Anda di halaman 1dari 17

M A K A L A H

MENGESKPLORASI TEKS AKADEMIK


DALAM GENRE MAKRO

DOSEN PENGAJAR : DAMI, M.Pd.

DISUSUN OLEH :
AHMAD ARIANSYAH D1021171094
AYUB RAINALDO MANUALU D1021171042
BILLIE LIMNAN D1021171036
IQBAL PRAMUDYA D1021171104
MUHAMMAD PUTRA ARDIAWAN D1021171064

PRODI ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
201
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Tuhan yang maha esa, yang atas berkah dan
rahmat-Nya, saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul
“Mengeksplorasi Teks Akademik Dalam Genre Makro”.
Makalah ini disusun untuk para pembaca dapat memperluas pengetahuan
tentang "Mengeksplorasi Teks Akademik Dalam Genre Makro" dan juga untuk
memenuhi sebagian tugas mata kuliah Bahasa Indonesia
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dari makalah ini, baik
dari materi maupun teknik penyajiannya, mengingat kurangnya pengetahuan dan
pengalaman penulis. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat
penulis harapkan. Terima kasih.

Pontianak, 19 Maret 2018


Penulis

i
DAFTAR ISI
Halaman

KATA PENGANTAR ............................................................................................ i

DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii

BAB 1 PENDAHULUAN ......................................................................................1

A. Latar Belakang..........................................................................................1

B. Batasan Masalah .......................................................................................2

C. Rumusan Masalah ....................................................................................2

D. Tujuan dan Manfaat ..................................................................................2

BAB 2 PEMBAHASAN .........................................................................................3

A. Membangun Konteks Teks Akademik .....................................................3

B. Menelusuri dan Menganalisis Model Teks Akademik .............................4

BAB 3 PENUTUP.................................................................................................13

A. Kesimpulan .............................................................................................13

B. Saran .......................................................................................................13

DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................14

ii
BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Seperti kita ketahui, sering kita jumpai berbagai teks ilmiah yang
dikemas dalam berbagai jenis. Misalnya dalam bentuk ulasan buku,
proposal, laporan penelitian dan artikel ilmiah. Jenis-jenis tersebut termasuk
dalam genre makro yang masing-masing didalamnya terkandung berbagai
macam genre mikro seperti deskripsi, laporan, prosedur, eksplanasi,
eksposisi, dan diskusi. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa genre makro
adalah genre yang digunakan untuk menamai teks secara keseluruhan,
sedangkan sub-sub genre yang lebih kecil dan dipayungi oleh genre makro
disebut genre mikro.
Pembahasan kali ini mengajak untuk mengeksplorasi bagaimana
berbagai jenis teks akademik berproses dilingkungan akademik dan
mengapa perluna teks-teks tersebut untuk mengespresikan diri.

B. Batasan Masalah
Agar penjelasan di makalah ini dapat dilakukan lebih fokus,
sempurna, dan mendalam maka penulis memandang permasalahan
penelitian yang diangkat perlu dibatasi variabelnya. Oleh sebab itu, penulis
membatasi diri hanya berkaitan dengan “Membangun konteks teks
akademik dan juga Menelusuri dan menganalisi model teks akademik”.
Pembahasan ini dipilih agar dapat memotivasi pembaca untuk lebih
mengenal, memahami, dan mengaplikasikan di lingkungan kampus.

C. Rumusan Masalah
1. Apa perbedaan teks genre makro dan genre mikro?
2. Bagaimana perbedaan antara teks akademik dan teks nonakademik?
3. Apa pentingnya teks akademik?

1
2

D. Tujuan dan Manfaat


1. Mengetahui perbedaan antara teks genre makro dan genre mikro.
2. Memahami bagaimana perbedaan antara teks akademik dan teks
nonakademik.
3. Memahami akan pentingnya teks akademik.
BAB 2
PEMBAHASAN

