Anda di halaman 1dari 7

SAP (SATUAN ACARA PENYULUHAN)

PADA LANSIA DENGAN GANGGUAN PENDENGARA

Disusun Oleh
Kelompok 3
1. Adita Choiri F (01)
2. Acmad Fajar T (02)
3. Anang Ma’ruf F (03)
4. Andi Sudiana (04)
5. Anisa Ayu P (05)
6. Arif Candra (09)
7. Dina Ynisinta (16)
8. Kiki Rizki Pradita (28)
9. Novia Dewi Lestari (32)
10. Puput Irma S (35)
11. Risky Marha Kusuma (37)
12. Rachmani Ridhawati (36)
13. Silvia Rahayu S (40)
14. Vicky Khisnia (43)
Kelas 3D

AKADEMI KEPERAWATAN NOTOKUSUMO


YOGYAKARTA
2007

SATUAN ACARA PENYULUHAN


PRESBIAKUSIS

Topik :Presbiakusis
Sub Topik :Teknik Berkomunikasi Pada Lansia dengan Gangguan Pendengaran
Hari/Tanggal : Minggu, 10 April 2017
Pukul : 09.00 WIB
Waktu : 30 Menit
Tempat: Balai Desa Bener
Peserta : Warga kelurahan RW 01

A. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan masyarakat kelurahan rw 01 dapat
mengetahui teknik berkomunikasi yang baik dan benar terhadap lansia dengan
gangguan pendengaran.

B. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit warga RW 01 mampu :
1. Menjelaskan pengertian Presbiakusis
2. Menjelaskan tentang penyebab Presbiakusis
3. Menjelaskan tentang tanda dan gejala Presbiakusis
4. Menjelaskan penatalaksanaan Presbiakusis
5. Menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum berkomunikasi
pada lansia dengan gangguan pendengaran
6. Menjelaskan tehnik-tehnik komunikasi pada lansia dengan gangguan
pendengaran

C. Pengorganisasian
1. Moderator :
2. Penyaji :
3. Fasilitator :
4. Obsevator :

D. Uraian Tugas
1. Moderator
a. Membuka Acara
b. Memperkenalkan pembimbing dan anggota kelompok
c. Menjelaskan tujuan penyuluhan
d. Membuat kontrak waktu
2. Penyaji
a. Menyajikan isi penyuluhan
b. Memberi reinforcement positif
c. Meyimpulkan kegiatan
d. Mengevaluasi materi penyuluhan
3. Fasilitator
a. Memfasilitasi audiens yang kurang aktif
b. Mampu memotivasi audiens untuk kesuksesan acara
c. Mengatasi masalah yang mungkin timbul selama kegiatan
4. Observator

E. Jadwal Kegiatan

No Tahapan waktu Kegiatan pembelajaran Kegiatan peserta

1. Mengucapkan salam
1 Pembukaan 2. Memperkenalkan diri 1. Menjawab salam
(5 menit) 2. Mendengarkan dan
3. Kontrak waktu memperhatikan
4. Menjelaskan 3. Menyetujui
tujuan pembelajaran 4. Mendengarkan dan
5. Apersepsi konsep memperhatikan
Presbikusis 5. Mendengarkan dan
memperhatikan

2 Kegiatan Inti 1. Menjelaskan tentang 1. Mendengarkan dan


( 20 menit ) pengertian memperhatikan
Presbikusis 2. Mendengarkan dan
2. Menjelaskan etiologi memperhatikan
dari Presbikusis 3. Mendengarkan dan
3. Menjelaskan memperhatikan
manifestasi Klinis 4. Mendengarkan dan
4. Menjelaskan memperhatikan
penatalaksanaan
Presbikusis 5. Mendengarkan dan
5. Menjelaskan hal-hal memperhatikan
yang perlu
diperhatikan sebelum
berkomunikasi pada
lansia dengan 6. Bertanya
gangguan
pendengaran 7. Mendengarkan
6. Memberikan
kesempatan peserta
didik untuk bertanya.
7. Tehnik-tehnik
komunikasi pada
lansia dengan
gangguan
pendengaran

3 Penutup 1. Mengajukan 2 1. Menjawab


(5 menit) pertanyaan tentang
materi pembelajaran. 2. Mendengarkan
2. Kesimpulan dari dan
pembelajaran memperhatikan
3. Salam penutup 3. Menjawab salam.

