Anda di halaman 1dari 16

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

KETIDAKBERDAYAAN
DI RUANG POLI GERONTIK RS DR SOETOMO

Disusun oleh :
Kelompok 3 C4B Gerontik Profesi Ners
1. Soraya Salma Rahmadita
2. Ria Restu Resmi Rahayu
3. Thaliah Jihan Nabilah
4. Savira Oktaviana
5. Wahyu Dwi Septi

PROGRAM PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
KETIDAKBERDAYAAN
DI RUANG POLI GERONTIK RS DR SOETOMO

Topik : Ketidakberdayaan
Sub Topik : a. Pengertian Ketidakberdayaan
b. Penyebab Ketidakberdayaan
c. Manifestasi Klinis Pasien dengan Ketidakberdayaan
d. Cara Merawat Pasien dengan Ketidakberdayaan
Hari/Tanggal : Jum’at/ 7 Desember 2018
Waktu : 08.00 WIB
Media : leaflet dan slide power point
Sasaran : Pasien dan Keluarga Pasien Poli Gerontik RS DR SOETOMO

I. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah mendapat penyuluhan selama 30 menit, pasien dan
keluarga dapat menambah wawasan tentang Ketidakberdayaan dan
dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat
menurunkan resiko lain akibat ketidakberdayaan
2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit pasien dan keluarga
mampu :
1) Meningkatkan pengetahuan tentang pengertian
Ketidakberdayaan
2) Meningkatkan pengetahuan tentang penyebab Ketidakberdayaan
3) Meningkatkan pengetahuan tentang Manifestasi Klinis
Ketidakberdayaan
4) Meningkatkan pengetahuan tentang Cara Merawat Pasien
dengan Ketidakberdayaan
II. Sasaran
Peserta dalam penyuluhan ini adalah pasien dan keluarga di Ruang
Rawat Jalan Poli Gerontik RS Dr Soetomo

III. Materi
Terlampir

IV. Metode
1. Ceramah
2. Diskusi dan Tanya Jawab

V. Media
1. Leaflet
2. Power Point

VI. Pengorganisasian
1. Pembimbing Akademik : Silvia DW, S.Kep.,Ns.,M.Kep
2. Pembimbing Klinik :
3. Penyaji : Savira Octaviana
4. Moderator : Thali’ah Jihan Nabilah
5. Notulen : Ria Restu Resmi Rahayu
6. Observer : Wahyu Dwi Septi
7. Fasilitator : Soraya Salma Rahmadita
8. Peserta :Pasien dan keluarga di
Ruang Rawat Jalan Poli Gerontik RS
Dr Soetomo
VII. Setting Tempat

LCD

Keterangan :

Penyaji
Pembimbing
Akademik Fasilitator

Moderator Peserta

Observer Notulen
VIII. Pelaksanaan Penyuluhan

No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta


1. 3 Menit Pembukaan :
1. Menguca 1) Menjawab salam
2) Mengenal tim penyuluh
pkan salam
3) Mengetahui kontrak
2. Memperk
waktu penyuluhan
enalkan diri 4) Mengerti tujuan dari
3. Menjelas penyuluhan
kan kontrak waktu 5) Mengetahui poin-poin
4. Menjelas yang akan disampaikan
kan tujuan dari penyuluhan
5. Menyebut
kan materi penyuluhan yang akan
diberikan
2. 15 Menit Pelaksanaan :
Mengkaji pengetahuan peserta tentang 1) Mendengarkan dan
memperhatikan materi
Ketidakberdayaan
Menjelaskan materi tentang :
a. Pengertian Ketidakberdayaan
b. Penyebab Ketidakberdayaan
c. Manifestasi Klinis
Ketidakberdayaan
d. Cara Merawat Pasien dengan
Ketidakberdayaan

Pembagian Leaflet

3. 10 menit Diskusi atau tanya jawab dan evaluasi :


1) Mengajukan
1) Memberikan kesempatan pada
pertanyaan
peserta untuk bertanya kemudian
2) Menanggapi jawaban
didiskusikan bersama 3) Menjawab pertanyaan
2) Menanyakan kepada peserta tentang
materi yang telah diberikan
3) Memberikan reinforcement kepada
peserta bila dapat menjawab dan
menjelaskan kembali pertanyaan
atau materi yang telah disampaikan
4. 2 Menit Terminasi :
1) Mengucapkan terimakasih 1) Mendengarkan dan
kepada peserta membalas salam
2) Mengucapkan salam penutup