A. Membangun Konteks Teks Akademik


Teks akademik atau teks ilmiah dapat berwujud dalam berbagai
jenis, misalnya buku, ulasan buku, proposal penelitian, laporan penelitian,
laporan praktikum, dan artikel ilmiah. Jenis-jenis tersebut merupakan genre
makro yang masing-masing di dalamnya terkandung campuran dari
beberapa genre mikro seperti deskripsi, laporan, prosedur, eksplanasi,
eksposisi, dan diskusi. Genre makro adalah genre yang digunakan untuk
menamai sebuah jenis teks secara keseluruhan, dan genre mikro adalah
subgenre- subgenre yang lebih kecil yang terdapat di dalamnya dan
dipayungi oleh genre makro tersebut. Bab ini akan mengeksplorasi
bagaimana berbagai jenis teks akademik berproses di lingkungan akademik
dan mengapa teks-teks tersebut diperlukan untuk mengekspresikan diri.
Untuk mencapai hal yang disebutkan diatas, diperlukannya
kemampuan untuk melakukan hal-hal yang dijabarkan berikut ini:
1) Menelusuri kaidah-kaidah dan ciri- ciri teks akademik dalam genre
makro untuk menguak kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia
sebagai bahasa ilmu pengetahuan.
2) Menanya alasan mengapa diperlukan teks akademik dalam genre
makro.
3) Menggali teks akademik dalam genre makro.
4) Membangun argumen tentang teks akademik dalam genre makro.
5) Menyajikan teks akademik dalam genre makro.
6) Membuat rangkuman tentang hakikat dan pentingnya teks akademik
dalam genre makro.
7) Membuat proyek belajar.
Agar lebih mudah untuk dipelajari, lakukanlah kegiatan tersebut secara
berurutan agar hasil yang didapat kedepannya dapat tersusun secara rapi.
Selain itu disarankan untuk mencari bahan materi dari berbagai literatur.

3
4

B. Menelusuri dan Menganalisis Model Teks Akademik


Teks akademik atau yang juga sering disebut teks ilmiah berbeda
dengan teks nonakademik atau teks nonilmiah. Teks akademik dan teks
nonakademik ditandai oleh ciri-ciri tertentu. Untuk membedakan keduanya,
diperlukannya mempelajari dan menelusuri ciri-ciri tersebut. Dengan
memahami ciri-ciri teks akademik tersebut, akan membuat kita yakin bahwa
jenis teks tersebut sangat berguna untuk kita terlebih dilingkungan
akademik perkuliahan. Untuk mempelajari hal tersebut ikuti bahasan
berikut ini.
1. Mengidentifikasi Ciri-ciri Teks Akademik dan Teks Nonakedemik
Perbedaan antara teks akademik dan teks nonakademik perlu
dijelaskan secara memadai dengan mengidentifikasi ciri-ciri yang
ada. Pendapat tentang teks akademik yang berkembang selama ini
adalah bahwa teks akademik mempunyai ciri-ciri antara lain
sederhana, padat, objektif, dan logis. Akan tetapi, selama ini pula
belum terdapat bukti-bukti empiris yang diajukan untuk memberikan
penjelasan yang memadai secara linguistik tentang pengertian
sederhana, padat, objektif, dan logis itu. Akibatnya, ciri-ciri tersebut
biasanya hanya dipahami secara naluri tanpa didasarkan pada data
atau teori tertentu. Anda, sebagai insan akademik, tentu harus dapat
menjelaskan hal itu secara akademik berdasarkan argumen yang
kuat. Untuk lebih mudah dalam memahami silahkan lihat rincian
berikut ini:
a) Bersifat Sederhana dalam Struktur Kalimat,
b) Padat Informasi,
c) Padat Kata Leksikal,
d) Banyak Memanfaatkan Nominalisasi,
e) Memanfaatkan Metafora Gramatika melalui Ungkapan
Inkongruen,
f) Banyak Memanfaatkan Istilah Teknis,
g) Bersifat Taksonomik dan Abstrak,
5

