Anda di halaman 1dari 8

PERSEPSI KOMUNITAS PENGGUNA AIRBNB PADAP VALUE PROPOSITION

AIRBNB
(Studi Pada Komunitas Pengguna Airbnb di Kota Malang)
Elva Noverina Putri
Mohammad Iqbal
Brillyanes Sanawiri
Fakultas Ilmu Administrasi
Univеrsitas Brawijaya
Malang
Еmail: noverina55@gmail.com

ABSTRACT

The development of technology and information today makes a variety of things as something that can be
used simultaneously. The growing trend of Sharing Economy and Collaborative Consumption in the world
makes the community easier to access anything, anywhere, and anytime. This makes Airbnb a place to find
the widest accommodation that can reach across the world. Airbnb has a community of users who will be
interconnected with each other and mutually beneficial. This study aims to determine the perception of
Airbnb users in Malang about Value Proposituon contained in the application Aiebnb. Data collection
techniques used are observation, interviews, and documentation and use descriptive qualitative research
type. Based on the value proposition according to Alexander Ostewalder and Yves Pigneur, there are eleven
elements and in Airbnb application has seven of them are novelty, adjustment, design, price, cost reduction,
accessability, and convenience and usability.

Kеywords: Airbnb, Value Proposition, Sharing Economy, Collaborative Consumption,


ConsumerPerseption

АBSTRАK

Berkembangnya teknologi dan informasi saat ini menjadikan berbagai macam hal sebagai sesuatu yang
dapat dipakai secara bersamaan. Maraknya tren Sharing Economy dan Collaborative Consumption di dunia
menjadikan masyarakat lebih mudah untuk mengakses apapun, dimanapun, dan kapanpun. Hal ini
menjadikan Airbnb sebagai wadah untuk mencari akomodasi terluas yang dapat menjangkau di seluruh
dunia. Airbnb memiliki sebuah komunitas pengguna yang akan saling berhubungan satu sama lain dan
saling menguntungkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi para pengguna Airbnb di Kota
Malang tentang Value Proposituon yang terdapat pada aplikasi Aiebnb. Teknik pengumpulan data yang
digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi serta menggunakan jenis penelitian kualitatif
deskriptif. Berdasarkan value proposition menurut Alexander Ostewalder dan Yves Pigneur, terdapat sebelas
elemen dan dalam aplikasi Airbnb memiliki tujuh diantaranya yaitu sifat kebaruan, penyesuaian, desain,
harga, pengurangan biaya, kemampuan dalam akses, serta kenyamanan dan kegunaan.
Kаtа Kunci: Airbnb, Value Proposition, Sharing Economy, Collaborative Consumption, Persepsi
Konsumen.

