Anda di halaman 1dari 129

STUDI PENYAMBUNGAN

(KAJIAN INTERKONEKSI)

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SOLAR


PLTS DANAU TOBA 20 MW
KE SISTEM DISTRIBUSI PT. PLN (PERSERO)
WILAYAH SUMATERA UTARA

Sesuai Peraturan Direksi PT. PLN (Persero) Nomor : 0357.K/DIR/2014


Tentang Pedoman Penyambungan Pembangkit Listrik Energi Terbarukan
Ke Sistem Distribusi PLN

DANAU TOBA SIJUKJUK


KECAMATAN HARIAN
KABUPATEN TOBA SAMOSIR
PROVINSI SUMATERA UTARA

PT SUMBER ENERGI SUKSES MAKMUR


Alamat Gedung World Trade Center
Jl. Jendral Sudirman Kav. 29-31
Jakarta 12920

JUNI 2018
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

DAFTAR ISI

BAB I .......................................................................................................................... 1
GAMBARAN UMUM DAN MAKSUD STUDI .............................................................. 1
1.1. Data Proyek ........................................................................................................ 1
1.2. Latar Belakang dan aplikasi Pedoman penyambungan PLTS Toba ................... 3
1.3. Metodologi Studi dan Asumsi .............................................................................. 5
1.4. Tinjauan Kondisi Kelistrikan Saat ini ................................................................... 7

BAB II ....................................................................................................................... 11
STUDI DAMPAK SISTEM DISTRIBUSI ................................................................... 11
2.1 Studi Aliran Daya .............................................................................................. 11
2.2 Studi Hubung Singkat ....................................................................................... 15
2.3 Studi Koordinasi Proteksi .................................................................................. 21
2.4 Studi Stabilitas Transient................................................................................... 27
2.5 Kajian Gangguan Harmonis Dan Flicker ........................................................... 29
2.6 Kesimpulan Analisis .......................................................................................... 31

BAB III ...................................................................................................................... 33


STUDI FASILITAS PENYAMBUNGAN .................................................................... 33
3.1 Fasilitas peralatan tambahan agar PLTS dapat parallel dengan PLN ............... 33
3.2 Fasilitas peralatan untuk evakuasi daya dari PLTS ........................................... 34
3.3 Fasilitas peralatan penyambungan untuk titik sambung (POC) PLTS ............... 34
3.4 Jadwal proyek ................................................................................................... 35
3.5 Rencana Anggaran Biaya danTanggung Jawab Fasilitas Penyambungan
PLTS ................................................................................................................. 36

i
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

BAB IV ...................................................................................................................... 42
KAJIAN KELAYAKAN OPERASI ............................................................................ 42
4.1 Standing Operation Procedure (SOP) penyambungan PLTS ........................... 42
4.1.1 Antisipasi terbentuknya islanding operation atau operasi secara terpisah
dari jaringan PLN ....................................................................................... 42
4.1.2 ........ Antisipasi Islanding Operation Atau Operasi Isolated Dalam Keadaan
Darurat....................................................................................................... 44

BAB V ....................................................................................................................... 46
KAJIAN RESIKO ...................................................................................................... 46
5.1 Tujuan Kajian Resiko ........................................................................................ 46
5.2 Sasaran Kegiatan .............................................................................................. 46
5.3 Identifikasi Resiko ............................................................................................. 47
5.4 Rencana Tindakan ............................................................................................ 50

BAB VI ...................................................................................................................... 54
KESIMPULAN .......................................................................................................... 54

BAB VII ..................................................................................................................... 56


LAMPIRAN-LAMPIRAN ........................................................................................... 56

ii
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

BAB I

GAMBARAN UMUM DAN MAKSUD STUDI

1.1. Data Proyek

Nama Proyek : Penyambungan PLTS 20 MW ke Jaringan


PLN
Kapasitas : 20 MW
Pemilik Jaringan : PT PLN (Persero) Sumatera Utara
Nama Pengembang : PT Sumber Energi Sukses Makmur
Rencana titik sambung (POC) : Pada jaringan distribusi 20 kV yang ada di GI
Tele
Lokasi PLTS 20 MW : Terapung di Danau Toba di Sijukjuk
Propinsi : Sumatera Utara
Pada koordinat : PLTS (2°33'48.24"N 98°40'54.80"E)
ke GI Tele (2°31'59.57"N 98°37'44.80"E)
Rencana COD : 2020
Jangka waktu kontrak : 20 tahun
Peta Lokasi PLTS 20 MW terdapat pada Gambar 1.1A, 1.1B, dan 1.1C.

1
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

Gambar 1.1A. Garis merah interkoneksi 20 kV, 8,5 km

Gambar 1.1B. Gardu Induk Tele 150 kV

2
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

Gambar 1.1C. Perbedaan rute transmisi 150 kV (kuning) dan distribusi 20 kV


interkoneksi (merah)

1.2. Latar Belakang dan aplikasi Pedoman penyambungan PLTS Toba

Ketentuan yang mendasari dilakukannya studi penyambungan PLTS Toba 20 MW


ke jaringan distribusi PLN adalah Permen ESDM Nomor 17/ESDM/2013 tentang
Pembelian Tenaga Listrik dari Pembangkit Tenaga Surya Potovoltaik oleh PT
Perusahaan Listrik Negara (Pesero) dan ketentuan Direksi PT PLN (Persero)
melalui Peraturan Direksi No. 357.K/DIR/2014 tentang Pedoman Penyambungan
Pembangkit Listrik Energi Terbarukan ke Sistem Distribusi PLN.

Hal utama yang membedakan ketentuan sebelumnya bahwa kegiatan studi dan
analisa untuk penyambungan Pembangkit Listrik Energi terbarukan dilakukan oleh
pihak Pengembang yang sebelumnya dilakukan oleh PLN. Selanjutnya juga ada
perbedaan perlakuan untuk kategori yang masuk jalur cepat atau fast track dan
yang masuk jalur review standar. Untuk jalur cepat tidak diperlukan studi
penyambungan tetapi cukup dengan melengkapi dokumen administrasi yang
diperlukan dan langsung diproses karena dianggap tidak akan berdampak
mengganggu terhadap sistem distribusi PLN, sedangkan yang masuk jalur review
standar harus dilakukan beberapa studi secara komprehensif meliputi:

3
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

- Studi penyambungan
- Studi dampak sistem distribusi, dan
- Studi fasilitas penyambungan

Pihak Pengembang tidak harus melakukan ketiga studi tersebut, tetapi dapat
memilih langsung dua (2) studi yaitu dampak sistem distribusi dan fasilitas
penyambungan sesuai dengan ketentuan pada bagan alir studi penyambungan
yang dilakukan oleh pengembang seperti pada gambar 1.2.

Pertemuan dengan Studi Kelayakan Penyambungan


Pengembang (optional) /CFS: Apakah ada potensi dampak
merugikan system?

Pengembang Ya
dapat
melewati studi Studi Dampak Sisrtem
Kelayakan Distribusi
Penyambungan

Studi Fasilistas Penyambungan

Gambar 1.2. Bagan Alir Studi Penyambungan Yang dilakukan oleh Pengembang

Mengacu pada ketentuan Permen ESDM No. 17/ESDM /2013, pihak pengembang
atau pelaku usaha untuk mendapatkan ijin sebagai pengelola PLTS dari Ditjen
EBTKE, maka pada tahap awal harus menyiapkan Pra Studi Kelayakan yang perlu
mendapatkan persetujuan dari pihak PLN. Dalam rangka mendapat persetujuan
PLN tersebut, maka pihak PLN mensyaratkan kepada pihak pengembang untuk
melakukan kajian teknis kelistrikan terlebih dahulu dalam bentuk studi
penyambungan seperti diuraikan di atas. Untuk menilai aplikasi penyambungan
PLTS 20 MW ini perlu dilakukan assesmen dengan menjawab daftar pertanyaan
sebagaimana dalam Tabel 1.1 berikut.

4
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

Tabel 1.1 Asessmen Penyambungan Pada PLTS 20 MW

No Pertanyaan Jawaban Keterangan

1 Apakah aplikasi penyambugan PLTS 20 MW sudah Ya Lanjut


lengkap?

2. Apakah aplikasi penyambungan PLTS 20 MW Ya Lanjut


disambungkan ke penyulang radial?

3. Apakah kapasitas PLTS 20 MW lebih kecil dari 200 Tidak 20MW>


kW? 200kW

4. Apakah kapasitas agregat PLTS 20 MW lebih kecil Tidak 20 MW> 2,75


dari 25% beban puncak tahunan semua penyulang? MW

5. Apakah kontribusi arus hubung singkat PLTS 20 MW Tidak Penyulang


yang tersambung ke Gardu Hubung Tele adalah 10% 0,162 kA,
dari arus hubung singkat PLTS 20MW? PLTS 1,333
kA

6. Apakah konfigurasi saluran distribusi PLTS 20 MW Ya Tidak ada


dapat diterima? dampak
serius

Karena dari daftar pertanyaan tersebut ada terdapat jawaban “Tidak”, maka untuk
penyambungan PLTS 20 MW ke sistem distribusi PLN tidak bisa dilakukan melalui
jalur cepat atau fast track akan tetapi harus melalui jalur review standar sehingga
harus dilakukan beberapa studi sebagaimana penjelasan di atas. Untuk studi
penyambungan PLTS 20 MW ke sistem distribusi PLN, maka pihak pengembang
PT Sumber Energi Sukses Makmur akan melakukan dua studi yaitu studi dampak
sistem distribusi dan studi fasilitas penyambungan.

1.3. Metodologi Studi dan Asumsi

Dalam melakukan studi penyambungan PLTS 20 MW ke sistem distribusi PLN


diawali dengan pengumpulan data-data lapangan yang umumnya diperoleh dari

5
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

PT PLN (Persero) setempat yaitu PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara di


Gardu Induk Tele, antara lain:
a. Single line diagram jaringan distribusi 20kV termasuk beban puncak pada saat
ini dan ramalan pada tahun 2020.
b. Data kapasitas dan beban trafo distribusi dan jarak antar trafo distribusi.
c. Data penjang jaringan dan jenis konduktor yang digunakan.
d. Data peralatan di jaringan distribusi dan jenis seperti PMT, LBS,
recloser/sectionalizer, fuse dan AVR.
e. Data jenis dan merek relai proteksi arus lebih beserta setting rele arus
gangguan fasa ke fasa dan fasa ke tanah, kurva TOC relay, nilai stelan rele
proteksi eksisting yang ada di jaringan distribusi.

Dari PT PLN (Persero) GI Tele diperlukan data-data antara lain pembebanan


penyulang di GI Tele pada waktu periode tertentu, dan short circuit level, dan trafo
tenaga, data peralatan PMT incoming dan penyulang 20 kV, data kubikel serta
relai proteksi terpasang di incoming dan penyulang terkait. Sedangan dari pihak
pengembang diperlukan data-data antara lain titik koordinat lokasi PLTS jarak ke
jaringan distribusi PLN eksisting serta data PLTS yang diperoleh dari pihak
pabrikan.

Berdasarkan hasil pengumpulan data-data dari berbagai pihak tersebut dilakukan


verifikasi dan evaluasi untuk dimasukkan dalam ETAP dengan menggunakan
asumsi sebagai berikut:
a. Data pembebanan saat COD PLTS 20 MW menggunakan peramalan beban
puncak sesuai dengan RUPTL.
b. Pemilihan jenis beban trafo distribusi lump load atau static load berdasarkan
hasil pengukuran beban trafo dan informasi dari PLN terkait apakah ada beban
untuk industri/pabrik, komersial atau perumahan/perkantoran umum.
c. Mode operasi untuk PLTS 20 MW dipilih pf control berdasarkan ketentuan
Peraturan Direksi No. 0357.K/DIR/204.

6
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

d. Penetapan nilai power factor untuk beban trafo atau penyulang dilakukan
berdasarkan penunjukan power factor rata-rata di GI Tele.
e. Data-data PLTS menggunakan data pihak pabrikan atau menggunakan data
tipikal sudah disiapkan oleh ETAP.

Dengan menggunakan ETAP dapat dilakukan kajian dan analisis studi load flow,
short circuit, koordinasi proteksi, harmonis dan flicker serta stabilitas transient
dengan menambahkan Kajian Kelayakan Operasi dan Kajian Resiko serta Studi
Fasilitas Penyambungan kemudian hasilnya dituangkan dalam bentuk laporan
Studi Dampak Sistem Distribusi dan Fasilitas Penyambungan PLTS 20 MW ke
sistem distribusi PLN.

1.4. Tinjauan Kondisi Kelistrikan Saat ini

Saat ini kondisi kelistrikan di sistem pulau Samosir mendapat pasokan dari Trafo
di GI Tele melalui satu pasokan namanya Pasokan Pangururan dengan beban
puncak sebesar 5 MW. Single line diagram pasokan tersebut dapat dilihat pada
gambar 1.3.

7
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

Gambar 1.3. Pasokan dari Penyulang Tele Tanggal 26 Mei 2018

Data beban harian dari Penyulang Pangururan dapat dilihat dalam Tabel 1.2.

8
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

Tabel 1.2 Data beban Harian Penyulang Pangururan.


Jam Beban Jam Beban Jam Beban Jam Beban
(kW) (kW) (kW) (kW)
0:30 5 6:30 9 12:30 1 18:30 7
1:00 5 7:00 9 13:00 1 19:00 11
1:30 5 7:30 9 13:30 5 19:30 11
2:00 5 8:00 6 14:00 5 20:00 9
2:30 5 8:30 6 14:30 5 20:30 9
3:00 5 9:00 5 15:00 5 21:00 9
3:30 5 9:30 5 15:30 5 21:30 9
4:00 5 10:00 5 16:00 5 22:00 7
4:30 5 10:30 5 16:30 5 22:30 7
5:00 5 11:00 5 17:00 7 23:00 7
5:30 5 11:30 1 17:30 7 23:30 7
6:00 9 12:00 1 18:00 7 24:00 7

Beban tertinggi siang hari adalah 9 MW dan pada malam hari 11 MW. Kurva beban
harian dapat dilihat pada Gambar 1.4.

12
11

10
9

8
Daya, MW

0
9:30
0:30
1:30
2:30
3:30
4:30
5:30
6:30
7:30
8:30

10:30
11:30
12:30
13:30
14:30
15:30
16:30
17:30
18:30
19:30
20:30
21:30
22:30
23:30

Jam

Gambar 1.4. Kurva Beban Harian Tele pada 26 Mei 2018

9
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

Dari hasil survai lapangan diketahui bahwa jumlah beban puncak seluruh
penyulang 20 kV adalah 11 MW, berarti PLTS 20 MW sangat besar pengaruhnya
pada GI Tele.

10
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

BAB II

STUDI DAMPAK SISTEM DISTRIBUSI

2.1 Studi Aliran Daya

Salah satu kajian yang diperlukan dalam rangka penyambungan Pembangkit


Listrik Energi Terbarukan ke jaringan distribusi PLN adalah melakukan kajian dan
analisis aliran daya sebagaimana disyaratkan dalam Peraturan Direksi No.
0357.K/DIR/2014 yaitu untuk meninjau dampak perubahan aliran daya pada
sistem distribusi eksisting akibat masuknya pembangkit dengan daya sampai
dengan 20 MW.

Tujuan dilakukan studi aliran daya ini antara lain sebagai berikut:
- Menentukan kondisi operasi sistem tenaga listrik dalam keadaan steady state
melalui perhitungan sehingga diperoleh besaran jatuh tegangan pada setiap
penyulang, level tegangan pada tiap bus serta aliran daya pada penyulang
dan pencabangannya.
- Untuk mengetahui tegangan operasional apakah masih dalam range standar
yang ditetapkan dan kondisi pembebanan peralatan seperti transformator dan
konduktor tidak melampaui batas kemampuannya.
- Diperlukan untuk mengidentifikasi kebutuhan daya pembangkitan, keperluan
untuk dukungan daya reaktif (VAR) serta penempatan kapasitor atau reactor
guna mempertahankan sistem tegangan sesuai dengan yang dipersyaratkan.
- Untuk mengetahui susut teknis jaringan baik per cabang maupun secara total
sesuai dengan pola operasi yang direncanakan.
- Untuk keperluan pengendalian kondisi sistem termasuk aspek efisiensi
pengoperasian saat ini maupun perencanaan ke masa depannya.

11
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

Ada beberapa asumsi yang harus dilakukan sebelum melakukan analisis sistem
tenaga dengan menggunakan ETAP dengan berbagai asumsi untuk
penyambungan PLTS 20 MW yaitu:
- PLTS harus menggunakan standar umum SNI, ANSI, IEEE, NEC, NEMA, IEC
atau pada standar yang ditetapkan oleh SPLN.
- Daya yang keluar dari PLTS maksimum 20 MW dan jaringan penyambungan
harus dilengkapi dengan rele proteksi seperti terkandung pada SPLN 52-3
tahun 1980 tentang Pola Pengamanan Sistem 6 kV dan 20 kV.
- Proteksi semua pembangkit yang tersambung ke jaringan PLN harus
dilengkapi dengan proteksi arus hubung singkat fasa ke fasa, fasa ke tanah,
proteksi daya baik, proteksi tegangan kurang dan tegangan lebih, dan proteksi
frekwensi kurang dan lebih.
- Simulasi ETAP akan dilakukan untuk dua opsi sesuai dengan sambungan 20
kV dan sambungan dengan 150 kV sebagai berikut:
i. Dengan 20 kV sejauh 8,5 km disebut Opsi 1
ii. Dengan 150 kV sejauh 7,5 km disebut Opsi 2.

Untuk kedua opsi ini penyambungan dilakukan dengan analisis aliran beban
kurang dari 20 MW beroperasi pada tahun 2020 dimana PLTS dilengkapi dengan
batere sehingga dapat dilakukan simulasi pada waktu malam hari dan pada siang
hari. Studi aliran daya untuk kedua opsi ini dapat dilihat dalam Gambar 2.1 dan
2.2, dan Tabel 2.1 serta selengkapnya ditampilkan pada Lampiran 2.1 dan 2.2.

12
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

Gambar 2.1.Aliran Daya PLTS 20 MW dengan opsi 1

Gambar 2.2.Aliran Daya PLTS 20 MW dengan opsi 2

13
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

Dengan mengandaikan perkembangan ekonomi di daerah Kabupaten Samosir,


maka dianggap beban puncak mencapai 20 MW, sehingga simulasi aliran beba
diperoleh seperti Tabel 2.1.

