Anda di halaman 1dari 6

Prosiding Seminar Nasional AAN 2010

Serpong,

2-3 November 2010

VALIDASI

METODE DALAM ANALISIS AKTIVASI

DI PUSDIKLAT

BATAN

ISSN : 2085-2797

NEUTRON

Anda

Sanusi,

Yustina

Tri Handayani,

Siamet Wiyuniati

dan Karebet

Agus Wibowo

Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat)-BATAN JI. Lebak Bulus Raya, Pasar Jumat, Jakarta 12440 e-mail: anda@batan.go.id

ABSTRAK

VAUDASI METODE DALAM ANAUSIS AKTIVASI NEUTRON DI PUSDIKLAT BATAN. Telah

dilakukan validasi dalam AAN, mencakup validasi peralatan dan metode. Validasi peralatan pengukuran

yang mempengarul1i hasil analisis meliputi timbangan analitis dan spektrometer gamma. Sedangkan validasi terhadap metode meliputi konfirmasi identitas, selektifitas dan spesifitas, limit deteksi, repitibilitas dan reprodusibilitas, akurasi dan presisi.'Validasi terhadap timbangan memberikan hasil akurasi dan presisi yang baik dengan perbedaan 0,0005 mg dan deviasi standar terbesar 0,46 %. Validasi terhadap spektrometer gamma memberikan hasil baik dan dibahas pada Validasi Spektrometer Gamma di

Spektroskopi Pusdiklat BATAN. Hasil konfjrmasi identitas metode menunjukkan AI, V,

Cr K, Na, Ca, Zn, Mg, Mn, Fe, Co, Cu dianalisis berdasarkan radionuklida AI-28, V-52, Cr-51 , K-42, K-24, Ca-49, Zn-65, Mg-27, Mn-56, Fe-59, Co-60 dan Cu-66. Nilai limit deteksi untuk unsur AI, V, Ca,

Mg dan Mn, As, K, Na, Mg, Ce, Co, Cr, Fe, La, Sc, Zn dalam sam pel sedimen sebesar 240 ppm, 27 ppm, 4750 ppm, 2600 ppm, 21 ppm, 3,3 ppm, 75 ppm, 1,4 ppm, 1,8 ppm, 0,5 ppm, 2,7 ppm, 29 ppm, 1 ppm, 0,05 ppm, 37 ppm. Limit deteksi Cu lebih dari 98,6 ppm. Hasil uji repitibilitas dan reprodusibilitas untuk unsur AI, Cr, V, Mg, Zn, Co dan As cukup baik. Sedangkan untuk unsur Mn, Ca dan Fe perbedaan

relatif besar. Hasil uji banding untuk sam pel sedimen menunjukkan hasil pengujian akurasi dan presisi

Laboratorium

untuk unsur AI, Co, Cr, Mn, V, As, Ca, Fe, Mg, Zn diterima.

Kata kunci : Validasi Metode,

Tmbangan analitik,

Uji banding, Repitibilitas,

Reprodusibilitas

ABSTRACT

VALIDATION OF NEUTRON ACTIVATION ANALYSIS METHOD IN EDUCATION AND TRAINING CENTER. Validation of Neutron Activation Analysis has been carried out, including validation of equipment and method. Validation of equipment that affect the results of the analysis includes an analytical balance and gamma spectrometer. While validation of the method includes confirmation of identity, selectivity and specificity, detection'limit, repeatability and reproducibility, accuracy and precision. Validation of balance give results of good accuracy and precision of 0.0005 mg difference and the maximum standard deviation of 0.46%. Validasi of gamma spektrometer give good result and is discussed in Validasi of Gamma Spektrometer in Spectroscopy Laboratory (Sugino, etc).The confirmation of identity shows AI, V, Cr K, Na, Ca, Zn, Mg, Mn, Fe, Co, Cu were analyzed base on AI-28, V-52, Cr-51, K-42 , K-24, Ca-49, Zn-65, Mg-27, Mn-56, Fe-59, Co-60 and Cu-66. Detection limits of AI, V, Ca, Mg, Mn, As, K, Na, Mg, Ce, Co, Cr, Fe, La, Sc, Zn in sediment samples are 240 ppm, 27 ppm, 4750 ppm, 2600 ppm, 21 ppm, 3.3 ppm, 75 ppm, 1.4 ppm, 1.8 ppm, 0.5 ppm, 2.7 ppm, 29 ppm, 1 ppm, 0.05 ppm, 37 ppm. Detection limit of Cu is more than 98.6 ppm. Repeatability and reproducibility of sedimen sample for AI, Cr, V, Mg, Zn, Co and As were good enough, but for Mn, Ca and Fe are relatively large differences. Result of Comparative Test for sediment samples indicate the accuracy and precision for AI, Co, Cr, Mn, V, As, Ca, Fe, Mg, Zn accepted.