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 54 No. 1 Januari 2018| 58


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
PЕNDАHULUАN bersama-sama merasakan pengalaman berwisata
Sharing economy dan collaborative yang unik dengan berbagai harga, dimana saja di
consumption adalah sebuah bentuk model bisnis seluruh dunia. Adanya aplikasi Airbnb di Kota
baru yang dibangun berdasarkan konsep berbagi Malang telah membawa masyarakat sekitar ikut
sumber daya (shared resources). Kemampuan menjadi pengguna aplikasi Airbnb. Para pengguna
untuk berbagi dari sumber daya yang tersedia ini Airbnb inilah yang kemudian disebut dengan
kemudian memungkinkan konsumen untuk komunitas.
mendapatkan akses terhadap barang atau jasa Fenomena collaborative consumption yang
ketika mereka membutuhkannya, alih-alih harus menggunakan aplikasi layanan akomodasi Airbnb
membelinya dan hanya digunakan ketika mereka menjadikan masyarakat khususnya mahasiswa di
membutuhkannya. Kota Malang marak menggunakan aplikasi
Di kawasan Asia Tenggara sendiri telah Airbnb. Berbagai macam pengalaman yang
bermunculan beberapa perusahaan start-up yang ditawarkan Airbnb menjadikan berbagai macam
berbasis pada konsep sharing economy. GoJek, tanggapan dan persepsi pada komunitas pengguna
misalnya. Model bisnis yang berbasis peer-to-peer Airbnb
sharing ini tengah naik daun saat ini. GoJek
merupakan perusahaan start-up yang menyediakan KАJIАN PUSTАKА
jasa transportasi dengan ojek, namun perusahaan Value proposition
ini justru tidak memiliki satupun sepeda motor Ostewalder (2011:22) Value proposition
yang difungsikan sebagai ojek. Kejadian ini adalah alasan yang membuat pelanggan beralih
menunjukkan bahwa kekuatan bisnis dalam hal dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Value
sharing economy sangat bermanfaat bagi pebisnis proposition dapat memecahkan masalah
penyedia layanan jasa dan memudahkan para pelanggan atau memuaskan kebutuhan pelanggan
pengguna aplikasi layanan untuk mencoba hal-hal . Value proposition terdiri dari gabungan produk
baru yang ada di sekitarnya. Model bisnis berbasis atau jasa tertentu yang melayani kebutuhan
sharing economy tidak dipandang sebagai sebuah segmen pelanggan spesifik yang manfaatnya dapat
tren yang pada suatu masa tertentu akan lenyap, ditawarkan perusahaan kepada pelanggan.
hal ini juga tidak pula dipandang sebagai reaksi Beberapa value proposition menjadi inovatif dan
sesaat atas pelemahan ekonomi yang terjadi. mewakili sebuah penawaran baru atau justru
Lebih dari itu, fenomena ini telah mengubah mengubah penawaran yang sudah ada
pandangan pelaku usaha terhadap proporsi nilai sebelumnya.
yang ditawarkan dan bagaimana cara manusia Value proposition lebih dari sekedar
memenuhi kebutuhannya. produk, yaitu mengenai nilai-nilai lebih yang bisa
Di Indonesia telah berkembang berbagai perusahaan tawarkan untuk menjawab kebutuhan
macam bisnis yang merujuk pada collaborative pelanggan, jadi tidak sekedar produk, jasa, atau
consumption. Salah satunya yang sedang hak paten maupun hak pakai, sehingga tidak akan
berkembang di Kota Malang yaitu aplikasi membatasi value proposition hanya di produk
layanan akomodasi Airbnb. Aplikasi Airbnb saja. Jenis proposisi nilai menurut Ostewallder
merupakan wadah bagi komunitas pemasaran (2015:3) yaitu:
yang terpercaya atau aplikasi yang memungkinkan a. Newness
siapa saja untuk mengiklankan tempatnya, b. Performance
menelusuri, dan memesan akomodasi unik di c. Customisation
seluruh dunia via jalur online maupun ponsel d. Brand
(Brian, 2007). Komunitas yang tergabung dalam e. Price
Airbnb merupakan orang-orang yang telah f. Cost Reduction
terdaftar pada aplikasi ini. Layanan Airbnb ini g. Risk Reduction
memiliki pelanggan kelas dunia dan komunitas h. Accessibility
pengguna yang senantiasa berkembang. Airbnb
telah dipercaya sebagai situs pencarian akomodasi Airbnb
di dunia. Airbnb adalah komunitas pemasaran yang
Beberapa akomodasi yang ada pada tepercaya atau aplikasi yang memungkinkan siapa
aplikasi Airbnb diantaranya ada apartemen, kastil, saja mengiklankan tempatnya, menelusuri, dan
vila, kamar, dan fasilitas akomodasi lainnya serta memesan akomodasi unik di seluruh dunia via
ruangan-ruangan yang dapat disewakan lainnya. jalur online ataupun ponsel (Brian, 2007).
Airbnb membuat semua orang terhubung dan Komunitas yang dimaksudkan adalah para
Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 53 No. 1 Desember 2017| 59
administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
pengguna layanan aplikasi Airbnb yang telah telah membuat pergeseran dalam cara
terdaftar dan resmi bergabung pada aplikasi individu-individu mengonsumsi sesuatu.
Airbnb. Beberapa akomodasi yang ada pada Mereka membutuhkan benefit atas sebuah
aplikasi Airbnb diantaranya adalah apartemen, produk, namun mereka tidak perlu untuk
kastil, vila, kamar, dan fasilitas akomodasi memiliki produk tersebut sama sekali.
lainnya. Dengan Airbnb semua orang 2. Redistribution Market yaitu barang yang telah
dihubungkan untuk bersama-sama merasakan dimiliki sebelumnya dipindahkan dari pihak
pengalaman berwisata yang unik, dengan berbagai yang tidak membutuhkan ke tempat yang
pilihan harga, di mana saja di muka bumi. membutuhkannya. Dalam beberapa kasus,
