Anda di halaman 1dari 18

Lampiran : SK Direktur RSIA ‘Aisyiyah Klaten

Nomor : 161/RSIA/KEP/XII/2016
Tentang : Pemberlakuan Panduan Kebersihan Tangan

PANDUAN KEBERSIHAN TANGAN (HAND HYGIENE)

BAB I
PENDAHULUAN

A. DEFINISI
1. Mencuci Tangan : proses yang secara mekanik melepaskan kotoran dan
debris dari kulit tangan dengan menggunakan sabun biasa dan air.
2. Flora pada Kulit
a. Flora transien pada tangan diperoleh melalui kontak dengan pasien,
petugas kesehatan lain dan permukaan lingkungannya (misalnya
meja periksa, lantai atau toilet). Organisme ini tinggal dilapisan
luar kulit dan terangkat dengan mencuci tangan menggunakan sabun
biasa dan air mengalir.
b. Flora residen tinggal dilapisan kulit yang lebih serta didalam folikel
rambut, dan tidak dapat dihilangkan seluruhnya, bahkan dengan
pencucian dan pembilasan keras dengan sabun dan air bersih. Untungnya
pada sebagian kasus, flora residen kemungkinan kecil terkait dengan
penyakit infeksi yang menular melalui udara, seperti flu burung. Tangan
atau kuku dari petugas kesehatan dapat terkolonisasi pada lapisan dalam
oleh organism yang meneybabkan infeksi seperti S.aureus, batang Gram
negative atau ragi.

Panduan Hand Hygiene RSIA ‘Aisyiyah klaten 1


Air bersih : Air yang secara alarm atau kimiawi dibersihkan dan disaring
sehingga aman untuk diminum, serta untuk pemakain lainnya (misalnya
mencuci tangan dan membersihkan instrument medis) karena memenuhi
standar kesehatan yang telah ditetapkan. Pada keadaan minimal, air
bersih harus bebas dari mikroorganisme dan memiliki turbuditas rendah
Oernih, tidak berkabut).
3. Sabun : Produk-produk pembersih (batang,cair, lembek atau bubuk)
yang menurunkan tegangan permukaan sehingga membantu melepaskan
kotoran, debris dan mokroorganisme yang menempel sementara pada
tangan. Sabun biasa memerlukan gosokan untuk melepaskan
mikroorganisme secara mekanik, sementara sabun antiseptic (antimikroba)
selain melepas jugs membunuh atau menghambat pertumbuhan dari
hamper sebagian besar mikroorganisme.
4. Agen antiseptic atau antimikroba : Bahan kimia yang diaplikasikan di
atas kulit atau jaringan hidup untuk menghambat atau membunuh
mikroorganisme (baik yang sementara atau yang merupakan penghuni tetap),
sehingga mengurangi jumlah hitung bakteri total.

Contohnya adalah :
 Alcohol 60-90% (etil dan isopropyl atau metal alcohol)
 Klorheksidin glukonat 2-4% (Hibiclens, hibiscrub,hibitane)
 Korheksidin glukonat dan cetrimide, dalam berbagai konsentrasi (savlon)
 Yodium 3%, yodium dan produk alcohol berisi yodium atau tincture
(yodium tinktur) Iodofor 7,5-10%, berbagai konsentrasi (Betadine atau
Wescodyne).
 Kloroksilenol 0,5-4% (Para kloro metaksilenol atau PCMX) berbagai
konsentrasi (Dettol)

Panduan Hand Hygiene RSIA ‘Aisyiyah klaten 2


 Triklosan 0,2-2%.

5. Emollient : Cairan organic, seperti gliserol, propilen atau sorbitol


yang ditambahkan pada handrub danlosion. Kegunaan emollient untuk
melunakkan kulit dan membantu mencegah kerusakan kulit (keretakan,
kekeringan,iritasi, dan dermatitis) akibat pencucian tangan dengan sabun
yang Bering (dengan atau tanpa antiseptic) dan air.

