Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam upaya mendapatkan pekerjaan (proyek) pada sektor jasa konstruksi
hampir selalu melalui proses yang dinamakan pelelangan/tender. Proses ini
menjadi sangat penting bagi pengusaha jasa konstruksi, karena kelangsungan
hidupnya sangat tergantung dari berhasil/tidaknya proses ini. Penetapan harga
pelelangan/tender ditentukan oleh berbagai pertimbangan dan terkadang hanya
berdasarkan naluri bisnis. Hal ini sangat menentukan besar/kecilnya keuntungan
yang masih mungkin diperoleh kontraktor dan persentase kemungkinan
memenangkan proyek. Pengadaan barang/jasa atau lebih dikenal dengan
pelelangan merupakan salah satu proses pada proyek tertentu, seperti proyek
pemerintah yang berskala besar. Pengadaan barang/jasa yang dilakukan bersifat
umum dari pengadaan barang seperti pengadaan fasilitas gedung pada suatu
instansi hingga pengadaan jasa seperti jasa konsultan. Selama ini pengadaan
barang/jasa dilakukan dengan langsung mempertemukan pihak-pihak yang terkait
seperti penyedia barang/jasa dan pengguna barang/jasa, proses yang dilakukan
secara fisik ini memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan.

1.2 Tujuan Penulisan


Adapaun tujuan makalah ini adalah :
a. Untuk mengetahui definisi, prinsip dasar , macam-macam serta kelebihan
dan kekurangan jenis lelang.
b. Untuk mengetahui tata cara dalam pelelangan
c. Untuk mengetahui syarat peserta, pendaftaran dan prakualifikasi dalam
pelelangan.

1
1.3 Ruang Lingkup
Pada makalah ini berfokus pada :
a. Pendahuluan pelelangan, tata cara pelelangan dan cara penyedia
barang/jasa dapat mengikuti pelelangan.

1.4 Sistematika Penulisan


Sistematika penulisan makalah ini disusun dalam 3 bab, dimana di tiap bab
tersebut akan dibagi lagi menjadi sub-bab yang akan dibahas secara terperinci.
Berikut merupakan sistematika dari masing-masing bab dan keterangan
singkatnya :

Bab 1. Pendahuluan
Pada bab ini akan dibahas tentang gambaran umum penelitian, diantaranya
adalah latar belakang penulisan, tujuan penulisan ruang lingkup melakukan
penelitian, serta sistematika penulisan.

Bab 2. Pembahasan
Yang akan dibahas di bab 2 adalah definisi pelelangan, prinsip dasar
pelelangan, macam-macam pelelangan, kelebihan dan kekurangan jenis
lelang, sumber hokum pelelangan, tata cara pelelangan, syarat peserta lelang ,
pengumuman dan pendaftaran peserta, prakualifikasi dan penyusunan daftar
calon peserta lelang, penyampaian undangan, dan pengambilan dokumen
lelang.

Bab 3. Penutup
Bab ini berisikan kesimpulan yang dibahas dalam bab 2, beserta saran untuk
perbaikan selanjutnya

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Pelelangan


Setelah tahap disain diselesaikan oleh perencana maka akan dilanjutkan
dengan tahap pengadaan pelaksana konstruksi. Proses ini disebut procurement.
Salah satu cara untuk mencari penyedia jasa adalah dengan pelelangan atau
tender. Pelelangan didefinisikan sebagai berikut :

Serangkaian kegiatan untuk menyediakan barang/jasa dengan


cara menciptakan persaingan yang sehat di antara penyedia
barang/jasa yang setara dan memenuhi syarat, berdasarkan
metode dan tata cara tertentu yang telah ditetapkan dan diikuti
oleh pihak-pihak yang terkait secara taat azas sehingga terpilih
penyedia terbaik.

