Anda di halaman 1dari 10

PENDEKATAN / KA PERILAKU :

 Memfokuskan perilaku yang perlu dirubah


lewat penggunaan strategi penguat

PENDEKATAN / KA KOGNITIF PERILAKU :


 Menekankan perubahan pikiran yang
dipercayai untuk menghasilkan perilaku
spesifik atau mengembangkan pengetahuan
Rita Untari dasar untuk memecahkan permasalahan.

 KA- KP dapat diterapkan pada


pasien/klien yang mempunyai level  Tidak hanya digunakan pada
kognitif /fungsi 5 dan 6 menurut Allen. konteks dan setting psikososial
tetapi juga pada intervensi yang
 Bisa
diaplikasikan pada kasus anak, bertujuan :
dewasa, dan orang tua 1. Memperluas pengetahuan klien
2. Memperkuat aplikasi pengetahuan
3. Meningkatkan kemampuan
memecahkan masalah

Level 5 : Aksi eksplorasi Level 6 : Aksi terprogram


(Level kognitif menurut Allen ) (Level kognitif menurut Allen )

 Trial& error  Disabilitas tidak ada


 Eksperimen untuk memecahkan  Berpikir hipotetik
masalah  Perilaku terorganisir
 Proses belajar
 Instruksi verbal dan tertulis dimengerti
 Dapat melihat hasil tetapi antisipasi
masih kurang
 AKSD (Aktivitas Kehidupan Sehari-hari
Dasar) dapat dilakukan baik
 Empati berkembang

1
KA KOGNITIF PERILAKU TEORI-TEORI YANG MENDUKUNG KA-KP
Berasumsi bahwa fungsi kognitif seseorang
dan kepercayaan mempengaruhi afek dan
perilaku 1. Bandura’s Social Learning
Theory
Intervensi perlu melibatkan strategi verbal
dan non-verbal
2. Beck’s Cognitive Therapy
Tujuan intervensi adalah merubah pikiran
seseorang yang pada gilirannya merubah 3. Meichenbaum’s Cognitive
perilaku dan akhirnya meningkatkan
fungsional keseharian dan self of efficacy
Behavior Modification

I. BANDURA’S SOCIAL LEARNING THEORY BANDURA’S SOCIAL LEARNING THEORY


 Menekankan pentingnya interpretasi kognitif
 Interactive interdependent paradigma
terhadap kejadian / events dalam
 Belajar dipandang sebagai hasil interaksi antara menentukan reaksi individu.
perilaku, individu dan lingkungan.
 Kognitif mempengaruhi : motivasi,
achievement of insight, & ekspresi perilaku
Menekankan pentingnya :
 Pengalaman sukses sebelumnya Stimulus  respons
 Modelling
Kejadian perasaan/emosi
 Persuasi verbal
Perilaku
 Kondisi fisiologis
Reaksi thd kejadian

Contoh :
beberapa pasien dengan trauma spinal cord
RESPON/REAKSI Tergantung dari :
injuri yang mempunyai lesi pada level yang
 Bagaimana memandang masalah
sama, kemampuan fisik dan keterbatasan
 Personal strength
fungsi yang hampir sama.
 Beliefs about treatment
 Personal values & expectation
 Bagaimana respon klien tersebut terhadap
 Bgmn orang tua, terapis, teman berharap
rehabilitasi ?
dan berpikir tentang klien
 Bagaimana klien tersebut memandang
 Role of internal & external reinforcement
kecacatannya dan perilakunya ?

2
 Cognitive set : pandangan ttg situasi, diri
Sendiri, orang lain, masa depan
 Response : perasaan/emosi, perilaku,
respon thd kejadian.
 Kognitif menjadi masalah jika :
Stimulus : Cognitive - Cognitive set : negatif, salah dan misinter
kejadian set
Response pretasi
-Kejadian dianggap sebagai hal yg negatif,
merusak diri sendiri

The Importance of Cognition in Modeling Modelling & imitation


Pentingnya kognitif dalam modelling :  Tidak hanya merupakan bagian dari
skill building, tapi juga pada formasi
Behaviorist tradisional  individu akan meniru aturan dan sikap.
perilaku setelah melihat/observasi
Social learning theorists  cognition plays a
significant intervening role in modelling  Individu
lebih suka meniru orang lain
Individu tidak bisa imitasi setiap perilaku yang yang serupa/mirip. e.q.: male will
dilihatnya
more likely imitate a male
Individu aktif berpikir tentang dan memilih
perilaku yg akan dilakukan

Cognition in reinforcement
Individu bisa melakukan tugas dengan baik
 Terdapat 2 sumber reinforcement yaitu butuh: sense of efficacy dan competence
internal and external, keduanya menstimulasi Kompetensi : individu mempunyai perilaku
dan mempertahankan perilaku dan pikiran yang terinternalisasi, bisa mempertahankan
perilaku, walaupun external reinforcer
dihilangkan
 Externalreinforcement : uang, makanan,
material, social approval, privileges Untuk bisa berkompetensi dibutuhkan : self
control
Self control: individu mampu menentukan
 Vicariousreinforcements are symbolic, standar, membandingkan performance
include : individual’s values and image of sekarang dengan sebelumnya, serta mampu
success or failure mempertahankan internal reward.