Tabel 2.1. Simulasi aliran beban


Uraian Opsi 1- 20 kV Opsi 2 150kV
Kondisi Sebenarnya (%) Sebenarnya (%)
Tegangan 20kV 100 19,695 kV 98,1
PLTS
Tegangan 0,4 kV 100 0.4 kV 100
PLTS
Tegangan 150 kV - 145,6 kV 98,48
PLTS
Tegangan 19,22 kV 99,65 145,3 kV 97,61
Ujung
Daya PLTS 19.186 kW 100 18,829 kW 100
Beban Total 18.710 kW 97,5 18,764 kW 0,34
Rugi Daya 476 kW 2,5 65 kW 0.34
Rugi 0,782 kV 3,9 0,3 kV 0,87
Tegangan

Tegangan kerja menurun tetapi tidak lebih besar dari nilai 5% dan susut daya juga
turun walaupun masih juga di bawah 5%.Dengan demikian bahwa tidak ada
masalah serius dalam penyambungan PLTS ini. Hanya pada pembebanan malam
hari perlu mendapat perhatian bahwa batere juga harus tahan lebih dari 12 jam
beroperasi penuh.

Kedua studi ini memenuhi kriteria operasi dimana kedua Opsi tidak melanggar
standar operasi, namun karena biaya investasi untuk kedua Opsi ini jauh berbeda
dimana Opsi 1 adalah sekitar Rp 11.973.870.000 lebih murah dari pada Opsi 2
sekitar RP 86.050.582.000, maka Opsi 1 dipilih untuk studi lanjutan.

14
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

2.2 Studi Hubung Singkat

Tujuan utama dilakukannya studi hubung singkat antara lain:


- Membuktikan bahwa rating kemampuan peralatan pemutus eksisting lebih
tinggi dari nilai arus hubung singkat terbesar.
- Memastikan bahwa rating ketahanan peralatan non pemutus masih lebih
tinggi dari nilai arus hubung singkat yang terjadi.
- Memberikan dasar perhitungan selektifitas koordinasi peralatan proteksi
seperti pemutus tenaga, relai dan fuses, dll.
- Menentukan kemampuan daya tahan peralatan switching selama terjadinya
hubung singkat.

Analisa kajian hubung singkat diperlukan pada saat masuknya pembangkit energi
terbarukan ke sistem distribusi PLN karena masuknya PLTS pada siang hari.
Sehingga dengan masuknya pembangkit PLTS 20 MW akan mempengaruhi
besaran dari kontribusi arus hubung singkat yang terjadi di jaringan distribusi PLN.

2.2.1 Arus Hubung Singkat Opsi 1


Studi arus hubung singkat untuk opsi 1 dapat ditunjukkan dengan Gambar 2.3
berikut ini, yang selengkapnya ditunjukkan dalam Lampiran 2.3.

Gambar 2.3. Studi Arus Hubung Singkat Opsi 1

15
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

Kondisi hubung singkat tiga fasa dan dua fasa ke tanah dan satu fasa ke tanah
pada system interkoneksi Opsi 1 dapat dilihat pada Tabel 2.2.

Tabel 2.2 Arus Hubung Singkat Sistem PLTS Opsi 1

BPLTS 20 kV

BTELE1 20 kV

BTRPLTS 400 Volts

Menurut Standar IEC, I”k adalah arus awal simetris hubung singkat, berupa nilai
efektif (rms) komponen simetri AC pada saat impedansi pada saat waktu titik nol,
sedangkan ip adalah arus hubung singkat puncak berupa nilai sesaat maksimum
dari arus hubung singkat yang mungkin dicapai, Ib adalah arus pemutusan hubung
singkat simetris efektif (rms) pada saat terjadinya pemisahan kontak fasa-fasa
yang hubung singkat pada pemutus daya, sedangkan Ik adalah arus hubung
singkat pada keadaan steady state sesudah melewati transien.

16
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

Ternyata pada bus bar 400 Volt terjadi kapasitas hubung singkat yang besar yaitu
sekitar 150 kA terjadi pada gangguan satu fasa ke tanah atau 100 MVA.

Menurut aturan distribusi tenaga listrik tahun 2009 telah ditentukan bahwa
kapasitas hubung singkat pada sisi tegangan 20 kV maksimum 500 MVA atau 14,4
kA. Tabel 2.2 ini sangat memenuhi syarat karena nilai ini masih di bawah 10 kA.

SPLN 118-4-1:96 juga telah mengatur kapasitas pemutusan (breaking capacity)


pemutus tenaga pada kubikel untuk tegangan nominal 20 kV adalah 12,5 kA.
Berdasarkan standar PLN ini maka semua pemutus tenaga di sisi 20 kV
dipersyaratkan minimal memiliki kemampuan pemutusan sebesar 12,5 kA.

Berdasarkan simulasi arus hubung singkat ini diketahui bahwa arus hubung
singkat berada di bawah 12,5 kA. Laporan selengkapnya lihat Lampiran 2.3.

Besaran arus hubung singkat dari fasa ke fasa adalah arus gangguan terkecil dan
digunakan sebagai dasar perhitungan setelan relai arus lebih sehingga perlu
diperhatikan apabila ada nilai yang lebih rendah dari pada arus beban puncak
karena dapat menimbulkan permasalahan dalam setelan relai arus lebih.
Sedangkan gangguan satu fasa ke tanah hanya berasal dari kontribusi gardu
induk dan tidak ada kontribusi dari PLTS karena semua trafo step up ke 20 kV
terhubung delta-wye dimana di sisi 20 kV tidak ada yang ditanahkan atau
mengambang karena NGR 40 Ohm hanya ada di Gardu Induk Tele.

2.2.2 Arus Hubung Singkat pada Opsi 2


Kondisi hubung singkat tiga fasa dan dua fasa ke tanahdan satu fasa ke tanah
pada sIstIm interkoneksi Opsi 1 dapat dilihat pada Tabel 2.2.

17
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

Gambar 2.4 Short Circuit Diagram 150 kV

Arus hubung singkat pada opsi 2 dapat dilihat pada Tabel 2.3.

Tabel 2.3. Arus hubung singkat pada opsi 2

Bus PLTS 20 kV

Bus Tele 150 kV

18
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

Bus TR 400 Volt

Bus Tele 150 kV

Laporan Simulasi Hubung Singkat selengkapnya untuk opsi 2 dapat dilihat pada
Lampiran 2.4.

19
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

2.2.3 Kelelehan Penghantar AAAC

Gambar 2.5.Kurva Kelelehan Konduktor AAAC dan AAC

Besaran arus hubung singkat tersebut juga perlu diperhatikan untuk meninjau
ketahanan konduktor tetap pada tingkat kelelehan (Gambar 2.5) karena dialiri arus
hubung singkat. Berdasarkan data arus hubung singkat di atas dan dengan
memperhatikan kurva ketahanan konduktor AAAC (SPL 64:1985) maka konduktor
AAAC 240, 150, 70, dan 35 mm2 yang terpasang di Tele masih relative aman

20
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

karena arus hubung singkat terbesar yang mengalir pada penyulang


menggunakan AAAC 240 mm2 dengan waktu kelelehan di atas 30 detik sehingga
diharapkan peralatan proteksi sudah bekerja sebelum terjadi hal-hal yang
membahayakan.

2.3 Studi Koordinasi Proteksi

Masuknya pembangkit listrik tenaga energi terbarukan sampai dengan 20 MW ke


sistem distribusi PLN akan menyebabkan perubahan baik besaran (magnitude)
dan arah dari arus hubung singkat yang terjadi di sistem karena semua generator
dari pembangkit listrik energi terbarukan (kecuali pembangkit listrik tenaga bayu
dan pembangkit listrik tenaga surya). Akan memberikan kontribusi arus hubung
singkat fasa (tiga fasa dan fasa-fasa) ke sistem distribusi PLN, sedangkan untuk
arus hubung singkat 1 fasa ke tanah (ground fault) sangat tergantung kepada
sistem pembumian sisi 20 kV dari trafo step up yang ada di lokasi masing masing
pembangkit listrik energi terbarukan tersebut. Tujuan dilakukan kajian koordinasi
proteksi dengan masuknya pembangkit listrik tenaga terbarukan ke sistem
distribusi PLN adalah untuk meninjau kinerja masing-masing relai proteksi
khususnya relai arus lebih fasa dan arus lebih ke tanah dengan memperhitungkan
adanya perubahan besaran arus dan arahnya arena adanya kontribusi dari
pembangkit listrik tenaga energi terbarukan yang selanjutnya dicarikan solusi
perbaikan dan penyempurnaannya sehingga relai proteksi yang ada tetap dapat
menunjukkan kinerja yang selektif, sensitif dan cepat.

Masuknya PLTS 20.000 kW pada sub sistem Tele akan menimbulkan perubahan
besaran arus dan arah pada arus hubung singkat untuk jaringan distribusi yang
bukan sebagai jaringan radial murni atau jaringan tersebut terhubung ke sumber
pembangkit PLTS dan gardu induk. Sebagai konsekwensi dari hal tersebut, maka
relai proteksi arus lebih fasa dan arus lebih ke tanah pada jaringan tersebut perlu

21
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

ditinjau kembali apakah diperlukan penggantian menjadi arus lebih fasa dan arus
ke tanah yang directional.

Peninjauan koordinasi relai proteksi dalam kajian ini terbatas pada lingkup sisi 20
kV di Gardu Induk, Gardu Hubung atau jaringan distribusi serta pada fasilitas
penyambungan atau titik koneksi (Point of connection). Umumnya trafo step up di
sisi pembangkit terhubung delta-wye dimana sisi 20 kV merupakan wye dan
adanya kontribusi arus hubung singkat 1-fasa ke tanah tergantung pada hubungan
pembumian tititk netral trafo step up tersebut. Pada kasus pembangkit listrik energi
terbarukan umumnya titik netral sisi 20 kV trafo step up tidak dibumikan atau
mengambang sehingga tidak ikut memberikan kontribusi terhadap arus hubung
singkat 1-fasa ke tanah. Hal tersebut mengacu kepada SPLN 88: 1991. Dan
karena pada trafo tenaga di GI Tele sudah terpasang NGR 40 Ohm sehingga tidak
diperlukan lagi penggunaan NGR di lokasi pembangkit dengan maksud agar
sistem distribusi 20 kV konsisten dengan pembumian 40 Ohm sehingga besaran
arus hubung singkat 1-fasa ke tanah dibatasi maksimum 300 A.

Disamping itu dalam Peraturan Direksi No, 0357.K/DIR/2014 ditetapkan bahwa


pembangkit listrik energi terbarukan tidak diperkenankan beroperasi terpisah atau
islanding operation kecuali dalam keadaan darurat berdasarkan keputusan dari
pihak PLN. Untuk itu setiap pembangkit listrik energi terbarukan perlu dilengkapi
dengan proteksi anti islanding untuk mengamankan apabila sumber pasokan dari
PN terbuka baik karena gangguan atau sebab lain maka dalam waktu maksimum
2 detik pembangkit listrik tenaga energi terbarukan menghentikan pasokannya ke
jaringan distribusi PLN. Hal tersebut perlu diperhatikan dalam koordinasi relai
proteksi khususnya pada saat terjadi gangguan hubung singkat 1-fasa ke tanah
karena tidak ada kontribusi arus gangguan dari pembangkit listrik energi
terbarukan dan bila beban di jaringan saat itu masih dapat ditanggung oleh
pembangkit maka dapat terjadi islanding operation karena relai ground fault yang
ada di titik sambung tidak akan bekerja.

22
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

Arus proteksi PLTS adalah 700 Amper atau identik dengan 20 MW pada tegangan
20 kV, cos φ = 0,8. Rele arus lebih akan bekerja pada saat maksimum arus PLTS
dicapai. Arus ini dibatasi pada nominal, mengingat output dari PLTS pasti kurang
dari 20 MW karena adanya susut tenaga disemua peralatan PLTS.Inilah pembatas
normal yang diset pada busbar 20 kV menuju SUTM tegangan 20 kV. Koordinasi
rele dikoordinasikan sesuai dengan kemampuan peralatan PLTS dengan susunan
dalam Gambar 2.6.

Gambar 2.6. Koordinasi kapasitas Peralatan PLTS

a. Rele over current di set pada arus: 700 Amper atau In = 1 dengan waktu tunda
2 detik
b. Rele sesaat untuk arus: 3In bekerja secara sesaat tanpa tenggang waktu.
c. Rele Under frekrequency dan over frequency adalah: 49,5 Hz s/d 50,5 Hz
d. Rele over voltage dan under voltage adalah: +5% s/d -10%
e. Distorsi Rele tegangan harmonic ganjil individual adalah: 3%

23
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

f. Distorsi Rele tegangan harmonic ganjil total adalah: 5%


g. Distorsi arus harmonic genap adalah 25% dari tabel dibawah ini
h. Distorsi arus harmonic ganjil adalah sebagai berikut:

Harmonic ganjil h <11 11<h<17 17<h< 23 23<h<25 h<35 Total


DHA 4% 2% 1,5% 0,6% 0,3% 5%

2.3.1. Tinjauan Koordinasi Proteksi pada saat PLTS Beroperasi


Sebagai referensi awal menggunakan data-data setelan relai arus lebih fasa dan
relai lebih tanah yang terpasang di GI Tele, sedangkan relai proteksi yang
ditambahkan di bus 20 kV PLTS yaitu relai arus lebih fasa dan arus lebih ke tanah
serta relai tegangan dan relai frekwensi sebagai proteksi anti islanding yang akan
dipasang di Bus 20 kV PLTS. Sehubungan dengan PLTS 20 MW tersambung ke
GI Tele melalui penyulang baru 8,5 km. Perlu diadakan pergantian rele non
directional menjadi rele arus lebih dan relai arus lebih ke tanah di GI eksisting.

Kajian koordinasi proteksi dilakukan dengan menggunakan Software ETAP Versi


12.5 dan sebagai acuan untuk setelan relai arus lebih fasa menggunakan hasil
perhitungan arus hubung singkat fasa-fasa sedangkan untuk setelan relai arus
lebih 1-fasa ke tanah menggunakan hasil perhitungan arus hubung singkat 1-fasa
ke tanah di Bus Tele dan Bus PLTS, dapat dilihat pada gambar 2.7 untuk
gangguan yang ada di Bus Tele, maka rele terpasang di bus adalah Tele dan
mengetrip semua CB termasuk CB PLTS sehingga terjadi anti islanding operation.

Pada gambar 2.8 untuk gangguan yang ada di Bus PLTS, maka rele terpasang
termasuk semua CB juga CB PLTS untuk PLTS beroperasi anti islanding.

24
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

Gambar 2.7. Gangguan di Bus Tele 20 kV

Gambar 2.8. Gangguan di Bus PLTS 20 kV

Dengan kata lain kalau terjadi gangguan tiga fasa atau satu fasa di salah satu bus
Tele atau PLTS, maka semua CB akan terputus sehingga PLTS tidak beroperasi
memasok beban distribusi PLN.

25
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

2.3.2. Gangguan Tiga Fasa


Gangguan tiga fasa

Pada gangguan jaringan PLN tiga fasa ke tanah, sistem langsung trip dan tidak
ada sambungan PLTS ke jaringan, untuk menyambungkannya ke jaringan PLN
harus dilakukan dengan sinkronisasi terlebih dahulu. Dengan demikian rele
instantaneous tanpa waktu tunda akan bekerja secara paksa melepaskan sistem
PLTS dari jaringan PLN yang terganggu tiga fasa. Arus hubung singkat tiga fasa
dapat dilihat pada Lampiran 2.1.

Arus gangguan 1.333 Amper pada bus PLTS (46,18 MVA), masih dalam daya
mampu peralatan kubikel 20 kV, sehingga tidak terjadi kerusakan, namun CB1 di
PLTS akan membuka setelah mencapai 2 detik sehingga terjamin bekerja anti-
islanding.

2.3.3. Gangguan fasa-fasa


Dalam hal gangguan satu fasa ker tanah pada jaringan, sistem PLTS masih dapat
bertahan sampai beberapa saat sampai terlepasnya gangguan misalnya dahan
yang mengenai fasa ke fasa. Sehingga rele overcurrent ang bekerja adalah rele
arus lebih dengan waktu tunda beberapa detik yang bekerja. Arus hubung singkat
fasa ke fasa dapat dilihat pada Lampiran 2.2, Arus gangguan satu fasa ke tanah
adalah 2.920Amper atau 101,15 MVA telah melebihi daya mampu peralatan
kubikel 20 kV sehingga perlu diamankan oleh rele dengan kata lain CB Tele harus
membuka, dan CB1 juga terbuka secara sesaat.

2.3.4. Gangguan fasa ke tanah

26
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

Terjadi ketika satu dahan pohon menyentuh satu fasa, yang kemudian jatuh ke
bawah, dengan demikian gangguan bisa hilang sendiri, dalam hal ini tidak perlu
memutuskan pemutus tenaga, kecauali dalam waktu tertentu melebihi waktu
tunda rele dia akan memutuskan pemutus tenaga. Arus gangguan satu faa
ketanah dapat dilihat pada Lampiran 2.3.
Arus gangguan satu fasa ke tanah adalah 4.379 Amper atau 151,7 MVA telah
melebihi daya mampu peralatan kubikel 20 kV sehingga perlu diamankan oleh rele
dengan kata lain CB Tele harus membuka, dan CB1 juga terbuka.

2.3.5. Gangguan fasa ke fasa dan tanah

Terjadi ketika satu dahan pohon menyentuh satu fasa dengan fasa lainnya, yang
kemudian jatuh ke bawah, dengan demikian gangguan bisa hilang sendiri, dalam
hal ini tidak perlu memutuskan pemutus tenaga, kecuali dalam waktu tertentu
melebihi waktu tunda rele dia akan memutuskan pemutus tenaga. Arus gangguan
fasa ke fasa dan tersambung ketanah dapat dilihat pada Lampiran 2.3.

Arus gangguan dua fasa ke tanah adalah 4.669 Amper atau 161,7 MVA tidak
melebihi daya mampu peralatan kubikel 20 kV sehingga perlu diamankan oleh rele
dengan kata lain CB Tele harus membuka, dan CB1 juga terbuka.

2.4 Studi Stabilitas Transient

27
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

Umumnya kajian dan analisa stabilitas transien dilakukan untuk meninjau


kemampuan sistem tenaga listrik dalam mempertahankan kestabilan awal operasi
setelah terjadi gangguan besar yang dapat berdampak pada kestabilan sudut
rotor, tegangan dan frekwensi sistem yang dapat menyebabkan terjadinya out of
step atau lepas sinkron dan pada kondisi terparah dapat menimbulkan sistem
black out.

Pada sistem grid atau transmisi hal yang perlu diperhatikan dari hasil analisa
stabilitas transien adalah Critical Clearing Time (CCT) yaitu batas waktu kritis
sebelum terjadinya out of step atau lepas sinkron yang diharapkan PMT akan
membuka saluran terganggu sebelum CCT tersebut. Namun dalam kajian
stabilitas transien pada kasus penyambungan pembangkit listrik energi
terbarukan ke sistem distribusi 20 kV PLN ini lebih diutamakan untuk meninjau
apakah akan berdampak terbentuknya islanding operation atau sistem isolated
sehingga pembangkit listrik energi terbarukan tersebut hanya memasok beban
lokal dan tidak tersambung ke sistem PLN. Hal tersebut mengingat pembangkit
listrik terbarukan yang tersambung ke sistem 20 kV memiliki peran yang kecil
untuk mengganggu kestabilan di sistem grid yang diasumsikan sebagai swing atau
slack atau infinite bus yang kemampuannya sangat besar dan kuat.

