Anda di halaman 1dari 4

KARAKTERISTIK GAS RUMAH KACA Nitrogen Oksida (N2O),

Hidrofluorokarbon (HFC),
Gas Rumah Kaca merupakan Perfluorokarbon (PFC), dan Sulfur
kumpulan gas yang terdapat di atmosfer, heksaflourida (SF6).
yang memiliki kemampuan menyerap
radiasi infra merah yang berasal dari Karbon Dioksida (CO2)
radiasi terrestrial, awan, atau dari Karbon dioksida (CO2)
atmosfer. Secara alami, Gas Rumah Kaca merupakan senyawa kimia
(GRK) merupakan bagian dari atmosfer yang terdiri dari dua atom
bumi, yang berfungsi mempertahankan oksigen yang terikat
suhu bumi agar tetap hangat. Akan tetapi secara kovalen dengan sebuah atom
jika konsentrasinya melebihi batas karbon. Karbon dioksida berbentuk gas
normal, gas-gas ini dapat menyebabkan pada kondisi temperatur dan tekanan
terjadinya pemanasan yang berimbas standar. Karbon dioksida tidak memiliki
pada kenaikan suhu permukaan bumi. bentuk cair pada tekanan dibawah 5,1
atm, namun langsung menjadi padat
Gas rumah kaca menyebabkan pada suhu dibawah -78⁰C. Dalam bentuk
suatu fenomena yang disebut dengan padat, karbon dioksida umumnya
efek rumah kaca. Di sebut rumah kaca, disebut sebagai es kering.
karena proses pemanasan yang terjadi Karbon dioksida terdapat secara
dapat dianalogikan dengan proses alami dalam jumlah kecil, sekitar 0,03 %
pemanasan pada rumah kaca pertanian dari seluruh kandungan atmosfer bumi.
yang ada pada daerah beriklim subtropis Meskipun jumlah gas ini merupakan
atau sedang. Apabila semakin banyak bagian yang sangat kecil dari seluruh gas
panas yang terperangkap di dalam yang ada di atmosfer, karbon dioksida
atmosfer pada seluruh permukaan bumi, memiliki peran penting dalam
maka akibatnya atmosfer menjadi panas menciptakan dan memelihara efek
dan mengakibatkan terjadinya rumah kaca yang alami di bumi, sehingga
Pemanasan Global. Oleh karena itu, keberlangsungan kehidupan makhluk
konsentrasi gas rumah kaca dijadikan hidup tetap terjaga.
indikator untuk terjadinya peristiwa ini. Karbon dioksida merupakan salah
Karena dampak merugikannya yang satu gas rumah kaca yang menimbulkan
semakin terasa, maka pada Conference of efek rumah kaca di atmosfer bumi
Parties ke-3 di Kyoto pada tahun 1997, dengan cara menyerap radiasi matahari.
dibuatlah suatu pakta yang kemudian Saat ikatan antar atom pada senyawa
dikenal dengan nama Protokol Kyoto. CO2 tidak cukup kuat, ikatan antar
Protokol ini mengisyaratkan bahwa molekul CO2 menyerap radiasi
negara-negara yang ikut meratifikasinya inframerah dan molekul tersebut mulai
harus dapat mencapai persentasi emisi bergetar (bervibrasi). Karbon dioksida
seperti yang telah ditetapkan. Menurut menyerap panjang gelombang 13 hingga
Protokol Kyoto, keenam jenis Gas Rumah 19 mikrometer. Molekul yang bergetar
Kaca Antropogenik, diantaranya : itu melepaskan radiasi. Radiasi yang
Karbon dioksida (CO2), Metana (CH4), dilepaskan oleh molekul tersebut
kemungkinan besar diserap lagi oleh molekul metana dengan oksigen akan
molekul GRK lainnya. Siklus penyerapan, melepaskan satu molekul CO2
pelepasan, dan penyerapan kembali (karbondioksida) dan dua molekul H2O
(air). Metana diklasifikasikan sebagai
tersebut mempertahankan panas di
senyawa organik, zat yang terdiri dari
dekat permukaan bumi dan secara karbon dan hidrogen (hidrokarbon).
efektif mengisolasi permukaan bumi dari Ikatan kimia yang ditemukan dalam
ruang angkasa yang dingin. metana diklasifikasikan sebagai ikatan
Secara alami, karbon dioksida kovalen. Ikatan kovalen adalah ikatan
dihasilkan oleh semua hewan, kimia yang memiliki karakteristik
tumbuhan, fungi, dan mikroorganisme berupa pasangan elektron yang saling
terbagi (pemakaian bersama elektron) di
pada proses respirasi dan digunakan
antara atom-atom yang berikatan. Pada
oleh tumbuhan pada proses fotosintesis. umumnya alkana sukar bereaksi dengan
Karbon dioksida juga dihasilkan dari senyawa lainnya, karena ikatan C antar
aktivitas antropogenik berupa atomnya relatif stabil dan tidak mudah
pembakaran bahan bakar fosil di sektor dipisahkan.