h) Banyak Memanfaatkan Sistem Pengacuan Esfora,


i) Memanfaatkan Proses Relasional Identifikatif dan Proses
Relasional Atributif, dan sebagainya.
j) Teks Akademik Bersifat Monologis dengan Banyak
Mendayagunakan Kalimat Indikatif-Deklaratif,
k) Teks Akademik Memanfaatkan Bentuk Pasif untuk
Menekankan Pokok Persoalan, bukan Pelaku; dan
Akibatnya, Teks Akademik Menjadi Objektif, bukan
Subjektif,
l) Teks Akademik Seharusnya tidak Mengandung Kalimat
Minor,
m) Teks Akademik Seharusnya tidak Mengandung Kalimat
Takgramatikal,
n) Teks Akademik Tergolong ke dalam Genre Faktual bukan
Genre Fiksional.
Sebagai kata-kata sehari-hari, sederhana, padat, objektif, dan
logis memang mudah dipahami. Seperti terdaftar di dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia, secara denotatif, sederhana berarti
“bersahaja, tidak berlebih-lebihan, atau tidak banyak seluk-beluknya
(kesulitan dsb)”; padat berarti “sangat penuh hingga tidak berongga,
padu, atau mampat”; objektif berarti “mengenai keadaan yang
sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi”;
dan logis berarti “sesuai dengan logika, benar menurut penalaran,
atau masuk akal”. Namun demikian, pada konteks teks akademik,
kata-kata tersebut tidak lagi merupakan kata-kata sehari-hari, tetapi
telah menjadi istilah teknis yang perlu dijelaskan secara akademik
berdasarkan teori yang dapat dipertanggungjawabkan?. Dengan
penjelasan yang memadai secara linguistik, orang tidak lagi
menduga-duga atau mendasarkan diri pada naluri yang tidak dapat
diukur.
6

Pengeksplorasian ciri-ciri keilmiahan pada teks akademik menjadi


penting karena teks akademik merupakan dimensi tersendiri apabila
dibandingkan dengan jenis-jenis teks yang lain, dan teks akademik
cenderung membutuhkan pendekatan yang berbeda untuk memahamkan
isinya kepada target pembaca. Berdasarkan pada pemikiran seperti itulah,
buku yang Anda baca ini secara keseluruhan ditulis. Sementara itu, subbab
yang membahas ciri-ciri teks akademik ini secara lebih khusus disajikan
dari sudut pandang Linguistik Sistemik Fungsional (LSF) dengan
menunjukkan bukti-bukti yang dapat menjelaskan pengertian ciri-ciri
tersebut.
Seperti telah Anda cermati di atas, secara umum teks akademik
ditandai oleh sifat- sifat baku, logis, lugas, dan objektif. Namun demikian,
definisi teks akademik dengan ciri-ciri di atas belum memadai, karena
sebuah teks yang dikatakan tidak akademik sekalipun, dalam hal tertentu,
menunjukkan ciri-ciri akademik, dan sebaliknya, teks yang dikatakan
akademik masih menampakkan ciri-ciri nonakademik. Jika demikian
halnya, sebuah teks (apa pun jenisnya) memiliki kedua ciri tersebut dalam
beberapa aspeknya.
Atas dasar kenyataan ini, perlu diungkapkan ancangan yang dapat
menjelaskan perbedaan teks akademik dan teks nonakademik. Perbedaan
antara teks akademik dan teks nonakademik tidak dilihat sebagai perbedaan
antara hitam dan putih. Perbedaan tersebut dilihat dari kecenderungan ciri-
ciri yang dikandung oleh teks tersebut. Teks akademik diasosiasikan dengan
teks tulis, dan teks nonakademik diasosiasikan dengan teks lisan. Teks tulis
bukan teks yang dimediakan dengan tulisan. Sebaliknya, teks lisan bukan
teks yang dituturkan secara lisan. Sebagai contoh, teks berita yang
didengarkan di radio adalah teks tulis yang dimediakan secara lisan, dan
naskah drama dalam bentuk dialog adalah teks lisan yang dimediakan
dengan tulisan.
7