Key words:

Validation of method, Analytical balance, Comparative

125

Test, Repeatability,

Reproducibility

Validasi Metode

da/am Analisis

Pusdik/at

BATAN (Anda Sanusi)

PENDAHULUAN

Aktivasi

Validasi

metode

merupakan

Neutron

di

suatu

proses untuk menegaskan dan mengkonfirmasi

bahwa metode analisis yang dilakukan telah

sesuai dengan metode baku. Tujuan dari validasi

metode adalah untuk memastikan bahwa

laboratorium Pusdiklat-BATAN dapat melakukan

analisis

dengan

suatu metode dengan hasil

yang valid.

Peralatan

pengukuran

dalam AAN yang.

mempengaruhi

hasil analisis meliputi timbangan

analitis dan spektrometer gamma, oleh karena

itu perlu dilakukan validasi terhadap peralatan

tersebut. Validasi yang telah dilakukan terhadap

timbangan analitis adalah pengujian model

distribusi dan kalibrasi internal. Sedangkan

validasi spektrometer gamma HPGe meliputi

konfirmasi identitas, linieritas diferensial, uji

presisi, pengukuran unjuk kerja (resolusi,

efisiensi relatif dan PIC ratio), kalibrasi efisiensi

dan uji banding laboratorium makalah lain.

disampaikan pada

Validasi

berkaitan

dengan

metode juga

dilakukan meliputi repitibiltas dan repodusibilitas,

akurasi dan presisi.

identitas

Sedangkan

konfirmasi

pada

dan

limit deteksi

disampaikan

ISSN : 2085-2797

dapat merupakan salah satu, atau kombinasi

dari hal-hal berikut :

a. Kalibrasi menggunakan

bahan acuan

b. hasil yang diperoleh dengan

Pembandingan

metode lain

c. Uji banding antar laboratorium

d. Assesmen yang sistematis pada faktor-faktor

yang mempengaruhi hasil

e. Assesmen pada ketidakpastian hasil

berdasarkan pemahaman ilmiah dari prinsip

teoritis metode dan pengalaman praktis

Secara umum, Validasi Metode mencakup

penentuan ; yang berkaitan dengan alat

meliputi : Konfirmasi Identitas, Selektifitas,

dan Uji

Presisi, sedangkan yang berkaitan dengan

metode meliputi ; Konfirmasi Identitas, Limit

Spesifitas, Limit deteksi, Linieritas

Deteksi untuk semua analit dalam semuajenis

matriks, Daerahpengukuran, Presisi dan

Ketidakpastian Pengukuran serta Akurasi

dengan menganalisis bahan acuan.

Pengujian Akurasi dan Presisi dapat

dilakukan melalui uji banding. Tingkat presisi

ditunjukkan dengan nilai ketidakpastian

gabungan dari faktor -faktor yang mempengaruhi.

Pengujian Akurasi dapat dilakukan dengan

makalah lain.

cara analisis bahan acuan, hasilnya dibandingkan

dengan nilai analit sebenarnya. Selisihnya

TEORI

Validasi metode adalah suatu proses

konfirmasi melalui pengujian dan pengadaan

bukti yang obyektif bahwa suatu metode

mempunyai unjuk kerja yang konsisten

sesuai dengan apa yang dikehendaki dalam

penerapan metode tersebut. Berdasarkan

ISO 17025-2005, teknik yang digunakan

untuk menentukan unjuk kerja suatu metode

memberikan nilai penyimpangan dari metode.

Kriteria penerimaan dalam pengujian akurasi

sesuai Persamaan (1) :

Ix benar

~U

;enar

-

X

uji

+

U ~i

I

(1)

Dengan mengambil tingkat kepercayaan 95 %,

maka kriteria penerimaan tersebut sesuai

Persamaan (2) :

126

Prosiding

Seminar

Nasional

AAN

2010

Serpong,

2-3 November

2010

Ix benar

-

X 'if; I::;; 1,95)U

;enar

+ U~;

(2)

Pengujian prl~sisi dilakukan berdasarkan

nilai ketidakpastian

penerimaannya

dengan

kriteria

sesuai Persamaan (3) :

(

Dimana :