F. Metode
Ceamah
G. Media
LCD dan Leaflet

H. Materi
(Terlampir)
1. Pengertian Presbiakusis
2. Penyebab Presbiakusis
3. Tanda dan gejala Presbiakusis
4. Penatalaksanaan Presbiakusis
5. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum berkomunikasi pada
lansia gangguan pendengaran
6. Teknik-teknik komunikasi pada lansia dengan gangguan
pendengaran

I. EVALUASI :
1. Kriteria struktur
a. Kontrak waktu dan tempat diberikan 1 hari sebelum acara
dilaksanakan
b. Pembuatan SAP, leaflet dan flipchart dilakukan 2 hari sebelumnya
c. Peserta ditempatkan di tempat yang telah ditentukan selama 30
menit
d. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelum
dan saat penyuluhan dilaksanakan
2. Kriteria Proses
a. peserta antusias terhadap materi penyuluhan
b. peserta mendengar dan memperhatikan penyuluhan
3. Kriteria Hasil
a. peserta yang datang sejumlah 50% dari jumlah pasien yang di rawat
atau lebih dan acara dimulai tepat waktu
b. audiensi mengikuti kegiatan sesuai dengan aturan yang telah
dijelaskan
c. peserta mampu menjawab dengan benar 75 % dari pertanyaan
penyuluh.

MATERI PENYULUHAN PRESBIAKUSIS

A. Pengertian Presbiakusis
Presbiakusis adalah gangguan pendengaran pada usia lanjut karena menurunnya
fungsi organ pendengaran. Lansia yang berusia 65-75 tahun akan mengalami
gangguan pendengaran secara perlahan-lahan akibat proses penuaan. Umumnya
presbikusis menyerang kedua telinga secara perlahan-lahan sehingga orang
tersebut tidak dapat menyadari adanya gangguan pendengaran pada dirinya.

B. Penyebab Presbiakusis
Penyebab terjadinya presbikusis belum diketahui secara pasti. Diduga
timbulnya presbikusis berhubungan dengan factor usia, pola makan, infeksi, dan
bising.

C. Tanda Dan Gejala Presbiakusis


1. Berkurangnya pendengaran secara perlahan pada kedua telinga dan tidak
disadari oleh penderita
2. Suara-suara terdengar seperti bergumam, sehingga mereka sulit untuk
mengerti pembicaraan
3. Sulit mendengar pembicaraan sekitarnya, terutama jika berada ditempat
dengan latar belakang suara yang ramai
4. Bila intensitas suara ditinggikan akan timbul rasa nyeri ditelinga
5. Telinga terdengar berdenging

D. Penatalaksanaan Presbiakusis
1. Alat Bantu Mendengar
a) "Pocket". Daya pembesaran baik hanya karena berbentuk agak besar
maka penderita kebanyakan mau memakainya.
b) "Wear level". Diletakkan di belakang telinga hingga bisa ditutupi
rambut pada wanita atau laki-laki berambut gondrong.
Untuk pemakaian APM, perlu disesuaikan hasil audiogramnya dengan
daya kemampuan APM. Jadi perlu dicoba seperti pemakaian kacamata.
2. Obat-obatan
Seperti asam nikotinat dan derivatnya menyebabkan vasodilatasi perifer,
dan pemberian dosis tinggi dalam waktu yang lama menurunkan
bloodlipid pada orang hiperkolesterolemia. Efek terapeutik pada
presbiakusis disebabkan oleh dilatasi koklear dan pembuluh darah di otak
akibat aksi lipoproteinolitik dari obat tersebut.
Contoh lain misalnya Ronicol dan Hydergin.

E. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum berkomunikasi dengan klien


gangguan pendengaran :
1. Periksa adanya bantuan pendengaran dan kaca mata
2. Kurangi kebisingan
3. Dapatkan perhatian klien sebelum memulai pembicaraan
4. Berhadapan dengan klien dimana ia dapat melihat mulut anda
5. Jangan mengunyah permen karet
6. Bicara pada volume suara normal - jangan teriak
7. Susun ulang kalimat anda jika klien salah mengerti
8. Sediakan penerjemah bahasa isyarat jika diindiksikan
F. Tehnik-tehnik komunikasi yang dapat digunakan klien dengan
pendengaran
1. Orientasikan kehadiran diri anda dengan cara menyentuh klien atau
memposisikan diri di depan klien.
2. Usahakan menggunakan bahasa yang sederhana dan bicaralah dengan
perlahan untuk memudahkan klien membaca gerak bibir anda.
3. Usahakan berbicara dengan posisi tepat di depan klien dan pertahankan
sikap tubuh dan mimik wajah yang lazim.
4. Jangan melakukan pembicaraan ketika anda sedang mengunyah sesuatu
misalnya makanan atau permen karet.
5. Gunakan bahasa pantomim bila memungkinkan dengan gerakan sederhana
dan perlahan.
6. Gunakan bahasa isyarat atau bahasa jari bila anda bisa dan diperlukan.
7. Apabila ada sesuatu yang sulit untuk dikomunikasikan, cobalah sampaikan
pesan dalam bentuk tulisan atau gambar (simbol)

Daftar Pustaka

http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/10_PendengaranPadaUsiaLanjut.pdf/10_Pende
ngaranPadaUsiaLanjut.pdf (online) diakses pada 4 April 2017
http://www.scribd.com/doc/68334270/presbiakusis (online) diakses pada 4 April 2017
http://pustaka.unpad.ac.id/archives/13898/ (online) diakses 4 April 2017