Anda di halaman 1dari 10

Mekanisme Kerja Otot

Ekstremitas Atas dan Ekstremitas Atas

Erwin Ramandei

I. Pendahuluan
Manusia dapat bergerak bebas dan bisa melakukan aktivitasnya sehari-hari dipengaruhi
oleh adanya alat gerak. Gerak bebas tersebut terjadi sebagai hasil kerja sama antara dua sistem
organ yaitu rangka dan otot. Rangka tersusun atas tulang-tulang dapat bergerak karena digerakkan
oleh otot. Rangka terletak didalam tubuh, terlindung atau terbalut dengan otot dan kulit
Jadi, sebenarnya rangka tidak mempunyai kemampuan untuk menggerakkan dirinya. Oleh karena
itu, rangka disebut alat gerak pasif sedangkan otot disebut alat gerak aktif. Didalam tubuh, otot-
otot menempel dan menghubungkan berbagai organ tubuh seperti tulang dengan tulang, tulang
dengan kulit, kulit dengan kulit, dan lain-lain. Otot mempunyai kemampuan untuk berkontraksi
atau memendek dan berelaksasi atau mengendur. Jika otot memendek maka akan dihasilkan tenaga
dan terjadilah gerakan organ-organ yang dilekati ataupun organ disekitarnya ke arah tertentu. Bila
otot mengendur maka organ-organ tadi akan bergerak kea rah berlawanan. Berdasarkan semua ini
maka otot disebut alat gerak aktif. Untuk mendukung fungsi gerak, selain didukung oleh kontraksi
dan relaksasi otot antara tulang atau ruas-ruas tulang satu dengan lainnya dihubungkan oleh
persendian tulang. Pada persendian tulang dilengkapi dengan tendon dan ligamentum, interaksi
dari seluruh komponen pendukung gerak tersebut akan menghasilkan gerak tertentu dari suatu
organisme. Ketika berlari menggunakan otot-otot di paha (quadriceps), tungkai belakang
(hamstrings), betis, pinggul, punggung bawah, dan pantat. Selain itu peran tubuh bagian atas juga
tidak dapat diacuhkan mengingat dalam berlari, juga diperlukan peran batang tubuh (otot
punggung dan perut) juga lengan dan bahu untuk membuat kestabilan, keseimbangan dan membuat
kemampuan untuk bergerak ke depan. Ada tiga kelompok besar ekstremitas bawah yang
berpengaruh adalah pinggul, pergelangan kaki, kaki serta lutut.1,2

II. Pembahasan
Pemicu 3. QBD: Nasib Baik Joni
Semua orang pernah mendengar kisah Yohanes Gama Marchal Lau alias Joni (13), bocah
pemanjat tiang bendera asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Karena keberanian dan
“kenekadannya” memanjat tiang bendera setinggi 20 m agar Bendera Merah Putih dapat berkibar
di perayaan upacara bendera 17 Agustus 2018 lalu, Joni mendapatkan bantuan biaya pendidikan,
bantuan uang tunai hingga diundang bertemu dengan Bapak Presiden Republik Indonesia Joko
Widodo.
Jika kita menyaksikan aksi Joni yang beredar luas di berbagai sosial media, tidak dapat dipungkiri
kita akan terkagum-kagum melihat kelincahannya memanjat tiang. Dibutuhkan otot-otot lengan
dan tungkai yang kuat agar dapat silih berganti bekerja menopang dan mengangkat tubuh hingga
mencapai ujung tiang. Berdasarkan wawancara dengan ibunda Joni, sejak kecil Joni adalah anak
yang aktif. Ia rajin membantu orang tuanya bekerja. Ia selalu membantu ibunya memanjat pohon
asam untuk mengumpulkan buah asam yang kemudian dijual di pasar dan hasilnya digunakan
untuk membantu mencukupi biaya sekolahnya.

Pertanyaan
1. Otot-otot apa saja yang terlibat dalam kegiatan memanjat tiang?
Berdasarkan pemicu yang ada maka otot yang terlibat dalam kegiatan memanjat tiang adalah
otot-otot pada extremitas atas dan extremitas bawah.
a. Otot ekstremitas atas
Ekstremitas atas meliputi lengan atas sampai pada telapak tangan. Otot-otot yang berperan
pada pergerakan tangan bukan hanya terletak pada lengan atas, bawah atau telapak tangan
saja melainkan juga terletak di bahu, punggung sampai tulang belakang. Berikut adalah peran
dari otot-otot yang terletak di ekstremitas atas:
 Gerakan scapula: pada bagian anterior terdapat m. Pectoralis mayor, m. Pectoralis minor,
m.seratus anterior, m. Subclavius. Pada bagian posterior terdapat m. Trapezius, m.
Levator scapulae, m. Rhoboideus mayor dan m. Rhomboideus minor.