2.2 Prinsip-Prinsip Dasar Pelelangan


Proses pengadaan perusahaan jasa konstruksi ini diatur oleh Keputusan
Presiden terutama digunakan di lingkungan proyek pemerintah. Prinsip dasar
pelelangan adalah :

 Efisien, berarti pengadaan barang/jasa harus diusahakan dengan


menggunakan dana, daya, dan waktu seminim mungkin untuk mencapai
sasaran yang ditetapkan dan dapat dipertanggung jawabkan.

 Efektif, berarti pengadaan barang/jasa harus sesuai dengan kebutuhan


yang telah ditetapkan dan dapat memberikan manfaat yang sebesar-
besamya sesuai sasaran yang ditetapkan.

3
 Terbuka dan bersaing, berarti pengadaan barang/jasa harus dapat diikuti
oleh penyedia barang/jasa yang memenuhi syarat/kriteria tertentu yang
telah ditentukan.

 Transparan, berarti semua ketentuan dan informasi mengenai pengadaan


barang/jasa, termasuk syarat teknis administrasi pengadaan, tata cara
evaluasi, hasil evaluasi, penetapan calon penyedia barang/jasa, sifatnya
jelas bagi peserta penyedia barang/jasa yang berminat serta bagi
masyarakat luas pada umumnya.

 Adil/tidak diskriminatif, berarti memberikan perlakuan yang sama bagi


semua calon penyedia barang/jasa dan tidak mengarah untuk memberi
keuntungan kepada pihak tertentu, dengan cara dan atau alasan apa pun.

 Akuntabel, berarti harus mencapai sasaran baik fisik. keuangan maupun


manfaat bagi kelancaran pelaksanaan tugas umum pemerintahan dan
pelayanan masyarakat sesuai prinsip-prinsip serta ketentuan yang berlaku
dalam pengadaan barang/jasa.

4
2.3 Jenis-Jenis Pelelangan
 Pelelangan umum, adalah metoda pemilihan penyedia barang/jasa yang
dilakukan secara terbuka dengan pengumuman secara luas melalui media
massa dan papan pengumuman resmi untuk penerangan umum sehingga
masyarakat luas dunia usaha yangberminat dan memenuhi kualifikasi
dapat mengikutinya.

 Pelelangan terbatas, dapat dilaksanakan apabila dalam hal jumlah


penyedia barang/jasa yang mampu melaksanakan diyakini terbatas, yaitu
untuk pekerjaan yang kompleks, dengan cara mengumumkan secara luas
melalui media massa dan papan pengumuman resmi dengan
mencantumkan penyedia barang/jasa yang telah diyakini mampu, guna
memberi kesempatan kepada penyedia barang/jasa lainnya yang
memenuhi kualifikasi.

 Pemilihan langsung, yaitu pemilihan penyedia barang/Jasa yang


dilakukan dengan membandingkan sebanyak-banyalmya penawaran,
sekurang-kurangnya 3 (tiga) penawaran dari penyedia barang/jasa yang
telah lulus prakualifikasi serta dilakukan negosiasi baik teknis maupun
biaya serta harus diumumkan minimal melalui papan pengumuman resmi
untuk penerangan umum dan bila memungkinkan melalui internet.
Pemilihan langsung dapat dilaksanakan manakala metoda pelelangan
umum atau pelelangan terbatas dinilai tidak efisien dari segi biaya
pelelangan.

 Penunjukan langsung, metoda ini dapat dilaksanakan dalam keadaan


tertentu dan keadaan khusus terhadap 1 (satu) penyedia barang/jasa.
Pemilihan penyedia barang/jasa dapat dilangsungkan dengan cara
melakukan negosiasi, baik teknis maupun biaya, sehingga diperoleh harga
yang wajar dan secara teknis dapat dipertanggung jawabkan.

