Anda di halaman 1dari 7

1

SUHU DAN TANAMAN


Suhu merupakan faktor lingkungan yang penting bagi tumbuhan karena berhubungan
dengan kemampuan melakukan fotosintesis, translokasi, respirasi dan transpirasi. Tumbuhan
memiliki suhu optimum untuk dapat tumbuh dan berkembang. Suhu optimum merupakan
suhu yang paling baik untuk pertumbuhan secara ideal. Selain suhu optimum, tanaman juga
mempunyai suhu maksimum dan minimum yang bisa diterima olehnya. Suhu maksimum
merupakan suhu tertinggi yang memungkinkan tumbuhan masih dapat bertahan hidup. Suhu
minimum merupakan suhu terendah yang memungkinkan tumbuhan dapat bertahan hidup.
Temperatur atau suhu yang tinggi akan mempengaruhi kandungan air pada jaringan
tumbuhan. Strategi tumbuhan dalam menghadapi temperatur yang tinggi adalah dengan
meningkatkan proses transpirasi (penguapan air melalui daun). Selain itu , temperatur juga
mempengaruhi kerja enzim dalam tubuh tumbuhan yang bekerja pada proses metabolisme.
Pengaruh suhu pada beberapa proses pertumbuhan (proses fisiologis)
1. Transpirasi pada tumbuhan
Transpirasi dapat diartikan sebagai proses kehilangan air dalam bentuk uap dari jaringan
tumbuhan melalui stomata. Kemungkinan kehilangan air dari jaringan tanaman melalui
bagian tanaman yang lain dapat saja terjadi, tetapi porsi kehilangan tersebut sangat kecil
dibanding dengan yang hilang melalui stomata.
Merupakan faktor lingkungan yang terpenting yang mempengaruhi transpirasi daun yang ada
dalam keadaan turgor. Suhu daun dalam naungan kurang lebih sama dengan suhu udara,
tetapi daun yang kena sinar matahari mempunyai suhu lebih tinggi daripada suhu udara.
2. Suhu mempengaruhi beberapa proses fisiolgis penting : pembukaan stomata, laju
transpirasi, laju penyerapan air dan nutrisi, fotosintesis dan respirasi.
Peningkatan suhu sampai titik optimum akan diikuti oelh peningkatan proses di atas. Setelah
melewati titik optimum, proses tersebut mulai dihambat baik secara fisik maupun kimia,
menurunnya aktifitas enzim (enzim terdegradasi).
Hubungan Suhu Dengan Tanaman
Suhu yang dibutuhkan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman dikenal
sebagai suhu kerdinal yaitu meliputi suhu optimum, suhu minimum dan suhu maksimum.
Suhu kardinal yang dibutuhkan oleh tanaman adalah berbeda-beda tergantung pada jenis
tanamannya. Dimana suhu yang berada dibawah batas maksimum atau diatas optimum ini
tidak baik untuk tanaman, keadaan tersebut sering disebut suhu ekstrim.
2

Batas suhu yang membantu pertumbuhan dan perkembangan tanaman diketahui


sebagai suhu optimum. Pada batas ini semua proses dalam perkembangan dan pertumbuhan
tanaman akan berjalan baik dari segi morfologi muapun fisiologinya.
Suhu merupakan faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan
perkembangan tanaman. Suhu mempengaruhi beberpa proses fisiologis penting yaitu :
1. Buka dan menututupnya stomata
2. Transpirasi
3. Penyerapan air dan nutrisi (unsur hara)
4. Fotosintesis
5. Respirasi
6. Kinerja enzim
7. Cita rasa tanaman
8. Pembentukan primordia bunga
Peningkatan suhu sampai titik optimum akan diikuti oleh peningkatan proses-proses
tersebut dan setelah melewati titik optimum proses tersebut mulai dihambat baik secara fisik
maupun kimia. Menurunnya aktivitas enzim (degradasi enzim). Pada tanaman hortikultura
suhu merupakan faktor penting dalam pembentukan primordia bunga, dimana dalam
pembentukan bunga tanaman dibutuhkan suhu optimal yaitu suhu yang dibutuhkan tanaman
dalam pembentukan primordia bunga. Dimana dalam pembentukan bunga tanaman
memerlukan suhu optimal yaitu suhu yang dibutuhkan oleh tanaman dalam pembentukan
primordia bunga. Selian itu juga mempengaruhi aktivitas mikroorganisme dan enzim pada
suhu yang rendah umumnya aktivitas organisme tidak aktif atau dorman sedangkan pada
suhu yang tinggi akan menimbulkan proses pembentukan protein dan enzim yang bercerai
berai/rusak (denaturasi).
Pengaruh suhu terhadap tanaman
Fluktuasi suhu dalam tanah akan berpengaruh langsung terhadap aktivitas pertanian
terutama proses perakaran tanaman didalam tanah. Apabila suhu tanah naik akan berakibat
berkurangnya kandungan air dalam tanah sehingga unsure hara sulit diserap tanaman.,
sebaliknya jika suhu tanah rendah maka akan semakin bertambahnya kandungan air dalam
tanah, dimana sampai pada kondisi ekstrim terjadi pengkristalan. Akibatnya aktivitas
akar/respirasi semakin rendah mengakibatkan translokasi dalam tubuh tanaman jadi lambat
sehingga proses distribusi unsure hara jadi lambat dan akhirnya pertumbuhan tanaman jadi
lambat. Demikian pula dengan suhu yang terlalu tinggi terjadi aktivitas negatif seperti terjadi
3