Layanan Airbnb ini memiliki pelanggan kelas barang ini dipindahtangankan secara cuma-
dunia dan komunitas pengguna yang senantiasa cuma. Dalam kasus lainnya, barang ini
berkembang, Airbnb menjadi cara termudah bagi ditukar dengan barang lainnya atau dijual
siapa saja untuk menghasilkan pendapatan dari secara komersil, seperti contohnya olx.com
ruang ekstra yang dimiliki dengan atau eBay, toko online yang memungkinkan
menayangkannya ke jutaan orang. publik menjual kembali barang-barang
Munculnya pembuatan Airbnb berawal dari pribadi mereka yang tidak terpakai.
kesulitan keuangan yang dialami oleh Brian 3. Collaborative lifestyle. Dalam hal ini,
Chesky dan Joe Gebbia pada tahun 2007. Saat itu, individu-individu dengan kebutuhan atau
mereka hampir-hampir tidak bisa membayar sewa kegemaran yang sama bergabung untuk saling
tempat tinggal mereka. Akhirnya mereka berbagi atau bertukar aset yang tak berwujud,
memutuskan untuk membuat website dan seperti misalnya waktu, ruang dan
menawarkan tempat tinggal mereka untuk keterampilan. Contohnya ketika individu
disewakan kepada orang lain. Konsep seperti ini menyewakan ruangan sebagai co-working
sebenarnya pernah dijalankan oleh sebuah space. Beberapa contoh lainnya pada lingkup
komunitas traveller, saat itu mereka menyebutnya yang lebih luas adalah aktivitas penyewaan
couchsurfing. kamar penginapan secara peer-to-peer seperti
yang dilakukan oleh Airbnb.
Collaborative Consumption
Collaborative consumption atau lebih Sharing Economy
dikenal sebagai konsumsi kolaboratif adalah Sharing economy, atau collaborative
model bisnis sewa, pinjam, dan berbagi barang consumption adalah sebuah bentuk model bisnis
ketimbang membelinya (Netflix, 2008). Konsumsi baru yng dibangun berdasarkan konsep berbagi
kolaboratif ini menandai atau memberi ciri pada sumber daya (shared resources) (Rachel Botsman,
ekonomi berbagi. Model bisnis ini tak lain adalah 2008). Kemampuan untuk berbagi dari sumber
bentuk baru dan modern dari bisnis sewa- daya yang tersedia ini kemudian memungkinkan
menyewa barang atau jasa. Ekonomi berbagi ini konsumen untuk mendapatkan akses terhadap
pada awalnya disebut ekonomi kelompok (peer barang atau jasa ketika mereka membutuhkannya,
economy). Dinamakan demikian karena lingkup alih-alih harus membelinya dan hanya digunakan
penyewaan barang dilakukan antarkelompok ketika mereka membutuhkannya.
(peer-to-peer services), di mana kedua pihak yang Rachel Botsman, seorang ahli dalam
bertransaksi saling percaya satu sama lain. Karena bidang collaborative economy, membagi
lingkupnya kelompok, sebagian tidak mematok collaborative consumption ke dalam tiga tipe.
tarif khusus, tetapi bisa menerima donasi atau tip. Pertama, Product Service System yang
Prinsipnya benar-benar untuk berbagi dan memungkinkan perusaahaan untuk menawarkan
membantu. barang sebagai jasa, alih-alih menjualnya sebagai
produk. Barang yang dimiliki secara pribadi
Rachel Botsman, seorang ahli dalam disewakan kepada perorangan (peer-to-peer).
bidang collaborative economy, membagi Dengan adanya sistem yang demikian, sedikit
collaborative consumption ke dalam tiga tipe. banyak telah membuat pergeseran dalam cara
1. Product Service System yaitu yang individu-individu mengonsumsi sesuatu. Mereka
memungkinkan perusaahaan untuk membutuhkan benefit atas sebuah produk, namun
menawarkan barang sebagai jasa. Barang mereka tidak perlu untuk memiliki produk
yang dimiliki secara pribadi disewakan tersebut sama sekali. Tipe kedua, Redistribution
kepada perorangan (peer-to-peer). Dengan Market. Barang yang telah dimiliki sebelumnya
adanya sistem yang demikian, sedikit banyak
Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 53 No. 1 Desember 2017| 60
administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
dipindahkan dari pihak yang tidak membutuhkan ditunjukkan di dalam website resmi
ke tempat yang membutuhkannya. Dalam www.Airbnb.com yang mencantumkan Kota
beberapa kasus, barang ini dipindahtangankan Malang sebagai destinasi wisata yang
secara cuma-cuma. Dalam kasus lainnya, barang menyediakan berbagai macam kebutuhan
ini ditukar dengan barang lainnya atau dijual akomodasi
secara komersil, seperti contohnya olx.com atau
eBay , toko online yang memungkinkan publik Tеknik Pеngumpulаn Dаtа
menjual kembali barang-barang pribadi mereka Tеknik pеngumpulаn dаtа yаng digunаkаn
yang tidak terpakai. Tipe ketiga adalah olеh pеnеliti аntаrа lаin: Obsеrvаsi, Wаwаncаrа,
collaborative lifestyle. Dalam hal ini, individu- dаn Dokumеntаsi. Аdаpun instrumеnt pеnеlitiаn
individu dengan kebutuhan atau kegemaran yang yаng digunаkаn iаlаh: pеnеliti, alat pendukung
sama bergabung untuk saling berbagi atau penelitian, pеdomаn wаwаncаrа, pedooman
bertukar aset yang tak berwujud, seperti misalnya dokumentasi
waktu, ruang dan keterampilan. Seperti misalnya
ketika individu menyewakan ruangan sebagai co- Аnаlisis Dаn Kеаbsаhаn Dаtа
working space. Contoh lainnya pada lingkup yang Аnаlisis dаtа yаng digunаkаn olеh pеnеliti
lebih luas adalah aktivitas penyewaan kamar ialah reduksi data, penyajian data, penarikan
penginapan secara peer-to-peer seperti yang kesimpulan/verifikasi. dаn kе аbsаhаn dаtа
dilakukan oleh Airbnb. mеngunаkаn tеknik triаngulаsi