Sebuah teks biasanya mengandung ciri-ciri lisan dan ciri-ciri tulis


sekaligus. Hal ini berati bahwa sebuah teks yang tergolong ke dalam teks
tulis, misalnya artikel ilmiah, pasti dalam hal tertentu juga mengandung ciri-
ciri lisan. Sebaliknya, percakapan di antara dua orang, yang sudah barang
tentu itu merupakan teks lisan, pasti dalam hal tertentu juga mengandung
ciri-ciri tulis. Dengan demikian perbedaan di antara keduanya bukanlah
perbedaan secara hitam-putih. Keduanya menunjukkan sebuah kontinum
bahwa berdasarkan ciri-cirinya sebuah teks cenderung bergaya lisan,
bergaya tulis, atau bergaya di antara lisan dan tulis.
Perbedaan teks akademik (tulisan) dan teks nonakademik (lisan)
Teks 1a (cendrung lisan, nonakademik, nonilmiah)
Pada buku ini kita bertujuan untuk menelaah bagaimana
menerapkan metode empiris agar kita dapat menganalisi cara orang
bercakap-cakap. Kita berusaha dapat menguak sesuatu yang
diasumsikan orang ketika mereka berkomunikasi dengan cara
bercakap-cakap. Kita akan memusatkan perhatian kepada bagaimana
penutur menggunakan tuturan untuk berinteraksi, yaitu bagaimana
mereka menciptakan dan memperhatikan apa yang mereka definisikan
sebagai “makna situasi sosial” .
Kita berpegang pada gagasan teoretis dasar yang berbeda dengan
para ahli yang bergerak dibidang sosiolinguistik. Teori dasar ini
menunjukkan bahwa ketika kita menganalisis tuturan orang yang
berbicara empat mata, kita memperlakukan istilah-istilah yang
digunakan oleh antropolog dan sosiolog sepertin”peran”, “status”,
“identitas sosial”, dan “hubungan sosial” sebagai ”simbol” yang
dipergunakan oleh orang untuk berkomunikasi

Teks 1b (cendrung tulis, akademik, ilmiah)


Tujuan telaah pada buku ini adalah untuk menerapkan metode
empiris analisis percakapan yang dapat menguak asumsi sosial yang
mendasari proses komunikasi verbal dengan memusakkan perhatian
kepada penggunaan tuturan oleh penutur untuk berinteraksi, yaitu
menciptakan dan memperatikan definisi “situasi sosial” secara khusus.
Posisi karya dasar yang membuat karya ini berbeda dengan karya ahli
lain dibidang sosiolinguistik adalah bahwa pada analisi terhap turunan
empat mata, istilah-istilah dibidang antropologi dan sosiologi seperti
“peran”, “status”, “identitas sosial”, dan “hubungan sosial” akan
diperlakukan sebagai “simbol komunikasi”.
8

Perubahan verba menjadi nomina untuk menyatakan proses pada


teks akademik.

verba Berubah menjadi nomina


Bertujuan Tujuan
Menelaah Telaah
Menganalisis Analisis
Bercakap-cakap Percakapan
Berkomunikasi Komunikasi
Diasumsikan Asumsi
Menggunakan/digunakan Penggunaan
didefinisikan definisi

2. Menganalisis Pentingnya Teks Akademik


Teks akademik atau karya ilmiah dapat diartikan suatu
tulisan yang penyajiannya sesuai dengan keilmuan dan didasari oleh
hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu,
disusun menurut metode tertentu dengan sistemika bahasa yang baik
dan benar.
Jenis-jenis teks akademik yang sering dijumpai antara lain
buku, ulasan buku, proposal penelitian, proposal kegiatan, laporan
penelitian, laporan kegiatan, dan artikel ilmiah. Apabila dimasukan
kedalam konsep konsep gendre, jenis-jenis teks tersebut masuk
kedalam gendre makro. Di dalam masing-masing gendre makro itu,
terkandung campuran dari beberapa gendre mikro seperti deskripsi,
laporan, prosedur, eksplanasi, eksposisi, dan diskusi. Gendre makro
adalah gendre yang digunakan untuk menamai sebuah jenis teks
secara keseluruhan, dan gendre mikro adalah subgendre-subgendre
yang lebih kecil yang ada di dalamnya dan dipayungi oleh gendre-
gendre makro.
Penulisan karya tulis ilmiah memiliki beberapa tujuan dan
fungsi. Tujuan penulisan karya ilmiah dapat diperinci sebagai
berikut.
a) Karya ilmiah disusun dengan tujuan untuk memecahkan
masalah tertentu.
9