Secara sesaat ketiga line line 2, line 3 dan line 4 dimatikan berturut turut sebagai
gangguan pada system interkoneksi, yang kemudian dimasukkan satu persatu
pada jaringan, akan terlihat bahwa reaksi sesaat pada daya, tegangan dan
frekwensi pada Lampiran 2.5.

28
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

Perubahan yang didapatkan selama terjadi gangguan transien, kelihatannya tidak


ada yang menuju ketidakstabilan terlihat pada 0,2 detik line 2 trip perubahan pada
tegangan, frekwensi, daya aktif dan reaktif, sudut tegangan tidak membawa
frekwensi berubah, tetapi konstan selama peralihan ke meit sesudahnya sampai
kondisi steady state. Kenyataannya pada menit ke 0.7 detik bisa kembali
kekeadaan semua tanpa goncangan yang membahayakan.

2.5 Kajian Gangguan Harmonis Dan Flicker

Kajian harmonisa dan flicker ini dilakukan untuk menganalisa apakah ada dampak
terhadap besaran nilai-nilai harmonisa tegangan dan arus serta frekwensi pada
sistem kelistrikan yang disebabkan masuknya pembangkit listrik tenaga energi
terbarukan ke sistem distribusi PLN.
- Mengingat PLTS 20.000 kW menggunakan diode dan transistor sebagai
sumber harmonisa, demikian juga bila memperhatikan kondisi pembebanan
yang dipasok dari transformator yang melalui trafo distribusi pada penyulang
namun dengan perlengkapan filter harmonica yang sesuai pada setiap
inverter, maka harmonica hampir tidak ada dampaknya.
- Untuk kajian studi harmonisa dan flicker ini dilakukan untuk kedua Opsi
penyambungan pada tahun 2020. Dengan simulasi ETAP Versi 12.5 ternyata
harmonica adalah nihil kurang dari 3% atau THD 5%.

29
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

Gambar 2.9.Gelombang Tegangan pada system sambungan PLTS 20 MW

- Studi harmonisa dilakukan pada sistem PLTS dan menghasilkan stabilitas


tegangan dan arus sistem PLTS tanpa gangguan harmonis dalam sistem,
sehingga tidak ada gangguan harmonis yang berarti pada sistem PLN apabila
disambungkan pada distribusi PLN. Hasil-hasill studi harmonisa untuk Opsi 1
dapat dilihat pada Lampiran 2.6. Studi ini diangap stabil tidak dipengaruhi oleh
harmonik tegangan ataupun harmonik arus melainkan dengan bantuan filter
harmonic maka gelombangnya adalah sinusoidal murni seperti terlihat pada
Gambar 2.9.

PLTS tidak diperbolehkan menghasilkan flicker yang merugikan bagi


konsumen lain pada Sistem Distribusi PLN. Untuk mengurangi flicker yang
berlebihan yang disebabkan oleh fluktuasi tegangan pelanggan, flicker pada
Titik Sambung yang disebabkan oleh PLT EBT tidak boleh melebihi batasan
persepsi flicker dalam jangka waktu yang singkat (10 menit) (Pst) dari 1,0 dan
persepsi flicker dalam jangka waktu yang lama (2 jam) (Plt) dari 0,8.
Penjelasan lebih rinci batasan flicker dapat ditemukan didalam IEC 61000-3-
7: "Assessment of Emission Limits for the. Connection of Fluctuating
Installations to MV, HV and EHV Power Systems", 2008. Flicker meter yang
memenuhi standar IEC harus digunakan untuk mengukur Pst dan Plt, sesuai

30
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

dengan IEC 61000-4-15: “Testing and Measurement Techniques – Flicker


Meter: Functional and Design Specifications,” 2010.

Pengoperasian paralel Pembangkit Listrik Energi Terbarukan, termasuk


pembangkit listrik yang berfluktuasi seperti Pembangkit Listrik Tenaga Bayu
dan Tenaga Surya Fotovoltaik, cenderung menyebabkan flicker yang dapat
mengganggu pelanggan listrik lainnya. Aturan Distribusi Tenaga Listrik saat
ini tidak memiliki batasan flicker secara eksplisit untuk penyambungan
pembangkit listrik terdistribusi. Dan beban lokal, terutama di daerah
pedesaan, tidak sensitif terhadap flicker.PLN Wilayah atau Distribusi
memutuskan batasan flicker harus dihapuskan Sementara atau memenuhi
batasan yang ditentukan dari kondisi setempat.

2.6 Kesimpulan Analisis

Berdasarkan hasil kajian dampak sistem distribusi maka disimpulkan dalam table
2.5 berikut ini:

Tabel 2.1.Kesimpulan Analisis Sistem Sambungan PLTS

Analisis Opsi-1 Opsi-2


Simulasi aliran - Arah aliran daya pembangkit - Arah aliran daya
daya mengalir ke GI Tele dan pembangkit mengalir ke GI
diserap oleh beban. Tele dan diserap oleh
- Tegangan pada titik beban.
sambung setelah - Tegangan pada titik sambung
interkoneksi adalah 20 kV setelah interkoneksi adalah
20 kV
Simulasi hubung Arus hubung singkat pada Arus hubung singkat pada titik
singkat titik sambung sebesar 4,0 kA sambung sebesar 0,538 kA.

SimulasiJatuh Drop Tegangan pada titik Drop Tegangan pada titik


Tegangan penyambungan sebesar penyambungan sebesar
96,1% 96,85%

31
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

Analisis Opsi-1 Opsi-2


Analisis Transien - SLG tetap stabil - SLG tetap stabil
- Three Phase Short - Three Phase Short circuit,
circuit, langsung trip langsung trip.

Koordinasi rele - Sistem dirancang dengan - Sistem dirancang dengan


koordinasi rele agar koordinasi rele agar aman
aman terhadap semua terhadap semua jenis
jenis gangguan gangguan
- Semua kapasitas - Semua kapasitas
dirancang agar tidak dirancang agar tidak
overload overload
Analisis Harmonic - Tidak ada harmonic yang - Tidak ada harmonic yang
mengganggu mengganggu
- Sebaiknya sistem - Sebaiknya sistem
dirancang meredam dirancang meredam
harmonic agar lebih kecil harmonic agar lebih kecil
dari 3% dari 3%
Tegangan flicker - Flicker tidak akan - Flicker tidak akan muncul
muncul dalam design dalam design PLTS
PLTS
Pembangunan - Diperlukan pembangunan - Diperlukan pembangunan
jaringan baru jaringan baru sepanjang 8,5 jaringan baru sepanjang 7,5
km. km.
Kehandalan - Kehandalan sistem lebih - Kehandalan sistem lebih
sistem pada titik terjamin, fluktuasi terjamin, fluktuasi tegangan
sambung tegangan cukup stabil cukup stabil sehingga aman
sehingga aman bagi bagi peralatan PLTS
peralatan PLTS

Kesimpulan hasil analisis sebagai berikut:


1. Kedua opsi dapat digunakan sebagai titik penyambungan PLTS, karena
semua memenuhi standar penyambungan yang ditentukan oleh PLN.
2. Energi dari PLTS 20 MW dapat terserap secara optimal pada semua alternatif
penyambungan baik dengan SUTM maupun SUTT.
3. Jenis penghantar yang digunakan untuk menyalurkan daya dari PLTS ke titik
sambung dilakukan dengan tiga sirkuit SUTM 20 kV 3x240 mm2.
4. Disarankan jika biaya yang menjadi pedoman penyambungan sebaiknya
memilih Opsi 1 sebagai titik penyambungan PLTS 20 MW.

32
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

BAB III

STUDI FASILITAS PENYAMBUNGAN

Setelah dilakukan studi dampak sistem distribusi yang mencakup beberapa kajian
seperti aliran daya, hubung singkat, koordinasi proteksi, stabilitas transien dan
harmonisa, maka berdasarkan hasil studi dampak sistem distribusi tersebut
dilanjutkan dengan studi fasilitas penyambungan yang akan menentukan perkiraan
biaya peralatan, EPC dan lain lain yang diperlukan untuk menyelesaikan
penyambungan pembangkit listrik energi terbarukan tersebut.

Memperhatikan hasil kajian analisa aliran daya yang telah diuraikan pada bab
sebelumnya, maka kajian fasilitas penyambungan perlu meninjau hal hal sebagai
berikut:

3.1 Fasilitas peralatan tambahan agar PLTS dapat parallel dengan PLN

Dari hasil kajian aliran daya untuk berbagai kondisi, diperoleh besaran tegangan
di bus 20 kV PLTS sebelum paralel dengan Sistem PLN sebagai berikut:

Status Beban Tegangan Busbar


No Kondisi Keterangan
2020 PLTS (%)
1 Sambungan ke GH Tele
BP 99,65 Bisa parallel
(opsi 1)
2 Sambungan ke GI Tele
BP 98,48 Bisa Paralel
(opsi 2)

Dari hasil tersebut, dapat dipastikan tidak ada permasalahan utama terkait dengan
nilai tegangan saat akan parallel, sehingga PLTS akan dapat paralel dengan
sistem distribusi PLN tanpa bantuan peralatan khusus atau modifikasi peralatan
secara khusus atau pelepasan beban di jaringan distribusi saat PLTS akan paralel.

Syarat paralel dengan tegangan sama besar, frekwensi sama, dan urutan fasa
sama dapat dilakukan oleh PLTS dengan bantuan gate dari inverter, tap trafo step

33
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

up (kalau mengubah tegangan sampai dengan 5%) dapat dilakukan dengan


mudah.

3.2 Fasilitas peralatan untuk evakuasi daya dari PLTS

Agar PLTS 20 MW dapat menyalurkan daya ke sistem distribusi PLN, maka perlu
dilakukan hal hal sebagai berikut:
a. Membangun jaringan distribusi baru Saluran Udara Tegangan Menengah
AAAC 3 sirkuit 240 mm2 sepanjang 8,5 km dari power house PLTS ke jaringan
distribusi dimana diperlukan Switchgear di PLTS dan Gardu Induk Tele yang
terdiri dari Busbar transformer 20 kV, Circuit Breaker 20 kV dengan
perlengkapan alat ukur, relai pengaman, dsb.
b. Perlengkapan relai OCR/OCG directional pada Penyulang 20 kV Tele.
c. Memasang 3 buah VT TM di busbar PLTS sesudah AVR untuk keperluan
ORC/OCG directional dan alat ukur frekwensi meter, indicator urutan, dan
tegangan.

3.3 Fasilitas peralatan penyambungan untuk titik sambung (POC) PLTS

Untuk fasilitas penyambungan PLTS 20 kW dengan sistem distribusi PLN perlu


dilakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Pembebasan lahan untuk PLTS sebagai lokasi POC (Poin of Connection)
seluas 5.5 m x 5,5 m yang berjarak 50 meter dari PLTS.
b. Pekerjaan sipil untuk POC.
c. Pengadaan dan pemasangan 4 set kubikel 20 kV dengan PMT dan LBS
masing-masing untuk 1 sel LBS incoming, 2 sel PMT outgoing, 1 sel PT-TM,
lengkap dengan CT–TM, relai OCR/OCG, saklar ke tanah serta
pengawatannya namun tidak diperlukan relai proteksi untuk kubikel incoming
dan PT-TM.
d. Meter elektronik 3 fasa pengukuran tidak langsung kelas 0,2 sebagai meter
transaksi yang terpasang pada sel kubikel incoming.

34
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

e. Pengadaan dan pemasangan 1 set relai proteksi anti islanding yang dipasang
di bus 20 kV power house PLTS.
f. Pemasangan 3 buah PT-TM di bus bar 20 kV PLTS untuk keperluan relai anti
islanding, lengkap dengan pengawatannya.
g. Disconnecting Switch (DS) 1 kutub sebanyak 2 buah untuk pembumian
langsung titik netral trafo step up PLTS untuk keperluan operasi terpisah
(kondisi darurat).
h. Pengadaan dan pemasangan 1 set relai proteksi anti-islanding yang dipasang
di bus 20 kV PLTS,
i. Pengadaan dan pemasangan 1 set Radio Komunikasi Base Station di PLTS.

3.4 Jadwal proyek

Proyek ini dijadwalkan akan selesai dalam waktu dua tahun dari sekarang sehingga
dapat dioperasikan pada saat tahun 2020.

Tabel 3.1.Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Proyek PLTS 20 MW

NO ITEM PEKERJAAN TAHUN-1 TAHUN-2


B B B B B B B B BB B B B B B B B B B B B B B B
1 Proposal Pengembang 11 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4
2 Kajian Interkoneksi
3 Review oleh PT.PLN
Wilayah Sumatera
Utara
4 Verifikasi oleh PT.PLN
Kantor Pusat
5 Persetujuan
Pengadaan
Pembelianoleh PLN
Pusat Kantor Pusat
6 Penetapan Pengelola
oleh Dirjen EBTKE
7 Penetapan Calon
Pengembang Oleh
Direksi PT.PLN

35
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

NO ITEM PEKERJAAN TAHUN-1 TAHUN-2


B B B B B B B B BB B B B B B B B B B B B B B B
8 IUTPLS 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4
9 PJBL
10 Konstruksi Pembangkit
dan Penyambungan
11 Testing &
Commissioning
12 Commercial Operation
Date

3.5 Rencana Anggaran Biaya danTanggung Jawab Fasilitas Penyambungan


PLTS

Untuk mendapatkan perkiraan biaya dalam kajian fasilitas penyambungan serta pihak
mana yang akan bertanggung jawab untuk menyediakan biaya dan melaksanakan
pekerjaan tersebut dapat dilihat pada table 3.2.dan Tabel 3.3. Dalam menetapkan
tanggung jawab biaya dan pelaksana pekerjaan mengacu pada Peraturan Direksi No
0357.K/DIR/ 2014 pada angka 3.7 yakni semua biaya titik sambung ke power house
sisi pembangkit merupakan tanggung jawab pengembang sedangkan dari titik
sambung ke jaringan distribusi PLN merupakan tanggung jawab pihak PLN.

Rancangan biaya penyambungan kedua Opsi tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.2
dan 3.3. Pada table 3.2 diperkirakan jarak JTM adalah 8.500 meter, hal ini akan diukur
kelak sewaktu pemasangan kabel tanah.Untuk Opsi 2 diperkirakan dalam Tabel 3.3,
jarak transmisi diperkirakan sepanjang 7,5 km, hal ini akan diukur kelak sewaktu
pemasangan.

Fasilitas penyambungan diatas, sudah memenuhi persyaratan-persyaratan teknis


PLTS 20 MW sesuai dengan Pedoman Penyambungan Peraturan Direksi PT PLN No
0357K/DIR/2014.

36
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

Harga termahal yaitu sambugan dengan Opsi 2 sekitar Rp 86,050,582,000.00 dan


Opsi 1 sekitar Rp 11,973,870,000.00 sambungan dengan SUTM 20 kV lebih murah
atau hanya sekitar 14 % dari opsi 2. Dengan demikian PLTS 20 MW sebaiknya
disambung dengan SUTM AAAC 3x240 mm2 ke Gardu Induk Tele dengan jarak 8,5
km dengan tiga sirkuit.

37
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

Tabel 3.1.Biaya Fasilitas Penyambungan ke GI Tele (Opsi 1)

Uraian Pekerjaan Volume Harga Satuan Harga Tanggung Tanggung jawab


seluruhnya jawab PLN Pengembang
Fasilitas peralatan tambahan agar PLTS dapat
paralel dengan PLN
a. Kubikel peralatan elektronik untuk meter energi 1 10,600,000 10,600,000 10,600,000
b. Pengadaan dan pemasangan kabelnya untuk CT, 3
PT, alat indikator sinkronisasi 53,000,000 159,000,000 159,000,000
Fasilitas evakuasi daya dari PLTS
- -
a. Penggantian relai OCR/OGR menjadi directional di 2 53,000,000 106,000,000
GI Tele 106,000,000
b. Penambahan dan pemasangan PT-TM 3 7,950,000 23,850,000
20kV/110Volt di GH 23,850,000
Fasilitas Peralatan Penyambungan Untuk Titik
Sambung (POC) PLTS -
a. Pembebasan Tanah untuk GH PLTS 2 50,000,000 100,000,000 100,000,000
b. Pekerjaan sipil untuk pembangunan GH PLTS 1 127,200,000 127,200,000
127,200,000
c. Pengadaan dan Pemasangan Kubikel PMT Lengkap 4 318,000,000 1,272,000,000
1,272,000,000
d. Pengadaan dan Pemasangan Meter elektronik 1 10,600,000 10,600,000 10,600,000
lengkap
e. Pengadaan dan pemasangan DS untuk pembumian 3 2,650,000 7,950,000
7,950,000
f. Penambahan Capasitor 2.800 kVAr 4 84,000,000
336,000,000 336,000,000
g. Pembangunan AAAC3 x 240 mm2 sepanjang 8,5 8.5 1,135,420,000 9,651,070,000
km 9,651,070,000

38
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

h. Pengadaan dan pemasangan 1 set relai proteksi 1 106,000,000 106,000,000


anti islanding (relai tegangan dan frekwensi) 106,000,000
i. Pemasangan 3 buah PT-TM di busbar 20 kV PLTS 1 10,600,000 10,600,000
untuk anti islanding protection 10,600,000
j. Pengadaan dan pemasangan 1 set komnikasi radio 1 53,000,000 53,000,000
Base Station 53,000,000
Jumlah Biaya 299,450,000 11,674,420,000
11,973,870,000

Tabel 3.3. Biaya Fasilitas Penyambungan 150 kV ke GI Tele (Opsi 2)

Uraian Pekerjaan Volume Harga Satuan Harga Tanggung Tanggung jawab


seluruhnya jawab PLN Pengembang
Fasilitas peralatan tambahan agar PLTS dapat
paralel dengan PLN
a. Kubikel peralatan elektronik untuk meter energi 1 10,600,000 10,600,000 10,600,000
b. Pengadaan dan pemasangan kabel kabelnya untuk 3 53,000,000 159,000,000 159,000,000
CT, PT, alat indikator sinkronisasi
Fasilitas evakuasi daya dari PLTS -
a. Penggantian relai OCR/OGR menjadi directional di 2 53,000,000 106,000,000 106,000,000
GI Tele
b. Pemasangan Gardu Induk 1 Bay dan Trafo Step 1 7,848,000,000 7,848,000,000 7,848,000,000
Up 20/150 kV 30 MVA 1 (satu) bay trafo dan 1 bay -
transmisi
c. Penambahan dan pemasangan PT-TM 3 7,950,000 23,850,000 23,850,000
20kV/110Volt di GH
Fasilitas Peralatan Penyambungan Untuk Titik
Sambung (POC) PLTS -
a. Pekerjaan elektro mekanikal untuk pembangunan 1 1,750,000,000 1,750,000,000 1,750,000,000
bay Tele
b. Pengadaan dan Pemasangan Kubikel PMT Lengkap 4 318,000,000 1,272,000,000 1,272,000,000

39
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

c. Pengadaan dan Pemasangan Meter elektronik 1 10,600,000 10,600,000 10,600,000


lengkap
d. Pengadaan dan pemasangan DS untuk pembumian 3 2,650,000 7,950,000 7,950,000
e. Pembangunan SUTT 150 kV240 mm2 sepanjang 7.5 3,524,836,000 26,436,270,000
7,5 km 26,436,270,000
f. TL Bay 2 16,768,248,000 33,536,496,000 33,536,496,000
g. Tr Bay 1 14,720,216,000 14,720,216,000 14,720,216,000
h. Pengadaan dan pemasangan 1 set relai proteksi 1 106,000,000 106,000,000 106,000,000
anti islanding (relai tegangan dan frekwensi)
i. Pemasangan 3 buah PT-TM di busbar 20 kV PLTS 1 10,600,000 10,600,000 10,600,000
untuk anti islanding protection
j.Pengadaan dan pemasangan 1 set komnikasi Base 1 53,000,000 53,000,000 53,000,000
Station
Jumlah Biaya 86,050,582,000
299,450,000.00 85,751,132,000.00

40
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

Dari tabel tersebut, untuk penyambungan PLTS 20 MW ke sistem distribusi PLN


dialokasikan biaya dan pekerjaan yang menjadi tanggungjawab pihak PLN
sebesar Rp 299.450.000 dan pihak Pengembang sebesar Rp 11,674,420,000
untuk Opsi 1, dan tanggungjawab pihak PLN sebesar Rp 299.450.000 dan pihak
Pengembang sebesar Rp 85,751,132,000.00 untuk Opsi 2 sedangkan untuk opsi
PLTS akan dioperasikan terpisah (isolated operation) dengan memikul beban local
tidak dimasukkan dalam kajian fasilitas penyambungan karena hal tersebut di luar
ketentuan Peraturan Direksi No 0357,K/DIR/2014.

