Anda di halaman 1dari 1

DEFINISI MANIFESTASI KOMPLIKASI Phatway

KLINIS
Paraplegia adalah cedera saraf tulang belakang yang disebabkan  Gangguan
a. Gangguan fungsi penghubung dari Trauma, factor infeksi, tumor atau neoplasma
karena kecelakaan yang merusak sensorik dan fungsi motorik di
motoric lokasi pusat
bagian tubuh. Paraplegia mengalami kelumpuhan pada kedua b. Gangguan fungsi hambatan yang Kerusakan medulla spinalis
tungkai kaki dan mati rasa pada bagian perut hingga ujung kaki sensorik lebih tinggi di otak.
c. Gangguan fungsi  Infeksi dan
akibat cedera pada sumsum tulang belakang. Para penderita autonomy karena sepsis dari Lesi mendesak medulla spinalis
paraplegia juga memiiki masalah lain seperti impotensia, BAK, terputusnya jaras berbagai sumber
ascenden meliputi saluran
BAB, selain itu emosional, depresi, dan stres karena mereka tidak Kelumpuhan UMN pada otot-otot bagian tubuh yang
spinothalamicus kemih, saluran
pernapasan dan terletak dibawah tingkat lesi
bisa berjalan lagi. maka penderita
kehilangan kontrol decubitus.
vesika urinaria dan
kehilangan control Spasme otot paravertebralis,
Kerusakan Kerusakan S3-S5
ETIOLOGI saat defekasi iritasi serabut saraf Kerusakan lumbal 2-5
T1-T12
(disfungsi kandung
Penyebab paraparese menurut Smeltzer & Bare (2002) kemoh dan usus). Perasa nyeri, Paraplegia Gangguan fungsi rectum
adalah sebagai berikut: Kehilangan
ketidaknyamanan Paralisis dan vecika urinaria
 Faktor trauma tulang belakang, paling banyak terjadi intervasi otot
karena jatuh dari ketinggian. intercostal Penurunan fungsi
Nyeri akut
 Faktor infeksi myelin pergerakan sendi Konstipas Retensi
 Tumor atau neoplasma pada medulla spinalis
Batuk i urine
 Abses tuberculosa
 Spina bifida thoracoumbal Gangguan
 Proses degenerasi medulla spinalis
PARAPLEGI INFERIOR Bersihan mobilitas fisik
jalan nafas
tidak efektif

KLASIFIKASI

A. Paraparese spastik: terjadi karena kerusakan yang mengenai


upper motor neuron (UMN) sehingga menyebabkan
peningkatan tonus otot atau hipertonus. PENGKAJIAN

B. Paraparese flaksid terjadi karena kerusakan yang mengenai 1. Biodata Pasien dan Penanggung Jawab Pasien
lower motor neuron (LMN) sehingga menyebabkan 2. Keluhan Utama : Biasanya didapatkan laporan kelemahan dan kelumpuhan ekstremitas, inkontinensia defekasi dan berkemih
3. Riwayat penyakit saat ini : Biasanya terjadi riwayat trauma, pengkajian yang didapat meliputi hilanya sensibilitas, paralisis, ileus paralitik, retensi urine,
penurunan tonus otot atau hypotonus. hilangnya refleks
4. Riwayat penyakit sebelumnya :Adanya riwayat infeksi, tumor, cedera tulang belakang, DM, jantung, anemia, obat antikoagulan, alkohol.
5. Riwayat Keluarga : Riwayat kelurga dengan penyakit yang sama.
6. Pola fungsional kesehatan
a) Aktifitas / Istirahat : Kelumpuhan otot (terjadi kelemahan selama syok pada bawah lesi. Kelemahan umum /kelemahan otot (trauma dan adanya
kompresi saraf).
b) Sirkulasi : Hipotensi, Hipotensi postural, bradikardi, ekstremitas dingin dan pucat.
PEMERIKSAAN PENATALAKSANAAN c) Eliminasi : Retensi urine, distensi abdomen, peristaltik usus hilang, melena, emesis berwarna seperti kopi tanah /hematemesis.
d) Integritas Ego : Takut, cemas, gelisah, menarik diri.
PENUNJANG e) Makanan /cairan : Mengalami distensi abdomen, peristaltik usus hilang (ileus paralitik)
a. Penanganan awal f) Higiene : Sangat ketergantungan dalam melakukan aktifitas sehari-hari (bervariasi)
a. Laboratorium - Mempertahankan usaha g) Neurosensori : Kesadaran: GCS, Fungsi motorik: Kelumpuhan, kelemahan, Fungsi sensorik: Kehilangan sensasi / sensibilitas., Refleks fisiologis:
Kehilangan refleks /refleks asimetris termasuk tendon dalam. Kehilangan tonus otot /vasomotor.
b. Hematologi bernafas h) Nyeri /kenyamanan : Mengalami deformitas, postur, nyeri tekan vertebral.
i) Pernapasan : Pernapasan dangkal, periode apnea, penurunan bunyi napas, ronki, pucat, sianosis.
c. Kimiaklinik - Mencegah syok j) Keamanan : Suhu yang berfluktuasi, jatuh.
d. Elektrolit - Imobilisasi
e. Radiognostik - Mencegah komplikasi
f. CT Scan b. Penanganan lanjut
g. MRI - Farmakoterapi Daftar pustaka
h. Rontgen - Hipotermia DIAGNOSA KEPERAWATAN Docthwrman, J. M. & Bulecheck, G. N. (2004).
Nursing Interventions Classification. St Louis,
- Tindakan pernafasan Mossouri, Elsevier inc.
1. Nyeri akut b/d agen pencedera biologis
- Traksi dan reduksi skelet DORY ASTI SEPTIANINGRUM 2. Bersihan jalan nafas tidak efektif b/d disfungsi
Herdman, T. H. & Kamitsuru, S. (2015). Diagnosis
Keperawatan: Definisi & Klasifikasi. Edisi
- Intervensi pembedahan jika 10. Jakarta: EGC
neuromuskuler Kowalak, P. J., Welsh, W., & Mayer, B. (2011). Buku Ajar
dibutuhkan G3A107201 3. Gangguan mobilitas fisik b/d ketidakmampuan berjalan Patofisologi. Jakarta: EGC
Moorhead, S., Jonson, M., Mass, M. L., &
4. Retensi urine b/d cedera medulla spinalis Swanson, E. (2008). Nursing Outcomes
Classification. Mosby. Elsevier inc
5. Konstipasi b/d gangguan neurologis Potter, P. A. & Perry, G. A. (2010). Fundamental of
Nursing. Ed. 7. Volume 2. Singapore.
Elsevier Inc
Smeltzer, S. C, & Bare, B. G. (2002). Buku Ajar
Keperawatan Medikal Bedah. Volume 2, Edisi
8. Jakarta: EGC