Anda di halaman 1dari 3

Gambaran Klinis

Mekanisme cedera perlu diketahui agar dapat membantu menetapkan sejauh mana
cedera yang ditimbulkan, kemungkinan kerusakan bola mata, tingkat kontaminasi dan risiko
masuknya benda asing ke dalam bola mata. Proyeksi objek dari luka menunjukkan cedera
intrakranial sampai studi pencitraan dilakukan. Adanya kontaminasi tanah perlu ditakutkan
adanya infeksi Baccillus Cereus.
Dokumentasi penyebab cedera, termasuk apakah kecelakaan itu terkait pekerjaan
1,2
dapat menjadi informasi penting untuk aspek medikolegal. Ruptur bola mata dan sekuele
sekunder dari trauma okular harus diatasi dengan segera atau <72 jam, terutama apabila
trauma mengenai bagian medial, punctum dan laserasi kanalikular. Pemeriksaan jaringan
sekitar harus dilakukan karena daerah yang memiliki lecet yang dangkal dapat berpotensi
1,2
memiliki luka yang dalam. Gigitan anjing ke wajah memiliki kecenderungan untuk
melibatkan cedera kantus medial dan sistem kanalikular. Cedera gigitan anjing sering
mengakibatkan luka wajah yang mendalam tanpa kehilangan jaringan lunak. Luka gigitan
anjing perlu di dekontaminasi segera. Pasien dengan jenis cedera ini harus diberikan
antibiotik spektrum luas secara intravena dan injeksi tetanus jika diindikasikan. Luka harus
diirigasi sebelum bedah dilakukan. 1,2

Pemeriksaan Penunjang
Trauma yang mengancam jiwa dan adanya cedera visual yang mengancam perlu
diperhatikan, terutama adanya trauma yang luas, harus lebih diutamakan diperbaiki daripada
cedera adneksa. Pemeriksaan mata harus dilakukan pada semua kasus suspek laserasi
palpebra dan laserasi kanalikular. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi ketajaman visual,
refleks pupil, lapang pandang, gerakan bola mata, tekanan intraokular, pemeriksaan luar,
pemeriksaan slit lamp, dan pemeriksaan saraf optik. Pemeriksaan kanalikuli didapatkan
pungtum yang berdilatasi dan apabila dilakukan pemeriksaaan irigasi kanula di proximal
kanalikuli didapatkan adanya aliran larutan irigasi dari kelopak mata melalui luka
menegaskan adanya robekan. Prosedur yang sama dilakukan juga untuk kedua kanalikuli
anterior dan superior. 1,2,3
Pemeriksaan laboratorium yang dibutuhkan untuk perawatan trauma darurat. Laserasi
sistem lakrimal tidak memerlukan studi laboratorium. Dalam setiap pasien dengan dugaan
patah tulang orbital atau midface, pemeriksaan CT-Scan dilakukan untuk mengetahui adanya
fraktur orbita. Dacryocystogram dapat mengkonfirmasi gangguan sistem drainase lakrimal.
Diagnosis
Diagnosis terjadinya laserasi pada kanalis lakrimalis dapat ditegakkan berdasarkan
hal-hal sebagai berikut : 4
1. Pada anamnesa terdapat adanya riwayat terjadinya trauma yang menyebabkan luka pada
tepi kelopak mata bagian medial.
2. Dilakukan pemeriksaan oftalmologi untuk mengetahui apakah terjadi kerusakan didalam
mata atau tidak. Pada anak-anak pemeriksaan ini mungkin memerlukan pembiusan secara
umum. Bila terdapat luka penetrasi pada kelopak mata walaupun kecil, harus diwaspadai
terjadi juga penetrasi pada bola mata.
3. Keadaan luka pada kelopak mata harus benar-benar diperhatikan karena keadaan tersebut
akan menentukan jenis teknik operasi. Derajat luka serta ada tidaknya jaringan yang hilang
harus diperkirakan luasnya. Apabila terdapat pergeseran dari pungtum lakrimalis
kemungkinan besar terjadi laserasi pada kanalis lakrimalis.
4. Tes anel, apabila terjadi kebocoran pada cairan yang disuntikkan maka kemungkinan besar
terjadi laserasi pada saluran lakrimalis.
5. Pemeriksaan penunjang seperti rontgen dan CT scan dapat dilakukan apabila di duga
terdapat patah tulang orbita atau di duga terdapat benda asing di dalam rongga orbita.
6. Sebaiknya dilakukan dokumentasi terhadap luka yang terjadi serta kerusakan baik pada
kelopak mata maupun bola mata.
DAFTAR PUSTAKA

1. Mawn A Louise. Canalicular Laceration.


http://emedicine.medscape.com/article/1210031-overview. Januari 2012. (Diunduh
tanggal 18 Desember 2018).
2. Marshak Harry, Dresner C Steven. Lacrimal Trauma. United States of America: Springer
Science + Bussiness Media,Inc. 2006.p.119-126
3. Drnovšek-Olup Brigita, Beltram Matej. Trauma of the Lacrimal Drainage System:
Retrospective Study of 32 Patient. Slovenia: University Eye Clinic, Medical Center
Ljubljana; 2004.p.292-294
4. Emekli uffuk. Emergency repair of Lacrimal Canaliculus In SpringerLink – journal
Article di akses dari http:// resources.metepress.com Akses terakhir 18/12/2018.

Anda mungkin juga menyukai