41
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

BAB IV

KAJIAN KELAYAKAN OPERASI

Dalam kajian kelayakan operasi ini diasumsikan bahwa pada saat PLTS 20 MW COD
tahun 2020, maka Penyulang PLTS telah tersambung ke GI Tele, berdasarkan kondisi
saat ini telah diketahui GI Tele perlu ditambah untuk penyulang bernama Pangururan.
Pada saat PLTS COD, dianggap Penyulang Pangururan cukup memasok Samosir. Saat
ini tegangan di seluruh penyulang masih dalam keadaan standar, sehingga pekerjaan
sinkronisasi PLTS dengan titik hubung yaitu GI Tele dapat dilakukan dengan mudah
dengan menggunakan AVR PLTS (range 5%). Dengan demikian tidak diperlukan
sedikitpun pengatur tegangan berupa kapasitor untuk menaikkan tegangan penyulang.
Pada pembebanan ke GI Tele diketahui pada siang hari pada beban puncak diperlukan
kapasitor sebesar 2.800 kVAr karena tegangan akan lebih rendah dari standar, sehingga
perlu penaikan tegangan dengan kebutuhan beban puncak tersebut.

4.1 Standing Operation Procedure (SOP) penyambungan PLTS

Dengan beroperasinya PLTS 20 MW yang tersambung ke sistem distribusi PLN


melalui Gardu Induk Tele yang dipasok melalui SUTM 3 sirkuit AAAC 3x240 mm2
sepanjang 8,5 km maka hal penting yang perlu diperhatikan dalam penyusunan
SOP antara lain:

4.1.1 Antisipasi terbentuknya islanding operation atau operasi secara terpisah dari
jaringan PLN
Terbentuknya islanding operation yaitu kondisi dimana PLTS 20 MW terlepas dari
sistem PLN namun sebagian beban jaringan distribusi tetap dipasok dari PLTS.
Berdasarkan hasil kajian koordinasi proteksi memang ada kemungkinan
terbentuknya islanding operation pada PLTS yaitu pada gangguan 1 fasa ke tanah
dilokasi terjauh penyulang Pangururan atau disebahagian beban di penyulang
maksimum 20 MW yang mampu mengerjakan relai arus lebih ke tanah pada
penyulang Pangururan sehingga relai bekerja dalam waktu 0,05 detik, namun relai

42
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

tegangan sebagai anti islanding protection PLTS baru bekerja dalam waktu 2 detik.
Mengingat relai OCG di Penyulang Pangururan lebih dulu bekerja dibandingkan
VRA, maka sambungan ke GI Tele juga terputus sehingga pembumian dengan
NGR 40 Ohm juga terputus. Akibat pasokan yang berasal dari PLTS menjadi
sistem yang mengambang sehingga VR1 juga tidak bisa bekerja dengan baik pada
sistem mengambang tersebut.

Kondisi islanding operation sesuai ketentuan Peraturan Direksi No


0357K/DIR/2014 tidak diperkenankan dalam kondisi operasi normal kecuali dalam
kondisi darurat yang ditetapkan berdasarkan kewenangan pihak PLN. Alasan
utama yang mendasari tidak diperkenankannya islanding operation adalah untuk
menjaga keselamatan baik terhadap manusia maupun peralatan. Oleh karena itu
setiap pembangkit listrik energi terbarukan harus dilengkapi dengan proteksi anti-
islanding Kondisi terbentuknya islanding operation yang tidak diinginkan tersebut
perlu diwaspadai dan diantisipasi dengan koordinasi yang baik bagi para petugas
piket operasi dengan mencantumkan dalam SOP bahwa apabila CB penyulang
Pangururan di GI Tele terbuka akibat gangguan, maka apabila CB 20 kV PLTS
tidak dalam waktu 2 detik, perlu dilakukan pembukaan CB 20 kV PLTS secara
manual.

Hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah apabila terputusnya saluran yang
menghubungkan GI Tele, karena pada kondisi tersebut sistem distribusi 20 kV
yang dipasok dari GI Tele dan PLTS akan menjadi sistem disrtribusi 20 kV yang
mengambang Hal tersebut dapat diantisipasi dengan memasukkan segera CB-CB
yang menghubungkan GITele ke sistem PLN.Kalau kondisi darurat maka harus
dipatuhi PLTS dapat dimatikan otomatis jika terjadi gangguan yang diluar standar
PLN seperti over dan under voltage, over dan under frekwensi, serta over current
melebihi setting rele.

43
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

4.1.2 Antisipasi Islanding Operation Atau Operasi Isolated Dalam Keadaan Darurat
Berdasarkan ketentuan Peraturan Direksi No 0357K/DIR/2014 masih
dimungkinkan mengoperasikan PLTS 20 MW dengan islanding operation apabila
dalam kondisi darurat. Ketentuan kondisi darurat ini merupakan kewenangan
pihak PLN untuk menetapkannya Sebagai illustrasi yang memungkinkan PLN
menetapkan kondisi darurat yakni apabila terjadi kerusakan jaringan distribusi 20
kV pada penyulang express feeder dari salah satu penyulang disebabkan oleh
tiang rubuh sehingga memerlukan perbaikan lebih dari 3 hari, maka PLN dapat
memutuskan PLTS 20 MW beroperasi terpisah dengan memikul beban lokal
sekitar PLTS.

Hal yang perlu diperhatikan dan tertulis dalam SOP apabila PLTS 20 MW
beroperasi terpisah dengan sistem PLN yaitu masalah pembumian titik netral pada
trafo step up di PLTS, karena pada saat operasi parallel dengan sistem PLN titik
netral trafo step up sisi 20 kV PLTS tidak dihubungkan ke tanah atau sistem
mengambang sehingga bila terjadi gangguan 1 fasa ke tanah, maka kontribusi
arus gangguan ke tanah hanya berasal dari GI Tele sedangkan PLTS 20 MW ikut
berkontribusi mengingat NGR 40 Ohm berada di lokasi GI Tele dan di PLTS 20
MW tidak tersedia NGR.Hal yang perlu diwaspadai apabila PLTS beroperasi
terpisah adalah relai proteksi gangguan ke tanah (OCG) yang terpasang di bus 20
kV PLTS tidak dapat berfungsi apabila terjadi gangguan 1 fasa ke tanah karena
sistem distrribusi 20 kV dari PLTS 20 MW mengambang. Kondisi tersebut tentunya
sangat berbahaya terhadap keselamatan manusia dan juga tidak sesuai dengan
ketentuan standar PLN. Karena pengoperasian PLTS 20 MW secara terpisah
tersebut merupakan kondisi darurat dan bersifat sementara sehingga perlu
dicarikan solusi sementara dengan menyiapkan Disconnecting Switch (DS) kutub
tunggal untuk trafo stepup PLTS (dipilih salah satu pada trafo step up untuk unit
PLTS yang sedang beroperasi) Pada saat operasi terpisah dengan sistem PLN
maka salah satu DS tersebut pada posisi masuk artinya pembumian titik netral
trafo step up terhubung langsung ke tanah (Solidly Grounded) sedangkan pada
saat operasi paralel dengan sistem distribusi PLN posisi DS terbuka. Dengan

44
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

pembumian titik netral trafo step up terhubung langsung ke tanah maka relai
proteksi gangguan ke tanah di bus 20 kV PLTS dapat berfungsi walaupun dengan
nilai arus gangguan ke tanah yang sangat besar.

Dalam kajian kelayakan operasi pada tahun 2020 dianggap sambungan PLTS ke
GI Tele telah sesuai dengan yang direncanakan, sehingga sambunganke GI Tele
adalah yang lebih patut dilakukan mengingat PLTS ini merupakan satu promosi
penggunaan Energi Terbarukan

45
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

BAB V

KAJIAN RESIKO

Dalam kajian resiko ini perlu mempertimbangkan resiko yang terkait dengan teknologi
pembangkit listrik energi terbarukan, pasokan sinar surya, penurunan kapasitas sistem
pembangkitan, keadaan pasokan listrik, penundaan COD, pembatalan proyek dan lain-
lain

5.1 Tujuan Kajian Resiko

Kajian ini bertujuan untuk memberikan pedoman dalam rangka pengendalian


internal (internal control) agar sasaran kegiatan dapat tercapai walaupun ada
resiko-resiko yang menghambat tercapainya sasaran kegiatan.

5.2 Sasaran Kegiatan

Ada beberapa sasaran kegiatan yang ingin dicapai dalam kegiatan


penyambungan PLTS 20 MW ke sistem distribusi PLN yaitu:

1 Sasaran Strategis Mendorong peningkatan penggunaan energi terbarukan


sehingga bisa mengurangi penggunaan bahan bakar
minyak untuk pembangkitan tenaga listrik

2 Sasaran Berkontribusi mengurangi biaya BPP PT PLN (Persero)


Keuangan Area Pematang Siantar

3 Sasaran Meningkatkan ketersediaan dan kualitas pasokan tenaga


Operasional listrik serta melayani pelanggan yang jauh dari pusat
beban

46
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

5.3 Identifikasi Resiko

Ada beberapa resiko yang dapat menghambat tercapainya sasaran kegiatan,


yaitu:
Tabel Deplovement Profil Resiko
Kelompok Resiko Resiko

Proses Pengadaan 1. Pihak Pengembang menghadapi kesulitan untuk


melengkapi perijinan dari Pemkab setempat

2. Dalam kurun interval waktu pengurusan perijinan


terjadi perubahan Permen dan / atau Perda

3. Terjadi krisis moneter dalam negeri

Jadwal Penyelesaian 1. Proses penyelesaian pembebasan lahan


Konstruksi
mengalami hambatan dari masyarakat setempat

2. Pekerjaan konstruksi PLTS mengalami


keterlambatan

3. Pekerjaan jaringan distribusi 20 kV dari PLTS ke


jaringan eksisting mendapat hambatan dari
masyarakat

4. Sebahagian atau semua pembangunan


infrastruktur yang menjadi tanggungjawab PLN
terlambat

Lingkungan dan Sosial 1. Ijin UPL/UKL belum disetujui oleh instansi yang
berwewenang

2. Pembangunan PLTS mengganggu kelestarian


ekosistem disekitarnya

47
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

Keandalan pasokan 1. Sinar surya tidak cukup untuk menghasilkan


Energi PLTS
listrik PLTS

2. Gangguan berat pada komponen utama PLTS

3. Koordinasi sistem protekasi PLTS tidak sesuai


dengan proteksi sistem PLN

Kondisi Sosial 1. Penambahan bangunan disekitar PLTS oleh


kelompok masyarakat

2. Adanya protes dari Lembaga Swadaya


Masyarakat terhadap pengoperasian PLTS

Dengan demikian teridentifikasi sebanyak 14 (empat belas) resiko yang bisa


menghambat tercapainya sasaran kegiatan tersebut
Dalam analisa resiko, ada beberapa kegiatan yang dilakukan, yaitu:
a. Menentukan kriteria akibat resiko serta kriteria kemungkinan terjadinya resiko
b. Menentukan rating akibat dari rating kemungkinan dari masing-masing resiko,
c. Menentukan level resiko masing-masing berdasarkan huruf b dalam bentuk
Matriks Level Resiko
d. Menentukan prioritas resiko berdasarkan level resiko dari hasil huruf c

Resiko Faktor Positif Rating Level Perioritas


No
Peristiwa Akibat yg ada skrg Akibat Kemungkinan Resiko Resiko
1 Pihak Proses Bukan di pihak Minor Kecil Rendah 5
Pengembang PPA/PJBTJ PLN masalah
menghadapi tertunda internal
kesulitan Pengembang
untuk
melengkapi
perijinan dari
Pemerintah
setempat
2 Dalam kurun Perubahan Penyesuaian Minor Kecil Rendah 13
interval waktu isi dokumen dokumen
pengurusan pendukung

48
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

perijinan sesuai
terjadi ketentuan
perubahan
Permen dan /
atau Perda
3 Terjadi krisis Terganggu Bukan di pihak Minor Kecil Rendah 12
moneter arus kas PLN, masalah
dalam negeri pembiayaan internal
phk penmgembang
pengembang
4 Proses Pihak Bukan di pihak Minoe Kecil Rendah 2
penyelesaian pengembang PLN, masalah
pembebasan belum dapat internal
lahan mulai Pengembang
mengalami pekerjaan
hambatan dari
masyarakat
setempat
5 Sebagian atau Komissioning Permasalahan Medium Kecil Moderat 1
semua test dan di pihak PLN
pembangunan COD
infrastruktur terlambat
yang menjadi
tanggung
jawab PLN
6 Pekerjaan Jadwal ulang Bukan dipihak Minor Kecil Rendah 6
konstruksi program PLN, masalah
PLTS kerja phk internal
mengalami pengembang Pengembang
keterlambatan
7 Pekerjaan Komissioning Bukan dipihak Minor Kecil Rendah 7
jaringan test dan PLN, masalah
distribusi 20 COD tidak internal
kV dari PLTS dapat Pengembang
ke jaringan dilaksanakan
eksisting
mendapat
hambatan dari
masyarakat
8 Ijin UPL/UKL Proses PLN Minor Kecil Rendah 8
belum dokumen menyarankan
disetujui oleh lainnya tidak agar
instansi yang dapay pengembang
berwewenang dilaksanakan melengkapi
UPL/UKL

49
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

9 Pembangunan Mengganggu PLN Minor Kecil Rendah 9


PLTS kelestarian menyarankan
mengganggu alam solusi
kelestarian penyelesaian
ekosistem kpd
disekitarnya pengembang
10 Sinar surya Produksi Bukan dipihak Minor Kecil Rendah 11
tidak cukup energi PLTS PLN, masalah
untuk berkurang internal
menyediakan Pengembang
daya
11 Gangguan Shutdown Bukan dipihak Minor Kecil Rendah 4
berat pada unit PLTS PLN, masalah
komponen internal
utama PLTS Pengem
bang
12 Koordinasi Interkoneksi Resetting Medium Kecil Moderat 3
sistem PLTS bersama relai
proteksi PLTS dengan GI proteksi
tidak sesuai terputus
dengan
proteksi
sistem PLN
13 Pembangunan Irradiasi Tindakan Minor Sangat Kecil Rendah 14
disekitar PLTS sinar preventif oleh
oleh kelompok matahari instansi
masyarakat berkurang berwenang
atau bisa
terjadi
kerusakan
PLTS
14 Adanya protes Tingkat Pihak Minor Sangat kecil Rendah 10
dari lembaga kenyamanan Pengembang
Swadaya petugas memperhatikan
masyarakat PLTS kurang aspirasi pihak
terhadap aman yang keberatan
pengoperasian
PLTS

5.4 Rencana Tindakan

Dari 14 (empat belas) resiko diatas hanya ada 3 resiko yang bisa diberikan
tanggapan (mitigasi) untuk mengurangi kemungkinan terjadinya serta mengurangi

50
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

dampaknya karena masih ada peran PLN yang dapat dilakukan, sedangkan 11
jenis resiko lainnya di luar kendali PLN dan merupakan tanggungjawab pihak
pengembang
Rencana tindakan yang akan dilakukan:

No Resiko (sesuai OPSI OPSI (yang Penanggung Waktu Keputusan


Prioritas) (Tanggapan dipilih) jawab
yang
memungkinkan)
1 Sebagian atau Cek PPA Evaluasi Pihak PLN 3 bulan GM Wilayah
semua apakah ada tahunan sebelumCOD Sumatera
pembangunan sanksi atas Bagian Utara
infrastruktur kasus tersebut
yang menjadi
tanggung
jawab PLN
2 Proses Diluar kendali Diluar kendali Pihak - Pihak
penyelesaian PLN PLN Pengembang Pengembang
pembebasan
lahan
mengalami
hambatan dari
masyarakat
setempat
3 Koordinasi Anev bersama Rekomendasi Komisi 1 hari Para Pihak
sistem factor untuk Operasi seteklah
proteksi PLTS penyebab melakukan kejadian
tidak sesuai sesuai hasil
dengan Anev
proteksi
sistem PLN
4 Gangguan Cek PPA Evaluasi Komisi Setiap 1 Para Pihak
berat pada apakah ada tahunan Operasi bulan setelah
komponen sanksi atas tercapainya
utama PLTS kasus tersebut
5 Pihak Diluar kendali Cek klausul PPA Sebelum Verifikasi
Pengembang PLN PPA untuk tandatangan konsep
menghadapi mengatur PPA kontrak oleh
kesulitan Amandemen Tim PPA
untuk
melengkapi
perijinan dari

51
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

Pemerintah
setempat
6 Pekerjaan Diluar kendali Cek klausul Tim 1 bulan GMWilSU
konstruksi PLN PPA untuk Pemantau sebelumCOD
PLTS mengatur PPA Wilayah
mengalami
Amandemen
keterlambatan
7 Pekerjaan Diluar kendali Cek klausul Tim 1 bulan GMWilSU
jaringan PLN PPA untuk Pemantau sebelum
distribusi 20 mengatur PPA Wilayah COD
kV dari PLTS
Amandemen
ke jaringan
eksisting
mendapat
hambatan dari
masyarakat
8 Ijin UPL/UKL Diluar kendali Mencantumkan Tim PPA Sebelum Pihak
belum PLN lampiran dalam tandatangan Pengembang
disetujui oleh PPA PPA
instansi yang
berwewenang
9 Pembangunan Diluar kendali Mencantumkan Tim PPA Sebelum Pihak
PLTS PLN lampiran dalam tandatangan Pengembang
mengganggu PPA PPA
kelestarian
ekosistem
disekitarnya
10 Adanya protes Diluar kendali Mencantumkan Pihak - Pihak
dari lembaga PLN lampiran dalam Pengembang Pengembang
Swadaya PPA
masyarakat
terhadap
pengoperasian
PLTS
11 Sinar surya Diluar kendali Cek klausul Pihak - Pihak
tidsk cukup PLN PPA untuk Pengembang Pengembang
untuk mengatur
menyediakan
Amandemen
daya
12 Terjadi krisis Diluar kendali Diluar kendali Pihak - Pihak
moneter PLN PLN Pengembang Pengembang
dalam negeri
13 Dalam kurun Diluar kendali Amandemen Para Pihak - Pihak
interval waktu PLN PPA Pengembang
pengurusan

52
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

perijinan
terjadi
perubahan
Permen dan /
atau Perda
14 Pembangunan Diluar kendali Diluar kendali Pihak - Pihak
disekitar PLTS PLN PLN Pengembang Pengembang
oleh kelompok
masyarakat

Dari kajian resiko tersebut diperoleh ada 14 resiko yang dominan, ada 1 resiko
yang sepenuhnya menjadi tanggungjawab PLN, 2 resiko ada keterlibatan PLN
sedangkan 11 resiko sisanya merupakan tanggung jawab sepenuhnya pihak
pengembang

53
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

BAB VI

KESIMPULAN

1. PLTS 20 MW dipasang dengan peralatan lengkap mulai dari PVA sampai dengan
trafo step up ke busbar 20 kV, melalui CB dirangkai dengan tiga sirkuit SUTM
tegangan menengah AAAC 20 kV ukuran 3x240mm2 sepanjang 8,5 km ke GI Tele.