B. TUJUAN KEBERSIHAN TANGAN


1. Untuk memutus transisi mikroba melalui :
a. Diantara area perawatan dan zona pasien.
b. Di antara zona pasien dan area perawatan
c. Pada daerah tubuh pasien yang beresiko infeksi (contoh : membran
mukosa, kulit non intak, alat invasif)
d. Dari darah dan cairah tubuh pasien.
2. Untuk mencegah
a. Kolonisasi patogen pada pasien (termasuk yang multi resisten)
b. Penyebaran pathogen ke area perawatan.
c. Kolonisasi dan infeksi pada petugas kesehatan.
d. Infeksi yang disebabkan oleh mikroba endogen.

Panduan Hand Hygiene RSIA ‘Aisyiyah klaten 3


BAB II
RUANG LINGKUP

Ruang Lingkup Kebersihan Tangan ( Hand Hygiene) meliputi :


1. Setiap orang yang kontak langsung dengan pasien seperti : Dokter, perawat,
petugas laboratorium ,dll.
2. Setiap orang yang ada kontak dengan pasien, meskipun tidak langsung, seperti :
ahli gizi, farmasi dan petugas tehnik.
3. Setiap orang yang bekerja di RSIA ‘Aisyiyah Klaten
4. Pasien.
5. Keluarga Pasien
6. Pengunjung.

Panduan Hand Hygiene RSIA ‘Aisyiyah klaten 4


BAB III
TATA LAKSANA

A. Mengapa Perlu Kebersihan Tangan ?


1. Kebutuhan Pokok PPI
2. Pilar dalam PPI
3. Bagian dari Kewaspadaan Standar
4. Komponen Sentral dari Patient Safety
5. Sederhana dan Efektif mencegah HAIS
6. Menciptakan lingkungan yang aman
7. Pelayanan kesehatan aman

B. Hal-Hal Yang Perlu Diingat Saat Membersihkan Tangan


1. Kebersihan tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien.
2. Kebersihan tangan merupakan hal yang paling penting untuk mencegah
penyebaran infeksi.
3. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir bila tangan terlihat
kotor atau terkontaminasi dengan bahan-bahan protein.
4. Gunakan handrub berbasis alcohol secara rutin untuk dekontaminasi
tangan, jika tangan tidak terlihat nods.
5. Jangan gunakan handrub berbasis alcohol jika tangan terlihat kotor.
6. Jangan gunakan produk berbasis alcohol setelah menyentuh kulit yang
tidak utuh, darah atau cairan tubuh. Pada kondisi ini cuci tangan dengan
sabun dan air mengalir dan keringkan dengan lap/tisu sekali pakai.
7. Pastikan tangan kering sebelum memulai kegiatan.

C. Hal Penting Dalam Hand Hygiene :

Panduan Hand Hygiene RSIA ‘Aisyiyah klaten 5


1. Jaga kuku selalu pendek dan bersih
2. Jangan memakai perhiasan, kuku palsu, cuteks Jangan mencuci sarung
tangan saat menggunakan diantara pasien.
3. Tidak dianjurkan menggunakan handuk pakai ulang dan tissue roll.
4. Tidak boleh menambahkan sabun cair/antiseptik sebelum habis benar,
sebelum mengisi bersihkan dispenser hingga bersih dan kering.
5. Pilih sabun antiseptik yang bersifat iritatif.
6. Untuk menghindari resiko terbakar (jarang terjadi), tangan harus benar-
benar kering dari alkohol handrub sebelum menyentuh pasien/peralatan
pasien dan linggkungan.
7. Lotion unutk meminimalisir iritasi dermatitis kontak.
8. Setelah melakukan kebersihan tangan, tidak menyentuh permukaan
lingkungan sebelum melakukan tindakan.
9. Setelah 6-8 kali melakukan handrubs, harus melakukan handwash untuk
menghilangkan efek residu dari antiseptik ditangan.
10. Setelah melakukan handwash, tidak dianjurkan melakukan handrubs dan
atau sebaliknya.
11. Handrub tidak dapat menggantikan cuci tangan dengan sabun dan air yang
mengalir.
12. Lakukan handwash meskipun setelah menggunakan sarung tangan.

D. Indikasi Kebersihan Tangan


1. Segera setelah ditempat kerja
2. Sebelum
a. Kontak langsung dengan pasien
b. Memakai sarung tangan sebelum pemeriksaan klini dan
tindakan invansif (pemberian suntikan intra vaskuler).

