Anda di halaman 1dari 34

TOPIK I

BAHAN LOGAM DAN NONLOGAM

1.1 PENDAHULUAN
Ilmu logam adalah ilmu yang mempelajari tentang benda yang mengandung
besi (ferro) dan bukan besi (non-ferro). Logam terbuat bukan dalam bentuk murni,
melainkan dalam bentuk batuan yang mengandung bijih besi yang juga
merupakan persenyawaan antara besi dan oksigen tapi dalam bentuk silivat. Bijih
besi di hasilkan dari pertambangan.

Dalam pengertian logam yang merupakan besi atau bukan besi dapat kita
jumpai dimana-mana. Seperti pembangunan gedung-gedung yang sekarang
bahan-bahannya sebagian dari besi, pembuatan workshop/gudang yang memakai
kerangka baja dan juga di tempat penampungan besi-besi bekas, yang nantinya
besi-besi bekas tersebut akan di daur ulang lagi.

Logam adalah jenis bahan yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-
hari maupun dalam industri. Penggunaannya bergantung pada sifat-sifat dari
bahan tersebut. Di samping bermanfaat, beberapa unsur atau senyawa juga dapat
bersifat racun bagi kesehatan atau lingkungan. Pada awalnya, unsur hanya
digolongkan menjadi logam dan nonlogam. Hal inilah yang dikemukakan oleh
Lavoisier. Hingga saat ini diketahui terdapat kurang lebih 118 unsur di dunia.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui sifat-sifat dan cara
pengolahan dari berbagai unsur dan senyawa, sehingga kita dapat
menggunakannya secara optimal dan mengurangi dampak negatif dari
penggunaan unsur logam dan nonlogam tersebut.

1.2 TUJUAN INTRUKSTIONAL KHUSUS


Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui pengertian logam dan apa saja yang termasuk dalam jenis logam
2. Mengetahui macam-macam ferro dan kegunaannya
3. Mengetahui perbedaan logam dan nonlogam

1|Bahan Logam dan Nonlogam


4. Dapat megungkapkan sifat-sifat fisis dari logam dan nonlogam serta
penggunaannya.
5. Mengetahui kegunaan unsur logam dan nonlogam

1.3 PRASYARAT
Adapun batasan masalah dari penyusunan makalah ini terletak pada sifat-
sifat dari unsur logam dan nonlogam yang terdiri dari sifat fisis dan sifat kimia,
kemudian pada penggunaan unsur logam dan nonlogam tersebut di dalam
kehidupan sehari-hari maupun di bidang industri.

1.4 URAIAN MATERI


1.4.1 Logam
Dalam kimia, sebuah logam (bahasa Yunani: Metallon) adalah
sebuah unsur kimia yang siap membentuk ion (kation). Logam adalah salah satu
dari tiga kelompok unsur yang dibedakan oleh sifat ionisasi dan ikatan, bersama
dengan metaloid dan nonlogam. Pengelompokan dikemukakan oleh Lavoisier,
namun masih sangat sederhana, sebab antara unsur-unsur logam sendiri masih
terdapat banyak perbedaan.

Dalam tabel periodik, garis diagonal yang membedakan unsur logam dari
nonlogam. Unsur dalam garis ini adalah metaloid, kadangkala disebut semi-
logam. Unsur-unsur yang termasuk metaloid adalah Boron (B), Silikon (Si),
Germanium (Ge), Arsen (As), Antimon (Sb), Telurium (Te), Polonium (Po).
Logam sendiri terbagi menjadi beberapa kelompok, yaitu:
1. Logam Alkali : Lithium (Li), Natrium (Na), Potassium (K), Rubidium (Rb),
Cesium (Cs), Francium (Fr).
2. Logam Alkali Tanah : Beryllium (Be), Magnesium (Mg), Calcium (Ca),
Strontium (Sr), Barium (Ba), Radium (Ra).
3. Logam Transisi : Lantanida dan Aktinida.
4. Logam Lainnya : Aluminium (Al), Gallium (Ga), Indium (In), Thallium
(Tl), Ununtrium (Uut), Tin (Sn), Lead (Pb), Ununquadium (Uuq), Bismuth
(Bi), Ununpentium (Uup), Ununhexium (Uuh).

2|Bahan Logam dan Nonlogam


Beberapa logam terkenal adalah aluminium, tembaga, emas, timah, perak,
titanium, uranium, dan zink.

1.4.1.1 Logam Alkali


1. Sumber Logam Alkali Di Alam
Natrium ditemukan sebagai natrium klorida (NaCl) yang terdapat dalam air
laut, dalam entuk sendawa Chili NaNO3, trona (Na2CO3.2H2O), boraks
(Na2B4O7.10H2O) dan mirabilit (Na2SO4).
Kalium didapat sebagai mineral silvit (KCl), mineral karnalit
(KCl.MgCl2.6H2O) sendawa (KNO3), dan feldspar (K2O.Al2O3.3SiO2).
Selain dari kalium juga terdapat dalam air laut.
Unsur rubidiumm dan sesium dihasilkan sebagai hasil samping proses
pengolahan litium dari mineralnya.

2. Ekstraksi Logam Alkali


Logam-logam alkali sangat stabil terhadap pemanasan, sehingga logam-
logam alkali tidak dapat diperoleh dari oksidanya melalui proses pemanasan.
Logam alkali tidak dapat dihasilkan dengan mereduksi oksidanya, hal ini
disebabkan logam-logam alkali merupakan pereduksi yang kuat.

Semua logam alkali hanya dapat diisolasi dari leburan garam halidanya
melalui proses elektrolisis. Garam-garam halida mempunyai titik lebur yang
sangat tinggi, oleh karena itu umumnya ditambahkan garam halida yang lain
untuk menurunkan titik lebur garam halidanya.

Salah satunya elektrolisis Litium dari Sumber logam litium yaitu


spodumene (LiAl(SO)3). Spodumene dipanaskan pada suhu 100 oC kemudian
ditambah H2SO4 pekat panas sehingga diperoleh Li2SO4. Campuran yang
terbentuk dilarutkan ke dalam air. Larutan Li2SO4 ini kemudian direaksikan
dengan Na2CO3. Dari reaksi ini terbentuk endapan Li2CO3.

Li2SO4(aq) + Na2CO3(aq) ―→ Li2CO3(s) + Na2SO4(aq)

3|Bahan Logam dan Nonlogam


Setelah dilakukan pemisahan Li2CO3 yang diperoleh direaksikan dengan HCl
sehingga diperoleh garam LiCl.

Li2CO3(s) + 2HCl(aq) ―→ 2LiCl + H2O + CO2

Garam LiCl ini yang akan digunakan sebagain bahan dasar elektrolisis litium.
Namun karena titik lebur LiCl yang sangat tinggi sekitar 600 °C maka
ditambahkan KCl dengan perbandingan volume 55% LiCl dan 45% KCl.
Penambahan KCl ini bertujuan untuk menurunkan titik lebur LiCl menjadi 430 ºC.
Reaksi yang terjadi pada proses elektrolisis Li adalah sebagai berikut

Katoda : Li+ + e ―→ Li

Anoda : 2Cl‾ ―→ Cl2 + 2e

Selama elektrolisis berlangsung ion Li+ dari leburan garam klorida akan bergerak
menuju katoda. Ketika tiba dikatoda ion-ion litium akan mengalami reaksi reduksi
menjadi padatan Li yang menempel pada permukaan katoda. Padatan yang
terbentuk dapat diambil secara periodik, dicuci kemudian digunakan untuk proses
selanjutnya sesuai keperluan. Sedangkan ion Cl‾ akan bergerak menuju anoda
yang kemudian direduksi menjadi gas Cl2.