energi, industri, transportasi, dan
deforestasi pertanian. Metana termasuk salah satu gas
Konsentrasi karbon dioksida yang rumah kaca hasil aktivitas manusia
meningkat di atmosfer seiring terpenting setelah karbon dioksida. Satu
peningkatan emisi karbon yang molekul gas metana berpotensi sebagai
dihasilkan dari aktivitas antropogenik gas rumah kaca 20 kali lebih besar dari
menyebabkan peningkatan suhu pada satu molekul karbon dioksida.
permukaan bumi. Laporan kajian ke-4 (nilai GWP - The Greenhouse Warming
IPCC tahun 2007, suhu permukaan Potential – gas metana adalah 21,
global meningkat sebesar 0,74 ± 0,32 ⁰C sementara CO2 nilai GWPnya 1 dan N2O
selama abad ke-20. Peningkatan nilai GWPnya adalah 310) (Hardy, 2003),
konsentrasi CO2 dalam atmosfer akan akan tetapi masa hidup gas ini di
menyebabkan perubahan iklim yang atmosfer cukup pendek yaitu 7,9 tahun
cukup signifikan dan mempercepat dan bila kita bandingkan dengan gas CO2
peningkatan muka air laut (IPCC, 2001). yang mencapai 50-200 tahun dan N2O
adalah 120 tahun. Gas ini dihasilkan
terutama oleh aktivitas bakteri yang
Metana (CH4)
tumbuh subur dalam asosiasinya dengan
Metana adalah hidrokarbon manusia. Bakteri ini ditemukan misalnya
paling sederhana yang di sawah, di tempat penimbunan
berbentuk gas dengan sampah, dan dalan pencernaan hewan
rumus kimia CH4. Metana ruminansia. Gas metana juga berasal dari
murni tidak berbau, tidak berwarna,
pembakaran bakar bahan fosil, dan
extremely flammable (sangat mudah
terbakar), asphyxian (mampu menggeser pertanian. Sebagai tambahan, emisi
oxygen), non toxic dan non corrosive. karbon dioksida juga merupakan
Komposisi gas alam adalah 75% metana, penyebab meningkatnya gas metana
15% etana, 5% hidrokarbon lain seperti: (IPCC, 2001). Selain itu, pelepasan
propane dan butana. Pembakaran satu metana yang terperangkap di tanah,
yaitu pipa gas alam dan tambang batu meningkatkan tenaga mesin pada
bara. Vegetasi yang membusuk dalam kendaraan bermotor dan sebagai
waduk atau kolam juga merupakan oxidizer dalam peroketan.
Gas N2O memiliki berbagai fungsi,
sumber metana yang penting.
salah satunya fungsi di atmosfer bumi
Konsentrasi gas metana dalam atmosfer ialah sebagai gas rumah kaca. N2O
mengalami peningkatan sekitar 1060 merupakan satu dari tiga gas rumah kaca
ppb (151%) sejak tahun 1750 dan terus yang berkontribusi besar terhadap efek
mengalami peningkatan. Kadar gas ini rumah kaca. Konsentrasi global N2O
diperkirakan lebih tinggi dari pada tahun 1998 adalah 314 ppb.
sebelumnya dalam sedikitnya 420.000 Kemampuan menyerap panas N2O 300
kali lebih besar dari CO2. Selain itu, gas
tahun terkahir (IPCC, 2001).
N2O juga mempunyai kemampuan
merusak lapisan ozon di stratosfer
Nitrogen Oksida (N2O)
melalui proses fotolisis.
Nitrogen Oksida (nitrous
oxide) merupakan Hidrofluorokarbon (HFC)
senyawa kimia yang Hidrofluorokarbon atau
terdiri dari 2 atom nitrogen dan satu HFC merupakan
atom oksigen. Sumber Alami N2O berasal senyawa yang terdiri
dari sumber bilogis di dalam tanah dan dari unsur hidrogen,
air, terutama aktivitas mikroba pada fluor, dan karbon.
hutan tropis basah dan kebakaran hutan.
