pesanan dan rencana asuhan keperawatan
termasuk pesanan dokter, catatan medic dan catatan keperawatan
 Menerima laporan dari anggota tim, dokter yang merawat dan keluhan
keluarga pasien/pasien
c. Menilai prioritas dari asuhan keperawatan untuk semua pasien yang dirawat
yang mempunyai ketergantungan yang paling tinggi baik dalam perhatin
maupun tindakan keperawatan
d. Menetapkan kebutuhan dan urutan prioritas pelayanan sebagai indicator
tindakan
e. Memberikan pertolongan segera pasda pasien dengan kegawatdaruratan sesuai
dengan kelompok/kebutuhan pasien
f. Menciptakan kerja sama yang baik dan harmonis dengan anggota tim
g. Memantau pelaksanaan askep di raung PERISTI
h. Menatalaksanakan pasien yang akan pulang setelah dalam perawatan
i. Melatih keluarga pasien untuk melaksanankan tindakan keperawatan dirumah
j. Memegang teguh rahasia jabatan
6. Wewenang :
7. Hak :
Berhak atas imbalan dan sarana sesuai dengan tanggung jawabnya sesuai dengan
kemampuan RS
F. Koordinator Kamar bayi Sehat
1. Nama Jabatan : Penggung jawab Pelaksanaan kegiatan kamar bayi sehat
2. Pengertian :
Tenaga bidan/perawat professional yang diberi tugas, wewenang dan tanggung
jawab melaksanakan pelayanan kamar bayi sehat.
3. Syarat jabatan :
a. Formal : S1/DIII
b. Non Formal : Manajemen Laktasi
4. Tanggung Jawab :
Melaksanankan pelayanan keperawatan/kesehatan dikamar bayi sehat
5. Uraian tugas :
b. Mempersiapkan fasilitas dan lingkungan kamar bayi sehat untuk kelancaran
pelayanan dengan cara : mengawasi kebersihan lingkungan, mengatur tata
ruang kamar bayi, memeriksa persiapan peralatan yang diperlukan dalam
pemeriksaan bayi sehat.
PED ORG/PONEK/01/00 19
c. Melakukan presensi pasien di kamar bayi sehat.
d. Melakukan pengkajian meliputi : Identifikasi pasien, Timbang BB,TB,
makanan bayi/pemberian ASI/Imunisasi, kendala dalam perawatan bayi
e. Memelihara perlengkapan medis dan perawatan dalam keadaan siap pakai
f. Bekerja secatra kooperatif dengan tim lain dan memberikan pelayanan yang
bermutu kepada pasien.
g. Mengatur kunjungan pasien yang berobat jalan
h. Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik antara petugas, pasien,
dan keluarga pasien
i. Melaksanakan dan memelihara system pencatatan dan pelaoran yang baik dan
benar
j. Memberikan penyuluhan kesehatan secara perorangan/kelompok sesuai
kebutuhan pasien antara lain :
 Pemeriksaan bayi sehat secara teratur untuk memantau tumbuh kembang
bayi
 Kebersihan dan perawatan bayi
 Pemberian ASI Eksklusif dan manfaat ASI bagi bayi
 Perlunya imunisasi pada bayi
 Keluarga berencana (KB)
k. Memegang teguh rahasia jabatan
6. Wewenang
7. Hak : Berhak atas imbalan dan sarana sesuai dengan tanggung jawabnya sesuai
dengan kemampuan RS

G. Koordinator KLinik ANC


1. Nama Jabatan : Penanggung jawab pelaksanaan kegiatan klinik ANC
2. Pengertian : Tenaga professional kebidanan yang diberi tugas dan tanggung
jawab serta wewenang untuk melaksanakan pelayanan diklinik ANC
3. Syarat jabatan :
a. Formal :DIII Kebidanan dengan masa kerja sekurang-kurangnya 3 tahun
b. Non Formal : Manajemen Laktasi
8. Tanggung Jawab
Melaksanankan pelayanan perawatan diklinik ANC
9. Uraian Tugas
a. Melakukan pelayanan antenatal care, post natal, imunisasi, keluarga
berencana, pelayanan neonatal
b. Pemamntauan pelaporan pelayanan PONEK.
c. Melakukan koordinasi dengan ketua tim PONEK terkait dengan pelyanan
PONEK
6. Wewenang
7. Hak :
Berhak atas imbalan dan sarana sesuai dengan tanggung jawabnya sesuai dengan
kemampuan RS

PED ORG/PONEK/01/00 20
H. Koordinator Pelayanan RG + Nifas
1. Nama Jabatan : Penanggung jawab pelaksana Pelayanan Rawat Gabung+Nifas
2. Pengertian :
Tenaga professional perawat/bidanyang diberi tugas dan tanggung jawab serta
wewenang untuk melakasanakan pelayanan rawat gabung