2. Semua analysis sistem tenaga yang dilakukan pada penyambungan menyatakan


bahwa PLTS sangat andal dan sesuai dengan standar PLN dan mudah dikendalikan
dengan rele pengaman dan alat control dan komunikasi yang lengkap.

3. Dalam jangka waktu tertentu dimana PLN harus mematikan jaringan karena
keperluan pemeliharaan, maka PLTS dapat diatur membebani jaringan tertentu yang
tidak mengganggu pekerjaan PLN Administrasi SOP harus diatur sedemikian rupa
agar terjadi kondisi yang kondusif. Jadi PLTS boleh atau tidaknya operasi harus diatur
sedemikian rupa agar tidak terjadi hal yang tidak diperlukan.

4. Kendala yang dihadapi adalah sumber matahari yang tidak selalu dalam keadaan
yang cerah, dan tidak adanya matahari pada malam hari, maka direkomendasikan
untuk menggunakan batere dengan pengisinya untuk menyimpan energi pada siang
hari dan menggunakannya pada malam hari.

5. Semua resiko harmonisa tidak ada pada PLTS bila disambung ke GI Tele, ataupun
ke GI Tele karena dalam disain telah diredam menjadi nol.

6. Keunggulan PLTS 20 MW tidak mengakibatkan polusi dan dapat dijadikan contoh


pertama di Sumatera sebagai pembangkit yang menghasilkan CDM.

7. Penyambungan PLTS 20 MW ke sistem distribusi PLN dialokasikan biaya dan


pekerjaan yang menjadi tanggungjawab pihak PLN sebesar Rp 299.450.000 dan
pihak Pengembang sebesar Rp 11,674,420,000 untuk Opsi 1, dan tanggungjawab
pihak PLN sebesar Rp 299.450.000 dan pihak Pengembang sebesar Rp

54
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

85,751,132,000.00 untuk Opsi 2 sedangkan untuk opsi PLTS akan dioperasikan


terpisah (isolated operation) dengan memikul beban local tidak dimasukkan dalam
kajian fasilitas penyambungan karena hal tersebut di luar ketentuan Peraturan Direksi
No 0357.K/DIR/2014.

8. Dari kajian resiko tersebut diperoleh ada 14 resiko yang dominan, ada 1 resiko yang
sepenuhnya menjadi tanggungjawab PLN, 2 resiko ada keterlibatan PLN sedangkan
11 resiko sisanya merupakan tanggung jawab sepenuhnya pihak pengembang.

55
LAPORAN STUDI INTERKONEKSI
PLTS DANAU TOBA 20 MW
SUMATERA UTARA

BAB VII

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran 2.1 Hasil Analisis Aliran Beban untuk Opsi 1

Lampiran 2.2 Hasil Analisis Aliran Beban untuk Opsi 2

Lampiran 2 3 Hasil Analisis Hubung Singkat untuk Opsi 1

Lampiran 2.4 Hasil Analisis Hubung Singkat untuk Opsi 2

Lampiran 2.5 Hasil Analisis Transien Opsi 1

Lampiran 2.6 Hasil Analisis Harmonik Opsi 1

56
One-Line Diagram - OLV1 (Load Flow Analysis)

Battery1 Battery3 Battery4 Battery5 Battery6Battery12 Battery14 Battery15 Battery16 Battery27 Battery28 Battery29 Battery30 Battery31 Battery34 Battery35 Battery36
Battery13 Battery32 Battery33

dcBus1 dcBus4 dcBus5 dcBus6 dcBus7 dcBus13 dcBus14 dcBus15 dcBus16 dcBus17 dcBus28 dcBus29 dcBus30 dcBus31 dcBus32 dcBus33 dcBus34 dcBus35 dcBus36 dcBus37

Inv1 Inv3 Inv4 Inv5 Inv6 Inv12 Inv13 Inv14 Inv15 Inv16 Inv27 Inv28 Inv29 Inv30 Inv31 Inv32 Inv33 Inv34 Inv35 Inv36

964 964 964 964 964 964 964 964 964 964 964 964 964 964 964 964 964 964 964 964
BTRPLTS j374 j374 j374 j374 j374 j374 j374 j374 j374 j374 j374 j374 j374 j374 j374 j374 j374 j374 j374 j374 100%
0.4 kV
19281
Cable 1
j7487

0.4 kV
Bus4
T1
30 MVA

I>

20 kV 19186 5%
j6021 99.6
BPLTS
6395 6395 6395
j2007 j2007 j2007
± ±
±
I> I>
I>

± ± ±

I> I> I>

%
20 kV 96.1
BTELE1 18710 0
j7726 j2586
±

I>
81

cap tele
2800 kvar
load Tele
20.556 MVA

page 1 07:09:00 May 30, 2018 Project File: BISANR1


ETAP
Project: PLTS 20 MW TOBA Page: 1
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: LF
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

Bus Loading Summary Report

Directly Connected Load Total Bus Load

Bus Constant kVA Constant Z Constant I Generic


Percent
ID kV Rated Amp MW Mvar MW Mvar MW Mvar MW Mvar MVA % PF Amp Loading

BPLTS 20.000 0 0 0 0 0 0 0 0 20.109 95.4 582.5

BTELE1 20.000 15.200 6.277 3.510 -1.137 0 0 0 0 20.242 92.4 608.0

BTRPLTS 0.400 0 0 0 0 0 0 0 0 20.683 93.2 29854.1

Bus4 0.400 0 0 0 0 0 0 0 0 20.636 93.3 29854.1

* Indicates operating load of a bus exceeds the bus critical limit ( 100.0% of the Continuous Ampere rating).

# Indicates operating load of a bus exceeds the bus marginal limit ( 95.0% of the Continuous Ampere rating).
ETAP
Project: PLTS 20 MW TOBA Page: 2
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: LF
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

Branch Loading Summary Report

Transformer
CKT / Branch Cable & Reactor
Ampacity Loading Capability Loading (input) Loading (output)

ID Type (Amp) Amp % (MVA) MVA % MVA %

Cable 1 Cable 32631.29 29854.06 91.49

T1 Transformer 30.000 20.636 68.8 20.109 67.0

* Indicates a branch with operating load exceeding the branch capability.


ETAP
Project: PLTS 20 MW TOBA Page: 3
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: LF
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

Branch Losses Summary Report

Vd
CKT / Branch From-To Bus Flow To-From Bus Flow Losses % Bus Voltage
% Drop
ID MW Mvar MW Mvar kW kvar From To in Vmag

Line 2 6.395 2.007 -6.237 -1.713 158.7 293.8 99.7 96.1 3.55

Line 3 6.395 2.007 -6.237 -1.713 158.7 293.8 99.7 96.1 3.55

Line 4 6.395 2.007 -6.237 -1.713 158.7 293.8 99.7 96.1 3.55

T1 -19.186 -6.021 19.246 7.446 60.1 1424.8 99.7 99.8 0.12

Cable 1 19.281 7.487 -19.246 -7.446 35.0 40.7 100.0 99.8 0.23

571.3 2346.7
ETAP
Project: PLTS 20 MW TOBA Page: 4
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: LF
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

Alert Summary Report

% Alert Settings
Critical Marginal
Loading
Bus 100.0 95.0

Cable 100.0 95.0

Reactor 100.0 95.0

Line 100.0 95.0

Transformer 100.0 95.0

Panel 100.0 95.0

Protective Device 100.0 95.0

Generator 100.0 95.0

Inverter/Charger 100.0 95.0

Bus Voltage
OverVoltage 105.0 102.0

UnderVoltage 95.0 95.0

Generator Excitation
OverExcited (Q Max.) 100.0 95.0

UnderExcited (Q Min.) 100.0


ETAP
Project: PLTS 20 MW TOBA Page: 5
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: LF
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

SUMMARY OF TOTAL GENERATION , LOADING & DEMAND

MW Mvar MVA % PF

Source (Swing Buses): 19.281 7.487 20.683 93.22 Lagging

Source (Non-Swing Buses): 0.000 0.000 0.000

Total Demand: 19.281 7.487 20.683 93.22 Lagging

Total Motor Load: 15.200 6.277 16.445 92.43 Lagging

Total Static Load: 3.510 -1.137 3.689 95.13 Leading

Total Constant I Load: 0.000 0.000 0.000

Total Generic Load: 0.000 0.000 0.000

Apparent Losses: 0.571 2.347

System Mismatch: 0.000 0.000

Number of Iterations: 2
One-Line Diagram - OLV1 (Load Flow Analysis)

Battery1 Battery3 Battery4 Battery5 Battery6Battery12 Battery14 Battery15 Battery16 Battery27 Battery28 Battery29 Battery30 Battery31 Battery34 Battery35 Battery36
Battery13 Battery32 Battery33

dcBus1 dcBus4 dcBus5 dcBus6 dcBus7 dcBus13 dcBus14 dcBus15 dcBus16 dcBus17 dcBus28 dcBus29 dcBus30 dcBus31 dcBus32 dcBus33 dcBus34 dcBus35 dcBus36 dcBus37

Inv1 Inv3 Inv4 Inv5 Inv6 Inv12 Inv13 Inv14 Inv15 Inv16 Inv27 Inv28 Inv29 Inv30 Inv31 Inv32 Inv33 Inv34 Inv35 Inv36

947 947 947 947 947 947 947 947 947 947 947 947 947 947 947 947 947 947 947 947
BTRPLTS j546 j546 j546 j546 j546 j546 j546 j546 j546 j546 j546 j546 j546 j546 j546 j546 j546 j546 j546 j546 100%
0.4 kV
18930
Cable 1
j10919

0.4 kV
Bus4
T1
30 MVA

I>

20 kV 18829 8%
j9289 98.4
BPLTS
18829
j9289
±

I>

T3
30 MVA

I>

6%
150 kV 97.0
Bus3
18787
±
j7395
I>

I>

BTELE 5% 81
96.8
150 kV
18764
j7748
±

I>

Lump1
20.556 MVA

page 1 06:57:53 May 30, 2018 Project File: baru150kv


ETAP
Project: PLTS 20 MW TOBA Page: 1
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: LF
Filename: baru150kv Config.: Normal

PERENCANAAN

Bus Loading Summary Report

Directly Connected Load Total Bus Load

Bus Constant kVA Constant Z Constant I Generic


Percent
ID kV Rated Amp MW Mvar MW Mvar MW Mvar MW Mvar MVA % PF Amp Loading

BPLTS 20.000 0 0 0 0 0 0 0 0 20.996 89.7 615.5

BTELE 150.000 15.200 6.276 3.564 1.472 0 0 0 0 20.301 92.4 80.7

BTRPLTS 0.400 0 0 0 0 0 0 0 0 21.854 86.6 31543.0

Bus3 150.000 0 0 0 0 0 0 0 0 20.190 93.1 80.1

Bus4 0.400 0 0 0 0 0 0 0 0 21.804 86.7 31543.0

* Indicates operating load of a bus exceeds the bus critical limit ( 100.0% of the Continuous Ampere rating).

# Indicates operating load of a bus exceeds the bus marginal limit ( 95.0% of the Continuous Ampere rating).
ETAP
Project: PLTS 20 MW TOBA Page: 2
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: LF
Filename: baru150kv Config.: Normal

PERENCANAAN

Branch Loading Summary Report

Transformer
CKT / Branch Cable & Reactor
Ampacity Loading Capability Loading (input) Loading (output)

ID Type (Amp) Amp % (MVA) MVA % MVA %

Cable 1 Cable 37292.90 31543.00 84.58

T1 Transformer 30.000 21.804 72.7 20.996 70.0

T3 Transformer 30.000 20.996 70.0 20.190 67.3

* Indicates a branch with operating load exceeding the branch capability.


ETAP
Project: PLTS 20 MW TOBA Page: 3
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: LF
Filename: baru150kv Config.: Normal

PERENCANAAN

Branch Losses Summary Report

Vd
CKT / Branch From-To Bus Flow To-From Bus Flow Losses % Bus Voltage
% Drop
ID MW Mvar MW Mvar kW kvar From To in Vmag

T1 -18.829 -9.289 18.896 10.879 67.1 1590.5 98.5 99.8 1.30

T3 18.829 9.289 -18.787 -7.395 42.1 1893.6 98.5 97.1 1.41

Line1 -18.764 -7.748 18.787 7.395 22.6 -353.3 96.9 97.1 0.21

Cable 1 18.930 10.919 -18.896 -10.879 34.2 39.7 100.0 99.8 0.23

166.0 3170.5
ETAP
Project: PLTS 20 MW TOBA Page: 4
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: LF
Filename: baru150kv Config.: Normal

PERENCANAAN

Alert Summary Report

% Alert Settings
Critical Marginal
Loading
Bus 100.0 95.0

Cable 100.0 95.0

Reactor 100.0 95.0

Line 100.0 95.0

Transformer 100.0 95.0

Panel 100.0 95.0

Protective Device 100.0 95.0

Generator 100.0 95.0

Inverter/Charger 100.0 95.0

Bus Voltage
OverVoltage 105.0 102.0

UnderVoltage 95.0 95.0

Generator Excitation
OverExcited (Q Max.) 100.0 95.0

UnderExcited (Q Min.) 100.0


ETAP
Project: PLTS 20 MW TOBA Page: 5
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: LF
Filename: baru150kv Config.: Normal

PERENCANAAN

SUMMARY OF TOTAL GENERATION , LOADING & DEMAND

MW Mvar MVA % PF

Source (Swing Buses): 18.930 10.919 21.854 86.62 Lagging

Source (Non-Swing Buses): 0.000 0.000 0.000

Total Demand: 18.930 10.919 21.854 86.62 Lagging

Total Motor Load: 15.200 6.276 16.445 92.43 Lagging

Total Static Load: 3.564 1.472 3.856 92.43 Lagging

Total Constant I Load: 0.000 0.000 0.000

Total Generic Load: 0.000 0.000 0.000

Apparent Losses: 0.166 3.171

System Mismatch: 0.000 0.000

Number of Iterations: 3
Project: PLTS 20 MW TOBA
ETAP Page: 1
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: SC
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

Electrical Transient Analyzer Program

Short-Circuit Analysis

IEC 60909 Standard


3-Phase, LG, LL, & LLG Fault Currents

Swing V-Control Load Total


Number of Buses: 1 0 3 4

XFMR2 XFMR3 Reactor Line/Cable Impedance Tie PD Total


Number of Branches: 1 0 0 4 0 0 5

Synchronous Power Synchronous Induction Lumped


Generator Grid Motor Machines Load Total
Number of Machines: 0 0 0 0 1 1

System Frequency: 50.00 Hz

Unit System: Metric

Project Filename: BISANR1

Output Filename: F:\baru28518\Untitled.SI2


Project: PLTS 20 MW TOBA
ETAP Page: 2
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: SC
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

Adjustments

Apply Individual
Tolerance Adjustments /Global Percent

Transformer Impedance: Yes Individual

Reactor Impedance: Yes Individual

Overload Heater Resistance: No

Transmission Line Length: No

Cable Length: No

Apply Individual
Temperature Correction Adjustments /Global Degree C

Transmission Line Resistance: Yes Individual

Cable Resistance: Yes Individual


Project: PLTS 20 MW TOBA
ETAP Page: 3
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: SC
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

Bus Input Data

Bus Initial Voltage


ID Type Nom. kV Base kV Sub-sys %Mag. Ang.

BPLTS Load 20.000 20.500 1 100.00 30.00

BTELE1 Load 20.000 20.500 1 100.00 30.00

BTRPLTS SWNG 0.400 0.400 1 0.00 0.00

Bus4 Load 0.400 0.400 1 100.00 0.00

4 Buses Total

All voltages reported by ETAP are in % of bus Nominal kV.


Base kV values of buses are calculated and used internally by ETAP .
Project: PLTS 20 MW TOBA
ETAP Page: 4
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: SC
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

Line/Cable Input Data

Ohms or Siemens per 1000 m per Conductor (Cable) or per Phase (Line)

Line/Cable Length

ID Library Size Adj. (m) % Tol. #/Phase T (°C) R1 X1 Y1 R0 X0 Y0


Cable 1 3.3NCUN3 400 15.0 0.0 70 75 0.061137 0.071 0.1716795 0.21

Line 2 240 8500.0 0.0 1 75 0.1649881 0.3178602 0.0000037 0.3818607 1.537255 0.0000016

Line 3 240 8500.0 0.0 1 75 0.1649881 0.3178602 0.0000037 0.3818607 1.537255 0.0000016

Line 4 240 8500.0 0.0 1 75 0.1649881 0.3178602 0.0000037 0.3818607 1.537255 0.0000016

Line / Cable resistances are listed at the specified temperatures.


