Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PENDAHULUAN

BAB 3
METODOLOGI PELAKSANAAN
PEKERJAAN

3.1. Pengumpulan Data Lapangan & Pelaksanaan Survei

Survei dan pengumpulan data yang termasuk didalamnya melakukan pengadaan


Data. Digital dan Survey Topografi, merupakan langkah penting untuk
melakukan verifikasi hasil feasibility studi yang akan dijadikan referensi yang
menggambarkan wilayah Kabupaten , dimana hasil survey akan dijadikan salah
satu data primer untuk langkah awal perencanaan pembangunan Pembangkit
Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat, yang harus dilakukan oleh konsultan
perencana pembangunan.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat. Pengumpulan data untuk


menentukan

desa terpilih akan dilakukan terlebih dahulu sebelum melakukan Pengadaan


Data digital dan Survei Topografi. Hasil survey dan pengumpulan data yang
dilakukan, juga merupakan verifikasi terhadap study awal yang digunakan
sebagai referensi untuk memberikan gambaran kondisi terakhir yang dapat
digunakan sebagai acuan perencanaan.

Perencanaan DED Pembangunan PLTS Komunal di Desa Long Ayap


Kec. Segah 3.1
LAPORAN PENDAHULUAN

3.1.1 Pengumpulan Data

Pengumpulan data adalah aktifitas untuk pencarian data awal, melalui


pengumpulan data dari beberapa instansi terkait, antara lain adalah :
Data utilitas dari instansi terkait dengan jalur yang akan digunakan dalam
konstruksikonstruksi jaringan distribusi
Data infrastruktur, merupakan hasil pengumpulan data untuk mengetahui
ketersediaan serta spesifikasi infrastruktur yang sudah ada, baik yang
terlihat di permukaan seperti jalan, jembatan, tiang listrik ataupun
infrastruktur yang tertanamdi dalam tanah di area rencana pembangunan
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat. Data-data inftastruktur
akan diambil dari instansi masing-masing yang terkait, dan juga akan dilihat
langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi dan lokasi yang
sebenarnya.
Data demografi atau kependudukan, termasuk dengan kondisi sosial
ekonomi dan sosialisasi. Data yang dimaksud bertujuan untuk mengetahui
kondisi penduduk sekaligus mendata caloncalon pengguna yang akan
menggunakan Listrik tersebut. Pencarian data ini diawali dengan melakukan
kegiatan sosialisasi ke pemerintah daerah setempat dan masyarakat.
Data regulasi wilayah setempat, antara lain adalah studi Rencana Tata
Ruang Wilayah (RTRW), perijinan sesuai dengan terbitan otonomi daerah,
dan lain-lain. Data ini diperlukan untuk menentukan jalur distribusi dan
menentukan koordinasi pengurusan perijinan terkait dengan perencanaan
pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat.

3.1.2 Pengukuran Di Lapangan

Tujuan dari pengukuran dilapangan ini adalah untuk mendapatkan koordinat-


koordinat titik ikat yang nantinya akan digunakan untuk menjadikan peta awal
(hasil dari pengumpulan data) menjadi peta yang ter-georeference. Tahap-tahap
pengukuran yang dilakukan antara lain :