Natrium juga diperoleh dari proses elektrolisis yaitu dari elektrolisis


leburan NaCl dengan menambahkan CaCl2 menggunakan proses downs cell.
Penambahan CaCl2 bertujuan menurunkan titih leleh NaCl dari 801ºC menjadi
580 ºC. Proses ini dilakukan dalam sel silinder meggunakan anoda dari grafit dan
katoda dari besi atau tembaga. Selama proses elektrolisis berlangsung, ion-ion
Na+ bergerak menuju katoda kemudian mengendap dan menempel pada katoda,
sedangkan ion Cl‾ memebntuk gas Cl 2 pada anoda. Reaksi yang terjadi pada
proses elektrolisis natrium dari lelehan NaCl:

Peleburan NaCl ―→ Na+ + Cl‾

Katoda : Na+ + e ―→ Na

4|Bahan Logam dan Nonlogam


Anoda : 2Cl‾ ―→ Cl2 + 2e

Reaksi elektrolisis: Na+ + Cl‾―→ Na + Cl2

Kalium, rubidium, dan sesium tidak dapat diperoleh dengan proses


elektrolis karena logam-logam yang terbentuk pada anoda akan segera larut
kembali dalam larutan garam yang digunakan. Oleh sebab itu untuk memperoleh
Kalium, rubidium, dan sesium dilakukan melalui metode reduksi.

Proses yang dilakukan untuk memperoleh ketiga logam ini serupa yaitu dengan
mereaksikan lelehan garamnya dengan natrium.

Na + LCl ―→ L + NaCl (L= kalium, rubidium dan sesium)

Dari reaksi di atas L dalam bentuk gas yang dialirkan keluar. Gas yang keluar
kemudian dipadatkan dengan menurunkan tekanan atau suhu sehingga terbentuk
padatan logam L. Karena jumlah produk berkurang maka reaksi akan bergeser ke
arah produk. Demikian seterusnya hingga semua logam L habis bereaksi.

3. Sifat Fisika Logam Alkali

5|Bahan Logam dan Nonlogam


4. Kegunaan Logam Alkali dan Beberapa Senyawa Alkali
Natium merupakan salah satu logam alkali yang dimanfaatkan untuk
pembuatan lampu. Lampu ini dikenal dengan nama lampu natrium. Lampu
natrium umumnya digunakan sebagai lampu penerangan dijalan-jalan raya.
Lampu natrium ditandai dengan warna kuning cemerlang yang mampu
menembusi kabut. Dibanding logam murninya, senyawa-senyawa yang dibentuk
dari logam alkali lebih banyak dimanfaatkan.
Beberapa Senyawaan Natrium dan Kalium Serta Kegunaannya

Senyawaan Natrium
Natrium klorida (NaCl), merupakan bahan baku pembuatan garam dapur,
NaOH, Na2CO3.
Natrium hidrosida atau soda kaustik (NaOH). Digunakan dalam industri
pembuatan sabun, kertas dan tekstil, dalam kilng minyak digunakan untuk
menghilangkan belerang, dan ekstraksi aluminium dari bijihnya. Dalam
laboratorium digunakan untuk menyerap gas karbondioksida atau gas-gas
lain yang bersifat asam, dalam beberapa reaksi organik NaOH merupakan
pereaksi yang penting misalnya pada reaksi hidrolisis.
Soda cuci (Na2CO3), pelunak kesadahan air, zat pembersih (cleanser)
peralatan rumah tangga, industri gelas.
Natrium hidroksi karbonat (NaHCO3) atau soda kue, campuran pada
minuman dalam botol (beverage) agar menghasilkan.
Natrium nitrat (NaNO3), pupuk, sebagai pereaksi dalam pembuatan
senyawa nitrat yang lain.
Natrium nitrit (NaNO2), pembuatan zat warna (proses diazotasi),
pencegahan korosi.
Natrium sulfat (Na2SO4) atau garam Glauber, obat pencahar (cuci perut),
zat pengering untuk senyawa organik.
Natrium tiosulfat (Na2S2O3), larutan pencuci (hipo) dalam fotografi.
Na3AlF6, pelarut dalam sintesis logam alumunium.
Natrium sulfat dekahidrat (Na2SO4.10H2O) atau garam glauber: digunakan
oleh industri pembuat kaca.

6|Bahan Logam dan Nonlogam


Na3Pb8 : sebagai pengisi lampu Natrium.
Natrium peroksida (Na2O2): pemutih makanan.
Na-benzoat, zat pengawet makanan dalam kaleng, obat rematik.
Na-sitrat, zat anti beku darah.
Na-glutamat, penyedap masakan (vetsin).
Na-salsilat, obat antipiretik (penurun panas).

Senyawaan Kalium
Kalium oksida (KO2), digunakan sebagai konverter CO2 pada alat bantuan
pernafasan. Gas CO2 yang dihembuskan masuk kedalam alat dan bereaksi
dengan KO2 menghasilkan O2
Kalium klorida (KCl), pupuk, bahan pembuat logam kalium dan KOH
Kalium hidroksida (KOH), bahan pembuat sabun mandi, elektrolit batu
baterai batu alkali
Kalium bromida (KBr), obat penenang saraf (sedative), pembuat plat
potografi
KClO3, bahan korek api, mercon, zat peledak, ditambahkan pada garam
dapur sebagai sumber iodium sehingga dikenal sebagai garam beriodium.
K2CrO4, indicator dalam titrasi argentomeri
K2Cr2O7, zat pengoksidasi (oksidator)
KMnO4, zat pengoksidasi, zat desinfektan
Kalium nitrat (KNO3), bahan mesiu, bahan pembuat HNO3
K-sitrat, obat diuretik dan saluran kemih
K-hidrogentartrat, bahan pembuat kue (serbuk tartar).

1.4.1.2 Logam Alkali Tanah


1. Unsur-unsur Alkali Tanah dalam Bentuk Senyawanya
Berilium terdapat dalam bijih beril (Be3Al2(SiO3)6)
Magnesium sebagai dolomit (MgCO3.CaCO3), karnalit
(KCl.MgCl2.6H2O).
Kalsium sebagai CaCO3 pada batu kapur dan pualam, batu tahu/gipsum
(CaSO4.2H2O).

7|Bahan Logam dan Nonlogam


Stronsium sebagai stronsianit (SrCO3) dan galestin (SrSO4
Barium sebagai bijih barit (BaSO4).

2. Kegunaan Logam Alkali Tanah


a. Berilium
Campuran logam Berilium dengan logam lain digunakan mencegah
korosi logam.
Logam ini digunakan untuk membuat alloy tembaga dan nikel dengan
kekuatan yang tinggi.
Digunakan sebagai campuran bahan-bahan dari bagian-bagian
pesawat supersonic, hal ini karena berilium mempunyai sifat mengkilat,
kuat dan stabil.
Karena berilium murni mudah menghantarkan sinyal-sinyal elektronik
dan dilalui sinar x, maka digunakan sebagai jendela pada tabung sinar x.
Berilium dan oksidanya digunakan sebagai moderator pada reactor
nuklir, karena berilium mempunyai kecenderungan menangkap neutron.
Digunakan dalam pembuatan komputer, laser, televisi, dan alat-alat
oseanografi
Berilium, digunakan sebagai bahan logam campur untuk pegas, klip,
sambungan listrik, dan pembuatan tabung sinar X untuk reaktor atom.
Berilium digunakan sebagai agen aloy di dalam pembuatan tembaga
berilium (Be dapat menyerap panas yang banyak). Aloy tembaga-berilium
digunakan dalamberbagai kegunaan karena konduktivitas listrik dan
konduktivitas panas, kekuatantinggi dan kekerasan, sifat yang nonmagnetik,
dan juga tahan karat serta tahan fatig(logam). Kegunaan-kegunaan ini
termasuk pembuatan: elektroda pengelasan bintik, pegas, peralatan
elektronik tanpa bunga api dan penyambung listrik.
Karena ketegaran, ringan, dan kestabilan dimensi pada jangkauan suhu
yang lebar, alloy tembaga-berilium digunakan dalam industri angkasa-
antariksa dan pertahanan sebagai bahan penstrukturan ringan dalam
pesawat berkecepatan tinggi, peluru berpandu, kapal terbang, dan satelit
komunikasi.