Project: PLTS 20 MW TOBA
ETAP Page: 5
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: SC
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

2-Winding Transformer Input Data

Transformer Rating Z Variation % Tap Setting Adjusted Phase Shift


ID MVA Prim. kV Sec. kV %Z X/R + 5% - 5% % Tol. Prim. Sec. %Z Type Angle

T1 30.000 0.400 20.000 10.00 23.70 0 0 0 0 2.500 10.0000 YNd 30.000

2-Winding Transformer Grounding Input Data

Grounding

Transformer Rating Conn. Primary Secondary


ID MVA Prim. kV Sec. kV Type Type kV Amp Ohm Type kV Amp Ohm

T1 30.000 0.400 20.000 D/Y Solid


Project: PLTS 20 MW TOBA
ETAP Page: 6
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: SC
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

Branch Connections

CKT/Branch Connected Bus ID % Impedance, Pos. Seq., 100 MVAb


ID Type From Bus To Bus R X Z Y

T1 2W XFMR Bus4 BPLTS 1.32 31.34 31.37

Cable 1 Cable BTRPLTS Bus4 0.82 0.95 1.25

Line 2 Line BPLTS BTELE1 33.37 64.29 72.44 0.0131775

Line 3 Line BPLTS BTELE1 33.37 64.29 72.44 0.0131775

Line 4 Line BPLTS BTELE1 33.37 64.29 72.44 0.0131775


Project: PLTS 20 MW TOBA
ETAP Page: 7
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: SC
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

Lumped Load Input Data

Motor Loads
Lumped Load % Impedance
Lumped Load Rating % Load Loading Machine Base Grounding mFact.
ID kVA kV Amp % PF MTR STAT kW kvar R X" R/X" Conn. Type Amp MW/PP
load Tele 20556.3 20.000 593.41 92.43 80 20 15200.00 6276.82 1.53 15.31 0.10 Delta 15.20

Total Connected Lumped Loads ( = 1 ): 20556.3 kVA


Project: PLTS 20 MW TOBA
ETAP Page: 8
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: SC
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

SHORT- CIRCUIT REPORT

Fault at bus: BPLTS


Nominal kV = 20.000
Voltage c Factor = 1.10 (User-Defined)

Positive & Zero Sequence Impedances


Contribution 3-Phase Fault Line-To-Ground Fault Looking into "From Bus"

From Bus To Bus %V kA % Voltage at From Bus kA Symm. rms % Impedance on 100 MVA base
ID ID From Bus Symm. rms Va Vb Vc Ia 3I0 R1 X1 R0 X0

BPLTS Total 0.00 3.371 0.00 98.57 79.48 4.379 4.379 4.79E+001 7.58E+001 1.32E+000 3.13E+001

BTELE1 BPLTS 21.59 0.901 18.69 97.47 85.36 0.780 0.000 6.00E+001 3.30E+002

BTELE1 BPLTS 21.59 0.901 18.69 97.47 85.36 0.780 0.000 6.00E+001 3.30E+002

BTELE1 BPLTS 21.59 0.901 18.69 97.47 85.36 0.780 0.000 6.00E+001 3.30E+002

Bus4 BPLTS 13.50 1.333 36.34 65.63 97.56 2.377 4.379 * 2.24E+002 3.23E+001 1.32E+000 3.13E+001

3-Phase L-G L-L L-L-G


Initial Symmetrical Current (kA, rms) : 3.371 4.379 2.920 4.669
Peak Current (kA), Method C : 6.928 8.998 6.000 9.594
Breaking Current (kA, rms, symm) : 4.379 2.920 4.669
Steady State Current (kA, rms) : 1.333 4.379 2.920 4.669

# Indicates a fault current contribution from a three-winding transformer


* Indicates a zero sequence fault current contribution (3I0) from a grounded Delta- Y transformer
Project: PLTS 20 MW TOBA
ETAP Page: 9
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: SC
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

Fault at bus: BTELE1


Nominal kV = 20.000
Voltage c Factor = 1.10 (User-Defined)

Positive & Zero Sequence Impedances


Contribution 3-Phase Fault Line-To-Ground Fault Looking into "From Bus"

From Bus To Bus %V kA % Voltage at From Bus kA Symm. rms % Impedance on 100 MVA base
ID ID From Bus Symm. rms Va Vb Vc Ia 3I0 R1 X1 R0 X0

BTELE1 Total 0.00 3.974 0.00 118.17 106.30 3.145 3.145 2.98E+001 7.00E+001 2.71E+001 1.35E+002

BPLTS BTELE1 10.00 0.417 41.19 100.55 87.21 0.511 1.048 7.06E+002 1.61E+002 8.12E+001 4.05E+002

BPLTS BTELE1 10.00 0.417 41.19 100.55 87.21 0.511 1.048 7.06E+002 1.61E+002 8.12E+001 4.05E+002

BPLTS BTELE1 10.00 0.417 41.19 100.55 87.21 0.511 1.048 7.06E+002 1.61E+002 8.12E+001 4.05E+002

load Tele BTELE1 100.00 3.394 100.00 100.00 100.00 1.791 0.000 8.86E+000 8.86E+001

3-Phase L-G L-L L-L-G


Initial Symmetrical Current (kA, rms) : 3.974 3.145 3.441 3.866
Peak Current (kA), Method C : 9.129 7.226 7.906 8.881
Breaking Current (kA, rms, symm) : 3.145 3.441 3.866
Steady State Current (kA, rms) : 1.251 3.145 3.441 3.866

# Indicates a fault current contribution from a three-winding transformer


* Indicates a zero sequence fault current contribution (3I0) from a grounded Delta- Y transformer
Project: PLTS 20 MW TOBA
ETAP Page: 10
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: SC
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

Fault at bus: BTRPLTS


Nominal kV = 0.400
Voltage c Factor = 1.05 (User-Defined)

Positive & Zero Sequence Impedances


Contribution 3-Phase Fault Line-To-Ground Fault Looking into "From Bus"

From Bus To Bus %V kA % Voltage at From Bus kA Symm. rms % Impedance on 100 MVA base
ID ID From Bus Symm. rms Va Vb Vc Ia 3I0 R1 X1 R0 X0

BTRPLTS Total 0.00 133.891 0.00 89.92 143.05 112.260 112.260 7.13E+001 8.79E+001 2.22E+002 3.33E-008

Bus4 BTRPLTS 0.87 105.221 0.49 90.11 143.20 58.815 0.000 2.21E+001 1.42E+002

Inv1 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.613 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv3 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.613 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv4 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.613 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv5 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.613 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv6 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.613 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv12 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.613 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv13 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.613 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv14 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.613 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv15 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.613 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv16 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.613 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv27 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.613 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv28 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.613 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv29 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.613 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv30 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.613 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv31 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.613 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv32 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.613 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv33 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.613 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv34 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.613 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv35 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.613 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv36 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.613 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

3-Phase L-G L-L L-L-G


Initial Symmetrical Current (kA, rms) : 133.891 112.260 115.953 148.256
Peak Current (kA), Method C : 274.850 230.446 238.027 304.337
Breaking Current (kA, rms, symm) : 112.260 115.953 148.256
Steady State Current (kA, rms) : 68.197 112.260 115.953 148.256

# Indicates a fault current contribution from a three-winding transformer


* Indicates a zero sequence fault current contribution (3I0) from a grounded Delta- Y transformer
Project: PLTS 20 MW TOBA
ETAP Page: 11
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: SC
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

Short-Circuit Summary Report

3-Phase, LG, LL, LLG Fault Currents

Bus 3-Phase Fault Line-to-Ground Fault Line-to-Line Fault *Line-to-Line-to-Ground

ID kV I"k ip Ik I"k ip Ib Ik I"k ip Ib Ik I"k ip Ib Ik

BPLTS 20.000 3.371 6.928 1.333 4.379 8.998 4.379 4.379 2.920 6.000 2.920 2.920 4.669 9.594 4.669 4.669
BTELE1 20.000 3.974 9.129 1.251 3.145 7.226 3.145 3.145 3.441 7.906 3.441 3.441 3.866 8.881 3.866 3.866
BTRPLTS 0.400 133.891 274.850 68.197 112.260 230.446 112.260 112.260 115.953 238.027 115.953 115.953 148.256 304.337 148.256 148.256

All fault currents are in rms kA. Current ip is calculated using Method C.

* LLG fault current is the larger of the two faulted line currents.
Project: PLTS 20 MW TOBA
ETAP Page: 12
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: SC
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

Sequence Impedance Summary Report

Bus Positive Seq. Imp. (ohm) Negative Seq. Imp. (ohm) Zero Seq. Imp. (ohm) Fault Zf (ohm)
ID kV Resistance Reactance Impedance Resistance Reactance Impedance Resistance Reactance Impedance Resistance Reactance Impedance

BPLTS 20.000 2.01437 3.18365 3.76740 2.01437 3.18365 3.76740 0.05558 1.31713 1.31830 0.00000 0.00000 0.00000

BTELE1 20.000 1.25296 2.94056 3.19638 1.25296 2.94056 3.19638 1.13751 5.67269 5.78561 0.00000 0.00000 0.00000

BTRPLTS 0.400 0.00114 0.00141 0.00181 0.00114 0.00141 0.00181 0.00356 0.00000 0.00356 0.00000 0.00000 0.00000
One-Line Diagram - OLV1 (Short-Circuit Analysis)

Battery1 Battery3 Battery4 Battery5 Battery6Battery12 Battery14 Battery15 Battery16 Battery27 Battery28 Battery29 Battery30 Battery31 Battery34 Battery35 Battery36
Battery13 Battery32 Battery33

dcBus1 dcBus4 dcBus5 dcBus6 dcBus7 dcBus13 dcBus14 dcBus15 dcBus16 dcBus17 dcBus28 dcBus29 dcBus30 dcBus31 dcBus32 dcBus33 dcBus34 dcBus35 dcBus36 dcBus37

Inv1 Inv3 Inv4 Inv5 Inv6 Inv12 Inv13 Inv14 Inv15 Inv16 Inv27 Inv28 Inv29 Inv30 Inv31 Inv32 Inv33 Inv34 Inv35 Inv36

BTRPLTS 3.41 3.41 3.41 3.41 3.41 3.41 3.41 3.41 3.41 3.41 3.41 3.41 3.41 3.41 3.41 3.41 3.41 3.41 3.41 3.41
0.4 kV
105.22 133.
Cable 1 9 kA

T1
30 MVA

±
CT 1 I>
1000/1

20 kV
1.33
BPLTS
.901 .901 .901 3.4
kA

± ±

CT 2
±
CT 3 CT 4
I> I>
I>
500/1 500/1 500/1

CT 20 ±
CT 30
±
CT 40
±

I> I> I>


500/1 500/1 500/1

20 kV .417 .417 .417


BTELE1 3.39 4.0
PT1 kA
kA
4.0
±
CTTELE I>
20/0.12
1000/1 81

cap tele
2800 kvar
load Tele
20.556 MVA

page 1 07:07:51 May 30, 2018 Project File: BISANR1


Project: PLTS 20 MW TOBA
ETAP Page: 1
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: SC
Filename: baru150kv Config.: Normal

PERENCANAAN

Electrical Transient Analyzer Program

Short-Circuit Analysis

IEC 60909 Standard


3-Phase, LG, LL, & LLG Fault Currents

Swing V-Control Load Total


Number of Buses: 1 0 4 5

XFMR2 XFMR3 Reactor Line/Cable Impedance Tie PD Total


Number of Branches: 2 0 0 2 0 0 4

Synchronous Power Synchronous Induction Lumped


Generator Grid Motor Machines Load Total
Number of Machines: 0 0 0 0 1 1

System Frequency: 50.00 Hz

Unit System: Metric

Project Filename: baru150kv

Output Filename: D:\Untitled.SI2


Project: PLTS 20 MW TOBA
ETAP Page: 2
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: SC
Filename: baru150kv Config.: Normal

PERENCANAAN

Adjustments

Apply Individual
Tolerance Adjustments /Global Percent

Transformer Impedance: Yes Individual

Reactor Impedance: Yes Individual

Overload Heater Resistance: No

Transmission Line Length: No

Cable Length: No

Apply Individual
Temperature Correction Adjustments /Global Degree C

Transmission Line Resistance: Yes Individual

Cable Resistance: Yes Individual


Project: PLTS 20 MW TOBA
ETAP Page: 3
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: SC
Filename: baru150kv Config.: Normal

PERENCANAAN

Bus Input Data

Bus Initial Voltage


ID Type Nom. kV Base kV Sub-sys %Mag. Ang.

BPLTS Load 20.000 20.500 1 100.00 30.00

BTELE Load 150.000 157.594 1 100.00 60.00

BTRPLTS SWNG 0.400 0.400 1 0.00 0.00

Bus3 Load 150.000 157.594 1 100.00 60.00

Bus4 Load 0.400 0.400 1 100.00 0.00

5 Buses Total

All voltages reported by ETAP are in % of bus Nominal kV.


Base kV values of buses are calculated and used internally by ETAP .
Project: PLTS 20 MW TOBA
ETAP Page: 4
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: SC
Filename: baru150kv Config.: Normal

PERENCANAAN

Line/Cable Input Data

Ohms or Siemens per 1000 m per Conductor (Cable) or per Phase (Line)

Line/Cable Length

ID Library Size Adj. (m) % Tol. #/Phase T (°C) R1 X1 Y1 R0 X0 Y0


Cable 1 3.3NCUN3 400 15.0 0.0 80 75 0.061137 0.071 0.1716795 0.21

Line1 262 7500.0 0.0 1 75 0.1551739 0.4358082 0.0000026 0.3232539 1.307657 0.0000015

Line / Cable resistances are listed at the specified temperatures.


Project: PLTS 20 MW TOBA
ETAP Page: 5
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: SC
Filename: baru150kv Config.: Normal

PERENCANAAN

2-Winding Transformer Input Data

Transformer Rating Z Variation % Tap Setting Adjusted Phase Shift


ID MVA Prim. kV Sec. kV %Z X/R + 5% - 5% % Tol. Prim. Sec. %Z Type Angle

T1 30.000 0.400 20.000 10.00 23.70 0 0 0 0 2.500 10.0000 YNd 30.000

T3 30.000 20.000 150.000 12.50 45.00 0 0 0 0 2.500 12.5000 YNd 30.000

2-Winding Transformer Grounding Input Data

Grounding

Transformer Rating Conn. Primary Secondary


ID MVA Prim. kV Sec. kV Type Type kV Amp Ohm Type kV Amp Ohm

T1 30.000 0.400 20.000 D/Y Solid

T3 30.000 20.000 150.000 D/Y Solid


Project: PLTS 20 MW TOBA
ETAP Page: 6
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: SC
Filename: baru150kv Config.: Normal

PERENCANAAN

Branch Connections

CKT/Branch Connected Bus ID % Impedance, Pos. Seq., 100 MVAb


ID Type From Bus To Bus R X Z Y

T1 2W XFMR Bus4 BPLTS 1.32 31.34 31.37

T3 2W XFMR BPLTS Bus3 0.86 38.54 38.55

Cable 1 Cable BTRPLTS Bus4 0.72 0.83 1.10

Line1 Line Bus3 BTELE 0.47 1.32 1.40 0.4892105


Project: PLTS 20 MW TOBA
ETAP Page: 7
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: SC
Filename: baru150kv Config.: Normal

PERENCANAAN

Lumped Load Input Data

Motor Loads
Lumped Load % Impedance
Lumped Load Rating % Load Loading Machine Base Grounding mFact.
ID kVA kV Amp % PF MTR STAT kW kvar R X" R/X" Conn. Type Amp MW/PP
Lump1 20556.1 150.000 79.12 92.43 80 20 15200.00 6276.46 1.53 15.31 0.10 Delta 15.20

Total Connected Lumped Loads ( = 1 ): 20556.1 kVA


Project: PLTS 20 MW TOBA
ETAP Page: 8
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: SC
Filename: baru150kv Config.: Normal

PERENCANAAN

SHORT- CIRCUIT REPORT

Fault at bus: BPLTS


Nominal kV = 20.000
Voltage c Factor = 1.10 (User-Defined)

Positive & Zero Sequence Impedances


Contribution 3-Phase Fault Line-To-Ground Fault Looking into "From Bus"

From Bus To Bus %V kA % Voltage at From Bus kA Symm. rms % Impedance on 100 MVA base
ID ID From Bus Symm. rms Va Vb Vc Ia 3I0 R1 X1 R0 X0

BPLTS Total 0.00 3.014 0.00 96.81 80.46 3.963 3.963 5.03E+001 8.68E+001 1.32E+000 3.13E+001

Bus4 BPLTS 13.51 1.334 36.56 64.77 97.56 2.242 3.963 * 2.24E+002 3.22E+001 1.32E+000 3.13E+001

Bus3 BPLTS 31.72 2.426 66.16 102.50 58.30 2.127 0.000 9.76E+000 1.24E+002

3-Phase L-G L-L L-L-G


Initial Symmetrical Current (kA, rms) : 3.014 3.963 2.610 4.211
Peak Current (kA), Method C : 6.871 9.033 5.950 9.599
Breaking Current (kA, rms, symm) : 3.963 2.610 4.211
Steady State Current (kA, rms) : 1.334 3.963 2.610 4.211

# Indicates a fault current contribution from a three-winding transformer


* Indicates a zero sequence fault current contribution (3I0) from a grounded Delta- Y transformer
Project: PLTS 20 MW TOBA
ETAP Page: 9
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: SC
Filename: baru150kv Config.: Normal

PERENCANAAN

Fault at bus: BTELE


Nominal kV = 150.000
Voltage c Factor = 1.10 (User-Defined)

Positive & Zero Sequence Impedances


Contribution 3-Phase Fault Line-To-Ground Fault Looking into "From Bus"

From Bus To Bus %V kA % Voltage at From Bus kA Symm. rms % Impedance on 100 MVA base
ID ID From Bus Symm. rms Va Vb Vc Ia 3I0 R1 X1 R0 X0

BTELE Total 0.00 0.538 0.00 101.29 84.63 0.628 0.628 2.64E+001 6.62E+001 1.83E+000 4.25E+001

Bus3 BTELE 0.59 0.162 2.57 100.66 83.80 0.305 0.628 2.26E+002 7.20E+001 1.83E+000 4.25E+001

Lump1 BTELE 100.00 0.453 100.00 100.00 100.00 0.352 0.000 8.43E+000 8.43E+001

3-Phase L-G L-L L-L-G


Initial Symmetrical Current (kA, rms) : 0.538 0.628 0.466 0.648
Peak Current (kA), Method C : 1.238 1.445 1.072 1.491
Breaking Current (kA, rms, symm) : 0.628 0.466 0.648
Steady State Current (kA, rms) : 0.162 0.628 0.466 0.648

# Indicates a fault current contribution from a three-winding transformer


* Indicates a zero sequence fault current contribution (3I0) from a grounded Delta- Y transformer
Project: PLTS 20 MW TOBA
ETAP Page: 10
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: SC
Filename: baru150kv Config.: Normal

PERENCANAAN

Fault at bus: BTRPLTS


Nominal kV = 0.400
Voltage c Factor = 1.05 (User-Defined)

Positive & Zero Sequence Impedances


Contribution 3-Phase Fault Line-To-Ground Fault Looking into "From Bus"

From Bus To Bus %V kA % Voltage at From Bus kA Symm. rms % Impedance on 100 MVA base
ID ID From Bus Symm. rms Va Vb Vc Ia 3I0 R1 X1 R0 X0

