Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH STRATEGI KORPORASI

INSTRUMEN ANALISIS STRATEGI LEVEL KORPORASI


(EFE, IFE, CPM)

Disusun:

1. Bagus Barlian Tara ( B.111.15.0078 )


2. Bahar Kuncoro ( B.111.15.0298 )
3. Maulana Adi Wiaksono ( B.111.15.0311 )
4. Muhammad Akbar U ( B.111.15.0321 )
5. Abdurrahman Al Fikri ( B.111.15.0156 )
6. Hesti Bella Pratiwi ( B.111.15.0171 )
7. Mei Maharani ( B.111.15.0172 )

UNIVERSITAS SEMARANG
FAKULTAS EKONOMI
S1 MANAJEMEN
2018
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang.
Manajemen strategis adalah seni dan ilmu penyusunan, penerapan, dan
pengevaluasian keputusan-keputusan lintas fungsional yang dapat memungkinkan suatu
perusahaan mencapat sasarannya. Manajemen strategis adalah proses penetapan tujuan
organisasi, pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai sasaran tersebut,
serta mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan merencanakan
pencapaian tujuan organisasi. Manajemen strategis mengkombinasikan aktivitas-aktivitas
dari berbagai bagian fungsional suatu bisnis untuk mencapai tujuan organisasi.
Manajemen strategis berbicara tentang gambaran besar. Inti dari manajemen strategis
adalah mengidentifikasi tujuan organisasi, sumber dayanya, dan bagaimana sumber daya
yang ada tersebut dapat digunakan secara paling efektif untuk memenuhi tujuan strategis.
Manajemen strategis di saat ini harus memberikan fondasi dasar atau pedoman untuk
pengambilan keputusan dalam organisasi. Ini adalah proses yang berkesinambungan dan
terus-menerus. Rencana strategis organisasi merupakan dokumen hidup yang selalu
dikunjungi dan kembali dikunjungi. Bahkan mungkin sampai perlu dianggap
sebagaimana suatu cairan karena sifatnya yang terus harus dimodifikasi. Seiring dengan
adanya informasi baru telah tersedia, dia harus digunakan untuk membuat penyesuaian
dan revisi.
Pertimbangan global praktis berdampak pada keputusan strategis, batas-batas negara
diabaikan. Untuk mengetahui dan menghargai dunia dari perspektif orang lain telah
menjadi masalah hidup atau mati untuk bisnis. Dengan demikian perlu adanya kegiatan
dalam pengambilan keputusan yang disesuaikan antara kemampuan yang dimiliki dengan
lingkungan yang ada di sekitar sehingga perlunya adanya manajemen strategi.
B. Perumusan Masalah
1. Apa saja alat-alat analisis yang digunakan dalam Instrumen Analisis Strategi

Level Korporasi?

C. Manfaat
Mahasiswa dapat mengerti apa saja alat –alat analisis yang digunakan dalam
menganalisis strategi level korporasi.
BAB II
PEMBAHASAN

Analisis dan pilihan strategi melibatkan pembuatan keputusan subjektif berdasarkan