8|Bahan Logam dan Nonlogam


Kepingan tipis berilium digunakan bersama pemindaian sinar-X untuk
menepis cahaya tampak dan memperbolehkan hanya sinaran X yang
terdeteksi.
Dalam bidang litografi sinar-X, berilium digunakan untuk pembuatan litar
bersepadu mikroskopik.
Karena penyerapan panas neutron yang rendah, industri tenaga nuklir
menggunakan logam ini dalam reaktor nuklir sebagai pemantul neutron dan
moderator.
Berilium digunakan dalam pembuatan giroskop, berbagai alat komputer,
pegas jam tangan dan peralatan yang memerlukan keringanan, ketegaran
dan kestabilan dimensi.
Berilium oksida sangat berguna dalam berbagai aplikasi yang memerlukan
konduktor panas yang baik, dan kekuatan serta kekerasan yang tinggi, dan
juga titik lebur yang tinggi, seterusnya bertindak sebagai perintang listrik.
Campuran berilium pernah pada satu ketika dahulu digunakan dalam lampu
floresen, tetapi penggunaan tersebut tak dilanjutkan lagi karena pekerja
yang terpapar terancam bahaya beriliosis.
b. Magnesium
Magnesium karbonat (MgCl2.6H2O) digunakan sebagai refaktor dan
bahan isolasi.
Magnesium Sitrat, digunakan sebagai bahan obat-obatan dan minuman
bersoda.
Magnesium Hidroksida, digunakan sebagai obat (laxative), dan digunakan
pada proses penyulingan gula.
Magnesium Sulfat, yang dikenal sebagai dengan garam inggris (Epsom
Salt) dan magnesium oksida (MgO), digunakan pada pembuatan kosmetik,
kertas dan obat cuci perut.
Campuran magnesium, aluminium dan baja digunakan pada bahan
pembuatan bagian-bagian pesawat, kaki atau tangan buatan, Vacuum
cleaner, alat-alat optic dan furniture.
Digunakan secara luas untuk konstruksi karena ringan.

9|Bahan Logam dan Nonlogam


Digunakan untuk membuat reagen Grignard.
Magnesium, digunakan sebagai bahan logam campuran dalam cluralumin (
Mg 0,5%, Cu 4 %, Mn 0,5 %, Al 95 % ) dan magnalinum (campuran Mg
dan Al yangringan dan tahan korosi).
Membuat kembang api dan lampu blitz.
Melapisi tanur dan pembakaran semen.
Bahan obat maag.
Untuk menghapus belerang dari besi dan baja.
Untuk memperbaiki titanium dalam proses Kroll.
Untuk photoengrave piring di industri percetakan.
Untuk menggabungkan di alloys, dimana logam ini sangat penting untuk
pesawatdan peluru konstruksi.
Dalam bentuk turnings atau kendali, untuk mempersiapkan Grignard
reagents,yang berguna dalam sintesis organik.
Alloying sebagai agen, meningkatkan mekanis, pemalsuan dan
weldingkarakteristik aluminium.
Sebagai tambahan agen di propellants konvensional dan produksi dalam
grafitnodular besi cor
c. Kalsium
Digunakan sebagai deoxidizer untuki tembaga, nikel dan stainless steel.
Campuran logam kalsium-timbal (lead-calsium) digunakan pada
akumulator.
Digunakan dalam pembuatan kapur, semen dan mortar.
Digunakan untuk membuat gigi, dan tulang atau rangka tiruan.
Kalsium hidroksida digunakan untuk uji keasaman gas karbon dioksida
Kalsium, digunakan sebagai elektrode, sebagai reduktor pada pengolahan
logam, danmembentuk proses pembekuan darah.
d. Stronsium
Digunakan pada pembuatan kembang api, petasan dan lampu jalan kereta
api.
Stronsium oksida digunakan pada proses pembuatan gula pasir.

10 | B a h a n L o g a m d a n N o n l o g a m
Isotop stronsium-85 digunakan untuk mendeteksi kanker tulang.
Isotop stronsium-90 digunakan sebagai senjata nuklir.
Stronsium, digunakan sebagai bahan pembuatan kembang api.
e. Barium
Logam barium digunakan sebagai pelapis konduktor listrik.
Barium sulfat digunakan dalam industry karet, cat dan linolium.
Barium nitrat digunakan untuk membuat petasan dan kembang api.
Digunakan untuk pengujian system gastroinstinal sinar X.
Barium, digunakan sebagai logam campuran ( Ba + Ni ) untuk membuat
tabung volume.
f. Radium
Digunakan untuk membuat cat berbahaya (luminous paint) yang
digunakan piringan jam, tombol pintu atau benda-benda lain agar
tampak berbahaya (berpijar) dalam kegelapan.
Penggunaan isotop radioaktif dalam kedokteran oleh Henri Danlos yang
menggunakan radium untuk pengobatan penyakit tubercolusis pada kulit
serta beberapa penyakit kanker.

1.4.1.3 Logam Transisi


1. Unsur- Unsur Logam Golongan Transisi
Unsur transisi dapat didefinisikan sebagai unsur-unsur yang memiliki
subkulit d atau subkulit f yang terisi sebagian. Unsur transisi tersebut terdiri dari
Sc (Scandium), Ti (Titanium), V (Vanadium), Cr (Krom), Mn (Mangan), Fe
(Besi), Co (Kobalt), Ni (Nikel), Cu (Tembaga) dan Zn (Seng). Semua unsur
transisi mempunyai sifat logam, hal ini terjadi karena unsur transisi memiliki lebih
banyak electrontiak berpasangan.

2. Sifat umum dari unsur transisi


Kebanyakan senyawaannya bersifat paramagnetik
Kebanyakan senyawaannya berwarna
Unsur transisi dapat membentuk senyawa kompleks
Pada umumnya, ionnya berwarna, kecuali Sc2+, Zn2+, dan Ti4+,

11 | B a h a n L o g a m d a n N o n l o g a m
Dapat membentuk ion kompleks sebagai atom pusat.
Memiliki ikatan logam yang sangat kuat
Bersifat katalis ( mempercepat reaksi ).
Titik didih dan titik leleh unsur transisi meningkat dari 1.541°C
(Skandium) sampai 1.890 °C (Vanadium), kemudian turun sampai 1.083 °C
(Tembaga) dan 420 °C (Seng).
Senyawa-senyawa unsur transisi mempunyai bilangan oksidasi lebih dari
satu. Adanya bilangan oksidasi lebih dari satu ini disebabkan mudahnya
melepaskan elektron valensi. Dengan demikian, energi ionisasi pertama,
kedua dan seterusnya memiliki harga yang relatif lebih kecil dibanding
unsur golongan utama.

3. Sumber dan Kegunaan


a. Skandium (Sc)
Sumber-sumber Skandium ternyata lebih banyak ditemukan di matahari
dan beberapa bintang lainnya (terbanyak ke-23) dibandingkan di bumi (terbanyak
ke-50. Warna biru pada beryl (satu jenis makhluk hidup laut) disebutkan karena
mengandung skandium. Unsur ini juga ditemukan dalam hasil sampingan setelah
ekstrasi tungsten dari Zinwald wolframite dan di dalam wiikite dan bazzite.
Produksi pertama 99% skandium metal murni diumumkan pada tahun 1960.
Skandium (Sc2O3) sekarang ini digunakan setiap tahun di Amerika untuk
memproduksi lampu intensitas tinggi, dan isotop radioaktif 46Sc digunakan
sebagi agen pelacak dalam kilang minyak mentah. Skandium ioda yang
ditambahkan ke lampu uap merkuri memberikan pancaran sinar mirip matahari
yang efisien, yang penting untuk penerangan ruangan atau TV bewarna malam
hari.

b. Titanium (Ti)
Sifat-sifat Titanium murni merupakan logam putih yang sangat bercahaya.
Ia memiliki berat jenis rendah, kekuatan yang bagus, mudah dibentuk dan
memiliki resistansi korosi yang baik. Jika logam ini tidak mengandung oksigen, ia

12 | B a h a n L o g a m d a n N o n l o g a m
ductile. Titanium merupakan satu-satunya logam yang terbakar dalam nitrogen
dan udara.

c. Vanadium (V)
Sumber Vanadium ditemukan dalam 65 mineral yang berbeda, di
antaranya karnotit, roskolit, vanadinit, dan patronit, yang merupakan sumber
logam yang sangat penting. Vanadium juga ditemukan dalam batuan fosfat dan
beberapa bijih besi, juga terdapat dalam minyak mentah sebagai senayawa
kompleks organik. Vanadium juga ditemukan dalam sedikit dalam batu meteor.
Kegunaan vanadium diantaranya yaitu:
Vanadium digunakan dalam memproduksi logam tahan karat dan peralatan
yang digunakan dalam kecepatan tinggi.
Vanadium juga digunakan untuk menghasilkan magnet superkonduktif
dengan medan magnet sebesar 175000 Gauss.
Sekitar 80% Vanadium yang sekarang dihasilkan, digunakan sebagai ferro
vanadium atau sebagai bahan tambahan baja.
Foil vanadium digunakan sebagai zat pengikat dalam melapisi titanium
pada baja. Vanadium petoksida digunakan dalam pembuatan keramik dan
sebagai katalis.
Vanadium karbida sangat penting dalam pembuatan baja.

d. Kromium (Cr)
Khrom adalah logam berwarna abu-abu, berkilau, keras sehingga
memerlukan proses pemolesan yang cukup tinggi. Sumber Bijih utama khrom
adalah khromit, yang ditemukan di Zimbabwe, Rusia, Selandia Baru, Turki, Iran,
Albania, Finlandia, Republik Demokrasi Madagaskar, dan Filipina. Logam ini
biasanya dihasilkan dengan mereduksi khrom oksida dengan aluminum.
Kegunaan logam ini yaitu:
Khrom digunakan untuk mengeraskan baja.
Pembuatan baja tahan karat dan membentuk banyak alloy (logam
campuran) yang berguna.