Secara umum, HFC tidak mudah
N2O dapat dihasilkan dari tanah dan laut
yang kekurangan oksigen melalui proses terbakar, stabil, dan tidak reaktif. Masa
denitrifikasi (reduksi nitrat menjadi hidup HFC sekitar 14 tahun, lebih sedikit
nitrogen gas, dan lepas dari tanah). dari masa hidup CFC yang berkisar 100
Terjadi oleh bakteri anaerob (hidup tahun di atmosfer.
tanpa Oksigen). Selain itu gas N2O juga Hidrofluorokarbon digunakan untuk
diproduksi oleh bakteri nitrifier dengan
menggantikan penggunaan HCFC dan
cara mengoksidasi ammonia untuk
menghasilkan energi tersebut untuk CFC sebagai bahan pendingin kulkas dan
metabolisme sel bakteri nitrifier AC yang dilarang karena dapat merusak
tersebut. Nitrifikasi adalah proses lapisan ozon. Karena HFC tidak
oksidasi enzimatik yakni perubahan mengandung klorin, ia tidak
senyawa ammonium menjadi senyawa memberikan pengaruh pada lapisan
nitrat yang dilakukan oleh bakteri ozon, akan tetapi senyawa ini menahan
tertentu. Adapun sumber antropogenik
panas atmosfer sehingga meningkatkan
N2O berasal dari sektor pertanian dan
peternakan (sumber terbesar), proses pemanasan global. HFC ini juga disebut
industri, produksi asam nitrat, sebagi Freon. Gas ini juga dihasilkan oleh
pengelolaan sampah, pemakaian energi. pendingin-pendingin yang
Konsentrasi gas nitrogen (N2) di menggunakan freon, seperti kulkas, AC,
atmosfer merupakan yang paling banyak juga terbentuk selama manufaktur
terdapat dalam atmosfer, yaitu sebesar berbagai produk, termasuk busa untuk
78,1 % dari seluruh kandungan atmosfer
insulasi, perabotan (furniture), dan
bumi. Gas N2O dalam kedokteran
berfungsi sebagai anastesi dan analgesik, tempat duduk di kendaraan.
serta dapat digunakan untuk
HFC terpecah di troposfer oleh reaksi Gas ini mampu bertahan di atmosfer
dengan radikal hidroksil (OH-). Di sampai 50.000 tahun. Potensi
troposfer, ikatan –FC dalam gas HFC menyebabkan global warmingnya 6500
sangat efektif menangkap radiasi kali potensi CO2, tetapi tidak
matahari (khususnya Sinar Infra merah) berkontribusi secara signifikan terhadap
dan mengalihkannya ke permukaan pemanasan global karena jumlah yang
bumi. Yang disebut sebagai efek Radiatif dilepaskan kecil.
Forcing positif yang berkontribusi
terhadap pemanasan global. Pada tahun Sulfur Heksafluorida (SF6)
2007, rata-rata Potensi Pemanasan
Global (Global Warming Potention / Sulfur Heksafluorida (SF6)
GWP) HFC diperkirakan mencapai 3.770 merupakan gas sintetik
kali lipat dari karbon dioksida. yang memiliki geometri
Konsentrasi HFC semakin berlimpah oktahedral yang terdiri
di atmosfer. Sebagai contoh, antara dari enam fluor atom
tahun 1987 – 2005, konsentrasi HFC-23 menempel pada pusat belerang atom.
meningkat dari sekitar 3 menjadi 18 ppt. SF6 merupakan senyawa anorganik yang
demikian juga konsentrasi HFC-134a tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak
meningkat dari tingkat yang tidak mudah terbakar. SF6 berasal dari sumber
terdeteksi sebelum tahun 1990-an, antropogenik, tidak ada sumber alami
menjadi 35 ppt pada tahun 2005 SF6 (greenfacts.org). SF6 digunakan
(Ensyclopaedia Britannica). dalam berbagai peralatan transmisi
tenaga listrik. Konsentrasi gas ini di
Perfluorokarbon (PFC) atmosfer meningkat dengan sangat
Perfluorokarbon cepat. Berdasarkan data konsentrasi SF6
(PFC) adalah Mauna Loa, Hawaii terjadi tren
senyawa bahan peningkatan konsentrasi SF6 sejak tahun
kimia buatan 1998 hingga 2018 dari nilai 4 pmol/mol
manusia yang terdiri dari flourin dan naik hingga hampir menyentuh nilai 10
karbon. PFC memiliki sifat kimia tidak (www.esrl.noaa.gov).
berwarna, tidak berbau, tidak mudah
Menurut Intergovernmental
terbakar pada suhu lingkungan dan
Panel on Climate Change (IPCC), SF6
sebagian besar tidak reaktif secara
adalah gas rumah kaca paling kuat
kimia. Perfluorokarbon adalah gas dengan potensi pemanasan global
rumah kaca kuat yang diperkenalkan
23.900 kali CO2. Sulfur heksaflourida
sebagai alternative bahan perusak
juga memiliki masa hidup yang panjang
lapisan ozon. PFC menggantikan CFC
di atmosfer, yaitu 800 hingga 2300 tahun
dalam semikonduktor manufaktur.
(Wikipedia).
Umumnya berasal dari proses industri
salah satunya aluminium melalui proses
elektrolisis alumina (Al2O3). Gas PFC
diperoleh dari hidrokarbon dimana atom
hidrogen digantikan oleh atom fluorin.