informasi objektif. Manajemen strategi menunjukan bahwa manajemen merupakan suatu sistem
yang sebagai satu kesatuan memiliki berbagai komponen yang saling berhubungan dan saling
mempengaruhi , komponen strategi melakukan pencarian untuk menentukan tindakan alternatif
yang paling memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan tujuan dan misinya. Dalam keadaan
mendesak dihadapi oleh perusahaan, strategi alternatif akan mempresentasikan tahapan langkah
untuk menggerakan perusahaan dari posisi saat ini ke posisi masa depan. Tahap yang harus
dilakukan.
1. Tahap input
Matriks ini memberikan input dasar atau informasi dasar untuk matriks tahap pencocokan dan
pembuatan keputusan. Alat ini mensyaratkan penyusun strategi untuk mengkuantifikasi secara
subjektif selama tahap-tahap awal proses formulasi strategi.
 Matriks EFE.
Matriks yang mengevaluasi faktor eksternal memungkin para penyusun strategi untuk
meringkas dan mengevaluasi informasi ekonomi, sosial budaya, demografi, lingkungan,
pilitik, pemerintah, hukum, teknologi dan pesaing. Tahap 1 dari formulasi kerangka kerja
terdiri atas Matriks EFE, Matriks IFE, dan Competitive Profile Matrix (CPM). Disebut
dengan tahap input (input stage), tahap 1 meringkas informasi input mendasar yang
dibutuhkan untuk memformulasikan strategi. Tahap 2 yang disebut tahap pencocokan
(matching stage), berfokus pada pembuatan strategi alternatif yang layak dengan
menyelaraskan faktor internal dan eksternal kunci. Teknik tahap 2 termasuk Matriks
SWOT, Matriks SPACE, Matriks BCG, Matriks Internal-External (IE), dan Matriks Grand
Strategy. Tahap 3 yang disebut tahap keputusan (decision stage), melibatkan teknik
tunggal, Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). QSPM menggunakan informasi
input dari tahap 1 secara objektif mengevaluasi strategi alternatif yang diidentifikasi dalam
tahap 2. QSPM mengungkapkan daya tarik relatif dari strategi alternatif dan memberikan
dasar yang objektif dalam memilih strategi tertentu.
Kesembilan strategi yang termasuk dalam kerangka kerja formulasi strategi
membutuhkan integrasi intuisi dan analisis. Divisi yang otonom dalam organisasi
umumnya menggunakan teknik formulasi strategi untuk mengembangkan strategi dan
tujuan. Analisis divisional memberikan dasar untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan
memilih diantara strategi alternatif di tingkat korporasi.
Informasi yang diturunkan dari matriks-matriks ini memberikan input informasi dasar
untuk matriks tahap pencocokan dan pembuatan keputusan, alat input mensyaratkan
penyusun strategi untuk mengkuantitatif secara subjektif selama tahap-tahap awal proses
formulasi strategi. Membuat keputusan kecil dalam matriks input terkait kepentingan
relatif faktor internal dan eksternal memungkinkan penyusun strategi membuat dan
mengevaluasi strategi alternatif secara lebih efektif. Penilaian intuitif yang baik selalu
dibutuhkan dalam menentukan bobot dan peringkat yang sesuai.
2. Analisis Industri: Matrik Evaluasi Faktor Eksternal
Matrik evaluasi faktor eksternal memungkinkan para penyusun strategi untuk meringkas
dan mengevaluasi informasi ekonomi, sosial, budaya, demografi, lingkungan , politik,
pemerintah, hukum, teknologi dan persaingan. Matrik EFE dapat dikembangkan dalam lima
langkah :
1. Buatlah daftar fakto-faktor eksternal kunci sebagaimana diidentifikasi dalam proses
audit internal terdiri dari 20 faktor,meliputi kesempatan dan ancaman yang
memengaruhi perusahaan dan industri. Buatlah sespesifik mungkin, menggunakan
persentase, rasio, dan angka komparatif kapanpun dimungkinkan.
2. Berilah bobot untuk setiap faktor, dengan ki saran dari 0,0 (tidak penting) hingga 1,0
(sangat penting). Kesempatan biasanya menerima bobot yang lebih tinggi dari ancaman,
namun ancaman dapat memperoleh bobot yang lebih tinggi jika sangat parah. Bobot
yang sesuai dapat ditentukan dengan memperbandingkan pesaing yang sukses dan tidak
sukses atau dengan mendiskusikan faktor dan memperoleh konsensus kelompok.
3. Berikanlah peringkat 1 hingga 4 bagi setiap faktor eksternal kunci untuk
mengindikasikan seberapa efektif strategi perusahaan saat ini merespons terhadap faktor
itu, di mana 4 = responsnya superior, 3 = responsnya diatas rata-rata, 2 = responsnya
rata-rata, dan 1 = responsnya buruk. Peringkat didasarkan pada efektivitas strategi
perusahaan. Penting untuk dicatat bahwa baik ancaman maupun kesempatan dapat
diberi peringkat 1, 2, 3, atau 4
4. Setiap bobot faktor dengan peringkatnya untuk menentukan skor tertimbang.
5. Jumlahkan skor tertimbang untuk setiap variabel untuk menentukan skor total
terimbang bagi organisasi itu.

Matrik EFE, skor total rata-rata terimbang tertinggi untuk organisasi adalah 4,0 dan total
skor terimbang terendah adalah 1,0,skor total rata-rata terimbang adalah 2,5. Skor total
terimbang mengindikasikan bahwa organisasi merespons dengan baik terhadap kesempatan
dan ancaman yang ada di industrinya.
Contoh matrik EFE, untuk bioskop. Bahwa faktor yang paling penting adalah “Tren makanan
sehat mengurangi penjualan makanan yang ada” seperti yang diindikasikan dengan bobot
0,12. Perhatikan pula bahwa perusahaan bioskop lokal melakukan hal yang baik menangani
dua faktor,”TDB University berekspansi 6% setiap tahun” dan “Trend makanan sehat
mengurangi keseluruhan penjualan makanan”

Matrik EFE untuk 10 Komplek Teater Lokal.