5
 Swakelola, adalah pelaksanaan pekerjaan yang direncanakan, dikerjakan
dan diawasi sendiri dengan menggunakan tenaga sendiri, alat sendiri, atau
upah borongan tenaga. Swakelola dapat dilaksanakan oleh pengguna
barang/jasa. instansi pemerintah, kelompok masyarakat/ lembaga swadaya
masyarakat penerima hibah. Jenis pekerjaan yang memungkinkan
dilaksanakan secara swakelola di antaranya adalah (a) pekerjaan yang
bertujuan meningkatkan kemampuan teknis sumber daya manusia instansi
pemerintah yang bersangkutan; (b) pekerjaan yang besifat rahasia bagi
instansi pengguna barang/jasa yang bersangkutan; (e) pekerjaan untuk
proyek percontohan (pilot project) yang bersifat khusus untuk
pengembangan teknologi/metoda kerja yang belum dapat dilaksanakan
oleh penyedia barang/jasa.

2.4 Kelebihan dan Kekurangan Jenis Lelang


Proses pengadaan barang/jasa dalam proyek konstruksi yang
menggunakan pelelangan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu pelelangan
umum dan pelelangan terbatas. Pada prinsipnya, kedua macam pelelangan
tersebut sama, hanya ada sedikit perbedaan dalam hal peserta lelang. Dalam
pelelangan umum, semua penyedia jasa yang memenuhi syarat dapat ikut dalam
pelelangan, sedangkan dalam pelelangan terbatas, yang diizinkan ikut adalah
penyedia barang/jasa yang diundang oleh pengguna jasa. Pemilihan macam
pelelangan pada umumnya tergantung pada besar-kecilnya bangunan, tingkat
kompleksitas bangunan, besar/kecilnya biaya bangunan, jangka waktu
pelaksanaan pekerjaan.
Berdasarkan karakteristik kedua macam pelelangan tersebut, masing-
masing memilki kelebihann dan kekurangan, baik bagi pengguna jasa maupun
penyedia jasa, di antaranya adalah berikut :

6
Tabel 2.1 Komporasi Pelelangan Umum dengan Pelelangan Terbatas

PELELANGAN PELELANGAN
DESKRIPSI
UMUM TERBATAS

Relatif lebih sedikit karena


Jumlah peserta lelang relatif penyedia jasa yang boleh ikut
Jumlah Peserta
lebih banyak. adalah mereka yang diundang
oleh pengguna jasa.
Setiap peserta lelang
Kemampuan Tidak semua peserta lelang
diketahui dengan pasti akan
Peserta lelang diketahui kemampuannya.
kemampuannya.
Relatif lebih mudah karena
Penetapan Relatif lebih sulit dikarenakan
telah diketahui kemampuan
Pemenang Lelang jumlah peserta yang banyak
seluruh peserta lelang.
Ada kecenderungan
Tidak diketahui dengan pasti terjadinya praktek
Kekurangan kemampuan setiap peserta kecurangan dalam
lelang/ pelelangan, misalnya bid
shopping
Pengguna jasa lebih leluasa
dalam memilih penyedia jasa
Kemampuan peserta telah
Kelebihan dikarenakan jumlah yang
diketahui dengan pasti.
cukup untuk menetapkan
pemenang yang kompetitif.

7
2.5 Sumber Hukum Pelelangan
Pelaksanaan pelelangan di Indonesia diatur oleh Keputusan Presiden
Republik Indonesia tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapat dan Belanja Negara
(Keppres tentang Pelaksanaan APBN).
Keputusan Presiden No. 14A Tahun 1980 yang merupakan
penyempurnaan daripada Keppres No. 14 Tahun 1979.
Keppres No. 14A Tahun 1980 ini memperbesar peluang bagi pengusaha
barang dan jasa golongan ekonomi lemah untuk ikut serta dalam kegiatan
pembelian/pemborongan yang dilakukan oleh instansi atau proyek-proyek
pemerintah.
Dengan Keppres yang baru ini juga diadakan pelimpahan beberapa
kewenangan (yang semula dipegang Kantor Perbendaraan Negara) kepada
pimpinan proyek, sehingga memperlancar prosedur pembiayaan pembangunan.