Gambar 1: otot yang berperan dalam gerakan scapula anterior dan posterior
 Gerakan lengan atas: pada bagian anterior terdapat m. Deltoideus, m. Pectoralis mayor.
Bagian posterius terdapat m. Latisimus dorsi, m. Supraspinatus, m. Infraspinatus, m.
Teres mayor, m. Teres minor, m. Coracobrachialis, m. Subscapularis.

Gambar 2: otot yang berperan dalam gerak lengan atas anterior dan posterior
 Extensor dan fleor lengan bawah: daerah posterior terdapat m. Triceps brachii dan m.
Anconeus. Daerah anterior terdapat m. Biceps brachii, m. Brachialis, m. Brachioradialis.
 Otot lengan bawah lapisan superficial: bagian anterior terdapat m.pronator teres, m. Fleor
carpi radialis, m. Palmaris longus, m. Flexor carpi ulnalis, m .fleor digitorum
superfisialis. Bagian posterior terdapat m. Brachioradialis, m. Extensor carpi radialis
longus, m. Extensor carpi radialis brevis, m. Extensor digitorum, m. Extensor carpi
ulnaris.

Gambar 3: otot yang lengan bawah bagian superfisialis anterior dan posterior

 Otot lengan bawah lapisan profunda: bagian anterior terdapat m. Flexor pollicis
longus, m. Flexor digitorum profunda, m. Pronator quadratus. Bagian posterior
terdapat m. Supinator, m. Abductus pollicis longus, m. Extensor pollicis bravis
dan longus, m. Extensor indicus.
Gambar 4: otot yang lengan bawah bagian profunda anterior dan posterior
 Otot telapak tangan: pada regio thenar terdapat m. Abdutor pollicis brevis, m. Flexor
pollicis brevis, m. Opponens pollicis, m. Abductor pollicis. Pada regio hypothenar
terdapat m. Abductor digitiminimi, m. Floxor digitimini, m. Opponens pollicis. Otot
intrinsik manus terdiri dari Mm. Lumbricales, Mm. Palmar interossei, Mm. Dorsal
interossei.3,4

Gambar 5: otot telapak tangan bagian tenar dan hipotenar


b. Otot ekstremitas bawah
 Otot pangkal paha: Daerah ilium meliputi m. Iliacus, m. Psoas major danm. Psoas
minor. Daerah glutea meliputi m. Gluteus maximus, m. Gluteus medius, m. Gluteus
minimus, m. Piriformis, m. Obturator externus, m. Obturator internus, m. gemellus
superior, m. gemellus Inferior dan m. Quadratus femoris

Gambar 6: otot pada regio pangkal paha dan regio glutea


 Otot paha: regio anterior terdapat Mm. Quadriceps femoris yang insertio ke
ligamentum patella meliputi m. Rectus femoris, m. Vastus lateralis, m. Vastus
medialis dan m. Vastus intermedius. Terdapat juga tensor fasciae latae dan m.
Sartorius. Regio medial meliputi m. Pectineus, m. gracilis, m. adductor longus, m.
adductor brevis dan m. adductor magnus. Regio posterior meliputi m. Biceps
femoris, m. Semitendinosus dan m. Semimembranosus.

Gambar 7: otot paha bagian anterior, medial dan posterior

 Regio cruris: bagian anterior terdapat m. Tibialis anterior, m. Extensor digitorum


longus, m. Fibularis (peroneus) tertius dan m. Extensor hallucis longus. Bagian
lateral terdapat m. Fibularis (peroneus) longus dan m. Fibularis (peroneus) brevis.
Bagian posterior superficialis terdapat Mm.