3
• Initial reinforcers are more often external , “SOCIAL CONTRACTING”
such as smile of approval, attention from sistem yang mengidentifikasi penghargaan dan hak
1 significant others & food istimewa, hukuman dan kecaman yang menyertai
• As cognition develop perilaku tertentu
2 contoh :
ketika individu mengasumsikan peran dan tanggung
• Symbolic reinforcers play an important part in
3 influencing behavior jawab pekerjaan melalui kesepakatan kontrak
,majikannya memberikan manfaat dan gaji
• social contracting
4
ketika orang tua mengabaikan hak anak, ia
• Personal satisfaction melanggar kontrak sosial itu untuk mengasuh anak
5 • The last reinforcer in the hierarchy is an intrinsic dan ditegur oleh masyarakat

II. AARON BECK’s Cognitive Therapy


“PERSONAL SATISFACTION”
The best reinforcement of behavior  Afek dan perilaku ditentukan oleh cara seseorang
berpikir
 Asumsi tentang peran kognitif :
Is the least dependent on changing external  Kognitif mempengaruhi bagaimana seseorang
circumstances memandang dan mengalami kejadian setiap hari
 Kognitif dibentuk oleh stimulus internal dan
Self satisfactions comes from self-evaluation and eksternal serta pengalaman masa lalu dan
self produced consequences sekarang
 Terapi dapat meningkatkan kesadaran tentang
kognitif dan bagaimana kognitif tersebut
The person who perfect intellectual, creative, or mempengaruhi perasaan dan perilaku
physical skills

 Teknik Beck’s CT tergantung pada hubungan III. DONALD MEICHENBAUM


‘here and now’  Cara kita berbicara dan berinteraksi dengan
 Identifikasi pikiran / kepercayaan orang lain, merubah/mempengaruhi cara kita
 Interpretasi
berpikir dan berperilaku pada kehidupan sehari-
hari
 Diskusi ttg manfaat perubahan perilakunya  Dengan menguasai beberapa strategi
saat ini seseorang mampu memenuhi tantangan
Beck uses cognitive techniques : yang bervariasi
 Graded task assignment, coaching, modeling,
behavior rehearsal, stress inoculation, home o Teknik “THINK ALOUD” :
work, scripting. WHAT IS MY PROBLEM ?
WHAT IS MY PLAN ?
AM I USING MY PLAN ?
HOW DID I DO ?

4
Teknik “SELF INSTRUCTION” dalam proses Tujuan Self Instruction :
pembelajaran: 1. Meningkatkan dan mempertahankan
1. Terapis mendemonstrasikan sambil atensi klien pada tugas
menjelaskan 2. Identifikasi prosedur pelaksanaan
2. Klien mencoba terapis ‘describe out
tugas dan perilaku yang dibutuhkan
loud’
 self control, problem solving
3. Klien melakukan dan verbalisasi keras
4. Klien melakukan sambil berbisik pada
diri sendiri
5. Otomatis

PERAN OT
2. Participant-Observer  Therapist strives to be
1. Educator-Facilitator flexible
 Memfasilitasi : new information, practice Sebagai participants  OT’s memberi
skills,meningkatkan self-understanding & dukungan dan umpan balik terhadap respon
control of the environment pasien (pikiran dan perasaan)
 Secara hati-hati menerangkan alasan/rasional
dibalik terapi yang diberikan dan memberikan Observing  memandang sistem kognitif secara
feedback tentang pikiran, perilaku dan prestasi keseluruhan dan mencoba meningkatkan
pasien kesadaran pasien ttg pikiran, perasaan dan
perilaku, baik masa lalu dan sekarang

4. Mempertanyakan generalisasi
3. Pembentuk sikap ilmiah P : I’m not good with my hands.
 Terapis dan klien memahami hubungan T : apa yang terjadi shg anda menyimpulkan
antara perilaku dengan pikiran tangan anda tidak bagus ?
terapis jangan menerima pendapat pasien sebagai
fakta dan tanyakan kpd pasien lagi  generalisasi
 Menciptakan cara membuktikan perilaku
dan pikiran (positif atau negatif) 5. Introducing new possibilities (menawarkan
kemungkinan/alternatif)
baru  participant-observers (memberi dukungan
& feedback)