Perencanaan DED Pembangunan PLTS Komunal di Desa Long Ayap


Kec. Segah 3.2
LAPORAN PENDAHULUAN

a. Survei Letak Titik Referensi


Yang dimaksud titik referensi ini adalah pilar atau patok milik
Bakosurtanal, BPN atau instasi lain yang telah diketahui history spasial
(koordinat) dan atributnya (contoh : sistem koordinat yang digunakan,
letak dan posisi, diskripsi fisik, serta instasi pemilik patok)
 Titik referensi yang digunakan adalah pilar atau patok yang
keberadaanya paling dekat dengan lokasi daerah yang dipetakan
 Menentukan rencana lokasi titik-titik ikat yang nantinya akan dipatok
dan dicari koordinatnya. Kriteria lokasi sebagai rencana titik ikat :
 Aman dari gangguan manusia (misal dicabut) dan alam (tanah
mudah longsor)
Mudah ditemukan keberadaanya
 Dekat dengan tanda-tanda taktis seperti : persimpangan jalan,
jembatan, gedung, dll.
b. Pemasangan Patok Pengukuran
Setelah rencana lokasi titik-titik ikat didapatkan, dilakukan kegiatan
pemasangan patok benchmark (BM) sebagai titik-titik yang mempunyai harga
koordinat (x,y) dan ketinggian (z) dalam sistem koordinat peta, dimaksudkan
sebagai data yang terpasang di lapangan yang dapat dipergunakan sebagai
dasar atau referensi dalam pekerjaanpekerjaan terkait seperti stake-out
design teknis yang telah dibuat, maupun sebagai referensi pekerjaan lainnya.
Patok yang telah terpasang dilakukan pengukuran dengan titik acuan
koordinat titik dari Bakosurtanal, dimana pengukuran ini dilakukan dengan
menggunakan GPS geodetic.
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, ditentukan posisi patok yang
akan dipasang, terutama pada tempattempat strategis dan menyebar pada
seluruh areal pekerjaan. Patok BM dipasang pada tanah yang keras atau
stabil sehingga tidak berubah kedudukannya.
c. Survey GPS
Penentuan posisi dengan GPS memberikan koordinat titik kontrol horizontal
maupun vertikal dalam satu pengukuran. Dalam hal ini tingkat ketelitian
koordinat yang diberikan tergantung pada beberapa faktor, yaitu ketelitian

Perencanaan DED Pembangunan PLTS Komunal di Desa Long Ayap


Kec. Segah 3.3
LAPORAN PENDAHULUAN

data, geometri satelit, strategi pengamatan, serta strategi pengolahan data.


Survei GPS ini digunakan untuk menentukan titik control geodesi dengan
target koordinat yang diukur adalah patok pada rencana jalur distribusi listrik
yang telah dipasang yang akan menjadi referensi titik ikat dalam peta
perencanaan. Metode pengamatan yang digunakan Rapid Static Differential,
dimana :
Prosedur pengumpulan data dilapangan seperti pada survei static:
Memerlukan minimal 2 buah receiver tipe geodetic, satu ditempatkan
pada titik yang telah diketahui koordinatnya ( monitor station) dan
sisanya ditempatkan pada titik yang akan ditentukan posisinya.
Titik-titik yang akan ditentukan posisinya tidak bergerak.
Posisi titik ditentukan relatif terhadap monitor station.
Survey Statik dengan sesi pengamatan lebih singkat (20 menit per titik).
Berbasiskan differential positioning dengan menggunakan data fase.
Ketelitian (relatif) posisi titik yang diperoleh adalah dalam orde
centimeter.
d. Pemetaan Situasi Detail Jalur Distribusi
Pemetaan situasi dan detail adalah serangkaian pengukuran suatu daerah
dengan cara menentukan obyek-obyek penting berdasarkan unsur sudut dan
jarak dalam jumlah cukup, sehingga dapat mewakili atau menggambarkan
derah tersebut dan seisinya secara jelas dengan skala tertentu, dan
mencakup penyajian dalam dimensi horizontal dan vertikal secara bersama-
sama dalam suatu gambar peta jaringan distribusi listrik. Untuk penyajian
gambar peta situasi tersebut perlu dilakukan pengukuran sebagai berikut :
o Pengukuran titik fundamental (Xo, Yo, Ho dan αo);
o Pengukuran kerangka horizontal (sudut dan jarak);
o Pengukuran kerangka tinggi (beda tinggi);
o Pengukuran titik detail (arah, beda tinggi dan jarak terhadap titik detail
yang dipilih sesuai dengan permintaan skala).
Pada dasarnya prinsip kerja yang diperlukan untuk pemetaan suatu
daerah selalu dilakukan dalam dua tahapan, yaitu :