Gambar 8: otot regio cruris anterior, lateral, posterior superfisialis dan profunda
Triceps surae yang terbagi jadi dua yaitu m.gastrocnemius dan m. Soleus serta m.
Plantaris. Sedangkan bagian profunda dari bagian posterior terdapat m. popliteus,
m. Flexor digitorum longus, m. Flexor hallucis longus dan m. Tibialis posterior.
 Regio plantar pedis: lapisan pertama terdiri dari m. Flexor digitorum brevis, m.
Abductor halluces dan m. Abductor digiti minimi, lapisan kedua terdiri

Gambar 9: otot plantar pedis lapis satu, dua dan tiga


dari m. Lumbricales dan m. Quardatus plantae sedangkan lapisan ketiga terdiri
dari m. Flexor hallucis brevis dan m. Adductor hallucis dan m. Flexor digitiminimi
brevis. Terdapat juga lapisan otot intrinsik plantar yang terdiri dari Mm. Interossei
dorsales dan Mm. Interossei plantares.3-5

Gambar 10: otot intrinsik plantar pedis

2. Bagaimana mekanika kerja otot-otot tersebut? Otot apa yang menjadi otot
penggerak utama? otot stabilizer/penyokong? otot antagonis?
Ada tiga tipe utama kontraksi adalah isotonik, isokinetik, dan isometrik.Tidak semua
kontraksi otot memendekkan otot dan memindahkan tulang. Untuk otot yang memendek saat
kontraksi, ketegangan yang berkembang di otot harus melebihi kekuatan yang melawan
pergerakan tulang tempat penyisipan otot dipasang. Dalam kasus fleksi siku, gaya atau beban
yang berlawanan adalah bobot benda yang diangkat. Ketika Anda melenturkan siku tanpa
mengangkat benda luar, masih ada beban, meskipun yang minimal — berat lengan bawah Anda
dipindahkan melawan gaya gravitasi.
Dalam kontraksi isotonik, beban tetap konstan saat otot berubah panjang. Dalam
kontraksi isokinetik, kecepatan pemendekan tetap konstan ketika otot berubah panjang. Dalam
kontraksi isometrik, otot dicegah dari pemendekan, sehingga ketegangan berkembang pada
panjang otot konstan. Peristiwa internal yang sama terjadi dalam isotonik, isokinetik, dan
kontraksi isometrik: Eksitasi otot berubah pada proses kontraksi yang menghasilkan tegangan;
jembatan salib mulai bersepeda; dan filamen meluncur lebih pendek sarkomer, yang
meregangkan komponen seri-elastis untuk mengerahkan kekuatan pada tulang di tempat asal
dan penyisipan otot.
Sebagai contoh otot bisep, asumsikan Anda akan mengangkat suatu objek. Ketika
ketegangan berkembang di bisep Anda menjadi cukup besar untuk mengatasi berat benda di
tangan Anda, Anda dapat mengangkat objek, dengan seluruh otot memperpendek dalam
proses. Karena berat benda tidak berubah karena terangkat, kontraksi jenis ini adalah kontraksi
isotonik (secara harfiah, "ketegangan konstan"). Karena susunan mekanis sendi, karena sudut
sendi berubah saat objek terangkat, ketegangan otot juga harus berubah untuk mengimbangi
beban. Dengan demikian, ketegangan otot tidak tetap konstan sepanjang periode pemendekan
selama kontraksi isotonik (terlepas dari namanya) meskipun bebannya tetap konstan.
Isokinetik (secara harfiah, "konstan gerakan") kontraksi terjadi ketika serat otot
memendek dengan kecepatan konstan, atau kecepatan. Kontraksi isokinetik tidak terjadi secara
normal tetapi dapat dicapai dengan menggunakan mesin latihan khusus yang dibentuk untuk
membutuhkan kontraksi otot dengan kecepatan konstan di seluruh rentang gerakan. Salah satu
manfaat yang diusulkan dari latihan isokinetik adalah pengembangan kekuatan otot yang lebih
cepat. Apa yang terjadi jika Anda mencoba mengangkat objek yang terlalu berat untuk Anda
(yaitu, jika ketegangan yang bisa Anda kembangkan di otot lengan Anda kurang dari yang
diperlukan untuk mengangkat beban)? Dalam hal ini, otot tidak dapat memendek dan
mengangkat objek tetapi tetap pada panjang konstan meskipun perkembangan ketegangan,
sehingga kontraksi isometrik ("panjang konstan") terjadi. Selain terjadi ketika beban terlalu
besar, kontraksi isometrik terjadi ketika ketegangan yang berkembang di otot sengaja kurang
dari yang diperlukan untuk memindahkan beban, dengan tujuan menjaga otot tetap pada
panjang yang tetap. Kontraksi isometrik submaksimal ini penting untuk mempertahankan