BTRPLTS Total 0.00 122.407 0.00 86.13 141.52 107.597 107.597 7.63E+001 9.75E+001 2.22E+002 3.33E-008

Bus4 BTRPLTS 0.70 96.648 0.41 86.27 141.65 56.636 0.000 1.18E+001 1.56E+002

Inv1 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.380 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv3 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.380 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv4 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.380 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv5 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.380 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv6 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.380 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv12 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.380 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv13 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.380 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv14 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.380 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv15 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.380 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv16 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.380 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv27 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.380 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv28 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.380 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv29 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.380 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv30 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.380 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv31 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.380 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv32 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.380 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv33 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.380 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv34 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.380 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv35 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.380 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

Inv36 BTRPLTS 100.00 3.410 100.00 100.00 100.00 3.410 5.380 4.44E+003 6.67E-007 4.44E+003 6.67E-007

3-Phase L-G L-L L-L-G


Initial Symmetrical Current (kA, rms) : 122.407 107.597 106.008 138.154
Peak Current (kA), Method C : 344.605 302.911 298.437 388.936
Breaking Current (kA, rms, symm) : 107.597 106.008 138.154
Steady State Current (kA, rms) : 68.197 107.597 106.008 138.154

# Indicates a fault current contribution from a three-winding transformer


* Indicates a zero sequence fault current contribution (3I0) from a grounded Delta- Y transformer
Project: PLTS 20 MW TOBA
ETAP Page: 11
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: SC
Filename: baru150kv Config.: Normal

PERENCANAAN

Fault at bus: Bus3


Nominal kV = 150.000
Voltage c Factor = 1.10 (User-Defined)

Positive & Zero Sequence Impedances


Contribution 3-Phase Fault Line-To-Ground Fault Looking into "From Bus"

From Bus To Bus %V kA % Voltage at From Bus kA Symm. rms % Impedance on 100 MVA base
ID ID From Bus Symm. rms Va Vb Vc Ia 3I0 R1 X1 R0 X0

Bus3 Total 0.00 0.531 0.00 100.51 83.31 0.636 0.636 2.73E+001 6.68E+001 8.57E-001 3.85E+001

BTELE Bus3 1.62 0.445 1.29 100.51 83.72 0.356 0.000 8.90E+000 8.56E+001

BPLTS Bus3 15.94 0.163 39.85 67.59 97.56 0.311 0.636 * 2.25E+002 7.07E+001 8.57E-001 3.85E+001

3-Phase L-G L-L L-L-G


Initial Symmetrical Current (kA, rms) : 0.531 0.636 0.460 0.658
Peak Current (kA), Method C : 1.216 1.456 1.053 1.506
Breaking Current (kA, rms, symm) : 0.636 0.460 0.658
Steady State Current (kA, rms) : 0.163 0.636 0.460 0.658

# Indicates a fault current contribution from a three-winding transformer


* Indicates a zero sequence fault current contribution (3I0) from a grounded Delta- Y transformer
Project: PLTS 20 MW TOBA
ETAP Page: 12
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: SC
Filename: baru150kv Config.: Normal

PERENCANAAN

Short-Circuit Summary Report

3-Phase, LG, LL, LLG Fault Currents

Bus 3-Phase Fault Line-to-Ground Fault Line-to-Line Fault *Line-to-Line-to-Ground

ID kV I"k ip Ik I"k ip Ib Ik I"k ip Ib Ik I"k ip Ib Ik

BPLTS 20.000 3.014 6.871 1.334 3.963 9.033 3.963 3.963 2.610 5.950 2.610 2.610 4.211 9.599 4.211 4.211
BTELE 150.000 0.538 1.238 0.162 0.628 1.445 0.628 0.628 0.466 1.072 0.466 0.466 0.648 1.491 0.648 0.648
BTRPLTS 0.400 122.407 344.605 68.197 107.597 302.911 107.597 107.597 106.008 298.437 106.008 106.008 138.154 388.936 138.154 138.154
Bus3 150.000 0.531 1.216 0.163 0.636 1.456 0.636 0.636 0.460 1.053 0.460 0.460 0.658 1.506 0.658 0.658

All fault currents are in rms kA. Current ip is calculated using Method C.

* LLG fault current is the larger of the two faulted line currents.
Project: PLTS 20 MW TOBA
ETAP Page: 13
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: SC
Filename: baru150kv Config.: Normal

PERENCANAAN

Sequence Impedance Summary Report

Bus Positive Seq. Imp. (ohm) Negative Seq. Imp. (ohm) Zero Seq. Imp. (ohm) Fault Zf (ohm)
ID kV Resistance Reactance Impedance Resistance Reactance Impedance Resistance Reactance Impedance Resistance Reactance Impedance

BPLTS 20.000 2.11208 3.64675 4.21422 2.11208 3.64675 4.21422 0.05558 1.31713 1.31830 0.00000 0.00000 0.00000

BTELE 150.000 65.63123 164.49580 177.10550 65.63123 164.49580 177.10550 4.55163 105.53280 105.63090 0.00000 0.00000 0.00000

BTRPLTS 0.400 0.00122 0.00156 0.00198 0.00122 0.00156 0.00198 0.00356 0.00000 0.00356 0.00000 0.00000 0.00000

Bus3 150.000 67.87445 165.95570 179.29930 67.87445 165.95570 179.29930 2.12723 95.72536 95.74899 0.00000 0.00000 0.00000
One-Line Diagram - OLV1 (Short-Circuit Analysis)

Battery1 Battery3 Battery4 Battery5 Battery6Battery12 Battery14 Battery15 Battery16 Battery27 Battery28 Battery29 Battery30 Battery31 Battery34 Battery35 Battery36
Battery13 Battery32 Battery33

dcBus1 dcBus4 dcBus5 dcBus6 dcBus7 dcBus13 dcBus14 dcBus15 dcBus16 dcBus17 dcBus28 dcBus29 dcBus30 dcBus31 dcBus32 dcBus33 dcBus34 dcBus35 dcBus36 dcBus37

Inv1 Inv3 Inv4 Inv5 Inv6 Inv12 Inv13 Inv14 Inv15 Inv16 Inv27 Inv28 Inv29 Inv30 Inv31 Inv32 Inv33 Inv34 Inv35 Inv36

BTRPLTS 3.41 3.41 3.41 3.41 3.41 3.41 3.41 3.41 3.41 3.41 3.41 3.41 3.41 3.41 3.41 3.41 3.41 3.41 3.41 3.41
0.4 kV
96.65 122.
Cable 1 4 kA

T1
30 MVA

±
CT 1 I>
1000/1

20 kV
1.33
BPLTS
2.43 3.0
kA

±
CTrele2 I>
1000/1
T3
30 MVA

±
CTrele3 I>
1000/1
150 kV .163
Bus3
.445 0.53
1 kA
±
CTrele4 I>
1000/1

±
CTrele5 I>
1000/1 PT1
BTELE 81
.162
150 kV 150/0.12
.453 0.53
8 kA

±
CTrele6 I>
1000/1

Lump1
20.556 MVA

page 1 07:22:33 May 30, 2018 Project File: baru150kv


ETAP
Project: PLTS 20 MW TOBA 12.6.0H Date: 05-30-2018
Location: DANAU TOBA SN:
Contract: PI-ENERGI MAKMUR Revision: Base
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Study Case: TS Config.: Normal

PERENCANAAN

Project File: F:\baru28518\BISANR1


Output Report: Untitled

TRANSIENT STABILITY ANALYSIS


Bus Voltage per Hz

BPLTS BTELE1 BTRPLTS Bus4

120

100

80
Volts/Hz
%

60

40

20

0
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1.0
Time (Sec.)
ETAP
Project: PLTS 20 MW TOBA 12.6.0H Date: 05-30-2018
Location: DANAU TOBA SN:
Contract: PI-ENERGI MAKMUR Revision: Base
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Study Case: TS Config.: Normal

PERENCANAAN

Project File: F:\baru28518\BISANR1


Output Report: Untitled

TRANSIENT STABILITY ANALYSIS


Bus Voltage Angle

BPLTS BTELE1 BTRPLTS Bus4

80

70

60

50
Degree

40

30

20

10

0
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1.0
Time (Sec.)
ETAP
Project: PLTS 20 MW TOBA 12.6.0H Date: 05-30-2018
Location: DANAU TOBA SN:
Contract: PI-ENERGI MAKMUR Revision: Base
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Study Case: TS Config.: Normal

PERENCANAAN

Project File: F:\baru28518\BISANR1


Output Report: Untitled

TRANSIENT STABILITY ANALYSIS


Bus Reactive Power Loading

BPLTS BTELE1 BTRPLTS Bus4

4
Mvar

0
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1.0
Time (Sec.)
ETAP
Project: PLTS 20 MW TOBA 12.6.0H Date: 05-30-2018
Location: DANAU TOBA SN:
Contract: PI-ENERGI MAKMUR Revision: Base
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Study Case: TS Config.: Normal

PERENCANAAN

Project File: F:\baru28518\BISANR1


Output Report: Untitled

TRANSIENT STABILITY ANALYSIS


Bus Real Power Loading

BPLTS BTELE1 BTRPLTS Bus4

20

15
MW

10

0
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1.0
Time (Sec.)
ETAP
Project: PLTS 20 MW TOBA 12.6.0H Date: 05-30-2018
Location: DANAU TOBA SN:
Contract: PI-ENERGI MAKMUR Revision: Base
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Study Case: TS Config.: Normal

PERENCANAAN

Project File: F:\baru28518\BISANR1


Output Report: Untitled

TRANSIENT STABILITY ANALYSIS


Bus Frequency

BPLTS BTELE1 BTRPLTS Bus4

105

104

103

102

101
%
in

100
f

99

98

97

96

95
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1.0
Time (Sec.)
ETAP
Project: PLTS 20 MW TOBA 12.6.0H Date: 05-30-2018
Location: DANAU TOBA SN:
Contract: PI-ENERGI MAKMUR Revision: Base
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Study Case: TS Config.: Normal

PERENCANAAN

Project File: F:\baru28518\BISANR1


Output Report: Untitled

TRANSIENT STABILITY ANALYSIS


Bus Voltage

BPLTS BTELE1 BTRPLTS Bus4

120

100
kV

80
Nominal
Bus
of

60
%

40

20

0
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1.0
Time (Sec.)
ETAP
Project: PLTS 20 MW TOBA Page: 1
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: TS
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

LOAD FLOW REPORT @ T = 0.000-

Bus Voltage Generation Load Load Flow XFMR


ID kV % Mag. Ang. MW Mvar MW Mvar ID MW Mvar Amp %PF % Tap
BPLTS 20.000 99.651 2.8 0 0 0 0 BTELE1 6.395 2.007 194.2 95.4

BTELE1 6.395 2.007 194.2 95.4

BTELE1 6.395 2.007 194.2 95.4

Bus4 -19.186 -6.021 582.5 95.4 2.500

BTELE1 20.000 96.105 0.7 0 0 18.710 5.140 BPLTS -6.237 -1.713 194.3 96.4

BPLTS -6.237 -1.713 194.3 96.4

BPLTS -6.237 -1.713 194.3 96.4

* BTRPLTS 0.400 100.000 6.6 0 0 0 0 Bus4 19.281 7.487 29854.1 93.2

Inv1 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv3 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv4 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv5 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv6 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv12 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv13 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv14 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv15 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv16 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv27 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv28 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv29 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv30 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv31 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv32 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv33 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv34 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv35 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv36 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Bus4 0.400 99.771 6.6 0 0 0 0 BTRPLTS -19.246 -7.446 29854.1 93.3

BPLTS 19.246 7.446 29854.1 93.3

Inv1 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv3 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv4 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv5 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv6 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv12 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv13 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8
ETAP
Project: PLTS 20 MW TOBA Page: 2
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: TS
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

LOAD FLOW REPORT @ T = 0.000-

Bus Voltage Generation Load Load Flow XFMR


ID kV % Mag. Ang. MW Mvar MW Mvar ID MW Mvar Amp %PF % Tap
Inv14 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv15 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv16 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv27 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv28 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv29 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv30 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv31 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv32 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv33 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv34 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv35 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv36 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

* Indicates a voltage regulated bus (voltage controlled or swing type machine connected to it)
# Indicates a bus with a load mismatch of more than 0.1 MVA
ETAP
Project: PLTS 20 MW TOBA Page: 3
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: TS
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

LOAD FLOW REPORT @ T = 0.200-

Bus Voltage Generation Load Load Flow XFMR


ID kV % Mag. Ang. MW Mvar MW Mvar ID MW Mvar Amp %PF % Tap
BPLTS 20.000 99.652 2.8 0 0 0 0 BTELE1 6.395 2.007 194.2 95.4

BTELE1 6.395 2.007 194.2 95.4

BTELE1 6.395 2.007 194.2 95.4

Bus4 -19.186 -6.021 582.5 95.4 2.500

BTELE1 20.000 96.105 0.7 0 0 18.710 5.140 BPLTS -6.237 -1.713 194.3 96.4

BPLTS -6.237 -1.713 194.3 96.4

BPLTS -6.237 -1.713 194.3 96.4

BTRPLTS 0.400 100.001 6.6 0 0 0 0 Bus4 19.281 7.487 29853.7 93.2

Inv1 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv3 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv4 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv5 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv6 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv12 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv13 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv14 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv15 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv16 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv27 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv28 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv29 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv30 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv31 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv32 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv33 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv34 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv35 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv36 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Bus4 0.400 99.772 6.6 0 0 0 0 BTRPLTS -19.246 -7.446 29853.7 93.3

BPLTS 19.246 7.446 29853.7 93.3

Inv1 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv3 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv4 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv5 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv6 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv12 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv13 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8
ETAP
Project: PLTS 20 MW TOBA Page: 4
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: TS
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

LOAD FLOW REPORT @ T = 0.200-

Bus Voltage Generation Load Load Flow XFMR


ID kV % Mag. Ang. MW Mvar MW Mvar ID MW Mvar Amp %PF % Tap
Inv14 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv15 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv16 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv27 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv28 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv29 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv30 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv31 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv32 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv33 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv34 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv35 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv36 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

* Indicates a voltage regulated bus (voltage controlled or swing type machine connected to it)
# Indicates a bus with a load mismatch of more than 0.1 MVA
ETAP
Project: PLTS 20 MW TOBA Page: 5
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: TS
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

LOAD FLOW REPORT @ T = 0.300-

Bus Voltage Generation Load Load Flow XFMR


ID kV % Mag. Ang. MW Mvar MW Mvar ID MW Mvar Amp %PF % Tap
BPLTS 20.000 14.579 48.8 0 0 0 0 Line 2 2.573 4.958 1106.0 46.1

BTELE1 0.692 1.254 283.6 48.3

BTELE1 0.692 1.254 283.6 48.3

Bus4 -3.958 -7.465 1673.0 46.8 2.500

BTELE1 20.000 7.108 47.3 0 0 0.096 0.025 Line 2 0.612 1.178 539.2 46.1

BPLTS -0.354 -0.602 283.6 50.7

BPLTS -0.354 -0.602 283.6 50.7

BTRPLTS 0.400 33.870 63.1 0 0 0 0 Bus4 4.743 19.553 85742.4 23.6

Inv1 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv3 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv4 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv5 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv6 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv12 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv13 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv14 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv15 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv16 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv27 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv28 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv29 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv30 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv31 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv32 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv33 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv34 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv35 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv36 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Bus4 0.400 33.208 63.7 0 0 0 0 BTRPLTS -4.454 -19.217 85742.4 22.6

BPLTS 4.454 19.217 85742.4 22.6

Inv1 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv3 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv4 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv5 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv6 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv12 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv13 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3
ETAP
Project: PLTS 20 MW TOBA Page: 6
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: TS
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

LOAD FLOW REPORT @ T = 0.300-

Bus Voltage Generation Load Load Flow XFMR


ID kV % Mag. Ang. MW Mvar MW Mvar ID MW Mvar Amp %PF % Tap
Inv14 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv15 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv16 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv27 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv28 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv29 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv30 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv31 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv32 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv33 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv34 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv35 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv36 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

* Indicates a voltage regulated bus (voltage controlled or swing type machine connected to it)
# Indicates a bus with a load mismatch of more than 0.1 MVA
ETAP
Project: PLTS 20 MW TOBA Page: 7
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: TS
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

LOAD FLOW REPORT @ T = 0.400-

Bus Voltage Generation Load Load Flow XFMR


ID kV % Mag. Ang. MW Mvar MW Mvar ID MW Mvar Amp %PF % Tap
BPLTS 20.000 9.408 50.9 0 0 0 0 Line 2 1.072 2.064 713.7 46.1

BTELE1 0.435 0.828 286.9 46.5

Line 3 0.435 0.828 286.9 46.5

BTELE1 0.435 0.828 286.9 46.5

Bus4 -2.578 -4.956 1714.3 46.1 2.500

BTELE1 20.000 1.844 49.6 0 0 0.006 0.002 Line 2 0.041 0.079 139.9 46.1

BPLTS -0.089 -0.160 286.9 48.4

Line 3 -0.089 -0.160 286.9 48.4

BPLTS -0.089 -0.160 286.9 48.4

BTRPLTS 0.400 29.527 67.5 0 0 0 0 Bus4 3.402 17.648 87859.0 18.9

Inv1 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv3 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv4 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv5 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv6 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv12 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv13 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv14 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv15 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv16 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv27 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv28 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv29 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv30 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv31 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv32 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv33 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv34 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv35 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv36 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Bus4 0.400 28.867 68.2 0 0 0 0 BTRPLTS -3.099 -17.296 87859.0 17.6

BPLTS 3.099 17.296 87859.0 17.6

Inv1 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv3 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv4 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv5 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv6 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9
ETAP
Project: PLTS 20 MW TOBA Page: 8
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: TS
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

LOAD FLOW REPORT @ T = 0.400-

Bus Voltage Generation Load Load Flow XFMR


ID kV % Mag. Ang. MW Mvar MW Mvar ID MW Mvar Amp %PF % Tap
Inv12 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv13 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv14 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv15 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv16 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv27 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv28 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv29 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv30 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv31 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv32 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv33 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv34 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv35 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv36 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

* Indicates a voltage regulated bus (voltage controlled or swing type machine connected to it)
# Indicates a bus with a load mismatch of more than 0.1 MVA
ETAP
Project: PLTS 20 MW TOBA Page: 9
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: TS
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

LOAD FLOW REPORT @ T = 0.500-

Bus Voltage Generation Load Load Flow XFMR


ID kV % Mag. Ang. MW Mvar MW Mvar ID MW Mvar Amp %PF % Tap
BPLTS 20.000 7.593 51.5 0 0 0 0 Line 2 0.698 1.345 576.0 46.1

