Anda di halaman 1dari 32

Tatalaksana sulit makan

pada bayi dan anak

dr. Nice Rachmawati Masnadi, SpA(K)


Pendahuluan
• Pemenuhan nutrisi yang optimal di awal kehidupan sangat penting.
• 1000 hari pertama kehidupan seorang anak merupakan periode pertumbuhan dan
perkembangan yang cepat.
• Seorang bayi pada usia 6 bulan akan memiliki berat badan 2x dari BBL dan 3x BBL
pada usia 1 tahun, termasuk pertumbuhan volume otak.
• Masalah makan pada anak batita berisiko untuk mengalami malnutrisi.
• Indentifikasi dini dan tatalaksana yang tepat perlu dilakukan dalam menangani sulit
makan pada anak
• 90% otak berkembang pada 3 tahun pertama THE POWER OF THE FIRST
kehidupan. 1,000 DAYS
• Berapa zat gizi essensial (asam amino dan zat besi) →
pembentukan sinaps dan neurotransmitter →
kecepatan berpikir.
• Anemia kekurangan zat besi terbukti menurunkan skor
IQ 10-15 poin. (Seshadari dkk)
Rekomendasi Inisiasi Menyusu
WHO: Dini
(< 1 jam lahir)

Berikan MP-ASI: Tepat


waktu, Kandungan nutrisi
cukup & seimbang, Aman,
Diberikan dengan cara yang
benar
ASI eksklusif
selama 6 bulan
MP-ASI diberikan di
usia 6 bulan sambil
melanjutkan
pemberian ASI
Keunggulan Imunitas Mencegah
alergi, obesitas,
ASI alamiah diare, ISPA

IQ anak lebih Kasih Zat gizi


tinggi sayang/bonding berkualitas
MP-ASI
harus…..
TEPAT WAKTU
Harus diberikan saat kebutuhan zat
nutrien tidak dapat dipenuhi ASI

ADEKUAT
Harus mencukupi kebutuhan semua
zat nutrien yang diperlukan

AMAN
Harus higienis dalam proses
persiapan, pemberian dan
penyimpanan

TEPAT CARA PEMBERIAN


Harus sesuai dengan tanda lapar-
kenyang dari bayi, tekstur, jumlah
dan frekuensi serta cara
pemberiannya
Short time Long time

brain development Coqnitive & educationl


performanse

Growth & muscle mass, Immunity,


Early nutrition in utero body composition
and childhood Work capacity

Metabolic programming of Diabetes, obesity, heart


glucose, lipids, protein, disease, high blood
hormone,/receptor/ gene pressure, cancer, stroke
and ageing

GOOD NUTRITION IN THEIR FIRST 1,000 DAYS


Food refusal : nutrition challenge in toddlerhood

Fear of new
Food refusal is a foods may be a
normal phase of survival
toddlerhood. mechanism

Most toddler They need to taste


will pass this it a few times to
normal phase learn to like it
without any
problems
Base on multicenter study of Identify and management
Feeding problems in Indonesia (2012)

How to identify the problem


base on :
1. Parents reports of feeding problems and/or failure to thrive.
2. Nutritional status classified based on WHO Growth Chart 2006
3. Application of food rules based on Bernard-Bonnin et al (Can Fam
Physician 2006) 11 center
Child aged 12-36 months
100 subjects for each center
Consecutive sampling
Parents reports of feeding problems and/or failure to thrive.
Indikator pertumbuhan → menilai diplot kedalam kurva
pertumbuhan anak dengan pertumbuhan anak normal →
mempertimbangkan faktor umur dan
hasil pengukuran tinggi badan dan kurva WHO Child Growth Standard
berat badan, lingkar kepala, dan lingkar / CDC 2000 untuk menentukan
lengan atas. status gizi dan perawakan tubuh.
Nutritional status : Growth chart
CDC 2000 and WHO 2006
Result
11 center
Child aged
12-36
months
100 subjects
for each
center
Consecutive
sampling
Inappropriate feeding practices

Characteristic %
No scheduled meal time OR 75,8% Application food Application food
eat more than 30 minutes rules in 2 weeks rules in 2 weeks

Eating while watching TV 64,5% Further


Eating while playing 90,7%
diagnostic Correct feeding Correct feeding
practice practice
approach of
Late/inadequate 89,9% inappropriate
introduction of solids food
feeding practice Appropriate weight In Appropriate weight
Forcing child to eat 28,7% gain gain
(Sjarif et al
Food is not appropriate to 67,3% 2012)
age 24,0% Primary due to
- Milk > 500 ml 11,2% Secondary Small
parental lack of
- Breastfeeding > 5 eaters 57,3%
knowledge 36,1%
times/day

Secondary
Selective eaters
6,6%
But in reality.........
Only 50% of mothers think pediatricians suggestions
resolved feeding problems
Jin X et al. Chinese J Child Health Care, 2009;17:387-9