postur (seperti menjaga kaki kaku saat berdiri) dan untuk mendukung objek dalam posisi tetap
(seperti memegang minuman di antara teguk).Kontraksi otot sering tidak dari satu tipe primer
murni. Ketegangan otot, panjang, dan kecepatan pemendekan dapat bervariasi di seluruh
rentang gerak. Pikirkan tentang menarik kembali busur dan anak panah. Ketegangan otot bisep
Anda terus meningkat untuk mengatasi resistensi yang semakin meningkat saat Anda
meregangkan busur lebih jauh. Pada saat yang sama, sudut sendi berubah dan otot semakin
pendek saat siku Anda lengkung untuk menarik busur lebih jauh ke belakang. Kontraksi seperti
itu tidak terjadi pada tegangan, panjang, atau kecepatan yang konstan.
Otot apa saja yang menjadi pengerak utama? Yaitu otot yang mempunyai fungsi
dalam gerakan ekstensi, fleksi, abduksi, adduksi dan rotasi pada sendi bahu, siku, pergelangan
tangan, sendi panggul, lutut dan pergelangan kaki.
 Gerakan ekstensi sendi bahu diperankan oleh M. Pectoralis major, M. Deltoideus posterior,
M. Teres mayor, M. tricep bracii cap.longgum dan M. Latisimus dorsi. Gerakan fleksi bahu
diperankan oleh M. Pectoralis major, M. Deltoideus anterior, M. Bicep bracii
cap.longgum, M. Coracobracialis. Gerakan abduksi sendi bahu diperankan oleh M.
Deltoideus anterior dan M. Supraspinatus. Gerakan adduksi sendi bahu diperakan oleh M.
Pectoralis major, M. Coraco bracialis, M. Teres mayor, M. Latisimus dorsi. Gerakan rotasi
di perakan oleh M. Deltoideus anterior, M. Infraspinatus dan M. Teres minor.
 Gerakan ekstensi siku oleh M. Trisep kaput longgum, M. Trisep kaput brevis dan M. Trisep
kaput medial. Gerakan fleksi siku oleh M. Brakioradialis, M. brakialis, M. bisep kaput
brevis dan M. bisep kaput longgum.
 Gerakan pronasi oleh M. Pronator teres dan M. Pronator quadratus sedangkan gerakan
supinasi oleh M. bisep kaput brevis, M. bisep kaput longgum dan M. Supinator.
 Gerakan fleksi pergelangan tangan di perankan oleh M. Pronator teres, M. Flexor carpi
radialis, M. Palmaris longus, M. Flexor carpi ulnaris, M. Flexor digitorum superficialis,
M. Flexor pollicis longus, M. Flexor digitorum profundus dan M. Pronator quadratus.
Gerakan ekstensi oleh M. Brachioradialis , M. Extensor carpi radialis longus, M. Extensor
carpi radialis brevis, M. Extensor digitorum dan M. Extensor carpi ulnaris. Gerakan
abduksi oleh M. Flexor carpi radialis, M. Extensor carpi radialis longus dan M. Extensor
carpi radialis brevis sedangkan adduksi oleh M. Flexor carpi ulnaris dan M. Extensor carpi
ulnaris.
 Gerakan fleksi jari-jari tangan diperankan oleh M. Fleksor pollisis brevis, M. Fleksor
digitiminimi brevis, M. Lumbrical dan M. Dorsal interosei. Gerakan ekstensi jari-jari
tangan oleh M. Palmar interossei, M. Dorsal interosei dan M. Lumbrical. Gerakan abduksi
jari-jari tangan oleh M. Abduktor pollisis brevis, M. Abduktor digitiminimi dan M. Dorsal
interossei. Sedangkan adduksi jari-jari tangan oleh M. Palmar interossei dan M. Adductor
pollisis. 5,6
 Gerakan abduksi pada sendi panggul diperankan oleh M. adductor longus, M. adductor
brevis, M. adductor magnus dan M. Gracialis sedangkan adduksi oleh M. Gluteus medius,
M. Gluteus maksimus dan M. Tensor facia latae.
 Gerakan fleksi pada panggul diperakan oleh M. Sartorius, M. Adductor longus, M.
Pectineus, M. Gracilis, Tensor faciae latae dan M. Rektus femoris. Sedangkan gerakan
ekstensi oleh M. Bicep femoris, M. Semimembranosus, M. Semitendinosus yang
merupakan otot-otot hamstring.
 Kemudian fleksi pada sendi lutut oleh M. Bicep femoris, M. Semimembranosus, M.
Semitendinosus dan M. Poplitea, sedangkan ekstensi lutut oleh M. Vastus lateralis, M.
Vastus medialis dan M. Vastus intermedius.
 Selanjutnya pergerakan sendi pergelangan kaki dorsofleksi digerakan oleh M. Tibialis
anterior, M. Ekstensor Digitorum longus, M. Extensor hallucis longus dan M. Fibularis
peroneum tertius, sedangkan plantar fleksi oleh M. Fleksor digitorum longus, M. Fleksor
hallusis longus, M. Fibularis peronues longus, M. Fibularis peroneus brevis, M.
Gastrcnemius, M. Soleus dan M. Plantaris. 6,7

