Anda di halaman 1dari 10

LEMBAR KERJA PRAKTIKUM

LABORATORIUM EKSPLORASI DAN PRODUKSI


POLITEKNIK ENERGI DAN MINERAL AKAMIGAS CEPU

PENENTUAN SAND CONTENT

NAMA : IRA FENISA SAINYAKIT


KELAS : PRD II A
NIM : 171410028

1. TUJUAN PRPRAKTIKUM
1. Mengetahui standar operasi pengukuran sand content kit sesuai SOP;
2. Menentukan besarnya kadar pasir dalam lumpur.

2. DASAR TEORI
2.1 KLASIFIKASI UKURAN PARTIKEL
Penting untuk memahami bagaimana ukuran partikel dalam lumpur pengeboran
yang diklasifikasikan dan jenis padatan yang masuk ke dalam masing-masing
kategori. Partikel dalam lumpur pengeboran dapat berkisar dari tanah liat yang sangat
kecil, (kurang dari 1/25.400 inci), ke potongan bor yang sangat besar (lebih dari satu
inci). Karena partikel yang sangat kecil, ukuran dinyatakan dalam satuan micron.
Mikron = MU (µ) adalah satu juta meter (1/1,000,000 atau 1 x 10-6m). Jadi, 1 inci
sama dengan 25,400 mikron.(…7.1). Atau satu satuan panjang sama dengan satu juta
bagian dari satu meter, atau seperseribu bagian dari satu millimeter.(…7.2)
Screen mesh penting karena menentukan ukuran pemisahan shale shaker. Saringan
200-mesh digunakan untuk API Test Sand, di mana semua partikel yang tidak
melewati saringan (>74 mikron) diklasifikasikan sebagai pasir. 97% dari barite
berkualitas baik (<74 mikron) akan menembus saringan 200-mesh dan 95% akan
melewati saringan 325-mesh (<44 mikron). Dengan demikian barite harus dalam
kategori ukuran yang sama dengan lumpur, lempung premium, seperti M-I GEL*, jatuh
dalam kisaran koloid, yaiut 2 mikron atau kurang.
Mesh adalah ukuran kehalusan bahan tenun, saringan, atau ayakan; misalnya.;
saringan 200-mesh memiliki 200 bukaan per inci linier. Saringan 200-mesh dengan
diameter kawat 0.0021 in. (0.0533) memiliki pembukaan 0.074 mm, atau akan
melewati partikel 74 mikron.

KATEGORI UKURAN CONTOH

Bentonite, tanah liat (lempung) dan


Koloid 2 µ atau kurang
padatan bor ultra-halus
2 – 74 µ
Lanau Barite,lanau dan padatan bor halus
(< 200 mesh)
74 – 2,000 µ
Pasir Pasir dan padatan bor
(200 – 10 mesh)
Lebih besar dari
Kerikil 2,000 µ Padatan bor, kerikil dan batu bulat
(> 10 mesh)
Table 2.1.Klasifikasi Padatan Berdasarkan Ukuran

2.2 SAND CONTENT KIT


Perangkat sand content adalah cara yang mudah, andal, efisien, dan terbukti untuk
menentukan kandungan pasir dari cairan pengeboran. Perangkat ini menggunakan
metode analisis saringan untuk menentukan kandungan pasir, menggunakan saringan
(screen) pasir ukuran 200-mesh untuk menjebak pasir dan partikel-partikel lain dalam
cairan pengeboran. Perangkat kandungan pasir berisi saringan pasir [saringan yang
dipasang dalam silinder plastik, 2 ¼ inci (5.7cm) dengan panjang diameter x 3 ¾
(9.5cm)], corong plastik yang pas dengan ujung silinder saringan, dengan ujung kecil
yang pas ke tabung ukur gelas, dan botol pencuci. Tabung ukur memiliki skala yang
diluluskan dari 0 hingga 20% untuk mengukur persentase pasir dengan volume cairan
pengeboran. Volume pasir, termasuk ruang antara butir, dinyatakan sebagai persentase
volue cairan pengeboran. Nilai yang dibaca dari tabung ukur dilaporkan sebagai “%
volume”.(…7.1)
Tes sederhana digunakan untuk menentukan patikel pasir atau persen volume
dalam lumpur. Informasi tersebut digunakan untuk melakukan penyesuaian pada
peralatan kontrol padatan. Pasir menyebabkan keausan yang berlebihan pada peralatan
pencampuran, tali bor, dan pada bagian pompa. Kandungan pasir dalam system
lumpur diperkirakan dengan analisis wet-screen menggunakan saringan 200-mesh (74
mikron). Harus diakui bahwa ukuran klasifikasi partikel dan produk lainnya, seperti
kehilangan bahan sirkulasi (LCM), lignit, barite kasar, dan lain-lain juga akan muncul
sebagai partikel seukuran pasir. Kehadiran padatan ini, terutama LCM, harus dicatat
dan dikuantifikasi jika mencapai volume yang cukup. .(…7.2)
Kandungan pasir dari cairan pengeboran adalah kandungan padatan abrasive yang
tidak larut, yang tidak dapat lolos dari saringan 200 mesh. Biasanya dinyatakan
sebagai persentase volume curah pasir dalam cairan pengeboran. Tes ini adalah tipe
dasar bahwa padatan yang ditahan tidak selalu silica atau mungkin tidak sama sekali
abrasive. Untuk informasi tambahan mengenai jenis padatan yang tersimpan pada
saringan 200-mesh (>74 mikron), tes yang lebih spesifik akan diperlukan.(…7.3)
Kandungan pasir dalam lumpur diperkirakan dengan menggunakan satu set
saringan (screen) pasir. Sand content karena kesederhanaan operasinya, banyak
digunakan di lapangan.(…7.4)