13 | B a h a n L o g a m d a n N o n l o g a m
Kebanyakan digunakan dalam proses pelapisan logam untuk menghasilkan
permukaan logam yang keras dan indah dan juga dapat mencegah korosi.
Khrom memberikan warna hijau emerald pada kaca.
Khrom juga luas digunakan sebagai katalis.

e. Mangan (Mn)
Sumber Mineral mangan tersebar secara luas dalam banyak bentuk;
oksida, silikat, karbonat adalah senyawa yang paling umum. Penemuan sejumlah
besar senyawa mangan di dasar lautan merupakan sumber mangan dengan
kandungan 24%. Kebanyakan senyawa mangan saat ini ditemukan di Rusia,
Brazil, Australia, Afrika sSelatan, Gabon, dan India. Sifat-sifat Mangan berwarna
putih keabu-abuan, dengan sifat yang keras tapi rapuh. Mangan sangat reaktif
secara kimiawi, dan terurai dengan air dingin perlahan-lahan.
Mangan digunakan untuk membentuk banyak alloy yang penting.
Dengan aluminum dan bismut, khususnya dengan sejumlah kecil tembaga,
membentuk alloy yang bersifat ferromagnetik.
Kegunaan Mangan diantaranya yait
Kegunaan Mangan dioksida (sebagai pirolusit) digunakan sebagai
depolariser dan sel kering baterai.
Menghilangkan warna hijau pada gelas yang disebabkan oleh pengotor
besi.
Dioksidanya berguna untuk pembuatan oksigen dan khlorin, dan dalam
pengeringan cat hitam.
Mangan sendiri memberi warna lembayung pada kaca.

f. Besi (Fe)
Besi merupakan unsur keempat yang berlimpah ditemukan di kerak bumi.
Bijih besi yang umum adalah hematit, yang sering terlihat sebagai pasir hitam
sepanjang pantai dan muara aliran. Kegunaan Besi adalah penyusun utama
kelangsungan makhluk hidup dan bekerja sebagai pembawa oksigen dalam
hemoglobin. Sifat-sifat Logam murni besi sangat reaktif secara kimiawi dan
mudah terkorosi, khususnya di udara yang lembab atau ketika terdapat

14 | B a h a n L o g a m d a n N o n l o g a m
peningkatan suhu. Besi bersifat keras, rapuh, dan umumnya mudah dicampur, dan
digunakan untuk menghasilkan alloy lainnya, termasuk baja. relatif murah, mudah
didapat, sangat berguna dan merupakan logam yang sangat penting.

Tabel Macam-Macam Logam Ferro

Nama Komposisi Sifat Penggunaan

Besi tuang Campuran besi dan karbon (4%) Rapuh, tidak dapat di Alas mesin, badan ragum,
tempa baik untuk dituand bagian-bagian mesin
sukar diles bubut, blok silinder, cincin
perak, meja datar

Besi tempa Campuran besi murni (99%) Dapat ditempa, liat, tidak Kait keran, landasan kerja
sedikit besi rongsokan dapat diruang plat, rantai jangkar

Baja lunak Campuran besi dan karbon (0,1%- Dapat ditempa, liat Mur, baut, pipa, sekrup
0,3%)

Baja karbon Campuran besi dan karbon (0,4%- Lebih kenyal Poros, rel baja, paron
sedang 0,6%)

Baja karbon tinggi Campuran besi dan karbon (0,7%- Dapat ditempa, dapat Perlengkapan mesin bubut,
1,5%) disepuh, mudah ditempa perlengkapan mesin frais,
kikir, gergaji, pahat, tap,
stempel

Baja cepat tinggi Baja karbon tinggi di tambah Rapuh, dapat disepuh, Mesin bubut, mesin frals,
(HSS-High speed nikel/ kobalt, khrom / tungken keras, dapat dimudakan, mesin bor, dll
steel) tahan suhu tinggi

15 | B a h a n L o g a m d a n N o n l o g a m
g. Kobalt (Co)
Sumber Kobal terdapat dalam mineral kobaltit, smaltit dan eritrit. Sering
terdapat bersamaan dengan nikel, perak, timbal, tembaga dan bijih besi, yang
mana umum didapatkan sebagai hasil samping produksi. Kobal juga terdapat
dalam meteorit. Bijih mineral kobal yang penting ditemukan di Zaire, Moroko,
dan Kanada. Sifat-sifat Kobal bersifat rapuh, logam keras, menyerupai
penampakan besi dan nikel. Kobal memiliki permeabilitas logam sekitar dua
pertiga daripada besi. Kobal cenderung terdapat sebagai campuran dua allotrop
pada kisaran suhu yang sangat lebar. Kegunaan
Kobal dicampur dengan besi, nikel, dan logam lainnya untuk membuat
Alnico, alloy dengan kekuatan magnet luar biasa untuk berbagai keperluan.
Alloy stellit, mengandung kobal, khrom, dan wolfram, yang bermanfaat
untuk peralatan berat, peralatan yang digunakan pada suhu tinggi, maupun
peralatan yang digunakan dengan kecepatan tinggi.
Garam kobal telah digunakan selama berabad-abad untuk menghasilkan
warna biru brilian yang permanen pada porselen, kaca, pot, keramik dan
lapis e-mail gigi.
Kobal juga digunakan untuk baja magnet dan tahan karat lainnya.

h. Nikel (Ni)
Deposit nikel ditemukan di Kaledonia Baru, Australia, Cuba, Indonesia.
Sifat-sifat Nikel berwarna putih keperak-perakan dengan pemolesan tingkat
tinggi. Bersifat keras, mudah ditempa, sedikit ferromagnetis, dan merupakan
konduktor yang agak baik terhadap panas dan listrik. Nikel tergolong dalam grup
logam besi-kobal, yang dapat menghasilkan alloy yang sangat berharga.
Kegunaan Nikel:
digunakan secara besar-besaran untuk pembuatan baja tahan karat.
baja nikel untuk melapisi senjata dan ruangan besi (deposit di bank).
nikel yang sangat halus digunakan sebagai katalis untuk menghidrogenasi
minyak sayur (menjadikannya padat).
Nikel juga digunakan dalam keramik, pembuatan magnet Alnico dan
baterai penyimpanan Edison.

16 | B a h a n L o g a m d a n N o n l o g a m
Nikel digunakan untuk membuat uang koin.

i. Tembaga (Cu)
Sifat-sifat Tembaga memiliki warna kemerah-merahan. Unsur ini sangat
mudah dibentuk, lunak, dan merupakan konduktor yang bagus untuk aliran
elektron (kedua setelah perak dalam hal ini). Sumber-sumber Tembaga kadang-
kadang ditemukan secara alami, seperti yang ditemukan dalam mineral-mineral
seperti cuprite, malachite, azurite, chalcopyrite, dan bornite. Deposit bijih
tembaga yang banyak ditemukan di AS, Chile, Zambia, Zaire, Peru, dan Kanada.
Bijih-bijih tembaga yang penting adalah sulfida, oxida-oxidanya, dan karbonat.
Kegunaan Industri elektrik merupakan konsumen terbesar unsur ini. Campuran
logam besi yang memakai tembaga seperti brass dan perunggu sangat penting.
Tembaga memiliki kegunaan yang luas sebagai racun pertanian dan sebagai
algisida dalam pemurnian air.

j. Seng (Zn)
Sumber Bijih-bijih seng yang utama adalah sphalerita (sulfida),
smithsonite (karbonat), calamine (silikat) dan franklinite (zine, manganese, besi
oksida). Satu metoda dalam mengambil unsur ini dari bijihnya adalah dengan cara
memanggang bijih seng untuk membentuk oksida dan mereduksi oksidanya
dengan arang atau karbon yang dilanjutkan dengan proses distilasi. Sifat-sifat
Seng memiliki warna putih kebiruan. Logam ini rapuh pada suhu biasa tetapi
mudah dibentuk pada 100-150 derajat Celcius.Unsur ini juga menunjukkan sifat
yang sangat mudah dibentuk (superplasticity). Senyawa ini memiliki sifat-sifat
kelistrikan, panas, optik dan solid-state yang unik tetapi belum sepenuhnya
dimengerti. Kegunaan Logam ini digunakan untuk membentuk berbagai campuran
logam dengan metal lain. Kuningan, perak nikel, perunggu, perak Jerman, solder
lunak dan solder aluminium.