Faktor-faktor eksternal kunci Bobot Peringkat Rata-rata
tertimpang

Kesempatan

1. Royalti county populasinya 0.05 3 0,15


tumbuh 8% setiap tahun
2. TDB University bertumbuh 6% setiap tahun 0,08 4 0,32

3. Pesaing besar di kota baru-baru ini 0,08 3 0,34


menghentikan operasi
4. Permintaan untuk pergi ke bioskop naik 10% 0,07 2 0,14
tiap tahun
5. Dua pemungkiman baru dikembangkan 0,09 1 0.09
sejauh 3 mil

6. Pendapatan untuk dibelanjakan diantara 0,06 3 0,18


warga tunbuh 5% tahun lalu
7. Tingkat pengangguran di wilayah menurun 0,03 2 0,06
3,1%
Ancaman

8. Tren makan sehat mengurangi penjualan 0,12 4 0,48


makanan
9. Permintaan film online dan DVD meningkat 0,06 2 0,12
10% setiap tahun
10. Properti komersil yang terdekat dengan 0.06 3 0,18
bioskop film dalam kampus
11. TDB University membangun bioskop film 0,04 3 0,12
dalam kampus
12. Pajak Properti wilayah dan kotameningkat 0,08 2 0,16
25% tahun ini
13. Kelompok agama lokal keberatan film 0,04 3 0,12
berperingkat R ditampilkan
14. Film yang disewa dari toko Blockbuster 2 0,16
lokal naik 12%
15. Film yang disewa triwulan lalu dari Time 1 0,06
Warner naik 15 %
TOTAL 1,00 2,58
Pada akhirnya perhatikn bahwa skor total pertimbangan sebesar 2,58 adalah di atas rata-
rata yaitu 2,5, sehingga bila bioskop berjalan dengan baik,dapat memanfaatkan kesempatan
eksternal dan menghindari ancaman yang dihadapi oleh perusahaan. Tentu saja masih terdapat
peluang untuk peningkatan karena skor total tertinggi adalah 4,0 seperti yang diindikasikan oleh
peringkat 1,bisnis peluang lebih memanfaatkan pada kesempatan “dua lingkungan terdekat” dan
ancaman “film yang disewa dari Time Warner”.

 Matriks IFE.
Matriks mengevaluasi faktor internal perangkat formulasi strategi ini meringkas serta
mengevaluasi kekuatan dan kelemahan utama dalam fungsi – fungsi perusahaan . Matrik
IFE memberikan informasi yang penting untuk formulasi strategi.sebagai contoh,toko
rintel komputer tersebut mungkin ingin memperkerjakan tenaga check out lainnya dan
memperbaiki karpet,cat,dan kamar mandinya,toko tersebut ingin meningkatkan iklan agar
berhasil dalam bisnis.
Fresenius menyediakan produk dan layanan kesehatan disekitar 100 negara. Fresenius
memiliki dan mengoperasikan 2.800 klinik dialisis dan banyak fasilitas pelayanan
kesehatan lainnya.di perusahaan multidivisi,setiap divisi otonom atau unit strategi bisnis
sebaiknya membangun matrik IFE.

Sampel Faktor Internal Matriks Evaluasi untuk Toko Komputer Rintel.


Faktor Internal kunci Bobot Peringkat Skor tertimbang

Kekuatan

1. Perputaran persediaan 0.05 3 0,15


naik dari 5,8 ke 6,7
2. Pembelian rata-rata 0,07 4 0,28
pelanggan naik dari $97
ke $128
3. Semangat karyawan 0,10 3 0,30
yang baik
4. Promosi dalam toko 0,05 3 0,15
yang meningkatkan
penjualan sebesar 20%
5. Pengeluaran iklan surat 0,02 3 0,06
kabar naik 10%
6. Pendapatan dari segmen 0,15 3 0,45
perbaikan/jasa naik 16%
7. Personel teknis di toko 0,05 4 0,20
memiliki gelar sarjana
SIM
8. Rasio utang total aset 0,03 3 0,09
toko menurun ke 34%
9. Pendapatan per 0,02 3 0,06
karyawan naik 19%
Kelemahan