Gambar 2.1.Peralatan Sand Content

DESCRIPTION

Sand Content Kit


Wash Bottle (500 ml)
Carrying Case
Sand Content Screen (200 mesh)
Sand Content Funnel
Sand Content Tube
Table 2.2. Daftar Bagian
2.3 SOLID CONTENT
Kandungan padatan (solid content) mempengaruhi sifat-sifat (properties) lumpur.
Termasuk densitas dan kekentalan lumpur (plastic viscosity, yield point, gel strength).
Menurut klasifikasi API, pasir adalah setiap padatan yang berukuran lebih dari 74
mikron. Pengukuran pasir di dalam lumpur sangat penting karena :
1. Pasir bersifat abrasive;
2. Dapat merusak peralatan sirkulasi lumpur, seperti pompa lumpur, pipa, dan mata
bor;
3. Bila terlalu banyak maka akan terjadi pengendapan disekitar drill collar dan bit.

Untuk mendapatkan lumpur yang memenuhi syarat, didukung oleh pengendali


padatan (solid content equipment). Jenis-jenis solid content equipment :
1. Shale shaker
Dipasang screen untuk menyaring partikel padatan yang tidak diinginkan dan
memisahkan padatan dari lumpur dengan cara vibration (getaran). Ukuran partikel
yang disaring tergantung pada ukuran lubang saringan.
2. Desander
Alat ini digunakan untuk membuang padatan berupa pasir dari lumpur dengan
gaya sentrifugal. Padatan mengalir melalui cone dengan tekanan operasinya 30
psi.
3. Desilter
Alat ini digunakan untuk memisahkan partikel padatan berukuran lanau (silt) yang
lebih kecil daripada pasir dari lumpur dengan gaya sentrifugal. Padatan mengalir
melalui cone dengan tekanan operasinya 35 psi.
4. Mud cleaner
Merupakan kombinasi dari desilter cone dan vibrating screen seperti pada shale
shaker. Setelah gaya sentrifugal memisahkan partikel padatan dari lumpur melalui
dasar cone, selanjutnya padatan akan jatuh pada screen yang bergetar.
5. Centrifugal
Digunakan untuk pembuangan padatan. Terbagi menjadi dua, yaitu pembuangan
padatan ringan (low gravity solids) dan pembuangan padatan berat (high
gravitysolids).
Agar proses pengendalian padatan lumpur dapat maksimal, maka solid control
equipment harus diletakkan dan dioperasikan dengan tepat. Karena setiap jenis solid
control equipment dapat mengendalikan atau membuang partikel lumpur dengan
ukuran tertentu.

3. LANGKAH KERJA
3.1 Prosedur Pengukuran Kadar Pasir Lumpur
1. Isi tabung ukur sampai garis berlebel “Mud to Here”, dan kemudian gunakan botol
pencuci untuk menambahkan air jernih (atau solar jika berbasis minyak) ke garis
berlabel “Water to Here”. Tutup mulut tabung dengan ibu jari dan kocok dengan kuat;
Catatan : gunakan minyak diesel sebagai pengganti air dalam botol pencuci
untuk cairan pengeboran/lumpur berbasis minyak.
2. Tuangkan campuran melalui saringan. Terus tambahkan cairan pembersih botol ke
tabung, aduk, dan tuangkan isi melalui saringan sampai semua cairan
pengeboran/lumpur telah dibersihkan keluar dari tabung;
Catatan : jangan aduk atau secara manual memaksa campuran melalui
saringan, mengetuk sisi pemegang saringan karena cairan pengeboran/lumpur
yang diencerkan ditambahkan akan membantu campuran melewati tue screen.
3. Siram saringan dengan cairan dari botol pembersih untuk membersihkan sisa lumpur
dari partikel serpih sampai semua yang tersisa di saringan adalah pasir;
4. Cocokkan dengan ujung besar corong di bagian atas penahan saringan dan perlahan
membalikkan saringan dan corong perakitan, paskan ujung corong ke dalam mulut
tabung gelas pengukur;
5. Gunakkan semprotan halus cairan dari botol pembersih, cuci pasir dari saringan
kembali melalui corong ke tabung gelas ukur, dan biarkan pasir mengendap;
6. Catat kuantitas pasir yang telah diselesaikan dan dengan menggunakan skala di luar
tabung, tentukan persentase volume lumpur total pasir.
Catatan : jika padatan kasar lainnya atau materi sirkulasi yang hilang disimpan
di saringan, laporkan keberadaan bahan-bahan ini pada laporan lumpur.