17 | B a h a n L o g a m d a n N o n l o g a m
1.4.2 Nonlogam
Nonlogam adalah kelompok unsur kimia yang bersifat elektronegatif, yaitu
lebih mudah menarik elektron valensi dari atom lain dari pada
melepaskannya. Unsur-unsur yang termasuk dalam nonlogam adalah:
1. Halogen : Fluorine (F), Chlorine (Cl), Bromine (Br), Iodine (I), Astatine
(At), Ununseptium (Uus).
2. Gas mulia : Helium (H), Neon (Ne), Argon (Ar), Krypton (Kr), Xenon (Xe),
Radon (Rn), Ununoctium (Uuo).
3. Nonlogam lainnya : Hidrogen (H), Carbon (C), Nitrogen (N), Phosphorus
(F), Oxygen (O), Sulfur (B), Selenium (Se).

Sebagian besar nonlogam ditemukan pada bagian atas tabel periodik,


kecuali hidrogen yang terletak pada bagian kiri atas bersama logam alkali.
Walaupun hanya terdiri dari 20 unsur, dibandingkan dengan lebih dari 80 lebih
jenis logam, nonlogam merupakan penyusun sebagian besar isi bumi, terutama
lapisan luarnya. Pada tabel periodik, unsur-unsur di daerah perbatasan antara
logam dan nonlogam mempunyai sifat ganda. Misalnya unsur Boron (B) dan
Silikon (Si) merupakan unsur nonlogam yang memilki beberapa sifat logam yang
disebut unsur metaloid.

1.4.2.1 Halogen
1. Sifat Fisis Unsur-unsur Halogen

Sifat Flour Klor Brom Iodium Astatin


Massa atom 19 35,5 80 127 210
Jari-jari atom (A) 72 99 115 133 155
0
Titik leleh ( C) -220 -101 -7 -113 302
Titik didih (0C) -188 -35 59 183 337
Keelektronegatipan 4,1 2,8 2,8 2,5 2,2
Wujud gas gas cair padat Padat
Warna Kuning Hijau Merah ungu
muda kekuningan coklat

18 | B a h a n L o g a m d a n N o n l o g a m
2. Sifat Kimia Halogen
Unsur halogen selalu dalam bentuk molekul diatomik yang sangat reaktif
terhadap unsur logam maupun unsur nonlogam.
Dalam sistem periodik, semakin keatas, dalam satu golongan, akan semakin
mudah menangkap elektron. Karena itu unsur halogen merupakan oksidator
yang kuat.
Halogen merupakan unsur yang sangat elektronegatif, karena mempunyai 7
elektron valensi sehingga cenderung menarik elektron dan menjadi ion
negatif dalam rangka membentuk susunan elektron gas mulia.
Mempunyai bilangan oksidasi -1

3. Kegunaan Halogen dan Senyawanya


a. Fluorin (F)
Membuat senyawa CFC (CCl2F2) sebagai pendingin ruangan, lemari es,
dan mesin-mesin pendingin lainnya.
Garam fluorida (NaF) untuk mencegah kerusakan gigi pada pasta gigi
Hidrogen Fluorida (HF) untuk membuat tulisan/lukisan di atas kaca
(mengetsa)
Magnesium Fluorida (MgF2) digunakan dalam bidang optik, seperti
pembuatan lensa.
Lithium Fluorida (LiF) digunakan sebagai katode untuk PLED (LED
organik), sebagai reaktor nuklir, pendeteksi radiasi, dalam optik, dan
lelehan garam.
Berillium Fluorida (BeF2), dalam biokimia, ADP dan BeF2 akan mengikat
ATP
Asam flourida digunakan untuk mengukir ( mengetsa ) gelas.
Reaksi : CaSiO3 + 8HFH2SiF6 + CaF2 + 3H2O
Natrium heksafluoroksilikat ( Na2SiF6 ) digunakan untuk bahan campuran
pasta gigi.
Natrium fluorida ( NaF ) untuk mengawetkan kayu.

Teflon digunakan sebagai pada peralatan mesin.

19 | B a h a n L o g a m d a n N o n l o g a m
b. Klorin (Cl)
Membuat garam dapur NaCl
Klorinasi hidrokarbon untuk bahan baku industri plastik serta karet sintesis
Pembuatan tetraklormetana (CCl4) dan etil klorida (C2H5Cl) yang
digunakan untuk membuat TEL
Desinfektan (Cl2) dan kaporit (CaCl(OCl))
HCl untuk membersihkan permukaan logam dari karat
KCl sebagai pupuk
MgCl2 sebagai penghancur es
CaCl2 untuk menambah massa jenis zat padat yang bebas air garam
NH4Cl, sebagai bahan pembuatan kembang api dan obat batuk
ZnCl2 untuk membuat bom asap
BaCl2 untuk menguji ion sulfat
HClO4 untuk bahan bakar roket
HClO sebagai sanitizer aktif dalam penanganan air
NaClO sebagai pemutih
PbCl2 untuk memproduksi gelas infrared transmisi
Asam klorida ( HCl ) digunakan pada industri logam. Untuk mengekstrasi
logam tersebut.
Natrium klorida ( NaCl ) digunakan sebagai garam dapur.
Kalium klorida ( KCl ) sebagai pupuk tanaman.
Amoniumklorida ( NH4Cl ) sebagai bahan pengisi batu baterai.

c. Bromin (Br)
Untuk membuat etil bromida (C2H5Br) yang dicampurkan ke dalam bensin
bertimbel
AgBr sebagai bahan sensitif terhadap cahaya pada film fotografi
HBr untuk produksi bromida alkil
LiBr digunakan untuk pengondisian udara
NaBr sebagai desinfektan pada kolam renang
KBr untuk menahan resep-resep pengembangan hitam-putih pada fotografi

20 | B a h a n L o g a m d a n N o n l o g a m
MgBr2 sebagai katalis untuk beberapa reaksi
BaBr2 untuk pemurnian radium
NH4Br untuk fotografi

d. Iodin (I)
Asam Iodida (HI) untuk mensintesis NaI dan KI
KI untuk fotografi
NH4I untuk fotografi dan medis
Sebagai obat antiseptic mengidentifikasi amilum
Kalium Iodat( KIO3 )ditambahkan pada garam dapur
Iodoform( CHI3 )merupakan zat organic
Perak Iodida( AgI )digunakan dalam film fotografi.

1.4.2.2 Gas Mulia


1. Sifat-Sifat Umum
Tidak Berwarna, tidak berbau, tidak berasa, sedikit larut dalam air.
Mempunyai elektron valensi 8, dan khusus untuk Helium elektron valensinya 2,
Molekul-molekulnya terdiri atas satu atom (monoatom).