1. Pendapatan dari segmen 0,10 2 0,20


perangkat lunak toko turun
12%
2. Lokasi toko terken dampak 0,15 2 0,30
negatif dari jalan raya baru
3. Karpet dan cat toko sudah 0,02 1 0,02
kusam
4. Kamar mandi perlu 0,02 1 0,02
diperbaiki
5. Pendapatan dari bisnis 0,04 1 0,04
turun 8%
6. Toko tidak memiliki situs 0,05 2 0,10
web
7. Pengiriman pemasok 0,03 1 0,03
meningkat hingga 2,4 hari
8. Sering kali,pelanggan 0,05 1 0,05
harus menunggu untuk
check out
TOTAL 1,00 2,50

Matrik IFE Aktual untuk Fresenius, Inc.


Faktor Internal kunci Bobot Peringkat SkorW

Kekuatan

1. Penjualan dan laba per lembar 0,09 4 0,36


saham tidak turun setahun
dalam 10 tahun
2. Persenius medicale adalah 0,09 4 0,36
pemimpin pasar pada produk
dan jasa dialisis
3. Volume perdagangan 0,05 3 0,15
meningkat 17% pada tahun
2011
4. Dividen meningkat dalam 20 0,06 4 0,24
tahun berturut-turut
5. Peringkat analisis keuangan 0,06 3 0,18
menunjukan 23 “beli”,
2”tahan”,dan tidak ada “jual”
6. Memiliki sekolah pelatihan 0,03 3 0,09
baru untuk perawat dan
pekerja kesehatan lainnya
7. Peringkat DAX30 dalam 0,05 4 0,20
kapitalisasi pasar secara stabil
meningkat
8. Fresenius medical 0,03 3 0,09
meningkatkan klinik seluruh
dunia sebesar 6%
9. Fresenius Helios adalah 0,06 3 0,18
operator rumah sakit swasta
terbesar ke dua di jerman
10. Mendifikasi 4 segmen bisnis 0,05 3 0,15
pada skor pelayanan
kesehatan yang berbeda-beda
Kelemahan

1. Rasio cepat senilai 0,07 2 0,14


0,65 menunjukan
kurangnya kemampuan
untuk menutupi kas
yang dibutuhkan
2. Penjualan kelompok 0,03 2 0,06
bisnis menurun 4% di
Amerika Utara
3. Utang kelompok bisnis 0,05 1 0,05
meningkat 9%
4. Fresenius Biotech 0,05 2 0,10
memiliki EBIT negatif
sekitar $-38,6 miliar
5. Nenurun 21% dalam 0,08 1 0,08
operasi arus kas dari
2010 hingga 2011
6. Fresenius Helios turun 0,01 2 0,02
3,1 miliar euro akibat
mengambil alih
pesaingnya Rhoen-
klinikum,pada 3
september 2012,karena
operator rumah sakit
pesaing menghalangi
Merger
7. Fresenius Vamed tidak 0,02 2 0,04
membuat akuisisi yang
penting
8. Tidak ada perbedaan 0,04 2 0,08
ras di manajemen dan
dewan pengawas
9. Anggota dewan direksi 0,04 1 0,04
dan komisaris dan
komite Healthcare
semuanya terdiri dari
pria
10. Hanya ada 1 wanita di 0,04 1 0,04
manajemen punjak
TOTAL 1,00 2,65

Kuncinya menjadi rasio keuangan karena rasio keuangan secara umum menghasilkan
banyak faktor lain,sehingga sulit untuk mengetahui apa strategi khusus yang sebaliknya
dipertimbangkan berdasarkan rasio keuangan. Sebagai contoh,suatu perusahaan tidak memiliki
wawasan apakah akan menjual di Brasil atau Afrika Selatan untuk memanfaatkan ROI
perusahaan yang tinggi

