Anda di halaman 1dari 9

Bahan Ajar Kelas IV Tema 8

Sub tema 1

Pembelajaran 1

NAMA : IRMAYANI

NIM : A1G116088

KELAS :V/B

JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS HALUOLEO

KENDARI

2018
Bahan Ajar Kelas IV Tema 8

Satuan Pendidikan : SDN 2 LAOSU

Kelas/Semester : IV/II (dua)

Tema : 8 Daerah Tempat Tinggalku

Sub tema : 1 Lingkungan Tempat Tinggalku

Pembelajaran :1

Alokasi Waktu : 6JP (6x35 menit) 1 hari

Kompetensi Dasar
2.1. Mencermati tokoh-tokoh yang terdapat pada teks fiksi
2.2 Menyampaikan hasil identifikasi tokoh-tokoh yang terdapat pada teks fiksi secara
lisan,tulis dan visual.

Indikator

3.1 Menyebutkan tokoh-tokoh pada teks cerita fiksi dengan tepat


3.2 Bercerita dengan artikulasi jelas,eksprsif,intonasi tepat, dan penuh percaya diri

Tujuan Pembelajaran

1. Dengan kegiatan membaca teks cerita fiksi,siswa dapat menyebutkan tokoh-tokoh pada
teks cerita fiksi dengan tepat.
2. Dengan kegiatan berlatih menceritakan kembali teks cerita fiksi, siswa dapat bercerita
dengan artikulasi jelas,ekspresif,intonasi tepat dan penuh percaya diri.
MATERI
Tempat tinggal adalah tempat manusia menetap untuk berteduh dari
keadaan alam, serta tempat melaksanakan hak dan kewajibannya dalam
menjalani hidup. Tempat tinggal manusia biasanya berwujud rumah. Tempat
tinggal merupakan kebutuhan utama bagi manusia. Setiap manusia tentu
menginginkan lingkungan tempat tinggal yang nyaman untuk kehidupannya.
Amatilah gambar di atas. Gambar tersebut menunjukkan bagian dari
lingkungan tempat tinggal. Lingkungan yang ditunjukkan berupa beberapa
rumah yang di sekitarnya masih banyak pohon. Pada gambar juga terlihat
hamparan sawah dengan para petani yang sedang bekerja. Terlihat juga
binatang berupa ayam dan sapi. Lingkungan tempat tinggal pada gambar
lebih tepat dinamakan perdesaan. Di mana tempat tinggalmu? Bagaimana
lingkungan tempat tinggalmu? Nyamankah kamu tinggal di lingkunganmu?
Aku dan keluarga ku berasal dari
Muna ,sulawesi tenggara.Dimuna terdapat
Banyak legenda-legenda,diantaranya”Legenda
La Sirimbone yang beruntung”
Apa kamu pernah mendengar cerita
Tentang”Legenda la sirimbone??
Ayo kita, Cara tahu
Ayo Membaca

“Legenda La Sirimbone yang Beruntung”

la Sirimbone adalah seorang anak laki-laki yang baik hati. Ia tinggal


bersama ibunya, wa Roe. Ayahnya meninggal saat ia masih kecil. Suatu hari,
seorang pedagang kain dari Desa La Patamba datang menemui mereka.

Saat melihat Wa Roe, La Patamba langsung jatuh hati. Seusai berdagang, La


Patamba pergi menemui sesepuh desa untuk meminta izin menikahi Wa Roe.

Dengan restu para sesepuh desa, akhirnya Wa Roe bersedia menikah


dengan La Patamba. Apalagi La Patamba berjanji akan menyayangi La Sirimbone
seperti anak kandungnya sendiri.

Namun, setelah menikah, rupanya La Patamba mengingkari janjinya.


Ia meminta Wa Roe untuk membuang anaknya itu ke hutan. Betapa hancur hati
Wa Roe, tapi ia tak berani membantah permintaan suaminya.

Apalagi la patamba mengancam akan membunuh La Sirimbone jika


ia menolak permintaanya. Dengan berat hati terpaksa Wa Roe membuang anak
satu-satunya. Sambil berurai air mata, Wa Roe berpesan, "Jaga dirimu baik-baik
anaku. Ibu yakin Tuhan selalu akan melindungimu. Ibu tidak akan pernah
berhenti mendoakanmu. La Sirimbone ikut menangis. Ia takut tinggal di hutan itu
sendirian. Namun ia sadar sebagai anak laki-laki, ia tak boleh cengeng.

Sepeninggal ibunya, La Sirimbone meneruskan perjalanannya ke dalam hutan.

Setelah beberapa hari berjalan, ia menemukan jejak kaki. Bukan


Sembarang jejak, jejak kaki itu sangat besar.

“Wah, makhluk apa yang punya kaki sebesar ini?" ucap La Sirimbone
dalam hati. Ia lalu mengikuti jejak kaki itu, dan tibalah ia di sebuah rumah yang
sangat besar sekali.

Tiba-tiba Bumi bergetar. Buuummm... buuummmm... buuummm....


La Sirimbone limbung. Ternyata getaran itu disebabkan oleh perempuan raksasa
yang sedang menumbuk. La Sirimbone berlari mendekati raksasa itu.

"Hei, siapakah kau anak manusia? Bagaimana kau bisa berada di sini?"
tanya raksasa itu dengan heran.
Dengan takut, La Sirimbone menceritakan asal-usulnya. Ternyata
raksasa itu adalah raksasa yang baik hati. Ia merasa iba pada La Sirimbone dan
mengizinkannya untuk tinggal di situ. Ia berpesan, "La Sirimbone, kau boleh
tinggal di sini, tapi kau harus hati-hati. Di sini banyak jin dan hewan buas yang
bisa mencelakaimu. Sebaiknya, kau tak usah ke mana-mana. Tinggallah di
rumah saja."