b) Karya ilmiah disusun untuk mencapai tujuan khususnya


tertentu.
c) Karya ilmiah disusun dengan tujuan menambah
pengetahuan, ilmu, dan konsep pengetahuan tentang satu
pokok masalah tertentu.
d) Karya ilmiah disusun dengan tujuan untuk membina
kemampuan menulis ilmiah bagi penulisnya.
e) Karya ilmiah disusun dengan tujuan membina kemampuan
berpikir ilmiah bagi penulisnya.
Disamping tujuan diatas, karya ilmiah memiliki beberapa fungsi
sebagai berikut tersebut.
a) Fungsi pendidikan, karya tulis ilmiah berfungsi untuk
memberikan pengalaman yang berharga bagi penulisnya
sehingga ia mampu menulis, berpikir, dan
mempertanggungjawabkan tulisannya secara ilmiah.
b) Fungsi penelitian, karya tulis ilmiah berfungsi sebagai sarana
bagi penulisnya guna menerapkan prosedur ilmiah dan
mempraktikan dalam usaha mengembangkan ilmu
pengetahuan
c) Fungsi fungsional, karya tulis ilmiah dapat berfungsi sebagai
alat ilmu pengetahuan, tambahan bahan fustaka, dan
kepentingan praktis dilapangan dalam satu disiplin ilmu
tertentu.
Berdasarkan tujuan dan fungsi penulisan karya tulis ilmiah
diatas, jelaslah bahwa karya tulis ilmiah merupakan kegiatan yang
bermanfaat baik bagi penulis maupun bagi dunia luas. Melihat
betapa pentingnya karya tulis ilmiah tersebut, penulis karya ilmiah
harus benar-benar menyusun karyanya dengan baik dan benar
sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
10

3. Contoh Teks Akademik dan Teks Nonakademik


Untuk lebih memahami masalah mengenai teks akademik
dan teks nonakademik, berikut ini merupakan contoh yang bisa
dibandingkan agar lebih memudahkan dalam memahami perbedaan
teks akademik dan teks nonakademik.
Contoh Teks Akademik:

Tips Menjaga Kesehatan Gigi dan Menghindari Bau Mulut

Ketika kita berinteraksi dengan orang lain, kita akan


menggunakan bibir untuk bicara. Salah satu organ tubuh kita,
yaitu mulut akan terbuka untuk mengeluarkan sebuah suara, dan
dalam hal ini kita akan sangat merasa terganggu manakala kita
memiliki bau mulut yang tidak sedap.

Gigi merupakan salah satu organ tubuh yang mudah terkena


bakteri akibat sisa-sisa makanan yang kita konsumsi secara rutin.
Jika kita kurang care terhadap gigi kita, maka besar kemungkinan
bau mulut kita akan menjadi tidak terkendali, dan dapat
mengeluarkan aroma yang sangat menyengat.

Kuman sangat mudah menempel pada gigi, oleh yang demikian


maka kita diharuskan untuk senantiasa memiliki gigi yang bersih
dan terbebas dari kuman yang dapat menyebabkan bayu mulut
yang sangat tidak sedap. Dan berikut ini adalah sejumlah tips
untuk mencegah bau mulut, dan cara mencegahnya.

Anda harus membiasakan diri menyikat gigi minimal 2 kali sehari,


yaitu sesudah sarapan dan sebelum tidur di malam hari. Pada saat
tidur, mulut tertutup dan menyebabkan air liur tidak bersirkulasi,
bakteri akan berkembang biak dua kali lipat lebih banyak. Bakteri
yang semakin banyak akan merusak gigi dan gusi. Oleh karena itu,
sikat gigi sebelum tidur sangat penting untuk menghindari
terjadinya gangguan gigi dan gusi yang lebih buruk lagi.

Anda harus segera menyikat gigi setelah mengonsumsi makanan


yang manis dan lengket. Sisa makanan manis yang tidak segera
dibersihkan menjadi penyebab utama terjadinya gigi berlubang.
Begitu pula makanan yang lengket, makanan ini harus segera
dibersihkan supaya tidak tertimbun dan nantinya semakin sulit
dibersihkan.

Pilihlah sikat gigi yang mempunyai bulu sikat yang lembut/halus.


Banyak orang yang beranggapan bahwa semakin keras menyikat
11

gigi akan semakin bersih hasilnya. Asumsi tersebut salah, karena


menyikat gigi dengan keras justru dapat menyebabkan terkikisnya
lapisan pelindung pada gigi.

Sikatlah gigi Anda dengan cara yang baik dan benar. Sikatlah gigi
Anda mulai arah ke atas lalu ke bawah atau dari arah gusi ke arah
ujung gigi.

Gantilah sikat gigi Anda tiga bulan sekali atau bila bulu sikat
sudah mekar Anda harus segera menggantinya dengan yang baru.
Penempatan sikat gigi pun harus diperhatikan. Letakkan sikat gigi
di dalam kamar mandi dengan wadah tertutup atau dimasukkan ke
dalam lemari di balik cermin di kamar mandi agar tidak ditempeli
oleh kuman atau bakteri.