 Matriks CPM
Matriks ini mengevaluasi profil pesaing mengidentifikasi pesaing utama perusahaan
serta kekuatan dan kelemahan pesaing tertentu terkait posisi strategis perusahaan. Matrik
Profil Persaingan (Competitive Profile Matrix - CPM) mengidentifikasi pesaing untuk
perusahaan serta kekuatan dan kelemahan pesaing tertentu terkait posisi strategis
perusahaan. Bobot dan total skor rata-rata tertimbang pada CPM dan EFE memiliki makna
yang sama,namun critical success factors dalam CPM mencakup isu internal dan
eksternal,oleh karena itu,peringkat mengacu pada kekuatan dan kelemahan dimana 4=
kekutan utama, 3= kekuatan kecil, 2= kelemahan kecil, 1= kelemahan utama. Dalam
CPM,peringkat dan total rata-rata terimbang untuk perusahaan rival dapat dibandingkan
dengan perusahaan sampel,dengan perbandingan ini memberikan informasi strategi
internal yang penting.
Sampel CPM. Dalam contoh,dua faktor yang paling penting dalam menjadi sukses di
industri adalah “iklan” dan “ekspansi global”,seperti yang diindikasikan dengan bobot
0,20. Jika tidak ada kolom bobot,catatlah bahwa setiap faktor kemudian akan memiliki
tingkat kepentingan yang sama. Memiliki kolom bobot menjadikan analisis lebih
menyakinkan karena memungkinkan analisis untuk memberikan angka lebih besar atau
lebih kecil untuk mencatat level yang dipersepsikan atau level aktual kepentingannya.
Faktor yang sering kali termasuk dalam analisis ini mencakup luasnya lini
produk,efektivitas distribusi penjualan.

Matrik EFE Aktual untuk Netflix


Kesempatan Bobot Peringkat Skor tertimbang

1. Netflix memiliki 30 juta 0,07 2 0,14


anggota serta global. Jutaan
lagi akan mempunyai
netflix
2. Harga tiket film naik 3% 0,04 2 0,08
pada tahun 2012
3. Blockbuster menutup 30% 0,06 4 0,24
tokonya pada tahun 2012.
Jumlah pengguna internet
secara global meningkat
dari 2,4 miliar di
pertengahsn 2012 hingga
lebih dari 3,0 miliar pada
tahun 2013
4. Perkenalan TV pintar 0,08 4 0,32
memungkinkan konten
online dapat dilihat lebih
cepat dan tanpa konsol
permainan
5. Tagihan TV kabel rata-rata 0,05 2 0,10
dalam negara meningkat
5,8%
6. Harga rata-rata DVD 0,04 2 0.08
adalah $25 dan meningkat
7. Persentase orang Amerika 0,03 3 0,09
yang menggunakan
komputer dan vidio
permainan adalah 72%
8. Setelah anda mulai 0,05 4 0,20
menonton film di
Blockbuster,anda hanya
punya waktu 24 jam untuk
menontonnya kembali.
9. Penggunaan ponsel pintar 0,02 3 0,06
naik 20% setiap tahunnya
Ancaman

1. Pengangguran melebihi 0,04 2 0,08


10% dibanyak wilayah

2. Blockbuster memiliki 0,05 4 0,20


tujuan film dan acara
televisi yang tersedia 28
hari sebelum Redbox dan
Netflix
3. Blockbuster menawarkan 0.04 3 0,12
peminjaman disc-only atau
stream-only,dan
kombinasikeduanya
4. Blockbuster menawarkan 0,06 2 0,12
penyewaan tidak terbatas
lewat surat dan pertukaran
di toko
5. Redbox mendirikan sekitar 0,05 3 0,15
6.000 kios di kanada pada
tahun2012
6. Biaya lisensi konten siaran 0,06 4 0,24
Netflix meningkatkan dari
$180 juta menjadi $1,98
miliar pada tahun 2012
7. Coinstar bermitra dengan 0,07 2 0,14
Verizon untuk pasar
streaming
8. Youtube memiliki 0,05 2 0,10
perjanjian dengan
paramount untuk
menyiarkan film lewat situs
jejaring mereka
9. Meningkatnya aktivitas 0,03 1 0,04
online meningkat juga
ancaman pencurian
identitas
10. Amazon,Apple,dan Hulu 0,05 3 0,25
masuk ke bisnis film
streaming.

TOTAL 1,00 2,73

Keuntungan kepemilikan atau paten,lokasi fasilitas, kapasitas dan efisiensi


produksi,pengalaman,hubungan serikat pekerja,keunggulan teknologi,dan keahlian e-
dagang. Hanya karena satu perusahaan memperoleh peringkat keseluruhan 3,20 dan yang
lain memperoleh 2,80 di CPM, hal itu tidak berarti bahwa perusahaan pertama lebih baik
sebesar tepat 14,3% dibandingkan perusahaan kedua,namun hal itu menunjukan bahwa
perusahaan tersebut baik dalam beberapa area. Terkait bobot dalam CPM, EFEM atau
IFEM, 0,08 adalah 33% lebih tinggi dibandingkan 0,06, sehingga bahkan perbedaan kecil
dapat mengungkapan persepsi penting terkait kepentingan relatif berbagai faktor.