Anda di halaman 1dari 1

2

PENANGANAN KASUS GE Disetejui Oleh :


Kepala Puskesmas Rumbia
SOP UNIT No. Dok. :……………………2016
GAWAT No.Revisi : 01
RAHMAT, AMK
DARURAT Hal. : ………………………
NIP. 19721021 99403 1 004

Pengertian Mengetahui gejala , tanda tingkat dehidrasi dan prinsip tindakan atau ( rehidran )

Tujuan Sebagai acuan tatalaksana penderita GE agar petugas menyatakan tanda , gejala , tingkat dehidrasi
dan mampu menghitung kebutuhan cairan.

Kebijakan Sikap petugas harus mampu menyatakan tanda gejala dan tingkat dehidrasi serta mampu mengukur
kebutuhan cairan bagi penderita.

Prosedur 1. Gejala yang menonjol dari GE adalah muntah dan berak serta berulang, sehingga berakibat
kehilangan cairan / dehidrasi.

2. Dehidrasi secara klinik dibedakan 3 langkah :


a. Dehidarasi ringan
Kehilangan cairan 2 – 5 % BB
b. Dehidrasi sedang
Kehilangan cairan 5 -8 % BB
Gambaran klinik : Turgon jelip suara serak, nadi cepat, nafas cepat, pre shok
c. Dehidrasi Beratat
Kehilangan cairan : 8 – 10 % BB
Gambaran klinik : syok, apatis, syonotik, kejang, sampai koma

3. Prinsip tindakan adalah Rehidrasi sesuai dengan tingkatan dehidrasi:


a. Dehidrasi ringan dilakukan rehidrasi peroral.
b. Dehidrasi sedang dan berat dilakukan rehidrasi parenteral dengan Infus cairan.

4. Penderita di MRS kan


Dalam 3 jam pertama diharapkan penderita berubah status tingkat dehidrasi menjadi
dehidrasi ringan.

Unit terkait RAWAT INAP, BP, PUSTU/POLINDES

Standar Operasional Prosedur (SOP) Puskesmas Rumbia


UNIT GAWAT DARURAT e_mail: firmanamk@gmail.com