X

U henar )

henar

+ a~Xl

00%

O"H = Deviasi standar berdasarkan

Horwitz

Repitibilitas

hasil

kedekatan

(repeatability)

dari

pengujian

(3)

rumus

adalah

berulang

atas contoh yang sama yang dilakukan pad a

kondisi

reproduksibilitas (reproducibility) adalah

kedekatan hasil pemgukuran atas contoh yang

sama yang dilakukan pad a kondisi analisis

analisis

yang

sama,

sedangkan

1

0.9

0.8

.IJ.7

~.6

~.5

~.4

1i!J.3

ISSN : 2085-2797

0.2

0.1

o

99.95

100

100.05

100.1

100.15

100.2

100.25

 

Massa (mg)

 

0.8

0.7

0.6

~.5~.4

iJ·3

110·2

0.1

o

99.8

99.9

100

100.1

100.2

100.3

100.4

Massa (mg)

Gambar 1. Distribusi Data Pengukuran

Neraca

Pusdiklat

(a).

Neraca

Acuan

dan

(b).

HASIL DAN PEMBAHASAN

yang berbeda.

 

Validasi Timbangan

Analitis

METODE

Validasi

terhadap

timbangan

analitis

meliputi pengujian model distribusi dan

kalibrasi

internal.

Pengujian

model

distribusi

dilakukan

dengan

pengukuran

100 kali. Kalibrasi internal dilakukan dengan

membandingkan hasil penimbangan dengan

timbangan

Uji presisi dan akurasi dilakukan dengan

mengikuti uji banding pengukuran

yang sudah dikalibrasi.

sampel

sedimen

dengan

AAN

secara

komparatif.

Repitibilatas

dan

reprodusibilitas

dilakukan

dengan menganalisis lagi sam pel sedimen oleh

personillain.

Validasi terhadap timbangan mencakup

pengujian model distribusi hasil pengukuran dan

kalibrasi. HasH pengujian distribusi hasil

pengukuran ditunjukkan

distribusi

dengan timbangan atau neraca adalah

distribusi segitiga sesuai dengan kurva yang

ditunjukkan oleh neraca acuan, sedangkan

distribusi hasil pengukuran dengan neraca

Pusdiklat berupa segitiga me Ie bar yang

harus diperhitungkan dalam penentuan nilai

pada Gambar 1.

hasH

Model

pengukuran

ketidakpastian.

Oleh karena kalibrasi timbangan oleh

Institusi yang berwenang belum bisa

127

Validasi Metode

dalam Analisis

Pusdiklat

BATAN (Anda Sanusi)

Aktivasi

Neutron

di

Gambar

3.

Kurva

kalibrasi

Data

Pengukuran

Neraca

Pusdiklat

terhadap

Acuan (PTKMR)

dilakukan,

maka

dilakukan

kalibrasi

internal

ISSN : 2085-2797

dilakukan dengan membandingkan hasil

pengukuran dari bahan dengan massa

bervariasi. Hasil kalibrasi internal ditunjukkan

pada Gambar 2.

Akurasi dan Presisi

Hasil uji banding tahun 2009 oleh SATAN

untuk sampel sedimen ditunjukan pada Tabel2.

Hasil uji banding sampel sedimen terhadap

10 unsur 100 % diterima.

Repitibilitas dan Reprodusibilitas

 

Laboratorium

Radiokimia

Pusdiklat

terhadap timbangan yang sudah dikalibrasi

 

yang dimiliki

oleh

Pusat

lain.

Kalibrasi

melakukan

pengujian

berulang

untuk sampel

No. k Sampel Sedimen

--

luluslulusditerimaditerima20115luluslulus366 37594

76

0,060,08

0,120,206,386,25

2,675,0 1,021,09

0,341,310,7310,5

lulusditerimalulus

lulusditerimalulus

KonsentrasiStatusPresisiUU

0,951,38,65 11,6

0,0410,030,8970,83

0,0840,103,4023,35

lulusditerimalulus

lulusditerimalulus

99,14,4

lulusditerimalulus

lulusditerimalulus

lulusditerimalulus 1.38

lulusditerima3lulus

120,17,4

Massa(mg)Massa(mg)Massa(mg)Massa(mg)Massa(mg)Massa(mg)

6

Uji

10,110,110,110,110,110,110,110,110,110,10,0031100,1100,1100,1100,1100,1100,1100,1100,1100,1100,140,340,320,320,340,275,120,320,30,00170,000640,420,240,420,240,420,240,420,240,420,240,420,240,420,2440,360,070,0350,450,475,10,000950,475,150,475,150,475,150,475,250,475,150,475,150,575,350,475,250,4175,140,050,070,00260,00460,46100,10,0310,11