Panduan Hand Hygiene RSIA ‘Aisyiyah klaten 6


c. Menyediakan/mempersiapkan obat-obatan.
d. Mempersiapkan makanan
e. Memberi makan pasien
f. Meninggalkan rumah sakit
3. Diantara : p r o s e d u r t e r t e n t u p a d a p a s i e n ya n g s a m a
d i m a n a t a n g a n terkontaminansi, untuk menghindari kontaminasi.
4. Setelah
a. Kotak dengan pasien
b. Melepas sarung tangan
c. Melepas alat pelindung diri
d. Kontak dengan darah, cairan tubuh, sekeresi, ekskresi, eksudat
luka, dan peralatan yang diketahui atau kemungkinan
terkontaminasi dengan darah, caiam tubuh, ekskresi (bedpen,
urinal) apakah menggunakan sarung tangan atau tidak
menggunakan sarung tangan.
e. Menggunakan toilet, menyentuh/melap hidung dengan tangan.

E. Perlu Diperhatikan 5 Saat Melakukan Praktik Membersihkan Tangan


1. Sebelum kontak dengan pasien :
Kapan ? Bersihkan tangan Anda saat sebelum menyentuh pasien, saat ingin
melakukan perawatan.
Mengapa ? Untuk melindungi pasien terkena kuman yang terbawa oleh
tangan Anda
2. Sebelum Tindakan Aseptik :
Kapan ? Bersihkan tangan Anda sebelum melakukan prosedur
pembersihan/antiseptik.
Mengapa ? Untuk melindungi pasien dari kuman berbahaya, termasuk pada

Panduan Hand Hygiene RSIA ‘Aisyiyah klaten 7


diri sendiri yang beresiko masuk kedalam tubuhnya.
3. Setelah Trekena cairan Tubuh Pasien:
Kapan ? Bersihkan tangan Anda setelah bersentuhan dengan cairan tubuh
pasien (dan setelah melepas sarung tangan)
Mengapa ? Untuk melindungi Anda dan lingkungan dari kuman pasien
yang dapat merugikan.
4. Setelah Kontak dengan Pasien :
Kapan ? Bersihkan tangan Anda setelah menyentuh pasien, ketika
meninggalkan pasien.
Mengapa ? Untuk melindungi Anda dan lingkungan yang bersih itu dari
kuman pasien yuang merugikan.
5. Setelah Kontak dengan Lingkungan Sekitar Pasien :
Kenapa ? Bersihkan tangan Anda stelah menyentuh barang atau perabot
disekitar pasien, meninggalkan pasien, bahkan saat pasien tidak tersentuh
sekalipun.
Mengapa ? Untuk melindungi diri Anda dan Lingkungan yang bersih dari
kuman pasien yang merugikan.

Panduan Hand Hygiene RSIA ‘Aisyiyah klaten 8


.
F. Fasilitas Kebersihan Tangan
1. Tempat cucitangan dengan air mengalir dan kran
2. Sabun atau antiseptik dalam dispenser dengan pengontrol otomatis
3. Kertas handuk pengering/tissue towel
4. Kotak handuk beserta handuk pengering
5. Poster 6 (enam) langkah cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir
(handwash)
6. Tempat smpah injak untuk handuk kotor
7. Tempat sampah inak untuk tempat sampah non infeksius.
8. Cairan handrub
9. Poster 6 (enam) langkah cuci tangan dengan menggunakan cairan berbasis

Panduan Hand Hygiene RSIA ‘Aisyiyah klaten 9


alkohol dan tanpa bilas (handrub)