Perencanaan DED Pembangunan PLTS Komunal di Desa Long Ayap


Kec. Segah 3.4
LAPORAN PENDAHULUAN

 Penyelenggaraan kerangka dasar sebagai usaha penyebaran titik


ikat;
 Pengambilan data titik detail yang merupakan wakil gambaran fisik
bumi yang akan muncul di petanya;
 Kedua proses ini diakhiri dengan tahapan penggambaran dan
kontur.
Dalam pemetaan medan pengukuran sangat berpengaruh dan ditentukan
oleh kerangka serta jenis pengukuran. Bentuk kerangka yang didesain tidak
harus sebuah polygon, namun dapat saja kombinasi dari kerangka yang ada.
1) Pengukuran Horisontal
Terdapat dua macam pengukuran yang dilakukan untuk posisi horizontal,
yaitu pengukuran polygon utama dan pengukuran polygon bercabang.
2) Pengukuran Beda Tinggi
Pengukuran situasi ditentukan oleh dua jenis pengukuran, yaitu
pengukuran sifat datar utama dan pengukuran sifat datar bercabang.
3) Pengukuran detail
Pada saat pengukuran di lapangan, data yang diambil untuk pengukuran
detail adalah :
a. Beda tinggi antara titik ikat kerangka dan titik ikat detail yang
bersangkutan.
b. Jarak optis atau jarak datar antara titik kerangka dan titik detail.
c. Sudut antara sisi kerangka dengan arah titik awal detail yang
bersangkutan atau sudut jurusan magnetis dari arah titik detail yang
bersangkutan.
Metode pengukuran situasi ini dilakukan baik dengan menggunakan
metode offset maupun metode polar, tergantung situasi medan
pengukuran yang dihadapi.
Setelah pengukuran pemetaan situasi detail telah selesai
dilaksanakan, langkah berikutnya yaitu melakukan perhitungan
terhadap data yang telah diperoleh dan menyajikan dalam bentuk
penggambaran peta yang dilengkapi garis kontur, dimana kegunaan
garis kontur ini antara lain:

Perencanaan DED Pembangunan PLTS Komunal di Desa Long Ayap


Kec. Segah 3.5
LAPORAN PENDAHULUAN

- Sebagai dasar untuk menentukan penampang tegak suatu


permukaan tanah.
- Sebagai dasar untuk perencanaan besarnya galian atau
timbunan.
- Memperlihatkan ketinggian tanah dalam lokasi atau peta tersebut
dan sebagainya.
Peralatan dan perlengkapan yang akan digunakan dalam
pengukuran situasi detail dari pembangunan Pembangkit Listrik
Tenaga Surya (PLTS) Terpusat ini adalah alat ukur theodolit
(manual atau otomatis), statif, rambu ukur, unting-unting, patok,
dan perlengkapan pendukung lainnya.
Langkah kerja dalam melakukan pemetaan situasi dari
pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat
ini adalah :
1) Pembuatan kerangka polygon tertutup, dimana wilayah
jaringan pipa ini akan dibagi menjadi beberapa polygon
tertutup.
2) Pengukuran situasi
3) Pengolahan data
a. Pengolahan data GPS
b. Pengolahan data polygon
c. Pengolahan data situasi detail
4) Penyajian pengukuran pemetaan (pencetakan gambar)
Pengukuran situasi detail ini akan memberikan output antara
lain:
 Titik kontrol utama jalur tiang distribusi (x, y, z);
 Peta situasi jalur distribusi :
 Obyek detail situasi (sungai / drainase, jalan, bangunan,
sawah, atau obyek penting lainnya);
 Profil memanjang & melintang jalur tiang distribusi.

Perencanaan DED Pembangunan PLTS Komunal di Desa Long Ayap


Kec. Segah 3.6
LAPORAN PENDAHULUAN

3.1.3 Survei Calon Pengguna Sambungan Rumah Tinggal Dan


Fasilitas Umum

Ada dua hal utama di dalam kegiatan survei kelayakan teknis, yakni :
1) Survei kelayakan teknis wilayah yang akan dialiri listrik yang bersumber dari
PLTS terpusat.
2) Survei data calon pengguna yang akan dipasang instalasi listrik.