2. Sifat Fisis Gas Mulia


Gas Mulia Nomor Titik Leleh Titik Didih Energi Jari-jari
Atom (˚C) (˚C) Ionisasi Atom
(kJ/mol) (Angstrom)

He 2 -272,2 -268,9 2738 0,50

Ne 10 -248,7 -245,9 2088 0,65

Ar 18 -189,2 -185,7 1520 0,95

Kr 36 -156,6 -152,3 1356 1,10

Xe 54 -111,9 -107,1 1170 1,30

Rn 86 -71 -62 1040 1,45

21 | B a h a n L o g a m d a n N o n l o g a m
3. Kegunaan Gas Mulia
a. Helium (He)
Helium dapat digunakan sebagai pengisi balon udara.
Helium cair digunakan sebagai zat pendingin karena memiliki titik uap
yang sangat rendah.
Helium yang tidak reaktif digunakan sebagai pengganti nitrogen untuk
membuat udara buatan untuk penyelaman dasar laut. Para penyelam bekerja
pada tekanan tinggi. Jika digunakan campuran nitrogen dan oksigen untuk
membuat udara buatan, nitrogen yang terisap mudah terlarut dalam darah
dan dapat menimbulkan halusinasi pada penyelam. Oleh para penyelam,
keadaan ini disebut “pesona bawah laut”. Ketika penyelam kembali ke
permukaan, (tekanan atmosfer) gas nitrogen keluar dari darah dengan cepat.
Terbentuknya gelembung gas dalam darah dapat menimbulkan rasa sakit
atau kematian.
b. Argon (Ar)
Argon digunakan dalam las titanium pada pembuatan pesawat terbang atau
roket.
Argon juga digunakan dalam las stainless steel dan sebagai pengisi bola
lampu pijar karena argon tidak bereaksi dengan wolfram (tungsten) yang
panas.
c. Neon (Ne)
Neon dapat digunakan untuk pengisi bola lampu neon.
Neon digunakan juga sebagai zat pendingin indicator tegangan tinggi,
penangkal petir.
Untuk pengisi tabung-tabung televisi.
d. Kripton (Kr)
Kripton bersama argon digunakan sebagai pengisi lampu fluoresen
bertekanan rendah.
Krypton juga digunakan dalam lampu kilat untuk fotografi kecepatan tinggi

22 | B a h a n L o g a m d a n N o n l o g a m
e. Xenon (Xe)
Xenon dapat digunakan dalam pembuatan lampu untuk bakterisida
(pembunuh bakteri).
Xenon juga digunakan dalam pembuatan tabung elektron.
f. Radon (Rn)
Radon yang bersifat radioaktif digunakan dalam terapi kanker.
Namun demikian, jika radon terhisap dalam jumlah banyak, malah akan
menimbulkan kanker paru-paru.

1.4.2.3 Nonlogam Lainnya


1. Karbon (C)
a. Sifat fisika karbon

Sifat Keterangan
Titik leleh (C) 3500
Titik didih (C) 3930
Jari-jari 0,77
kovalen
Jari-jari ion 0,15
Warna (arang) Hitam

b. Sifat kimia karbon


Sangat tidak reaktif, jika bereaksi, tidak ada kecenderungan atom-atom
karbon kehilangan elektron-elektron terluar untuk membentuk ion C4+.
Beberapa reaksi unsur karbon diantaranya sebagai berikut.
Karbon ada yang membentuk senyawa organik dan ada juga yang
membentuk senyawa anorganik. Senyawa organik di antaranya senyawa
hidrokarbon, alkohol, aldehida, keton, ester,dan asam karboksilat, senyawa
karbon anorganik di anataranya oksida, karbida, karbonat, sulfida, dan
halida.

23 | B a h a n L o g a m d a n N o n l o g a m
Atom karbon mempunyai beberapa alotropi, yaitu bentuk struktur yang
berbeda dari suatu atom yang sama, antara lain grafit, intan, fuleren,
bulkyball, dan arang.
Karbon dalam bentuk senyawa H2CO3 dapat terionisasi (larut) di dalam
air.
Mempunyai energy ionisasi sebesar 11,3 kJ/mol.
Mempunyai nilai keelektrponegatifan sebesar 2,5.

2. Nitrogen (N)
a. Sifat fisika nitrogen

Sifat Keterangan
titik leleh (oC) -210
titik didih (oC) -196
jari-jari kovalen (A) 0,75
jari-jari ion (N3+) (A) 1,71
jari-jari ion (N5+) (A) 0,11
warna pada suhu kamar gas tidak berwarna

b. Sifat kimia nitrogen


Kurang reaktif, terlihat dari banyaknya proses di alam yang tidak
melibatkan nitrogen melainkan oksigen meskipun komposisi terbesar udara
adalah nitrogen (78%). Berikut beberapa reaksi nitrogen.
Dapat bertindak sebagai zat pengoksidasi (oksidator) dan zat pereduksi
(reduktor). Nitrogen sebagai oksidator mempunyai biloks -1, -2, dan -3,
sedangkan sebagai reduktor mempunyai biloks +1, +2, +3, +4, dan +5.
Biloks nitrogen yang paling umum adalah -3, +3, dan +5.
Mempunyai energi ionisasi sebesar 14,5 kJ/mol.
Mempunyai nilai keelektronegatifan sebesar 3,0.

24 | B a h a n L o g a m d a n N o n l o g a m
3. Oksigen
a. Sifat fisika oksigen

Sifat Keterangan
titik leleh (oC) -218,8
titik didih (oC) -183,0
jari-jari kovalen (A) 0,73
jari-jari ion (O2-) (A) 1,4
warna pada suhu gas tidak berwarna
kamar

b. Sifat kimia oksigen


Mempunyai elektron terluar sebanyak 6 elektron dengan biloks -2.
Mempunyai 2 alotrop, yaitu gas oksigen (O2) dan ozon (O3).
Mengalami reaksi oksidasi dengan sebagian besar unsur membentuk
senyawa oksida (contoh: Na2O), peroksida (contoh: Na2O2), superoksida
(contoh: NaO2), dan senyawa-senyawa karbon.
Mempunyai energi ionisasi sebesar 14,5 kJ/mol.
Mempunyai nilai keelektronegatifan sebesar 3,0.

1.4.3 Sifat Fisis Logam


Pada umumnya unsur logam mempunyai sifat fisis, antara lain:
1. Logam akan memantulkan sinar yang datang dengan panjang gelombang
dan frekuensi yang sama sehingga logam terlihat lebih mengkilat.
Contohnya, emas (Au), perak (Ag), besi (Fe), dan seng (Zn).
2. Logam dapat menghantarkan panas ketika dikenai sinar matahari, sehingga
logam akan sangat panas (terbakar). Energi panas diteruskan oleh elektron
sebagai akibat dari penambahan energi kinetik. Hal ini menyebabkan
elektron bergerak lebih cepat. Energi panas ditransferkan melintasi logam
yang diam melalui elektron yang bergerak.

25 | B a h a n L o g a m d a n N o n l o g a m
3. Logam juga dapat menghantarkan listrik karena elektronnya terdelokalisasi
bebas bergerak di seluruh bagian struktur atom. Tembaga (Cu) sering
dipakai dalam pembuatan kawat penghantar lisrik.
4. Meabilitas, yaitu kemampuan logam untuk ditempa atau diubah menjadi
bentuk lembaran. Sifat ini digunakan oleh pandai besi untuk membuat
sepatu kuda dari batangan logam. Duktilitas yaitu kemampuan logam
dirubah menjadi kawat dengan sifatnya yang mudah meregang jika ditarik.
Tembaga (Cu) dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan kawat.
5. Semua logam merupakan padatan pada suhu kamar dengan pengecualian
raksa atau merkuri (Hg) yang berupa cairan pada suhu kamar.
6. Semua logam bersifat keras, kecuali natrium (Na) dan kalium (Ca), yang
lunak dan dapat dipotong dengan pisau.
7. Umumnya logam memiliki kepadatan yang tinggi sehingga terasa berat jika
dibawa.
8. Logam juga dapat menimbulkan suara yang nyaring jika dipukul, sehingga
dapat digunakan dalam pembuatan bel atau lonceng.
9. Logam dapat ditarik magnet, sehingga logam disebut diamagnetik, misalnya
besi (Fe).

1.4.4 Sifat Fisis Nonlogam


Pada umumnya unsur nonlogam mempunyai sifat fisis, antara lain:
1. Nonlogam tidak dapat memantulkan sinar yang datang sehingga nonlogam
tidak terlihat mengkilat.
2. Nonlogam tidak dapat menghantarkan panas dan listrik sehingga disebut
sebagai isolator.
3. Nonlogam sangat rapuh sehingga tidak dapat ditarik menjadi kabel atau
ditempa menjadi lembaran.
4. Densitas atau kepadatannya pun relatif rendah sehingga terasa ringan jika
dibawa dan tidak bersifat diamagnetik (dapat ditarik magnet).
5. Nonlogam berupa padatan, cairan dan gas pada suhu kamar. Contohnya
padatan Carbon (C), cairan Bromin (Br) dan gas Hidrogen (H).