IX. Evaluasi
1. Kriteria Struktur
a. Peserta yang hadir minimal 8 orang
b. Pembuatan Susunan Acara penyuluhan (SAP), leaflet dikerjakan
maksimal sehari sebelum acara dilaksanakan
c. Penentuan tempat yang akan digunakan dalam penyuluhan
d. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan
sebelum dan saat penyuluhan dilaksanakan
e. Kontrak waktu dan tempat diberikan pada satu hari sebelum
acara dilaksanakan
2. Kriteria Proses
a. Peserta antusias dan aktif bertanya selama materi penyuluhan
b. Peserta mendengarkan dan memperhatikan penyuluhan dari
awal sampai akhir
c. Pengorganisasian berjalan sesuai dengan job description yang
sudah dibuat dalam SAP
d. Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan SAP yang telah dibuat
3. Kriteria Hasil
a. Acara dimulai tepat waktu tanpa kendala
b. Peserta mengikuti kegiatan sesuai dengan aturan yang telah
dijelaskan
c. Peserta terbukti memahami materi yang telah disampaikan
penyuluh dilihat dari kemampuan menjawab pertanyaan
penyuluhan dengan benar
LAMPIRAN
MATERI PENYULUHAN

A. Definisi Ketidakberdayaan
Ketidakberdayaan adalah suatu hal yang dapat diklasifikasikan dalam
persepsi subjektif dan dapat diamati secara objektif yang menunjukan merasa
kurang dapat mengontrol keadaan atau perasaan bahwa sesuatu yang dilakukan
tidak dapat mempengaruhi hasil (Dryer, 2007). Carpenito& Moyet (2009)
menyebutkan bahwa ketidakberdayaan merupakan keadaan kehilangan kontrol
personal terhadap kejadian atau situasi yang mempengaruhi tujuan dan gaya
hidup. Sedangkan, menurut Doenges (2008) ketidakberdayaan dapat diartikan
sebagai persepsi yang menyatakan bahwa apa yang dilakukan tidak memiliki
efek signifikan terhadap hasil atau keadaan kehilangan kontrol terhadap situasi
atau kejadian yang terjadi.
Ketidakberdayaan adalah persepsi seseorang bahwa tindakannya tidak
akan mempengaruhi hasil secara bermakna dengan maksud bahwa suatu
keadaan dimana individu kurang dapat mengendalikan kondisi tertentu atau
kegiatan yang baru dirasakan (NANDA, 2017).
Jadi dapat disimpulkan bahwa ketidakberdayaan merupakan persepsi
individu yang memandang bahwa dirinya tidak dapat melakukan sesuatu yang
signifikan atau tidak dapat merubah terhadap suatu keadaan.
B. Tanda dan Gejala
Tanda dan gejala (Capernito, 2009):
1. Mengungkapkan dengan kata-kata bahwa tidak mempunyai
kemampuan mengendalikan atau mempengaruhi situasi.
2. Mengungkapkan tidak dapat menghasilkan sesuatu.
3. Mengungkapkan ketidakpuasan dan frustasi terhadap ketidakmampuan
untuk melakukan tugas atau aktivitas sebelumnya.
4. Mengungkapkan keragu-raguan terhadap penampilan peran.
5. Mengatakan ketidakmampuan perawatan diri.
6. Menunjukkan perilaku ketidakmampuan untuk mencari informasi
tentang perawatan.
7. Tidak berpartisipasi dalam pengambilan keputusan saat diberikan
kesempatan.
8. Enggan mengungkapkan perasaan sebenarnya.
9. Ketergantungan terhadap orang lain yang dapat mengakibatkan
iritabilitas, ketidaksukaan, marah dan rasa bersalah.
10. Gagal mempertahankan ide atau pendapat yang berkaitan dengan
orang lain ketika mendapat perlawanan.
11. Apatis dan pasif.
12. Ekspresi muka murung.
13. Bicara dan gerakan lambat.
14. Tidur berlebihan.
15. Nafsu makan tidak ada atau berlebihan.
16. Menghindari orang lain.