3.2 Metodologi Penyusunan Dokumen


3.2.1 Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat
Untuk melakukan desk study ini, diperlukan beberapa data sekunder, antara lain
adalah :
Data Sekunder 1 adalah data hasil studi awal feasibility study yang
pernah dilakukan oleh DISTAMBEN Kabupaten Berau untuk
pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat.
Data Primer 1 adalah data tambahan yang diperoleh dari hasil survei
pengumpulan data, seperti misalnya peta jaringan tiang distribusi
dan Jaringan yang sudah ada.
Data Primer 2 adalah output yang dihasilkan dari aktifitas
pengumpulan data dan sebagian hasil survei lapangan, yang dalam
hal ini lebih banyak bersifat data kependudukan, data minat, data
sosial ekonomi dan data infrastruktur awal.
Data Sekunder 2 yang merupakan input atau studi terhadap code &
standard serta regulasi atau perundang-undangan yang harus
diaplikasikan dalam konsep disain maupun yang harus
dipertimbangkan dari sisi hukum atau persyaratan pemerintah yang
harus dipenuhi.
Dengan menggunakan data Primer 2 dilakukan verifikasi ulang
terhadap data Sekunder 1, untuk menjamin bahwa data referensi
yang akan digunakan sudah merupakan data terakhir yang benar.
Dari kombinasi hasil studi tersebut dan dengan menambahkan
faktor-faktor dalam data sekunder 2, maka akan mulai dilakukan
desk study untuk penyusunan konsep desain.

Perencanaan DED Pembangunan PLTS Komunal di Desa Long Ayap


Kec. Segah 3.7
LAPORAN PENDAHULUAN

Untuk bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal serta


mendapatkan hasil dengan kualitas yang maksimal dari pekerjaan
perencanaan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)
Terpusat, maka perlu melibatkan tenaga tenaga ahli dari setiap
disiplin ilmu. Bidang kegiatan utama pada pekerjaan pembangunan
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat ini adalah sebagai
berikut :

a. Sumber Energi Surya


Energi surya berupa radiasi elektromagnetik yang dipancarkan ke
bumi berupa cahaya matahari yang terdiri atas foton atau partikel
energi surya yang dikonversikan menjadi energi listrik. Energi surya
yang sampai pada permukaan bumi disebut sebagai radiasi surya
global yang diukur dengan kepadatan daya pada permukaan daerah
penerima.
Rata-rata nilai dari radiasi surya atmosfir bumi adalah 1.353 W/m
yang dinyatakan sebagai konstanta surya.
Intensitas radiasi surya dipengaruhi oleh waktu siklus perputaran
bumi, kondisi cuaca meliputi kualitas dan kuantitas awan, pergantian
musim dan posisi garis lintang.
Intensitas radiasi sinar matahari di Indonesia berlangsung 4 - 5 jam
per hari. Produksi energi surya pada suatu daerah dapat dihitung
sebagai berikut :
E=IxA
dimana,
E = Energi surya yang dihasilkan (W)
I = Isolasi/Intensitas radiasi surya rata-rata yang diterima selama
satu jam(W/m)
A = Luas area (m2)

Energi surya yang dikonversikan menjadi energi listrik disebut juga


dengan energy photovoltaic. Pada awalnya teknologi ini digunakan
sebagai pembangkit listrik di daerah pedesaan terpencil kemudian

Perencanaan DED Pembangunan PLTS Komunal di Desa Long Ayap


Kec. Segah 3.8
LAPORAN PENDAHULUAN

berkembang menjadi lampu penerangan jalan berenergi surya,


penyediaan listrik di tempat umum seperti rumah peribadatan,
pelayanan kesehatan, instansi-instansi pemerintah. Walaupun
awalnya hanya cukup untuk kebutuhan penerangan namun PLTS
cukup membantu elektrifikasi di tempat yang membutuhkan. Selain
itu telah tersedia pula pompa air tenaga surya, yang digunakan
untuk pengairan irigasi atau sumber air bersih (air minum).