3. Bagaimana aktivitas fisik sehari-hari Joni berperan dalam kemampuannya


memanjat tiang?
Aktivitas sehari-hari yang terus menerus dilakukan oleh seseorang dapat
mempengaruhi orang tersebut dalam melakukan suatu aktivitas dengan sangat baik. Contoh
dalam skenario pemicu yang didapat bahwa Joni dapat memanjat tiang bendara dengan baik
dan cepat dikarenakan faktor aktivitas sehari-harinya. Aktivitas sehari-hari masyarakat tempat
Joni tinggal merupakan masyarakat yang masih jauh dari perkotaan yang tranportasinya
dilakukan dengan jalan kaki, tunggangi kuda atau juga dengan perahu. Selain itu aktivitas
sehari-hari dalam mencari bahan makanan di hutan seperti berburu yang harus sambil berlari
atau harus memanjat pohon kelapa untuk mengambil buahnya. Selain itu juga untuk
mendapatkan makanan mereka harus bercocok tanam yang semuanya itu dilakukan secara terus
menerus sehingga struktur otot menjadi terbiasa dalam melakukan aktivitas tersebut. Dengan
demikian saat Joni disuruh memanjat tiang bendera tersebut, Joni dengan mudah
melakukannya.8-10

III. Kesimpulan
Sebagai kesimpulan bahwa pergerakan pada sendi bahu, sendi siku, pergelangan tangan,
sendi panggul, sendi lutut, dan pergelangan kaki memiliki mekanisme atau pengaturan yang
nantinya akan mengahasilkan bentuk gerakan fleksi, ekstensi, abduksi, adduksi, plantarfleksi,
dorsofleksi dan rotasi yang semua gerakan tersebut tidak terlepas dari mekanisme kontraksi dan
mekanik otot yang terdiri dari gerakan isotonik, isokinetik dan isometrik yang dapat membuat otot
tersebut bergerak dengan bebas. Gabungan gerakan-gerakan tersebut membuat seseorang dapat
melakukan aktivitas salah satunya gerakan memanjat yang dilakukan Joni pada saat upacara
bendera tersebut.
IV. Daftar pustaka
1. Scanlon VC, Sanders T. Buku ajar anatomi dan fisiologi. Edisi 3. Jakarta: EGC; 2006.h.64-
136.
2. Sherwood L. Fisiologi manusia. Edisi 2. Jakarta: EGC; 2001.h.221-35.
3. R.Putz and R .Pabst. Sobotta Atlas of Human Anatomy volume 1 head, neck, upper limb 14th
editions. Munchen: URBAN & FISCHER. 2006. p157-257.
4. R.Putz and R .Pabst. Sobotta Atlas of Human Anatomy volume 2 Trurk, Visceral, Lower Limb
14th editions. Munchen: URBAN & FISCHER. 2006. P262-384.
5. Netter H Frank. Atlas and Human Anatomy 6th edition. USA: Saunder Elsevier. 2011. p398-
531.
6. Maried N Elaine, Hoehn Katja. Human Anatomy and Physiology Seventh Edition. Washington
DC. Pearson Education, Publishing as Benjamin Cummings; 2011. P455-593.
7. Sherwood Lauralee. Human Physiology From Cells to Systems 9th Edition. West Virginia
University. Department of Physiology and Pharmacology School of Medicine; 2016. P251-95.
8. https://ilmuseni.com/seni-budaya/kebudayaan-nusa-tenggara-timur.
9. https://kuliahsejarah.wordpress.com/2015/07/05/kehidupan-masyarakat-manggarai-flores-
nusa-tenggara-timur/.
10. https://www.goodnewsfromindonesia.id/2016/10/21/satu-satunya-di-dunia-tradisi-unik-ini-
hanya-ada-di-nusa-tenggara-timur.