HАSIL DАN PЕMBАHАSАN


METODE PENELITIAN
1. Value proposition (Proposisi Nilai) yang
Pеnеlitiаn ini mеrupаkаn pеnеlitiаn
dibangun oleh aplikasi Airbnb terhadap
dеskriptif dеngаn pеndеkаtаn kuаlitаtif kаrеnа
para komunitas pengguna Airbnb.
pеnеliti аkаn mеndеskripsikаn fenomena tentang Aplikasi Airbnb merupakan sebuah layanan
kemunculan Airbnb di Kota Malang dimana mulai online dimana para komunitas penggunanya bisa
banyak pengguna Airbnb di Kota Malang baik menyewa tempat menginap, atau menyewakan
konsumen yang menggunakannya untuk rumah untuk tempat menginap bagi orang lain.
menemukan penginapan dan menyewakan Aplikasi Airbnb berdiri sejak tahun 2008 dan telah
fasilitas penginapan atau akomodasi. Beberapa menghubungkan para komunitas penggunanya ke
aspek akan diteliti melalui persepsi konsumen lebih dari 34.000 kota di lebih dari 191 negara.
pengguna Airbnb di Kota Malang dan dapat Perkembangan teknologi yang pesat menjadikan
dikorelasikan dengan adanya faktor-faktor tertentu Airbnb suatu wadah bagi semua orang untuk dapat
untuk membentuk suatu persepsi tersebut. menikmati pengalaman baru yang unik dalam
perjalanan wisata mereka. Saat ini sudah lebih
Fokus Penelitian dari 60 juta komunitas pengguna Airbnb yang
Fokus penelitian dalam penulisan ini tersebar di seluruh dunia.
mengarah kepada fenomena yang terjadi pada Terdapat unsur nilai proposisi (value
penggunaan aplikasi layanan Airbnb di kota proposition) pada aplikasi Airbnb yang dapat
Malang. Fokus penelitian merupakan pemusatan dirasakan oleh komunitas pengguna aplikasi
konsentrasi terhadap tujuan penelitian yang Airbnb khususnya para pengguna di Kota Malang.
sedang dilakukan. Fokus penelitian harus Value proposition pada aplikasi Airbnb ini adalah
diungkapkan secara eksplisit untuk mempermudah sifat kebaruan, penyesuaian terhadap pelanggan /
peneliti sebelum melaksanakan observasi. pengguna, desain, harga, pengurangan biaya,
kemampuan akses, dan kenyamanan para
Lokasi Penelitian pengguna. Arti sifat kebaruan dalam hal ini adalah
Penelitian ini dilakukan di kota Malang. aplikasi Airbnb memberikan hal yang baru dan
Peneliti memilih Kota Malang sebagai lokasi unik untuk para komunitas penggunanya. Seperti
penelitian karena sebelumnya telah melakukan pada yang dicantumkan dalam halaman awal
riset bahwa di Kota Malang banyak sekali terdapat (homepage) Airbnb yaitu “Live there. Book
akomodasi seperti homestay, guest house, dan lain unique homes and experience a city like a local.”.
sebagainya yang mulai bermunculan. Beberapa Airbnb menawarkan berbagai macam rumah unik
penyedia jasa akomodasi ini telah banyak yang siap untuk ditinggali dan dihuni seperti
menggunakan aplikasi Airbnb untuk rumah sendiri. Hal ini termasuk dalam salah satu
mengiklankan tempatnya. Hal ini dapat nila proposisi yang diberikan oleh aplikasi Airbnb
Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 53 No. 1 Desember 2017| 61
administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
kepada para penggunanya yaitu sifat kebaruan wawancara yang dilakukan kepada para pengguna
yang dimaksudkan kepada pengalaman baru yang Airbnb di Kota Malang, beberapa konsumen
terdapat dalam penggunaan Airbnb. Pengalaman pengguna Airbnb menyatakan bahwa harga
baru menikmati perjalanan unik dan mendapatkan menjadi pertimbangan mereka dalam pemilihan
tempat-tempat unik untuk bermalam dan akomodasi.
berinteraksi dengan penduduk lokal menjadi satu Harga merupakan hal utama yang menjadi
nilai proposisi yang ditawarkan oleh aplikasi pertimbangan para konsumen Airbnb dalam
Airbnb. memilih akomodasi. Hal ini beberapa kali
Selain pengalaman baru yang dapat dirasakan diungkapkan dalam wawancara mendalam kepada
oleh pengguna Airbnb, ada pula penyesuaian yang para konsumen pengguna aplikasi Airbnb.
didapatkan dari penggunaan aplikasi Airbnb ini. Aplikasi Airbnb sendiri menawarkan lebih banyak
Penyesuaian berupa kebutuhan para pengguna penginapan dan tempat-tempat murah untuk
dalam standarisasi tertentu untuk akomodasi yang ditawarkan kepada konsumen. Hal ini menjadi
diinginkan. Kebutuhan ini dapat berupa macam- nilai positif bagi aplikasi Airbnb yang