a.1. Prinsip Kerja Teknologi Photovoltaic


Cahaya matahari dapat diubah menjadi energi listrik melalui
modul surya yang terbuat dari bahan semikonduktor. Bahan
semikonduktor, merupakan bahan semi logam yang memiliki
partikel yang disebut elektron-proton, yang apabila digerakkan
oleh energi dari luar akan membuat pelepasan elektron
sehingga menimbulkan arus listrik dan pasangan elektron hole.
Modul surya mampu menyerap cahaya sinar matahari yang
mengandung gelombang elektromagnetik atau energi foton ini.
Energi foton pada cahaya matahari ini menghasilkan energy
kinetik yang mampu melepaskan elektron-elektron ke pita
konduksi sehingga menimbulkan arus listrik. Energi kinetik
akan makin besar seiring dengan meningkatnya intensitas
cahaya dari matahari. Intensitas cahaya matahari tertinggi
diserap bumi di siang hari sehingga menghasilkan tenaga
surya yang diserap bumi ada sekitar 120.000 terra Watt. Jenis
logam yang digunakan juga akan menentukan kinerja daripada
sel surya.

Perencanaan DED Pembangunan PLTS Komunal di Desa Long Ayap


Kec. Segah 3.9
LAPORAN PENDAHULUAN

a.2. Instalasi Teknologi PV


Teknologi PV dirancang untuk memudahkan dalam instalasi
dan maintenance, sehingga instalasi teknologi ini tidak
membutuhkan waktu lama atau hanya sehari. Hal yang perlu
diperhatikan dalam instalasi adalah lokasi pemasangan harus
terletak di lapangan terbuka yang tidak terhalangi oleh pohon
raksasa atau bangunan tinggi. Posisi instalasi diharapkan
miring menghadap ke utara disebabkan karena letak Indonesia
di sebelah selatan bumi.
b. Mekanikal Dan Pendistribusian
1) Uraian Umum
Secara umum ruang lingkup perencanaan mekanikal meliputi
pekerjaan :
- Menentukan jalur jaringan tiang distribusi Perencanaan
mekanikal dan pemasangan tiang distribusi pada proyek ini
secara umum akan dapat memenuhi kebutuhan sesuai
dengan daerah.
Desa yang telah ditentukan dengan menggunakan referensi
dari data proses, karakteristik dan komposisi, serta
mengacu pada konsep usulan diagram alir rancangan
pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)
Terpusat diatas.
Untuk mendapatkan perencanaan yang optimal, maka data-
data yang akan menjadi acuan perencanaan adalah :
- Hasil Studi Kelayakan Rencana wilayah cakupan (wilayah
Desa ).
- Data peta topography digital yang dilakukan tim survey
lapangan.
- Data fungsi lahan, kontur, fasilitas dan utilitas yang sudah
ada, agar penempatan jaringan tiang distribusi yang
direncanakan sesuai fungsi dan persyaratannya, serta tidak
bertentangan dengan fasilitas instansi yang lain.

Perencanaan DED Pembangunan PLTS Komunal di Desa Long Ayap


Kec. Segah 3.10
LAPORAN PENDAHULUAN

2) Data kebutuhan listrik untuk rumah tangga

3) Konseptual Dan Perhitungan Perencanaan


Berdasarkan data-data yang ada maka akan disusun konseptual
dan perhitungan untuk perencanaan mekanikal dan jaringan
distribusi sepereti langkah langkah dibawah ini.
3.1. Menentukan Perencanaan Jalur Jaringan Distribusi
Listrik
Terdapat dua (2) langkah kerja atau sistematika besar
yang harus dipenuhi dalam melakukan perencanaan
jaringan distribusi listrik, yang dapat dijabarkan sebagai
berikut :
1. Inventarisasi pengumpulan data
Dimana data utama yang diperlukan adalah sebagai
berikut :
Data titik Lokasi Pembangunan PLTS
Informasi konsumen; informasi konsumen yang
memiliki karakteristik unik untuk setiap wilayah
cakupan yang diperlukan antara lain adalah jenis
konsumen rumah tangga, jumlah anggota rumah
tangga, pola penggunaan listrik yang dipengaruhi
oleh jenis kegiatan dalam rumah tangga, termasuk
didalamnya adalah jenis peralatan Elektronik) serta
jumlah dan kapasitas alat yang dipergunakan,
ukuran luas ruangan dan pendapatan atau
standard hidup Data pemetaan; selain dari data
topografi, jalur rencana pemasangan tiang
distribusi, yang termasuk dalam data pemetaan
adalah data demografi yang memberikan gambaran
luasan, sebaran serta tingkat kepadatan penduduk.
Data dan informasi rencana pengembangan
wilayah dari pemerintah daerah setempat, dimana