C. Etiologi
1. Kemungkinan etiologi:
a) Disfungsi proses berduka
b) Kurangnya umpan balik positif
c) Umpan balik negatif yang konsisten
2. Faktor yang berhubungan:
a) Patofisiologis
Setiap proses penyakit, baik akut maupun kronik dapat
menyebabkan ketidakberdayaan atau berperan menyebabkan
ketidakberdayaan.
Beberapa sumber umum antara lain:
1) Berhubungan dengan ketidakmampuan berkomunikasi,
sekunder akibat trauma servikal, infark miokard dan nyeri.
2) Berhubungan dengan ketidakmampuan menjalani tanggung
jawab peran, sekunder akibat pembedahan, trauma dan artritis.
3) Berhubungan dengan proses penyakit yang melemahkan,
sekunder akibat sklerosis multiple dan kanker terminal.
4) Berhubungan dengan penyalahgunaan zat.
5) Berhubungan dengan distorsi kognitif, sekunder akibat depresi.
b) Situasional (personal dan lingkungan)
1) Berhubungan dengan perubahan status kuratif menjadi paliatif
2) Berhubungan dengan perasaan kehilangan kontrol dan
pembatasan gaya hidup
3) Berhubungan dengan karakteristik personal yang sangat
mengontrol nilai
4) Berhubungan dengan pola makan yang berlebihan
5) Berhubungan dengan pengaruh pembatasan rumah sakit atau
lembaga
6) Berhubungan dengan gaya hidup berupa ketidakmampuan
7) Berhubungan dengan rasa takut akibat penolakan
8) Berhubungan dengan kebutuhan yang tidak terpenuhi
9) Berhubungan dengan umpan balik negatif yang terus menerus
10) Berhubungan denga kurangnya pengetahuan
11) Berhubungan dengan mekenisme koping yang tidak adekuat
c) Maturasional
1) Anak remaja : Berhubungan dengan masalah pengasuhan
anak
2) Dewasa : Berhubungan dengan peristiwa kehilangan
lebih dari
satu kali, sekunder akibat penuaan
(misalnya pensiun, defisit sensori, defisit
motorik, uang dan orang terdekat)
D. Intervensi Keparawatan
Ketidakberdayaan dapat diatasi dengan memberikan intervensi secara
kontinyu. Dochterman & Bulecheck (2004 dalam Dryer, 2007) menyebutkan
bahwa salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk mengurangi
ketidakberdayaan adalah dengan membantu klien meningkatkan harga diri.
Salah satu tindakan yang dapat dilakukan adalah dengan mengungkapkan
perkataan yang mengandung pujian. Dryer (2007) juga menyatakan bahwa
tindakan lain yang dapat dilakukan adalah bantu klien menentukan tujuan
realistis yang dapat dicapai klien serta menerima diri yang membutuhkan
bantuan orang lain.
Menurut Carpenito (2008) untuk mengatasi ketidakberdayaan pasien,
maka dilakukan intervensi generalis. Beberapa intervensi yang dapat dilakukan
diantaranya:
1 Melakukan pengkajian faktor penyebab dan faktor yang berkontribusi
terhadap munculnya ketidakberdayaann. Kurang pengetahuan, riwayat
koping inadekuat, ketidaktepatan pengambilan keputusan
2 Jika memungkinkan, hilangkan faktor-faktor tersebut. Cara untuk
menghilangkan faktor-faktor tersebut adalah dengan meningkatkan
komunikasi, jelaskan semua peraturan, prosedur dan pilihan untuk
klien, luangkan waktu 10 hingga 15 menit untuk berkomunikasi dengan
klien, menjadi pendengar aktif bagi klien dan keluarga.
3 Memberi kesempatan pada klien untuk mengontrol ketidakberdayaan,
yaitu izinkan klien memanipulasi lingkungan sekitarnya jika dirumah
sakit klien disarankan untuk membawa barang pribadi dari rumah,
diskusikan rencana harian klien dan biarkan klien melaksanakannya,
tingkatkan kesempatan klien mengambil keputusan, berikan
kesempatan klien dan keluarga mengungkapkan perasaannya, buat
tujuan jangka pendek yang realistik bagi klien, berikan pujian, biarkan
hal positif yang klien miliki menjadi fokus perhatian serta berikan klien
kesempatan untuk mengetahui hasil dari kegiatannya.
Standar Asuhan Keperawatan Diagnosis Fisik dan Psikososial (2012)
yang disusun oleh Tim Spesialis Keperawatan Jiwa menjelaskan bahwa
terdapat dua intervensi ners yang dapat dilakukan untuk klien dengan
ketidakberdayaan. Intervensi pertama untuk pasien yaitu pengkajian
ketidakberdayaan dan latihan berpikir positif. Kedua, evaluasi
ketidakberdayaan, manfaat mengembangkan harapan positif (afirmasi) dan
latihan mengontrol perasaan ketidakberdayaan.
Selain klien, perawat juga hendaknya melakukan intervensi keluarga.
Intervensi keluarga yang dapat dilakukan adalah memberikan penjelasan
mengenai kondisi klien dan cara merawat, serta melakukan evaluasi terhadap
peran tersebut. Tindakan keperawatan ners dengan mengkaji perasaan
ketidakberdayaan, melatih berpikir positif dan mengembangkan harapan
terbukti dapat menurunkaN ketidakberdayaan yang dialami klien.
E. Peran Keluarga
1) Keluarga dapat membantu lansia untuk meningkatkan harga dirinya
dengan sering memberikan pujian kepada lansia
2) Keluarga dapat membantu lansia untuk dapat menentukan tujuan secara
realistis
3) Keluarga dapat membantu lansia untuk menerima kondisi dirinya serta
menerima bantuan dari orang lain
4) Keluarga dapat memberikan harapan dan motivasi yang positif pada lansia
5) Keluarga dapat memotivasi lansia untuk mandiri dalam kegiatan sehari-
hari
F. Cara Merawat
a. Motivasi untuk mengungkapkan perasaannya
b. Dorong untuk bertanggung jawab terhadap perawatan diri
c. Bantu untuk mengidentfikasi kekuatan diri dan aspek positif yang dimiliki
d. Bantu klien agar mandiri dalam melakukan kegiatan sehari-hari
DAFTAR PUSTAKA
Herdman, T.H. & Kamitsuru, S. 2014. NANDA International Nursing Diagnoses:
Definitions & Classification, 2015–2017. 10nd ed. Oxford: Wiley
Blackwell.
Carpenito, LJ. 2009. Diagnosis Keperawatan Aplikasi Pada Praktik Klinis.
Dialihbahasakan oleh Kadar KS. Jakarta: EGC.
Doenges, M., (2009). Nursing Care Plans, Guidlance For Individuaizing Pastient
Care, 8th Ed. Philadelphia : F. A. Davis
Dryer, D. E. (2007) the phenomenon of powerlessness in the eldery. The Ruth &
Tes Braun Award For Writing Exellence At Saginaw Valley University
LEMBAR OBSERVASI PELAKSANAAN
PKRS KETIDAKBERDAYAAN
MAHASISWA PROGRAM PROFESI NERS
ANGKATAN 2014
FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS AIRLANGGA
DI RUANG RAWAT JALAN POLI GERONTIK RS DR SOETOMO