macam fasilitas yang dibutuhkan oleh konsumen menampilkan berbagai macam hunian mulai
atau yang ingin ditawarkan oleh host. Desain pada dengan harga terendah dengan fasilitas memadai
aplikasi Airbnb merupakan suatu bentuk fasilitas sehingga konsumen dapat menyesuaikan budget
menarik lainnya yang diberikan oleh Airbnb yang mereka punya dengan tempat-tempat yang
kepada para pengguna aplikasi Airbnb. Desain ditawarkan di dalam aplikasi Airbnb.
dibuat menarik agar dapat membuat para Konsumen pengguna merupakan salah satu
pengguna Airbnb betah berlama-lama untuk pihak penting yang dapat menentukan
menggunakan aplikasi Airbnb sebagai wadah keberlangsungan aplikasi di masa depan. Dewasa
untuk mencari kebutuhan akomodasi. desain ini, aplikasi-aplikasi sejenis Airbnb tidak hanya
merupakan sebuah kreatifitas dalam menjadikan mencari pengguna sebanyak-banyaknya, namun
suatu aplikasi dapat menarik minat para pengguna. juga mencari pengguna dengan loyalitas tinggi
Desain unik yang ditampilkan dalam halaman yang mampu bertahan untuk tetap menggunakan
awal aplikasi Airbnb menampilkan berbagai aplikasi tersebut. Hal ini dapat dicapai dengan
macam foto hunian yang ada diseluruh dunia. memaksimalkan fitur-fitur yang ada di dalam
Halaman awal pada aplikasi Airbnb menampilkan aplikasi dan memberi inovasi baru yang menarik
pencarian seluruh tempat akomodasi yang bagi para pengguna aplikasi. Salah satu cara lain
mungkin akan dikunjungi diseluruh dunia. yaitu dengan menemukan dan menciptakan value
Menurut Osterwalder dan Pigneur (2014:22) proposition yang terkandung dalam aplikasi
menyatakan bahwa value proposition adalah Airbnb.
kesatuan dari manfaat-manfaat yang ditawarkan Value proposition pada aplikasi Airbnb dapat
perusahaan kepada konsumen. Kesatuan manfaat- dibentuk berdasarkan peta empati. Hal ini
manfaat dapat dilihat dari nilai yang terdapat pada dilakukan agar mengetahui seberapa besar
aplikasi dan layanan yang diterima oleh konsumen persepsi konsumen terhadap value proposition
pengguna aplikasi. Nilai tersebut harus yang terkandung dalam aplikasi Airbnb. Peta
tersampaikan dan dirasakan serta diterima dengan empati menurut Alexander Ostewalder dan Yves
baik kepada para konsumen pengguna aplikasi. Pigneur merupakan alat bantu yang juga disebut
Hal ini dapat menunjang nilai jasa dan nilai “pembuat profil pelanggan yang sangat
perusahaan Airbnb sehingga dapat membangun sederhana” membantu dalam mengembangkan
hubungan dan kepercayaan kepada para pengguna pemahaman yang lebih baik tentang lingkungan,
aplikasi Airbnb. perilaku, kepedulian, dan aspirasi. Alat ini
Salah satu penyampaian value proposition membantu dalam mengukur pandangan konsumen
dilakukan dengan memberikan nilai kepada para terhadap aplikasi Airbnb. Peta empati juga
komunitas pengguna layanan aplikasi Airbnb memungkinkan untuk memahami dengan lebih
dengan fasilitas dan layanan yang diminati oleh baik apa yang benar-benar bersedia dibayar dan
konsumen. Sehingga konsumen dapat dengan digunakan konsumen.
nyaman dan mempercayai aplikasi Airbnb ini. Hal Peta empati terdapat 6 elemen yaitu terdiri dari
ini dilakukan Airbnb yang salah satu nilai value apa yang dilihatnya menjelaskan tentang apa yang
propositionnya diminati oleh konsumen pengguna dilihat konsumen pengguna dalam aplikasi yang
aplikasi Airbnb yaitu harga. Harga termasuk digunakannya, apa yang didengar menjelaskan
kedalam nilai yang sangat mempengaruhi para bagaimana lingkungan mempengaruhi konsumen,
konsumen dalam menggunakan aplikasi ini. Dari apa yang dipikirkan dan dirasakan mencoba
Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 53 No. 1 Desember 2017| 62
administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
menguraikan tentang apa yang ada dibenak c. Apa yang Dipikirkan dan Dirasakan
konsumen terhadap aplikasi Aibrnb, selanjutnya Para pengguna aplikasi Airbnb dapat
apa yang dikatakan pelanggan di depan umum memikirkan kenyamanan yang akan diperoleh dari
tentang aplikasi Airbnb, setelah itu pengalaman aplikasi Airbnb. Kenyamanan yang telah
apa saja yang kurang berkesan yang pernah dipikirkan seiring waktu akan menjadi
dirasakan oleh konsumen pada saat menggunakan kenyamanan yang dirasakan setelah menggunakan
