Anda di halaman 1dari 12

2018

PANDUAN PENEMPATAN
& PENEMPATAN
KEMBALI STAF
DI RSU SYIFA MEDIKA
SURAT KEPUTUSAN
TENTANG
PEMBERLAKUAN PANDUAN PENEMPATAN & PENEMPATAN
KEMBALI KARYAWAN DI RUMAH SAKIT UMUM SYIFA MEDIKA
NOMOR : 020/SK/DIR/VII/2018
DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM SYIFA MEDIKA

1. Bahwa
M :
dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan
terhadap
e pasien Rumah Sakit Syifa Medika, maka
diperlukan
n Panduan Penempatan dan Penempatan
Kembali
i Karyawan di Rumah Sakit Umum Syifa
Medika;
m
2. Bahwa
b agar pelaksanaan penempatan dan
a
penempatan kembali di Rumah Sakit Syifa Medika
n
dapat terlaksana dengan baik, perlu adanya
g
kebijakan Direktur Rumah Sakit Syifa Medika
sebagai landasan dalam melaksanakan
penempatan dan penempatan kembali staf;
3. Bahwa untuk melaksanakan maksud tersebut diatas
perlu ditetapkan dengan Keputusan Direktur Rumah
Sakit Syifa Medika.
1. Undang-undang
M : Nomor 29 Tahun 2004
tentang
e Praktik Kedokteran;
2. Undang-undang
n Nomor 36 Tahun 2009 tentang
Kesehatan;
g
3. Undang-undang
i Nomor 44 Tahun 2009 tentang
Rumah
n Sakit;
4. Peraturan
g Pemerintah Nomor 32 tahun 1996
tentang
a Tenaga Kesehatan.

2
t

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR TENTANG PANDUAN


PENEMPATAN DAN PENEMPATAN KEMBALI STAF
DI RUMAH SAKIT SYIFA MEDIKA.

KESATU : Bahwa setiap staf di Rumah Sakit Syifa Medika


dilakukan penempatan dan penempatan kembali baik
medis maupun non medis;
KEDUA : Keputusan ini mulai berlaku sejak tangga ditetapkan
dan akan ditinjau kembali apabila ada kekeliruan
dalam penetapannya.

Ditetapkan di Banjarbaru
Pada tanggal 9 Juli 2018
RSU SYIFA MEDIKA
Direktur,

dr. Annisa Fitria


05102016003

3
PANDUAN PENEMPATAN & PENEMPATAN KEMBALI KARYAWAN
DI RUMAH SAKIT UMUM SYIFA MEDIKA
BAB I
PENDAHULUAN

Langkah awal dalam menghasilkan sumber daya manusia yang


terampil dan andal perlu adanya suatu perencanaan dalam menentukan
karyawan yang akan mengisi pekerjaan yanga ada dalam perusahaan
yang bersangkutan. Keberhasilan dalam pengadaan tenaga kerja terletak
pada ketepatan dalam penempatan karyawan, baik penempatan
karyawan baru maupun karyawan lama pada posisi jabatan baru.
Proses penempatan merupakan suatu proses yang sangat
menentukan dalam mendapatkan karyawan yang kompeten yang
dibutuhkan perusahaan, karena penempatan yang tepat dalam posisi
jabatan yang tepat akan dapat membantu perusahaan dalam mencapi
tujuan yang diharpakan.
Adapun pengertian penempatan menurut para ahli antara lain :
Menurut Marihot T. E. Hariandja (2005 : 156) menyatakan bahwa :
“Penempatan merupakan proses penugasan/pengisian jabatan atau
penugasan kembali pegawai pada tugas/ jabatan baru atau jabatan yang
berbeda”. Menurut Mathis & Jackson (2006 : 262) menyatakan bahwa :
“Penempatan adalah menempatkan posisi seseeorang ke posisi
pekerjaan yang tepat, seberapa baik seorang karyawan cocok dengan
pekerjaanya akan mempengaruhi jumlah dan kualitas pekerjaan.
Menurut B. Siswanto Sastrohadiryo yang dikutp oleh Suwatno (2003:138).
“Penempatan pegawai adalah untuk menempatkan pegawai sebagai
unsur pelakasana pekerjaan pada posisi yang sesuai dengan
kemampuan, kecakapan dan keahliaanya”

