Anda di halaman 1dari 9

NO TRADISIONAL IUPAC 2D 3D ELEMENTAL ANALYSIS

PKA RESONAN RESONAN STEROISOMER


2 TRADITIONAL IUPAC 2D 3D ELEMENTAL ANALYSIS

PKA RESONANSI RESONANSI STEROISOMER


3 TRADITIONAL IUPAC 2D 3D ELEMENTAL ANALYSIS

PKA RESONANSI RESONANSI STEREOISOMER


4 TRADITIONAL IUPAC 2D 3D ELEMENTAL ANALYSIS

PKA RESONANSI RESONANSI STEREOISOMER


NO TRADITIONAL IUPAC 2D 3D ELEMENTAL ANALYSIS

PKA RESONAN RESONAN STEREOISOMER


B. JAWAB PERTANYAAN

1. CARNITINE

 Carnitine memiliki isomer 2


 Mana yang lebih aktif yaitu L-carnitin dan D-carnitin
L-carnitin akan lebih reaktif dan lebih fungsional daripada D-carnitin
 efek farmalogi dari carnitine yaitu
Carnitin mempunyai efek potensial.erupakan sebuah substansi yang berasal dari asam amino esensial metionin dan lisin
yang memiliki sifat seperti vitamin tapi tidak bisa dikategorikan sebagai vitamin. Fungsi Carnitine adalah untuk
membantu transportasi asam lemak melewati membran mitokondria (pusat produksi energi pada tingkat sel) yang
mengubah cadangan lemak yang ada di dalam tubuh menjadi energi

2. AMPHETAMINE

 Isomer yang dimiliki 2


 Isomer yang lebih aktif adalah isomer S

a. Aktifitas mengobati ADHD (attention-deficit hyperactivity disorder), mengobati resisten depresi, obesitas
eksogen, mengobati narkolepsi.
b. Mekanisme kerja amphetamine
1. Menyebabkan kelepasan norepinefrin, dopamine, dan serotonin dari neuronpra sinaps
2. Menghambat re-uktake norepineprin dan dopamine
3. Menghambat system MAO pada neuronpra sinaps
c. Efek samping :
1. Badan menjadi sangat letih, tidur yang berlebihan, detak jantung yang cepat, berkurangnya nafsu makan
 Jurnal dilampirkan

3. METFORMIN

 Isomer yang dimiliki ada 1


 Mana
 Farmakologinya :
- Metformin adalah zat antihiperglikemik oral golongan biguanid untuk penderita diabetes militus tanpa
ketergantungan terhadap insulin.
- Mekanisme kerja metformin yang tepat tidak jelas, walaupun demikian metformin dapat memperbaiki sensitivitas
hepatik dan periferal terhadap insulin tanpa menstimulasi sekresi insulin serta menurunkan absorpsi glukosa dari
saluran lambung-usus.
- Metformin hanya mengurangi kadar glukosa darah dalam keadaan hiperglikemia serta tidak menyebabkan
hipoglikemia bila diberikan sebagai obat tunggal.
- Metformin tidak menyebabkan pertambahan berat badan bahkan cenderung dapat menyebabkan kehilangan berat
badan.
- menurunkan resiko terjadinya kelainan mikrovaskuler
 Efek samping :
Efek samping bersifat reversible pada salura cerna termasuk anoreksia, gangguan perut, mual, muntah, rasa logam pada
mulut dan diare.
4. CTM

 Isomer yang dimiliki yaitu 2 isomer


 Mana yang lebih aktif 2. L-CTM lebih aktif daripada D-CTM
 Farmakologi :

-CTM sebagai AH1 menghambat efek histamin pada pembuluh darah, bronkus dan bermacam-macam otot polos. AH1
juga bermanfaat untuk mengobati reaksi hipersensitivitas dan keadaan lain yang disertai pelepasan histamin endogen
berlebih. Dalam Farmakologi dan Terapi edisi IV (FK-UI, 1995) disebutkan bahwa histamin endogen bersumber dari
daging dan bakteri dalam lumen usus atau kolon yang membentuk histamin dan histidin.

-Efek samping :

Sedasi, gangguan gastro intestinal, efek muskarinik, hipotensi, kelemahan otot, tinitus, eufria, sakit kepala, merangsang
susunan saraf pusat, reaksi alergi, kelainan darah.

 Jurnal dilampirkan

5. PROPRANOLOL

 Isomer yang dimiliki 2


 Mana yang lebih aktif S(+)-Propanolol sangat lebih aktif dari pada enantiomernya. Anastetik ketamin diberikan
sebagai campuran rasemat, dan S(+)-ketamin lebih potensi dari pada R(-)-ketamin, disamping itu bentuk R(-)-
menyebabkan efek setelah operasi.
 Efek farmakologi
Obat ini memiliki farmakologi sebagai Hipertensi, angina pektoris, pheochromocytoma, essensial tremor, tetrallogy of
fallot, aritmia, cyanotic spell, pencegahan infak myocard, migraine, pengobatan gejala hypertropi C sub aortic stenosis.
Sedangkan efek samping Jantung: bradikradi, gagal jantung kongestif, penurunan sirkulasi perifer, hipotensi, sakit dada,
kontraksi miokardial, raynaud’s syndrom, menseterik trombosis, syncope. SSP: depresi mental, amnesia, halusinasi,
dizziness, insomia, vertigo, psikosis, hypersomnolence dan fatique. Dermatologi: alopesia, dermatitis, hiperkeratosis,
pruritis, urtikaria, sindrom stevens-johnson , fuxil epiderma necrolysis. Gastrointestinal: diare, muntah, mual, konstipasi
dan anoreksia. Genitourinaria: Impoten, proteinuria, oligouria, interstitial nephritis, peyroie’s disease. Hematologi:
agraniulositosis trombositopenia, trombositopenia purpura. Neuromuskular: rasa lemah, carpal tunnel syndrome,
paresthesis, arthropathy. Mata: Konjugasi hyperemis, penurunan produki air mata,penurunan penglihatan. Pernapasan:
mengik, faringitis, bronkospamus,udem pulmonary, laryngospasmu