Perencanaan DED Pembangunan PLTS Komunal di Desa Long Ayap


Kec. Segah 3.11
LAPORAN PENDAHULUAN

hal ini akan diperlukan untuk perencanan umur


rencana yang ditetapkan.
2. Sistem Analisa jaringan
Terminologi sistem analisa jaringan diperlukan untuk
menggambarkan analisa dan disain dari jaringan
distribusi dengan menggunakan komputer secara
keseluruhan dilengkapi dengan input skema dari
rumah-rumah yang terkecil yang dimaksudkan untuk
mendapatkan optimalisasi perancangan tiang
distribusi berdasarkan kriteria-kriteria yang
diterapkan.

c. Sipil Dan Struktur


Berdasarkan hasil survei pengumpulan data ditempat/instansi terkait
dan survey lapangan, seperti antara lain dan tidak terbatas pada
hasil soil investigation dan peta fungsi lahan, termasuk didalamnya
pengumpulan data dari jaringan infrastruktur serta utilitas yang
sudah terbangun (as-built) serta bekerja sama dengan tim
mekanikal, tim sipil akan melakukan perencanaan pekerjaan sipil
dan struktur pendukung, seperti antara lain dan tidak terbatas
pada :
- Pondasi untuk peralatan dan tiang distribusi listrik
- Sistiem perlintasan tiang distribusi melalui bawah dasar sungai
- Sistem perlintasan tiang distribusi melalui jalan umum/raya dan
jalan perumahan
- Sistem perlintasan tiang distribusi melalui daerah rawarawa
- Sistem perlintasan tiang distribusi melalui saluran
irigasi/pengairan
- Pondasi beserta bangunan kendali ( power house )
- Pondasi untuk peralatan distribusi listrik di area bangunan kendali
- Sistim galian tanah
Adapun tata cara dalam merencanakan pekerjaan sipil dan
struktur dalam rangka untuk mendapatkan hasil pekerjaan sipil

Perencanaan DED Pembangunan PLTS Komunal di Desa Long Ayap


Kec. Segah 3.12
LAPORAN PENDAHULUAN

dan struktur/ konstruksi yang effisien dilihat dari sisi kekuatan,


kestabilan, keamanan, umur bangunan, waktu pelaksanaan/
jadwal serta pembiayaan, maka team perencanaan akan
melakukan langkah-langkah sebagai berikut dan tidak terbatas
pada :
1) Mengumpulkan dan menganalisa data dari team survey baik
yang didapatkan dari instansi teknis terkait dipusat maupun
didaerah dan / atau pengukuran secara langsung dilapangan
terkait, agar nantinya perencanaan yang dibuat sesuai
dengan tata lingkungan yang disyaratkan sehingga produk
yang dibuat akan sesuai dengan kebutuhan.
2) Menggunakan semua peraturan-peraturan, standar nasional
yang bersifat wajib serta international code lainnya yang ada
hubungannya dengan pekerjaan perencanaan struktur dan
sipil di bidang kelistrikan.
3) Mengumpulkan data spesifikasi dari material-material yang
akan dipakai sebagai dasar / acuan dalam melakukan
perencanaan.
4) Berdasarkan semua hasil temuan yang didapatkan diatas,
baik dipusat maupun didaerah terkait serta dengan
koordinasi lintas instansi baik dipusat maupun di daerah,
maka akan dipersiapkan dahulu konsep perencanaannya.
Setelah konsep ini disetujui semua pihak terkait, maka
barulah team akan melangkah maju ke tahap perencanaan
meliputi dokumen-dokumen pekerjaan perhitungan,
pembuatan spesifikasi teknis, gambar perencanaan, biaya
proyek, dan sebagainya.
Adapun parameter yang akan diperhatikan dan
dipertimbangkan dalam pembuatan konsep adalah antara lain
dan tidak terbatas pada aspek-aspek :
 Lokasi proyek
 Constructability