aplikasi lain yang sejenis, dan yang terakhir apa aplikasi Airbnb. Beberapa konsumen pengguna
saja perolehan konsumen yang ingin dicapainya Airbnb dapat benar-benar membutuhkan jasa
sesuai dengan nilai yang terkandung dalam penyedia layanan akomodasi dan mereka
aplikasi Airbnb, berikut penjelasannya: mendapatkan apa yang mereka inginkan di
a. Apa yang Dilihat aplikasi Airbnb.
Pengertian yang dimaksud disini adalah jenis d. Apa yang Dikatakan dan Dilakukan
penawaran atau fitur apa saja yang ditemukan Konsumen pengguna aplikasi Airbnb
konsumen setiap kali menggunakan aplikasi memungkinkan untuk mengatakan kepuasan dan
Airbnb. Pada aplikasi lain sejenis, menampilkan nantinya memiliki rencana untuk kembali
berbagai macam akomodasi berupa hotel dan menggunakan aplikasi Airbnb. Hal ini juga
resort-resort yang telah bekerjasama dengan mungkin dikatakannya kepada rekan-rekannya
aplikasinya. Namun pada aplikasi Airbnb, siapa agar mereka juga menggunakan aplikasi ini. Saat
saja dapat bergabung menjadi bagian dari Airbnb mereka menikmati layanan yang ditawarkan maka
dan menjadi suatu komunitas terpercaya yang bisa secara otomatis mereka akan menceritakan
menyewakan atau mencari tempat untuk kepuasan yang dirasakan tersebut kepada orang
menginap atau sekedar bersantai. Aplikasi Airbnb lain dan merekomendasikan aplikasi tersebut
menampilkan berbagai macam fitur-fitur menarik untuk digunakan.
yang dapat dilihat langsung oleh pengguna dan e. Pengalaman Kurang Berkesan
memudahkannya dalam segala kebutuhan Rasa takut, kekhawatiran, dan kekecewaan
akomodasi. Para konsumen pengguna melihat para konsumen pengguna aplikasi layanan Airbnb
aplikasi Airbnb sebagai aplikasi penyedia akan menjadi nilai tersendiri. Terkadang
akomodasi yang berbeda dengan aplikasi lain konsumen dapat merasakan kekecewaan dan
yang sejenis. trauma terhadap layanan yang diberikan karena
b. Apa yang Didengar tidak puas atau kecewa dengan produk atau jasa
Hal ini menjelaskan bagaimana yang diterima. Contohnya saja harga yang tidak
lingkungan akan mempengaruhi konsumen. sesuai dengan produk atau layanan yang diterima,
Contoh hal yang dapat mempengaruhi konsumen kualitas layanan yang dibawah standar dan tidak
yaitu dari apa yang didengarkan dari perkataan sesuai dengan keinginan.
rekan-rekannya. Komunitas pengguna aplikasi f. Perolehan yang Memberi Kepuasan
Airbnb terdiri dari berbagai macam kalangan Konsumen
termasuk kalangan mahasiswa, sehingga pengaruh Hal ini erat kaitannya dengan apa yang benar-
lingkungan terutama para rekan-rekan mereka benar ingin dicapai konsumen, bagaimana
memiliki dampak yang cukup besar dalam mengukur kepuasan konsumen dalam layanan
memilih suatu produk maupun jasa. Sama halnya yang didapatkan, dan beberapa tingkat kepuasan
dengan apa yang disampaikan oleh para pengguna yang dapat dirasakan oleh konsumen pengguna
aplikasi Airbnb bahwa mereka lebih terpengaruh aplikasi Airbnb. Memberikan pengalaman yang
dengan rekomendasi teman-teman dan sosial berbeda bagi konsumen dari segi kualitas layanan
media, karena di era smartphone saat ini semua dan selalu berusaha melayani konsumen dengan
orang tidak pernah lepas dari gadgetnya. Pengaruh menghadirkan inovasi-inovasi baru dalam aplikasi
ini dapat diketahui pada saat wawancara terhadap Airbnb akan menarik minat konsumen untuk
komunitas pengguna layanan aplikasi Airbnb di menggunakan aplikasi Airbnb.
Kota Malang yang dilakukan saat penelitian. Para Analisis persepsi konsumen pengguna
pengguna aplikasi Airbnb mengaku bahwa mereka layanan Airbnb di Kota Malang didapatkan dari
mengetahui aplikasi Airbnb dari apa yang mereka persepsi konsumen atas kepuasan atau
dengar dari rekan-rekannya. Hal ini memiliki ketidakpuasan konsumen atas produk atau layanan
dampak sosial yang akan saling mempengaruhi yang diberikan oleh aplikasi Airbnb. Adanya
satu sama lain. ketidakpuasan harus diperbaiki oleh pihak Airbnb
untuk memuaskan para pengguna aplikasi.
Persepsi konsumen atas nilai suatu produk dapat
Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 53 No. 1 Desember 2017| 63
administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