La Sirimbone menurut. Namun setelah beberapa hari, ia mulai bosan.


Karena itu ia meminta izin untuk pergi menangkap ikan. Ternyata, hari itu La
Sirimbone sangat beruntung, ia mendapat banyak ikan. Sebelum pulang, ia
meninggalkan bubunya dan berharap esok pagi bubu itu akan penuh dengan ikan.

Keesokan harinya, ia meminta izin lagi untuk keluar rumah. Ia kembali ke sungai
untuk memeriksa bubunya. Aneh, tak seekor ikan pun yang masuk. Ia memasang
umpan lagi dan menunggu. Karena lelah menunggu, ia memutuskan untuk
berjalan-jalan sebentar. Alangkah kagetnya ia saat kembali ke sungai. Ikan-ikan
dalam bubunya dimakan oleh jin! Dengan marah La Sirimbone menyerang jin itu.
Karena tak siap, jin itu kalah.

"Ampun Anak manusia, lepaskon aku. Sebagai ganti ikan-ikan yang


telah kucuri, terimalah cincin ini. Cincin ini dapat menyembuhkon orang sakit
dan membangkitkan orang yang meninggal," katanya.

La Sirimbone menerima cincin itu dan membiarkan jin itu pergi,


Kemudian ia pulang ke rumah si raksasa perempuan. Ketika ia melintasi sebuah
sungai, dilihatnya seekor babi yang sedang berjalan di atas air. Penasaran, ia
bertanya, "Babi yang baik, bagaimana kau bisa berjalan di atas air?"

Babi itu lalu menunjukkan jimat kalung miliknya, "Dengan kalung ini, kau bisa
berjalan di atas air. Jika kau mau, kau boleh memilikinya. Aku tak Iagi
membutuhkannya," jawab babi itu.

Dengan suka cita, La Sirimbone menerimanya. Setelah itu ia meneruskan


perjalanan, Tak berapa lama, ia bertemu dengan seorang nelayan yang sedang
menangkap ikan.

"Wah, banyak sekali ikan yang Bapak tangkap. Hebat," kato La


Sirimbone. "Aku menggunakan keris pusaka, Nak. Keris ini bisa menikam sendiri
jika diperintah," jawab nelayan itu. Singkat cerita, nelayon itu juga memberikan
keris pusakanya pada La Sirimbone.
Sejak memiliki ketiga benda pusaka itu, La Sirimbone sering membantu orang. la
menyembuhkan orang sakit, menghidupkan orang yong meninggal, dan
menangkap hewan-hewan buruan, serta membagi-bagikannya pada yang
membutuhkan. Sekarang, raksasa perempuan itu tak khawatir lagi pada
keselamatan La Sirimbone.

Suatu hari, saat La Sirimbone sedang berjalan-jalan ke desa tetangga, ia


mendengar suara tangis seorang gadis.

"Hai, namaku La Sirimbone. Jika aku boleh tahu, mengapa kau menangis?"
tanyanya

Gadis yang bernama Wa Ngkurorio itu menjawab, "Sebentar lagi aku akan mati.
Ketujuh kakakku meninggal karena disantap seekor naga. Hari ini adalah
giliranku."
La Sirimbone tersenyum, "Jangan khawatir. Aku akan membantumu. Aku akan
membunuh naga itu dengan keris pusakaku," katanya.
Benar saja, siang itu, naga itu datang dan siap menyantap Wo Ngkurorio. Gadis
itu gemetar. la takut luar biasa. Namun La Sirimbone menenangkannya. Dengan
tenang, ia berbisik memberi perintah pada keris pusakanya untuk menikam naga
itu. Dalam sekejap, keris itu menusuk perut naga tersebut don mengoyak-oyak
perutnya.
Naga itu mati seketika. Wa Ngkurorio sangat takjub melihat kejadian tersebut,
demikian pula dengan orangtuanya dan Seluruh warga desa. Mereka sangat
berterima kasih karena La Sirimbone telah berhasil melenyapkan naga jahat yang
selama ini mengganggu warga. Berkat pertolongan La Sirimbone desa menjadi
aman.
Sebagai ucapan terima kasih mereka meminta La Sirimbone untuk tinggal di desa
mereka. La Sirimbone pun bersedia. Ia kemudian pulang untuk berpamitan pada
raksasa yang telah membantunya selama ini. Mulai saat itu La Sirimbone hidup
bahagia dan damai bersama sahabat-sahabat barunya.
Ceritakan kembali secara lisan dengan menyebutkan tokoh-tokoh yang ada dalam cerita
Legenda La sirimbone.
Berceritalah di depan guru dan teman-temanmu.
Ceritakan dengan artikulasi jelas, ekspresif, intonasi tepat, dan penuh percaya diri.
Cerita “legenda La sirimbone” merupakan cerita fiksi. Cerita fiksi atau rekaan sengaja
dikarang oleh pengarang. Cerita fiksi diolah berdasarkan pandangan, tafsiran, dan penilaian
pengarang mengenai peristiwa- peristiwa, baik yang pernah terjadi secara nyata maupun
hanya dalam khayalan pengarang. Cerita fiksi dinikmati pembaca sebagai sarana hiburan.

Ayo Berdiskusi

Carilah informasi tentang cerita fiksi dan


ciri-cirinya dari berbagai sumber. Lakukan
kegiatan ini bersama teman sebangkumu.
Diskusikanlah informasi

yang kalian peroleh.

Kemudian, tulislah informasi yang kamu peroleh.

Cerita fiksi:

..............................................................................................
.................

Ciri-ciri cerita fiksi

1. .......................................................................................

2. .......................................................................................

3. ......................................................................................

4. .......................................................................................

5. ...................................................................................

Anda mungkin juga menyukai