Anda di halaman 1dari 3

Terekam CCTV, Pembobol Brankas

Minimarket Dibekuk Polisi

BANDUNG - Pelaku pembobolan brankas minimarket, Asep Nurzaman alias Dudung (23),
warga Gang Empang RT 01/06, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Rancasari, Kota
Bandung, ditangkap polisi. Asep dapat ditangkap karena aksi kejahatan yang dilakukannya
terekam kamera closed circuit television (CCTV).

Kapolsek Bojongloa Kidul Kompol Rizal Jatnika menuturkan, Asep membobol brankas milik
minimarket bekas tempatnya bekerja di Jalan Mekar Utama No 93, Mekarwangi, Kecamatan
Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Sabtu 29 Juli 2017 sekitar pukul 00.30 WIB. Tanpa
kesulitan, Asep membuka brankas karena telah tahu kode untuk membukanya dan
menggondol uang Rp46 juta.

Namun, aksi Asep terekam closed circuit television (CCTV) dan dilaporkan pengelola
minimarket ke Polsek Bojongloa Kidul. Tak perlu waktu lama, kurang dari 24 jam, polisi
meringkus Asep di rumah saudaranya di kawasan Cicalengka.

"Dari tangan pelaku kami hanya mengamankan uang tunai Rp15,5 juta. Selebihnya sekitar
Rp30,5 juta sudah habis dipakai dan dibagi-bagikan oleh pelaku," kata Rizal Jatnika, Senin
(31/7/2017).

Kepada polisi, Asep mengaku masuk ke dalam minimarket melalui jendela. Dia sempat
bersembunyi di dalam toilet dan naik ke plafon. Setelah toko tutup dan suasana sepi, dia
baru menjalankan aksinya.

Asep tak menyangka aksinya membobol brankas terekam CCTV. Padahal, sebelum beraksi,
Asep mengaku telah merusak kamera pengintai tersebut.
Polisi Sebut Pengeroyok Rico di Stadion
GBLA Lebih dari 10 Orang

BANDUNG - Polrestabes Bandung telah


mengidentifikasi pelaku pengeroyokan yang
menyebabkan Rico Andrean (22) meninggal
dunia. Jumlah pelaku yang mengeroyok
korban di pintu S tribun utara Stadion Gelora
Bandung Lautan Api (GBLA) Gedebage,
Sabtu (22/7/2017), lebih dari 10 orang.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro


Pandowo mengatakan, sampai saat ini
Satreskrim Polrestabes Bandung telah
memeriksa 10 saksi. Enam di antaranya teman-teman korban dan empat personel polisi
yang bertugas di pintu S tribun utara Stadion GBLA. “Nanti lima saksi lagi akan diperiksa
terkait kasus ini,” kata Hendro kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Senin
(31/7/2017).

Selain meminta keterangan dari sejumlah saksi, penyidik juga mempelajari rekaman video
dan foto, baik yang diberikan oleh Wali Kota Ridwan Kamil dan juga dari media. Dari foto
dan video itu diharapkan para pelaku dapat segera ditangkap dan
mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum. “Kami mengidentifikasi pelaku
pengeroyokan lebih dari 10 orang,” ujar Hendro.

Disinggung apakah pelaku teridentifikasi sebagai anggota salah satu organisasi bobotoh,
Hendro menyebut pihaknya belum tahu. Namun para pelaku dipastikan Bobotoh, bisa
anggota Bomber, The Bomb, dan Viking Persib Club (VPC). “Para penonton yang masuk
dari pintu S tribun utara dan di GBLA itu semuanya pendukung Persib, Bobotoh,” tutur
Hendro.

Hendro juga menegaskan, petugas sudah mengantongi identitas para pelaku. “Cepat atau
lambat mereka pasti tertangkap. Lebih baik menyerahkan diri daripada kami lakukan upaya
represif,” tandas dia.

Diberitakan sebelumnya, Rico Andrean (22), korban pengeroyokan sejumlah oknum


bobotoh di Stadion GBLA Gedebage, Kota Bandung, Sabtu 22 Juli 2017, akhirnya
meninggal dunia pada Kamis (27/7/2017) sekitar pukul 10.25 WIB.

Korban yang dikeroyok belasan orang saat pertandingan antara Persib Bandung melawan
Persija sedang turun minum babak pertama itu, mengembuskan napas terakhir setelah
dirawat intensif selama enam hari di RS Santo Yusup, Cicadas, Kota Bandung.

Akibat pengeroyokan itu, pemuda kelahiran Bandung 14 Juni 1995 ini menderita luka lebam
di sekujur tubuh, wajah, dan belakang kepala. Rico pun sempat tak sadarkan diri selama
satu minggu. Almarhum dimakamkan di TPU Cikutra pada Kamis 27 Juli 2017 sore.
Israel Kembali Berlakukan Pembatasan
Warga Palestina Masuk Al-Aqsa

JERUSALEM - Israel mengirim polisi tambahan ke Yerusalem dan mengatakan bahwa


orang-orang di bawah usia 50 tahun akan dilarang masuk masjid al-Aqsa di Kota Tua pada
hari Jumat (28/7/2017). Kebijakan itu diberlakukan untuk mengantisipasi lebih banyak
massa demonstran.

Sebelumnya Israel telah memindahkan aparat keamanannya dari kompleks Masjid al-Aqsa
setelah faksi-faksi Palestina menyerukan "hari kemarahan."

"Pemeriksaan keamanan dilakukan dan ada indikasi bahwa gangguan dan demonstrasi
akan berlangsung hari ini," kata juru bicara polisi Micky Rosenfeld.

"Polisi ekstra dan polisi perbatasan berada di dalam dan sekitar Kota Tua dan akan
menanggapi setiap gangguan," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters.

Ia mengatakan bahwa wanita dari segala usia akan diizinkan masuk ke dalam situs tersebut,
yang disebut oleh orang Yahudi sebagai Temple Mount dan oleh umat Islam sebagai
Tempat Suci yang Mulia.

Ketegangan meningkat di kompleks Masjid al-Aqsa selama dua minggu, sering kali meletus
dalam bentrokan, setelah dua petugas polisi Israel terbunuh di sana. Hal itu mendorong
Israel untuk memasang detektor logam di pintu masuk situs tersebut dan umat Muslim pun
melakukan boikot.

Di bawah tekanan diplomatik yang luar biasa, Israel melepas detektor logam pada hari
Kamis lalu, sebuah langkah yang disambut oleh dunia Arab, namun kekerasan dengan
cepat kembali saat ribuan jamaah Muslim memasuki masjid.

Masjid al-Aqsa, tempat tersuci ketiga Islam, berada di dataran tinggi marmer yang berjejer di
jantung Kota Tua. Ini juga merupakan tempat tersuci dalam Yudaisme, tempat dua kuil kuno,
yang dihancurkan oleh orang Romawi. Orang-orang Yahudi berdoa di bawah keamanan di
Tembok Barat di kaki plaza yang ditinggikan.