(mg/Kg)

Tabel1. Hasil penentuan deviasi standar

Hasil Analisis

Akurasi Uji

(mg/Kg)

Nilai Acuan/Sertifikat

Prosiding

Seminar

Nasional

AAN 2010

Serpong,

2-3 November

2010

ISSN : 2085-2797

Tabel 3. Hasil Analisis Berulang pada Sam pel Sedimen

Unsur

Analisis I

Analisis II

Perbedaan Hasil

Konsentrasi Ketidakpastian Konsentrasi Ketidakpastian

(%)

 

(ppm)

(ppm)

(ppm)

(ppm)

AI

63,750

1,170

62,300

2,620

2,3

Co

10,73

0,34

9,39

0,67

12,5

Cr

75,0

2,6

71,81

2,8

4,2

Mn

366

15

322

32

12

V

99,1

4,4

95,56

7,9

3,6

As

8,65

0,95

10,71

2,4

23,8

Ca

8,970

410

10,323

1,620

15,1

Fe

34,020

840

30,400

840

10,6

Mg

10,200

580

10,570

500

3,6

Zn

120,0

9,6

118,1

8,6

1,6

sedimen, selang waktu analisis pertama dan

kedua adalah 7 bulan, peralatan timbangan dan

spektrometer yang digunakan tetap, sedangkan

personil yang melakukan anal isis berubah untuk

memastikan kemampuan melakukan AAN di

Laboratorium Radiokimia Pusdiklat tidak

bergantung personil. Analisis I menggunakan

sedimen dengan AAN metode komparatif,

dengan hasHsebagai berikut: timbangan analitis

perlu mendapat perhatian, hasH uji akurasi dan

presisi baik dan reprodusibilitas untuk beberapa

unsur perlu mendapat perhatian.

DAFTAR PUSTAKA

5

cuplikan, sedangkan analisis II menggunakan

1. GF Knoll. 1989. Radiation

Detection And

2

cuplikan. Hasil analisis berulang ditunjukkan

Measurement. 2nd Edition. John Wiley &

pada Tabel 3.

Berdasarkan

Tabel 3 diperoleh hasil

sebagai berikut : Perbedaan unsur AI, Cr, V, Mg

dan Zn relatif kecil, pada Co dan As perbedaan

cukup besar, tetapi karena konsentrasi relatif

kecil, maka nilai ketidakpastian yang

diperbolehkan cukup besar dan untuk unsur Mn,

Ca dan Fe perlu perhatian dan peningkatan hasil,

karena perbedaan cukup besar dan konsentrasi

relatif besar, sehingga nilai ketidakpastian yang

dipersyaratkan jU£la relatif kecil.

KESIMPULAN

Secara umum Laboratorium Radiokimia

Pusdiklat-BATAN sudah melakukan validasi

metode

untuk

analisis

unsur

dalam

sampel

Sons, Inc. New York.

2. Y Trihandayani.

2009.

Prinsip

Validasi

Metode dalam Analisis

Aktivasi

Neutron.

Diktat

Couching

Vafidasi

Metode

AAN.

Pusdiklat-BATAN.

 

3. Y

Trihandayani.

2009.

Ketidakpastian

pada AAN. Diktat Couching Validasi

Metode AAN. Pusdiklat-BATAN.

4. JAERI. 2006. Maintenance Course Material

for Indonesia. The Performance of HPGe

Detector Test

5. J Kantasubrata. 2003. Validasi Metode.

Diktat

Pelatihan

Ketidakpastian

Hasil

Pengukuran Untuk Laboratorium penguji

(ISO 17025), P2TBDU-BATAN

129

Va/idasi Metode

da/am Analisis

Pusdik/at

BATAN (Anda Sanusi)

Aktivasi

6. P

Bode.

1996.

Instrumental

Neutron

di

and

Organizational Aspecs of A Neutron

Activation Analysis Laboratory. University

ofTechnology, Delft.

7. International Atomic Energy Agency. 1990.

Practical Aspects of Operating A Neutron

analysis

Tecdoc-564, Vienna.

Activation

Laboratory,

IAEA-

ISSN : 2085-2797

B.

Susan

J

Parry.

1991.

Activation

Spectrometry

in Chemical

Analysis,

John

9.

Wiley & Sons Inc., New York Canberra. GENIE Algorithms. GENIE Manual.

130