3.2 Perawatan Peralatan/Proses Akhir


1. Setelah setiap penggunaan alat sand content, cuci kotoran atau cairan
pemboran/lumpur dari saringan, corong, dan tabung pengukur;
2. Keringkan semua peralatan yang telah dicuci;
3. Berhati-hatilah saat membersihkan dan mengeringkan saringan (screen) secara
menyeluruh;
4. Isi ulang botol pembersih;
5. Tempatkan peralatan sesuai tempatnya.

4. TABEL
4.1 PERALATAN

NO PERALATAN GAMBAR JUMLAH FUNGSI

Menyaring
lumpur yang
Sand Content akan diukur
1. 1
Screen (200 mesh) sehinggan yang
tertinggal hanya
pasir

Corong
digunakan saat
Sand Content menuangkan
2. 1
Funnel lumpur maupun
air agar tidak
tumpah
Mengukur
lumpur dan air
dengan kadar
Sand Content
yang sesuai,
3. Tube/Glass 1
maupun melihat
Measuring Tube
dan mengukur
kadar pasir yang
telah disaring.

Botol berisi air


jernih atau
Wash Bottle (500 aquades untuk
4. 1
ml) membilas screen
dan peralatan
lainnya.

Sampel
5. Sampel lumpur 1 pengukuran sand
content.
Tempat sisa
pengukuran
6. Wadah 1
sampel lumpur
dan air

4.2 TABEL HASIL PENGUKURAN

NO PROPETIES VALUE

1. Sand Content 0.25%

5. ANALISA
Proses pembuatan lumpur pemboran menggunakan : additive, solids, dan liquid.
Additive yang digunakan dalam praktikum ini berwujud padat sehingga setelah
dicampur, lumpur pemboran harus di tes kadar padatannya. Padatan-padatan dalam
lumpur pemboran bukan hanya pasir saja melainkan sisa-sisa additive seperti sisa
barite.
Tercampurnya serpihan-serpihan formasi (cutting) ke dalam lumpur akan
mempengaruhi operasi pemboran. Oleh sebab itu, untuk mendapatkan persen volume
sand content yang baik maka perlu adanya pengontrolan dalam lumpur pemboran.
Dalam pengukuran sand content kita dianjurkan untuk mengocok dengan kuat
lumpur dan air pada glass measuring tube, hal ini bertujuan agar lumpur tersebut dapat
tercampur sempurna dengan air sehingga saat penyaringan dilakukan pada sand content
screen (200-mesh) tidak ada penggumpalan lumpur yang tersisa, hanya pasir dan sisa-
sisa additive yang sangat kecil.
Nilai maksimal pasir yang terkandung dalam lumpur pemboran adalah 2%, karena
itu nilai sand content dari lumpur yang dibuat harus kurang dari nilai maksimal.
Lumpur yang telah dibuat oleh kelompok kami dan telah diukur kadar pasirnya
memiliki nilai 0.25% yang artinya dapat digunakan di lapangan.
Jika dalam suatu lumpur pemboran terkandung kadar pasir (sand content) yang
tinggi maka dapat menyebabkan kerusakan peralatan. Karena sifat pasir yang abrasive
dapat mengikis atau merusak peralatan pemboran seperti tali bor, mata bit, dan lain-lain
sehingga dapat menyebabkan kerugian yang besar.

6. KESIMPULAN DAN SARAN


6.1 Kesimpulan
1. Dari praktikum pengukuran densitas ini diperoleh nilai sand content lumpur 0.25%
yang berarti dapat digunakan di lapangan;
2. Untuk melakukan pengukuran sand content dan menghitung persen volume lumpur
pemboran digunakan alat sand content kit;
3. Nilai maksimal sand content adalah 2%;
4. Kerjasama serta ketelitian sangat mempengaruhi kinerja dan hasil akhir pembuatan dan
pengukuran kadar pasir dalam lumpur.

6.2 Saran
1. Sebaiknya diberikan modul praktikum bagi mahasiswa agar dapat dipelajari sebelum
memulai praktikum dan lebih dimengerti oleh mahasiswa;
2. Kerjasama team sangat diperlukan, pentingnya memahami tugas masing-masing
individu;
3. Hindari kesalahan sekecil apapun, bekerja dengan terorganisir sehingga praktikum
dapat berjalan dengan lancar;
4. Perhatikan kebersihan alat dan ruangan praktikum;
7. DAFTAR PUSTAKA
1. Baker Hughes,Drilling Fluid Reference manual/Halaman 755, 765; Chapter 15-30, 15-
40
2. …fann Sand Content Kit Instruction manual/Halaman 1
3. Amoco Drilling Fluids Manual/Halaman 98;Chapter 3-18
4. Handbook of Drilling Fluids/Halaman 41;Chapter 3-11

CEPU, NOVEMBER 2018


ASISTEN LABORATORIUM
EKSPLORASI DAN PRODUKSI

………………………..
Maysita Ayu Larasati
NIM. 15412015