5
FUNGSI AKTIVITAS :
Performance klien saat mengerjakan
aktivitas mencerminkan :
1. Assessing knowledge & skill level.
- Fungsi kognitif Level kognitif pasien dapat diidentifikasi
- Pengetahuan melalui ekspresi pikiran, perasaan dan
perilakunya.
- Beliefs
2. Meningkatkan pengetahuan dan kompetensi.
- Specific skills Perkembangan kognitif bisa difasilitasi
- Use of problem solving strategies dengan melakukan aktivitas untuk
mengembangkan sensori, perceptual, motor,
sosial, pengetahuan akademik, fasilitasi
pemikiran logis, belajar skill dan strategi
untuk aplikasi pengetahuan pada berbagai
situasi

To build self confidence & develop self control

3. Memfasilitasi perkembangan kognitif 4. Utilizing homework / pekerjaan rumah


dan keterampilan serta praktek - Bahasa sesuai tingkat
problem solving - Pendidikan/pengetahuan klien
- Praktek pada berbagai situasi  untuk
- Identifikasi tugas yang harus dikerjakan
membuktikan bahwa klien mampu oleh klien
 Cek kelengkapan tugas tsb, terlalu mudah
- Generalisasi keterampilan
atau terlalu sulit
- Memperoleh kepercayaan diri  to
cope in current & future situation

Periferal  klien memiliki problem solving dan


mampu menerapkan pendekatan
1. Task Check list kompensasi shg dapat me-manage
2. Beck Depression Inventory (BDI) simptom
3. Stress management questionnaire (SMQ)
Terapis menggunakan pertanyaan yang
4. Allen Cognitive Level Test menantang pasien untuk menemukan atau
menggambarkan kejadian yg mendukung
kepercayaan pasien.

6
Contoh :  Perubahan profundal
 Apa yang akan Anda lakukan apabila ada Dapat menghubungkan masa lalu dengan
orang yang bilang bahwa dia tidak suka masa sekarang dengan cara mendengarkan
tema dan menghubungkan tema tersebut
Anda ? dengan pikiran seperti kepercayaan,
 Apa yg akan Anda lakukan apabila bos Anda ketergantungan, agresi, penghindaran dan
bilang bahwa dia tidak puas dengan kepatuhan
pekerjaan Anda?
Pertanyaan diutamakan pada : makna
kejadian dulu dan sekarang.
Contoh : apa maknanya bagi anda bila ada
seseorang yang tidak suka anda ?

INTERVENSI
IMPLEMENTASI RENCANA TERAPI
 Tujuan terapi : merubah perilaku & pikiran.
 Pengalaman belajar sesuai usia, interest, nilai,
individu belajar keterampilan interaksi :
bagaimana memulai percakapan, mampu harapan sosial, durasi terapi yang direncanakan
berkomunikasi dengan teman sebaya dan  Terdapat kesempatan mendemonstrasikan perilaku
berperilaku asertif, menghormati orang lain. yang diharapkan
 Trial and error problem solving
 Penguat positif diberikan untuk perilaku yang
individu dapat mengidentifikasi keterampilan dikehendaki
interpersonal baik kelebihan dan kekurangannya
 Tersedia kesempatan untuk berubah dari penguat
secara verbal.
eksternal kontinyu ke penguat
basic living skills, social networks, job search internal

STRATEGI KA - KOGNITIF PERILAKU

FOKUS KP : change behavior, build knowledge,


 Individudapat memahami persamaan develop problem solving
perilaku di klinik dengan di lingkungan I. MENDENGARKAN APA YANG HARUS DIKERJAKAN
luar (listening for musts)
 Tidak semua difokuskan pada ‘MUSTS’ ataupun
mempermasalahkan kepercayaannya akan tetapi
 Individumampu membedakan perilaku mendengarkan pesan ‘MUSTS’
 Terapis mengidentifikasi apa-apa yang harus
sesuai dengan tidak sesuai tuntutan dikerjakan selama seminggu di rumah atau di
lingkungan tempat bekerja.
 Kemudian membantu klien melihat bagaimana
“MUSTS’ tersebut mempunyai kontribusi terhadap
perasaan klien

7
IV. INDIVIDU BELAJAR HAK-NYA
II. PEKERJAAN RUMAH / TUGAS  Mengembangkan asertif dan identifikasi hak
 Lebih sering digunakan daripada memberikan pribadi
latihan verbal  Model simbolik, peran lain, instruksional