26 | B a h a n L o g a m d a n N o n l o g a m
1.4.5 Sifat Kimia Logam
Sifat-sifat kimia logam antara lain:
1 Logam memiliki energi ionisasi yang rendah, oleh karena itu logam
cenderung melepaskan elektronnya dengan mudah. Logam cenderung
melepaskan elektron daripada menangkap elektron untuk membentuk kation.
Logam berikatan dengan lainnya untuk mencapai stabil.
Contohnya, Na+ Mg2+ Al3+ .
2 Umumnya logam cenderung memiliki titik leleh, titik didih yang tinggi
karena kekuatan ikatan logam. Titik leleh menunjukkan kekerasan logam,
titik leleh yang tinggi artinya logamnya keras, sedangkan titik leleh rendah
artinya logamnya lemah. Semua logam memiliki titik leleh yang tinggi,
kecuali merkuri (Hg), cerium (Ce), galium (Ga), timah (Sn) dan timbal (Pb).
3 Logam memiliki 1 sampai 3 elektron dalam kulit terluar dari atom-atomnya.
4 Kebanyakan logam oksida yang larut dalam air bereaksi untuk
membentuk logam hidroksida. Contonya:
a. logam oksida + air  logam hidroksida
b. Na2O (s) + H2O (l)  2NaOH (aq)
c. CaO (s) + H2O (l)  Ca(OH)2 (aq)
5 Logam oksida bereaksi dengan asam membentuk garam dan air. Contohnya:
a. logam oksida + asam  garam + air
b. MgO (s) + 2HCl (aq)  MgCl 2 (aq) + H2O (l)
c. NiO (s) + H2SO4 (aq)  NiSO4 (aq) + H2O (l)

1.4.6 Sifat Kimia Nonlogam


Sifat-sifat kimia yang dimiliki unsur nonlogam antara lain:
1. Jika dilihat dari konfigurasi elektronnya, unsur-unsur nonlogam cenderung
menangkap elektron karena memiliki energi ionisasi yang besar untuk
membentuk anion. Contohnya, Cl- O2- N3- .
2. Umumnya unsur nonlogam memiliki titik leleh dan titik didih yang relatif
rendah jika dibandingkan dengan unsur logam.

27 | B a h a n L o g a m d a n N o n l o g a m
3. Nonlogam memiliki 4 sampai 8 elektron dalam kulit terluar dari atom-
atomnya.
4. Nonlogam yang bereaksi dengan logam akan membentuk garam.
a. nonlogam + logam  garam
b. 3Br 2 (l) + 2Al (s)  2AlBr 3 (s)
5. Kebanyakan nonlogam oksida yang larut dalam air akan bereaksi
membentuk asam. Contohnya:
a. nonlogam oksida + air  asam
b. CO2 (g) + H2O (l)  H2CO3 (aq)
6. Nonlogam dapat bereaksi dengan basa membentuk garam dan air.
a. nonlogam oksida + basa  garam + air
b. CO 2 (g) + 2NaOH (aq)  Na2CO3 (aq) + H2O (l)

1.4.7 Penggunaan Logam


Umumnya, logam bermanfaat bagi manusia, karena penggunaannya di
bidang industri, pertanian, dan kedokteran. Contohnya, merkuri yang digunakan
dalam proses klor alkali. Proses klor alkali merupakan proses elektrolisis yang
berperan penting dalam industri manufaktur dan pemurnian zat kimia. Beberapa
zat kimia yang dapat diperoleh dengan proses elektrolisis adalah natrium
(Na), kalsium(Ca), magnesium(Mg),aluminium(Al),tembaga, seng, perak, hidroge
n, klor, fluor, natrium hidroksida, kalium dikromat, dan kalium
permanganat. Proses elektrolisis larutan natrium klorida tersebut merupakan
proses klor alkali. Elektrolisis larutan NaCl menghasilkan natrium hidroksida di
katode (kutub positif) dan gas klor di anode (kutub negatif).

Pada industri angkasa luar dan profesi kedokteran dibutuhkan bahan yang
kuat, tahan karat, dan bersifat noniritin, seperti aloi titanium. Sebagian jenis logam
merupakan unsur penting karena dibutuhkan dalam berbagai
fungsi biokimiawi. Pada zaman dahulu, logam tertentu, seperti tembaga, besi,
dan timah digunakan untuk membuat peralatan, perlengkapan mesin, dan senjata.

28 | B a h a n L o g a m d a n N o n l o g a m
Secara umum logam mulia berarti logam-logam termasuk paduannya yang
biasa dijadikan perhiasan, antara lain emas, perak, perunggu dan platina. Logam-
logam tersebut memiliki warna yang bagus, tahan karat, lunak dan terdapat dalam
jumlah yang sedikit di alam, sehingga harganya mahal. Emas dan perak memiliki
sifat penghantar listrik yang sangat baik sehingga banyak dipakai untuk melapisi
konektor-konektor pada perangkat elektronik.

Kemampuan logam untuk meregang apabila ditarik disebut duktilitas.


Kemampuan logam meregang dan menghantarkan listrik dimanfaatkan untuk
membuat kawat atau kabel, contohnya tembaga. Kemampuan logam berubah
bentuk jika ditempa disebut maleabilitas. Kemampuan logam berubah bentuk jika
ditempa dimanfaatkan untuk membuat berbagai macam jenis barang, misalnya
golok, pisau, cangkul, dan lain-lain.

Sebagai konduktor panas yang baik, logam juga digunakan untuk


membuat panci. Logam bersifat kuat sehingga dapat digunakan untuk membangun
rangka bangunan dan jembatan. Logam juga dapat menimbulkan suara dering
yang nyaring jika dipukul, maka logam juga dapat digunakan dalam pembuatan
bel.

Logam berat adalah logam dengan massa jenis lima atau lebih, dengan
nomor atom 22 sampai dengan 92. Namun logam berat dianggap berbahaya bagi
kesehatan apabila terakumulasi secara berlebihan di dalam tubuh manusia.
Beberapa logam tersebut di antaranya bersifat
membangkitkan kanker (karsinogen). Demikian pula dengan bahan pangan
dengan kandungan logam berat tinggi dianggap tidak layak konsumsi.

Kasus-kasus pencemaran lingkungan menyebabkan banyak bahan pangan


mengandung logam berat berlebihan. Kasus yang populer adalah sindrom
Minamata, sebagai akibat akumulasi raksa (Hg) dalam tubuh ikan konsumsi. Di
Indonesia, pernah dilaporkan bahwa ikan-ikan di Teluk Jakarta juga memiliki
kandungan raksa (Hg) yang tinggi. Udang dari tambak Sidoarjo pun pernah
ditolak oleh importir dari Jepang karena dinilai memiliki

29 | B a h a n L o g a m d a n N o n l o g a m
kandungan Kadmium (Cd) dan Timbal (Pb) yang melebihi ambang batas. Diduga
logam-logam ini merupakan dampak buangan limbah industri di
sekitarnya. Kakao dari Indonesia juga pernah ditolak pada lelang internasional
karena dinilai memiliki kandungan Cd di atas ambang batas yang diizinkan. Cd
diduga berasal dari pupuk TSP yang diberikan pada tanaman di perkebunan.

1.4.8 Penggunaan Nonlogam


Belerang merupakan endapan gas belerang yang membatu. Terbentuknya
belerang karena aktifitas vulkanisme. Belerang (Su) ini banyak digunakan di
berbagai macam industri, misalnya: pupuk, kertas, cat, plastik, bahan sintetis,
pengolahan minyak bumi, industri karet dan ban, industri gula pasir, aki, industri
kimia, bahan peledak, pertenunan, film dan fotografi, industri logam dan besi
baja, bahan korek api, obat-obatan dan lain-lain.

Belerang atau sulfur ini tersebar di Pegunungan Ijen (Jawa Timur),


Dataran Tinggi Dieng (Jawa Tengah), dan Tangkuban Perahu (Jawa Barat). Fosfat
merupakan bahan endapan dari kotoran kelelawar dan burung. Fosfat terdapat di
daerah karst terutama di dalam gua-gua. Pemanfaatannya digunakan untuk bahan
utama pupuk fosfat. Tersebar di Bojonegoro (Jawa Timur), Ajibarang (Jawa
Tengah), dan Bogor (Jawa Barat).