Kriteria Struktur Kriteria Proses Kriteria Hasil


1) Peserta yang hadir dalam Pembukaan: 1) Acara dimulai tepat
kegiatan minimal 10 orang 1) Mengucapkan salam waktu tanpa kendala
2) Pembuatan Susunan Acara 2) Memperkenalkan diri
3) Menjelaskan kontrak
penyuluhan (SAP), leaflet
2) Peserta mengikuti
waktu
dikerjakan maksimal sehari
4) Menjelaskan tujuan dari kegiatan sesuai dengan
sebelum acara dilaksanakan
penyuluhan aturan yang telah
3) Penentuan tempat yang akan
5) Menyebutkan materi
dijelaskan
digunakan dalam penyuluhan
penyuluhan yang akan
4) Pengorganisasian 3) Peserta terbukti
diberikan
penyelenggaraan penyuluhan memahami materi
6) Menyebarkan leaflet
dilakukan sebelum dan saat yang telah
kepada peserta
penyuluhan dilaksanakan disampaikan penyuluh
5) Kontrak waktu dan tempat
dilihat dari keaktifan
Pelaksanaan:
diberikan pada satu hari
dan pertanyaan yang
Mengkaji pengetahuan peserta
sebelum acara dilaksanakan
dapat dijawab selama
tentang Ketidakberdayaan
diskusi dengan
Menjelaskan materi tentang :
fasilitator
a. Pengertian
Ketidakberdayaan
b. Penyebab
Ketidakberdayaan
c. Manifestasi Klinis
Ketidakberdayaan
d. Pemeriksaan
Penunjang
Ketidakberdayaan
e. Komplikasi
Ketidakberdayaan
f. Penatalaksanaan
Ketidakberdayaan
g. Pencegahan
Ketidakberdayaan
Membagikan leaflet
DAFTAR HADIR PESERTA
PKRS KETIDAKBERDAYAAN
MAHASISWA PROGRAM PROFESI NERS
ANGKATAN 2014
FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS AIRLANGGA
DI RUANG RAWAT JALAN POLI GERONTIK RS DR SOETOMO

No. NAMA ALAMAT TTD


1. 1.
2. 2.
3. 3.
4. 4.
5. 5.
6. 6.
7. 7.
8. 8.
9. 9.
10. 10.
11. 11.
12. 12.
13. 13.
14. 14.
15. 15.
16. 16.
17 17.
18. 18.
19. 19.
20. 20.
21. 21.
22. 22.
23. 23.
24. 24.
25. 25.
26. 26.
27. 27.
28. 28.
29. 29.
30. 30.
31. 31.
32. 32.
33. 33.
34. 34.
35. 35.
36. 36.
37. 37.
38. 38.
39. 39.
40. 40.
41. 41.
42. 42.
43. 43.
44. 44.
45. 45.
46. 46.
47. 47.
48. 48.
49. 49.
50. 50.
DAFTAR PERTANYAAN
PKRS KETIDAKBERDAYAAN
MAHASISWA PROGRAM PROFESI NERS
ANGKATAN 2014
FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS AIRLANGGA
DI RUANG RAWAT JALAN POLI GERONTIK RS DR SOETOMO
No. NAMA PERTANYAAN JAWABAN