 Biasanya dapat diselesaikan dalam waktu relatif


V. PENGGUNAAN MEDIA FILM DAN
singkat
VISUAL
 Menayangkan interaksi sosial dan perilaku
III. PENGEMBANGAN PENGETAHUAN LEWAT untuk mensikapi tugas yang efektif
MEMBACA  Kemudian terapis menjelaskan

 Psikoedukasional  Diskusi setelah selesai melihat


 Permainan peran sesuai scenario apa yang
 Artikel pendek, brosur
telah dilihat
 Sebagai model

VI. MODEL DAN PERMAINAN PERAN VII. MODELLING AND PHYSICAL


 Role play terdiri atas : GUIDANCE
 rehearsal  Lewat model klien praktek sampai dia
 modeling sukses baru meningkat tahapan
 coaching berikutnya
 Terapis berpartisipasi aktif kemudian klien  Physical guidance
‘rehearse’ verbal dan nonverbal
 Terapis dan klien memberi feedback
Contoh : interview job, personal introduction,
mencari kerja (bgmn caranya)

MACAM PROBLEM SOLVING :


VIII. PROBLEM SOLVING
Think aloud 1. Formal
Task analysis  Prosedur matematik dan logis
Goal-plan-do-check
Creative problem solving : 2. Mundane (pada umumnya)
 Menggunakan pengetahuan sehari-hari untuk
 Identifikasi masalah
mengatasi masalah keseharian
 Merasa memiliki masalah :
 Individu belajar untuk tidak memegang api
- sadar perbedaan antara apa yang
terjadi dengan apa yang seharusnya 3. Physical
- mampu mengukur perbedaan  Prosedur untuk memecahkan problem realita
- merasa butuh fisik , exp :pakai pakaian tipis kalau cuaca
- punya akses sumber-sumber baik panas
internal maupun eksternal

8
4. Interactive
 Menggunakan aturan sosial dari keluarga
atau masyarakat untuk berpartisipasi pada
interaksi sosial  Social skills group, tujuan :
- belajar perilaku sosial dengan orla
5. Personal - praktek skills pd berbagai situasi (mis.role play)
 Spt no. 4, aturan sosial & aturan/
- memberi atau menerima feedback
pengalaman pribadi

6. Self
 Pengalaman ‘problem solving’
 Individu belajar dari eksperimennya: “let
me do it my way”

 Coping skills group, tujuan :


 Assertiveness training, tujuan :
- secara efektif mengekspresikan perasaan
- identifikasi konflik dan perasaan
- mengenali situasi untuk ekspresi perasaan dan - mempelajari strategi unt merubah perilaku
pikiran maladaptif dan mencapai perilaku yg
- menurunkan kecemasan unt mengekspresikan diharapkan
opini kpd orla - mampu mengkoreksi informasi untuk
- inisiasi untuk ekspresi diri menyelesaikan masalah
- memperbaiki interpersonal relationships
- memanajemen masalah kehidupan sehari-hari
 Belajar keterampilan baru/pemecahan masalah

CONTOH KASUS :
1. Seorang wanita berusia 20 tahun dengan kondisi
TBI. Ia mengalami problem fisik dan perilaku. Ia
berperilaku seperti anak kecil, mencari
perhatian, marah-marah. Pada saat lain ia
menyatakan bahwa ia ingin bisa hidup mandiri,
mampu berinteraksi dengan teman/kolega dan
bekerja. Pada suatu hari ia marah dan
meninggalkan tempat terapi walaupun dia
mengunakan kursi roda. Bagaimana terapis
mengarahkan pasien tersebut ? Strategi apa yang
digunakan ?

9
2. Seorang klien yang melihat dirinya paling baik 3. Seorang pasien laki-laki usia 20 tahun yang
(superior) sangat tidak toleran kepada pasien menderita skizofrenia sejak usia 15 tahun. Ia
lain. Dia berkata “seperti itu saja kamu tidak tinggal bersama keluarganya. Ia tidak mampu
tahu”, Setiap orang tahu tentang hal itu” menggunakan transportasi umum karena sering
Apa yang dilakukan OT’s thd pasien ? mengalami episode psikosis akut. Ia ingin
Bagaimana strateginya? mendapatkan pekerjaan tetapi jaraknya 25 km
dari rumahnya. Lowongan yang tersedia adalah
sebagai pekerja ‘srabutan’ di gerai siap saji
tetapi ia menganggap pekerjaan tersebut
sebagai pekerjaan yang menyeramkan dan berat.
Bagaimana peran anda sebagai OT’s ?

10