Perencanaan DED Pembangunan PLTS Komunal di Desa Long Ayap


Kec. Segah 3.13
LAPORAN PENDAHULUAN

 Fabrikasi
 Transportasi
 biaya
 Keselamatan / Safety
 Jadwal waktu / Schedule
 Perijinan
 Operasional
 Pemeliharaan
 Umur proyek
 Kemungkinan pengembangan / perluasan di kemudian
hari
 Lingkungan / Environmental

5) Kemudian melakukan detail perencanaan pekerjaan sipil dan


perhitungan struktur / konstruksi dengan memakai data-data
yang telah diperoleh yang meliputi antara lain, kondisi
lapangan berdasarkan hasil survey, peraturan- peraturan
serta standar nasional serta detail perencanaan sipil dan
perhitungan konstruksi yang berlaku dan data-data material
yang ada. Dalam perencanaan pekerjaan sipil dan struktur /
konstruksi, team sipil akan juga memperhatikan dan
mempertimbangkan aspek – aspek lain seperti
constructability, transportasi material kelapangan, fabrikasi,
keselamatan, kemudahan dalam pemeliharaan serta
operasional serta kemungkinan adanya pengembangan/
perluasan dari sistim jaringan distribusi yang akan dibangun
dikemudian hari serta aspek lingkungan / environment yang
memenuhi persyaratan.
Dalam perencanaan, team juga akan memperhatikan
keadaan infrastruktur dan utilitas yang sudah ada, sehingga
pekerjaan pelaksanaan dapat dilaksanakan dengan lancar,
tanpa adanya gangguan yang berarti pada kondisi
infrastruktur dan utilitas yang sudah ada (as-built).

Perencanaan DED Pembangunan PLTS Komunal di Desa Long Ayap


Kec. Segah 3.14
LAPORAN PENDAHULUAN

6) Selanjutnya hasil perencanaan di atas tersebut diajukan


untuk mendapatkan approval guna dipakai sebagai dokumen
pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
7) Setelah mendapatkan persetujuan atau approval, kemudian
team Sipil melakukan pendistribusian dokumen sesuai
dengan kebutuhan lapangan dan berdasarkan peraturan
administrasi yang ada dan berlaku.
Dengan langkah-langkah tersebut diatas diharapkan dari
mulai masa pengumpulan data dan survey lapangan,
pembuatan konsep, perencanaan sampai dengan masa
pelaksanaan, proyek tersebut akan berjalan dengan lancar
dan akan bisa mencapai target sesuai yang diharapkan.

d. Elektrikal
Tujuan utama Perencanaan elektrikal lebih ditekankan untuk
kepentingan akibat adanya sistem control electric yang ada pada
saat operasional, terutama pada system metering.

3.2.2 Perancangan
Metodologi yang digunakan dalam perancangan PLTS terpusat berdasarkan data
dan kebutuhan lokasi pembangunan PLTS Terpusat yang diusulkan. Data lokasi
berupa kebutuhan/batasan penggunaan beban listrik, topologi
wilayah penempatan jaringan dan rumah pembangkit, dan intensitas matahari
yang diambil data sekunder untuk wilayah khatulistiwa. Berdasarkan perolehan
data dan perhitungan akan dilakukan pemilihan spesifikasi komponen, perakitan
sistem, dan instalasi sistem. Metodologi perancangan sistem di gambarkan
seperti gambar berikut.

Perencanaan DED Pembangunan PLTS Komunal di Desa Long Ayap


Kec. Segah 3.15
LAPORAN PENDAHULUAN

Gambar 3.1 Metodologi Perancangan PLTS Terpusat

Berdasarkan metodologi perancangan seperti gambar di atas sudah tergambar


mekanisme teknis dalam perancangan kapasitas dan spesifikasi PLTS terpusat.
Jika diuraikan maka metodologi ini dijelaskan sebagai berikut.