2.6 Tata Cara Pelelangan

Gambar 2.1 Tata Cara Proses Prakualifikasi

8
Gambar 2.2 Tata Cara Pelelangan Umum dengan Prakualifikasi

Gambar 2.3 Tata Cara Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi

9
Gambar 2.4 Tata Cara Pelelangan Terbatas

Gambar 2.5 Tata Cara Pemilihan Langsung

10
Gambar 2.6 Tata Cara Penunjukan Langsung

2.7 Syarat Peserta Lelang


 Penyedia barang/jasa yang dapat mengikuti pelelangan adalah mereka
yang telah memenuhi kualifikasi, klasifikasi dan memiliki kemampuan
sumber daya sesuai dokumen prakualifikasi dan syarat-syarat sebagaimana
yang telah ditetapkan sebagai berikut :
 Panitia menyiapkan dokumen pengadaan untuk keperluan
pengadaan barang/jasa. Di dalamnya harus dicantumkan secara
jelas dan rinci semua persyaratan yang diperlukan, baik
administratif maupun teknis, penggunaan barang/jasa produksi
dalam negeri dan preferensi harga, unsur-unsur yang dinilai,
kriteria, formula evaluasi yang digunakan, jenis kontrak yang
dipilih, termasuk juga contoh formulir yang perlu diisi yang dapat
dimengerti dan diikuti oleh calon penyedia barang/jasa yang
berminat.

11
 Panitia menyiapkan dokumen prakualifikasi untuk calon penyedia
barang/jasa berupa formulir isian yang memuat data administratif,
keuangan, personel, peralatan, dan pengalaman kerja.

 Panitia menetapkan nilai nominal jaminan penawaran sebesar 1%


s/d 3% dari nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS).

 Biaya penyiapan dokumen dialokasikan dalam dokumen anggaran


yang bersangkutan.

 Dokumen pengadaan memuat:

1. Undangan pengadaan barang/jasa.


2. Pedoman prakualifikasi.
3. Intruksi kepada penawar.
4. Syarat-syarat umum kontrak.
5. Syarat-syarat khusus kontrak.
6. Daftar kuantitas dan harga.
7. Spesifikasi teknis dan gambar-gambar.
8. Bentuk surat penawaran.
9. Bentuk kontrak.
10. Bentuk surat jaminan penawaran
11. Bentuk surat jaminan pelaksanaan
12. Bentuk surat jaminan uang muka.

12
 Penyedia barang/jasa harus menyampaikan :
 Sertifikat penyedia barang dan/jasa , kecuali LSM
 Daftar susunan pemilik modal, susunan pengurus dan akte
pendirian beserta perubahannya (bila ada).
 Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan bukti pembayaran
kewajiban pajak pada tahun akhir.
 Dokumen lain yang dipersyaratkan dalam dokumen lelang.

Secara hukum, penyedia barang/jasa mempunyai kapasitas melakukan ikatan


kontrak pengadaan barang/jasa.
Tidak dalam pengawasan pengadilan. tidak pailit, kegiatan usahanya tidak sedang
dihentikan dan atau direksi yang berwenang menandatangani kontrak atau
kuasanya tidak sedang menjalani hukuman pidana.

 Direksi yang berwenang menandatangani kontrak atau kuasanya belum


pernah dihukum berdasarkan putusan pengadilan atau tindakan yang
berkaitan dengan konduite professional perusahaan / perseorangan.
 Tidak membuat pernyataan yang tidak benar tentang kualifikasi,
klasifikasi dan sertifikasi yang dimilikinya.