4
Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam penempatan
karyawan menurut Musenif yang dikutif oleh Suwatno (2003 : 13) sebagai
berikut :
1. Prinsip kemanusiaan
Prinsip yang menganggap manusia sebagai unsur pekerja yang
mempunyai persamaan harga diri, kemauan, keinginan, cita-cita dan
kemampuan harus dihargai posisinya sebagai manusia yang layak
tidak dianggap mesin.
2. Prinsip demokrasi
Prinsip ini menunjukan adanya salang menghormati, saling
menghargai, dan saling mengisi dalam melaksanakan kegiatan.
3. Prinsip the right man on the right place
Prinsip ini penting dilaksanakan dalam arti bahwa penempatan setiap
orang dalam setiap organisasi yang berarti bahwa penempatan setiap
orang dalam organisasi perlu didasarkan pada kemampuan, keahlian,
pengalaman, serta pendidikan yang dimiliki oleh orang yang
bersangkutan.
4. Prinsip equal pay for equal work
Pemberian balas jasa terhadap karyawan baru didasarkan atas hasil
prestasi kerja yang didapat oleh karyawan yang bersangkutan.
5. Prinsip kesatuan arah
Prinsip ini diterapkan dalam perusahaan terhadap setiap karyawan
yang bekerja agar dapat melaksanakan tugas-tugas, dibutuhkan
kesatuan arah, kesatuan pelaksaan tugas, sejalan dengan program
dan rencana yang digariskan.
6. Prinsip kesatuan tujuan
Prinsip ini erat hubungannya dengan kesatuan arah, artinya arah yang
dilaksanakan karyawan harus difokuskan pada tujuan yang dicapai.

5
7. Prinsip kesatuan komando
Karyawan yang bekerja selalu dipengaruhi adanya komando yang
diberikan sehingga setiap karyawan hanya mempunyai satu orang
atasan.
8. Prinsip efisiensi dan produktifitas kerja
Prinsip ini merupakan kunci kearah tujuan perusahaan karena
efisiensi dan produktifitas kerja harus dicapai dalam rangka mencapai
tujuan perusahaan
Di Rumah Sakit Umum Syifa Medika, penempatan karyawan juga
harus dilakukan sebagai salah satu langkah dalam pengelolaan SDM
untuk mencapai visi dan misi Rumah Sakit Umum Syifa Medika. Panduan
ini disusun untuk memberikan acuan tentang bagaimana proses
penempatan karyawan dilakukan.

6
BAB II
RUANG LINGKUP

Penempatan karyawan di Rumah Umum Syifa Medika, meliputi


penempatan karyawan baru dan penempatan karyawan lama (karyawan
yang telah bekerja di RSU Syifa Medika).
Karyawan baru adalah karyawan yang telah lulus seleksi penerimaan
karyawan dan lulus masa probation. Karyawan baru juga dimaksudkan
untuk karyawan yang lulus seleksi dan diterima sebagai karyawan kontrak
(tidak melalui masa probation). Disini untuk penempatan karyawan baru
diistilahkan dengan Penempatan Awal. Sedangkan bentuk penempatan
untuk karyawan lama adalah penempatan kembali karena rotasi dan
mutasi.

7
BAB III
TATA LAKSANA

1. Penempatan Awal
Ditujukan untuk karyawan baru yang telah lulus seleksi penerimaan
karyawan. Dokumen penempatan awal adalah Keputusan Direktur
tentang penerimaan karyawan tetap atau Perjanjian Kerja Waktu
Tertentu untuk karyawan kontrak. Penempatan awal karyawan
dilakukan oleh Kabag Kepegawaian dan Diklat sesuai dengan
kebutuhan / lowongan pekerjaan saat rekrutmen dan seleksi, dan
telah didiskusikan terlebih dahulu dengan kepala departemen terkait.
2. Penempatan Ulang
Prinsip penempatan karyawan di RSU Syifa Medika adalah the right
man in the right place dan efektif efisien untuk menghasilkan
produktivitas yang optimal. Penempatan ulang karyawan dilakukan
atas dasar beberapa pertimbangan, diantaranya:
a. Hasil penilaian kinerja
b. Tujuan organisasi dan pengembangan pelayanan
c. Kompetensi karyawan
d. Kesehatan karyawan
e. Agama, keyakinan dan nilai-nilai pribadi
Terkait dengan keadaan kesehatan karyawan, perlu
dipertimbangkan kembali sifat dan karakteristik pekerjaan yang
cocok dan sesuai dengan kemampuan atas kondisi kesehatan
terkini dari karyawan yang bersangkutan.
Istilah penempatan ulang di RSU Syifa Medika adalah:
a. Mutasi/Rotasi
Yaitu perpindahan karyawan dari satu unit kerja ke unit kerja yang
lain, baik dalam lingkup departemen yang sama maupun antar
departemen.