BTELE1 0.349 0.672 288.0 46.1

Line 3 0.349 0.672 288.0 46.1

BTELE1 0.349 0.672 288.0 46.1

Line 4 0.349 0.672 288.0 46.1

Bus4 -2.094 -4.035 1728.2 46.1 2.500

BTELE1 20.000 0.000 90.0 0 0 0 0 Line 2 0.000 0.000 0.0 0.0

BPLTS 0.000 0.000 288.0 0.0

Line 3 0.000 0.000 288.0 0.0

BPLTS 0.000 0.000 288.0 0.0

Line 4 0.000 0.000 288.0 0.0

BTRPLTS 0.400 28.005 69.1 0 0 0 0 Bus4 2.932 16.933 88568.6 17.1

Inv1 -0.147 -0.847 4428.4 17.1

Inv3 -0.147 -0.847 4428.4 17.1

Inv4 -0.147 -0.847 4428.4 17.1

Inv5 -0.147 -0.847 4428.4 17.1

Inv6 -0.147 -0.847 4428.4 17.1

Inv12 -0.147 -0.847 4428.4 17.1

Inv13 -0.147 -0.847 4428.4 17.1

Inv14 -0.147 -0.847 4428.4 17.1

Inv15 -0.147 -0.847 4428.4 17.1

Inv16 -0.147 -0.847 4428.4 17.1

Inv27 -0.147 -0.847 4428.4 17.1

Inv28 -0.147 -0.847 4428.4 17.1

Inv29 -0.147 -0.847 4428.4 17.1

Inv30 -0.147 -0.847 4428.4 17.1

Inv31 -0.147 -0.847 4428.4 17.1

Inv32 -0.147 -0.847 4428.4 17.1

Inv33 -0.147 -0.847 4428.4 17.1

Inv34 -0.147 -0.847 4428.4 17.1

Inv35 -0.147 -0.847 4428.4 17.1

Inv36 -0.147 -0.847 4428.4 17.1

Bus4 0.400 27.347 69.9 0 0 0 0 BTRPLTS -2.623 -16.574 88568.6 15.6

BPLTS 2.623 16.574 88568.6 15.6

Inv1 0.400 143.814 0.0 4.330 0.847 0 0 BTRPLTS 4.330 0.847 4428.4 98.1

Inv3 0.400 143.814 0.0 4.330 0.847 0 0 BTRPLTS 4.330 0.847 4428.4 98.1

Inv4 0.400 143.814 0.0 4.330 0.847 0 0 BTRPLTS 4.330 0.847 4428.4 98.1
ETAP
Project: PLTS 20 MW TOBA Page: 10
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: TS
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

LOAD FLOW REPORT @ T = 0.500-

Bus Voltage Generation Load Load Flow XFMR


ID kV % Mag. Ang. MW Mvar MW Mvar ID MW Mvar Amp %PF % Tap
Inv5 0.400 143.814 0.0 4.330 0.847 0 0 BTRPLTS 4.330 0.847 4428.4 98.1

Inv6 0.400 143.814 0.0 4.330 0.847 0 0 BTRPLTS 4.330 0.847 4428.4 98.1

Inv12 0.400 143.814 0.0 4.330 0.847 0 0 BTRPLTS 4.330 0.847 4428.4 98.1

Inv13 0.400 143.814 0.0 4.330 0.847 0 0 BTRPLTS 4.330 0.847 4428.4 98.1

Inv14 0.400 143.814 0.0 4.330 0.847 0 0 BTRPLTS 4.330 0.847 4428.4 98.1

Inv15 0.400 143.814 0.0 4.330 0.847 0 0 BTRPLTS 4.330 0.847 4428.4 98.1

Inv16 0.400 143.814 0.0 4.330 0.847 0 0 BTRPLTS 4.330 0.847 4428.4 98.1

Inv27 0.400 143.814 0.0 4.330 0.847 0 0 BTRPLTS 4.330 0.847 4428.4 98.1

Inv28 0.400 143.814 0.0 4.330 0.847 0 0 BTRPLTS 4.330 0.847 4428.4 98.1

Inv29 0.400 143.814 0.0 4.330 0.847 0 0 BTRPLTS 4.330 0.847 4428.4 98.1

Inv30 0.400 143.814 0.0 4.330 0.847 0 0 BTRPLTS 4.330 0.847 4428.4 98.1

Inv31 0.400 143.814 0.0 4.330 0.847 0 0 BTRPLTS 4.330 0.847 4428.4 98.1

Inv32 0.400 143.814 0.0 4.330 0.847 0 0 BTRPLTS 4.330 0.847 4428.4 98.1

Inv33 0.400 143.814 0.0 4.330 0.847 0 0 BTRPLTS 4.330 0.847 4428.4 98.1

Inv34 0.400 143.814 0.0 4.330 0.847 0 0 BTRPLTS 4.330 0.847 4428.4 98.1

Inv35 0.400 143.814 0.0 4.330 0.847 0 0 BTRPLTS 4.330 0.847 4428.4 98.1

Inv36 0.400 143.814 0.0 4.330 0.847 0 0 BTRPLTS 4.330 0.847 4428.4 98.1

* Indicates a voltage regulated bus (voltage controlled or swing type machine connected to it)
# Indicates a bus with a load mismatch of more than 0.1 MVA
ETAP
Project: PLTS 20 MW TOBA Page: 11
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: TS
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

LOAD FLOW REPORT @ T = 0.600-

Bus Voltage Generation Load Load Flow XFMR


ID kV % Mag. Ang. MW Mvar MW Mvar ID MW Mvar Amp %PF % Tap
BPLTS 20.000 9.408 50.9 0 0 0 0 BTELE1 0.435 0.828 286.9 46.5

BTELE1 0.435 0.828 286.9 46.5

Line 3 0.435 0.828 286.9 46.5

BTELE1 0.435 0.828 286.9 46.5

Line 4 0.435 0.828 286.9 46.5

Bus4 -2.578 -4.956 1714.3 46.1 2.500

BTELE1 20.000 1.844 49.6 0 0 0.006 0.002 BPLTS -0.089 -0.160 286.9 48.4

Line 2 0.000 0.000 0.0 0.0

BPLTS -0.089 -0.160 286.9 48.4

Line 3 -0.089 -0.160 286.9 48.4

BPLTS -0.089 -0.160 286.9 48.4

Line 4 -0.089 -0.160 286.9 48.4

BTRPLTS 0.400 29.527 67.5 0 0 0 0 Bus4 3.402 17.648 87859.0 18.9

Inv1 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv3 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv4 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv5 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv6 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv12 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv13 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv14 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv15 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv16 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv27 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv28 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv29 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv30 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv31 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv32 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv33 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv34 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv35 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Inv36 -0.170 -0.882 4392.9 18.9

Bus4 0.400 28.867 68.2 0 0 0 0 BTRPLTS -3.099 -17.296 87859.0 17.6

BPLTS 3.099 17.296 87859.0 17.6

Inv1 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv3 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9
ETAP
Project: PLTS 20 MW TOBA Page: 12
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: TS
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

LOAD FLOW REPORT @ T = 0.600-

Bus Voltage Generation Load Load Flow XFMR


ID kV % Mag. Ang. MW Mvar MW Mvar ID MW Mvar Amp %PF % Tap
Inv4 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv5 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv6 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv12 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv13 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv14 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv15 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv16 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv27 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv28 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv29 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv30 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv31 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv32 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv33 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv34 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv35 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

Inv36 0.400 143.814 0.0 4.287 0.882 0 0 BTRPLTS 4.287 0.882 4392.9 97.9

* Indicates a voltage regulated bus (voltage controlled or swing type machine connected to it)
# Indicates a bus with a load mismatch of more than 0.1 MVA
ETAP
Project: PLTS 20 MW TOBA Page: 13
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: TS
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

LOAD FLOW REPORT @ T = 0.700-

Bus Voltage Generation Load Load Flow XFMR


ID kV % Mag. Ang. MW Mvar MW Mvar ID MW Mvar Amp %PF % Tap
BPLTS 20.000 14.579 48.8 0 0 0 0 BTELE1 0.692 1.254 283.6 48.3

BTELE1 0.692 1.254 283.6 48.3

BTELE1 0.692 1.254 283.6 48.3

Line 4 0.692 1.254 283.6 48.3

Bus4 -3.958 -7.465 1673.0 46.8 2.500

BTELE1 20.000 7.108 47.3 0 0 0.096 0.025 BPLTS -0.354 -0.602 283.6 50.7

Line 2 0.000 0.000 0.0 0.0

BPLTS -0.354 -0.602 283.6 50.7

Line 3 0.000 0.000 0.0 0.0

BPLTS -0.354 -0.602 283.6 50.7

Line 4 -0.354 -0.602 283.6 50.7

BTRPLTS 0.400 33.870 63.1 0 0 0 0 Bus4 4.743 19.553 85742.4 23.6

Inv1 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv3 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv4 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv5 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv6 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv12 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv13 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv14 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv15 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv16 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv27 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv28 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv29 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv30 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv31 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv32 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv33 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv34 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv35 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Inv36 -0.237 -0.978 4287.1 23.6

Bus4 0.400 33.208 63.7 0 0 0 0 BTRPLTS -4.454 -19.217 85742.4 22.6

BPLTS 4.454 19.217 85742.4 22.6

Inv1 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv3 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv4 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3
ETAP
Project: PLTS 20 MW TOBA Page: 14
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: TS
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

LOAD FLOW REPORT @ T = 0.700-

Bus Voltage Generation Load Load Flow XFMR


ID kV % Mag. Ang. MW Mvar MW Mvar ID MW Mvar Amp %PF % Tap
Inv5 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv6 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv12 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv13 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv14 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv15 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv16 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv27 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv28 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv29 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv30 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv31 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv32 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv33 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv34 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv35 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

Inv36 0.400 143.814 0.0 4.158 0.978 0 0 BTRPLTS 4.158 0.978 4287.1 97.3

* Indicates a voltage regulated bus (voltage controlled or swing type machine connected to it)
# Indicates a bus with a load mismatch of more than 0.1 MVA
ETAP
Project: PLTS 20 MW TOBA Page: 15
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: TS
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

LOAD FLOW REPORT @ T = 1.000-

Bus Voltage Generation Load Load Flow XFMR


ID kV % Mag. Ang. MW Mvar MW Mvar ID MW Mvar Amp %PF % Tap
BPLTS 20.000 99.652 2.8 0 0 0 0 BTELE1 6.395 2.007 194.2 95.4

BTELE1 6.395 2.007 194.2 95.4

BTELE1 6.395 2.007 194.2 95.4

Bus4 -19.186 -6.021 582.5 95.4 2.500

BTELE1 20.000 96.105 0.7 0 0 18.710 5.140 BPLTS -6.237 -1.713 194.3 96.4

Line 2 0.000 -0.012 0.3 0.0

BPLTS -6.237 -1.713 194.3 96.4

Line 3 0.000 -0.012 0.3 0.0

BPLTS -6.237 -1.713 194.3 96.4

Line 4 0.000 -0.012 0.3 0.0

BTRPLTS 0.400 100.001 6.6 0 0 0 0 Bus4 19.281 7.487 29853.7 93.2

Inv1 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv3 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv4 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv5 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv6 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv12 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv13 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv14 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv15 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv16 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv27 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv28 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv29 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv30 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv31 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv32 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv33 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv34 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv35 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Inv36 -0.964 -0.374 1492.7 93.2

Bus4 0.400 99.772 6.6 0 0 0 0 BTRPLTS -19.246 -7.446 29853.7 93.3

BPLTS 19.246 7.446 29853.7 93.3

Inv1 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv3 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv4 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv5 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8
ETAP
Project: PLTS 20 MW TOBA Page: 16
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: TS
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

LOAD FLOW REPORT @ T = 1.000-

Bus Voltage Generation Load Load Flow XFMR


ID kV % Mag. Ang. MW Mvar MW Mvar ID MW Mvar Amp %PF % Tap
Inv6 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv12 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv13 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv14 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv15 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv16 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv27 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv28 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv29 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv30 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv31 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv32 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv33 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv34 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv35 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

Inv36 0.400 143.814 0.0 1.439 0.374 0 0 BTRPLTS 1.439 0.374 1492.7 96.8

* Indicates a voltage regulated bus (voltage controlled or swing type machine connected to it)
# Indicates a bus with a load mismatch of more than 0.1 MVA
harmonis.pdf
harmonik1.pdf
harmonik.pdf
ETAP
Project: PLTS 20 MW TOBA 12.6.0H Date: 05-30-2018
Location: DANAU TOBA SN:
Contract: PI-ENERGI MAKMUR Revision: Base
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Study Case: HA Config.: Normal

PERENCANAAN

Project File: F:\baru28518\BISANR1


Output Report: Untitled

HARMONIC LOAD FLOW ANALYSIS


Waveform

BPLTS ( 20.00 kV ) BTELE1 ( 20.00 kV ) BTRPLTS ( 0.40 kV ) Bus4 ( 0.40 kV )

150

100
(%)

50
Voltage

0
0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1.0 1.1

-50

-100
Time (Cycle)
Project: PLTS 20 MW TOBA
ETAP Page: 1
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: HA
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

Fundamental Load Flow Report

Bus Voltage Generation Load Load Flow XFMR


ID kV %Mag. Ang. MW Mvar MW Mvar ID MW Mvar Amp % PF % Tap

BPLTS 20.000 99.651 26.2 0 0 0 0 BTELE1 6.395 2.007 194.2 95.4

BTELE1 6.395 2.007 194.2 95.4

BTELE1 6.395 2.007 194.2 95.4

Bus4 -19.186 -6.021 582.5 95.4 2.500

BTELE1 20.000 96.104 24.0 0 0 18.710 5.140 BPLTS -6.237 -1.713 194.3 96.4

BPLTS -6.237 -1.713 194.3 96.4

BPLTS -6.237 -1.713 194.3 96.4

* BTRPLTS 0.400 100.000 0.0 19.281 7.487 0 0 Bus4 19.281 7.487 29854.3 93.2

Bus4 0.400 99.771 -0.1 0 0 0 0 BTRPLTS -19.246 -7.446 29854.3 93.3

BPLTS 19.246 7.446 29854.4 93.3

* Indicates a voltage regulated bus (voltage controlled or swing type machine connected to it)
# Indicates a bus with a load mismatch of more than 0.1 MVA
Project: PLTS 20 MW TOBA
ETAP Page: 1
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: HA
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

System Harmonics Bus Information

Bus Voltage Distortion


ID kV Fund. RMS ASUM THD TIF TIHD TSHD THDG THDS
% % % % % % % %
BPLTS 20.000 99.65 99.65 99.65 0 0.42 0.00 0.00 0.00 0.00
BTELE1 20.000 96.10 96.10 96.10 0 0.42 0.00 0.00 0.00 0.00
BTRPLTS 0.400 100.00 100.00 100.00 0 0.42 0.00 0.00 0.00 0.00
Bus4 0.400 99.77 99.77 99.77 0.01 0.42 0.00 0.00 0.00 0.00

* IndicatesTHD (Total Harmonic Distortion) Exceeds the Limit.


# Indicates IHD (Individual Harmonic Distortion) Exceeds the Limit.
Project: PLTS 20 MW TOBA
ETAP Page: 2
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: HA
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

System Harmonics Branch Information

Bus Current Distortion


From Bus ID To Bus ID Fund. RMS ASUM THD TIF IT ITB ITR TIHD TSHD THDG THDS
Amp Amp Amp % Amp Amp Amp % % % %
BPLTS BTELE1 194.17 194.17 194.17 0 0.50 97.09 97.09 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
BTELE1 194.17 194.17 194.17 0 0.50 97.09 97.09 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
BTELE1 194.17 194.17 194.17 0 0.50 97.09 97.09 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
Bus4 582.52 582.52 582.52 0 0.50 291.26 291.26 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
BTELE1 BPLTS 194.27 194.27 194.27 0 0.50 97.14 97.14 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
BPLTS 194.27 194.27 194.27 0 0.50 97.14 97.14 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
BPLTS 194.27 194.27 194.27 0 0.50 97.14 97.14 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
BTRPLTS Bus4 29854.32 29854.32 29854.32 0 0.50 14927.16 14927.16 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
Bus4 BTRPLTS 29854.32 29854.32 29854.32 0 0.50 14927.16 14927.16 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
BPLTS 29854.38 29854.38 29854.38 0 0.50 14927.19 14927.19 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
Project: PLTS 20 MW TOBA
ETAP Page: 3
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: HA
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

Bus Tabulation

Harmonic Voltages (% of Fundamental Voltage )

Bus ID: BPLTS


Fund. kV: 19.930
Order Freq. Mag. Order Freq. Mag. Order Freq. Mag. Order Freq. Mag. Order Freq. Mag. Order Freq. Mag.
Hz % Hz % Hz % Hz % Hz % Hz %
Bus ID: BTELE1
Fund. kV: 19.221
Order Freq. Mag. Order Freq. Mag. Order Freq. Mag. Order Freq. Mag. Order Freq. Mag. Order Freq. Mag.
Hz % Hz % Hz % Hz % Hz % Hz %
Bus ID: BTRPLTS
Fund. kV: 0.400
Order Freq. Mag. Order Freq. Mag. Order Freq. Mag. Order Freq. Mag. Order Freq. Mag. Order Freq. Mag.
Hz % Hz % Hz % Hz % Hz % Hz %
Bus ID: Bus4
Fund. kV: 0.399
Order Freq. Mag. Order Freq. Mag. Order Freq. Mag. Order Freq. Mag. Order Freq. Mag. Order Freq. Mag.
Hz % Hz % Hz % Hz % Hz % Hz %
Project: PLTS 20 MW TOBA
ETAP Page: 4
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: HA
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN

Bus Tabulation

Harmonic Voltages (% of Nominal Voltage )


Bus ID: BPLTS
Nom. kV: 20.000
Order Freq. Mag. Order Freq. Mag. Order Freq. Mag. Order Freq. Mag. Order Freq. Mag. Order Freq. Mag.
Hz % Hz % Hz % Hz % Hz % Hz %

Bus ID: BTELE1


Nom. kV: 20.000
Order Freq. Mag. Order Freq. Mag. Order Freq. Mag. Order Freq. Mag. Order Freq. Mag. Order Freq. Mag.
Hz % Hz % Hz % Hz % Hz % Hz %

Bus ID: BTRPLTS


Nom. kV: 0.400
Order Freq. Mag. Order Freq. Mag. Order Freq. Mag. Order Freq. Mag. Order Freq. Mag. Order Freq. Mag.
Hz % Hz % Hz % Hz % Hz % Hz %

Bus ID: Bus4


Nom. kV: 0.400
Order Freq. Mag. Order Freq. Mag. Order Freq. Mag. Order Freq. Mag. Order Freq. Mag. Order Freq. Mag.
Hz % Hz % Hz % Hz % Hz % Hz %
Project: PLTS 20 MW TOBA
ETAP Page: 5
12.6.0H
Location: DANAU TOBA Date: 30-05-2018
Contract: PI-ENERGI MAKMUR SN:
Engineer: IR BINSAN SIMBOLON MT Revision: Base
Study Case: HA
Filename: BISANR1 Config.: Normal

PERENCANAAN
www.indopowerinternational.co.id