Contoh dari carbon (C) adalah intan atau berlian. Intan dalam tingkatan
kekerasan batuan, merupakan batuan yang mempunyai tingkatan kekerasan paling
tinggi, sehingga intan bisa digunakan untuk mengiris kaca dan marmer. Intan
berasal dari endapan tumbuhan jenis pakis-pakisan yang telah mengalami proses
yang sangat panjang dan lama. Pemanfaatan utama intan ialah digunakan sebagai
perhiasan. Mineral intan tersebar di Martapura (Kalimantan Selatan),
Longiram (Kalimantan Timur), Sei Pinang (Kalimantan Tengah), dan Muara
Mengkiang (Kalimantan barat).

Karbon monoksida (CO) lebih dikenal karena sifatnya yang beracun


daripada kegunaannya. Gas ini dapat berikatan dengan haemoglobin dalam darah
sehingga menghalangi fungsi utama darah sebagai pengangkut oksigen. Gas CO

30 | B a h a n L o g a m d a n N o n l o g a m
tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. CO di udara berasal dari
pembakaran tak sempurna dalam mesin kendaraan bermotor dan industri.
Beberapa penggunaan CO adalah sebagai reduktor pada pengolahan logam,
sebagai bahan baku untuk membuat methanol dan merupakan komponen berbagai
jenis bahan bakar gas.

Gas CO2 tidak beracun, tetapi jika kadarnya terlalu besar (10-20%) dapat
membuat pingsan dan merusak sistem pernapasan. CO2 terbentuk pada
pembakaran bahan bakar yang mengandung karbon seperti batu bara, minyak
bumi, gas alam dan kayu. Gas ini juga dihasilkan pada pernapasan makhluk hidup.
Karbon dioksida komersial diperoleh dari pembakaran residu penyulingan minyak
bumi.

Dalam jumlah besar juga diperoleh sebagai hasil samping produksi urea
dan pembuatan alkohol dari proses peragian. Beberapa penggunaan komersial
karbon dioksida adalah karbon dioksida padat yang disebut es kering digunakan
sebagai pendingin, untuk memadamkan kebakaran dan untuk membuat minuman
ringan.

1.5 RANGKUMAN
1. Sifat fisis logam yaitu memantulkan sinar yang datang, mengkilat, dapat
menghantarkan panas, dapat menghantarkan listrik, meabilitas atau dapat
ditempa, semua logam merupakan padatan pada suhu kamar dengan
pengecualian raksa atau merkuri (Hg) yang berupa cairan pada suhu kamar,
bersifat keras kecuali natrium (Na) dan kalium (Ca), memiliki kepadatan
yang tinggi sehingga terasa berat jika dibawa, dapat menimbulkan suara
yang nyaring jika dipukul, logam dapat ditarik magnet (diamagnetik),
misalnya besi (Fe).
2. Sifat fisis nonlogam yaitu tidak dapat memantulkan sinar yang datang, tidak
terlihat mengkilat, tidak dapat menghantarkan panas dan listrik ( isolator),
sangat rapuh, densitas atau kepadatannya relatif rendah, tidak bersifat
diamagnetik (dapat ditarik magnet) dan berupa padatan, cairan dan gas pada

31 | B a h a n L o g a m d a n N o n l o g a m
suhu kamar. Contohnya padatan Carbon (C), cairan Bromin (Br) dan gas
Hidrogen (H).
3. Sifat kimia logam yaitu memiliki energi ionisasi yang rendah
contohnya Na+ Mg2+ Al3+ . Umumnya logam cenderung memiliki
titik leleh dan titik didih yang tinggi. Semua logam memiliki titik leleh yang
tinggi kecuali merkuri (Hg), cerium (Ce), galium (Ga), timah (Sn) dan
timbal (Pb). Logam memiliki 1 sampai 3 elektron dalam kulit terluar dari
atom-atomnya. Kebanyakan logam oksida yang larut dalam air bereaksi
untuk membentuk logam hidroksida. Contonya:
a. logam oksida + air  logam hidroksida
b. Na2O (s) + H2O (l)  2NaOH (aq)
c. CaO (s) + H2O (l)  Ca(OH)2 (aq)
Logam oksida bereaksi dengan asam membentuk garam dan air. Contohnya:
a. logam oksida + asam  garam + air
b. MgO (s) + 2HCl (aq)  MgCl 2 (aq) + H2O (l)
c. NiO (s) + H2SO4 (aq)  NiSO4 (aq) + H2O (l)
4. Sifat kimia nonlogamn yaitu jika dilihat dari konfigurasi elektronnya, unsur-
unsur nonlogam cenderung menangkap elektron karena memiliki energi
ionisasi yang besar untuk membentuk anion. Contohnya, Cl- O2- N3- .
Umumnya unsur nonlogam memiliki titik leleh dan titik didih yang relatif
rendah jika dibandingkan dengan unsur logam. Nonlogam memiliki 4
sampai 8 elektron dalam kulit terluar dari atom-atomnya. Nonlogam yang
bereaksi dengan logam akan membentuk garam.
a. nonlogam + logam  garam
b. 3Br 2 (l) + 2Al (s)  2AlBr 3 (s)
Kebanyakan nonlogam oksida yang larut dalam air akan bereaksi
membentuk asam. Contohnya:
a. nonlogam oksida + air  asam
b. CO2 (g) + H2O (l)  H2CO3 (aq)
Nonlogam dapat bereaksi dengan basa membentuk garam dan air.
a. nonlogam oksida + basa  garam + air

32 | B a h a n L o g a m d a n N o n l o g a m
b. CO 2 (g) + 2NaOH (aq)  Na2CO3 (aq) + H2O (l)
5. Natrium merupakan salah satu logam alkali yang dimanfaatkan untuk
pembuatan lampu. Lampu ini dikenal dengan nama lampu natrium. Lampu
natrium umumnya digunakan sebagai lampu penerangan dijalan-jalan raya.
Lampu natrium ditandai dengan warna kuning cemerlang yang mampu
menembusi kabut. Dibanding logam murninya, senyawa-senyawa yang
dibentuk dari logam alkali lebih banyak dimanfaatkan

1.6 PERTANYAAN
1. Apa pengertian biji besi berikan contoh dan jelaskan!
2. Apa pengertian Halogen, gas mulia, dan isolator!
3. Coba jelaskan mengapa logam bisa menghantarkan panas dan mengapa non
logam tidak bisa menghantarkan panas!

1.7 MODEL JAWABAN


1. Biji atau bijih besi adalah cebakan yang digunakan untuk membuat besi
gubal. Biji besi terdiri atas oksigen dan atom besi yang berikatan bersama
dalam molekul. Bijih besi biasanya kaya akan besi oksida dan beragam
dalam hal warna, dari kelabu tua, kuning muda, ungu tua, hingga merah
karat. Contoh: magnetit (Fe3O4), hematit (Fe2O3), goethit, limonit atau
siderit.
2. Gas mulia adalah unsur-unsur golongan VIIIA (18) dalam tabel periodik.
Disebut mulia karena unsur-unsur ini sangat stabil (sangat sukar bereaksi).
Tidak ditemukan satupun senyawa alami dari gas mulia. Gas mulia
diantaranya yaitu: : He, Ne, Ar, Kr, Xe
Halogen adalah kelompok unsur kimia yang berada pada golongan 17 (VII
atau VIIA pada sistem lama) di tabel periodik. Kelompok ini terdiri dari:
fluor (F), klor (Cl), brom (Br), yodium (I), astatin (At), dan unsur
ununseptium (Uus) yang belum ditemukan. Halogen menandakan unsur-
unsur yang menghasilkan garam jika bereaksi dengan logam. Halogen
menandakan unsur-unsur yang menghasilkan garam jika bereaksi dengan

33 | B a h a n L o g a m d a n N o n l o g a m
logam. Istilah ini berasal dari istilah ilmiah bahasa Perancis dari abad ke-18
yang diadaptasi dari bahasa Yunani
Isolator adalah suatu benda yang tidak dapat menghantarkan arus listrik
3. Logam bisa menghantarkan panas karena logam merupakan suatu bahan
yang mudah menyerap panas dan menghantarkannya dan bersifat konduktor
sedangkan non logam sukar menghantarkan panas karena sifatnya isolator.

34 | B a h a n L o g a m d a n N o n l o g a m