8
Perpindahan karyawan tersebut dilakukan setelah ada diskusi
antara Kabag Kepegawaian dan Diklat dan kepala bagian serta
kepala unit terkait. Setelah disepakati oleh kedua belah pihak maka
Kabag Kepegawaian dan Diklat akan memanggil karyawan yang
bersangkutan dan menyampaikan maksud mutasi/rotasi secara
lisan dan menyiapkan Surat Keputusan Direktur tentang
penempatan ulang karyawan tersebut.
b. Promosi
Promosi adalah proses pemindahan karyawan dari satu jabatan ke
jabatan lain yang lebih tinggi. Promosi dilakukan setelah dirapatkan
antara Kabag Kepegawaian dan Diklat dan atasan langsung serta
atasan tidak langsung dari karyawan yang bersangkutan. Proses
promosi dimulai dengan proses masa probation jabatan baru
selama 3 bulan. Dalam masa probation jabatan ini ditentukan pula
key performance indicator yang harus dicapai sebagai bahan
penilaian atau fit and proper test. Atasan langsung dan Kabag
Kepegawaian dan Diklat menyampaikan maksud promosi tersebut
secara lisan dan penjelasan masa probation kepada karyawan
yang bersangkutan. Pada akhir masa penilaian apabila karyawan
tersebut lulus masa probation jabatan maka Kabag Kepegawaian
dan Diklat memanggil karyawan tersebut dan menyampaikan hasil
serta Surat Keputusan Direktur tentang pengangkatan jabatan.
c. Demosi
Demosi adalah proses pemindahan karyawan dari satu jabatan ke
jabatan lain yang lebih rendah. Dasar pertimbangan demosi adalah
hasil penilaian kinerja yang tidak sesuai dengan standar yang
ditentukan/diharapkan. Bila hasil penilaian kinerja selama 2 kali
periode menunjukkan hasil kurang, maka atasan langsung dan
Kabag Kepegawaian dan Diklat menyampaikan secara lisan
kepada karyawan yang bersangkutan untuk memperbaiki kinerja
selama 6 bulan, dan bila tidak ada peningkatan kinerja maka

9
dilakukan proses demosi. Kabag Kepegawaian dan Diklat akan
memanggil karyawan yang bersangkutan dan memberikan Surat
Keputusan Direktur tentang Pemberhentian dari jabatan dan
penempatan di jabatan baru.
Penempatan ulang karyawan mutasi dan promosi diawali dengan
masa transisi, dimana karyawan yang bersangkutan belajar kan
uraian tugas yang baru, standar dan prosedur yang berkaitan
dengan pekerjaan baru, serta peraturan dan kebijakannya. Proses
pembelajaran baru tersebut dilakukan oleh atasan langsung pada
jabatan/pekerjaan yang baru.

10
BAB IV
DOKUMENTASI

Proses penempatan karyawan didokumentasikan dalam notulensi


rapat/diskusi, serta memo internal dari atasan langsung yang terkait.
Bentuk dokumentasi Surat Keputusan Direktur juga disimpan sebagai
arsip di Kepegawaian dan Diklat pada File Kepegawaian karyawan yang
bersangkutan.

11
BAB V
PENUTUP

Demikian panduan penempatan ini disusun untuk menjadi acuan bagi unit
kerja dan Kepegawaian dan Diklat dalam merencanakan dan
melaksanakan penempatan karyawan.

12