Anda di halaman 1dari 18

KOORDINASI PELAYANAN dan

KOORDINASI MANFAAT KECELAKAAN


LALU LINTAS PESERTA JKN -KIS

dr. Dodi Nawan Santosa


BPJS Kesehatan Cabang Surakarta
Surakarta, 10 November 2018
Jaminan Sosial

Jaminan Sosial adalah bentuk pelindungan


sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar
dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya
yang layak.
 Jenis Program Jaminan Sosial :
1. Jaminan Kesehatan
2. Jaminan Kecelakaan Kerja
3. Jaminan Hari Tua
4. Jaminan Pensiun
5. Jaminan Kematian
*UU No 40 TAHUN 2004
UU NO 24 TAHUN 2011
KOORDINASI PENYELENGARA JAMINAN
KESEHATAN
PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 141/PMK. 02/2018
TENTANG KOORDINASI ANTAR PENYELENGGARA JAMINAN DALAM PEMBERIAN
MANFAAT PELAYANAN KESEHATAN
Pasal 3
Penyelenggara Jaminan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 terdiri atas:
a. BPJS Kesehatan;
b. BPJS Ketenagakerjaan;
c. PT Taspen (Persero);
d. PT Asabri (Persero);
e. PT Jasa Raharja (Persero); dan
f. Penyelenggara jaminan lain yang memberikar: manfaat pelayanan kesehatan.
Pasal 4.
Koordinasi pemberian manfaat pelayanan kesehatan antar
Penyelenggara Jaminan dilakukan pada kasus:
a. kecelakaan lalu lintas;
b. kecelakaan kerja;
c. penyakit akibat kerja; dan/ atau
d. kasus lain yang membutuhkan pelayanan kesehatan

3
Pelayanan Yang Tidak Dijamin Sesuai
Perpres 82/2018 Pasal 52

4
Pelayanan Yang Tidak Dijamin
Sesuai Perpres 82/2018 Pasal 52

5
JAMINAN SOSIAL NASIONAL
UU No 40 TAHUN 2004
UU NO 24 TAHUN 2011

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial*

BPJS KESEHATAN** BPJS KETENAGAKERJAAN** PT TASPEN ASABRI

Jaminan Jaminan Jaminan Jaminan Jaminan


Kesehatan Kecelakaan Kerja Pensiun Hari Tua Kematian

Cakupan manfaat dan teknis Manfaat tidak Koordinasi


operasional: beririsan Pelayanan PKS
 UU No 40 Tahun 2004
 UU No 24 Tahun 2011 Irisan manfaat
 Perpres 12/2013 beserta COB
perubahannya
 Permenkes Nomor 71/2013
 Permenkes Nomor 52/2016
 Perpres 82/2018 Asuransi Kesehatan PT Jasa Raharja
 dst Tambahan (Pelkes KLL)

*UU No 40 Thn 2013


**UU No 24 Tahun 2011
DETEKSI KASUS TERINDIKASI PAK
KK dan PAK

KK Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2004 tentang


Sistem Jaminan Sosial Nasional yang dimaksud dengan KK adalah kecelakaaan yang
terjadi dalam hubungan kerja, termasuk kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan
dari rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya.

PAK
Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2015
Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja Dan Jaminan Kematian,
yang dimaksud dengan “penyakit akibat kerja” adalah penyakit yang disebabkan oleh
pekerjaan dan/atau lingkungan kerja

Penetapan KK relatif lebih mudah

Semua jenis pekerjaan


baik formal maupun Penetapan PAK yang cukup sulit
informal memiliki risiko karena membutuhkan
gangguan kesehatan suatu proses pembuktian dengan
akibat KK maupun PAK 7 Langkah Diagnosis PAK

8
021 –1 500 400 www.bpjs-kesehatan.go.id
Tidak dijamin
BPJS Kesehatan Perawatan selanjutnya
SKEMA PENJAMINAN KK-PAK dialihkan ke
BPJS Ketenagakerjaan,
Taspen dan Asabri atau
menjadi beban
pemberi kerja

Terbukti KK PAK

Peserta BPJS Proses ini


Kesehatan Kecurigaan KK - Pembuktian KK akan dilakukan
datang ke FKTP PAK - PAK
oleh bapel JKK
dan FKRTL termasuk biaya
investigasi
sesuai prosedur

Prinsip utama : Bukan KK PAK


KK – PAK selama belum dibuktikan akan tetap
menjadi beban / jaminan BPJS Kesehatan artinya
tidak mengganggu proses verifikasi / tidak Dijamin 9
terpending karena akan ditagihkan ke bapel JKK BPJS Kesehatan
apabila TERBUKTI KK - PAK
1. Adanya dampak dari
hubungan antara
lingkungan kerja yang
spesifik/proses
kerja/pajanan dengan
kesehatan kerja secara
spesifik

1. Adanya fakta bahwa


penyakit tersebut terjadi
pada sekelompok orang
dengan frekuensi diatas
rata-rata nilai morbiditas
Hearing
Asma LBP CTS Dermatitis
loss
data

data

data
data
NIK NOKA DIAGNOSIS NAMA &
TGL LHR
Top 5 Diagnosis PAK Prevalensi
Asthma 42.8%
Carpal Tunnel Syndrome 7.3%
Dermatitis Contact 2.6%
Hearing Loss 1.3%
Low Back Pain 46.0%
ALUR PENJAMINAN KECELAKAAN LALU LINTAS
ALUR PENJAMINAN
KECELAKAAN LALU LINTAS

Kecelakaan Kerja Non Kecelakaan Kerja


Penjamin
Pertama
JASA RAHARJA JASA RAHARJA

Jenis Kepegawaian

TASPEN ASN BPJS Kesehatan


Penjamin
Kedua ASABRI TNI/POLRI

BPJS Pekerja Non


Ketenagakerjaan ASN/TNI/POLRI
PESERTA BPJSK MENGALAMI KECELAKAAN LALU LINTAS

PESERTA WAJIB MELAPORKAN KE KEPOLISIAN : LAPORAN POLISI

Jika ada LP Tidak ada LP

JR -> belum dapat


Guarantee Letter Surat Keterangan
diberikan kepastian
Dijamin JR Tidak Dijamin JR
penjaminan
(Maks 20 Juta)

Dijamin oleh BPJSK


Tidak Dijamin JR
sesuai ketentuan yang
dan BPJSK
berlaku

Jika biaya perawatan melebihi Pasien Pulang


plafon JR (Max 20juta) maka
sisanya ditanggung BPJSK Melakukan Reimburse
maksimal besarnya sesuai tarif Mengurus LP
INA CBG sesuai hak kelas peserta
NO 141/PMK.02/2018
NO 141/PMK.02/2018
NO 141/PMK.02/2018
Kini Semua Ada
Dalam Genggaman!

Download Aplikasi Mobile JKN

www.bpjs-kesehatan.go.id