Contoh Teks Nonakademik:

Pada saat pak dosen memberi kuliah Sosiologi Hukum,


bertanyalah ia pada mahasiswa yang bernama Elisa.

Dosen : Saudari Elisa, coba utarakan seringkas


mungkin kondisi penegakan hukum di
Negara kita tercinta ini!

Elisa : Bagaikan sarang laba-laba pak.

Dosen : Maksudnya?

Elisa : Kalau kelas nyamuk akan tertangkap dan tak


dapat berkutik Pak. Sedang kalau kelas
kumbang, wah! Jebol, Pak!

Dosen : Kalau kelas gagak?

Elisa : Tak tahu pak.

Mahasiswa : Hahaha
lainnya

Perbedaan teks akademik dan teks nonakademik perlu


dijelaskan secara memadai dengan mengidentifikasi ciri-ciri yang
ada. Ciri-ciri teks akademik antara lain sederhana, padat, objektif,
dan logis. Akan tetapi, selama ini pula belum terdapat bukti-bukti
12

empiris yang diajukan untuk memberikan penjelasan yang memadai


secara linguistik tentang pengertian sederhana, padat, objektif, dan
logis itu. Akibatnya, ciri-ciri tersebut biasanya hanya dipahami
secara naluri tanpa didasarkan pada data atau teori tertentu.
Sebagai kata-kata sehari-hari, sederhana, padat, objektif,
dan logis memang mudah dipahami. Seperti terdaftar didalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia, secara denotatif, sederhana berarti
“bersahaja, tidak berlebih-lebihan, atau tidak banyak seluk-
beluknya”; Padat berarti “sangat penuh hingga tidak berongga, padu,
atau mampat”; objektif berarti “mengenai keadaan yang sebenarnya
tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi”; dan logis
berarti “sesuai dengan logika, benar menurut penalaran, atau masuk
akal”.
Ciri-ciri tersebut antara lain adalah bahwa teks akademik itu
“lugas”, “baku”, “bersifat taksonomik dan abstrak”, “banyak
memanfaatkan metafora gramatika”, “banyak memanfaatkan proses
relasional”, “banyak memanfaatkan pengacuan esfora”, serta
“faktual dalam hal genre”
Pengeksplorasian ciri-ciri keilmiahan pada teks akademik
menjadi penting karena teks akademik merupakan dimensi
tersendiri apabila dibandingkan dengan jenis-jenis teks yang lain
dan teks akademik cenderung membutuhkan pendekatan yang
berbeda untuk memahamkan isinya kepada target pembaca. Secara
umum teks akademik ditandai oleh sifat-sifat baku, logis, lugas, dan
objektif.
BAB 3
PENUTUP
A. Kesimpulan
Teks akademik atau teks ilmiah adalah tesk yang dapat
dipertanggungjawabkan secara keilmuan, karena berdasar pada keilmuan.
Sedangkan teks non ilmiah adalah karya yang penulisannya tidak didukung
oleh fakta yang biasanya hanya berdasarkan fakta pribadi.
Berdasarkan ciri karya tulis ilmiah, dapat ditarik sebuah benang
merah bahwa karya tulis ilmiah merupakan kajian atas sebuah masalah
tertentu yang tujuan pembahasannya harus mampu memberikan alternatif
penyelesaian masalah tersebut.

B. Saran
Diharapkan kedepannya pembaca dapat lebih memahami mengenai
genre makro terlebih dalam hal teks akademik. Mengingat didunia kampus
teks-teks seperti sangat lazim digunakan, untuk itu penting itu setiap
kalangan civitas akademik untuk paham mengenai hal ini.
Selain itu, menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna,
kedepannya semoga penulis bisa lebih fokus dan details dalam menjelaskan
tentang makalah yang dibahas dengan sumber - sumber yang lebih banyak
yang tentunya dapat di pertanggung jawabkan.
Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga bisa
untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah di
jelaskan. Untuk bagian terakhir dari makalah adalah daftar pustaka.

13
DAFTAR PUSTAKA
Triwiratna dkk. 2016. Buku Ajar Mata Kuliah Wajib Umum Bahasa
Indonesia. Jakarta: Direktorat Jenderal Pembelajaran dan
Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi

14

Anda mungkin juga menyukai