13
2.8 Pengumuman dan Pendaftaran Peserta
 Panitia harus mengumumkan secara luas adanya pelelangan melalui media
cetak, papan pengumuman resmi untuk penerangan umum serta bila
memungkinkan melalui media elektronik. Agar pengumuman secara luas
dapat mencapai sasaran secara efisien dan tepat sesuai dengan jangkauan
masyarakat yang dituju maka diatur ketentuan sebagai berikut :
 Bila pengumuman ditujukan kepada usaha kecil dan koperasi kecil,
cukup menggunakan media cetak/surat kabar yang beredar di
wilayah kabupaten/kota setempat dan atau siaran radio pemerintah
daerah/swasta setempat serta memasang pengumuman di papan
pengumuman resmi untuk umum yang letaknya strategis di ibukota
kabupaten/kota yang bersangkutan serta disampaikan kepada
lembaga dan asosiasi perusahaan/profesi terkait setempat sesuai
jenis pekerjaan yang dilelangkan.
 Bila pengumuman pelelangan ditujukan kepada perusahaan/
koperasi menengah, gunakan media cetak/surat kabar dan siaran
radio pemerintah daerah/swasta yang mempunyai jangkauan
pembaca dan pendengar di seluruh propinsi yang bersangkutan
serta memasang pengumuman resmi untuk umum yang letaknya
strategis di ibukota propinsi yang bersangkutan, serta disampaikan
kepada lembaga dan asosiasi perusahaan/profesi terkait setempat
sesuai jenis pekerjaan yang dilelangkan.
 Bila pengumuman pelelangan ditujukan kepada perusahaan/
koperasi besar, gunakan media cetak/surat kabar yang mempunyai
jangkauan pembaca di seluruh Indonesia, memasang pengumuman
pada papan pengumuman resmi di kantor pengguna barang/jasa
yang bersangkutan dan disampaikan kepada lembaga/asosiasi
perusahaan/profesi yang terkait, sesuai jenis
pekerjaan, serta bilamana memungkinkan menggunakan media
elektronik/internet.

14
 Bila calon peserta lelang diyakini terbatas jumlahnya karena
karakteristik, kompleksitas dan atau kecanggihan teknologinya,
dan atau kelangkaan tenaga ahli, dan atau perusahaan yang mampu
melaksanakan pekerjaan tersebut, maka pengumuman pelelangan
mencantumkan nama calon pesena lelang yang akan
diundang, tetapi juga memberi kesempatan kepada calon lainnya
yang memenuhi syarat untuk ikut dalam pelelangan.
 Biaya pengumuman dialokasikan dalam dokumen anggaran untuk
pembiayaan kegiatan/proyek yang bersangkutan.

 Isi Pengumuman lelang memuat sekurang-kurangnya :


 Nama dan alamat pengguna barang/jasa yang akan mengadakan
pelelangan.
 Uraian singkat mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan atau
barang yang akan dibeli.
 Syarat-syarat peserta lelang.
 Tempat, tanggal, hari dan waktu untuk mendaftarkan diri sebagai
peserta.

 Calon peserta lelang yang berminat ikut dalam pelelangan harus


mendaftarkan diri kepada panitia untuk mengikuti prakualifikasi.

 Calon peserta lelang dari propinsi/kabupaten/kota lain tidak dilarang


untuk mengikuti proses lelang di propinsi/kabupaten/kota di mana
pelelangan dilakukan.

15
2.9 Prakualifikasi
 Panitia pelelangan wajib melakukan prakualifikasi bagi calon peserta
lelang yang akan mengikuti pelelangan sesuai dokumen prakualifikasi
yang telah diberikan kepada calon peserta lelang.
 Calon peserta lelang yang berminat mengikuti pelelangan wajib
mengambil dokumen prakualifikasi dan mengikuti prakualifikasiyang
dilaksanakan oleh panitia.Peserta prakualifikasi tersebut tidak boleh
dipungut biaya.
 Pelaksanaan prakualifikasi calon peserta lelangdilakukan dengan cara
sebagai berikut :

 Panitia meneliti dan menilai data kualifikasi calon peserta lelang


dengan menggunakan ketentuan sebagaimana mestinya.

 Serifikat penyedia barang/jasa yang dikeluarkan asosiasi


perusahaan/profesi digunakan sebagai salah satu acuan untuk
memudahkan panitia melakukan prakualifikasi.