3. Syarat jabatan :
a. Formal : DIII Kebidanan
b. Non Formal : PPGDON, Manajemen Laktasi, Resusitasi Neonatus
4. Tanggung jawab
Melaksanakan asuhan keperawatan diruang rawat gabung
5. Uraian Tugas
a. Membuat perencanaan untuk pelayanan diruang bersalin dan pelayanan
nifas
b. Melakukan kegiatan-kegiatan operasional untuk pelayanan persalinan dan
nifas (pengawasan nifas, IMD, menyusui, Perawatan payudara, rawat
gabung)
c. Melakukan koordinasi dengan tim pelyanan perinatal dalam rangka
kegiatan operasional
d. Melakukan kegiatan pengawasan diruang bersalin dan ruang nifas
e. Melakukan pengawasan terhadap SPO yang telah ditetapkan
f. Melakukan evaluasi terhadap kegiatan operasional dan mutu pelyanan
termasuk pencatatan dan pelaporan
6. Wewenang
7. Hak :
Berhak atas imbalan dan sarana sesuai dengan tanggung jawabnya sesuai dengan
kemampuan RS

I. Koordinator UGD
1. Nama Jabatan : Penanggung jawab pelaksanaan pelayanan PONEK di UGD
2. Pengertian : Seseorang yang diberi tugas dan tanggung jawab atas
terselenggaranya semua program PONEK di Instalasi Gawat Darurat
3. Syarat Jabatan :
a. Pendidikan dokter
b. Memiliki pengetahuan dan ketrampilan tentang PONEK
4. Tanggung jawab :
a. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program
b. Bertanggung jawab kepada ketua tim PONEK
5. Uraian tugas
a. Melaksanakan pelayanan kegawatdaruratan maternal dan neonatal
b. Melakukan koordinasi dengan ketua tim PONEK dan tim medis lain.
c. Melaksanakan evaluasi terhadap kasus-kasus kegawatdaruratan obstetric dan
neonatal
6. Wewenang

PED ORG/PONEK/01/00 21
7. Hak :
Berhak atas imbalan dan sarana sesuai dengan tanggung jawabnya sesuai dengan
kemampuan RS
J. Koordinator Anestesi
1. Nama Jabatan : Penanggung jawab Pelaksanaan kegiatan di kamar operasi
2. Pengertian :
Tenaga Dokter/perawat professional yang diberi tugas, wewenang dan tanggung
jawab melaksanakan pelayanan kamar operasi

3. Syarat jabatan :
c. Formal : S1/S2/DIII
4. Non Formal :
5. Tanggung Jawab :
Melaksanankan pelayanan dikamar operasi
6. Uraian tugas :
b. Mempersiapkan fasilitas dan lingkungan kamar operasi untuk kelancaran
pelayanan dengan cara : mengawasi kebersihan lingkungan, mengatur tata
ruang kamar operasi, memeriksa persiapan peralatan yang diperlukan dalam
tindakan pembedahan.
c. Melakukan presensi pasien di kamar bayi sehat.
d. Melakukan pengkajian meliputi : Identifikasi pasien, Timbang BB,TB,
makanan bayi/pemberian ASI/Imunisasi, kendala dalam perawatan bayi
e. Memelihara perlengkapan medis dan perawatan dalam keadaan siap pakai
f. Bekerja secatra kooperatif dengan tim lain dan memberikan pelayanan yang
bermutu kepada pasien.
g. Mengatur kunjungan pasien yang berobat jalan
h. Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik antara petugas, pasien,
dan keluarga pasien
i. Melaksanakan dan memelihara system pencatatan dan pelaporan yang baik
dan benar
j. Memberikan penyuluhan kesehatan secara perorangan/kelompok sesuai
kebutuhan pasien antara lain :
 Pemeriksaan bayi sehat secara teratur untuk memantau tumbuh kembang
bayi
 Kebersihan dan perawatan bayi
 Pemberian ASI Eksklusif dan manfaat ASI bagi bayi
 Perlunya imunisasi pada bayi
 Keluarga berencana (KB)
k. Memegang teguh rahasia jabatan
10. Wewenang
11. Hak : Berhak atas imbalan dan sarana sesuai dengan tanggung jawabnya sesuai
dengan kemampuan RS

K. Koordinator ICU
PED ORG/PONEK/01/00 22
1. Nama Jabatan : Penanggung jawab Pelaksanaan kegiatan di kamar ruang ICU
2. Pengertian :
Tenaga perawat professional yang diberi tugas, wewenang dan tanggung jawab
melaksanakan pelayanan di ruang ICU
3. Syarat jabatan :
d. Formal : S1/S2/DIII
4. Non Formal : Pelatihan PICU NICU, ICU ICCU
5. Tanggung Jawab : Memimpin, mengkoordinir dan mengelola kegiatan pelayanan
di ruang ICU agar pelayanan dapat berjalan dengan baik