G. Persiapan Membersihkan Tangan


1. Air mengalir
Sarana utama untuk mencuci tangan adalah air mengalir dengan saluran
pembuangan atau bak penampung yang memadai. Dengan guyuran air
mengalir tersebut maka mikroornanisme yang terlepas karena gesekan
mekanis atau kimiawi saat cuci tangan akan terhalau dan tidak menempel
lagi dipermukaan kulit.
2. Sabun
Bahan tersebut tidak membunuh mikroorganisme tetapi menghambat dan
mengurangi jumlah mikroorganisme dengan jalan mengurangi tegangan
permukaan sehingga mikroorganisme terlepas dari permukaan kulit dan
mudah terbawa oleh air.
3. Larutan Antiseptik
Larutan antiseptic atau antimikroba topical, dipakai pads kulit atau
jaringan hidup lainnya untuk menghambat aktivitas atau membunuh
mikroorganisme pads kulit.Kulit manusia tidak dapat disterilkan. Tujuan
yang ingin dicapai adalah penurunan jumlah mikroorganisme pads kulit
secara maksimal terutama kuman transien. Kriteria memilih antiseptik
adalah sebagai berikut:
a. Memeliki efek yang luas, menghambat atau merusak
mikroorganisme secara luas (gram positif dan gram negative, virus
lipofilik, basillus atau tuberculosis, fungi, endospora).
b. Efektifitas
c. Kecepatan aktivitas awal
d. Efek residu, aksi yang lama setelah pemakaian untuk merendam
pertumbuhan.

Panduan Hand Hygiene RSIA ‘Aisyiyah klaten 10


e. Tidak mengakibatkan iritasi kulit.
f. Tidak menyebabkan alergi
g. Efektif sekali pakai, tidak perlu diulang-ulang.
h. Dapat diterima secara visual maupun estetik.
4. Lap tangan yang bersih dan kering
H. Mengeringkan Tangan
1. Mengeringkan tangan setelah mencuci tangan sangat penting.
2. Keringkan tangan dengan handuk kertas jika tidak tersedia gunakan handuk
tangan sekali pakai.
3. Handuk kertas harus tetap dalam kondisi bersih tidak terkontaminasi.
4. Dapat diterima secara visual maupun estetik.
5. Lap tangan yang bersih dan kering
I. Jenis-jenis Cuci Tangan
1. Cuci Tangan dengan Sabun dan Air yang Mengalir (Handwash)
2. Cuci Tangan dengan Cairan Berbasis Alkohol (Handrubs)
3. Cuci Tangan Persiapan Pembedahan (Handscrubbing)

Panduan Hand Hygiene RSIA ‘Aisyiyah klaten 11


Ad 1. CUCI TANGAN DENGAN AIR MENGALIR ( HANDWASH )

Gambar Enam Langkah Cuci Tangan dengan Handwash

Panduan Hand Hygiene RSIA ‘Aisyiyah klaten 12


ENAM LANGKAH MENCUCI TANGAN DENGAN SABUN DAN AIR
MENGALIR
Waktu yang diperlukan : 40 – 60 detik.

0. Basahi tangan mulai dari pergelangan tangan dengan air mengalir


1. Tuangkan 3 -5 cc sabun cair untuk menyabuni seluruh permukaan tangan,
dengan metode 6 langkah yaitu :
2. Gosok kedua telapak tangan hingga merata. (Langkah 1)
3. Gosok punggung dan sela-sela jari tangan kiri(posisi telapak tangan kanan
diatas punggung tangan kiri) lakukan sebaliknya. (Langkah 2)
4. Gosok kedua telapak tangan dan sela-sela jari.(Langkah 3)
5. Letakkan punggung jari pada telapak tangan lainnya dengan jari saling
mengunci. Gosok pada jari dengan kedua ibu jari. (Langkah 4)
6. Ibu jari kiri digosok memutar oleh telapak tangan kanan. Lakukan
sebaliknya secara bergantian. (Langkah 5)
7. Gosok dengan memutar berlawanan arah jarum jam ujung jari -
jari tangan kanan di telapak tangan kiri. Lakukan sebaliknya.
(Langkah 6)
8. Bilas kedua tangan dengan air mengalir
9. Keringkan dengan handuk sekali pakai atau tissue towel sampai benar-benar
kering
10. Gunakan handuk sekali pakai atau tissue towel untuk menutup kran.
11. ... dan tangan Anda sudah bersih

Ad 2. Handrub Antiseptic (Handrub Berbasis Alkohol)