dikatakan sebagai nilai yang dipersepsikan Kelima informan merasa puas dengan nilai
(perceived value). yang terkandung dalam aplikasi Airbnb. Tetapi
Determine nilai yang dipersepsikan terdapat satu elemen yang dirasakasan oleh satu
konsumen dapat dijadikan suatu ukuran untuk informan yang menyatakan ketidakpuasannya
melihat adanya manfaat yang diterima oleh terhadap nilai yang diberikan oleh Airbnb, yaitu
konsumen dengan baik dan adanya kekurangan dalam elemen penyesuaian (kustomasi). Hal ini
atau ketidakpuasan atas layanan maupun biaya menunjukkan bahwa ada satu nilai yang belum
yang dikeluarkan konsumen untuk mendapatkan tersampaikan dengan baik kepada konsumen
suatu layanan dari aplikasi tersebut. hal ini dpaat pengguna aplikasi Airbnb.
dijadikan sebagai penyesuaian dari hasil Dari tabel diatas dapat dijelaskan bahwa
wawancara yang menunjukkan puas atau secara keseluruhan konsumen pengguna aplikasi
ketidakpuasan konsumen atas layanan aplikasi merasa puas terhadap produk dan layanan Airbnb
Airbnb. Penelitian dilakukan dengan wawancara karena semua elemen nila proposisi yang
kepada lima informan yang juga sebagai terkandung dalam Airbnb dapat tersampaikan
pengguna aktif aplikasi Airbnb. dengan baik. Tetapi ada satu elemen yang
Persepsi konsmen merupakan tanggapan dirasakan oleh satu konsumen yang dirasa tidak
yang dikemukakan oleh konsumen mengenenai puas dengan apa yang diberikan oleh layanan dari
value proposition aplikasi Airbnb berdasarkan Airbnb, yaitu nilai penyesuaian (kustomasi).
pengalaman pribadi konsumen dalam Persepsi konsumen menyatakan kurang puas
menggunakan aplikasi Airbnb. Persepsi ini dengan penyesuaian yang diberikan oleh layanan
bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan host dari Airbnb. Dalam wawancara yang
konsumen pengguna aplikasi Airbnb atas nilai dilakukan bersama informan pertama menyatakan
yang terkandung dalam Airbnb melalui 10 elemen bahwa tampilan foto yang ada pada aplikasi
value proposition. Airbnb tidak sesuai dengan apa yang
Hasil wawancara menunjukkan bahwa diekspetasikan atau tidak sesuai dengan apa yang
terdapat tujuh elemen value proposition yang dilihatnya saat melihatnya langsung. Hal ini
terkandung dalam aplikasi Airbnb dan dari lima merupakan suatu bentuk kekecewaan pengguna
informan hanya satu yang menyatakan Airbnb terhadap layanan dan penyesuaian tidak
ketidakpuasannya terhadap penyesuaian dalam seperti yang diharapkan. Satu elemen value
memenuhi kebutuhannya. Tujuh elemen tersebut proposition yang belum tersampaikan dengan baik
adalah sifat kebaruan, penyesuaian (kustomasi), kepada konsumen perlu adanya evaluasi sebagai
desain, harga, pengurangan biaya, kemampuan bahan masukan untuk perbaikan dan perhatian
dalam akses, serta kenyamanan dan kegunaan. lebih terhadap layanan yang harus diberikan
Penjelasan mengenai persepsi komunitas kepada konsumen pengguna Airbnb. Evaluasi ini
pengguna layanan aplikasi Airbnb dapat juga ditujukan kepada pengguna lain Airbnb agar
digambarkan pada gambar 1 yang akan disajikan sesama pengguna Airbnb dapat menerima layanan
dalam tabel berikut. dan mendapatkan layanan akomodasi terbaik.
Tabel 1 Persepsi Komunitas Pengguna Layanan
Aplikasi Airbnb KЕSIMPULАN DАN SАRАN
7 Elemen Value
Proposition
Persepsi
Konsumen yang
Persepsi Konsumen
yang Menyatakan
Kеsimpulаn
Airbnb Menyatakan Ketidakpuasan 1. Airbnb merupakan sebuah komunitas
Kepuasan terhadap Elemen Value pemasaran yang berbentuk layanan online
terhadap Elemen Proposition Airbnb (aplikasi) dimana kita bisa menyewa sebuah
Value
Proposition tempat menginap, atau menyewakan rumah
Airbnb atau ruangan kita untuk tempat menginap
1. Sifat Kebaruan √ bagi orang lain. Dalam aplikasi Airbnb
2. Penyesuaian √ √
(Kustomasi) terkandung nilai proposisi (value proposition)
3. Desain √ yang diberikan kepada para komunitas
4. Harga √ penggunanya. Terdapat tujuh elemen dari
5. Pengurangan √
Biaya
value proposition yang terkandung di dalam
6. Kemampuan √ Airbnb yaitu sifat kebaruan, penyesuaian
dalam Mengakses (kustomasi), desain, harga, pengurangan
7. Kenyamanan dan √ biaya, kemampuan dalam akses, serta
Kegunaan
Sumber: Data diolah, 2016 kenyamanan dan kegunaan.