6. Uraian tugas :
a. Merencanakan jumlah, jenis dan mutu tenaga perawatan dan tenaga lain yang
ada diruang ICU
b. Merencanakan jumlah dan jenis peralatan medis dan keperawatan yang
diperlukan
c. Melakukan pelayanan intensif maternal dan neonatal
d. Melaksanakan evaluasi terhadap kasus-kasus maternal dan neonatal
e. Melakukan evaluasi terhadap kegiatan operasional dan mutu pelayanan
termasuk pencatatan dan pelaporan
f. Mengelola semua tenaga yang ada diunit kerja agar dapat bekerja dengan baik
g. Mengatur dan mengkoordinasikan pelayanan yang ada di unit kerja
h. Menjalin hubungan yang harmonis dengan pasien, keluarga dan pengunjung

6. Wewenang
7. Hak : Berhak atas imbalan dan sarana sesuai dengan tanggung jawabnya sesuai
dengan kemampuan RS

PED ORG/PONEK/01/00 23
BAB VII
TATA HUBUNGAN KERJA
RUMAH SAKIT MARDI RAHAYU
KUDUS

UGD RAWAT JALAN KASIR


a.

LOGISTIK UMUM LOGISTIK FARMASI

ADMISSION OPERATOR
PONEK
UMUM/TEHNISI UMUM/SUPIR

KAMAR REKAM MEDIK RADIOLOGI LABORATORIUM ICU


OPERASI

Keterkaitan Hubungan Kerja dengan Unit Lain


1. Logistik Farmasi
Tim PONEk bekerjasama dengan farmasi dalam hal permintaan obat atau injeksi serta
obat-obat untuk persediaan stok ruangan dengan menggunakan print out.
2. Logistik Umum
PED ORG/PONEK/01/00 24
Tim PONEK bekerjasama dengan LOgistik dalam hal untuk kebutuhan alat-alat
rumah tangga dan alat tulis kantor dengan prosedur menggunakan print out
3. Kamar OK
Tim PONEK bekerjasam dengan bagian kamar operasi dalam kasus pembedahan baik
rujukan maupun non rujukan yang memerlukan tindakan operatif
4. Laboratorium
Tim PONEK bekerjasama dengan laboratorium untuk menunjang diagnose
pemeriksaan dan untuk kelengkapan kasus operasi baik pre operasi maupun post
operasi
5. Umum / Teknisi
Tim PONEK bekerjasama dengan bagian tehnik dalam pemeliharaan dan maintenance
alat dengan menggunakan slip perbaikan
6. Rekam Medik
1) Tim PONEK bekerjasama dengan bagian rekam medik dalam pendaftaran pasien
baik rawat jalan maupun rawat inap
2) Setiap pasien rawat inap memerlukan memerlukan nomor register dan nomor
rekam medic dari bagian pendaftaran rekam medik
7. Pendaftaran
Tim PONEk bekerjasama dengan pendaftaran apabila ada bayi baru lahir di RS mardi
rahayu didaftarkan ke bagian pendaftaran dari bagian pendaftaran disiapkan status
kemudian status diambil oleh petugas kamar bayi.
8. Radiologi
Tim PONEK bekerjasama dengan Radiologi pada kasus-kasus tertentu untuk
menunjang diagnose pemeriksaan dan untuk kelengkapan diagnostic

9. Operator
Tim PONEK bekerjasama dengan operator apabila petugas Kamar Bayi
membutuhkan sambungan telepon keluar RSRP (tanpa menggunakan PIN) maka
bagian kamar bayi akan meminta bantuan ke bagian operator dengan cara menekan
angka 0 (nol) pada pesawat telepon.
10. Kasir
Tim PONEk bekerjasama dengan kasir, pasien yang telah selesai dirawat akan
menyelesaikan administrasi pembayaran di kasir oleh keluarganya.
11. Instalasi Gawat Darurat (IGD)
1) Tim PONEK berkerja sama dengan unit gawat darurat dalam hal pelayanan
kegawatdaruratan
2) Pasien yang memerlukan tindakan di UGD oleh dr UGD atau bidan yang
memeriksa dijelaskan kepada psien atau keluarga pasien mengapa dilakukan
tindakan.

