Anda di halaman 1dari 2

Kelainan kulit akibat infeksi bakteri

1. Kusta
Prognosis penyakit kusta bergantung pada tipe kusta apa yang diderita oleh pasien,
akses ke pelayanan kesehatan, dan penanganan awal yang diterima
oleh pasien.
Relaps pada penderita kusta terjadi sebesar 0,01 – 0,14 % per tahun dalam 10 tahun.
Perlu diperhatikan terjadinya resistensi terhadap dapson atau rifampisin. Karena
berkurangnya kemampuan imunitas tubuh, kehamilan pada pasien kusta wanita yang
berusia dibawah 40 tahun dapat mempercepat timbulnya relaps atau reaksi, terutama
reaksi tipe 2. Secara keseluruhan, prognosis kusta pada anak lebih baik karena pada
anak jarang terjadi reaksi kusta
(Lewis, 2010).
Komplikasi:
• Dapat terjadi deformitas pada hidung,
• Kerusakan saraf dermis dapat menyebabkan gejala stocking dan glove anesthesia,
• serabut2 saraf perifer mengalami degenerasi hialin atau fibrosis yang menyebabkan
anestesi dan pengecilan otot pada tangan dan kaki.
2. Skrofuloderma
Prognosis baik jika pengobatan dilakukan sesuai dengan prosedur pengobatan
3. Impetigo
jika tidak ditangani dengan benar, impetigo dapat menyebabkan komplikasi meliputi:
 Selulitis, infeksi bakteri yang terjadi di lapisan kulit dalam.
 Glomerulonefritis, infeksi di pembuluh darah kecil di ginjal.
 Septikemia, infeksi bakteri yang terjadi di dalam darah.
4. Ektima
Prognosis: dapat membaik setelah beberapa minggu namun dapat meninggalkan skar
5. Folikulitis
Pada beberapa kasus folikulitis ringan, tidak menimbulkan komplikasi meskipun infeksi
dapat rekurens atau menyebar serta menimbulkan plak.
Komplikasi pada folikulitis yang berat, yaitu :
 Selulitis
Sering terjadi pada kaki, lengan atau wajah. Meskipun infeksi awal hanya
superfisial, akhirnya akan mengenai jaringan dibawah kulit atau menyebar ke
nodus limfatikus dan aliran darah.
 Furunkulosis
Kondisi ini terjadi ketika furunkel berkembang ke jaringan dibawah kulit (
subkutan ). Furunkel biasanya berawal sebagai papul berwarna kemerahan. Tetapi
beberapa hari kemudian dapat berisi pus, sehingga akan membesar dan lebih
sakit.
 Skar
Folikulitis yang berat akan meninggalkan skar atau jaringan ikat ( hipertropik /
skar keloid ) atau hipopigmentasi
 Kerusakan folikel rambut
Hal ini akan mempermudah terjadinya kebotakan permanen (Anonymus, 2009)
6. Furunkel & karbunkel
Prognosis furunkel dan karbunkel umumnya baik jika mendapat penanganan yang cepat.
Namun dapat menjadi prognosis buruk jika penanganan lambat atau tidak dilakukan,
bahkan kematian pasien dapat terjadi karena infeksi yang menjalar,toksemia, dan
kegagalan jantung.
7. Abses
Prognosis: secara umum, diagnosis dan penangan yang tepat dapat memberikan hasil
yang baik.
8. Erysipelas dan selulitis
Bagi kebanyakan orang, antibiotik akan ampuh mengobati erisipelas. Namun, pada beberapa
orang yang mengalami erisipelas jangka panjang, yang memang membutuhkan obat antibiotik
jangka panjang sebagai pencegahan. Tanpa terapi, terdapat komplikasi serius dari kondisi
erisipelas, meliputi:
 Abses
 Darah yang beku
 Gangren, yaitu kondisi yang memicu jaringan mati
 Keracunan darah, di mana infeksi menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah
 Infeksi pada katup jantung
 Infeksi pada tulang dan sendi.
 Infeksi juga dapat menyebar ke otak jika erisipelas terjadi di dekat mata atau
wajah.
9. Staphylococcal scalded skin syndrome
Prognosis kematian dapat terjadi terutama pada bayi berusia <1 tahun akibat tidak adanya
keseimbangan cairan atau elektrolit dan sepsis.