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 53 No. 1 Desember 2017| 64


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
2. Dari 11 elemen value proposition yang Erawan, I Nyoman. 1994. Pariwisata dan
digunakan dalam penelitian ini menurut Pembangunan Ekonomi. Denpasar: PT.
Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur, Upada Sastra
empat diantaranya tidak termasuk dalam nilai Gama dan Ciputra. 2015. Why do we need BMC.
proposisi yang ada dalam aplikasi Airbnb http://www.ciputraUCEO.com, diakses pada
yaitu menyesuaikan pekerjaan, merek/status, tanggal 22 September 2016, 20.20
dan pengurangan resiko, hal ini dikarenakan
nilai proposisi tersebut tidak sesuai dan tidak Guttentag, Daniel. 2015. Airbnb: Disruptive
berpengaruh lebih terhadap performa atau Innovation and The Rise of An Informal
keunggulan penunjang aplikasi Airbnb. Tourism Accomodation Sector, Current
3. Nilai Proposisi yang dapat dirasakan oleh Issues in Tourism, 18:12, 1192-1217
konsumen pengguna Airbnb ada 7 yaitu sifat Neeser, David. 2015. Does Airbnb Hurt Hotel
kebaruan, penyesuaian, desain, harga, Business: Evidence from the Nordic
pengurangan biaya, kemampuan dalam Countries. Universidad Carlos III de
mengakses, serta kenyamanan dan kegunaan. Madrid.
Banyak keuntungan yang didapatkan
konsumen dalam aplikasi Airbnb menurut Neuman, W. Lawrence. 2013. Metodologi
nilai proposisi yang digunakan. Nilai Penelitian Sosial: Pendekatan Kualitatif dan
proposisi yang dapat dirasakan oleh host Kuantitatif. Eds 7. Penerjemah: Edina T.
Airbnb ada 5 yaitu sifat kebaruan, Sofia. Jakarta: Indeks
penyesuaian, desain, kemampuan dalam Ostewalder. Pigneur. 2010. Business Model
mengakses, serta kenyamanan dan kegunaan. Generation. Hoboken: New Jersey
Nilai pengurangan harga tidak termasuk
dalam nilai proposisi yang dirasakan oleh Pendit, Nyoman S. 1999. Ilmu Pariwisara Sebuah
host karena pengurangan harga tidak Pengantar Perdana. Jakarta: PT. Pradnya
berpengaruh besar atau tidak menguntungkan Paramita
bagi host. Pendit, Nyoman S. 2006. Ilmu Pariwisata (Sebuah
Pengantar Perdana). Jakarta: PT. Pradnya
Sаrаn Paramita
1. Sejauh ini pengguna aplikasi Airbnb sudah
Sigala, Marianna. 2015. Collaborative Commerce
merasa puas dengan value proposition yang
in Tourism: Implications for Research and
terkandung di dalam aplikasi Airbnb. Namun
Industry, Current Issues in Tourism
ada beberapa hal yang menunjukkan
ketidakpuasan konsumen pengguna aplikasi The Association of Southeast Asian Nations.
Airbnb dalam hal penyesuaian. Konsumen 2012. ASEAN Tourism Marketing Strategy
yang menyatakan foto yang ditampilkan pada (ATMS). Jakarta: Sekretariat ASEAN
aplikasi tidak sama dengan aslinya. Hal ini Tjiptono, Fandy. 2001. Manajemen Jasa. Edisi
ditujukan kepada pengguna aplikasi Airbnb Pertama. Yogjakarta: Andi Offset
lainnya yang bertindak sebagai host agar selalu
memperbaharui iklan dan foto-foto dengan www.airbnb.com
yang baru agar tidak mengecewakan konsumen Yahya, Arief. 2015. Pembangunan Infrastruktur
pengguna lainnya. untuk Peningkatan Daya Saing Pariwisata.
2. Aplikasi Airbnb harus terus selalu Jakarta: Menteri Pariwisata Indonesia
memperbaharui tampilan baik dari desain
maupun fitur-fitur yang ada pada aplikasi Zervas, Georgios. Prosperio, Davide. W. Byers,
Airbnb agar para pengguna aplikasi Airbnb John. 2014. The Rise of the Sharing
tidak bosan dan loyal terhadap aplikasi Airbnb. Economy: Estimating the Impact of Airbnb
on the Hotel Industry. School of
DАFTАR PUSTАKА Management Boston University: Computer
Science Depertement Boston University.
Adityahadi. (2014) http://aitinesia.com/apa-itu-
airbnb diakses 5 Agustus 2016, 18.36
David L. Loudon and Albert J. Della Bitta. 1984.
Page: 6

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 53 No. 1 Desember 2017| 65


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id