PED ORG/PONEK/01/00 25
12. Unit ICU
1) Tim PONEK bekerjasama dengan ICU bila ada kasus yang memerlukanperawatan
intensive
2) Setelah keluarga pasien setuju dan mengisi inform concent maka perawat
memberitahu ICU
3) Perawat ruangan pasien ke ICU
4) Perawat ruangn melakukan serah terima pasien tersebut kepada perawat ICU
13. Unit Rawat Jalan (URJ)
Tim PONEk bekerjasama dengan Unit Rawat Jalan dalam pelayanan
kegawatdaruratan baik pada kunjungan yang pertama kali maupun kunjungan ulang
serta rujukan non kegawatdaruratan
14. Umum / Supir
Tim PONEK bekerjasama dengan Supir apabila pasien yang memerlukan rujukan ke
RS lain dapat menggunakan ambulance Rumah Sakit, dan untuk pelayanan home
visite

15. Umum / Keamanan


Tim PONEk bekerjasama dengan bagian keamanan bila ada pasien yang meninggal,
maka setelah jenazah dirapikan akan diantar ke kamar jenazah dengn terlebih dahulu
mengkonfirmasi ke bagian umum/keamanan.

PED ORG/PONEK/01/00 26
BAB VIII
POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI

NAMA JABATAN PENDIDIKAN PENDIDIKAN JUMLAH TENAGA YG


FORMAL NON FORMAL KEBUTUHAN ADA

Ketua Tim PONEK 1 Dokter spesialis Pelatihan Resusitasi 1 1


Kebidanan dan Neonatus
Penyakit
Kandungan PPGD ON

Ketua Tim PONEK II Dokter spesialis Pelatihan Resusitasi 1 1


Anak Neonatus

Koordinator UGD Pendidikan Dokter BCLS 1 1

Koordinator ANC DIII Kebidanan 1 1

Koordinator Ruang DIII Kebidanan Manajeman Laktasi 1 1


Bersalin dan Nifas
Resusitasi Neonatus

Koordinator Perinatal DIII Keperawatan Resusitasi Neonatus 1 1

Penatalaksanaan
BBLR

PED ORG/PONEK/01/00 27
BAB IX
KEGIATAN ORIENTASI

Hari Ke Materi Waktu Tempat Penanggung


jawab
Hari 1 dst 3 bulan Ruangan yang Karu
ditempati
3 bulan 1 mg di OK Masing-
berikutnya 1 mg di MR masing Karu
1 mg di KIA ruangan
1 mg di ICU

PED ORG/PONEK/01/00 28
BAB X
PERTEMUAN/RAPAT

1. Pertemuan rutin
Pertemuan rutin PONEK diadakan sebulan sekali, jam 12.30 s/d selesai
Tempat : Pokok ASI
Peserta : Ketua Tim PONEK, Koordinator UGD, coordinator NIfas, koordinator ANC,
koordinator ICU, koordinator Anestersi
Materi : Evaluasi kinerja mutu, masalah dan pemecahannya, evaluasi dan rekomendasi
2. Rapat Insidentil diselenggarakan sewaktu-waktu bila ada masalah atau sesuatu yang
yang perlu dibahas segera

PED ORG/PONEK/01/00 29
BAB XI
PELAPORAN
1. Laporan Harian
2. Laporan Bulanan
a. Inventarisasi (injeksi, sarana medis non medis, MOW)
b. Laporan kematian maternal perinatal,
c. Rawat gabung, persalinan
d. Rujukan
3. Laporan mingguan
a. Penyakit menular
4. Laporan triwulan
a. Penilaian kinerja
5. Laporan Tahunan
a. Evaluasi program

PED ORG/PONEK/01/00 30
BAB XII

PENUTUP

Angka kematian ibu dan angka kematian bayi semakin meningkat dan tidak
mengalami perubahan berarti pada lima tahun terakhir. Keadaan ini akan meningkat bila tidak
segera diantisipasi dengan berbagai terobosan yang optimal. Kasus kebidanan yang sifatnya
akut dan fatal akan menurunkan kondisi kesehatan pada ibu hamil dan bayi di masyarakat dan
akan mempengaruhi prestasi dan kinerja generasi mendatang.

Berdasarkan hal tersebut, maka dipandang perlu agar program pedoman pelayanan
obstetric dan neonatal emergensi komperhensif (PONEK) dijadikan prioritas, yang terlihat
pada target upaya kesehatan perorangan (UKP) pada rencana strategi Departement Kesehatan
2005-2009.

Pada saat ini sesuai era desentralisasi, kebijakan ini amat perlu didukung oleh Dinas
Kesehatan Provinsi / Kabupaten Daerah sehingga terjadi sinkronisasi antara perencanaan
Departemen Kesehatan RI Pusat dan daerah yang menghasilkan suatu visi yang saling
memperkuat dalam penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Di samping itu pelaksanaan palayanan obstetric dan neonatal emergensi komperhensif


(PONEK) hendak disesuaikan dengan kondisi spesifik daerah dan keterbatasan sumber daya
sehingga dapat mencapai target yang optimal yaitu 75% RSU Kabupaten / Kota
menyelenggarakan PONEK.

Kudus, 25 September 2014

Penyusun

PED ORG/PONEK/01/00 31
PED ORG/PONEK/01/00 32