How to enhance the competency of doctor to Identify and management of feeding problems ?
 Developing practical systematic approach to the Identification and management of
feeding problems.
 Problem : various classification of feeding problem
Cardiac findings suggesting
congenital
heart disease.
Developmental delay
Dysmorphic features
Failure to gain weight
despite adequate
caloric intake
Organomegaly or
lymphadenopathy.
Recurrent or severe
respiratory, muco-
cutaneous, or urinary
infection.
Recurrent vomiting,
diarrhea, or dehydration
Tatalaksana sulit makan pada anak
Food rules applicable to children
beyond infancy
Bernard-Bonnin et al (Can Fam Physician 2006)

scheduling environment Procedures

Neutral atmosphere (no forcing Small portions. Solids fisrt, fluids


Regular mealtime of food) last
Food removed after 10-15 min if
Mealtimes no longer than 30 min Sheet under chair to catch mess child plays without eating
Nothing offered between meals Meal terminated if child throws
except water No game playing food in anger
Food never given as reward or Wiping child’s mouth and
present cleaning up occurs only after meal
is completed
Small eaters
• Inability or refused to eat adequate amount of food with
consequences of weight faltering or undernutrition
• Other term is :
• Infantile anorexia (chatoor, 2004)
• Limited appetite in vigorous child with little interest in
feeding (Kerzner, 2009)
• Management :
• Accordingly to application of food rules: neutral feeding
atmosphere (noforce food)
• The solution is to compromise the amount of food the
toddler able to eat with the calorie needed → energy
dense food
Tatalaksana picky eater maupun selective eater
• Tujuannya : mengatasi ketidaksukaan terhadap makanan dengan pengenalan sistematik
terhadap makanan baru.
• Prinsip :
1. Sajikan makanan dalam porsi kecil
2. Pilihan makanan orangtua akan mempengaruhi menu yang disajikan bagi anak.
3. Paparkan anak terhadap makanan baru sebanyak 10-15 kali.
4. Sajikan makanan di meja pada jarak yang terjangkau oleh anak, tanpa menawarkan ke anak.
5. Campurlah sedikit makanan baru dengan makanan yang sudah disukai anak dan perlahan
lahan tingkatkan proporsi makanan baru (food chaining)
6. Orangtua harus tetap bersikap tenang dan berpikir netral dalam menyikapi asupan makanan
anak.
Food chaining
• Salah satu metode pengenalan makanan secara sistematik yaitu suatu
program pemberian makanan yang dirancang secara individual
• Bertujuan meningkatkan khasanah makanan dengan menekankan pada
gambaran yang sama (rasa, suhu, penampilan, dan tekstur) antara makanan
yang telah diterima dan makanan yang ditargetkan untuk diberikan.
• Contoh : kentang (dari french fries ke pai ayam)
• Penelitian Cox : pada 10 anak usia 1-14 tahun dengan food selectivity :
penerimaan bermakna selama 3 bulan.
Contoh Kasus
• Nina, anak perempuan usia 18 bulan dibawa ibu dengan keluhan sulit
makan sejak bayi.
• Nina lahir cukup bulan, berat badan lahir 3 kg, mendapatkan ASI
hingga saat ini. (ASI eksklusif sp usia 6 bulan, MP ASI mulai 6 bulan).
• Selama usia 6-8 bulan, Nin makan bubur saring 2 kali sehari dan buah
1 kali sehari. Usia 8 bulan, Nina mulai sulit makan.
• Ibu mulai memberikan bubur saring, daging sapi, ikan, dan ayam, yang
dicampur wortel/labu/brokoli namun tidak ada yang disukai. Ia hanya
makan 5 suap.
• Nina minum ASI sesukanya, saat bangun tidur, setelah makan pagi,
sebelum tidur pagi, setelah makan siang, sebelum tidur siang, setelah
makan sore, dan sepanjang malam.
Pemeriksaan fisik
• Anak tampak sehat, lincah.
• Tanda vital baik.
• Pemeriksaan fisik dalam batas normal.
• Perkembangan : sudah dapat bicara
beberapa kata bermakna.
• Antropometri :
• BB 8,5 kg
• TB 74 cm
• LILA 13 cm
Lakukan : 5 langkah Asuhan Nutrisi Pediatrik

Anamnesis masalah
nutrisi Tentukan rute
• Evaluasi red flags, Hitung kebutuhan kalori
pemberian makan
tentukan status gizi,
anamnesis perilaku
makan, tentukan
klasifikasi masalah
makan.

Monitoring dan evalasi


menggunakan algoritma Berikan edukasi feeding Tentukan formulasi
pendekatan diagnosis rules makanan
dan tatalaksana makan.
Status gizi
red flag ?
BB/U -1,57 SD : BB normal
PB/U = 74/81 (-2,35 SD) : perawakan pendek
BB/PB = 8,5/9 (-0,59 SD) : gizi baik

Perilaku Makan :
• Nina makan sambil digendong atau duduk
di lantai karena tidak mau duduk di kursi
bayi (high chair)
• Lama makan 1-1 ½ jam, karena ibu
berusaha menyuapi makanan sampai habis
dengan cara mengajak jalan/ menonton TV.
Feeding role
scheduling environment Procedures

Neutral atmosphere (no forcing of


Regular mealtime food)
Small portions. Solids fisrt, fluids last

Food removed after 10-15 min if child


Mealtimes no longer than 30 min Sheet under chair to catch mess plays without eating

Nothing offered between meals except Self feeding encouranged as much as


water No game playing possible

Food never given as reward or present Meal terminated if child throws food in
anger

Wiping child’s mouth and cleaning up


occurs only after meal is completed

Tekstur makanan masih lumat ; tidak sesuai usia


• Height age 1 tahun = RDA 100 kkal/kg/hari
2. Menentukan Kebutuhan Kalori • BBi = 9 kg
• Kalori = 100 x 9 = 900 kkal

3. Menentukan rute makanan : oral


Formulasi makanan : usia > 1 tahun
- Makanan keluarga 70%
4. Menentukan jenis makanan - Seimbang KH, protein, lemak dan
- Mikronutrien (zat besi , vit A)
Protein usia 12-23 bulan : 57% harus dipenuhi dari - Makanan utama 3 kali, snack 2 kali
MPASI - ASI/ fresh milk/susu formula 30%
Lemak usia 6-24 bulan : 30-45% dari kalori total - Pemberian harus terjadwal
Besi : 97% harus dipenuhi oleh MPASI

5. Evaluasi dan monitoring


TERIMA
KASIH