Penggunaan handrub antiseptic untuk tangan yang bersih lebih efektif

Panduan Hand Hygiene RSIA ‘Aisyiyah klaten 13


membunuh flora residen dan flora transien daripada mencuci tangan dengan
sabun antiseptic atau dengan sabun biasa dan air. Penggunaan larutan handrub
yang efektif sesuai petunjuk pabrik (sekitar satu sendok teh, 3-5 cc).
Berikut ini adalah tehnik untuk menggosok tangan dengan antiseptik
adalah :
Langkah 1 :Tuangkan handrub berbasis alcohol untuk dapat mencakup
seluruh permukaan tangan dan jari ( 3-5 cc)
Langkah 2 : Gosokkan larutan dengan teliti dan benar pada kedua belah
tangan, khususnya diantara jari jari jemari dan dibawah kuku
hingga kering.
Handrub antiseptic tidak menghilangkan kotoran atau zat organic, sehingga jika
tangan sangat kotor atau terkontaminasi oleh darah atau cairan tubuh, harus
mencuci tangan dengan sabun dan air terlebih dahulu. Selain untuk
mengurangi penumpukan emolien pada tangan setelah memakai hundrub
antiseptik berulang, tetap diperlukan mencuci tangan dengan sabun dan air
setiap kali setelah 5-10 aplikasi handrub.

Panduan Hand Hygiene RSIA ‘Aisyiyah klaten 14


Gambar 6 Enam Langkah Cuci Tangan dengan Handsrub

ENAM LANGKAH MENCUCI TANGAN DENGAN ANTISEPTIK


BERBASIS ALKOHOL
Waktu yang diperlukan: 20 -30 detik

1. 1a-1b. Tuangkan 3-5 cc antiseptik berbasis alkohol ke dalam tengan,


keseluruh permukaan tangan.
2. Gosok kedua telapak tangan hingga merata. (Langkah 1)
3. Gosok punggung tangan dan sela-sela jari kiri (posisi telapak tangan

Panduan Hand Hygiene RSIA ‘Aisyiyah klaten 15


kanan di atas punggung tangan kiri). Lakukan sebaliknya. (Langkah
2)
4. Gosok kedua telapak tangan dan sela-sela jari (Langkah 3 )
5. Letakkan punggung jari pada telapak tangan lainnya dengan jari
saling mengunci, gosok pada jari dengan kedua ibu jari. (Langkah 4)
6. Ibu jari kiri digosok memutar oleh telapak tangan kanan, lakukan
sebaliknya secara bergantian. (Langkah 5)
7. Gosok dengan memutar berlawanan arah jarum jam ujung jari-jari
tangan kanan ditelapak tangan kiri. Lakukan sebaliknya (Langkah 6)
8. .... dan tangan Anda sudah bersih

J. Ketidakpatuhan Dalam Pelaksanaan Cuci Tangan


1. Beban Kerja berlebihan
2. Tidak tersedia saran/fasilitas kebersihan tangan
3. Lokasi kebersihan tangan terlalu jauh.
4. Bila sering cuci tangan, tangan rusak.
5. Tidak peduli
6. Petugas berpikir, pasien yang membawa kuman dibadannya, kurang
pengetahuan petugas/kurang informasi
7. Tidak ada dukungan, kontroling, monitoring.
8. Tidak ada SPO
9. Tidak ada peraturan /poster

K. Tindak Lanjut
1. Peraturan /poster
2. Komunikasi, edukasi dan informasi
3. Beri umpan balik kepada petugas.

Panduan Hand Hygiene RSIA ‘Aisyiyah klaten 16


4. Evaluasi kepatuhan kebersihan tangan.
5. Berikan motivasi
6. Kesadaran dan akal sehat
7. Kampanye kebersihan tangan.

L. Kesimpulan
1. Kebersihan tangan merupakan pilar dan indikator dalam pencegahan dan
pengendalian infeksi yang merupakan bagian indikator mutu pelayanan
rumah sakit.
2. Melakukan kebersihan tangan wajib dilakukan oleh setiap petugas rumah
sakit
3. Kebersihan tangan dapat dilakukan dengan mencuci tangan dengan air
mengalir jika tangan tampak kotor atau menggunakan antiseptik berbasis
alkohol jika tangan tidak kotor

Panduan Hand Hygiene RSIA ‘Aisyiyah klaten 17


BAB IV

PENUTUP

Demikian panduan Hand Hygiene ( Cuci Tangan / Kebersihan Tangan ) di RSIA


‘Aisyiyah Klaten kami buat dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan dan
menurunkan angka kejadian infeksi di RSIA ‘Aisyiyah Klaten.

Panduan Hand Hygiene RSIA ‘Aisyiyah klaten 18