pembongkaran/perusakan organ. Suhu maksimal dan minimal berpengaruh terhadap hasil


produksi. Hal inilah yang menyebabkan hasil panen padi Indonesia menjadi rendah.
Faktor iklim sangat menentukan pertumbuhan dan produksi tanaman.Apabila tanaman
ditanam di luar daerah iklimnya, maka produktivitasnya sering kali tidak sesuai dengan yang
diharapkan.Menurut Sutarno at all (1997) Studi tentang perilaku kejadian tiap organisme atau
tumbuhan dalam hubungannya dengan perubahan-perubahan iklim disebut dengan fenologi.
Untuk faktor iklim yang dipergunakan untuk penelitian fenologi pada umumnya adalah curah
hujan hal ini adalah karena curah hujan secara langsung atau tidak langsung penting untuk
pengaturan waktu dan ruang dalam pembentukan bunga dan buah pada tumbuhan tropis.
Menurut Ashari (2006) sedikitnya ada 2 unsur yang sangat mempengaruhi hal tersebut, yaitu:
1.Curah hujan dan distribusi hujan
2. Tinggi tempat dari permukaan laut.
Selain unsur iklim, roduksi tanaman juga dipengaruhi oleh Radiasi Matahari dan Suhu.
Pertumbuhan tanaman dapat dipengaruhi dalam berbagai cara oleh lingkungan. Kondisi
lingkungan yang sesuai selama pertumbuhan akan merangsang tanaman untuk berbunga dan
menghasilkan benih. Kebanyakan speises tidak akan memasuki masa reproduktif jika
pertumbuhan vegetatifnya belum selesai dan belum mencapai tahapan yang matang untuk
berbunga, sehubungan dengan ini terdapat dua rangsangan. Yang menyebabkan perubahan itu
terjadi, yaitu suhu dan panjang hari (Mugnisjah dan Setiawan, 1995).
Diwilayah dengan empat musim, pengaruh suhu berlaku ganda. Pada waktu awal
pertumbuhan suhu harus cukup tinggi agar pertumbuhan tidak terhambat. Tetapi bagi
kebanyakan tanaman terutama tanaman tahunan, suhu sebelum perubahan fase pertumbuhan
itu terjadi sangat penting. Cekaman (stress) air yang diikuti oleh hujan sering merangsang
pembungaan tanaman tahunan tropika. Faktor lain yang memicu pembungaan adalah panjang
hari, atau panjang periode selama setiap 24 jam. Tanaman berhari panjang tidak akan
berbunga jika ditanam di wilayah tropika. Radiasi matahari berhubungan dengan laju
pertumbuhan tanaman, fotosintesis, pembukaan (reseptivitas) bunga, dan aktivitas lebah
penyerbuk. Pembukaan bunga dan aktivitas lebah ditingkatkan oleh radiasi matahari yang
cerah, wilayah yang sering berawan berpotensi kurang untuk produksi benih. Permukaan
lahan ekuator sering menerima total radiasi yang kurang dari lahan berlatitude 10-20 mdp.
Batas suhu yang membantu pertumbuhan dan perkembangan tanaman diketahui
sebagai batas optimum . pada batas ini semua proses dasar seperti : fotosentesis, respirasi,
penyerapan air, transpirasi, pembelahan sel. Perpanjangan sel dan perubahan fungsi sel akan
berlangsung baik dan tentu saja akan diperoleh produksi tanaman yang tertinggi. Batas suhu
4