A. Pengumpulan Data
Data lapangan akan dihimpun langsung ke lokasi rencana pembangunan PLTS
terpusat. Data yang diperlukan berupa data rencana kebutuhan listrik rumah
penduduk dan fasilitas umum lainnya, pemetaan jalur distribusi listrik dan
kondisi radiasi matahari di lokasi tersebut. Data penggunaan beban diperlukan
berupa jumlah konsumen dan rencana besaran penggunaan listrik dan waktu
pemakaiannya. Data pemetaan mencakup rencana penempatan rumah
pembangkit dan jalan desa jalur distribusi listrik dan rencana penempatan tiang.

Perencanaan DED Pembangunan PLTS Komunal di Desa Long Ayap


Kec. Segah 3.16
LAPORAN PENDAHULUAN

B. Pengolahan Data
Berdasar data lapangan yang telah dikumpulkan, maka semua yang terkait
dengan aspek teknis PLTS terpusat akan disajikan sebagai bahan pertimbangan
teknis dalam rancangan peralatan yang akan digunakan dalam sistem PLTS
terpusat di antaranya:

 Data olahan kebutuhan energi siang dan malam rumah penduduk


 Data olahan kebutuhan fasilitas umum berupa tempat ibadah, sekolah,
lampu jalan dan fasilitas umum lainnya
 Data olahan lokasi penempatan rumah pembangkit dan penempatan tiang.

C. Pilihan Desain Teknis Umum


Desain teknis umum sudah dapat ditentukan berdasarkan data olahan rencana
peggunaan energi listrik PLTS terpusat. Desain teknis ini berupa kapasitas PLTS
yaitu:

 Total pembangkit PLTS


 Kapasitas penyimpanan energi
 Kapasitas PV modul
 Kapasitas Inverter dan alat pendukung lainnya

D. Pilihan Spesifikasi Teknis


Spesifikasi teknis ditentukan mengikut data pilihan desain umum dan
pertimbangan teknologi agar peralatan yang akan dipilih dapat memenuhi
kualitas dengan mempertimbangkan juga effisensi biayanya. Pilihan teknis harus
mengikut kaidah keilmuan energi terbarukan khususnya teknologi
energi photovoltaic dan kelistrikan. Spesifikasi teknis dan gambar yang akan
diperoleh perancangan ini adalah spesifikasi semua alat yang diperlukan, lokasi
penempatan PV, baterai, inverter, rumah alat, sistem sambungan, gambar
jaringan, dan lain sebagainya. Pilihan desain teknis ini disajikan dalam
bentuk Detailed Engineering Design (DED).

E. Estimasi Anggran Biaya


Biaya yang diperlukan untuk membangun PLTS terpusat dapat dihitung apabila
semua alat yang ditetapkan sudah memenuhi aspek teknis. Estmasi biaya

Perencanaan DED Pembangunan PLTS Komunal di Desa Long Ayap


Kec. Segah 3.17
LAPORAN PENDAHULUAN

disusun dalam bentukEngineering Estimate (EE).

3.4 Konsolidasi Dengan Instansi Pemerintah, Stakeholder, Dan


Lembaga Lain

Konsultan Perencana akan melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan


Instansi Pemerintah (Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten
Berau selaku pemberi kerja, Pemda setempat) beserta Lembaga lainnya yang
terkait. Konsolidasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang
sebagai pemberi kerja, berupa pelaporan hasil kerja. Selain itu dalam melakukan
sosialisasi kepada Pemerintah Daerah dan masyarakat setempat, peran Dinas
Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Berau adalah sebagai
penghubung awal jalinan koordinasi antara konsultan perencana dengan
Pemerintah Daerah.

Konsolidasi konsultan perencana dengan Pemerintah Daerah adalah untuk


mendapatkan perizinan baik dalam hal survei, pengumpulan data, maupun
sosialisasi kepada masyarakat di lokasi pekerjaan.
Lembaga lain dalam hal ini adalah instansi/badan usaha baik pemerintah
ataupun swasta pemilik utilitas, dimana konsultan perencana akan melakukan
koordinasi mengenai jaringan utilitas baik yang sudah terpasang maupun masih
dalam hal perencanaan.

Perencanaan DED Pembangunan PLTS Komunal di Desa Long Ayap


Kec. Segah 3.18