 Panitia melakukan penelitian dan penilaian yang meliputi :


1. Kemampuan dari segi administrasi dan financial.
2. Kemampuan dari segi peralatan.
3. Kemampuan sumber daya manusia.
4. Pengalaman dan prestasi kerja.

 Calon peserta lelang yang dinyatakan lulus dalam tahap


prakualifikasi dicatat untuk diundang mengikuti pelelangan.

16
2.10 Penyusunan Daftar Calon Peserta Lelang, Penyampaian Undangan, dan
Pengambilan Dokumen Lelang

 Daftar calon peserta lelang yang akan diundang harus disahkan oleh
pengguna jasa/barang.
 Bila Calon peserta lelang kurang dari tiga, pelelangan tidak dapat
dilanjutkan dan penyusunan daftar calon peserta lelang harus diulang
dengan mengumumkan kembali untuk mengundang calon peserta lelang
yang baru.
 Bila setelah prakualifikasi diulang. ternyata tidak ada tambahan calon
peserta lelang yang baru atau keseluruhan calon peserta lelang masih
kurang dari tiga peserta maka panitia harus segera membuat berita acara
dan menyampaikannya kepada pengguna barang/jasa. Selanjutnya, panitia
mengusulkan kepada pengguna barang/jasa untuk mendapatkan
persetujuan melakukan proses pengadaan dengan cara pemilihan langsung
dengan negosiasi atau proses penunjukkan langsung bilamana hanya ada
satu calon penyedia barang/jasa.
 Semua calon peserta lelang yang tercatat dalam daftar calon peserta lelang
harus diundang untuk mengambil dokumen lelang.
 Calon pesat lelang yang diundang berhak mengambil dokumen
lelang dari panitia.
 Dilarang ikut sebagai peserta lelang atau penjamin penawaran:
1. Pegawai negeri, pegawai badan usaha milik Negara/daerah dan
pegawai bank milik pemerintah/swasta.
2. Mereka yang dinyatakan pailit.
3. Mereka yang keikutsertaannya akan bertentangan dengan kepentingan
tugasnya (conflict of interest).

17
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Pelelangan adalah serangkaian kegiatan untuk menyediakan barang/jasa
dengan cara menciptakan persaingan secara sehat diantara penyedia barang/jasa
yang setara dan memenuhi syarat, sehingga terpilih penyedia terbaik. Ada bebrapa
macam metode yang dapat dilakukan dalam pelelangan, tetapi pemilihan penyedia
barang/jasa pada prinsipnya dilakukan melalui metoda pelelangan umum. Panitia
lelang harus mengumumkan secara luas adanya pelelangan, agar pengumuman
dapat mencapai sasaran secara efisien dan tepat sesuai dengan jangkauan
masyarakat yang dituju. Penyedia barang/jasa yang dapat mengikuti pelelangan
adalah mereka yang telah memenuhi kualifikasi, klasifikasi dan memiliki
kemampuan sumber daya sesuai dokumen prakualifikasi.

3.2 Saran
Mengingat begitu pentingnya materi pelelangan dalam mata kuliah
manajemen konstruksi, maka disarankan agar menguasai materi ini dengan
matang. Sehingga materi ini dapat berguna dikemudian hari.

18
DAFTAR PUSTAKA

Ervianto, Wulfarm I. ----. Manajemen Proyek Konstruksi. Yogyakarta: Andi


https://www.researchgate.net/

http://gudangilmusipil.blogspot.com/2011/05/pelelangan-pengertian-setelah-
tahap.html

http://soeharto.co/1980-04-17-revisi-keppres-14a-presiden-soeharto-dorong-
rekanan-golongan-ekonomi-lemah/

https://apaperbedaan.com/efektif-dan-efisien/
http://lkbh.uny.ac.id/sites/lkbh.uny.ac.id/files/LKPP%20No%205%20tahun%202
012.pdf

19