optimum tidak sama semua tanaman , sebagai contoh : apel ,kentang , menghendaki yang
lebih rendah dibandingkan tanaman :jeruk, ketela rambat atau gardenia. Tanaman yang
tumbuh pada kondisi suhu diatas optimum akhirnya pertumbuhanya biasa menghasilkan
produksi yang rendah . hal ini disebabkan kurang adanya keseimbangan antara besarnya
fotosentesis yang dihasilkan dan berkurangnya karbohidrat karna adanya respirasi.
Bertambahnya suhu akan mempercepatkan kedua proses ini , tetapai diatmosfer diatas
optimum , proses respirasi akan berlangsung lebih besar dari pada fotosentesis , sehingga
bertambah tinggi suhu tersebut akan mengakibatkan berkurangnya produksi.
Tanaman yang tumbuh pada kondisi suhu dibawah batas optimum akan menghasilkan
pertumbuhan yang kurang baik dan produksinya akan lebih rendah . gal ini disebabkan pada
suhu yang rendah besarnya fotosentesis yang dihasilkan dan protein yang dibentuk dalam
keadaan minimum berakibat pertumbuhan dan perkembangan lambat dan produksinya
rendah.
Pengaruh Suhu Minimum Terhadap Tanaman
Pada suhu rendah (minimum) pertumbuhan tanaman menjadi lambat bahkan terhenti,
karena kegiatan enzimatis dikendalikan oleh suhu. Suhu tanah yang rendah akan berakibat
absorpsi air dan unsur hara terganggu, karena transpirasi meningkat. Apabila kekurangan air
ini terus-menerus tanaman akan rusak. Hubungan suhu tanah yang rendah dengan dehidrasi
dalam jaringan tanaman adalah, apabila suhu tanah rendah, viskositas air naik dalam
membran sel, sehingga aktivitas fisiologis sel-sel akar menurun. Di samping itu, suhu tanah
yang rendah akan berpengaruh langsung terhadap populasi mikroba tanah. Laju pertumbuhan
populasi mikroba menurun dengan menurunnya suhu sampai di bawah 0oC. Sehingga banyak
proses penguraian bahan organik dan mineral esensial dalam tanah yang terhalang. Aktivitas
nitrobakteria menurun dengan menurunnya suhu, sehingga proses nitrifikasi berkurang.
Tanaman tropik memperlihatkan pertumbuhan yang terhambat pada suhu 20oC, laju
pertumbuhan menurun dengan pesat menjelang suhu 10oC. Pada umumnya respirasi menurun
dengan menurunnya suhu dan menjadi cepat bila suhu naik. Pada suhu yang amat rendah
respirasi terhenti dan biasanya diikuti pula terhentinya fotosintesa. Kondisi ini dapat diartikan
tercapainya suhu vital. Suhu vital berbeda sedikit di atas titik beku.
Suhu rendah pada kebanyakan tanaman mengakibatkan rusaknya batang, daun muda,
tunas, bunga dan buah. Besarnya kerusakan organ atau jaringan tanaman akibat suhu rendaah
tergantung pada, keadaan air, keadaan unsur hara, morfologis dan kondisi fisiologis tanaman.
5

Pengaruh Suhu Maksimum Terhadap Tanaman


Laju respirasi dipengaruhi oleh suhu, respirasi rendah bahkan terhenti pada suhu 0oC
dan ma ksimal pada suhu 30oC-40oC. Respon respirasi terhadap suhu tidak sama pada jenis
tanaman dan pada setiap tahap perkembangan tanaman. Pada tanaman tropis respirasi
maksimal terjadi pada suhu 40oC, dan tanaman daerah sedang respirasi maksimal 30oC. Suhu
tinggi (di atas optimum) akan merusak tanaman dengan mengacau arus respirasi dan absorpsi
air. Bila suhu udara meningkat, laju transpirasi meningkat, karena penurunan defisit tekanan
uap dari udara yang hangat dan suhu daun tinggi, yang mengakibatkan peningkatan tekanan
uap air padanya. Kelayuan akan terjadi apabila laju absorpsi air terbatas karena kurangnya air
atau kerusakan sistem vaskuler atau sistem perakaran. Tingkat kerusakan akibat suhu tinggi,
lebih besar pada jaringan yang lebih muda, karena terjadi denaturasi protoplasma oleh
dehidrasi.
Pada saat pembentukan sel generatif, suhu tinggi mengakibatkan rusaknya sistem
pembelahan mitosis yang berlangsung dengan cytokinesis. Hal ini terlihat dengan adanya
kegagalan pembentukan biji, karena pollen grain yang terbentuk steril.
Pada suhu 45oC akan mengganggu aktivitas enzim, di antaranya enzim proteinase dan enzim
peptidase. Enzim proteinase berfungsi untuk merombak protein menjadi lipids. Sedangkan
enzim peptidase merombak peptids menjadi asam amino. Oleh karena itu tidak
berkecambahnya biji (terutama kedele dan jagung) pada suhu tinggi karena kegagalan
metabolisme biji yang disebabkan oleh kekurangan bahan dasar yakni asam amino.
Suhu maksimum dan minimum pada tanaman
Biasanya panas yang diterima oleh permukaan tanah diteruskan kedalam lapisan yang
lebih dalam melalui kondisi karna panas yang jalarkan akan memerlukan waktu yang lama.
Sehingga suhu maksimum dan minimum didalam tanah akan terjadi keterlambatan. Karna
makin lama pemanasan pada permukaan tanah maka ikan makin dalam pula suhu maksimum
permukaan akan terasa kelapisan tanah yang lebih dalam.
Besarnya suhu maksimum disuhu atmosfer terjadi pada sekitar jam 15.00 sedangkan
suhu maksimum didalam tanah akan terjadi setelah waktu suhu maksimum udara. Suhu
maksimum tanah untuk kedalamam tanah 5 cm terjadi pada jam 14.00 untuk kedalaman 10
cm terjadi pada jam 15.30 dan untuk kedalaman tanah 20 cm terjadi pada jam 18.00.Pada
suhu minimum diatmosfer terjadi setelah matahari terbit yaitu sekitar jam 06.00 pagi hari
sedangkan suhu minimum tanah akan mengalami keterlambatan untuk kedalaman tanah 5 cm
suhu minimum. terjadi pada jam 08.00 untuk kedalaman 10 cm terjadi pada jam 09.00 dan
untuk kedalaman 20 cm terjadi pada jam 11.00.
6

Batas Suhu Yang Tidak Menguntungkan


Batas suhu yang tidak menguntungkan bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman dapat
dibedakan baik secara morfoligi dan fisiologinya.
Suhu Diatas Maksimum yang berpengaruh terhadap :
1. Respirasi yaitu terjadinya proses respirasi dan absobsi air yang tinggi sehingga terjadi
proses-proses perombakan protein dan terhambatnya kinerja enzim (denaturasi).
2. Terganggunya pembentukan sel generatif yang terjadi karena rusaknya pembelahan
sel secara mitosis sehingga biji akan mandul atau kosong.
3. Terjadinya translokasi yaitu terganggunya proses pengangkutan dan penyebarann
assimilat (hasil fotosintesis) dari sumber fotosintesis ke bagian-bagian tanaman yang
menggunakan atau menyimpan cadangan makanan seperti : buah, batang dan umbi.
4. Terjadinya mutasi gen akibat adanaya suhu yang terlalu tinggi yang menyebabkan
berubahnya susunan genetik tanaman atau adanya sinar gamma.
5. Tanaman kekurangan unsur hara, karena suhu tinggi dapat mengganggu perombakan-
perombakan senyawa-senyawa penting bagi tanaman.
6. Tanaman menjadi layu akibat suhu yang tinggi sehingga absorbsi air yang rendah dan
tingginya evapotranspirasi
Suhu Dibawah Minimum berpengaruh terhadap :
1. Perlambatan pertumbuhan dan perkembangan serta menghambat pembungaan
tanaman.
2. Absorbsi unsur hara dan air terganggu karena air akan membekupada suhu dibawah
minimum dan akar tanaman akan membeku yang menyebabkan fikositas menjadi
naik. Penyerapan unsur hara juga terganggu karena bakteri-bakteri pengurai akan
mengalami dormansi atau istrihat
3. Respirasi menurun karena kebutuhan air dan udara dalam tubuh tanaman menjadi
rendah seiring rendahnya aktivitas-aktivitas dalam tubuh tumbuhan.
4. Perkecambahan benih akan teganggu dimana embrio akan rusak yang disebabkan
rusaknya membran sel dalam biji.
5. Sufokasi (suffocationI) lambatnya pertumbuhan tanaman karena suhu udara yang
rendah pada tanah dan kekurangan oksigen.
6. Dedikasi yaitu terjadinya kekeringan fisiologis karena absorbsi air terhambat karena
kurangnya permeabilitas selaput akar atau karena naiknya visikositas air dalam air
bahkan membeku.
7

KESIMPULAN